cover
Contact Name
Asti Rahmaningrum
Contact Email
kawistara@ugm.ac.id
Phone
+62 895-3345-98070
Journal Mail Official
kawistara@ugm.ac.id
Editorial Address
Gedung Lengkung, Unit 1, Lantai 2, Sayap Timur Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Jalan Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta Telp. (0274-564239 extc. 207)
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
ISSN : 20885415     EISSN : 23555777     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Poverty during Covid-19 Pandemic in Indonesia: A Case Study in Java-Bali Region Haning Romdiati; Dwiyanti Kusumaningrum
Jurnal Kawistara Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.v11i3.69438

Abstract

Indonesia has greatly affected by COVID-19 outbreak. This study shows that health crisis during COVID-19 pandemic has caused the rise of new poor seen from the increase of poverty rates, both at the national, regional, and local levels. The increase in poverty occurred in all provinces which is associated with the magnitude of pandemic. In this study, we highlight poverty in the provinces of Java-Bali region as the most affected areas of the outbreak. Among the 128 regencies/cities, the six top highest increase in poverty are regencies/cities that located in small islands and coastal regions. The highest increase was experienced by Kepulauan Seribu by 2,78% of increase. This follows by increase in Sampang Regency (2,07%), North Jakarta (1,74%), Bangkalan Regency (1,66%), and Indramayu Regency (1,59%) respectively. This study shows that the uncertainty in the time of COVID-19 has made precarity among productive working groups. Migrant workers especially in urban areas are more vulnerable due to ‘lockdown’ policies. In addition, we also found that poverty in small islands and coastal cities are severely affected. Further research needs to be done to elaborate this finding to anticipate poverty in Indonesia in the future when the uncertainty of COVID-19 continues to this day.
Fase Respon dan Strategi Petani Bunga Potong dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di Gunungsari Batu, Jawa Timur Fidela Dzatadini Wahyudi; Darsono Wisadirana; Anif Fatma Chawa
Jurnal Kawistara Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.v11i3.69705

Abstract

Pandemi covid-19, telah menyebabkan dampak negatif multidimensional di seluruh dunia.Salah satu unsur kehidupan yang paling rentan terkena dampak negatif tersebut adalah petani, termasuk di dalamnya petani bunga potong mawar di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur. Adanya pandemi covid-19, para petani tidak hanya berhadapan dengan persoalan dasar petani saja, tetapi juga berhadapan dengan persoalan anomali bencana non alam yang berkaitan dengan aspek-aspek non pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fase respon dan strategi bertahan hidup petani di era pandemi covid-19. Penelitian ini berdasarkan pada studi lapang dan wawancara mendalam dengan petani bunga mawar di Batu mulai tahun 2000-2001. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa respon petani mengikuti pola siklus dari fase psiko-kognitif, sosiologis, tindakan ekonomi, budaya teknologi pemasaran, dan teologis atau keyakinan atas ajaran agama. Sedangkan strategi bertahan hidup yang dipilih oleh petani meliputi pengenalan dan pendalaman ancaman pandemi, mengurangi jumlah tanaman dan konversi jenis tanaman, ekonomi subsistensi, digitalisasi pemasaran, serta doa, ikhtiar dan pasrah. Strategi bertahan hidup merupakan fungsi dari serangkaian respon yang dimiliki seseorang atas persoalan yang menimpanya. Strategi bertahan hidup petani tidak bersifat kolektif, melainkan bersifat personal atas dasar rasionalitas instrumental dan rasionalitas orientasi nilai.
Relasi Kuasa dan Pertautan Identitas dalam Novel Entrok dan Maryam Karya Okky Madasari: sebuah Kajian Interseksionalitas Khumaid Akhyat Sulkhan
Jurnal Kawistara Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.v11i3.70244

Abstract

Sastra, dalam berbagai wujudnya, seringkali menjadi instrumen bagi seorang pengarang untuk menyuarakan perlawanan terhadap struktur kekuasaan sekaligus membidik relasi identitas yang tidak setara di tengah masyarakat. Selama satu dekade terakhir, salah satu sosok yang dikenal oleh para aktivis, pelajar, maupun media di Indonesia, sebagai pengarang dengan narasi-narasi perlawanan serta potret sosial dari masyarakat yang diwarnai konflik identitas adalah  Okky Madasari. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini hendak mengkaji ide relasi kuasa dan identitas yang ada di dua Novel karya Okky Madasari, Entrok (2010) dan Maryam (2012). Studi ini menggunakan pembacaan interseksionalitas dan serta metode pendekatan naratif dengan tujuan untuk memahami bagaimana sekaligus mengapa Okky menarasikan konflik berbalut persimpangan identitas yang tidak setara dan bagaimana ia menawarkan menawarkan konsep kebebasan dalam kedua novel tersebut sebagai bagian dari ideologi pengarangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan identitas para tokoh dalam kedua novel itu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan serta perbedaan kelas yang mewakili kekuatan ekonomi, sehingga bentuk konfliknya bisa berubah pada situasi dan waktu tertentu. Sementara itu, ia menawarkan kebebasan dari segala bentuk intervensi terhadap subjektivitas manusia sebagai jalan keluar. Namun demikian, orang-orang yang digambarkan memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kebebasan atau bernegosiasi dengan persoalan identitas serta struktur kekuasaan yang ada, hanyalah mereka yang berpendidikan tinggi dan kuat secara ekonomi.
Strategi Adaptasi Masyarakat selama masa Pandemi Covid-19: Studi di Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman Fathin Aulia Rahman; Dina Ruslanjari; Sri Rum Giyarsih
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.67782

Abstract

Dalam berbagai studi sering menunjukkan bahwa dalam situasi krisis berbagai bentuk kemampuan manusia dalam beradaptasi atau strategi bertahan hidup untuk keluar dari kesulitan. Hal ini terbukti ketika pandemi Covid-19  telah menyerang masyarakat seluruh dunia, termasuk Indonesia. Studi ini akan membahas dan menganalisis bagaimana strategi dan bentuk adaptasi masyarakat selama pandemi Covid-19, secara khusus di Desa Tegaltirto,Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Desa Tegaltirto menarik untuk diteliti karena desa ini menjadi akses utama dan jalur perdagangan antar kecamatan dan kabupaten. Sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor informal yang rentan terhadap perubahan dan krisis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dengan sampel populasi diambil di Dusun Kadisono, Sompilan dan Semoya dengan teknik sampling menggunakan stratified random sampling, jumlah sampel proporsional dengan jumlah populasi.Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh rumah tangga di Desa Tegaltirto menerapkan strategi bertahan hidup, bentuk strategi paling banyak dilakukan yaitu melakukan kontrol terhadap pemasukan dan pengeluaran. Pada strategi konsolidasi mayoritas rumah tangga menerapkan strategi menyesuaikan pengeluaran antar waktu dengan cara mengambil tabungan, mencari pinjaman, menggadai barang dan/atau menjual aset yang dimiliki. Sedangkan rumah tangga yang lainnya menerapkan strategi akumulasi dengan meningkatkan pemasukan melalui peningkatan produksi usaha yang dimilikinya
Hybrid Performance as The Behavior of Singing Folk Songs Chorally in Indonesia Choir Competition in 2019 Rachel Mediana Untung; Wisma Nugraha Christianto; Victor Ganap
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.68229

Abstract

The artistic contestation between choral culture and folk song is an important concern in the study of musicology. The problem that is of concern in this study focuses on singing behavior in singing hybrid vocal music. Choir singing behavior has standard vocal techniques, on the other hand the context of understanding folk songs includes natural singing expressions from an ethnicity without being overshadowed by good vocal techniques. The study aims to reconstruct the practice of artistic requirements in Indonesian folksong choir competitions. The study is important because there is artistic contestation between choir culture and folk songs culture leading to a good hybrid performance in the Folklore category. This research method takes material from singing events through observations and studies of audio-visual documentation that are observed repeatedly. This study uses a performance centered approach study that concentrates on the choir's performance. Descriptive-analytic analysis is used as a consequence of the material of the event‘s  that relies on careful descriptions. The results of this study indicate, firstly the choirs which sang folk song repertoire are a hybrid performance characteristic.  Second, the relationship that occurs between artistic requirement and the reality of performances on stage occurs in a multidimensional manner. It was found that there was an adjustment to standardization in the perspective of the coral setting. Third, an understanding of the performance practice as multidimentional and hybrid with artistic requirements shows that a small portion is given to other dimensions (kinesthetic & visual).The findings can be used to reformulate artistic requirements entailing a bigger cultural aspect of folk songs.
Minat Siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk Bekerja dalam Bidang Pertanian di Provinsi Jawa Tengah Ari Widya Handayani; Sunarru Samsi Hariadi; Siti Andarwati
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.70071

Abstract

Tantangan bidang pertanian dewasa ini adalah ketersediaan sumber daya manusia. Rendahnya minat pemuda untuk terjun di sektor pertanian terutama sektor tanaman pangan dan hortikultura menjadi salah satu persoalan ketersediaan sumber daya manusia di bidang pertanian. Turunnya jumlah tenaga kerja di bidang pertanian dan minat pemuda untuk terjun di bidang pertanian akan berpotensi menyebabkan penurunan efisiensi dan produktivitas hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat siswa SMK Pertanian pasca lulus untuk bekerja di bidang pertanian beserta faktor-faktor yang memengaruhi serta mendeskripsikan upaya peningkatan minat siswa SMK untuk bekerja bidang pertanian. Penelitian dilaksanakan di 5 sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) yaitu SMKN 1 Trucuk, SMKN H Moenadi, SMKN 1 Bawen, SMKN 1 Wanareja dan SMK N 2 Slawi menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK kelas 11 dan 12 di 5 sekolah tersebut sejumlah 1295 orang. Pada masing–masing sekolah diambil 34 – 35 orang sebagai sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random). Total sampel penelitian sebanyak 175 responden. Data dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa minat siswa dalam bekerja di bidang pertanian dipengaruhi oleh efikasi diri, sikap siswa terhadap sektor pertanian, dan pemanfaatan media sosial. 
How to Improve Disaster Governance for Non-Natural Disaster? A Literatur Study Evaluating Indonesian Government Management of Disaster during The Covid-19 Pademic Oscar Radyan Danar; Suhartono Winoto; Aulia Puspaning Galih
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.70120

Abstract

Infection with the COVID-19 virus since the end of 2019 has become the biggest pandemic tragedy of this century. In a short time, this virus spread throughout the country infecting millions of people and causing an increase in the world's death toll. At the beginning of the spread of COVID-19, government of Indonesia showed no sense of crisis and had weak disaster management system. The response to control COVID-19 impacts in Indonesia is interesting to analyze. This study adopted a quantitative systematic literature review of academic articles on Indonesian government response to the Covid-19 pandemic published in national and international journals. There were four main topics in the study of disaster management, namely government policy, intergovernmental relations, crisis communication phases, and mitigation and preparedness. This study found that that the government had to improve the communication strategies to deliver data of COVID-19 and mitigation strategies to keep COVID-19 under controlled. Thus, it is necessary to develop a model for handling non-natural disasters in the perspective of disaster governance to strengthen interactions between institutions, communication channels in the midst of crisis conditions, and develop emergency response and preparedness procedures.
Determinan Perilaku Kewirausahaan: Studi pada Rumah Tangga di Indonesia Evi Noor Afifah; Vitriyani Tri Purwaningsih; Ririn Nopiah
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.70126

Abstract

Menjalankan usaha sendiri bagi sebagian orang dapat menjadi kegiatan alternatif dari bekerja. Dalam keputusan seseorang untuk memiliki usaha, banyak faktor yang melatarbelakanginya baik dari faktor internal maupun eksternal. Dengan menggunakan data dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 5, penelitian ini melihat dua model usaha yaitu usaha pertanian dan non pertanian. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga di Indonesia dengan banyak melibatkan variabel-variabel yang terkait dengan Kepala Rumah Tangga (KRT). Metodel yang digunakan adalah cross section dengan regresi logistik. Hasil temuan dari penelitian ini adalah status pernikahan, daerah tempat tinggal, jumlah anggota rumah tangga, akses internet dan status kepegawaian memengaruhi seseorang untuk membuka usaha pertanian maupun non pertanian. Selain itu, faktor genetik di mana hal ini melihat apakah ayahnya seorang wirausaha yang memiliki usaha sendiri atau tidak dan juga suku menjadi penentu usaha pertanian. Sedangkan usia dan pendidikan merupakan faktor penentu di dalam usaha non pertanian. 
Disaster Education through Participatory Mapping in Abrasion Prone Areas in Sarang, Central Java Nur Hamid; Rina Purwaningsih; Juhadi Juhadi; Elvara Norma Aroyandin; Helmi Suyanto
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.70465

Abstract

One of the abrasion mitigations is mapping vulnerable areas through participatory mapping. Compared to conventional mapping, participatory mapping is considered more effective because, through this mapping, complete and detailed information will be obtained relatively quickly. However, given the limitations of the community, the participatory mapping process must be carried out through empowerment. Participatory mapping is one part of disaster education for the community. This research will provide disaster education through socialization and training on participatory mapping of GIS-based abrasion-prone areas in Sarang District, Rembang Regency based on community empowerment through a mixed-methods approach. The techniques used in data collection are interview, observation, questionnaire, a document study, and FGD techniques. The results show that this research has carried out participatory mapping based on community empowerment through preparation, implementation, evaluation, and monitoring stages. The results of participatory mapping are the active involvement of the community physically and mentally, the formation of a map of the occurrence of abrasion, and increasing the capacity of knowledge, attitudes, and perceptions of the community. The resulting maps can be used as recommendations to local governments and guidelines for local communities.
Tourist Preferences in Culinary during Covid-19 Pandemic in Bandung Edwin Baharta; Suryana Heryawan Achmad; Astri Wulandari; Dandy Marcelino
Jurnal Kawistara Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.70605

Abstract

Tourism is one of the areas that is badly affected by the Covid-19 pandemic and this includes culinary tourism. However, shifts in culinary preference during the pandemic also give a new life in culinary tourism. Bandung, one of Indonesia’s major tourist destination, shows a potential to develop further in its culinary tourism during the pandemic. This however requires a proper strategy through identifying the preferences of tourists in choosing culinary tourism during the pandemic. This research provides a knowledge base for culinary tourism business people regarding tourist preferences in a pandemic situation like today. Data about the preferences of tourists can help culinary tourism business people to develop the right strategy to serve tourists in future and can design the right policies and strategies to respond the expectations and desires of tourists, especially culinary tourism in Bandung. With a sample size of 400 respondents, this study is a descriptive quantitative study employing the conjoint analysis approach, which is the most popular methodology to analyzing tourist preferences. This research found that the possibilities of travelers preferences when travelling Bandung as culinary vacation spot in pandemic are as follows. The aspect of selecting culinary products based on tourist facilities is the preference of tourists in COVID-19 pandemic. Meanwhile, the location of culinary with consideration of easy access or reach becomes choice of tourists in pandemic, in addition to the important of health protocols the cleanliness of locations. Finally, the priority score analysis found that the culinary product selection element has the greatest importance level among the other features.