cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Optimalisasi Pemanfaatan Laboraturium Fisika Di SMAK Bhaktyarsa Maumere Daelsi, Maria Reneldis Reginaldis; Pantiwati, Yuni
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11562

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) How to optimize the use of laboratories at MaakereBhaktyarsa High School?; 2) What are the obstacles in the utilization of BhaktiyadMaumere SMAK Physics laboratory?; 3) What is the solution to overcome the problems encountered in the use of physics laboratories at the MaakereBhaktyarsa High School?. The approach used in this study is qualitative. Data collection methods used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis method uses descriptive qualitative analysis which consists of four stages, namely data collection, data reduction, data display and conclusion drawing or verification. Data obtained from the results of observations, interviews, and triangulation of the principal, head of the laboratory and physics subject teachers at the MaakereBhaktyarsa High School. The results showed that 1) Optimization of the use of physics at Bhakt Audience High School was optimal, this was indicated by the completeness of facilities and infrastructure, improvement in the ability and understanding of teachers about laboratory use, changes in laboratory functions and managers; 2) Obstacles faced in the use of physics laboratories are the limited time available, the lack of awareness and enthusiasm of students in the use of laboratories and the activities that occur outside the planned schedule.(3) The solutions used in overcoming obstacles are (a) preparation of planning especially on the schedule of laboratory activities. (b) Before practicum students are always directed and motivated about the benefits of practicum activities or activities in the physics laboratory.Keywords: Optimization, Laboratory Utilization, Physics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana optimalisasi pemanfaatan laboratorium di SMAK BhaktyarsaMaumere?; 2) Apa Hambatan dalam pemanfaatan laboratorium  Fisika SMAK BhaktyarsaMaumere?; 3) Bagaimana solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pemanfaatan laboratorium fisika di SMAK BhaktyarsaMaumere?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitaitif yang terdiri dari empat tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau ferifikasi. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan triangulasi terhadap kepala sekolah, kepala laboratorium dan dan guru mata pelajaran fisika di SMAK BhaktyarsaMaumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Optimalisasi pemanfaatan fisika di SMAK Bhaktirsa sudah optimal, hal ini ditunjuk dengan kelengkapan sarana dan prasarana, peningkatan kemampuan dan pemahaman guru tentang pemanfaatan laboratorium, perubahan fungsi laboratorium dan pengelola. (2) Hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan laboratorium fisika yaitu keterbatasan waktu yang disediakan, minimnya kesadaran serta antusias siswa dalam pemanfaatan laboratorium dan adanya kegiatan yang terjadi diluar jadwal yang direncanakan. (3) Solusi yang digunakan dalam mengatasi hambatan yaitu (a) penyusunan perencanaan terutama pada jadwal kegiatan laboratorium. (b) Sebelum praktikum siswa selalu diarahkan dan diberi motivasi tentang manfaat kegiatan praktikum atau kegiatan dalam laboratorium fisika.Kata kunci: Optimalisasi, Pemanfaatan Laboratorium, Fisika
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SMP Muhammadiyah Waipare Kabupaten Sikka Safrudin, Vitalia Rahmawati; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.889 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11613

Abstract

Abstract: One of the competency standards that must be possessed by a teacher is professional competency. In reality, there are still teachers who lack professional competency. The purpose of this study is to determine 1) the factors that influence the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Middle School. 2) Efforts are made in improving the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Middle School. The method used in this research is descriptive qualitative. Informants in the study were teachers, principals, vice-principals in student fields, school treasurers. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. The results of this study indicate that 1) factors influencing teacher professional competence include difficulties in delivering teaching material, internal factors, availability of facilities and infrastructure, teachers who are often not on time, lack of teacher welfare. 2) Efforts made to improve the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Junior High School are to increase the number of reference books, provide opportunities for teachers to continue to higher levels of education, Add infrastructure, provide opportunities for teachers to take part in MGMP workshop activities, and increase teacher welfare.Keywords: Professional Competency, Teachers, Secondary Education Abstrak: Standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru salah satunya adalah kompetensi profesional. Pada kenyataannya masih ada guru yang kurang menunjukkan kompetensi profesional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare. 2) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian adalah Guru, Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, bendahara sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru meliputi kesulitan dalam menyampaikan materi ajar, faktor internal, ketersedian sarana dan prasarana, guru yang sering tidak tepat waktu, kurangnya kesejahteraan guru. 2) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare yaitu dengan menambah jumlah buku referensi, memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Penambahan sarana prasarana, memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti kegiatan workshop MGMP, dan meningkatkan kesejahteraan guru.Kata kunci: Komepetensi Profesional, Guru, Pendidikan Menengah
Analisis Keterlaksanaan Kompetensi Pedagogi Guru Dalam Penerapan Pembelajaran Drama Kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu Zahro, Luthfi Oktaria; Budiyanto, Mochammad Agus Krisno
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11594

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the delay in teacher pedagogical competence in the application of drama learning in class VIII of SMP Muhammadiyah 8 Batu and understand what supports it. This research was conducted by discussing descriptive qualitative. Data were obtained from Muhammadiyah 8 Middle School teachers through interviews, documentation, and participant observation. The research procedures carried out include research preparation, implementation, and conclusion. Data analysis techniques in this study use the stages that describe Miles and Huberman namely data reduction, data presentation, and completing conclusions. Technical Triangulation in this study using Technical Triangulation. The results of this study prove that the competence of teachers in the implementation of drama learning class VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu has not been fully implemented. Of the 10 indicators in pedagogical competency based on Minister of National Education Regulation Number 16 the Year 2007, only 7 indicators have been implemented and 3 indicators have not been implemented.Keywords: Teacher, Pedagogical Competence, Learning Drama Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan kompetensi pedagogi guru dalam penerapan pembelajaran drama kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu dan mengetahui kendala apa saja yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari guru SMP Muhammadiyah 8 Batu melalui teknik wawancara, dokumentasi, dan hasil observasi partisipan. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi persiapan penelitian, pelaksanaan dan pengambilan kesimpulan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan tahapan yang diuraikan Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi pada penelitian ini meggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogi guru dalam penerapan pembelajaran drama kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu belum terlaksana sepenuhnya. Dari 10 indikator dalam kompetensi pedagogi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, hanya 7 indikator yang sudah terlaksana dan 3 indikator yang belum terlaksana.Kata kunci: Guru, Kompetensi Pedagogi, Pembelajaran Drama
Analisis Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Peminatan Di SMA Negeri Kota Ternate Usman, Widyasari; Poerwanti, Endang; Hudha, Atok Miftachul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12050

Abstract

Abstract: The subject of specialization can help the development of abilities possessed by students. Specifically, specialization subjects can be followed according to students' talents and interests. This study aims to describe (1) the implementation of the 2013 curriculum policy in specialization learning in Senior High School 1 Ternate. (2) differences in specialization management models are applied in Senior High School 1 Ternate. And (3) constraints and solutions in the implementation of specialization learning in Senior High School 1 Ternate. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. Sources of data and information from three curriculum subjects and nine specialization subject teachers from each of the three schools. The results showed that (1) the implementation of the 2013 curriculum in specialization learning in Senior High School 1 Ternate was by Minister of Education and Culture Regulations number 69 of 2013 and schools only make policies based on the central government and adjust teaching hours and based on specialization manuals and cross-interests from the Ministry of Education and Culture in 2016 and 2017. (2) There are some differences from specialization management models such as specialization mechanisms/procedures in each school have different stages. (3) Obstacles in the implementation of specialization learning in Senior High School 1 Ternate include (a) constraints from teachers; (b) constraints in choosing teaching methods; (c) constraints from students; (d) the constraints of using learning resources; (e) facilities and infrastructure. The solution is that the teacher chooses the right teaching method and can improve the competency of the studentsKeywords: Learning, Specialization Subjects, 2013 Curriculum Abstrak: Diberlakukan mata pelajaran peminatan dapat membantu pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Secara khusus mata pelajaran peminatan dapat diikuti sesuai bakat dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) pelaksanaan kebijakan kurikulum 2013 pada pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate. (2) perbedaan model manajemen peminatan diterapkan di SMA Negeri Kota Ternate. Dan (3) kendala dan solusi dalam pelaksanaan pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dan informasi dari tiga masing-masing wakasek kurikulum dan sembilan guru mata pelajaran peminatan dari tiga masing-masing sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan kurikulum 2013 pada pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate sudah sesuai dengan Permendikbud No. 69 Tahun 2013 dan sekolah hanya membuat kebijakan berdasarkan dari pemerintah pusat dan menyesuaikan jam mengajar serta berdasarkan buku pedoman peminatan dan lintas minat dari Kemendikbud tahun 2016 dan 2017. (2) Terdapat beberapa perbedaan dari model-model manajemen peminatan seperti mekanisme/prosedur peminatan di setiap sekolah memiliki tahapan-tahapan berbeda. (3) Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate meliputi (a) kendala dari guru; (b) kendala memilih metode mengajar; (c) kendala dari siswa; (d) kendala menggunakan sumber belajar; (e) sarana dan prasarana. Solusi yang dilakukan yaitu guru memilih metode mengajar tepat dan dapat meningkatkan kompetensi peserta didikKata kunci: Pembelajaran, Mata Pelajaran Peminatan, Kurikulum 2013
Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Bela Negara Di SMK Sore Tulungagung Khusnaini, Khusnaini; Budiono, Budiono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12042

Abstract

Abstract: The Strengthening of National Defense Character Education Policy that has been implemented at the Vocational High School Sore Tulungagung in 2014/2015 is a new character education development policy. The policy must be analyzed to give other schools a clear picture of the effectiveness of character education. Therefore the researcher intends, to find out the implementation suitability and evaluate the effectiveness of the policy of strengthening the character education of the National Defense Vocational High School Sore Tulungagung. Through qualitative research methods, by triangulating research data, researchers analyze data by studying theory through the reduction of interview results. The results obtained, the planning of strengthening the character education of National Defense is not good, because of the lack of reference laws that are used, indicators of achievement of the basic values of the character of defending the country. In the implementation of the policy declared quite good, seen activities that teach nationality insight to students, but there needs to be supervision from the implementation team. Finally, the evaluation stage of the policy is still not good, because the evaluation of character education is in the form of violations in general, not on indicators of the basic values of Defending the State.Keywords: Policy, Character Education, National Defense Abstrak: Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Bela Negarayang telah dilaksanakan di SMK Sore Tulungagung tahun 2014/2015 merupakan kebijakan pengembangan pendidikan karakter baru. Kebijakan tersebut harus dianalisis agar memberi gambaran jelas kepada sekolah lain efektifitas pendidikan karakter tersebut. Maka dari itu penelitian ini bermaksuduntuk mengetahui implementasi dan mengevaluasi efektifitas kebijakan penguatan pendidikan karakter Bela Negaradi SMK Sore Tulungagung. Melalui metode penelitian kualitatif, dengan triangulasi data-data penelitian, peneliti menganalisis data dengan kajian teori melalui reduksi hasil wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan, perencanaan penguatan pendidikan karakter Bela Negarakurang baik, sebab minimnya acuan perundangan yang dipakai, indikator ketercapaian nilai-nilai dasar karakter bela negara. Pada implementasi kebijakan dinyatakan cukup baik, terlihat adanya kegiatan-kegiatan yang mengajarkan wawasan kebangsaan pada peserta didik, namun perlu adanya pengawasan dari tim pelaksana. Terakhir, tahap evaluasi kebijakan masih kurang baik, sebab evaluasi pendidikan karakter ini berupa pelanggaran secara umum, bukan pada indikator nilai-nilai dasar Bela Negara.Kata kunci: Kebijakan, Pendidikan Karakter, Bela Negara
Implementasi Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Guru SMP Negeri 3 Hu’u Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat Hajar, Qurbanhajar; Budiono, Budiono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12067

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the implementation of policies for increasing professionalism of teachers in SMP Negeri 3 Hu'u, (2) the constraints of implementing policies for increasing professionalism of teachers in SMP Negeri 3 Hu'u, (3) efforts to overcome obstacles in implementing policies for increasing professionalism teacher at Hu'u Middle School 3. This research uses a qualitative approach. The data collection techniques of this study were interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that (1) the implementation of the policy of increasing teacher professionalism in SMP Negeri 3 Hu'u has not been carried out to the maximum. The implementation is carried out through MGMP, PKB, Diklat, school curriculum development. Lack of opportunities to develop the profession on an ongoing basis because teachers are stuck in a routine. Teachers are also less motivated to develop professionally and personally motivated to develop their profession. (2) Constraints faced are lack of teacher sensitivity towards their profession, school policies for GTTs that do not yet have NUPTK are still not optimal, teachers delay time in various teacher development activities. (3) Efforts made in overcoming obstacles are the existence of teacher development training conducted by colleagues at the School; district-level training, workshops, teacher tutoring group learning; teacher discipline, and student discipline which must be followed by all teachers and students who are in the Hu'u 3 Public Middle School.Keywords: Policy, Professionalism, TeacherAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi kebijakan peningkatan profesionalisme guru di SMP Negeri 3 Hu’u, (2) kendala implementasi kebijakan peningkatan profesionalisme guru di SMP Negeri 3 Hu’u, (3) upaya mengatasi kendala implementasi kebijakan peningkatan profesionalisme guru di SMP Negeri 3 Hu’u. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi kebijakan peningkatan profesionalisme guru di SMP Negeri 3 Hu’u belum dilaksanan dengan maksimal. Pelaksanaannya dilakukan melalui MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum sekolah. Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan karena guru terjebak pada rutinitas. Guru juga kurang termotivasi untuk melakukan pengembangan profesionalisme dan tergerak secara pribadi untuk mengembangkan profesinya. (2) Kendala yang dihadapi yaitu kurang adanya kepekaan guru terhadap profesinya, kebijakan sekolah untuk para GTT yang belum memiliki NUPTK masih belum maksimal, guru mengundur waktu dalam berbagai kegiatan pengembangan guru. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu adanya pelatihan pengembangan guru yang dilakukan perpekan di Sekolah tersebut; pelatihan pada tingkat Kabupaten, workshop, belajar kelompok bimbingan guru; tata tertib guru serta tata tertib siswa yang harus diikuti oleh seluruh guru dan peserta didik yang berada di Sekolah SMP Negeri 3 Hu’u.Kata Kunci: Kebijakan, Profesionalisme, Guru
STUDI KEBIJAKAN PENGIKUTSERTAAN ORANG TUA TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN SONGGOKERTO 3 KOTA BATU Ardiyansyah, Maulidin; Juanda, Ahmad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12047

Abstract

Abstract: Improving the quality of education is not only the responsibility of the government and schools. In this modern era in improving the quality of education is also the responsibility of parents. This study aims to determine 1) the form of parent participation in Elementary School Songgokerto 3 in Batu City in improving the quality of education, 2) the school's strategy in developing parent participation in Elementary School Songgokerto 3 in Batu City in improving the quality of education. This research uses a qualitative approach. This research is a qualitative study, with the type of descriptive qualitative research. The results showed that: 1) The strategy applied was to always participate in every activity carried out by the community in the school environment or parents to establish friendship and the formation of good communication with the community and parents. 2). The form of participation from parents in elementary school Songgokerto 3 Batu is in the form of thoughts such as providing input in program activities at school, skills such as providing training to students on how to make chips, personnel such as in repairing infrastructure for teaching and learning support processes such as repairing chairs or desks, money, and things.Keywords: Policy, Parental Participation, Quality of Education Abstrak: Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab oleh pemerintah dan sekolah. Pada era modern sekarang ini dalam meningkatkan mutu pendidikan juga menjadi tanggung jawab orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bentuk partisipasi orang tua di Sekolah Dasar Negeri Songgokerto 3 Kota Batu dalam meningkatkan mutu pendidikan, 2) strategi sekolah dalam menumbuh kembangkan partisipasi orang tua di Sekolah Dasar Negeri Songgokerto 3 Kota Batu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi yang diterapkan adalah dengan selalu ikut dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh masyarakat di lingkungan sekolah atau orang tua dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan terbentuknya komunikasi yang baik dengan masyarakat dan orangtua. 2). Bentuk partisipasi dari orang tua di SDN Songgokerto 3 Kota Batu berupa pemikiran seperti memberikan masukan-masukan dalam program kegiatan di sekolah, keterampilan seperti memberikan pelatihan pada siswa bagaimana cara membuat keripik, tenaga seperti dalam memperbaiki sarana prasarana pendukung proses belajar mengajar seperti memperbaiki kursi ataupun meja, uang, dan benda.Kata kunci: Kebijakan, Keikutsertaan Orang Tua, Mutu Pendidikan
ANALISIS PROGRAM POLA ASUH DAN PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 4 MALANG Ayudah, Hana; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12054

Abstract

Abstract: Parenting practices by parents and teachers in schools play an important role in the development of a child. This study aims to describe 1) the application of parenting to students in elementary school Muhammadiyah 4 Malang, 2) The formation of students' character developed in elementary school Muhammadiyah 4 Malang. In this study, researchers used a descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained from primary sources, namely parents, student representatives, curriculum representatives, class teachers, and students. While secondary data sources are obtained from documents obtained from the homeroom teacher. The results of this study stated that 1) the application of the school program on parenting was done through the eighteen twenty programs and the parenting program which was conducted once a semester as well as attendance in the implementation of these activities not all parents were present. 2) the formation of most of the character of students through habituation that is carried out in daily activities. The involvement of educators and education personnel in efforts to inculcate character or to strengthen character is continuously pursued to realize the independent character and care for the environment of students.Keywords: School Programs, Parenting, Character, Students Abstrak: Pola asuh yang dilakukan oleh orang tua dan guru di sekolah berperan penting terhadap perkembangan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan1) penerapan pola asuh orang tua terhadap peserta didik di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, 2) Pembentukan karakter peserta didik yang dikembangkan di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari sumber-sumber primer yaitu orang tua, waka kesiswaan, waka kurikulum, guru kelas dan peserta didik. Sedangkan sumber data skunder diperoleh dari dokumen yang diperoleh dari wali kelas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) penerapan program sekolah tentang pola asuh dilakukan melalui melalui program delapan belas dua puluh dan program parenting yang dilakukan setiap satu semester sekali juga kehadiran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak semua orangtua hadir.2) pembentukan karakter peserta didik sebagaian besar melalui pembiasaan-pembiasaan yang dilaksanakan dalam aktifitas sehari-hari.Keterlibatan pendidik dan tenaga kependidikan dalam upaya penanaman budi pekerti atau penguatan karakter terus menerus diupayakan dalam rangka mewujudkan karakter mandiri dan peduli lingkungan hidup peserta didik.Kata kunci: Program Sekolah, Pola Asuh, Karakter, Peserta Didik
ANALISIS HASIL UJI KOMPETENSI GURU TAHUN 2015 DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Bahruddin, Siti Arafah; In?am, Akhsanul; Lendriyono, Fauzik
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12038

Abstract

Abstract: Educators are the spearhead of the success of the continuity of education in the industrial revolution era 4.0. The success of education can be seen in the competencies held by the teacher. This study aims to analyze the result of the Teacher Competency Test (UKG) Year 2015 in East Nusa Tenggara Province. This study used a descriptive quantitative approach and supported by qualitative. This study is descriptive. The subject of this research was the value of teachers who followed UKG Year 2015 in East Nusa Tenggara Province, which consists of 9.286 teachers from 22 districts of East Nusa Tenggara Province. The data were collected by using document and interview techniques. In analyzing the data, the researcher used descriptive statistics and SPSS program to know the Mean value of teachers from the pedagogical and professional competencies. The result of Teacher Competency Test (UKG) Year 2015 in East Nusa Tenggara Province, reviewed from the pedagogical and professional competencies and the general subjects of the national examination (Bahasa Indonesia, English, and Mathematics) of the 22 districts, is relatively categorized low since the Mean value is below the Minimum Competency Standard (SKM) which is 55. According to the functionary and the teachers, several factors cause the low competency of teachers in East Nusa Tenggara Province, so the coordination among the Education Quality Insurer Agency (LPMP), provincial education authorities, and district education authorities should be improved to see the Teacher Competency Test (UKG) problem as a mutual concern. The government should conduct a teacher competency test periodically to maintain the teachers? competencies in both pedagogical and professional to improve the education quality in East Nusa Tenggara Province particularly.Keywords: Teacher, Pedagogical and Professional, Competency Test Abstrak: Pendidik merupakan ujung tombak keberhasilan keberlangsungan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat pada kompetensi yang dimiliki oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah nilai guru yang mengikuti UKG Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 9.286 guru di 22 Kabupaten/Kota se Provinsi NTT. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik dokumen dan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan deskriptif statistik dan menggunakan program SPSS untuk mengetahui nilai rata-rata guru dari kompetensi pedagogi dan profesional. Hasil UKG Tahun 2015 di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditinjau dari kompetensi pedagogi dan profesional berdasarkan 22 Kabupaten/Kota maupun berdasarkan mata pelajaran umum ujian nasional (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika) secara keseluruhan mencapai nilai rata-ratanya dalam kategori rendah karena dibawah Standar Kompetensi Minimum (SKM) yaitu 55. Menurut pejabat dan guru ada faktor yang menyebabkan rendahnya kompetensi guru di Provinsi NTT, sehingga harus meningkatkan kerja sama antara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dinas pendidikan Provinsi dan dinas pendidikan Kabupaten/Kota untuk memperhatikan masalah UKG sebagai perhatian bersama. Pemerintah perlu mengadakan sebuah uji kompetensi guru secara berkala, Uji Kompetensi tersebut dimaksudkan agar tetap menjaga kompetensi guru baik pedagogi maupun profesional sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi NTT pada khususnya.Kata kunci: Guru, Pedagogi dan Profesional, Uji Kompetensi
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TAHFIZH QUR’AN TEMATIK (TQT) DI SD AISYIYAH KOTA MALANG Imansar, Diaken Noor; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12062

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine (1) the implementation of Thematic Qur'anic learning in SD Aisyiyah Malang, (2) the character of students who emerged through this program. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were the vice-principal and the Tahfiz teacher. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of thematic tahfizh Qur'an learning at SD Aisyiyah Malang consisted of four stages, namely the verse selection stage, the film screening stage, the memorization stage, and the evaluation stage. Through the thematic tahfizh Qur'an program implemented in SD Aisyiyah Malang, four characters appear in children, namely the value of religious characters, including the value of pious faith and tolerance; the value of character integrity, shown in honesty, example, politeness, love for truth; independent character values, including hard work, discipline, courage, and learners; and the character values of cooperation, including cooperation, solidarity, and mutual assistance.Keywords: Character Building, Learning, Thematic Qur'anic TahfizhAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahi (1) implementasi pembelajaran tahfizh Qur?an Tematik di SD Aisyiyah Kota Malang, (2) karakter siswa yang muncul melalui program ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah dan guru tahfizh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tahfizh Qur?an tematik di SD Aisyiyah Kota Malang terdiri dari empat tahap yaitu tahap pemilihan ayat, tahap pemutaran film, tahap menghafal, dan tahap evaluasi. Melalui program tahfizh Qur?an tematik yang dilaksanakan di SD Aisyiyah Kota Malang, tampak empat karakter yang muncul pada anak, yaitu nilai karakter religius, termasuk di dalamnya nilai beriman bertaqwa, dan toleransi; nilai karakter integritas, tampak pada kejujuran, keteladanan, kesantunan, cinta pada kebenaran; nilai karakter mandiri, termasuk pada kerja keras, disiplin, berani, dan pembelajar; dan nilai karakter gotong royong, termasuk di dalamnya kerja sama, solidaritas, dan saling menolong.Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Pembelajaran, Tahfizh Qur?an