cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Peran Kesejahteraan di Tempat Kerja terhadap Kesiapan untuk Berubah Muhammad Noerul Akhbar; Diana Harding; Nurul Yanuarti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art5

Abstract

Abstrak. Salah satu kunci keberhasilan perubahan organisasi ialah faktor sumber daya manusia yang dimilikinya, terutama pada sikap kesiapan untuk berubah (readiness for change). Di sisi lain, perubahan organisasi biasanya menimbulkan emosi negatif bagi karyawan, sehingga karyawan perlu didukung dengan kesejahteraan karyawan di tempat kerja (workplace wellbeing). Oleh karena itu, penelitian ini menguji pengaruh kesejahteraan karyawan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah, dengan hipotesis penelitian bahwa terdapat pengaruh kesejahteraan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan BUMN di Indonesia yang sementara ini sedang melakukan beberapa perubahan, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 98 karyawan pelaksana yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner Kesejahteraan di Tempat Kerja dari Maulana (2018) yang diadaptasi dari Workplace Well-Being Index dari Page (2005), dan kuesioner Kesiapan untuk Berubah yang diadaptasi langsung dari Readiness for Change Questionnaire dari Holt et al. (2007). Analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan (.00 < .05) dari kesejahteraan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah sebesar 35.5%.Kata Kunci: kesejahteraan di tempat kerja, kesiapan untuk berubah, sumber daya manusiaThe Role of Workplace Well-Being toward Readiness for ChangeAbstract. One of the keys to the success of organization changes is its human resource factor, especially in readiness for change. On the other hand, organization changes normally could have a negative emotions for employees, so employees should be supported by the well-being of employees in the workplace (workplace well-being). Therefore, this study attempted to examine the effect of workplace well-being on readiness for change, through the research hypothesis which withnessing an effect of workplace well-being on readiness for change. This research method used a quantitative approach. This research was conducted at a state-owned company in Indonesia, which is currently undergoing some organizational changes, as many as 98 participants using simple random sampling techniques. This research measuring instrument by using a Workplace Well-Being questionnaire from Maulana (2018) which was adapted from the Workplace Well-Being Index of Page (2005), and a Readiness for Change questionnaire which was adapted directly from The Readiness for Change Questionnaire of Holt,dkk. (2007). Regression analysis was used to analyze the data. The results of this study imply that there is a significant effect (.00 < .05) of workplace well-being on readiness for change of 35.5%.Keywords: human resources, readiness for change, workplace well-being
Mengapa Kami Tawuran? Tawuran dari Kacamata Pelaku Kurniati Zainuddin; Faradilla Firdaus; Muh. Nur Hidayat Nurdin
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 18 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol18.iss1.art8

Abstract

This study aims to look at what the motive actors participating in the brawl, brawl how their perceptions, what they expect from the fight, as well as their feelings after the brawl passed. The study was conducted in Makassar using a qualitative approach, the student respondents were involved in fighting the two faculties are most frequently involved in brawls action Makassar State University, the Faculty of Engineering and the Faculty of Arts and Design. Results showed that participants recognize that fighting is not tepuji action and not supposed to do. The actors involved in fighting for reasons that are divided into three categories, namely because they feel trapped brawl situation, a sense of solidarity, and as a senior call. In addition, they recognize that fighting is unacceptable behavior and do not deserve them, but because they feel actors participate brawl was caught in a brawl tradition. It is then a perpetrator motive. Things that become expectations of actors during and after the fight is to prove that they are solid and strong, so respected, so that the opponent deterrent and upholdKeywords: brawl, students
Budaya Pembelajar Dan Pemimpin Pembelajar Emi Zulaifah
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 11 (2001)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol6.iss11.art4

Abstract

Tulisan ini bermaksud mendiskusikan tentang bagaimana dalam perubahan dunia yang terus menerus organisasi tetap adaptik dan pada saat yang sama terjaga budayanya. Menurut penulis, budaya dan belajar ini memang seringkali dianggap sebagai berada di dua ujung garis. Budaya di satu sisi merupakan stabilisasi, penyatu, kekuatan penjaga pembentuk identitas, serta merupakan tatanan yang membuat hal-hal di dalamnya menjadi terduga dengan baik (predictable). Disisi lain, tuntutan perubahan membuat anggota dari sebuah organisasi atau budaya itu harus terus menerus belajar (menjadi perpetual learner) yang seringkali memerlukan pelepasan diri dari apa yang sudah ada, melepaskan diri dari asumsi dasar atau paradigma lama yang telah dimiliki, mengambil jarak dari budaya yang telah dimiliki. Dari sini, ada semacam kekhawatiran bahwa menguatnya mental model atau budaya itu akan menghambat terjadinya pembelajaran itu. Penulis percaya bahwa adalah mungkin diciptakan sebuah kultur organisasi yang di dalam dirinya terdapat ciri-ciri pembelajaran, adaptif, inovatif dan seterusnya.  Kata Kunci    :   Budaya pembelajar, pemimpin pembelajar, organisasi. 
Kesiapan Karyawan dalam Menghadapi Perubahan Ditinjau dari Gaya Kepemimpinan dan Tipe Kepribadian Narulita, Elsa; Meiyanto, Sito
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss1.art3

Abstract

A sensitivity of the globalization competition organization can be done by making changes. Some reaction arising from employees related changes in the organization. It is necessary to became readiness to change of employees that it can be run in accordance with the desired goals. The purpose of this study to determine the effect of transformasional leadership style and openess to experience on readiness for change of employees. The subject were employees of Company X. Characteristics of the subject in this study were at least a year became employee, at least 23 years old, 117 employees permanent employee status, and everfelt presence of organizational change. This type ofresearch uses field studies using quantitative methods. This study using three scale to measure variables that are readiness for change scale, transformasional leadership style scale and openess to experience scale. Hypotheses were tested using multiple reggression analysis. The result of this reasearch by value ofF= 13,738 and p=0,000 (p<0,01). Simultaneously, transformational leadership and opennes to experience style can predict readiness for change by 19,4 %.Keywords : Transformasional Leadership Style, Openness To Experience, Readiness For Change
Peran Efikasi Diri Terhadap Prestasi Dan Performansi : Meta Analisis Ratna Syifa'a Rachmahana
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 25 (2008)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article reports on meta-analyses of the relations between self-efficacy belief and achievement or performance in every field. The quantitative review of thirty studies from eighteen articles. Results revealed positive and statistically significant relationships between self-efficacy beliefs and achievement or performance and persistence outcomes across a wide variety of subjects, experimental design and assessment methods. The relationships were found to be heterogeneous across studies, and the variance in reported effect sizes was partially explained by certain study characteristic. Implications for further research and for intervention are discussed. Key words   :   meta-analysis, self-efficacy, achievement, performance
Kontribusi Minat Baca dan Bimbingan Belajar Orangtua terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Mulyati Mulyati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 18 (2004)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol9.iss18.art7

Abstract

This research is intended to determine whether or not there is a correlation between reading interest and parents’guidance in learning and the students’ learning achievement, either separately or simultaneously. The correlational research was conducted from April to August 2000. The population was students of the State Elementary Schools (SDN) in the District of Laweyan Surakarta in the 1999/2000 academic year. The sample was 30 students taken using stratified random sampling technique. A questionaire is used to measure reading interest and  parents’ guidance in learning. The data of the students’ achievements were collected by using documentation. Data were anaysed using correlation and regression. The result shows that: (1) there is a positive correlation between reading interest and students’ achievement  (r = .93) and a liner regression equation of Y = 1.080 + .072X1; (2) there is a positive correlation between parents’ guidance and students’ achievement  (r = .94) and a linear regression of Y = 2.121 + .061 X2,; (3) there is a simultaneous correlation between reading interest,  parents’ guidance in learning and the students’  achievement (R = .92) and a linear regression of Y  =  1.345+ .036 X1 + .033X2.Key words: learning achievement, reading interest, parent guidance.
Fase-Fase Perkembangan Psikologi Islam Fuad Nashori
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 1 (1996)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud memetakan tase-fase perkembangan psikologi lslami.  Secara umum,  perkembangan psikologl  lslami dapat dibagi menjadi empat tase,  yaitu (1)  fase terpesona, (2) fase kritik,  (3) fase peromusan dan pengembangan,  serta (4) fase penerapan.  Saal inf, psikologi /slami berada dalam fase perumusan clan pengembangan. setelah sekian lama tersungkur dalam fase terpesona dan tase kritik. Dalam  tulisan  ini digambarkan pula  alasan-alasan yang mendasari kelahiran dan pengembangan psiko/ogi  /slami, pengertian psikologi lslami, serta sikap-sikap para  psikolog terhadap psikologi lslami.
Validitas Prediktif Tes UPCM dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Psikologi UII Angkatan 2000 Mira Aliza Rachmawati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 15 (2003)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol8.iss15.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa tes UPCM mampu memprediksi perstasi belajar mahasiswa fakultas Psikologi UII angkatan 2000.Subjek penelitian yang digunakan dalm penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UII angkatan 2000 sebanyak 178 subjek yang memenuhi syarat sebanyak 170. Cara pengambilan datanya dengan menggunakan metode dokumentasi yang diperoleh dari PUSKOM UII untuk UPCM sedangkan IPK diperoleh dari Bagian Akademik Fakultas Psikologi UII.Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi product moment dari Pearson. Hasil yang diperoleh adalah antara total UPCM dengan IPK ganjil diperoleh koefisien korelasi sebesar r = 0,268 sedangkan koefisien korelasi antara total UPCM dengan IPK genap sebesar r = 0,263, koefisien korelasi yang diperoleh kurang dari 0,30. Hal ini menunjukkan suatu hasik yang tidak memuaskan karena koefisien korelasi yang dianggap memuaskan apabila lebih dari 0,30 (Azwar, 2000).Kata Kunci : Prestasi Belajar, UPCM, Validitas Prediktif
Hubungan Sikap Religius Dengan Rasa Bersalah Pada Remaja Akhir Yang Beragama Islam Mochamad Widjanarko
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss3.art5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap religius dengan rasa bersalah pada remaja akhir yang beragama Islam. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara sikap religius dengan rasa bersalah. Semakin tinggi sikap religius yang dimiliki semakin tinggi rasa bersalah pada remaja akhir tersebut. Subjek penelitian adalah remaja yang berusia 17 - 21 tahun yang duduk di bangku SMA, beragama Islam dan bertempat tinggal di Kecamatan Banyumanik Semarang berjumfah 100 orang Anafisis statistik yang diper­gunakan adalah teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis data me­nunjukkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara sikap religius dengan rasa bersalah pada remaja akhir yang beragama Islam. Kata kunci : Sikap religius, rasa bersalah, remaja akhir
Kepuasan Kerja Karyawan Ditinjau dari Persepsi Karyawan Terhadap Negative Expressed Emotion Pimpinan Meirizki Indah Wulan Ningrum; Sus Budiharto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 14 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol14.iss1.art2

Abstract

This reseach was aimed to examine the relation between employee's perceptions on leaders' negative expresssed emotion and work satisfaction. The hypothesis was the more negative employee's perception on leader's expresssed emotion, the lower work satisfaction would be and vice versa. The respondents in this reseach were government officials in Yogyakarta. Data collected using questionaires then analyzed by Spearman Rho technique. The results support the reseach hypothesis which the more positive employee's perception on leader's expresssed emotion, the higher employee's work satisfaction and vice versa (R = -0,227 p = 0,039).Keywords: perception on negative expressed emotion of leader, Job satisfaction