cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Sikap Spiritual Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X Di MAN Model Kota Ternate Saiful Muhammad; Mohammad Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11581

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of religious-based spiritual attitudes in biology subjects in the MAN Model Ternate City. This research uses a descriptive qualitative approach. Sources of data in this study were obtained from primary and secondary data. Primary data include obtained from observations and interviews with biology subject teachers, deputy school principals in the curriculum, counseling guidance teachers, and students. Secondary data include learning device documents and observations. Data analysis techniques use Miles and Huberman's (1992) stages, namely data reduction, data presentation, and concluding. To obtain valid data, a data validity test is performed using source triangulation techniques. The results showed that the role of Biology Teachers in MAN Model Ternate City had fulfilled the stages to implement the education of the spiritual attitudes of students. Constraints faced are the many assessments that hinder the process of implementing spiritual attitudes in the classroom. The solution is to reduce the assessment and elaboration of existing regulations with school policies and provide the widest opportunity for Biology Teachers to improve the spiritual attitude education in MAN Model Ternate City.Keywords: Education, Spiritual Attitudes, Religious Biology Subjects Abstrak: Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sikap spiritual berbasis religius pada mata pelajaran biologi di MAN Model Kota Ternate. Penilitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran biologi, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru bimbingan konseling, dan siswa. Data sekunder meliputi dokumen perangkat pembelajaran dan hasil pengamatan. Teknik analisis data mengunakan tahapan Miles dan Huberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data yang valid maka dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Guru Biologi di MAN Model Kota Ternate sudah memenuhi tahapan-tahapan untuk mengimplementasi pendidikan sikap spiritual peserta didik. Kendala yang di hadapi yaitu banyaknya penilain sehingga menghambat terhadap proses implementasi sikap spiritual di kelas. Solusi yang dilakukan yaitu dengan pengurangan penilaian dan elaborasi antara peraturan yang ada dengan kebijakan sekolah serta memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Guru Biologi untuk meningkatkan pendidikan sikap spiritual di MAN Model Kota Ternate. Kata kunci: Pendidikan, Sikap Spiritual, Religius Mata Pelajaran Biologi
Analisis Tingkat Ketercapaian Standar Nasional Pendidikan Di Sekolah Daerah Terpencil Kabupaten Bulukumba Nita Anggraeni; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11582

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the level of achievement of the National Education Standards in remote areas in Bulukumba Regency. The type of research used is a case study using the Explanatory Sequential Design mix method. This research was conducted in Bulukumba Regency. The subjects of this study were the Principal, Teachers in remote areas and the head of the Education Office of the district of Bulukumba. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and verification. To test the wetness of the data using triangulation analysis methods and sources. The results showed that the National Education Standards reached by the Kahaya district school, Bulukumba Regency was in terms of content, process, graduation competencies, education staff, management, and assessment, while only the facilities and infrastructure standards had not been achieved. The obstacle faced is the access road to school, the availability of facilities and infrastructure. Efforts made in overcoming obstacles are carried out efficiently by utilizing the surrounding environment to be a means of learning activities.Keywords: Achievement of SNP, Schools, Remote Areas Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tingkat ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di Sekolah daerah terpencil Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan mix method Explanatory Sequential Desaign. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru di daerah terpencil dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan Verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan analisis triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yang telah tercapai oleh sekolah daerah Kahaya, Kabupaten Bulukumba yaitu pada standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, pengelolaan dan penilaian, sedangkan hanya standar sarana dan prasarana yang belum tercapai. Kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sarana kegiatan pembelajaran.Kata kunci: Ketercapaian SNP, Sekolah, Daerah Terpencil
Peran Majelis Dikdasmen Dalam Peningkatan Kinerja Guru Di MTs Muhammadiyah Nangahure Muhammad Ihsan Wahab; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11583

Abstract

Abstract: This research aims to describe the role of the Wiring branch primary and secondary education Council in improving teacher performance in MTs Muhammadiyah Nangahure. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach. This research was conducted at MTs Muhammadiyah Nangahure, Wiring District. The subject of the research was the Muhammadiyah Branch Manager. Data collection techniques include observation, interview, and documentation. Data analysis techniques using Miles and Huberman (1992) in the form of reviewers, sorting, grouping data to compile work hypotheses and raise the theory of research results. Descriptive analysis is done by data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate that the role of the primary and secondary education assembly has proven ineffective. The ineffectiveness of the primary and secondary education assembly can be seen in two ways. First, because there is no structure in the organization of the primary and secondary education assembly which is shown through the management decree by the leader of the Wiring Branch Muhammadiyah. Second, there is no work program.Keywords: Council of primary and secondary education, Muhammadiyah, Teacher performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Majelis Dikdasmen cabang Wuring dalam Peningkatan kinerja guru di MTs Muhammadiyah Nangahure. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTs Muhammadiyah Nangahure Kecamatan Wuring. subyek penelitian adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman (1992) berupa penelaah, pengurutan, pengelompokan data dengan tujuan menyusun hipotesis kerja dan mengangkat teori hasil penelitian. Analisis deskriptif dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran majelis dikdasmen terbukti tidak efektif. Ketidakefektifan majelis Dikdasmen tersebut dapat di lihat pada dua hal. Pertama, karena tidak adanya struktur dalam organisasi majelis dikdasmen yang di tunjukkan melalui SK kepengurusan oleh pimpinan Muhammadiyah Cabang Wuring. Kedua, belum adanya program kerja.Kata kunci: Majelis Dikdasmen, Muhammadiyah, Kinerja guru
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Sar Pelajar SFAT Dalam Konteks Penanggulangan Bencana Di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara Irega Gelly Gera; Arif Budi Wurianto; Abdul Kadir Raharjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11584

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the implementation of SFAT Student SAR extracurricular in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur, Banjarnegara Regency. The research method used in this study is descriptive qualitative. The location of the study was at SMK Al-Mabrur, Pejawaran District, Banjarnegara Regency. The subjects of this study were the deputy headmaster in the student field, extracurricular coaches, and students. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the interactive model of Miles and Huberman 1994, and testing the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that the implementation of SFAT Student SAR extracurricular activities in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur Banjarnegara District was seen through three factors, namely the agenda of the SAR SAR SFAT activities which included registration, weekly routine training, education and education, materials for the SFAT Student SAR activities. which contains disaster and SAR material, the instructor's method is divided into three, namely a few lectures, an emphasis on practice, and a semi-military situation. The driving factor consists of the selection of competent coaches, interesting activities and high enthusiasm, and support from the school principal. Factors that have hindered the SFAT Student SAR activities are the lack of funds for facilities and infrastructure, the and post-processing of activities began to be less effective.Keywords: Extracurricular, SAR, Disaster Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara. Matode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SMK Al-Mabrur Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles and Hubberman 1994, dan uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara dilihat melalui tiga faktor yaitu agenda kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi kegiatan pendaftran, pelatihan rutin mingguan, diklat dan pengorenan, materi kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi materi kebencanaan dan SAR, cara mengajar pembina yang terbagi tiga yaitu sedikit ceramah, penekan pada praktek, dan mengkondisikan situasi semi militer. Faktor pendorong terdiri dari pemilihan pembina yang berkompeten, kegiatan yang menarik dan antusiame yang tinggi, dan dukungan dari kepala sekolah. Faktor yang menjadi penghambat kegiatan SAR Pelajar SFAT adalah kurangnya dana sarana dan prasarana, dan pasca pengorenan kegiatan mulai kurang efektif.Kata kunci: Esktakurikuler, SAR, Bencana 
Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 7 Gondanglegi Imayati Kalean; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11585

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of industrial work practices in the 7th Vocational High School Muhammadiyah Gondanglegi which includes procedures for the implementation of Internship, implementation of Internship, and obstacles in the implementation of Internship. This research uses a qualitative method with a descriptive type. The subject of this research is the pre-engineering teacher. Data collection techniques used were interviews and document study. While the data analysis technique uses qualitative data analysis techniques. Test the validity of the data using member checking and triangulation. The results of this study are the procedures for implementing Internship used are DU/DI data collection, the preparatory meeting I, submission of an application to DU/DI, registering participants in the internship with DU/DI, preparatory meeting II, procurement of internship, meetings with student guardians, implementation of internship, monitoring, making the internship report, internship exam, and internship evaluation. The implementation of the internship has been running quite well, but it is necessary to evaluate several things, namely the implementation procedure of Internship, the briefing of Internship, monitoring system, guidance system, the involvement of DU/DI in the implementation of Internship planning, and the involvement of DU/DI in the evaluation of Internship. Barriers to the implementation of Internships are: students 'maturity is lacking, students' character and work ethics are minimal, where an internship is not by the wishes of students, school communication and foundations have not been maximized to realize international Internship.Keywords: Industrial Work Practices, Procedures, Implementation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktik kerja industri di Sekolah Menengah Kejuruan 7 Muhammadiyah Gondanglegi yang meliputi prosedur implementasi prakerin, implementasi prakerin, dan hambatan dalam implementasi prakerin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru pengampu prakjerin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Uji keabsahan data menggunakan member checking dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur implementasi prakerin yang digunakan yaitu pendataan DU/DI, rapat Persiapan I, pengajuan surat permohonan ke DU/DI, mendata peserta prakerin dengan DU/DI, rapat persiapan II, pembekalan prakerin, rapat bersama wali murid, pelaksanaan prakerin, monitoring, pembuatan laporan prakerin, ujian prakerin, dan evaluasi prakerin. Implementasi prakerin sudah berjalan cukup baik, tetapi perlu dilakukan evaluasi terhadap beberapa hal yaitu prosedur pelaksanaan prakerin, pembekalan prakerin, sistem monitoring, sistem pembinaan, keterlibatan DU/DI dalam perencanaan pelaksanaan prakerin, dan keterlibatan DU/DI dalam evaluasi prakerin. Hambatan implementasi prakerin adalah: kedewasaan berpikir siswa kurang, karakter dan etika kerja siswa minim, tempat prakerin tidak sesuai dengan keinginan siswa, komunikasi sekolah dan yayasan belum maksimal untuk mewujudkan prakerin internasional. Kata kunci: Praktik Kerja Industri, Prosedur, Implementasi
Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pada SMP Di Kabupaten Bima Ilham Ilham; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11586

Abstract

Abstract: This research aim is to find out; (1) The implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (2) Supporting and inhibiting factors for the implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (3)Efforts to overcome the inhibiting factors. This type of research is a qualitative descriptive approach. Location; Dikpora, BKD, and SMP. Data type; primary and secondary. Informant; Head of KPMP Dikmen, Head of BKD Mutation, and Head of Junior High School. Instruments, researchers themselves. Data Clumping; observation, interview, and documentation. Analysis; Data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data; source triangulation and data collection techniques. Results and conclusions; 1) Recruitment of candidates for junior high school based on Ministry of Education Regulation No.28 / 2010principals through; First, the announcement by Diaspora. Second, the proposal by the school principal. Third, administrative selection. Fourth, proposing by Dikpora; General and special lines; 2) The inhibiting factor, Dikpora is difficult to understand the Permendiknas, the politicization of position by the Regent. Supporting factors for the increase in prospective principals with S2 qualifications. 3) Efforts to overcome the inhibiting factors, Dikpora adjusts the application of Permendiknas No.28 / 2010 with Permendiknas No.13 / 2007 by providing dispensations to prospective principals related to administrative completeness. Efforts to appoint the headmaster directly appointed by the Bupati with the status of Plt were assigned to the SATAP school.Keywords: Minister of Education Regulation No. 20, Recruitment Mechanism, Appointment Process, Teacher's Task as a Principal Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui; (1) Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (3) Upaya mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Lokasi; Dikpora, BKD dan SMP. Jenis data; primer dan sekunder. Informan; Kasi KPMP Dikmen, Kepala Mutasi BKD, dan Kepala SMP. Instrumen, peniliti sendiri. Pengumpulan data; observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis; Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data; triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil dan kesimpulan; 1) Perekrutan calon kepala SMP berdasar Permendiknas No.28/2010melalui; Pertama, pengumuman oleh Dikpora. Kedua, pengusulan oleh kepala sekolah. Ketiga, seleksi administrasi. Keempat, pengusulan oleh Dikpora; Jalur umum dan khusus; 2) Faktor penghambat, Dikpora sukar memahami Permendiknas tersebut, politisasi jabatan oleh Bupati. Faktor pendukung bertambahnya calon kepala sekolah berkualifikasi S2;3) Upaya mengatasi faktor penghambat, Dikpora menyesuaikan penerapan Permendiknas No.28/2010 dengan Permendiknas No.13/2007 dengan memberikan dispensasi kepada calon kepala sekolah terkait kelengkapan administrasi. Upaya pengangkatan kepala sekolah yang ditunjuk langsung Bupati yang berstatus Plt, ditugaskan pada sekolah SATAP.Kata kunci: Permendiknas No. 20, Mekanisme Perekrutan, Proses Pengangkatan, Tugas Guru Sebagai Kepala Sekolah
Perbedaan Pengembangan Kegiatan Profesi Konselor: Ditinjau Dari “Belum Dan Sudah” Memperoleh Sertifikat Pendidik Anies Lusiana; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11587

Abstract

Abstract: The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development. The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development activities and the counselors that have not been certified in junior derby Pasuruan. This research used a descriptive research comparative quantitative approach. The population in this study is junior counselors of Pasuruan many as 35 people. Data collection techniques by distributing questionnaires to the respondents. Data analysis was performed using descriptive analysis and comparative analysis. The analysis showed that the pedagogical counselor who has been certified by 83% with a performance score of 15 and counselors are not certified as much as 67% with a performance score of 12 out of a maximum score is 18. The personal competence counselor has been certified as much as 85% with a score of 24 and performance counselors are not certified as much as 64% with a performance score of 18 out of a maximum score is 28. social competence counselor who has been certified as much as 86% with a performance score of 19 and counselors that have not been certified as much as 64% with a performance score of 14 out of a maximum score is 22. the professional competence of counselor who has been certified by 32% with a performance score of 23 and counselors are not certified as much as 15% with a performance score of 11 out of the maximum score is 72.Keywords: Counselor profession, Competence counselor, Educator certification Abstrak: Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan kegiatan pengembangan profesi konselor yang belum dan yang sudah sertifikasi di SMP sekota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif komparatif pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor SMP SekotaPasuruan sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada responden. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 83% dengan skor capaian 15 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 67% dengan skor capaian 12 dari skor maksimal yaitu 18. Sedangkan kompetensi kepribadian Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 85% dengan skor capaian 24 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 18 dari skor maksimal yaitu 28. Kompetensi sosial Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 86% dengan skor capaian 19 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 14 dari skor maksimal yaitu 22. Sedangkan kompetensi professional Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 32% dengan skor capaian 23 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 15% dengan skor capaian 11 dari skor maksimal yaitu 72.Kata kunci: Profesi konselor, Kompetensi konselor, Sertifikasi pendidik
Analisis Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Agama Islam Di MA AT-Taqwa Maumere Abdullah Muis Kasim; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11588

Abstract

Abstract: This research aims to (a) describe the implementation of character education-based Islamic religious values in MA At-Taqwa Maumere. (b) describe the factor endowments and a barrier to the implementation of education policy analysis the character-based values of Islam in MA At-Taqwa Maumere. (c) describe the solution character education-based Islamic religious values MA At-Taqwa Maumere. This research uses qualitative descriptive approach. Data collection procedure using the method of interview, observation, and document. The results of the study are as follows: (1) how can the implementation of character education in MA Islamic be basis At-Taqwa, aims to improve the quality and results of education in madrasah can formation character of learners. (2) factor endowments and a barrier to the implementation of character education-based Islamic religious values, find solutions in overcoming obstacles faced by learners. (3) the solution constraints the implementation of character education through activities fostering religion.Keywords: Implementation, Character Education, Islamic Values Abstrak: Penelitian ini bertujun (a) Mendeskripsikan Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere;(b) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan analisis kebijakan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere; (c) Mendeskripsikan solusi mengatasi pendidikan karakter berbasis nilai- nilai agama Islam MA At-Taqwa Maumere. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumen.Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Bagaiman pelaksanaan pendidikan karakter berbasisi agama Islam di MA At-Taqwa, bertujuan untuk meningkatkan mutu   dan hasil pendidikan di madrasah  dapat pembentukan karakter peserta didik; (2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter  berbasis nilai-nilai  agama Islam, mencari solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh peserta didik; (3) Solusi mengatasi kendala pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan pembinaan keagamaan.Kata Kunci: Pelaksanaan, Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Agama Islam
Analisis Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Nunukan Carlos Boby Janerio Lamar; Endang Poerwanti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11589

Abstract

Abstract: This study aims to describe: 1) Implementation of 12 years of compulsory education in Nunukan District, 2) obstacles faced and efforts made on the implementation of the compulsory 12-year study. The study was conducted in Nunukan District. Data collection techniques are interview, observation, and documentation. Analytical techniques used are data reduction, data exposure, and conclusions. To check the validity of data using technique triangulation and source. Research result; 1) Implementation of the 12 years compulsory education in Nunukan District proved to be done without the charge for the SPP at the level of elementary School, Junior School, high school / vocational school. APM fluctuates, the rate of continuing school reaches 92% upward, the passing rate reaches 99% and the dropout rate reaches 0.36%. 2) 12-year fair implementation constraints in Nunukan District are (a) individual mindset: (b) economic condition (c) lack of parental attention; (d) lack of facilities and infrastructure; (e) geographical location as transmigration area; (f) school distance; (g) lack of equity and teacher training; (h) early marriage. 3) Efforts made on the fair implementation of 12 years: (a) The government conducts persuasive socialization to the community for going to school; (b) School dropouts are advised to take non-formal education; (c) The government seeks to make equal distribution of teachers throughout the Nunukan Regency; (d) The procurement of facilities and infrastructure in the 3T area.Keywords: Implementation of policy, Compulsory Education, 12 years Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan, 2) kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian; 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan terbukti terlaksana tanpa punggutan untuk SPP pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK. APM mengalami fluktuatif, angka melanjutkan sekolah mencapai 92% ke atas, angka kelulusan mencapai 99% dan angka putus sekolah mencapai 0,36%. 2) Kendala implementasi wajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan yaitu (a) mindset individu: (b) keadaan ekonomi (c) kurangnya perhatian orangtua; (d) kekurangan sarana dan prasarana; (e) letak geografis sebagai daerah transmigrasi; (f) jarak sekolah; (g) kurangnya pemerataan dan pelatihan guru; (h) nikah muda. 3) Upaya yang dilakukan pada implementasi wajar 12 tahun: (a) Pemerintah melakukan sosialisasi persuasif kepada masyarakat agar mau bersekolah; (b) Masyarakat yang putus sekolah disarankan untuk mengambil pendidikan non formal; (c) Pemerintah berupaya melakukan pemerataan guru ke seluruh wilayah Kabupaten Nunukan; (d) Pengadaan sarana dan prasarana di wilayah 3T.Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Wajib belajar, 12 Tahun
Analisis Kinerja Guru Bersertifikasi Di SMA Negeri 2 Maumere Dian Ernaningsih; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11590

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) how the certified teacher's perception of the objectives of the certification program; 2) what are the obstacles faced by certified post-certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere; 3) how the performance of certified teachers in Maumere 2 Public High Schools is reviewed in terms of pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. The research used a quantitative descriptive approach. The data was obtained using observation, interview, documents and question form against 27 certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere. The results showed that: 1) the certified teacher perceptions against objective certification program indicate that teachers perceive certification program and its goal has helped the certified teachers, in particular, an increase in well-being. The teacher argued that certification program designed by the Government in addition to the increase in prosperity as well as for the achievement of increased professionalism, this is demonstrated by the efforts of certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere in improving professionalism; 2. The resistance experienced by a teacher after teaching load i.e. certified demands quarterly filings with securities, the delay in the disbursement of allowances and the mastery of science and technology; 3. certified teacher Performance Sman 2 Maumere is at a good category for performance indicators on the competency of the pedagogic competence, personality, social competence and the competence of professionals.Keywords: Performance, Teacher, Certified Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi; 2) apa saja hambatan yang dihadapi guru bersertifikasi pasca sertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere; 3) bagaimana kinerja guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere ditinjau dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumen dan angket terhadap 27 guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi menunjukkan bahwa guru memandang program sertifikasi beserta tujuannya telah membantu para guru khususnya guru bersertifikasi dalam peningkatan kesejahteraan. Guru berpendapat bahwa program sertifikasi dirancang oleh pemerintah selain peningkatan kesejahteraan juga untuk tercapainya peningkatan profesionalisme, hal ini ditunjukkan dengan upaya guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere di dalam meningkatkan profesionalismenya; 2) Hambatan yang dialami oleh guru setelah tersertifikasi yaitu beban mengajar, tuntutan pemberkasan per triwulan, keterlambatan pencairan tunjangan dan penguasaan IPTEK; 3) Kinerja guru bersertifikasi SMA Negeri 2 Maumere berada pada kategori baik untuk indikator kinerja pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Kata kunci: Kinerja, Guru, Sertifikasi