cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Implementasi Kebijakan Kedisiplinan Peserta Didik Di SMK Negeri 1 Maumere Mite Albertus; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11603

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of disciplinary policies of students in SMK Negeri 1 Maumere; 2) what obstacles are faced by SMK Negeri 1 Maumere in implementing disciplinary policies; 3) what efforts have been made to overcome problems or obstacles in the implementation of discipline. The research method used is a qualitative descriptive research method. to be informants in this study are 1) Tatib Team Coordinator, 2) BK Teachers. Data collection in this study uses the following methods: 1) interview 2) Observation, 3) Documentation. This study uses the analysis method and the Moles and Huberman (1994) model with the stages of data reduction, presenting data, and drawing conclusions. Testing the data in this study uses a participation extension technique which means a single researcher in the field until the saturation of data collection is achieved. The results of this study indicate (1) The implementation of student disciplinary policies at SMK Negeri 1 Maumere meets the standards that have been formulated by the Tatib team. (2) The obstacles that become obstacles in the implementation of disciplinary policies of students in SMK Negeri 1 Maumere are 1) from the students, 2) lack of support from parents, 3) from the school which consists of administration that has not been neatly arranged and lack of support from the teacher.Keywords: Policy implementation, Discipline, Students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Maumere; 2) kendala apa saja yang dihadapi SMK Negeri 1 Maumere dalam melaksanakan kebijakan kedisiplinan; 3) upaya-upaya apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah atau kendala dalam pelaksanaan kedisiplinan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskritif kualitatif. menjadi imforman dalam penelitian ini adalah 1) Koordinator Tim Tatib, 2) Guru BK. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode 1) wawancara 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis dan model Moles and Huberman (1994) dengan tahapan reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan yang berarti peneliti tunggal di lapangan sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Implementasi kebijakan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Maumere pada dasarnya sudah memenuhi standar yang telah dirumuskan oleh tim tatib. (2) Kendala-kendala yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kebijakan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Maumere adalah 1) dari pihak peserta didik, 2) kurang adanya dukungan dari orangtua, 3) dari pihak sekolah yang terdiri dari administrasi yang belum tertata rapi dan kurang adanya dukungan dari guru.Kata kunci: Implementasi kebijakan, Kedisiplinan, Peserta didik
Pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Dalam Penjaminan Mutu Guru IPA SMP Di Kota Batu Eka Putri Kurniatiningsih; Estu Widodo
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11604

Abstract

Abstract: This study aims to describe; (1) TECPs implementation in quality assurance of Science teacher in Batu city, (2) the problem faced by TECP. The descriptive qualitative approach is used in this study. Chief of TECP, secretary and two members of TECP were used as samples in this study. Interview and documentation studies were used as the data collection technique. The result of the study shows that: (1) Implementation of TECP in the guarantee of Science teacher quality in Batu City is going well which is followed by 27 schools from Private and Public Junior High School or MTs. It also gets positive supports from the Batu City’s Government (2) Problem faced by TECP in quality assurance of Science teachers in Batu City are the lack of teachers' presence participation, not maximal in deepening of the material competence of each teacher, and the gap relation of TECP participants. Problem-solving that TECP offer is focused on any activities which are related to their need. The most important thing is all about the routine meeting and continuity of this program. It is possible if the teachers join with another coaching outside the TECP such as workshops, seminars, etc. However, teachers should have the responsibility to acquire or learning more deeply about the material and vice versa, seniors should have a responsibility to take good care of the juniors to have good communication between each other in every step of activities.Keywords: Teacher Education Consensus Points or MGMP, quality of Science teacher in Batu City Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) Pelaksanaan MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA di Kota Batu, (2) Problem yang dihadapi MGMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah ketua, sekretaris, dan dua anggota MGMP. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA di Kota Batu berjalan baik yang diikuti oleh 27 sekolah dari SMP/MTs Negeri dan Swasta serta MGMP mendapat dukungan positif dari Pemerintah Kota Batu (2) Problem yang dihadapi MGMP dalam penjaminan mutu guru IPA Di Kota Batu adalah kurangnya partisipasi kehadiran guru-guru, tidak maksimalnya kompetensi pendalaman materi dari masing-masing guru, dan adanya kesenjangan relasi peserta MGMP. Solusi MGMP adalah kegiatan MGMP harus sesuai dengan kebutuhan peserta, pertemuannya harus diadakan rutin, guru-guru dapat mengikuti pelatihan di luar, workshop, secara pribadi guru harus rajin belajar untuk pedalaman materi, dan sebaiknya para senior merangkul guru junior agar terjalin komunikasi yang baik disetiap kegiatan.Kata kunci: Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Mutu Guru IPA SMP di Kota Batu 
Analisis Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar Kabupaten Lomok Tengah Baiq Sriwulan Suantari; Endang Poerwanti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11605

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) the conduct of inclusive education at elementary school level in Central Lombok regency, 2) the management of inclusive education at elementary school level of Central Lombok regency, 3) obstacle and effort conducted by schools that administer the inclusive education. This study is a descriptive qualitative study which applied qualitative method. Its sample was inclusive schools that are located in the rural area as well as downtown and the district capital of Central Lombok regency. The data collection technique was my interview with the Head of Education Board, Local Government of Central Lombok regency, observation related to inclusive education conduct in Central Lombok regency and in the form of photos to support the analysis result. The data analysis technique used the data reduction technique, data presentation, and verification. The result of the study showed that 1) inclusive education implementation in the learning process was done in classical form, there was no service provided by the school toward the children with a special need. The three schools which were taken as a sample of the study were not ready to establish inclusive education due to lack of understanding from the teachers’ side on inclusive education itself. 2) the uneven management system in terms of curriculum implementation, schools A and B applied KTSP while school C used K13 by government regulation. 3) the obstacles faced by the teachers were the lack of understanding from the teachers’ side, the unavailability of expert staff for the special needs, the lack of facility and utility, lack of training provided by the institution whose school administers the inclusive education. The effort should be done by teachers from respective schools is to proceed with the learning process for their students at their best, proceed with the inclusive education program in their respective schools.Keywords: Education, Inclusive, Elementary school Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: 1) Pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 2) Manajemen pendidikan inklusi disekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 3) Kendala dan upaya dan yang di alami sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan sample penelitian yaitu sekolah inklusi yang terletak di Daerah pelosok, di tengah-tengah Kota, dan terletak di Kota Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengan, observasi terkait pelaksanaan Pendidikan Inklusi di Kabupaten Lombok Tengah dan Dokumentasi yang berupa foto-foto untuk memperkuat hasil analisis. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dantahap Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pendidikan inklusi dalam proses pembelajaran dilakukan secara klasikal, belum terlihat pelayanan yang diberikan sekolah terhadap anak berkebutuhan khusus. Ketiga sekolah yang menjadi sample dalam penelitian ini tidak siap untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi karena pemahaman guru terhadap konsep dari inklusi itu sendiri yang masihkurang. 2) manajemen sekolah dalam kurikulum masih menggunakan KTSP untuksekolah A dan B, sedangkan untuk sekolah C menggunakan kurikulum K13 sesuai ketetapan pemerintah. 3) kendala yang dihadapi guru berupapemahaman guru yang kurang, tidaktersedianya guru pembimbingkhusus, saranadanprasarana, pelatihan yang kurang yang disediakanolehlembagauntuk guru yang sekolahnya menyelenggarakan pendidikan inklusi. Upaya yang dilakukan oleh sekolah yaitu melaksanakan pembelajaran sebaik mungkin untuk para siswa, menlajutkan pendidikan inklusi di sekolah masing-masingKata kunci: Pendidikan, Inklusi, Sekolah dasar
Implementasi Manajemen Strategi Di SMP Negeri Satap 2 Tellu Limpoe Bone Sulawesi Selatan Ws Athiyaty Agustina; Agus Tinus; M. Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11606

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of strategic management at SMPN Satap 2 Tellu Limpoe in Bone South Sulawesi. The approach and type of research are qualitative descriptive, with a case study design. The research data was obtained through observation, interviews and documentation studies. Analysis of the data used is data collection, data reduction, data presentation, and conclusion and verification. As for the validity of the data, researchers used the triangulation technique. The results of this study indicate that the implementation of the strategy management SMPN Satap 2 Tellu Limpoe Tellu Limpoe has successfully achieved the goal of the 9-year compulsory education program well and has not succeeded in improving the expected quality of education. The implementation of management strategies implemented consists of four stages. First, the environmental observation stage consists of an internal environment which includes a lack of educators and education staff, incomplete administration, facilities that have not been used optimally, and lack of education funds. The external environment includes the economic background of students and teachers and the location of the school. Second, the strategy formulation stage starts with the creation of a vision and mission. Vision and mission based on observing internal and external environments aim to maintain and develop the existence of schools through several school programs. In the third stage, the implementation of the strategy in realizing the planned program can overcome the drop out rate, overcome the shortage of educators and education personnel, overcome the lack of infrastructure and education funds. Fourth is the evaluation stage which aims to determine the success of the program that has been implemented by the school.Keywords: Implementation, Strategy Management, One Roof School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategi di SMPN Satap 2 Tellu Limpoe Bone Sulawesi Selatan. Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategi di SMPN Satap 2 Tellu Limpoe telah berhasil mencapai tujuan program wajib belajar 9 tahun dengan baik dan belum berhasil meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan. Impelemntasi manajemen strategi yang diterapkan terdiri dari empat tahap. Pertama, tahap pengamatan lingkungan terdiri dari lingkungan internalyang meliputi kurangnya pendidik dan tenaga kependidikan, administrasi yang belum lengkap, sarana-prasarana yang belum digunakan secara maksimal, dan dana pendidikan yang kurang.Lingkungan eksternal meliputi latar belakang ekonomi siswa dan guru, dan lokasi sekolah. Kedua, tahap perumusan strategi bermula dari pembuatan visi-misi.Visi-misi yang berdasarkan pada pengamatan lingkungan internal dan eksternalbertujuan untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi sekolah melalui beberapa program sekolah. Tahap ketiga, implementasi strategi dalam mewujudkan program yang direncankanmampu mengatasi angka drop out, mengatasi kekurangan pendidik dan tenaga kependidikan, mengatasi kekurangan sarana prasarana dan dana pendidikan. Keempat adalah tahap evaluasi yang bertujuan untuk menentukankeberhasilan program yang telah dilaksanakan oleh sekolah.Kata kunci: Implementasi, Manajemen Strategi, Sekolah Satu Atap
Pembelajaran Variasi Dribbling Dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Ekstrakurikuler Sepak Di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Eiselin Pasca Ramadhan; Arif Budi Wuriyanto; Abdulkadir Rahardjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11607

Abstract

Abstract: The study aims to (1) knowing the learning process and learning outcomes variations dribbling participants extracurricular football class X in SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; (2) knowing the increase in dribbling learning outcomes of class X extracurricular soccer participants at SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang Regency after participating in dribbling variation learning. This type of research is qualitative with Class Action Research design (PTK). The research instruments include observation sheets, tests, and documentation. Data analysis techniques used to analyze student learning outcomes is a descriptive analysis technique percentage. The results showed (1) The learning process of dribbling variation in the students is done in two cycles. Variations of dribbling exercises given in cycle 1 include (a) U-dribbling exercises using inner legs, outer legs and back, (b) Z-dribbling exercises using inner legs, outer legs, and backs, (c) 8-dribbling exercises using inner legs, outer legs and back foot, and (d) doing dribble with pass and control exercises. Variations of the dribbling exercises given in cycle 2 include (a) Z-dribbling exercises using inner legs, outer legs and back, (b) 8-dribbling exercises using inner legs, outer legs and backs, and Exercise dribble with pass and control. (2) The application of learning dribbling variation in the extracurricular participants of class X football at SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi showed the percentage of students' learning completeness classically in cycle 1 reaching 62.5% (25 students reaching KKM 65), then the percentage is increased and has reached the expected percentage target in cycle 2 is 87.5% (35 students reaching KKM 65).Keywords: Dribbling variations, soccer, learning outcomes Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui proses pembelajaran dan hasil belajar variasi dribbling peserta ekstrakurikuler sepak bola kelas X di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; (2) mengetahui peningkatan hasil belajar dribbling peserta ekstrakurikuler sepak bola kelas X di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang setelah mengikuti pembelajaran variasi dribbling. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen peneltian meliputi lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa adalah teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembelajaran variasi dribbling pada siswa dilaksanakan dalam dua siklus. Variasi latihan dribbling yang diberikan pada siklus 1 meliputi (a) latihan U-dribbling menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, (b) latihan Z-dribbling menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, (c) latihan 8-dribbling menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, serta (d) melakukan latihan dribble with pass and control. Variasi latihan dribbling yang diberikan pada siklus 2 meliputi (a) latihan Z-dribbling menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, (b) latihan 8-dribbling menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, serta (c) latihan dribble with pass and control. (2) Penerapan pembelajaran variasi dribbling pada peserta ekstrakurikuler sepak bola kelas X di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi menunjukkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus 1 yang mencapai 62,5% (25 siswa mencapai KKM 65), kemudian persentase tersebut meningkat dan telah mencapai target persentase yang diharapkan pada siklus 2 yaitu 87,5% (35 siswa mencapai KKM 65).Kata kunci: Variasi dribbling, sepak bola, hasil belajar
Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Aljabar Di Kelas VIII SMP Negeri 4 Batu Sudiyono Sudiyono; Moch. Agus Krisno Budiyanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11608

Abstract

Abstract: The study aims to find out the scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu. This study employs a qualitative approach while it uses interviews, surveys, and documents as the techniques under the descriptive method. The source triangulation technique is used to support the validity of this study. The result shows that scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu was conducted contextually through a scientific approach. The school needs to equip its teachers and educational staff with competency by training and workshop, sufficient funding, and supporting facilities and infrastructure. By applying the scientific approach, the school can improve KKM completeness percentage, decrease misconception, boost self-esteem, be more communicative, increase discipline, augment academic and nonacademic achievement as well.Keywords: Implementation, Scientific Approach, Algebra Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif sedangkan metode yang digunakan deskriptif melalui tehnik wawancara, observasi dan dokumen. Keabsahan data dalam penelitian ini digunakan tehniktrianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan dalam implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu, dilakukan secara kontekstual melalui pendekatan saintifik, sekolah perlu mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten dengan melalui pelatihan, diklat dan workshop, adanya dukungan dana yang mencukupi, sarana dan prasarana yang mendukung. Dengan pendekatan saintifik dapat, meningkatakanprosentase ketuntasan KKM, memperkecil miskonsepsi, menambah percaya diri, lebih komunikatif, meningkatkan kedipsilinan, dan meningkatkan prestasi akademis dan non akademis.Kata kunci: Implementasi, Pendekatan Saintifik, Aljabar
Implementasi Kebijakan Full Day School Di SDN 3 Blimbing Kota Malang Ubaidillah Ubaidillah; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11609

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) the implementation of full-day school policies conducted at SDN 3 Blimbing; 2) problems faced by SDN 3 Blimbing in implementing full-day school; 3) the solutions made in solving the problem of implementing full-day school policies in SDN 3 Blimbing. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that the implementation of the full-day school policy has been based on the Character Strengthening Policy made by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. The aim of a full-day school implemented at SDN 3 Blimbing Malang is that students have the character set by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. Problems that arise during the implementation of full-day school among other facilities and infrastructures that are inadequate, the adaptation of teachers, employees, and students that require a relatively long time, concerns parents of students towards their children who sit in grades 1 and 2 and adjusting school schedules and student activities outside of school that have been previously scheduled. The solution carried out by the school with existing problems is to always socialize student activities in full-day school policy, provide dispensation for students who have scheduled activities outside of school that has been previously scheduled, conduct weekly evaluations and hold collaboration with institutions that can support full-day school activities in the school.Keywords: Policy Implementation, Full Day School, Elementary School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) implementasi kebijakan full day school yang dilakukan di SDN 3 Blimbing; 2) permasalahan yang dihadapi SDN 3 Blimbing dalam mengimplementasikan full day school; 3) solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan implementasi kebijakan full day school di SDN 3 Blimbing. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan full day school telah dilakukan dilandaskan pada Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Tujuan full day school yang diterapkan di SDN 3 Blimbing Kota Malang adalah supaya siswa-siswa mempunyai karakter yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Permasalahan yang muncul selama implementasi full day school antra lain sarana dan prasana yang belum memadai, adaptasi guru-guru, karyawan, dan siswa-siswa yang membutuhkan waktu yang relatif lama, kekhawatiran orang tua siswa terhadap anak-anaknya yang duduk di kelas 1 dan 2 dan penyesuaian jadwal sekolah dan kegiatan siswa diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan permasalahan yang ada adalah dengan selalu mensosialisakan kegiata-kegiatan siswa dalam kebijakan full day school, memberikan dispensasi terhadap siswa yang ada jadwal kegiatan diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya, melakukan evaluasi mingguan dan mengadakan kerja sama dengan lembaga yang bisa mendukung kegiatan-kegiatan full day school yang ada di sekolah.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Full Day School, Sekolah Dasar
Pengembangan Modul Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Suseno Adi Utomo; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11610

Abstract

Abstract: Learning innovation in the 21st century is an important priority. Innovation can be in the form of developing teaching materials in the form of modules. The purpose of this study is 1) to develop extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? (2) know the validity test of extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? and (3) describe the effectiveness of extracurricular learning modules in scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? The type of research used is the Research and Development of Borg and Gall to produce products, product validity, and test product effectiveness. The results showed the module's validity by 81.6% of material experts and 90% media experts. The module effectiveness test through limited trials get an average of 86% of students' responses to the module, more extensive trials get an average of 87% of students' responses to the module, an average score of 84,06 learners' test results, a student activity test learning I 83%, learning II 93% and learning III 95%.Keywords: Module Development, Extracurricular Elementary School Scientific Work Abstrak: Inovasi pembelajaran pada abad ke 21 menjadi prioritas yang penting dilakukan. Inovasi dapat berupa pengembangan bahan ajar yang berupa modul. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengembangkan modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? (2) mengetahui uji validitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? dan (3) mendeskripsikan efektifitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian (Research and Development) Borg and Gall untuk menghasilkan produk, validitas produk dan menguji keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan validitas modul oleh ahli materi 81,6% dan ahli media 90 %. Uji keefektifan modul melalui uji coba terbatas mendapatkan rata-rata 86 % respon peserta didik terhadap modul, uji coba lebih luas mendapatkan rata-rata 87 % respon peserta didik terhadap modul, uji hasil belajar skor rata-rata 84,06, uji aktivitas peserta didik pembelajaran I 83%, pembelajaran II 93% dan pembelajaran III 95%.Kata kunci: Pengembangan Modul, Ekstrakurikuler Karya Ilmiah SD
Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah Di SMP Negeri 3 Malang Siti Hanik Zubaidah; Nurul Zuriah
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11611

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of GLS implementation in SMPN 3 Malang, supporting factors, obstacles, and solutions. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection uses interviews, observation, and documentary study techniques. Data analysis with data reduction, data display, and verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that based on Permendikbud No. 23 of 2015, SMPN 3 Malang made a derivative policy on GLS. Form of GLS implementation in the form of habituation, development, and learning. Literacy is 45 minutes every day as an extracurricular and 30 minutes according to the curricular schedule. The implementation of the three stages of GLS was 84.33% and 92.40% showed the literate school ecosystem. Successful implementation is influenced by clear and consistent communication factors, sufficient resources, disposition with receptive responses, and complete bureaucratic structure with clear SOPs. Internal supporting factors are the active role of school principals and staff, libraries, intakes, and the amount of literacy time. The external factor is the role of the guardians of students in infrastructure. Internal inhibiting factors are the lack of school funds and journal check personnel as well as book rotation, the absence of follow-up literacy activities at home, and internal factors of students (gadget influence). The external inhibiting factor is the absence of the government's role in the budget, training, assistance, monitoring, and evaluation. The solution is to increase cooperation with parents and a new policy as an improvement.Keywords: Policy Implementation, Education, GLSAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi GLS di SMPN 3 Malang, faktor pendukung, penghambat, dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dengan data reduction, data dislpay, dan verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015, SMPN 3 Malang membuat kebijakan derivat tentang GLS. Bentuk implementasi GLS berupa pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pelaksanaan literasi adalah 45 menit setiap hari sebagai intrakurikuler dan 30 menit sesuai jadwal kokurikuler. Keterlaksanaan tiga tahap GLS sebesar 84,33 % dan 92,40 % menunjukkan sebagai ekosistem sekolah literat. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang jelas dan konsisten, sumber daya yang cukup, disposisi dengan respon menerima, dan struktur birokrasi yang utuh dengan SOP yang jelas. Faktor internal pendukungnya adalah peran aktif kepala sekolah dan staff, perpustakaan, intake, dan banyaknya waktu literasi. Faktor eksternalnya adalah peran wali murid dalam sarana prasarana. Faktor internal penghambatnya adalah minimnya dana sekolah dan tenaga pengecekan jurnal serta perotasian buku, belum adanya tindak lanjut kegiatan literasi di rumah, dan faktor internal peserta didik (pengaruh gadget). Faktor eksternal penghambatnya adalah tidak adanya peran pemerintah terkait anggaran, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Solusinya adalah meningkatkan kerjasama dengan orang tua serta adanya kebijakan baru sebagai penyempurnaan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pendidikan, GLS
Analisis Problematika Pembelajaran Sekolah Dasar Negeri Di Pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep Nuris Syarifatul Imamiyah; Ainur Rofieq; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11612

Abstract

Abstract: This study was a qualitative study using a descriptive approach. The data of the study was obtained through the interview, researcher observation, and documents study. The interview data were collected from state elementary schools’ headmasters and teachers in Bancamara, Gili Iyang island. The observation sheets were based on the researcher’s direct participation during classroom activities held by teachers. While the data of the document study was taken from teachers’ and students’ number and attendance list, syllabus, and also lesson plan. Then the data was analyzed using the interactive model, a concept from Miles and Huberman. This study used source triangulation for its validity checking. While the results showed that the teaching plan, which consisted of planning, implementing, and evaluating the process, was arranged and applied. In general, the learning problems that happened in Gili Iyang island were the teachers’ work-placement; imbalance number of teachers; public transportation issues; the number of schools; and also, the teachers’ salary issues. The strategies applied to overcome those problems were maintaining good relationship and way of communicating among teachers; recruiting fresh graduates; applying a family-friendly approach to comfort those honorary teachers; making a regular schedule to keep teachers attending school; applying a working day of 50 percent plus 1 day from the total number of effective days in a month; applying an internal policy in school in terms of allocating the school fund for honorary teachers’ welfare, and having the teachers familiar teaching more than one class at the same day.Keywords: Learning Problems, State Elementary Schools, Island Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis (1) problematika pembelajaran yang terjadi pada sekolah dasar negeri di pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep? (2) mendeskripsikan strategi yang diterapkan untuk mengatasi problematika pembelajaran pada sekolah dasar negeri di pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data wawancara diperoleh dari kepala sekolah dan guru-guru di sekolah dasar negeri di Desa Bancamara pulau Gili Iyang sebagai informan. Lembar observasi didasarkan pada pengamatan langsung peneliti terkait proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Data untuk studi dokumen diperoleh dari data jumlah guru, jumlah siswa, presensi kehadiran guru dan siswa, silabus dan juga RPP. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif dari Miles and Huberman. Kemudian untuk menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi. Jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran, secara umum, yang terjadi di pulau Gili Iyang adalah distribusi guru yang belum merata, ketimpangan jumlah guru honorer dan pegawai negeri, faktor transportasi, jumlah sekolah, dan tunjangan kesejahteraan. Strategi yang diimplementasikan guna mengatasinya adalah menjaga baik komunikasi antar guru, merekrut fresh graduate yang merupakan penduduk asli pulau Gili Iyang, mengupayakan pendekatan secara kekeluargaan untuk membuat nyaman para guru honorer sehingga memperkecil niat untuk berhenti mengajar, membuat piket masuk secara bergantian guna mengupayakan tetap ada guru yang hadir ke sekolah, memberlakukan hari kerja sebanyak 50 persen plus 1 hari dari jumlah total hari efektif dalam satu bulan, memberlakukan kebijakan internal sekolah sehubungan dengan alokasi dana BOS untuk kesejahteraan guru honorer, dan membiasakan para guru berstatus honorer dan pegawai negeri untuk siap mengajar lebih dari satu kelas.Kata kunci: Problematika Pembelajaran, Sekolah Dasar Negeri, Pulau