cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Building Self-Esteem in the Early Years Jenny Lukito Setiawan
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 20 (2005)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol10.iss20.art6

Abstract

This article looks at the practical ways of building self-esteem in the early years. It describes the concepts of self-esteem and characteristics of children with high self-esteem and those with low self-esteem. The practical ways of building self-esteem are discussed under the five essential components of self-esteem pointed out by Reasoner and Dusa (1991), which include sense of security, identity, belonging, purpose, and personal competence.Key words: self-esteem, sense of security, sense of identity, sense of belonging, sense of purpose, sense of personal competence
Subjective Well-Being Pada Individu yang Komitmen Bersedekah Di Kota Makassar Amirah Aminanty Agussalim
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 20 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol20.iss2.art4

Abstract

This study aims to determine the differences level of subjective well-being (SWB) in individuals who committed charity in the city of Makassar. Subjects in this study were members of the Community Charity Month Early in Makassar, a total of 30 subjects. This study used quantitative research methods. The research instrument consisted of a questionnaire Alms commitment to see the commitment of individuals in charity and scale of Positive Affect Negative Affect Schedule ■ Expanded Form to measure positive and negative affect on indivdu and Satisfaction with Life Scale used to measure the level of individual life satisfaction. Subjects in the study were measured three times to determine differences in the level of SWBBased on the analysis of research data, to the cognitive and affective aspects of the show that there was no significant difference in the level of SWB is based on three types of charity commitments are measured before the charity, a week after charity, and two weeks after the charity, individuals who committed to charity have a relatively constant level of SWB. Keywords: Subjective Weil-Being, Charity, Charity Commitment
Kebermaknaan Kerja dan Keterikatan Kerja: Sebuah Tinjauan Metaanalisis Mulyati, Rina
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art3

Abstract

Keterikatan kerja merupakan keadaan pikiran dan perasaan (state of mind) terkait dengan pekerjaan yang bersifat positif ditandai dengan adanya semangat (vigor), pengabdian (dedication), dan penyerapan (absorption). Salah satu cara untuk meningkatkan keterikatan kerja karyawan adalah dengan menumbuhkan kebermaknaan (meaningful work) di tempat kerja. Studi korelasi antara keterikatan kerja dan kebermaknaan kerja sudah cukup banyak dilakukan, namun memil iki hasil yang bervariasi. Studi metaanalisis ini dilakukan untuk mengkaji hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di bidang organisasi dan bertujuan untuk mengetahui apakah kebermaknaan kerja dan keterikatan kerja secara konsisten berkaitan. Hasil metaanalisis terhadap 30 studi dengan total subjek sebanyak 11,794 menunjukkan bahwa kebermaknaan kerja berkorelasi positif dengan keterikatan kerja dengan nilai korelasi sebesar .475 setelah kesalahan sampling terkoreksi dan r = .562 setelah koreksi kesalahan pengukuran.Kata Kunci: kebermaknaan kerja, keterikatan kerja, metaanalisisMeaningful Work and Work Engagement: A Meta-Analysis StudyAbstract. Work engagement is a state of mind associated with positive work that is characterized by vigor, dedication, and absorption. One of the ways to increase employee work engagement is by growing meaningfulness at work. The correlation studies between work engagement and meaningful work have been done quite a lot, but have varied results. This meta-analysis study was applied to examine the results of research that have been conducted by researchers in the field of organization and aims to find out whether meaningful work and work engagement are consistently related. The results of a meta-analysis of 30 studies with a total of 11,794 subjects showed that meaningful work was positively correlated with work engagement with a correlation value of .475 after corrected sampling error and r = .562 after correction of measurement error.Keywords: meaningful work, meta-analysis, work engagementArticle History:Received 25 February 2020Revised 30 May 2020Accepted 30 May 2020
Pengambilan Risiko pada Mahasiswa Bekerja Utami, Anggun Tri
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art9

Abstract

Kuliah sambil bekerja dapat menimbulkan perubahan dalam aktivitas belajar mahasiswa. Hal ini dapat berisiko terhadap aktivitas perkuliahannya. Setiap keputusan yang diambil pasti mengandung risiko. Ketidakpastian dari sebuah keputusan membuat sebagian individu tertarik untuk mengambil risiko. Individu yang mengambil risiko bertujuan mencapai hasil yang diinginkan tanpa menghiraukan risiko yang diperoleh dari keputusan yang diambil. Ketakutan akan kegagalan membuat individu enggan untuk mengambil risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengambilan risiko pada mahasiswa yang bekerja. Desai n penel it i an ini yai tu deskript if kuanti tat if. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 100 mahasiswa yang bekerja, minimal semester 5 dan berusia 18 – 25 tahun. Metode pengambilan data menggunakan skala Pengambilan Risiko dengan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengambilan risiko pada mahasiswa bekerja pada kategori sedang sebesar 75%, yang berarti bahwa mahasiswa yang bekerja cenderung memilih pekerjaan yang memil iki kesulitan sedang dan telah memperhitungkan risiko yang akan diperoleh, sehingga keputusan yang dipilih dapat terselesaikan secara maksimal.Kata Kunci: mahasiswa yang bekerja, pengambilan risiko, risikoThe Risk Taking among Working College StudentsAbstract. Lecture while working can cause changes in student learning activities. It can be risky for the lecture activities. Every decision taken must contain risks. The uncertainty of a decision makes some individuals interested in taking risks. Individuals who take risk aim to achieve the desired results regardless of the risk obtained from the decisions taken. Fear of failure makes individuals reluctant to take risks. The purpose of this study was to determine the picture of risk taking on working students. The design of this research was quantitative descriptive. The sampling technique was used in this study was a purposive sampling. The subjects were 100 working students, minimum of five semester, from 18 – 25 years old. The data collection method used was a Risk Taking scale with descriptive analysis. The results of the analysis shows that risk taking on working students in the medium category by 75%, which means that working students tend to choose jobs that have moderate difficulties and have calculated the risks to be obtained, so that the decisions chosen can be resolved maximally.Keywords: risk, risk taking, working studentsArticle History:Received 22 November 2019Revised 7 June 2020Accepted 7 June 2020
Keberfungsian Keluarga dan Kecanduan Internet pada Mahasiswa Thobagus Moh. Nu'man
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 21 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol21.iss2.art4

Abstract

Kecanduan internet menjadi ancaman bagi kesehatan individu maupun masyarakat secara luas. Keberfungsian keluarga yang buruk dipandang sebagai faktor resiko bagi individu mengalami kecanduan internet. Penelitian ini berupaya untuk mengungkap peran keberfungsian keluarga dalam kaitannya dengan kecanduan internet. Penelitian ini melibatkan 198 mahasiswa sebagai responden penelitian. Skala kecanduan internet digunakan untuk mengungkap kecanduan internet, sedangkan keberfungsian keluarga diukur dengan skala Family Assesment Device. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga memiliki korelasi yang sangat signifikan dengan kecanduan internet. Keberfungsian keluarga yang buruk dapat memprediksi kecenderungan seseorang untuk mengalami kecanduan internet.
Etnisitas, Dukungan dan Status Sosial Orangtua Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa Keturunan Tionghoa dan Jawa Wanadya Ayu Krishna Dewi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 21 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol21.iss2.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peran etnisitas, dukungan dan status sosial orangtua terhadap motivasi berprestasi siswa keturunan Tionghoa dan siswa Jawa. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling, mendapatkan 212 siswa (116 siswa Jawa, 62 siswa keturunan Tionghoa, 34 dari etnis lainnya).  Alat ukur terdiri dari skala motivasi berprestasi, skala dukungan orang tua, serta pertanyaan untuk mengetahui etnisitas dan status sosial orang tua. Kedua skala diketahui valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan motivasi berprestasi akademik antara siswa keturunan Tionghoa dan siswa Jawa (p=0,001, p<0,01) dan siswa keturunan Tionghoa memiliki rata-rata motivasi berprestasi yang lebih tinggi sebesar 5,236 daripada siswa Jawa.  Selanjutnya, terdapat pengaruh signifikan dukungan orangtua terhadap motivasi berprestasi siswa (p<0,01), terdapat pengaruh yang signifikan status sosial orangtua terhadap motivasi berprestasi siswa (Fhitung=5,0003 dan Ftabel=2,44), serta terdapat pengaruh signifikan etnisitas, dukungan dan status sosial orangtua secara bersama-sama terhadap motivasi berprestasi akademik siswa (p=0,001, p<0,01). Penelitian ini menunjukkan bahwa etnisitas, dukungan dan status sosial orangtua berperan terhadap motivasi berprestasi akademik siswa keturunan Tionghoa dan siswa Jawa
Peran Optimisme dan Dukungan Sosial terhadap Integritas Ego pada Lanjut Usia Purnamasari, Alfi; Dewi, Ismira
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art5

Abstract

Pada usia lanjut, individu mengalami perubahan pada seluruh aspek perkembangan. Salah satu yang berpengaruh pada perkembangan psikososial lanjut usia adalah integritas ego. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan optimisme terhadap integritas ego pada lanjut usia. Subjek penelitian sebanyak 61 orang yang berusia lebih dari 60 tahun dan berdomisili di kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampl ing. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala Optimisme, skala Dukungan Sosial, dan skala Integritas Ego. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimisme dan dukungan sosial secara bersama-sama akan memengaruhi integritas ego pada lansia, optimisme juga memil iki pengaruh yang positif terhadap integritas ego, namun dukungan sosial tidak memberikan dampak apapun terhadap integritas ego apabila tidak disertai dengan optimisme yang tinggi.Kata Kunci: dukungan sosial, integritas ego, lansia, optimismeThe Role of Optimism and Social Support in Ego Integrity among ElderlyAbstract. In elderly phase, individuals experience changes in all aspects of development that affect psychosocial development, one of them is ego integrity. The study aims to determine the relationship between social support and optimism on ego integrity among elderly. The subjects were 61 people over 60 years old lives in Yogyakarta. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The instruments used were Optimism scale, Social Support scale, and Ego Integrity scale. The data analysis technique used was regression analysis techniques. The result showed that optimism and social support together will affect ego integrity of the elderly, optimism also has a positive influence on ego integrity, but social support will not have any impact on ego integrity if it is not balanced with high optimism.Keywords: ego integrity, elderly people, optimism, social supportArticle History:Received 5 February 2020Revised 24 April 2020Accepted 30 May 2020
Gegar Budaya dan Motivasi Belajar pada Mahasiswa yang Merantau di Kota Makassar Basri, Cici Namira; Ridha, Andi Ahmad
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art1

Abstract

Kesulitan beradaptasi di lingkungan baru membuat mahasiswa perantau mengalami gegar budaya yang menyebabkan motivasi belajar mahasiswa menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gegar budaya dan motivasi belajar pada mahasiswa perantau. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian ini adalah 66 mahasiswa perantau berusia 19 – 22 tahun di Universitas X yang berasal dari luar provinsi Sulawesi Selatan yang diperoleh dari sembilan fakultas yang ada di Universitas X. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Gegar Budaya dan skala Motivasi Belajar. Hasil analisis data dengan uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara gegar budaya dan motivasi belajar. Semakin tinggi gegar budaya yang dialami mahasiswa perantau maka semakin rendah motivasi belajarnya. Gegar budaya memiliki sumbangan efektif terhadap variabel motivasi belajar sebesar 5.80% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan pentingnya meminimalisir gegar budaya agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa yang merantau.Kata Kunci: gegar budaya, mahasiswa rantau, motivasi belajarCulture Shock and Learning Motivation among Out-Migration’s Students in MakassarAbstract. Difficulty in adapting in new environments makes out-migration’s students experience culture shock that decrease students’ motivation to learn. This study aims to determine the relationship between culture shock and learning motivation in out-migration’s students. The method took a quantitative research. Samples were obtained using cluster random sampling technique. The subjects of this study were 66 out-migration’s students from 19 – 22 years old at X University from outside the Province of South Sulawesi, obtained from nine faculties at X University. Data collection was done using Culture Shock scale and Learning Motivation scale. The results of data analysis with Product Moment correlation test shows that there is a negative relationship between culture shock and learning motivation. The higher of the culture shock experienced by out-migration’s students, the lower the motivation to learn. Culture shock has an effective contribution to the learning motivation variable of 5.80% and the rest is influenced by other factors. This indicate the importance of minimizing culture shock in order to increase the learning motivation among out-migration’s students.Keywords: culture shock, motivation to learn, out-migration’s studentsArticle History:Received 17 October 2019Revised 18 April 2020Accepted 30 May 2020
Kepuasan Konsumen dan Intensi Pembelian Ulang Produk Kue Artis pada Mahasiswa Hutami, Nindita Devirahma; Priyatama, Aditya Nanda; Satwika, Pratista Arya
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art6

Abstract

Inovasi produk dalam bidang kuliner terus berkembang di Indonesia. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah kue artis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen dan intensi pembelian ulang produk kue artis pada mahasiswa di salah satu universitas di Surakarta. Penel itian ini menggunakan purposive sampl ing dengan sampel sebanyak 450 mahasiswa yang memiliki dua kriteria, yaitu mahasiswa S1 aktif di salah satu universitas di Surakarta serta pernah membeli produk kue artis secara langsung di gerainya. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa hipotesis diterima, sehingga terbukti ada hubungan yang signifikan antara kepuasan konsumen dan intensi pembelian ulang (p < .05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen, maka semakin tinggi pula niat konsumen untuk membeli ulang produk kue artis.Kata Kunci: kepuasan konsumen, intensi pembelian ulangCustomer Satisfaction and Repurchase Intention of Celebrity’s Cake Product among StudentsAbstract. Product innovation in culinary business always to grow in Indonesia. The celebrity’s cake product as an example of product innovation in culinary business. This study aims to determine the relation between customer satisfactions and repurchase intention of celebrity’s cake product on the students in one of universities in Surakarta. This study uses purposive sampling technique with 450 samples which has two criterions; undergraduate student in one of universities in Surakarta and has experienced of buying celebrity’s cake product by visiting the outlet. The hypothesis was accepted according to the result of the analysis, so that there was a significant relationship between customer satisfaction and repurchase intention (p < .05). The results showed that the higher the customer satisfaction, the higher the repurchase intention of celebrity’s cake product.Keywords: customer satisfaction, repurchase intentionArticle History: Received 29 September 2019Revised 30 May 2020Accepted 30 May 2020
Dukungan Sosial, Ketangguhan Pribadi, dan Stres Akulturasi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur di Salatiga Keo, Jitro Jemryes; Kristinawati, Wahyuni; Setiawan, Adi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art2

Abstract

Penelitian yang berfokus pada pengaruh dukungan sosial dan ketangguhan pribadi (hardiness) terhadap stres akulturasi masih perlu dikaji lebih lanjut. Hipotesis penelitian ini adalah adanya pengaruh simultan dan parsial antara dukungan sosial dan ketangguhan pribadi terhadap stres akulturasi pada mahasiswa perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Salatiga. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Stres Akulturasi, skala Ketangguhan Pribadi, dan skala Dukungan Sosial. Hasil pengumpulan data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier. Penelitian ini melibatkan 85 orang mahasiswa asal NTT. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa secara simultan, ketangguhan pribadi dan dukungan sosial berpengaruh terhadap stres akulturasi dengan nilai F = 5.32 dan tingkat signifikansi 0,007 (p < .05); tampak secara parsial, ketangguhan pribadi tidak berpengaruh terhadap stres yang ditunjukkan dari nilai t = -1.74 dan p > .05. Di sisi lain, dukungan sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap stres akulturasi yang ditunjukkan dari nilai t = -2.33 dan p < .05. Selanjutnya, berdasarkan analisis koefisien determinasi (R = .115), variabel ketangguhan pribadi dan dukungan sosial berpengaruh sebesar 11.50% terhadap stres akulturasi dengan sumbangan efektif variabel ketangguhan pribadi sebesar 4.39%, dukungan sosial sebesar 7.12%, dan sisanya sebesar 89.50% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini menunjukan bahwa dukungan sosial memiliki peran yang penting dalam menurukan stres akulturasi.Kata Kunci: dukungan sosial, ketangguhan pribadi, stres akulturasiSocial Support, Hardiness, and Acculturation Stress among East Nusa Tenggara’s Students in SalatigaAbstract. This research related to the influence between social support and hardiness on acculturative stress is still need to be examined further. The hypothesis of this study indicated that there was a simultaneous and partial influence between social support and hardiness on acculturative stress among overseas students from East Nusa Tenggara (NTT) in Salatiga. The data is collected by using Acculturation Stress scale, Hardiness scale, and Social Support scale as well as analyzed by linear regression analysis. This study involved 85 students from NTT. Statistical test results indicate that simultaneous hardiness and social support affect the acculturative stress with a value of F = 5.32 with a significance level of .007 (p < .05); and it appears that partially hardiness has no effect on stress as indicated by the value of t = -1.74 and p > .05. On the other hand, social support has a significant influence on acculturation stress as indicated by the value of t = -2.33 and p < .05. Furthermore, based on the analysis of the coefficient of determination (R = .115), hardiness and social support variables influence 11.50% on acculturative stress with an effective contribution of hardiness variables at 4.39%, social support at 7.12%, and the remaining 89.50% were influenced by other variables which were not examined in this study. The results indicate that social support contributed greater on acculturative stress compared to hardiness.Keywords: hardiness, social support, stress acculturationArticle History:Received 6 November 2019Revised 24 February 2020Accepted 30 May 2020

Page 10 of 46 | Total Record : 460