Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA KARYAWAN FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG mulyati mulyati
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2019): Logat: Jurnal Bahasa dan Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/logat.v6i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prinsip kesantunanberbahasa yang digunakan oleh karyawan yang meliputi maksim kearifan,maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksimkesepakatan, dan maksim simpati di Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini adalah teknik rekam dan teknik catat. Analisis data yangdigunakan adalah analisis proses pemaknaan. Data yang didapatkan melaluiproses observasi, perekaman dan catat kemudian dianalisis denganmenggunakan metode padan pragmatik dan metode agih. Adapun hasiltemuan dan analisis kesantunan berbahasa karyawan di Fakultas Keguruandan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang diperoleh 20data tuturan yang terdiri atas 3 tuturan maksim kearifan, 2 tuturan maksimkedermawanan, 3 tuturan maksim pujian, 3tuturan maksim kerendahan hati,5 tuturan maksim kesepakatan, dan 4 tuturan yang terkandung maksimsimpati serta dalam berkomunikasi antarkaryawan kesantunan berbahasasangat penting untuk diterapkan.
Kontribusi Minat Baca dan Bimbingan Belajar Orangtua terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Mulyati Mulyati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 18 (2004)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol9.iss18.art7

Abstract

This research is intended to determine whether or not there is a correlation between reading interest and parents’guidance in learning and the students’ learning achievement, either separately or simultaneously. The correlational research was conducted from April to August 2000. The population was students of the State Elementary Schools (SDN) in the District of Laweyan Surakarta in the 1999/2000 academic year. The sample was 30 students taken using stratified random sampling technique. A questionaire is used to measure reading interest and  parents’ guidance in learning. The data of the students’ achievements were collected by using documentation. Data were anaysed using correlation and regression. The result shows that: (1) there is a positive correlation between reading interest and students’ achievement  (r = .93) and a liner regression equation of Y = 1.080 + .072X1; (2) there is a positive correlation between parents’ guidance and students’ achievement  (r = .94) and a linear regression of Y = 2.121 + .061 X2,; (3) there is a simultaneous correlation between reading interest,  parents’ guidance in learning and the students’  achievement (R = .92) and a linear regression of Y  =  1.345+ .036 X1 + .033X2.Key words: learning achievement, reading interest, parent guidance.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI STRATEGI PREVIEW-QUESTION-READ-REFLECT-RECITE-REVIEW Mulyati Mulyati
Jurnal Analisa Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Terbit Bulan September Tahun 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i3.1223

Abstract

The study based on a lack of mathematical comprehension and representation. To overcome this, do research using preview-question-read-reflect-recite-review (PQ4R) strategy learning. This study looks at the enhancement of mathematical comprehension and representation ability among students who study mathematics with PQ4R strategy learning and conventional learning in terms of overall and category knowledge of prior mathematics students (high, medium, low). This study was quasi-experimental. The study design used was Nonequivalent Control Group Design using purposive sampling technique. The population in this study were senior high school students in Indramayu Academic Year 2012/2013. Research samples were senior students of class X. Instruments used in the study in the form of tests prior knowledge of mathematics, mathematical comprehension ability test, mathematical representation ability test, observations and questionnaires. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The quantitative analysis performed using independent sample t-test, and Two Way Anova test. The results showed that, (1) enhancement the mathematical comprehension dan representation ability PQ4R strategy learning students get better than students who received conventional learning in terms of overall and category knowledge of prior mathematics students; (2) there is significant interaction between learning and mathematical prior knowledge toward student’s mathematical comprehension and mathematical representation ability.
The Relationship Between Family Function and Adolescent Autonomy in The Rural and Urban Area Mulyati Mulyati; Kenty Martiastuti
Journal of Family Sciences Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.3.1.15-29

Abstract

This study aims to analyze the function of families in urban and rural areas as well as its relationship with adolescent autonomy by using cross sectional study method. The data collection time was conducted in September 2016. By proportional random sampling method, there were 72samples at SMPN 2 Bogor (representing urban area) and 72 people at SMPN 2 Parung (representing rural area). Research data includes family characteristics, family functions divided into 3 dimensions (10 sub-scales) and adolescent autonomy consisting of 3 dimensions (value, emotional and behavioral). To see the correlation, the Pearson Correlation test was used and to seedifferences in family function characteristics and gender-based autonomy was seen by the Independent T-test differential test. The results showed that the average score of family function in urban areas was 118.44, while in rural areas 121.12. This shows the function of families in ruralareas better than in urban areas. The average score of urban adolescent autonomy is 81.21, while in rural areas it is 77.29. This difference is significant at 99% confidence level. Adolescent autonomy is positively correlated with family function of personal growth dimension with correlation coefficient of 0.207 (at 95% confidence level). This shows that the better familyfunction then the better the adolescent autonomy.
TINJAUAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU DENGAN BETON Mulyati Mulyati
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 No. 2 Agustus 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu memiliki kuat tarik yang cukup tinggi, dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tulangan baja pada beton.  Bambu memiliki kelemahan, yaitu sifat kembang susutnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau kuat lekat tulangan bambu dengan beton.  Penelitian ini menggunakan jenis bambu Petung dan bambu Wulung yang berumur 2-3 tahun untuk dijadikan tulangan, kemudian bambu diberi perlakuan pengawetan dengan merendam dalam air, memberi lapisan kedap air dengan divernis, dan teknik pembuatan tulangan bambu dengan cara pilinan dan melilitkan dengan kawat.  Agregat campuran beton dengan komosisi 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian kerikil.  Pengujian yang dilakukan diantaranya adalah kuat tekan beton, kuat tarik bambu, dan kuat lekat tulangan bambu dengan beton. Hasil pengujian menunjukkan, bahwa kuat tekan beton pada umur 28 hari diperoleh sebesar14,06 MPa, kuat tarik bambu dengan lama perendaman 3 minggu diperoleh untuk bambu Petung tanpa buku dan dengan buku adalah 199 MPa dan 161 MPa, dan untuk bambu Wulung tanpa buku dan dengan buku adalah 182 MPa dan 168 MPa, serta kuat lekat tulangan bambu Petung pilinan, persegi vernis, persegi lilitan, bulat vernis, bulat lilitan adalah 0,62 MPa, 2,22 MPa,1,90 MPa, 1,70 MPa,1,49 MPa, dan kuat lekat tulangan bambu Wulung pilinan, persegi vernis, persegi lilitan, bulat vernis, bulat lilitan adalah 0,62 MPa, 1,33 MPa,0,95 MPa, 1,12 MPa,0,98 MPa.  Dengan demikian tulangan bambu persegi vernis menunjukkan kuat lekat yang tinggi pada beton. Kata Kunci: kuat lekat, tulangan bambu, beton
Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati Mulyati; Ziga Arkis
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan (curing) beton merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Perawatan beton dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode sesuai dengan jenis dan kondisi elemen struktur yang akan dirawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton yang dihasilkan dari beberapa metode perawatan beton yang digunakan, dan untuk mengetahui metode perawatan beton yang baik. Pada penelitian ini dibuat benda uji untuk campuran beton normal dengan kuat tekan rencana f’c = 18,675 MPa, menggunakan cetakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 12 buah untuk pengujian kuat tekan beton umur 28 hari. Perawatan beton menggunakan metode merendam dalam air, membasahi permukaan dengan air, membungkus dengan plastik hitam, dan membungkus dengan karung goni basah, yang dilakukan sampai umur pengujian kuat tekan beton. Dari hasil pengujian kuat tekan beton diperoleh besarnya nilai kuat tekan rata-rata benda uji beton untuk masing-masing metode perawatan beton adalah merendam dalam air sebesar 18,95 MPa, membasahi permukaan dengan air sebesar 13,70 MPa, membungkus dengan plastik hitam sebesar 18,93 MPa, dan membungkus dengan karung goni basah sebesar 17,41 MPa. Berdasarkan nilai kuat tekan beton yang diperoleh dapat diketahui bahwa perawatan beton metode merendam dalam air dan metode membungkus dengan plastik hitam dapat mencapai kuat tekan beton rencana, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa metode perawatan beton yang baik yaitu merendam dalam air dan membungkus dengan plastik hitam.Kata kunci: metode perawatan, kuat tekan, beton normal
ANALYSIS VEGETATION OF SHADE CORPSE FLOWER (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicholson) in PADANG TIJI SUB-DISTRICT of PIDIE DISTRICT Mulyati Mulyati; Djufri Djufri; Supriatno Supriatno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.199 KB)

Abstract

ABSTRACTCorpse flower (Amorphophallus paeoniifolius) is one of the seasonal herbaceous plants including familia Araceae that can grow well in the shade. The shade of vegetation can be used as the corpse flower habitat preferences in the region, making it easier to know the population of the largest corpse flower under the shade of vegetation. This study aims to determine the type of vegetation that the shelter and to find out how the diversity index of vegetation corpse flower shade in the Padang Tiji sub-district of Pidie district. The Research was done by finding the whereabouts of the corpse flower in Padang Tiji to key persons at the altitude of 200, 400 and 600, so it can be done later retrieval corpse flower shade vegetation data using squares method. At each elevation laid five plots area of each plot was 10 m x 10 m. Based on the analysis of vegetation that houses the corpse flower, found as many as 20 species from 11 familia. Corpse flower is found in the shade of a tree Sterculia alata and Areca catechu, so that both species have the highest among other species on the third altitude. Additionally, Leea aequata and Eupatorium odoratum are also shade of vegetation that were dominant at the three altitudes for the habitus of shrubs / bushes. Thus, the corpse flower shade preferences can be known from the type of vegetation shading. Vegetation diversity index auspices of the corpse flower has a lower category either on habitus trees or shrubs / bushes.Keywords: the corpse flower, vegetation, shade, diversity index.
Kemajuan Visus Penderita Retinopati Diabetik yang Diterapi dengan Laser Fotokoagulasi dan atau Injeksi Intravitreal di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang Mulyati Mulyati; Ramzi Amin; Budi Santoso
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i2.2754

Abstract

Retinopati diabetes adalah kelainan retina yang ditemukan pada penderita diabetes melitus. Insiden retinopati diabetik mencapai 40-50% penderita diabetes dan prognosisnya yang kurang baik terutama bagi tajam penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan visus penderita retinopati diabetik berdasarkan penatalaksanaan dengan laser fotokoagulasi dan atau injeksi intravitreal anti VEGF. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Penelitian dilaksanakan di Bagian Mata RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan data yang berasal dari Bagian Rekam Medik Rawat Jalan periode Januari 2012 sampai Juni 2014. Dari 155 arsip pasien retinopati diabetik diperoleh 43 penderita retinopati diabetik yang memenuhi kriteria. Perempuan adalah kelompok yang paling banyak menderita retinopati diabetik 62,8%. Kelompok usia yang paling banyak menderita retinopati diabetik adalah 46-58 tahun (69,8%). Pasien terbanyak didiagnosis dengan PDR (64,3%). Penderita banyak dilakukan tindakan injeksi intravitreal anti VEGF meskipun persentase kemajuan visus lebih besar pada tindakan laser fotokoagulasi.
PERSEPKTIF BARU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MENUJU SEKOLAH UNGGULAN DI ERA MILENIAL Mulyati Mulyati
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 2 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.999 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i2.4256

Abstract

 Abstrak: Tulisan ini bertujuan menjelaskan secara mendalam tentang persepktif baru tentang kepemimpinana kepala sekolah menuju sekolah unggulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam tentang persepktif baru kepemimpinan kepala sekolah menuju sekolah unggulan di era milenial. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mendapatkan penjelasan yang mendalam tentang perspektif baru kepemimpinan kepala sekolah terhadap sekolah unggulan di era milenium. Berdasarkan hasil analisis mendalam secara teoretis ditemukan bahwa perspektif baru kepemimpinan kepala sekolah di era milenium harus melibatkan semua pihak, tidak hanya yang terdapat di dalam sekolah melainkan pihak yang terdapat di luar sekolah. Semua perencanaan dan organisasi sekolah, pengambilan keputusan, dan pengambilan kebijakan dibahas secara demokratis dengan semua staf dan kepala sekolah. Alat-alat pendidikan yang mendasari telah memadai dalam mendukung dan meningkatkan kualitas hasil. Partisipasi orang masih dalam mencari anggaran dan digunakan untuk kegiatan operasional pendidikan. Berdasarkan diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa memiliki kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dapat mengantarkan sekolah menjadi sekolah ungguklan di masa depan, terutama di era milenium ini. Manfaat lain menjadi sekolah unggulan adalah membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu pendidikan yang berkualitas. Kata kunci: Perspektif baru, kepemimpinan, sekolah Unggulan, era milenium
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Saintifik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Materi Faktor Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi pada Peserta Didik Kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2019/2020 Mulyati Mulyati
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.776 KB) | DOI: 10.32585/jp.v29i2.747

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Kimia melalui pendekatan saintifik. 2) Menguji peningkatan aktivitas dan hasil belajar Kimia dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada Semester Gasal tahun pelajaran 2019/2020 di kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar Kimia materi “faktor luas permukaan terhadap laju reaksi” peserta didik kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Gemolong Sragen tahun pelajaran 2019/2020. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil belajar peserta didik pada tahap siklus I, dan siklus II yang mengalami kenaikan hasil belajar. Nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 3,80 yaitu 76,36 pada siklus I dan 80,16 pada siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat sebesar 30,55 yaitu 52,78,00% pada siklus I dan 83,33% pada siklus II. Rata-rata aktivitas belajar peserta didik meningkat sebesar 13,19% yaitu 72,92% pada siklus I dan 86,11% pada siklus II.