cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Aljabar Di Kelas VIII SMP Negeri 4 Batu Sudiyono, Sudiyono; Budiyanto, Moch. Agus Krisno
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11608

Abstract

Abstract: The study aims to find out the scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu. This study employs a qualitative approach while it uses interviews, surveys, and documents as the techniques under the descriptive method. The source triangulation technique is used to support the validity of this study. The result shows that scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu was conducted contextually through a scientific approach. The school needs to equip its teachers and educational staff with competency by training and workshop, sufficient funding, and supporting facilities and infrastructure. By applying the scientific approach, the school can improve KKM completeness percentage, decrease misconception, boost self-esteem, be more communicative, increase discipline, augment academic and nonacademic achievement as well.Keywords: Implementation, Scientific Approach, Algebra Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif sedangkan metode yang digunakan deskriptif melalui tehnik wawancara, observasi dan dokumen. Keabsahan data dalam penelitian ini digunakan tehniktrianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan dalam implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu, dilakukan secara kontekstual melalui pendekatan saintifik, sekolah perlu mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten dengan melalui pelatihan, diklat dan workshop, adanya dukungan dana yang mencukupi, sarana dan prasarana yang mendukung. Dengan pendekatan saintifik dapat, meningkatakanprosentase ketuntasan KKM, memperkecil miskonsepsi, menambah percaya diri, lebih komunikatif, meningkatkan kedipsilinan, dan meningkatkan prestasi akademis dan non akademis.Kata kunci: Implementasi, Pendekatan Saintifik, Aljabar
Analisis Pola Komunikasi Pembelajaran Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMA Bina Karya Atambua Kabupaten Belu Jeghe, David; Effendi, Moh. Mahfud
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11575

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the pattern of learning communication in improving education quality in Senior High SchoolBinaKaryaAtambuaBeluDistrict. The research method used was qualitative with a case study approach because of the aim to know a case about communication patterns applied at Senior High School Bina Karya Atambua. Sources of data in this study were obtained from primary data and secondary data. Primary data include school principals, deputy school principals in the curriculum, deputy school principals in facilities and infrastructure, two teachers, and four students. Secondary data includes data taken from documentation data in the form of school profiles, facilities and infrastructure, student data, graduation data, education staff data, and other data relating to the research conducted. Data collection techniques used interviews, documentation, and observation. Data analysis techniques began with data reduction, data presentation until concluding. Test the validity of the data using source triangulation techniques. The results showed that learning communication patterns have been carried out, but in practice, there are still problems including much ongoing communication tends to be one-way, lack of relevant reference books, and there are still many teachers who have insufficient teaching experience. Efforts must be made to overcome existing obstacles through applying more varied communication patterns to produce communicative communication, procure reference books, and improve teaching experience and professionalism in learning through various educational activities and training.Keywords: Analysis, Communication Patterns, Learning, Education Quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ola komunikasi pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMABinaKarya AtambuaKabupatenBelu. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus karena bertujuan untuk mengetahui sebuah kasus mengenai pola komunikasi yang diterapkan di sma bina karya Atambua.  Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Wakil Kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, Dua guru, dan Empat siswa. Data Sekunder meliputi data yang diambil dari data dokumentasi berupa profil sekolah, sarana dan prasarana, data siswa, data hasil kelulusan, data tenaga kependidikan serta data lain yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pola komunikasi pembelajaran sudah dilakukan, namun dalam prakteknya masih mengalami kendala diantaranya masih banyak komunikasi berjalan cenderung satu arah, kurangnya sarana buku-buku reverensi yang relevan, dan masih banyak tenaga guru yang memiliki pangalaman mengajar belum memadai. Sehingga harus dilakukan upaya untuk mengatasi kendala yang ada melalui menerapkan pola komunikasi yang lebih bervariasi sehingga menghasilakan komunikasi yang komunikatif, pengadaan buku-buku reverensi, dan meningkatkan pengalaman mengajar serta profesionalitas dalam pembelajaran melalui berbagai kegiatan dan pelatihan pendidikan.Kata kunci: Analisis, Pola Komunikasi, Pembelajaran, Mutu Pendidikan
Analisis Pelaksanaan Pendidikan Karakter Berbasis Parenting Di Gugus PAUD XIII Kecamatan Klojen Kota Malang Ruqoiyah, Siti; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11599

Abstract

Abstract: The study aims to (1) analyze the implementation of character building that based on parenting and to find out (2) supporting factors and inhibiting factors in gurus PAUD XIII in Klojen district. The method used in this research is qualitative descriptive. Data is collected from observation, interview, and documentation. The subject of this research are headmasters, teachers, and parents, whereas the analysis technique included data collection, data reduction, display, and conclusion. Checking data‟s validity uses thorough observation and triangulation. The result of this research showed that (1) parents' support and involvement are prominent in school socialization meetings, involved in the parent group, religious events, sharing with a psychologist, the peak of theme, and social activity. (2) Supporting factors are in the form of adequate educational and economical background, character control book, school culture, time for sharing while inhibiting factors are parents' works, parent perspective, and lack of a good example from parents at home.Keywords: Character building, Parents involvement, Young children Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter berbasis parenting serta (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya di gugus PAUD XIII di kecamatan Klojen. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan wali murid, sedangkan teknik analisis data meliputi data collection, data reduction, display, conclusion, untuk pengecekan keabsahan data menggunakan cara pengamatan yang tekun dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dukungan dan keterlibatan orangtua sangat aktif pada pertemuan sosialisasi visi, misi, tujuan sekolah, aktif dalam kegiatan Paguyupan Orangtua Siswa (POS), pengajian, kegiatan sharing dengan psikolog, puncak tema, kegiatan sosial. (2) Faktor pendukung berupa latar belakang pendidikan dan strata ekonomi yang memadai, adanya buku kontrol karakter, budaya sekolah, tersedianya waktu khusus untuk sharing, sedangkan faktor penghambatnya adalah kesibukan orangtua, persepsi orangtua, perlakuan yang berbeda, dan kurangnya role model yang baik dari orangtua dirumah.Kata kunci: Pendidikan karakter, Keterlibatan orangtua, Anak usia dini
Analisis Dampak Penerapan Kebijakan 24 Jam Tatap Muka Bagi Guru SMA Di Kabupaten Sikka Gleko, Gabriel; In'am, Akhsanul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11566

Abstract

Abstract: This research aims to determine: 1) The application of a 24-hour face-to-face policy on the profession for high school teachers; 2) The impact of the implementation of the 24-hour face-to-face policy on the performance of high school teachers in Sikka Regency; 3) The impact on high school teachers whose number of hours does not meet the 24-hour face-to-face criteria. This research uses a descriptive qualitative approach. Data obtained from observations, and interviews with the head of the Sikka Regency PPO Office, the Chairperson of the Sikka Regency PGRI, 5 supervisors of high school subjects, 12 high school principals, and 24 certified teachers and 36 non-certified teachers. Technical analysis of data using data reduction, data presentation, conclusions, and data validity. The results of this study indicate that: 1) The impact of the implementation of 24-hour face-to-face teachers has an impact on the decline in teacher professionalism; 2) The impact of the implementation of the 24-hour face-to-face policy on teacher performance does not make an increase in teacher performance; 3) The impact of applying to non-certified teachers who have not met 24-hour face-to-face raises social jealousy towards certified teachers and many of the non-certification teachers must find other schools to meet 24-hour face to face.Keywords: Policy, Teacher, 24 Hours Face to Face Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap profesi bagi guru-guru SMA; 2) Dampak penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap kinerja guru SMA di Kabupaten Sikka; 3) Dampak bagi guru SMA yang jumlah jamnya tidak memenuhi kriteria 24 jam tatap muka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dan wawancara terhadap kepala Dinas PPO Kabupaten Sikka, Ketua PGRI Kabupaten Sikka, 5 orang pengawas Mata Pelajaran SMA, 12 Kepala Sekolah SMA, dan 24 guru bersertifikasi dan 36 guru non sertifikasi. Teknis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan keabsahan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Dampak penerapan 24 jam tatap muka terhadap guru ternyata berdampak pada penurunan profesionalisme guru; 2) Dampak penerapan kebijakan 24 jam tatap muka terhadap kinerja guru tidak membuat adanya peningkatan kinerja guru; 3) Dampak penerapan terhadap guru non-sertifikasi yang belum memenuhi 24 jam tatap muka memunculkan kecemburuan sosial terhadap guru bersertifikasi dan banyak dari guru non-sertifikasi harus mencari sekolah lain untuk memenuhi 24 jam tatap muka.Kata kunci: Kebijakan, Guru, 24 Jam Tatap Muka
Analisis Kesiapan Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri Di SMP Muhammadiyah 10 Muncar Kabupaten Banyuwangi Muttaqin, Fuad; Juanda, Ahmad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.66 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11617

Abstract

Abstract: This study aims to describe the readiness for the implementation of an independent Computer-Based National Examination (UNBK) at Muhammadiyah Secondary School 10 Muncar including 1) Why did Muncar Muhammadiyah 10 Secondary School choose to take an independent Computer-Based National Examination (UNBK) preparing for the independent implementation of UNBK. In this study, the researchers used descriptive methods using a qualitative approach. Research data was obtained from primary sources, namely: Principal, Vice Principal, Vice Facilities, Proctor, Technicians, Teachers, and Helpdesk of Banyuwangi Regency. While secondary data sources from documents relating to UNBK. The results of the study stated that the 10 Muncar Muhammadiyah Secondary School in Banyuwangi Regency was ready to carry out an independent Computer-Based National Examination (UNBK), this was evidenced by three stages of the process including 1) Planning stage; 2) Implementation stage; 3) Evaluation stage. So that Muhammadiyah 10 Muncar Secondary School was successful and ready to implement UNBK independently.Keywords: Education Evaluation, ICT, Proctor, UNBK Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri di SMP Muhammadiyah 10 Muncar diantaranya: 1) Pertimbangan SMP Muhammadiyah 10 Muncar lebih memilih mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri, 2) Upaya dari SMP Muhammadiyah 10 Muncar dalam menyiapkan pelaksanaan UNBK mandiri. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa SMP Muhammadiyah 10 Muncar Kabupaten Banyuwangi siap dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri, hal ini dibuktikan dengan tiga tahapan proses diantaranya: 1) tahap Perencanaan; 2) tahap Pelaksanaan; 3) tahap Evaluasi. Sehingga SMP Muhammadiyah 10 Muncar berhasil dalam melaksanakan UNBK secara mandiri. Adapun Upaya dari SMP Muhammadiyah 10 Muncar dalam menyiapkan pelaksanaan UNBK secara mandiri adalah: 1) pengadaan perangkat PC dan jaringan komputer melalui kerjasama dengan UPJ SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, 2) pembiayaan UNBK melalui pinjaman lunak pihak ke tiga, 3) Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pembinaan.Kata kunci: Evaluasi Pendidikan, TIK, Proktor, UNBK
Implementasi Kebijakan Sistem Poin Pelanggaran Dalam Upaya Membentuk Siswa Berkarakter SMA Islam Yakin Tutur Pasuruan Desiyanto, Jatim; Pantiwati, Yuni; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.719 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11532

Abstract

Abstract: The study aims to 1) describe the implementation of point system policies to form students with character; 2) describe the effectiveness of the point system policy to form students with character; 3) describe the constraints and solutions in implementing the point system policy. This research uses descriptive qualitative method, with a qualitative approach. The results showed that: 1) The implementation of the point system policy of planning, implementation, and evaluation had been carried out according to stages and had an impact on changing the character of students, but the results obtained were not optimal because it was influenced by the existence of supporting resources that did not meet; 2) The effectiveness of the point system policy is seen based on the results of the policy performance which includes the tasks of the implementing component, the achievement of policy objectives, the implementation of policy rules, and the achievement of results, which are already quite effective. This is measured through the achievement of policy program objectives that have been achieved, such as a decrease in the number of violators each semester and changes in the character of students, although not all character values are met through a point system policy; 3) Constraints faced by schools in implementing policies, namely: the lack of concern for some teachers towards disciplinary violators, the lack of supporting resources, the existence of a number of guardians of students not supporting them, weak coordination between teachers, and weak supervision. The solutions made by the school, by giving direction to the teacher through regular meetings, making maximum use of available resources, giving direction to the guardians of students, making evaluation studies by holding special meetings and requiring each board of teachers involved to make a report.Keywords: Violation Points System, Effectiveness, Character Abstrak:Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan implementasikebijakansistem poin dapat membentuk siswa berkarakter; 2) Mendeskripsikan efektivitas kebijakan sistem poin membentuk siswa berkarakter; 3) Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam mengimplementasikankebijakan sistem poin.Penelitian ini menggunakan metodedeskriptifkualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kebijakan sistem poin dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sudah terlaksana sesuai tahapan serta berdampak terhadap perubahan karakter siswa, namun hasil yang diperoleh belum maksimal hal tersebut dipengaruhi keberadaan sumber daya pendukung yang kurang memenuhi; 2) Efektivitas kebijakan sistem poindilihat berdasarkan hasil kinerja kebijakan yang meliputi tugas dari komponen pelaksana, ketercapaian tujuan kebijakan, keterlaksanaan aturan kebijakan, dan pencapaian hasil, sudah cukup efektif. Hal tersebut diukur melalui  pencapaian tujuan program kebijakan yang sudah tercapai, seperti penurunan jumlah pelanggar setiap semesternya serta perubahan karakter pada diri siswa, meskipun tidak semua nilai karakter terpenuhi melalui kebijakan sistem poin; 3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: kurang pedulinya sebagian guru terhadap pelanggar tata tertib, minimnya sumber daya pendukung, adanya beberapa wali murid kurang mendukung, lemahnya koordinasi antar guru, dan lemahnya pengawasan. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan arahan terhadap guru melalui rapat rutin, memberdayakan sumber daya yang ada secara maksimal, memberikan pengarahan terhadap wali murid, membuat kajian evaluasi dengan mengadakan rapat khusus dan mewajibkan setiap dewan guru yang terlibat membuat laporan.Kata kunci: Sistem Poin Pelanggaran, Efektivitas, Karakter.
Analisis Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Nunukan Lamar, Carlos Boby Janerio; Poerwanti, Endang; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11589

Abstract

Abstract: This study aims to describe: 1) Implementation of 12 years of compulsory education in Nunukan District, 2) obstacles faced and efforts made on the implementation of the compulsory 12-year study. The study was conducted in Nunukan District. Data collection techniques are interview, observation, and documentation. Analytical techniques used are data reduction, data exposure, and conclusions. To check the validity of data using technique triangulation and source. Research result; 1) Implementation of the 12 years compulsory education in Nunukan District proved to be done without the charge for the SPP at the level of elementary School, Junior School, high school / vocational school. APM fluctuates, the rate of continuing school reaches 92% upward, the passing rate reaches 99% and the dropout rate reaches 0.36%. 2) 12-year fair implementation constraints in Nunukan District are (a) individual mindset: (b) economic condition (c) lack of parental attention; (d) lack of facilities and infrastructure; (e) geographical location as transmigration area; (f) school distance; (g) lack of equity and teacher training; (h) early marriage. 3) Efforts made on the fair implementation of 12 years: (a) The government conducts persuasive socialization to the community for going to school; (b) School dropouts are advised to take non-formal education; (c) The government seeks to make equal distribution of teachers throughout the Nunukan Regency; (d) The procurement of facilities and infrastructure in the 3T area.Keywords: Implementation of policy, Compulsory Education, 12 years Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan, 2) kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian; 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan terbukti terlaksana tanpa punggutan untuk SPP pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK. APM mengalami fluktuatif, angka melanjutkan sekolah mencapai 92% ke atas, angka kelulusan mencapai 99% dan angka putus sekolah mencapai 0,36%. 2) Kendala implementasi wajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan yaitu (a) mindset individu: (b) keadaan ekonomi (c) kurangnya perhatian orangtua; (d) kekurangan sarana dan prasarana; (e) letak geografis sebagai daerah transmigrasi; (f) jarak sekolah; (g) kurangnya pemerataan dan pelatihan guru; (h) nikah muda. 3) Upaya yang dilakukan pada implementasi wajar 12 tahun: (a) Pemerintah melakukan sosialisasi persuasif kepada masyarakat agar mau bersekolah; (b) Masyarakat yang putus sekolah disarankan untuk mengambil pendidikan non formal; (c) Pemerintah berupaya melakukan pemerataan guru ke seluruh wilayah Kabupaten Nunukan; (d) Pengadaan sarana dan prasarana di wilayah 3T.Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Wajib belajar, 12 Tahun
Pengaruh Kebijakan Try Out Terhadap Prestasi Siswa Dalam Mata Pelajaran Kimia Kelas XII IPA Di SMAN 1 Talibura Sunarwin, Sunarwin; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11580

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of the tryout policy on student achievement in chemistry class XII Science at SMAN 1 Talibura. The data collection method uses a documentation study with a try out as an independent variable and national exam as the dependent variable. The population is Talibura State High School, students. The research sample included all students of class XII Science. Test the validity of the instrument using the Spearman-Brown formula and reliability using the Alpha formula from Cronbach, and fulfilling valid and reliable requirements. Hypothesis testing uses the formula of normality, linearity, simple linear regression, F test, and t-test. The results obtained a probability value of 0.016 ≤ 0.05 and the results of the analysis where the significance is constant 0,000 <0.05 and the significance of Try out are 0.033 <0.05 so it can be concluded that the tryout variable is significantly correlated with the national examination variable. Testing the effect of Try Out on chemistry learning outcomes obtained a constant T count of 6.351 and Try out 2.167 is greater than the T-table (1.9853) then H0 is rejected and H1 is accepted. While the value of F-count = 5.892 <F-table, then H0 is rejected and H1 is accepted. The ability of the Try Out variable in explaining the variance of the National Examination variable is 4.7% (R-Square) so it can be concluded that the influence of the Try Out variable on the National Examination variable is very small.Keywords: Try Out, Student Achievement, Subject of  Chemistry Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan try out terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran kimia kelas XII IPA di SMAN 1 Talibura. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan try out sebagai variabel independen dan ujian nasional sebagai variabel dependen. Populasi adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Talibura. Sampel penelitian meliputi semua siswa kelas XII IPA. Uji instrument validitas menggunakan rumus Spearman Brown dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha dari Cronbach, dan memenuhi syarat valid dan reliabel. Uji hipotesis menggunakan rumus normalitas, linieritas, regresi linier sederhana, uji F, dan uji t. Hasil penelitian didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,016 ≤ 0,05 dan pada hasil analisis dimana signifikansi constant 0,000 < 0,05 dan signifikansi Try out 0,033 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel try out berkorelasi signifikan terhadap variabel ujian nasional. Pengujian pengaruh Try Out terhadap hasil belajar kimia diperoleh T hitung constant 6,351 dan Try out 2,167 lebih besar dari T - table (1,9853) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan nilai F-hitung = 5,892 < F-tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kemampuan variabel Try Out dalam menjelaskan varians dari variabel Ujian Nasional adalah sebesar 4,7 % (R-Square) sehingga dapat disimpulkan pengaruh variabel Try Out terhadap variabel Ujian Nasional sangat kecil.Kata kunci: Try Out, Prestasi siswa, Mata Pelajaran Kimia
Pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Dalam Penjaminan Mutu Guru IPA SMP Di Kota Batu Kurniatiningsih, Eka Putri; Widodo, Estu
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11604

Abstract

Abstract: This study aims to describe; (1) TECPs implementation in quality assurance of Science teacher in Batu city, (2) the problem faced by TECP. The descriptive qualitative approach is used in this study. Chief of TECP, secretary and two members of TECP were used as samples in this study. Interview and documentation studies were used as the data collection technique. The result of the study shows that: (1) Implementation of TECP in the guarantee of Science teacher quality in Batu City is going well which is followed by 27 schools from Private and Public Junior High School or MTs. It also gets positive supports from the Batu City’s Government (2) Problem faced by TECP in quality assurance of Science teachers in Batu City are the lack of teachers' presence participation, not maximal in deepening of the material competence of each teacher, and the gap relation of TECP participants. Problem-solving that TECP offer is focused on any activities which are related to their need. The most important thing is all about the routine meeting and continuity of this program. It is possible if the teachers join with another coaching outside the TECP such as workshops, seminars, etc. However, teachers should have the responsibility to acquire or learning more deeply about the material and vice versa, seniors should have a responsibility to take good care of the juniors to have good communication between each other in every step of activities.Keywords: Teacher Education Consensus Points or MGMP, quality of Science teacher in Batu City Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) Pelaksanaan MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA di Kota Batu, (2) Problem yang dihadapi MGMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah ketua, sekretaris, dan dua anggota MGMP. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA di Kota Batu berjalan baik yang diikuti oleh 27 sekolah dari SMP/MTs Negeri dan Swasta serta MGMP mendapat dukungan positif dari Pemerintah Kota Batu (2) Problem yang dihadapi MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA Di Kota Batu adalah kurangnya partisipasi kehadiran guru-guru, tidak maksimalnya kompetensi pendalaman materi dari masing-masing guru, dan adanya kesenjangan relasi peserta MGMP. Solusi MGMP adalah kegiatan MGMP harus sesuai dengan kebutuhan peserta, pertemuannya harus diadakan rutin, guru-guru dapat mengikuti pelatihan di luar, workshop, secara pribadi guru harus rajin belajar untuk pedalaman materi, dan sebaiknya para senior merangkul guru junior agar terjalin komunikasi yang baik disetiap kegiatan.Kata kunci: Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Mutu Guru IPA SMP di Kota Batu 
Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah Di SMA Bhaktyasra Maumere Heret, Stephanus Petrus; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11571

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of school culture-based character education in SMA BhaktyasraMaumere. This research is a descriptive study that used a qualitative approach. The research subjects were the principal, vice-principal, teacher, and students. The selection of research subjects using purposive. Data collection techniques using interviews. Data analysis using the Miles and Huberman analysis model. Data obtained through interviews, observations and documentation studies. Data validity testing techniques through triangulation. The results of this study indicate that school culture is a model for implementing character education in schools. The activities of the implementation of character values through habituation, role models, education and learning, structured assistance, various writings, and guidebooks. Character values include 5 basic foundations, namely: Discipline, responsibility, cooperation, honesty, and manners, which are internalized in 18 national character values.Keywords: Analisis, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SMA BhaktyasraMaumere. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakasek, guru, dan siswa. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data yang menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Data dipeoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengujian keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah menjadi model dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah. Adapun kegiatan implementasi nilai karakter melalui pembiasaan, keteladanan, pendidikan dan pembelajaran, Pendampingan secara terstruktur, berbagai tulisan, dan buku panduan. Nilai-nilai karakter meliputi 5 nilai dasar yayasan yakni: Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, jujur, dan sopan santun, yang terinternalisai dalam 18 nilai karakter bangsa. Kata kunci: Analisis, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah