cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Keikatan Kerja Karyawan Ditinjau dari Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lily Marian; Haryanto F. Rosyid
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 14 (2002)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol7.iss14.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya keselamatan dan kesehatan ekrja dengan keikatan kerja karyawan. Rumusan hipotesis yang diuji dalam penelitian ini ialah: ada hubungan positif antara budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan keikatan kerja karyawan. Subjek penelitian terdiri atas 94 orang karyawan yang telah memiliki masa kerja minimal 1 tahun, dan pendidikan minimal sLTA atau sederajat pada sebuah industri tekstil di kawasan Surakarta. Program korelasi product moment dari Pearson digunakan untuk menguji kebenaran rumusan hipotesis di atas. Analisis data yang dilakukan menghasilkan koefisien korelasi antara variabel budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan variabel keikatan kerja sebesar (r)=0,771; p, 0,01.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima, berarti ada hubungan positif antara variabel budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan keikatan kerja karyawan. Hasil lain yang perlu diperhatikan ialah budaya keselamatan dan kesehatan kerja menyumbang sebesar 59,5% terhadap pembentukan keikatan kerja (koefisien determinan r2 = 0,595; sedangkan sisanya sebesar 40,5 % disumbangakan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata Kunci : budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keikatan kerja.
Kesepian Ditinjau dari Kualitas Komunikasi pada Remaja dengan Orangtua Tunggal Rizqa Ayu Savitri; Ratna Syifa'a Rahmahana
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 14 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol14.iss1.art7

Abstract

The purpose of this research was to examine the relations between parent's communication quality and level of loneliness in their adolescence's children. The hypothesis was the higher the quality of parent's communication with their teen children, the less lonely they would be. The respondents were high School students with 14-20 years of age from single parents' family. Data collections were using Loneliness Scales (Weiss1994; Mustikasari, 2002) and Communication Quality Scale (Laswell & Laswell, 1987; Suwantoro, 1997). Data analyzes using statistical method with Product Moment Technique from Pearson. The parent's communication quality was found to be negatively correlated to teen's level of loneliness. The higher the quality of communication between parents with their teens children, the less lonely they would become (r =-0,712; p = 0,000). The quality of communication itself contributed 50,7% to the respondents' level of loneliness while 49,3% of other factors still unidentified and need further investigation.Keywords: quality of communication, loneliness, single parent.
Makna Suluk pada Lansia Anggota Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Misykah N. Birohmatika; R. Rachmy Diana
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 2 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss2.art5

Abstract

This study aims to know the meaningful of dynamics life through the spiritual process in the eldery of the member of Congregation Jemaah Naqsyabandiyah that has followed suluk. Suluk is ritual series in mysticism to get the next stages or to improve “maqam” for the retire ways from the world and some rituals that are directed by murshid with the sole purpose of approach to Allah SWT. The kind of the research is fenomenologik and the characteristic of the research is Qualitative descriptive. The data are collected using observation and interview. Tematik analysis was used in data analysis. This research took 3 people as informants. The result showed that the semeleh concept emerged from the meaning of mysticism. Semeleh illustrated with submission of life, sobriety, confidence, sincerity to receive God's destiny, readiness to face death and no longer prioritize the worldly affairs. Impacts that arise in the behavior of the discipline, commitment and consistency in worship.Keywords: Meaning, Suluk
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Burnout Pada Perawat Putri Di Rumah Sakit Swasta Taufik Nur Rohman; Nanik Prihartanti; Haryanto F. Rosyid
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 4 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss4.art7

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah memeriksa hubungan antara dukungan sosial dan burnout di sebuah rumah sakit swasta di Surakarta, Jawa Tengah.Subjek penelitian terdiri atas 45 perawat putri di rumah sakit tersebut. Dua skala digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) skala dukungan sosial dirancang unruk mengukur dukungan sosial, terdiri atas empat aspek:perhatian emosional, dukungan instrumental, penyediaan intormasi, danadanya penilaian. (2) skala burnout lerdiri atas tiga aspek, yaitu: kelelahan fisik, kelefahan mental. dan kelelahan emosional. Hasil analisis produk momen menunjukkan adanya korefasi negatif dan signifikan antara dukungan sosial dan burnout di antara para perawat putri di rumah sakitswasta.Kata kunci: dukungan sosial, burnout, perawat putri
Peran Koping Religius dan Kesejahteraan Subjektif Terhadap Stres pada Anggota Bintara Polisi di Polres Kebumen Amalia Juniarly
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss1.art1

Abstract

This study aims to determine the role of religious coping and subjective well-being to stress on the non-commissioned members of the police at the police resort Kebumen. Research subjects were the non-commissioned members of the Sabhara police force at police resort Kebumen and muslims. Data collection methods used scale. The results were analyzed using partial correlation analysis. Coefficient correlation between stress and religious coping of - 0.517 with p = 0.000 (p <0.01), while the coefficient of correlation with subjective well-being of - 0.309 with p = 0.022 (p> 0.01). This suggests that there was a significant negative correlation between religious coping, subjective well-being and stress. The higher religious coping and subjective well-being levels, the lower the stress levels. In other words, stress can be predicted based on religious coping and subjective well-being. Thus, the hypothesis accepted.Keywords: Religious Coping, Subjective Well-Being, Stress
Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Dalam Paradigma Penelitian Perilaku Siri dan Kesehatan Mental Syamsul Bachri Thalib
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 7 (1999)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif dalam masalah perilaku siri dan kesehatan mental. lsu dan kontroversl bahwa dasar psikologi dan paradigma yang berbeda sehingga keduanya tidak dapat dipadukan tidaklah akurat karena keduanya menunjukkan unsur·unsur yang dapat memadukan kedua pendekatsn itu. Perpaduan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pendekatan kualitatif sebagai fasilitator pendekatan kuantitatif, pendekatan kuantitatif sebagai fasifitator pendekatan kuafitatif, dan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara seimbang. Kata kunci : pendekatan kualitatif, pendekatan kuantitatif, perilakusiri, kesehatao mental.
Tema-Tema Mimpi Psiko-Spiritual Kyai Fuad Nashori
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 10 (2000)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema-tema mimpi psiko-spiritual kyai. Secara umum, tema-tema mimpi psiko-spiritual dibedakan menjadi empat, yaitu prediksi, retrospeksi, petunjuk dan peringatan. Respondennya adalah lima kyai pengasuh pondok pesantren yang tinggal di Yogyakarta. Untuk mengetahui tema-tema mimpi kyai dilakukan wawancara. Setelah dilakukan wawancara dengan sejumlah kyai pengasuh Pondok Pesantren di Yogyakarta diketahui bahwa mimpi-mimpi yang dialami kyai banyak yang berdimensi psiko-spiritual. Tema-tama mimpi kyai meliputi mimpi psiko-spiritual yang berisi retrospeksi (bertemu Nabi Muhammad, bertemu Nabi Khidzir), prediksi (sumur yang tak habis airnya walau ditimba terus menerus, kursi yang diperoleh partai, merapai akan meletus), petunjuk (pendirian pos kesehatan pondok pesantren, obat untuk menyembuhkan penyakit, meniru ibrahim yang tabah menjalani kesulitan hidup), peringatan (jauhi seseorang yang diinginkan sebagai calon jodoh, hindari warna merah).  Kata Kunci    :    Tema mimpi, Kyai, Mimpi prediktif, Mimpi Retrospektif
Pemaknaan Hidup (Meaning in Life) dalam Kajian Psikologi Fridayanti Fridayanti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 18 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol18.iss2.art8

Abstract

This article is the result ofcontemplation about the concept ofmeaning of life. The meaning of life is very important in optimizing the function of humanity, especially when faced to a situation that is full load and pressure. The concept of meaning of life affects individual well-being and happiness. Psychologists, particularly positive psychologists, has been trying to formulate the concept of the meaning of life, however, the breadth and complexities of life make meaning of the concept definition and operationalization of this concept to be very diverse. This article gives an overview of the breadth of understanding of the meaning of life, definition, and operationalization of the meaning of life which has been formulated by experts.Keyword: meaning in life, situational meaning, personal meaning
Dinamika Psikologis Untuk Berhenti Merokok Warga Muhammadiyah Kecamatan Kalasan Sleman Casmini Casmini
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss2.art4

Abstract

To stop smoking is difficult. This qualitative research describes psychological dynamics of five smokers of Muhammadiyah members in responding thefatwa ofthe Majelis Tarjih and Tajdid Muhammadiyah that smoking is haram. The data were collected using in-depth interviews and using projective test, Sentence Completion Test (SCT). The projective test was conducted to 25 respondents. The results describe how difficult to change habit from smoking to not-smoking. Smoking fatwa has been received on the plains of cognitive and affective but not yet at the level of behavior. For example, smokers began to think to quit smoking andfeel uncomfortable againstfellow members of the Muhammadiyah. Keywords: psychological dynamics, stop smoking
Desain Sistem Pembelajaran untuk Meningkatkan Efikasi Diri terhadap Karirs Siswa Tekad Wahyono
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 12 (2001)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol6.iss12.art1

Abstract

 Peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja sering menimbulkan permasa/ahan serius, tidak hanya menyangkut permasalahan ekonomi, tetapijuga psikologis. Memperhatikan kondisi tersebut program persiapan menuju dunia kerja yang terintegrasi  sangat perlu difakukan untukmembantu siswa mengatasi permasa/ahan-permasalahan yang muncul. Sistem pembelajaran Yang mampu menghubungkanjenis pendidikan yang di/akukan di sekolah dengan persyaratan dunia kerja bertujuan untukmeningkatkan struktur efikasi diri siswa terhadap karimya. Sistem pembe/ajaran yang dapat meningkatkan keyakinan efikasi diri  siswa terhadap karir tersebut dinamakan pembelajaran kontekstual (contextual learning), pembelaiaran berdasarl<anpennasalahan(prob/em-basedleaming) dan pembelajaran berdasarkan komunitas (community-based learning).Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami cara peningkatan efikasi diri terhadap karir siswa me/alui desain sistem pembefajaran agar dapat mengatasi permasalahan yang muncul selama masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Kata  Kunci: sistem  pembelajaran, efikasi diri terhadap karir, siswaÂ