cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah Di SDN Bandungrejosari 1 Malang Muharini Zulfiati; Sri Hartiningsih
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11524

Abstract

Abstract: The aims this study is 1) to describe the strategy of implementing character education through school culture at SDN Bandungrejosari 1 Malang; 2) describe the factors that become problems in the implementation of character education through school culture at SDN Bandungrejosari 1 Malang, and 3) describe the school's strategy in overcoming the problem factors in implementing character education through school culture at SDN Bandungrejosari 1 Malang. The method used is qualitative with a descriptive approach. This research was conducted at SDN Bandungrejosari 1, Jl. S. Supriyadi 179, Ex. Bandungrejosari, Kec. Breadfruit, Malang. Data collection techniques are used through observation, interviews, and documentation to the vice-principal, curriculum and teacher classes. Data analysis techniques with data reduction, data presentation, and conclusion making. Testing the validity of the data through a credibility test carried out by extending observations or observations, conducting interviews, and documenting the same informant. The results showed that 1) the implementation of character education through school culture has been implemented well through routine and programmed activities, spontaneous activities, modeling or exemplary activities, and extracurricular activities by developing five values namely religious, nationalist, integrity, independent, cooperation; 2) the existing problems, namely from the students themselves, parents who misinterpreted the teacher's explanation, the situation and condition of the student's character at home and school, and 3) the strategy undertaken was to coordinate with parents and make special notes to improve student character.Keywords: School Culture, Implementation, Character BulidingAbstrak: Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan strategi implementasi pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SDN Bandungrejosari 1 Malang; 2) mendeskripsikan faktor yang menjadi permasalahan dalam implementasi pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SDN Bandungrejosari 1 Malang; dan 3) mendeskripsikan strategi sekolah dalam mengatasi faktor permasalahan dalam implementasi pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SDN Bandungrejosari 1 Malang. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Bandungrejosari 1, jln. S. Supriyadi 179, Kel. Bandungrejosari, Kec. Sukun, Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah, kaur kurikulum dan guru. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengujian keabsahan data melalui uji kredibilitas yang dilakukan dengan perpanjangan pengamatan atau observasi, melakukan wawancara, dan dokumentasi kepada informan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi pendidikan karakter melalui budaya sekolah telah dilaksanakan dengan baik melalui kegiatan rutin dan terprogram, kegiatan spontan, kegiatan pemodelan atau keteladanan, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengembangkan lima nilai yaitu nilai religius, nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong;2) permasalahan yang ada yaitu dari siswa sendiri, orang tua yang salah tafsir terhadap penjelasan guru, situasi dan kondisi karakter siswa di rumah dan sekolah, dan 3) strategi yang dilakukanyaitu melakukan kordinasi dengan orang tua dan membuat catatan khusus perbaikan karakter siswa.Kata kunci: Budaya Sekolah, Implementasi, Pendidikan Karakte
Pengembangan Video Cedera Dan Penanggulangannya Dengan Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Di SD Negeri Se-Kecamatan Purwosari Moch. Amin Faris Maulidin Azmi; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11525

Abstract

Abstract: The use of LCD projectors as a means of supporting the teaching and learning process has never been used in the learning process. The cause of the unavailability of LCD projector in the lessons of physical education of sports and health (Penjas orkes) in the Elementary School District of Purwosari District Pasuruan is no support tool that is learning video. The purpose of this research is to develop a learning video about the injury and handling of orchestra to maximize school facilities and infrastructure that is LCD Projector. The method used is for validity test referring to Borg and Gall, and effectiveness test using t test. The results of the development in this study are as follows: (1) the justification of the media experts of 77.78% is very valid (usable), (2) the expert learning justification of 88.89% is very valid (usable), (3) stage I small group (teachers) of 93.06% is very valid (usable) and (students) 90.15% is very valid (usable), (4) small group stage test (teacher) of 95.14 % is very valid (usable) and (student) is 89,36% is very valid (usable), while effectiveness test known t-count equal to -27,70 smaller than t-table (1,687), hence can be concluded that usage video injury and coping can improve learning outcomes. With the results of the research, the development of video injury and handling can maximize the facilities and infrastructure LCD projectors available.Keywords: Development, Video Learning, Facilities and Infrastructure Abstrak: Pemakaian LCD proyektor sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar tidak pernah terpakai dalam proses pembelajaran. Penyebab tidak terpakainyaLCD proyektor pada pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjas Orkes) di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan ialah tidak adanya alat pendukung yaitu video pembelajarannya. Tujuan Penelitian ini adalah mengembangan video pembelajaran tentang cedera dan penanggulangannya penjas orkes untuk memaksimalkan sarana dan prasarana sekolah yaitu LCD Proyektor. Metode yang digunakan adalah untuk uji validitas mengacu pada Borg dan Gall, dan uji efektifitas menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwajustifikasi ahli media sebesar sangat valid (dapat digunakan), justifikasi ahli pembelajaran sebesar sangat valid (dapat digunakan), uji coba tahap I kelompok kecil (guru) sangat valid (dapat digunakan) dan (siswa) sangat valid (dapat digunakan), uji coba tahap II kelompok kecil (guru) sangat valid (dapat digunakan) dan (siswa) sangat valid (dapat digunakan), sedangkan uji efektifitas diketahui t-hitung lebih kecil dari t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan video cedera dan penanggulangannya dapat meningkatkan hasil belajar. Dengan hasil penelitian tersebut, pengembangan video cedera dan penanggulangannya dapat memaksimalkan sarana dan prasarana LCD proyektor yang tersedia.Kata kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran, Sarana dan Prasarana
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Marisa Izzah; Nurul Zuriah; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Kolaka Khairunnisa Khairunnisa; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11528

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe 1) the implementation of the 12-year compulsory education policy in Kolaka Regency; 2) obstacles encountered in implementing the 12-years compulsory education policy in Kolaka Regency; 3) the efforts of schools and the government in overcoming problems encountered in the implementation of 12-year compulsory education in Kolaka Regency. The type of research used is descriptive qualitative. Informants in this study are: a) Secretary of the Kolaka Regency Education Office; b) head of the primary and secondary education division of Kolaka Regency; c) the principal; d) parents of students, and e) students. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Stages of data analysis are data reduction, data presentation, and conclusions. To check the validity of the data using the triangulation of data and sources. Research result; 1) the implementation of the 12-year compulsory education policy in Kolaka Regency consists of 3 main elements, namely implementing the policy. the program, target group. 2) the constraints to implementing the 12-year compulsory education in Kolaka Regency are the lack of budget, zoning system, lack of parents' understanding of education and lack of children's interest in school, a weak economy, lack of facilities and infrastructure, lack of teachers in remote areas. 3) efforts made on the implementation of 12-year compulsory education namely the Department of Education prioritize the more important and urgent, schools accept according to the capacity of the class and students can register outside the zoning area, provide understanding to the community about the importance of education, conduct socialization to the community to participate free of charge and provide scholarships for underprivileged children, submit proposals for the procurement of facilities and infrastructure, appoint contract teachers to remote areas.Keywords: Policy, Implementation, Compulsory Education Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka; 2) kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka; 3) upaya sekolah dan pemerintah dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu: a) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka; b) kepala bagian pendidikan dasar dan menengah Kabupaten Kolaka; c) kepala sekolah; d) orang tua siswa; dan e) siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian; 1) implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka terdiri dari 3 unsur utama yaitupelaksana kebijakan. adanya program, sasaran kelompok. 2) kendala implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kolaka yaituminimnya anggaran, sistem zonasi, kurangnya pemahaman orang tua tentang pendidikan dan kurangnya minat anak untuk sekolah, ekonomi lemah, sarana dan prasarana yang kurang, kekurangan guru pada daerah terpencil. 3) upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun yaitu Dinas Pendidikan memperioritaskan yang lebih penting dan mendesak, sekolah menerima sesuai dengan daya tampung kelas dan peserta didik boleh mendaftar di luar wilayah zonasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi tanpa dipungut biaya dan memberikan beasiswa bagi anak yang kurang mampu, mengajukan proposal pengadaan sarana dan prasarana, mengangkat guru kontrak pada daerah terpencil.Kata kunci: Kebijakan, Implementasi, Wajib Belajar
Implementasi Kebijakan Sekolah Dalam Menerapkan Pendidikan Karakter Siswa Di MTs Muhammadiyah 1 Tlogomas Kota Malang Jaleha Jaleha; Yuni Pantiwati
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11530

Abstract

Abstract: The research aims to describe: 1) implementation of school policy in applying character education; 2) supporting and inhibiting factors; 3) efforts made to overcome the obstacles in applying character education students in MTs Muhammadiyah I Tlogomas Malang. This research uses a qualitative descriptive method with qualitative approach. The results showed that: 1) Implementation of policies in applying character education students (a) planning, (b) implementation, (c) the evaluation of the strengthening of character education has been done well seen from the implementation of the students' character values. However, not fully maximal still requires strengthening character education further. 2) Supporting factors and impediments in applying character education (a) Less optimal teacher control over extracurricular activities of students (b) Strengthening character education (PPK) teachers BK, Talib has not made accurate bookkeeping related to violations of students (c) The existence of miscommunication between parents and teachers in instilling the values of character to learners. 3) Efforts made by the school to overcome the inhibiting factors in applying character education students are (a) School parties make evaluation studies every 6 months, 1 year (b) Strengthening character education through extracurricular activities c) teachers trying to become role models for students such as (praying congregation, keeping the school environment clean, polite).Keywords: Policy, Implementation, Character Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) implementasi kebijakan sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter; 2) faktor pendukung dan penghambat; 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter siswa di MTs Muhammadiyah I Tlogomas Kota Malang. Penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1) Implementasi kebijakan dalam menerapkan pendidikan karakter siswa (a) perencanana, (b) pelaksanaan, (c) evaluasi penguatan pendidikan karakter sudah terlaksana dengan baik dilihat dari pengimplementasian nilai-nilai karakter yang dilakukan siswa. Namun, belum sepenuhnya maksimal masih membutuhkan penguatan pendidikan karakter lebih lanjut. 2) Faktor  pendukung dan penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter (a) Kurang optimal pengontrolan guru terhadap kegiatan ekstrakurikuler siswa (b) Penguatan pendidikan karakter (PPK) guru BK, Tatib belum membuat pembukuan yang akurat terkait pelanggaran-pelanggaran siswa (c) Adanya miskomunikasianatara orang tua dan guru dalam menanamkan nilai-nilai karaSkter terhadap peserta didik.3) Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi faktor penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter siswa yaitu: (a) Pihak sekolah membuat kajian evaluasi setiap 6 bulan, 1 tahun sekali (b) Penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler c) guru berusaha menjadi role model bagi siswa seperti (sholatberjama’ah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, sopan santun).Kata kunci: Kebijakan, Implementasi, Karakter
Kebijakan Pendidikan Kemardiwayataan Sebagai Program Penguatan Pendidikan Karakter Di SMAK Frateran Malang Yohanes Laga Payong; Arif Budi Wuriyanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11531

Abstract

Abstract: To find out how Kemardiwiyataan education is implemented, the purpose of this study is to describe the planning, implementation, and evaluation of Kemardiwiyataan education as an amplifier of character education based on the unique values of this educational institution. This type of research is qualitative research using interviews, observation and study documents in collecting data. The results showed that as a religious-based educational institution, Frateran Malang Senior High School has a specific spirituality that becomes a spirit of drive and a spiritual impetus in educational services, namely: a tough heart spirituality. Typical values of a tough heart include orderly, adaptive, nationalist, enterprising, happy, superior and harmonious values with a heart approach pattern that is approaching, inviting, admonishing and reminding. These values are turned on as a school step to maintain its identity. Kemardiwiyataan Learning combines the unique values of schools with character education from the government while maintaining a school identity based on religion. This learning is supported by a guidebook used in classroom learning activities in addition to through habituation, extra-curricular and exemplary. The evaluation system is done through observation and observation using certain indicators. The specificity of institution spirituality can enrich the character education character.Keywords: Policy, Character Education, KemardiwiyataanEducation, Strengthening Character Education Abstrak: Untuk mengetahui bagaimana pendidikan Kemardiwiyataan diimplementasikan, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian pendidikan Kemardiwiyataan sebagai penguat pendidikan karakter dilandasakan pada nilai-nilai khas lembaga pendidikan ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, SMAK Frateran Malang memiliki kekhasan spiritualitas yang menjadi roh pengerak dan daya dorong spiritual dalam pelayanan pendidikan, yaitu: spiritualitas hati yang tangguh. Nilai khas hati yang tangguh, meliputi: nilai tertib, adaptif, nasionalis, giat, gembira, unggul dan harmonis dengan pola pendekatan hati yaitu hampiri, ajak, tegur dan ingatkan. Nilai-nilai ini dihidupkan sebagai langkah sekolah untuk mempertahankan identitasnya. Pembelajaran Kemardiwiyataan memadukan nilai khas sekolah dengan pendidikan karakter dari pemerintah dengan tetap mempertahankan identitas sekolah yang berbasis agama. Pembelajaran ini didukung dengan buku panduan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas di samping melalui pembiasaan, extra kurikuler dan keteladanan. Sistem evaluasinya dilakukan melalui observasi dan pengamatan dengan menggunakan indikator tertentu.  Kekhasan spiritualitas lembaga dapat memperkaya khasanah pendidikan karakter.Kata kunci: Kebijakan, Pendidikan Karakter, Pendidikan Kemardiwiyataan, Penguatan Pendidikan Karakter
Implementasi Kebijakan Sistem Poin Pelanggaran Dalam Upaya Membentuk Siswa Berkarakter SMA Islam Yakin Tutur Pasuruan Jatim Desiyanto; Yuni Pantiwati; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11532

Abstract

Abstract: The study aims to 1) describe the implementation of point system policies to form students with character; 2) describe the effectiveness of the point system policy to form students with character; 3) describe the constraints and solutions in implementing the point system policy. This research uses descriptive qualitative method, with a qualitative approach. The results showed that: 1) The implementation of the point system policy of planning, implementation, and evaluation had been carried out according to stages and had an impact on changing the character of students, but the results obtained were not optimal because it was influenced by the existence of supporting resources that did not meet; 2) The effectiveness of the point system policy is seen based on the results of the policy performance which includes the tasks of the implementing component, the achievement of policy objectives, the implementation of policy rules, and the achievement of results, which are already quite effective. This is measured through the achievement of policy program objectives that have been achieved, such as a decrease in the number of violators each semester and changes in the character of students, although not all character values are met through a point system policy; 3) Constraints faced by schools in implementing policies, namely: the lack of concern for some teachers towards disciplinary violators, the lack of supporting resources, the existence of a number of guardians of students not supporting them, weak coordination between teachers, and weak supervision. The solutions made by the school, by giving direction to the teacher through regular meetings, making maximum use of available resources, giving direction to the guardians of students, making evaluation studies by holding special meetings and requiring each board of teachers involved to make a report.Keywords: Violation Points System, Effectiveness, Character Abstrak:Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan implementasikebijakansistem poin dapat membentuk siswa berkarakter; 2) Mendeskripsikan efektivitas kebijakan sistem poin membentuk siswa berkarakter; 3) Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam mengimplementasikankebijakan sistem poin.Penelitian ini menggunakan metodedeskriptifkualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kebijakan sistem poin dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sudah terlaksana sesuai tahapan serta berdampak terhadap perubahan karakter siswa, namun hasil yang diperoleh belum maksimal hal tersebut dipengaruhi keberadaan sumber daya pendukung yang kurang memenuhi; 2) Efektivitas kebijakan sistem poindilihat berdasarkan hasil kinerja kebijakan yang meliputi tugas dari komponen pelaksana, ketercapaian tujuan kebijakan, keterlaksanaan aturan kebijakan, dan pencapaian hasil, sudah cukup efektif. Hal tersebut diukur melalui  pencapaian tujuan program kebijakan yang sudah tercapai, seperti penurunan jumlah pelanggar setiap semesternya serta perubahan karakter pada diri siswa, meskipun tidak semua nilai karakter terpenuhi melalui kebijakan sistem poin; 3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: kurang pedulinya sebagian guru terhadap pelanggar tata tertib, minimnya sumber daya pendukung, adanya beberapa wali murid kurang mendukung, lemahnya koordinasi antar guru, dan lemahnya pengawasan. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan arahan terhadap guru melalui rapat rutin, memberdayakan sumber daya yang ada secara maksimal, memberikan pengarahan terhadap wali murid, membuat kajian evaluasi dengan mengadakan rapat khusus dan mewajibkan setiap dewan guru yang terlibat membuat laporan.Kata kunci: Sistem Poin Pelanggaran, Efektivitas, Karakter.
Pengembangan Life Skill Entrepreneurship Siswa di SMAN 1 Maumere Melalui Ekstrakurikuler Kewirausahaan Hari Susilowati; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11558

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of entrepreneurial extracurricular activities in developing the life skills of entrepreneurship students at SMAN 1 Maumere. This type of research is descriptive qualitative. The place of research was at SMAN 1 Maumere. Research sources were obtained from primary and secondary data. Primary data in the form of recordings from interviews with the Principal, Student Affairs Waka, extracurricular coordinator, teacher extracurricular entrepreneurship coaches, as well as some students involved in these activities. Secondary data in the form of notes, school documents, school profiles, pictures or photographs of activities, and archives relating to the problem under study. Collection techniques used methods of observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data using source triangulation techniques. The results of the study are as follows: 1) the implementation of entrepreneurial extracurricular aims to develop students' interests and talents, 2) find out the factors that become obstacles in the implementation of activities, 3) Solutions to overcome these problems by intensifying all elements involved in the activities, as well as motivating students with various the event of the competition and exhibition of the results of entrepreneurial crafts.Keywords: Extracurricular Entrepreneurship, Entrepreneurship, Life Skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untukmenganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dalam pengembangan life skill entrepreneurship siswa di SMAN 1 Maumere. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitataif. Tempat penelitian dilakukan di SMAN 1 Maumere. Sumber penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil rekaman dari wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka bidang Kesiswaan, koordinator ekstrakurikuler, guru pembina ekstrakurikuler kewirausahaan, serta beberapa siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Data Sekunder berupa catatan, dokumen sekolah, profil sekolah, gambar atau foto-foto kegiatan, serta arsip yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, 2) mengetahui faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, 3) Solusi mengatasi masalah tersebut dengan mengintesifkan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan, serta memberikan motivasi siswa dengan berbagai ajang perlombaan dan pameran hasil kerajinan kewirausahaan.Kata kunci: Ekstrakurikuler Kewirausahaan, Life SkillEntrepreneurship
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan Di SMA Muhammadiyah Maumere Undari Aprilia Daniarti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11559

Abstract

Abstract: This research aims to determine the strengthening of character education through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School. This research is descriptive qualitative research that aims to determine the implementation of strengthening of character education through religious activities in schools. Data sources of this study were obtained from primary and secondary data sources. Primary data sources were obtained from informants namely schools, deputy heads of students and religious teachers/supervisors of activities. Secondary data sources were obtained from document data in the form of school profiles, which included facilities and infrastructure, education personnel, and school condition data. The techniques used include interviews, observation and document study. Based on the results of the study showed that the implementation of reinforcement through religious activities in Muhammadiyah Maumere High School was carried out routinely with material that was scheduled after the teaching and learning activities and was followed by all students. Barriers faced are lack of participation and discipline of teachers and students and parents who do not provide support. The impact resulting from this activity is a kinship and closeness relationship between teachers and students, as well as the development of several characters other than religion.Keywords: Strengthening character education, Character, Religious activities Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Maumere. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Sumber data penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari informan yaitu sekolah, wakil kepala kesiswaan dan guru agama/pembina kegiatan. Sumber data sekunder diperoleh dari data-data dokumen berupa profil sekolah, yang meliputi sarana dan prasarana, tenaga kependidikan, dan data keadaan sekolah. Teknik yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan sebuah data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penguatan melalui kegiatan agama di SMA Muhammadiyah Maumere dilakukan dengan secara rutin dengan materi yang terjadwal setelah kegiatan belajar mengajar dan diikuti semua siswa. Hambatan yang dihadapi yakni kurangnya partisipasi dan kedisiplinan guru dan siswa serta orang tua yang kurang memberi dukungan. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini yakni terjadi hubungan kekerabatan dan kedekatan antara guru dan siswa, serta berkembangnya beberapa karakter selain religius.Kata kunci: Penguatan pendidikan karakter, Karakter, Kegiatan keagamaan
Paradigma Pendidikan Masyarakat Muslim Suku Bajo Wuring Kabupaten Sikka Suryadi Suryadi; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11560

Abstract

Abstract: This research aims to find out the educational paradigm of Bajo Wiring ethnic Muslim community in SukkaDistrict. The method used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted in SukkaDistrict in the Bajo Wiring tribe. The subject of this research is the local community. Penguin data from observations, interviews and document studies. To obtain accurate data, researchers conducted source triangulation. The results in this study indicate that there is a paradigm shift in the Bajo Muslim community who initially viewed education as not yet important to be important. Revealed various obstacles faced by the Bajo Wiring Muslim community in the world of education including the custom of the Bajo tribe involving school-age children in fishing at sea and low per capita income in the Bajo Wiring tribe as traditional fishermen resulting in their difficulties in continuing their children's education. The solution that was raised was to overcome economic problems and distance traveled Bajo elbow to the location of the school.Keywords: Education, Paradigms, Bajo Wiring tribes Abstrak: Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui paradigma pendidikan masyarakat Muslim suku Bajo Wuring di Kabupaten Sukka. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukka pada suku Bajo Wuring. Subjek penelitian ini adalah masyarakat setempat. Pengumh data dari hasil observasi, wawancara serta studi dokumen. Untuk memperoleh data yang akurat peneliti melakukan triangulasi sumber. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan paradigma masyarakat Muslim suku Bajo yang awalnya memandang pendidikan belum penting menjadi penting. Terungkap berbagai kendala yang di hadapi masyarakat Muslim suku Bajo Wuring dalam dunia pendidikan diantaranya adalah kebiasaan suku Bajo melibatkan anak-anak usia sekolah dalam mencari ikan dilaut serta pendapatan perkapita yang rendah dalam suku Bajo Wuring sebagai nelayan tradisional mengakibatkan sulitnya mereka dalam melanjutkan pendidikan anaknya. Solusi yang dimunculkan yakni mengatasi masalah ekonomi serta jarak tempuh permukiman siku Bajo dengan lokasi sekolah.Kata kunci: Pendidikan, Paradigma, Suku Bajo Wuring