cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Pola Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Di SMP Negeri 5 Malang Rahman, Syaiful; In'am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12063

Abstract

Abstract: The students 'reading ability is low, it certainly affects the students' writing ability. Implementation of the School Literacy Movement is a solution to students' low reading ability. This study aims to describe the pattern of Implementation of School Literacy Movement that took place in SMP Negeri 5 Malang. This study uses a qualitative approach with a descriptive type that describes the School Literacy Movement in SMP Negeri 5 Malang. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the pattern of implementation of school literacy measures in SMP Negeri 5 Malang included: 1) The habituation phase was carried out by way of students bringing reading books from home or borrowing books to the library. At this stage a class reading corner was prepared, reading 15 minutes before learning began, and a literacy journal; 2) The Development and Learning Phase increases the school resources especially at the State Junior High School 5 Malang, namely the existence of a reading corner in each class, an increase in the number of books, a 30-minute reading club, and a product of the School Literacy Movement.Keywords: School Literacy Movement, Habituation Phase, Development Phase, LearningAbstrak: Kemampuan membaca peserta didik tergolong rendah pasti berpengaruh terhadap kemampuan menulis peserta didik. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah menjadi solusi atas kemampuan membaca siswa yang rendah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola Implementasi Gerakan Literasi Sekolah yang berlangsung di SMP Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang mendeksripsikan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 5 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola implementasi geakan literasi sekolah di SMP Negeri 5 Malang meliputi: 1) Tahap Pembiasaan dilaksanakan dengan cara peserta didik membawa buku bacaan dari rumah atau meminjam buku ke perpustakaan. Pada tahap ini sudah disiapkan pojok baca kelas, membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, dan jurnal literas; 2) Tahap Pengembangan dan Pembelajaran meningkatkan sumber daya sekolah khusnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Malang yaitu adanya pojok baca di masing-masing kelas, penambahan jumlah buku, adanya club baca 30 menit, dan hasil produk Gerakan Literasi Sekolah.Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Tahap Pembiasaan, Tahap Pengembangan,  Pembelajaran
Implementasi Budaya Sekolah Bernuansa Islami Dalam Pendidikan Karakter Di MIN I Malang Chaira, Mahda; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12059

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the implementation of Islamic culture in MIN I Malang, the Islamic character developed in MIN I Malang, the obstacles in implementing Islamic culture in MIN I Malang, and to describe the efforts made by school institutions to overcome these obstacles. The research method was conducted by descriptive qualitative. Data is collected using structured interviews by taking the subject of teachers, school principals, and parents of students. The results show that the implementation of Islamic culture in schools begins with the construction of a system that directs the behavior of students with Islamic character through the habituation of Islamic behavior. Then supported by the implementation of the Koran, Kultum, and memorization of the Qur'an in the first fifteen minutes before school hours every day. Duha prayer, Dhuhr prayer, Friday prayer, and princess in school. The obstacle to developing Islamic culture in schools is the habit of parents who are sometimes not in line and the way to overcome them is by creating a Whatsapp group for students' parents.Keywords: Implementation, Islamic Culture, Character EducationAbstrak: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui implementasi budaya Islami di MIN I Malang, karakter Islami yang dikembangkan di MIN I Malang, kendala dalam implementasi budaya Islami di MIN I Malang, dan memaparkan upaya yang dilakukan oleh lembaga sekolah untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dengan mengambil subjek guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya Islami di sekolah diawali dengan dibangunnya sistem yang mengarahkan perilaku siswa yang berkarakter Islami melalui pembiasaan perilaku Islami. Kemudian ditunjang dengan pelaksanaan mengaji, kultum, dan hafalan Al-Qur’an pada lima belas menit pertama sebelum jam masuk sekolah setiap harinya. Pelaksanaan shalat dhuha, shalat dhuhur, shalat jumat, dan keputrian di sekolah. Kendala dari pembasaan budaya Islami di sekolah adalah pembiasaan orang tua yang kadang tidak sejalan dan cara mengatasinya adalah dengan membuat grup Whatsapp bagi orang tua murid.Kata kunci: Implementasi, Budaya Islami, Pendidikan Karakter
Manajemen Kurikulum Sekolah Berbasis Boarding School Di SMP Aisyiyah Malang Rosiana, Hastim; Juanda, Ahmad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12065

Abstract

Abstract: The success of an educational institution in carrying out all learning activities is determined by several supporting factors, and one of the supporting factors is the management factor organized by the institution/institution concerned. Aisyiyah Junior High School Boarding School Malang is one of the educational institutions implementing Boarding School or boarding systems. The purpose of this study was to determine how the curriculum management function at Aisyiyah Boarding School in Malang. This research is descriptive qualitative research, with data collection techniques in the form of documentation, observation, and interviews. Based on the results of the study shows that in the application of the curriculum in SMP ABSM integrates the national curriculum, the pesantren curriculum, and the Muhammadiyah curriculum which is carried out in full to produce graduates with national standards, aqidah, ahlaq, and fiqh by the demands of the Qur'an and Sunnah. The curriculum management implemented at SMP ABSM covers the process planning (determination of vision, mission, and goals that are adjusted to 3 curricula, namely the national curriculum, pesantren curriculum, and Muhammadiyah's unique curriculum). Organizing (including parts of activities or programs needed to achieve goals, and dividing tasks according to their respective work assignments). Implementation (in its implementation integrating national curriculum, namely KTSP and K13, pesantren curriculum, and Muhammadiyah curriculum). Evaluation (evaluations carried out related to the overall school program and carried out once a month while evaluations related to curriculum implementation are carried out every day because in the teacher's lesson plan there are reflections for evaluation).Keywords: Management, Curriculum, and Boarding SchoolAbstrak: Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam menjalankan segala aktivitas pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor pendukung, dan salah satu faktor pendukung tersebut adalah faktor manajemen yang diselenggarakan oleh lembaga/institusi yang bersangkutan. SMP Aisyiyah Boarding School Malang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan sistem Boarding School atau asrama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana fungsi manajemen kurikulum di SMP Aisyiyah Boarding School Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan kurikulum di SMP ABSM mengintegrasikan kurikulum nasional, kurikulum pesantren, dan kurikulum Muhammadiyah yang dilakukan secara penuh demi menghasilkan lulusan yang berstandar nasioanal, berwawasan aqidah, ahlaq, dan fiqih sesuai tuntutan Qur’an dan Sunnah. Manajemen kurikulum yang dilaksanakan di SMP ABSM meliputi proses perencanaan (penentuan visi, misi, dan tujuan yang disesuaikan dengan 3 kurikulum yaitu kurikulum nasional, kurikulum pesantren dan kurikulum khas Muhammadiyah). Pengorganisasian (mencakup bagian-bagian kegiatan atau program yang diperlukan untuk mencapai tujuan,  dan membagi tugas sesuai dengan tugas kerjanya masing-masing). Pelaksanaan (dalam pelaksanaannya mengintegrasikan antara kurikulum nasional yaitu KTSP dan K13, kurikulum pesantren dan kurikulu Muhammadiyah). Evaluasi (evaluasi yang dilaksanakan terkait program sekolah secara keseluruhan dan dilaksanakan setiap sebulan sekali sedangkan evaluasi yang terkait dengan pelaksanaan kurikulum dilakukan setiap hari karena di dalam RPP guru terdapat refleksi untuk evaluasi).Kata Kunci: Manajemen, Kurikulum, dan Boarding School
Analisis Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Pada Jenjang Sekolah Dasar Di Kabupaten Malang Minayugie, Apridhona Tito; Syahri, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12052

Abstract

Abstract: PISA (Program for International Student Assessment) states that literacy is an important ability to be mastered. Based on the 2019 PISA report, Indonesia is ranked 72 out of 78 countries for student reading skills. On one side of the school literacy movement (GLS) has been going on since 2016. This study aims to 1) describe the implementation of the GLS Elementary School level at SDN 2 and 3 PandansariNgantang District Malang Regency. 2) analyze the implementation of GLS policies and describe the supporting-inhibiting factors and efforts in their implementation. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are done using observation, interviews, and documents. Data analysis of the results of the study was carried out by data reduction, data presentation, and concluding (data verification). The results showed that 1) in general the implementation of GLS by structuring, using and utilizing library building facilities to support implementation. Supported by school residents such as school principals and teachers who have achievements at the national level of literacy. 2) The implementation of GLS has fulfilled 2 of 4 aspects, namely aspects of communication and resources. While the aspect that becomes an obstacle is the aspect of disposition and bureaucratic structure. The main constraints experienced in the implementation of GLS are the unavailability of librarians and the involvement of parents in the implementation of activities that are still lacking, and the School Literacy Team (TLS) has not been formed. Efforts to overcome obstacles in the implementation of GLS include involving students in the addition of literature, the appointment of teachers as library staff.Keywords: Implementation Analysis, Policy, School Literacy Movement Abstrak: PISA (Programme for International Student Assessment) menyebutkan bahwa literasi menjadi kemampuan yang penting untuk dikuasi. Berdasarkan laporan PISA tahun 2019 Indonesia menempati peringkat 72 dari 78 negara untuk kemampuan membaca siswa. Disatu sisi gerakan leterasi sekolah (GLS) telah berlangsung sejak tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pelaksanaan GLS jenjang Sekolah Dasar di SDN 2 dan 3 Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.2) menganalisis implementasi kebijakan GLS dan mendeskripsikan faktor pendukung-penghambat serta upaya dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara serta dokumen. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara umum pelaksanaan GLS dengan penataan, penggunaan, dan pemanfaatan fasilitas gedung perpustakaan untuk menunjang implementasi. Didukung warga sekolah seperti kepala sekolah dan guru yang memiliki prestasi dibidanglieterasi tingkat nasional. 2) Pelaksanaan GLS telah memenuhi 2 dari 4 aspek, yaitu aspek komunikasi dan sumberdaya. Sedangkan aspek yang menjadi kendala adalah aspek disposisi dan struktur birokrasi. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan GLS yang utama adalah belum tersedianya tenaga pustakawan serta keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan kegiatan yang masih kurang, serta belum dibentuknya Tim Literasi Sekolah (TLS). Upaya mengatasi kendala dalam pelaksanaan GLS diantaranya melibatkan siswa dalam penambahan literatur, penunjukan guru sebagai tenaga perpustakaan.Kata kunci: Analisis Implementasi, Kebijakan, Gerakan Literasi Sekolah
Implementasi Kebijakan “Segregasi” Kelas Berbasis Gender Di SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari Mu’tamaroh, Nadzifatul; Pantiwati, Yuni
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12040

Abstract

Abstract: Gender issues must be resolved immediately. The study aims to describe: 1) Implementation of gender-based class segregation policies; 2) Inhibiting factors and solutions in implementing gender-based class segregation policies and school efforts in overcoming the problems faced in implementing gender-based class segregation policies. The type of research used is descriptive qualitative. This research was carried out at Islamic junior high school Maarif 01 Singosari. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The analysis phase used is data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing. To check the validity of the data using data and source triangulation. The results showed that 1) The implementation of the gender-based class segregation policy process of its implementation was carried out by separating classes between male and female classes, from grades VII, VII and X but in one building, one organization and supported by the implementation of orderly. 2) Barriers and solutions faced by schools in carrying out policies are: attitudes of male students disagree with the existence of policies that have an impact on the class structure when learning hours are less conducive. The solution that is done by the school, by providing approaches and direction to students, and every teacher and especially the counseling guidance teacher and subject teachers must know all the problems that often occur to Islamic junior high school Al-Maarif 01 Singosari students to be evaluated on an ongoing basis.Keywords: Gender, Segregation, Policy Implementation Abstrak: Permasalahan mengenai gender harus segara dituntaskan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender; 2) Faktor penghambatdan solusi dalam implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender dan upaya sekolah dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari. Teknik pengumpulan data yaitu Wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi kebijakan segregasi kelas berbasis gender proses penerapannya dilakukan dengan cara pemisahan kelas antara kelas laki-laki dan kelas perempuan, mulai dari kelas VII, VII dan X akan tetapi dalam satu gedung, satu organisasi dan didukung dengan diterapkannya tata tertib. 2) Kendala dan solusi yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: sikap siswa putra kurang setuju adanya kebijakan hal tersebut berdampak pada suasana kelas pada saat jam pembelajaran kurang kondusif. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan pendekatan dan arahan terhadap siswa, dan setiap guru dan khususnya guru BK dan guru mata pelajaran harus mengetahui segala problem yang sering terjadi pada siswa SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari untuk dievaluasi secara berkelanjutan.Kata kunci: Segregasi, Gender, Implementasi Kebijakan
Model Pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah Berbasis Teaching Factory Menuju Kemandirian Finansial Sekolah Setyo, Agus; Mursidi, Mursidi
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12070

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to illustrate the implementation of a teaching service program based on regional public services in 5 vocational high schools in Surabaya. The research methodology used is descriptive qualitative data collection techniques of observation, interviews, and documentation as well as data analysis models of Miles, Huberman, and Saldana; data coding, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study explained that the 5 vocational high schools in Surabaya had a teaching factory program that collaborated with the industrial world and produced goods and services that met industry standards. This school has marketed goods and services according to industry standards from the results of student practice so that this school can carry out regional business service agencies from the province of East Java. Proceeds from sales of products and services that have been marketed to the community will be able to increase school income so that the proceeds from the sale can be used to improve the quality and welfare of the school. Local public service agencies based on teaching factories with products produced by students can create school financial independence, without having to always expect help from the government.Keyword: Regional Public Service Board, Teaching Factory, School Financial IndependenceAbstrak : Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pelaksanaan program badan layanan umum daerah berbasis teaching factory di sekolah menengah kejuruan negeri 5 kota Surabaya. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data model Miles, Huberman dan Saldana; kodensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sekolah menengah kejuruan negeri 5 kota Surabaya memiliki program teaching factory yang kerjasama dengan dunia industry serta menghasilkan barang dan jasa yang sesuai standar industry. Sekolah ini sudah memasarkan barang dan jasa sesuai standar industry dari hasil praktik siswa sehingga sekolah ini dapat melaksanakan badan layanan usaha daerah dari propinsi Jawa Timur. Hasil penjualan produk dan jasa yang telah dipasarkan ke masyarakat akan dapat menambah pendapatan sekolah, sehingga dari hasil penjualan dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan sekolah. Badan layanan umum daerah berbasis teaching factory dengan produk yang dihasilkan oleh siswa dapat membuat kemandirian finansial sekolah, tanpa harus selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah.Kata Kunci: Badan Layanan Umum Daerah, Teaching Factory, Kemandirian Finansial Sekolah
Daftar Isi, Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Vol.6, No.1, Januari 2018 Isi, Daftar
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11701

Abstract

Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten BimaFiki Kusuma Weranata Putra, Akhsanul In’am: 1-9Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah dan Iklim Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri Kota Malang Putra Prisma Lestari, Nurul Zuriah: 10-21Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah di SDN Bandungrejosari 1 Malang Muharini Zulfiati, Sri Hartiningsih: 22-33Pengembangan Video Cedera dan Penanggulangannya Dengan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana di SD Negeri Se-Kecamatan Purwosari Moch. Amin Faris Maulidin Azmi, Sukarsono Sukarsono: 34-47Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Marisa Izzah, Nurul Zuriah, Sukarsono Sukarsono: 48-62Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Kolaka Khairunnisa Khairunnisa, Agus Tinus: 63-75Pelaksanaan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah di SD Negeri 3 Lamahala Flores Timur Kasim Hijrat, Trisakti Handayani: 76-85Implementasi Kebijakan Sistem Poin Pelanggaran Dalam Upaya Membentuk Siswa Berkarakter SMA Islam Yakin Tutur Pasuruan Jatim Desiyanto, Yuni Pantiwati, Agus Tinus: 86-100Implementasi Kebijakan Sekolah dalam Menerapkan Pendidikan Karakter Siswa di MTs Muhammadiyah 1 Tlogomas Kota Malang Jaleha Jaleha, Yuni Pantiwati: 101-111Kebijakan Pendidikan Kemardiwayataan Sebagai Program Penguatan Pendidikan Karakter di SMAK Frateran Malang Yohanes Laga Payong, Arif Budi Wuriyanto: 112-124
Implementasi Kebijakan Full Day School Di SDN 3 Blimbing Kota Malang Ubaidillah, Ubaidillah; In’am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11609

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) the implementation of full-day school policies conducted at SDN 3 Blimbing; 2) problems faced by SDN 3 Blimbing in implementing full-day school; 3) the solutions made in solving the problem of implementing full-day school policies in SDN 3 Blimbing. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that the implementation of the full-day school policy has been based on the Character Strengthening Policy made by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. The aim of a full-day school implemented at SDN 3 Blimbing Malang is that students have the character set by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. Problems that arise during the implementation of full-day school among other facilities and infrastructures that are inadequate, the adaptation of teachers, employees, and students that require a relatively long time, concerns parents of students towards their children who sit in grades 1 and 2 and adjusting school schedules and student activities outside of school that have been previously scheduled. The solution carried out by the school with existing problems is to always socialize student activities in full-day school policy, provide dispensation for students who have scheduled activities outside of school that has been previously scheduled, conduct weekly evaluations and hold collaboration with institutions that can support full-day school activities in the school.Keywords: Policy Implementation, Full Day School, Elementary School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) implementasi kebijakan full day school yang dilakukan di SDN 3 Blimbing; 2) permasalahan yang dihadapi SDN 3 Blimbing dalam mengimplementasikan full day school; 3) solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan implementasi kebijakan full day school di SDN 3 Blimbing. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan full day school telah dilakukan dilandaskan pada Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Tujuan full day school yang diterapkan di SDN 3 Blimbing Kota Malang adalah supaya siswa-siswa mempunyai karakter yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Permasalahan yang muncul selama implementasi full day school antra lain sarana dan prasana yang belum memadai, adaptasi guru-guru, karyawan, dan siswa-siswa yang membutuhkan waktu yang relatif lama, kekhawatiran orang tua siswa terhadap anak-anaknya yang duduk di kelas 1 dan 2 dan penyesuaian jadwal sekolah dan kegiatan siswa diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan permasalahan yang ada adalah dengan selalu mensosialisakan kegiata-kegiatan siswa dalam kebijakan full day school, memberikan dispensasi terhadap siswa yang ada jadwal kegiatan diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya, melakukan evaluasi mingguan dan mengadakan kerja sama dengan lembaga yang bisa mendukung kegiatan-kegiatan full day school yang ada di sekolah.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Full Day School, Sekolah Dasar
Evaluasi Program Adiwiyata Mandiri Dalam Membentuk Karakter Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Di SMPN 1 Pandaan Alfiyah, Luluk Nur; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12045

Abstract

Abstract: Eradication of environmental problems Indonesia has a solution in the form of adiwiyata policies that are implemented in schools. The research objective evaluates the implementation of Adiwiyata after receiving the award with Adiwiyata components including 1) environmentally sound school policies; 2) development of an environment-based curriculum; 3) participatory-based environmental activities; 4) management of environmentally friendly supporting facilities in the context of forming a caring and cultured character in Junior High School 1 Pandaan. The method used in this research is descriptive qualitative which aims to evaluate the implementation of the adiwiyata program based on the Adiwiyata program component. Data collection techniques by direct observation, interviews, and documentation. The data validity technique is obtained through source and technique triangulation. The results showed that an evaluation of the results of environmentally sound policies to form a caring attitude and environmental culture had been carried out at Junior High School 1 Pandaan. Evaluation of the results of the implementation of an environment-based curriculum in shaping culture and caring for the environment is only carried out 60% of teachers in integrated learning and has an impact on the application of students' environmental knowledge. Evaluation of the results of participatory-based environmental activities in shaping cultural character and caring for the environment has been carried out but has decreased in cooperation with outsiders and its role as resource persons An evaluation of the results of the management of environmentally friendly supporting facilities in the formation of a caring and cultured character of the environment has been carried out but needs to be further improved in the improvement and management of infrastructure.Keywords: Evaluation, Self Adiwiyata, Character Abstrak: Pengentasan soal masalah lingkungan Negara Indonesia memiliki solusi berupa kebijakan adiwiyata yang diberlakukan di sekolah. Tujuan penelitian mengevaluasi pelaksanaan Adiwiyata pasca diterimanya penghargaan tersebut dengan komponen Adiwiyata meliputi: 1) kebijakan sekolah berwawasan lingkungan; 2) pengembangan kurikulum berbasis lingkungan; 3) kegiatan lingkungan berbasis partisipatif; 4) pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan dalam rangka membentuk karakter peduli dan berbudaya lingkungan di SMPN 1 Pandaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program adiwiyata berdasarkan komponen program Adiwiyata. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi hasil kebijakan berwawasan lingkungan untuk membentuk sikap peduli dan budaya lingkungan telah dilaksanakan di SMPN 1 Pandaan. Evaluasi hasil pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan dalam membentuk budaya dan peduli lingkungan hanya dilaksanakan 60% guru dalam pembelajaran terintegrasi dan berdampak pada penerapan pengetahuan lingkungan siswa. Evaluasi hasil kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dalam membentuk karakter budaya dan peduli lingkungan telah dilaksanakan namun mengalami penurunan dalam kerja sama dengan pihak luar dan perannya menjadi nara sumber. Evaluasi hasil pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan dalam pembentukan karakter peduli dan berbudaya lingkungan telah dilaksanakan namun perlu ditingkatkan lagi dalam peningkatan dan pengelolaan sarana prasaran.Kata kunci: Evaluasi, Adiwiyata Mandiri, Karakter
Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Malang Purnomo, Wahyudi Setyo Adi; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12036

Abstract

Abstract: Education is the main thing in Indonesia in improving the quality of human resources. The role of the principal is very important to help improve the quality of education. This study aims to describe 1) the role of the principal in improving the quality of education in elementary schools Muhammadiyah 4 Malang. 2) efforts made by school principals in improving the quality of education in elementary school Muhammadiyah 4 Malang. In this research method using qualitative descriptive methods. The results of the study stated that 1) the role of the headmaster in improving the quality of education in elementary school Muhammadiyah 4 Malang was as a manager, leader, supervisor, administrator, educator, innovator, and motivator. 2) The principal's efforts in improving the quality of education in elementary school Muhammadiyah 4 Malang City include: a) making all improvements in all aspects of improving the quality of education; b) planning and preparing activity plans; c) coordinate the distribution of learning activities; d) supervise and evaluate teachers regarding learning activities; e) coordinate in carrying out all school activities.Keywords: The Role of Principals, Quality of Education, Elementary School Abstrak: Pendidikan merupakan hal utama di Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peran kepala sekolah sangat mempengaruhi untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar Muhammadiyah 4 Kota Malang. 2) upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar Muhammadiyah 4 Kota Malang. Dalam metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah SD Muhammadiyah 4 Kota Malang adalah sebagai manajer, pemimipin, supervisor, administrator, edukator, inovator dan motivator. 2) Adapun upaya kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah SD Muhammadiyah 4 Kota Malang diantaranya: a) melakukan semua perbaikan dalam semua aspek peningkatan mutu pendidikan; b) melakukan perencanaan dan penyusunan rencana kegiatan; c) mengkoordinasi pembagian kegiatan pembelajaran; d) melakukan supervise dan evaluasi guru mengenai kegiatan belajar; e) berkoordinasi dalam melakukan semua kegiatan sekolah.Kata kunci: Peran Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan, Sekolah Dasar