cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Analisis Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi PPDB Sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan Sekolah Menengah Atas Di Daerah Istimewa Yogyakarta Wijayanti, Melly Permatabella; Nurjaman, Asep
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12064

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of PPDB zoning system policies as an effort to equalize access to education in DIY and the impact of implementing these policies. This research uses a descriptive qualitative approach which is carried out in SMA Negeri 1 Yogyakarta and SMA Negeri 1 Panggang. Data collection techniques using interviews, observation, and study documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and concluding with the validity test of data using triangulation of sources and techniques. The results showed that: 1) zoning system policy implementation fulfills six Van Meter and Van Horn variables such as: a) zonation system standards and policy objectives in DIY refer to the Disdikpora Regulations on Technical Guidelines for PPDB SMA / SMK Negeri, but not all people understand the contents of the regulation; b) sufficient resources are available with the PPDB committee and supporting infrastructure; c) communication between implementers went smoothly with the socialization as well as WhatsApp and line groups; d) the characteristics of the zoning system in DIY are not purely using zones but rather using the UNBK result values sorted by ranking; e) the disposition of implementors shows that they support the existence of a zoning system but needs to be improved in the system; f) economic conditions in the environment of SMA Negeri 1 Yogyakarta, the average parent of students working as an entrepreneur while in SMA Negeri 1 Bake, the average livelihood of parents as farmers or laborers. 2) Positive impacts of zoning system implementation are equitable student input and increased motivation to learn in favorite schools, while negative impacts can affect the social environment of students and social jealousy.Keywords: zoning system, favorite school, social environmentAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi PPDB sebagai upaya pemerataan akses pendidikan di DIY dan dampak implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Negeri 1 Panggang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi kebijakan sistem zonasi memenuhi enam variabel Van Meter dan Van Horn seperti: a) standar dan tujuan kebijakan sistem zonasi di DIY mengacu pada Peraturan Disdikpora tentang Juknis PPDB SMA/SMK Negeri, namun tidak semua masyarakat memehami isi dari peraturan tersebut; b) sumber daya yang sudah tercukupi dengan adanya panitia PPDB serta sarana prasarana yang mendukung; c) komunikasi antarpelaksana berjalan lancar dengan adanya sosialisasi serta grup whatsapp dan line; d) karakteristik sistem zonasi di DIY tidak murni menggunakan zona melainkan menggunakan nilai hasil UNBK yang diurutkan menggunakan ranking; e) disposisi implementor menunjukkan bahwa mereka mendukung adanya sistem zonasi namun perlu ada yang diperbaiki dalam sistemnya; f) kondisi ekonomi di lingkungan SMA Negeri 1 Yogyakarta rata-rata orang tua peserta didik bekerja sebagai wirausaha sedangkan di SMA Negeri 1 Panggang rata-rata mata pencaharian orang tua sebagai petani atau buruh. 2) Dampak positif implementasi sistem zonasi yaitu input peserta didik yang merata dan meningkatnya motivasi belajar di sekolah favorit, sedangkan dampak negatif dapat berpengaruh terhadap lingkungan sosial peserta didik dan kecemburuan sosial.Kata Kunci: sistem zonasi, sekolah favorit, lingkungan sosial
Analisis Peran Guru Tidak Tetap (GTT) Sebagai Guru Kelas Dan Operator Sekolah Di Kecamatan Sanankulon Sari, Andareka Murih Aditya; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12051

Abstract

Abstract: The increasing quality of education in Indonesia until now is inseparable from the role of non-government employees teacher. Non-government employees' teacher is referred to as non-permanent teachers (GTT) in addition to being educators who play roles as operators in improving the quality of education in schools. This study aims to describe the role of non-permanent teachers as classroom teachers and school operators including 1) the role of non-permanent teachers as classroom teachers 2) the role of non-permanent teachers as school operators 3) school principals' policy in facing the role of non-permanent teachers who have roles double as a classroom teacher and school operator. In this study, researchers used a descriptive qualitative approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation. Test the validity of data by extending the time of attendance and source triangulation. The results of the study showed that 1) non-permanent teachers in carrying out their role as classroom teachers cannot run optimally because they are often left behind to carry out their duties as school operators who leave the class at any time. 2) non-permanent teachers in carrying out their roles as operators have multiple tasks, namely as diasporic operators and BOS operators. 3) Principal policies that appoint non-permanent teachers as class teachers and school operators have an impact on the learning process in the classroom.Keywords: Temporary Teacher, School Operator, Principal Policy Abstrak: Membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia sampai dengan sekarang tidak terlepas dari peran guru non PNS. Guru non PNS disebut sebagai guru tidak tetap (GTT) selain sebagai pendidik berperan sebagai operator dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran guru tidak tetap sebagai guru kelas dan operator sekolah diantaranya: 1) peran guru tidak tetap sebagai guru kelas 2) peran guru tidak tetap sebagai operator sekolah 3) kebijakan kepala sekolah dalam menghadapi peran guru tidak tetap yang memiliki peran ganda sebagai guru kelas dan operator sekolah. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan memperpanjang waktu kehadiran dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru tidak tetap dalam menjalankan peran sebagai guru kelas tidak dapat berjalan secara maksimal karena sering di tinggalkan untuk melaksanakan tugasnya sebagai operator sekolah yang sewaktu-waktu meninggalkan kelas. 2)guru tidak tetap dalam menjalankan peran sebagai operator memiliki tugas ganda yaitu sebagai operator dapodik dan operator BOS. 3) Kebijakan kepala sekolah yang mengangkat guru tidak tetap menjadi guru kelas dan operator sekolah berdampak terhadap proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: Guru Tidak Tetap, Operator Sekolah, Kebijakan Kepala Sekolah
Analisis Kebijakan Sekolah Dalam Peningkatan Profesionalisme Guru Di Kecamatan Kambera Ambu, Anestasia Ata; Nurjaman, Asep
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12041

Abstract

Abstract: Professional teachers can move the dynamics of the progress of national education, for that a continuous, targeted and effective development process is needed. The process to improve professional teachers needs to support all elements related to the teacher. This study aims to describe 1) school policy in increasing teacher professionalism in the Senior/Vocational High School Kambera District. 2) Efforts to the obstacles faced in the implementation of increasing teacher professionalism in the Senior/Vocational High SchoolKambera District. This study used a qualitative descriptive approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and study of documents that are used as sources of primary data and secondary data. The location of this study was at Senior High School 1 Kambera, Payeti Christian Senior High School, and Vocational High School Negeri 5 Waingapu. The results showed that: 1) the implementation of MGMP activities, PKB, Diklat, curriculum development from the three schools was still lacking because not all teachers were sent in these activities. The obstacles faced are continuing professional development, namely the lack of teacher's understanding of teaching materials, and the lack of opportunities to attend training as a support to become professional teachers. 2) Efforts towards the obstacles faced in implementing teacher professionalism have been carried out related to the implementation of PKB, MGMP, curriculum development, training at the school, regional and provincial levels, but these achievements have not been fully maximized.Keywords: School Policy, Professionalism, Teachers Abstrak: Guru profesional dapat menggerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional, untuk itu diperlukan suatu proses pembinaan berkesinambungan, tepat sasaran dan efektif. Proses untuk meningkatkan guru profesional perlu dukungan semua unsur yang terkait dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) kebijakan sekolah dalam peningkatan profesionalisme guru di SMA/SMK Kecamatan Kambera. 2) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru di SMA/SMK Kecamatan Kambera. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa obsevasi, wawancara, dan studi dokumen yang dijadikan sebagai sumber data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kambera, SMA Kristen Payeti, dan SMK Negeri 5 Waingapu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan kegiatan MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum dari ketiga sekolah tersebut masih kurang, karena tidak semua guru-guru dikirim dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Adanya kendala yang dihadapi yaitu pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap materi ajar, dan kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sebagai penunjang menjadi guru profesional. 2) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru sudah dilaksanakan terkait pelaksanaan PKB, MGMP, pengembangan kurikulum, diklat pada tingkat sekolah, daerah, maupun provinsi tetapi pencapaian tersebut belum sepenuhnya maksimal.Kata kunci: Kebijakan Sekolah, Profesionalisme, Guru
Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kalean, Imayati; Syaifuddin, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11585

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of industrial work practices in the 7th Vocational High School Muhammadiyah Gondanglegi which includes procedures for the implementation of Internship, implementation of Internship, and obstacles in the implementation of Internship. This research uses a qualitative method with a descriptive type. The subject of this research is the pre-engineering teacher. Data collection techniques used were interviews and document study. While the data analysis technique uses qualitative data analysis techniques. Test the validity of the data using member checking and triangulation. The results of this study are the procedures for implementing Internship used are DU/DI data collection, the preparatory meeting I, submission of an application to DU/DI, registering participants in the internship with DU/DI, preparatory meeting II, procurement of internship, meetings with student guardians, implementation of internship, monitoring, making the internship report, internship exam, and internship evaluation. The implementation of the internship has been running quite well, but it is necessary to evaluate several things, namely the implementation procedure of Internship, the briefing of Internship, monitoring system, guidance system, the involvement of DU/DI in the implementation of Internship planning, and the involvement of DU/DI in the evaluation of Internship. Barriers to the implementation of Internships are: students 'maturity is lacking, students' character and work ethics are minimal, where an internship is not by the wishes of students, school communication and foundations have not been maximized to realize international Internship.Keywords: Industrial Work Practices, Procedures, Implementation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktik kerja industri di Sekolah Menengah Kejuruan 7 Muhammadiyah Gondanglegi yang meliputi prosedur implementasi prakerin, implementasi prakerin, dan hambatan dalam implementasi prakerin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru pengampu prakjerin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Uji keabsahan data menggunakan member checking dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur implementasi prakerin yang digunakan yaitu pendataan DU/DI, rapat Persiapan I, pengajuan surat permohonan ke DU/DI, mendata peserta prakerin dengan DU/DI, rapat persiapan II, pembekalan prakerin, rapat bersama wali murid, pelaksanaan prakerin, monitoring, pembuatan laporan prakerin, ujian prakerin, dan evaluasi prakerin. Implementasi prakerin sudah berjalan cukup baik, tetapi perlu dilakukan evaluasi terhadap beberapa hal yaitu prosedur pelaksanaan prakerin, pembekalan prakerin, sistem monitoring, sistem pembinaan, keterlibatan DU/DI dalam perencanaan pelaksanaan prakerin, dan keterlibatan DU/DI dalam evaluasi prakerin. Hambatan implementasi prakerin adalah: kedewasaan berpikir siswa kurang, karakter dan etika kerja siswa minim, tempat prakerin tidak sesuai dengan keinginan siswa, komunikasi sekolah dan yayasan belum maksimal untuk mewujudkan prakerin internasional. Kata kunci: Praktik Kerja Industri, Prosedur, Implementasi
Implementasi Kebijakan Layanan Bimbingan Psiko-Edukatif Dalam Membantu Tugas Perkembangan Peserta Didik Sekolah Dasar Di Kota Kediri Anti, Hanti; Lendriyono, Fauzik
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v8i1.12068

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the implementation of psycho-educational guidance service policies in assisting the task of developing elementary school students in the City of Kediri and to find out supporting factors, inhibiting factors, as well as the efforts implemented in overcoming obstacles in the implementation process. This research is a qualitative descriptive study of elementary schools in the city of Kediri, with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the psycho-educational guidance service policy is carried out by the class teacher as an additional task given by the principal. This is supported by the class teacher who is considered able to condition the class he is in. Some constraints experienced include the absence of BK counselors/school counselors, the provision of services not well programmed by class teachers, the government does not place BK teachers in public schools and if it is self-constrained with funds, and there is no counseling room in schools. While the solution applied in placing senior teachers as high-class teachers (grades 4,5,6), collaborating with related institutions (KPAI, BNN, Police), and school principals also directly involved in helping class teachers in helping solve problems learners.Keywords: Policy, Psycho-Educational Guidance Services, Development TasksAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan layanan bimbingan psiko-edukatif dalam membantu tugas perkembangan peserta didik SD di Kota Kediri dan untuk mengetahui faktor pendukung, faktor penghambat, serta upaya yang diterapkan dalam mengatasi hambatan dalam proses implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif sekolah dasar di kota Kediri, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan layanan bimbingan psiko-edukatif dilaksanakan oleh guru kelas sebagai tugas tambahan yang diberikan oleh kepala sekolah. Hal tersebut didukung dengan guru kelas yang dinilai mampu mengondisikan kelas yang diampunya. Beberapa kendala yang dialami antara lain tidak adanya tenaga guru BK/konselor sekolah, pemberian layanan tidak terprogram dengan baik oleh guru kelas, pemerintah tidak menempatkan guru BK pada sekolah negeri dan bila mengadakan sendiri terkendala dengan dana, dan tidak adanya ruang konseling di sekolah. Sedangkan solusi yang diterapkan yaitu menempatkan guru senior sebagai guru kelas tinggi (kelas 4,5,6), mengadakan kerja sama dengan instansi yang terkait (KPAI, BNN, Kepolisian), dan kepala sekolah juga ikut terjun langsung membantu guru kelas dalam membantu menyelesaikan permasalahn peserta didik.Kata Kunci: Kebijakan, Layanan Bimbingan Psiko-Edukatif, Tugas Perlembangan
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Izzah, Marisa; Zuriah, Nurul; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
Implementasi Kebijakan Majelis Dikdasmen Terhadap Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Ismu Di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Huda, Bahrul; Syahri, Mohammad; Budiyanto, Mochammad Agus Krisno
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11576

Abstract

Abstract: This study aims to determine the implementation of the Primary and Secondary Education Policy (Dikdasmen) of the East Java Muhammadiyah Regional Leadership on Scientific Approaches to Improve Learning Outcomes of Al-Islam and Kemuhammadiyahan in students. The approach used in this research is a qualitative approach with the research method is a phenomenological qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Sources of data in this study were obtained through basic sources such as observations and interviews with teachers. Secondary data in the form of curriculum documents, syllabus, lesson plans, photos of activities, school statistics and so on relating to research problems. The data validity test used in this study is the source triangulation technique. The results of the study showed that in implementing the policy of the Dikdasmen Council for Regional Leadership of Muhammadiyah in East Java on a scientific approach using communication in implementing a scientific approach to the learning of Al-Islam and Kemuhammadiyahan, it was delivered through two circular letters, workshops and training. The resources used in implementing the Basic and Secondary Education Council Policy of the East Java Muhammadiyah on a scientific approach are human resources or facilities and infrastructure, the disposition is the transfer of authority and bureaucratic structure.Keywords: Scientific Approach, Basic Education Policy, Al Islam-KemuhammadiyahanAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi Kebaijakan Mejelis Pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah JawaTimur Terhadap Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan pada siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode penelitiannya adalah metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui sumber-sumber pokok seperti hasil observasi dan hasil wawancara terhadap guru. Data sekunder berupa dokumen kurikulum, silabus, RPP, foto kegiatan, data statistik sekolah dan sebagainya yang berkaitan dengan masalah penelitian. Uji keabsahan data dalam penelitian ini yang digunakan yaitu teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tentang pendekatan saintifik menggunakankomunikasi dalam implementasi kebijakan pendekatan saintifik pada pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan disampaikan melalui dua cara surat edaran, workshop dan pelatihan. Sumber daya yang digunakan dalam mengimplementasikan Kebijakan Majelis Pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah Jawa Timur tentang pendekatan saintifik adalah sumber daya manusia atau sarana dan prasarana, disposisi merupakan pengalihan kewenangan dan struktur birokrasi.Kata kunci: Pendekatan Saintifik, Kebijakan Dikdasmen, Al Islam-Kemuhammadiyahan
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Di SMA Berbasis Islam Bangkalan Madura Hattahin, Hattahin; Widodo, Estu
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12055

Abstract

Abstract: The success of schools in improving the quality of education cannot be separated from the role of the principal. Headmaster. This study aims to describe (1) the role of the principal as empowering the human resources of the teaching and educational staff. (2) supporting factors for the success of school principals as empowering human resources for teaching and educational staff. (3) obstacles faced by school principals as empowering human resources for teaching and educational staff. (4) Headmasters' efforts as empowering human resources for teaching and educational staff in overcoming school problems. This research uses a multi-site study. This research was conducted at Senior High School YKHS and Senior High School Darul Munir. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that (1) the role of the head of YKHS and Darul Munir senior high schools as empowering human resources is to involve teachers and staff in managing school programs, managing curriculum, creating a conducive learning climate and achievement, involving teachers in training to improve their competence, facilitate facilities and infrastructure to support school activities, plan budgets, conduct student management activities, specifically assign teachers to oversee the program, and conduct supervision. (3) Internal factors that support success are the togetherness of the teachers to optimize their potential and the sincere desire to run the school program that has been planned together. External factors are strong student guardian support for programs that have been run by schools. (3) Internal constraints faced are limited time from teachers to carry out or run the program to the maximum extent possible. The external obstacle is the student's guardian awareness of the school program. (4) Efforts made in improving the quality of schools to overcome internal and external problems are communicating to teachers to be more active in carrying out or carrying out planned programs.Keywords: Principal, Empowerment, Human Resources. Abstrak: Keberhasilan sekolah dalam menigkatkan mutu pendidikan tidak lepas dari peran kepala sekolah. Kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peran kepala sekolah sebagai pemberdayaanan SDM tenaga pendidik dan kependidikan. (2) faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai pemberdayaanan SDM tenaga pendidik dan kependidikan. (3) kendala yang dihadapi kepala sekolah sebagai perberdaya SDM tenaga pendidik dan kependidikan. (4) upaya Kepala Sekolah sebagai pemberdayaanan SDM tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengatasi masalah sekolah. Penelitian ini menggunakan studi multisitus. Penelitian ini dilakukan di SMA YKHS dan SMA Darul Munir. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) peran kepala SMA YKHS dan SMA Darul Munir sebagai pemberdayaan SDM yaitu melibatkan guru dan pegawai dalam pengelolaan program sekolah, melakukan pengelolaan kurikulum, mewujudkan iklim belajar dan berprestasi yang kondusif, mengikutkan guru-guru dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya, memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung kegiatan sekolah, merencanakan penganggaran, mlakukan kegiatan pengelolaan kesiswaan, menugaskan secara khusus guru-guru untuk mengawal program, dan melakukan pengawasan. (3) Faktor internal yang menjadi pendukung keberhasilan yaitu kebersamaan guru-guru untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan keinginnan yang ikhlas untuk mejalankan program sekolah yang telah direncankan bersama-sama. Faktor eksternalnya yaitu dukungan wali murid yang kuat pada program yang telah dijalankan oleh sekolah. (3) Kendala internal yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dari guru-guru untuk melakukan atau menjalankan program dengan semaksimal mungkin. Kendala eksternalnya adalah kesadaran wali murid akan program sekolah tersebut. (4) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu sekolah untuk mengatasi masalah internal dan eksternal adalah mengkomunikasikan kepada guru-guru untuk lebih aktif melakukan atau menjalankan program yang telah direncanakan.Kata kunci: Kepala Sekolah, Pemberdayaanan, Sumberdaya Manusia
Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima Fiki Kusuma Weranata Putra; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11520

Abstract

Abstract: The research purpose is describing: 1) management of school infrastructure and facility done in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency, 2) Condition of infrastructure and facility in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency and 3) Efforts done in optimizing school facility and infrastructure in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency. Method used in this research is qualitative with descriptive research type. Informer in this research is headmaster, Head of infrastructure and Facility, teachers and students. Data collection technique shows that: 1) School infrastructure and facility done in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency involved: planning, procurement, usage, maintenance, and elimination. Management process done is already in good category, so the infrastructure and facility can be used to support teaching and learning to reach expected purpose; 2) Condition of school infrastructure and facility in SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency is already good. Classroom as main place for teaching and learning is already appropriate. Still there’s some lack appropriate teacher room, science laboratory, language laboratory to support teaching and learning, 3) Efforts done in optimizing school infrastructure and facility of SMA Negeri 2 High School of Woha, Bima Regency is by maintaining, using facility well, also create good relationship with certain parties and also add more education infrastructure and facility.Keywords: Management, Infrastructure and Facility, School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima; 2) kondisi sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, dan 3) upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka sarana dan prasarana, Guru dan Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) proses pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima meliputi: perencanaan, pengadaan, pemanfaatan/penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. Proses pengelolaan yang dilakukan sudah dalam kategori cukup baik, sehingga sarana dan prasarana yang ada dapat digunakan untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan; 2) kondisi sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima yang ada sudah cukup memadai, ruang kelas sebagai tempat kegiatan belajar mengajar yang utama sebagian besar sekolah sudah memadai. Hanya saja masih dijumpai belum memadainya ruang guru, laboratorium IPA dan laboratorium bahasa dalam rangka menunjang kegiatan belajar mengajar, dan 3) upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana di sekolah SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima yakni dengan cara memelihara, menggunakan fasilitas dengan baik, serta berhubungan baik dengan pihak-pihak tertentu dan menambahkan sarana dan prasarana pendidikan.Kata kunci: Pengelolaan, Sarana dan Prasarana, Sekolah
Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah Dan Iklim Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri Kota Malang Putra Prisma Lestari; Nurul Zuriah
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11523

Abstract

Abstract: The quality of education in schools and the quality of student learning are largely determined by the performance of teachers in the learning process. Based on the description, the purpose of this study is to find out 1) the performance of the principal has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. 3) the principal's performance and the teacher's work climate have a significant influence jointly on teacher performance. This research is a correlational study, which is a study that analyzes the relationship between variables, using a quantitative approach. In accordance with the problem, this research design is a survey research design. The results of this study indicate that 1) the principal's performance has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. and 3) the principal's performance and the teacher's work climate both individually and together have an influence which is significant to teacher performance.Keywords: Principal Performance, Teacher Work Climate, Teacher Performance Abstrak: Kualitas pendidikan di sekolah dan kualitas belajar siswa sangat ditentukan oleh kinerja guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) kinerja kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 2) iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu penelitian yang menganalisa hubungan antar variabel, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan permasalahannya rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kinerja kepala sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, 2) iklim kerja guru memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, dan 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru baik secara individual maupun bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru.Kata kunci: Kinerja Kepala Sekolah, Iklim Kerja Guru, Kinerja Guru