cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Analisis Properti Psikometri Career Adapt-Ability Scale pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nyayu Nazihah Khairunnisa; Anissa Lestari Kadiyono; Witriani Witriani
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss2.art5

Abstract

Sebagai dampak dari perkembangan dunia kerja yang semakin fleksibel, individu dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi dalam konteks karier yang disebut dengan career adaptability. Career Adapt-Ability Scale merupakan alat ukur yang disusun oleh Savickas & Porfeli ditujukan untuk mengukur career adaptability. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi properti psikometri Career Adapt-Ability Scale yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini berjumlah 121 orang dengan rentang usia 14 – 17 tahun. Penelitian ini dibagi ke dalam dua tahapan: Pertama, melakukan uji reliabilitas melalui internal consistency dengan mengevaluasi nilai koefisien Cronbach’s alpha dan melalui analisis item discrimination dengan mengevaluasi nilai corrected-item total correlation pada masing-masing item. Hasilnya menunjukkan bahwa alat ukur CAAS dapat diandalkan dan memiliki reliabilitas yang baik (alfa = 0,746 – 0,923). Kedua, menguji validitas konstruk menggunakan confirmatory factor analysis, hasilnya menunjukkan bahwa data yang ada sesuai dengan model teori career adaptability dan setiap item pada alat ukur CAAS terbukti signifikan dalam mengukur dimensinya pada konstruk career adaptability. Dengan demikian, disimpulkan bahwa alat ukur CAAS ini dapat diandalkan untuk mengukur career adaptability
Hubungan Openness to Experience terhadap Perilaku Kerja Inovatif: Peran Ambidextrous Organization Culture sebagai Moderator Brianita Riga Pratiwi; Alice Salendu
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss2.art7

Abstract

Innovative work behavior is one of the keys to trust and success for organizations. In this era, how to form employees is a challenge and important for innovative organizations to see the factors that cause innovative behavior in their employees. This study involved three variables, namely openness to experience, ambidextrous organizational culture, and innovative work behavior. By using 3 measuring instruments, namely The Big Five Personality Inventory (BFI), Innovation Behavior Scale, and Ambidextreus Organizational Scale, as many as 127 respondents were obtained using the bold self-report method. Researchers examined the moderating role of ambidextrous organizational culture as analyzed by the PROCESS statistical technique developed by Hayes. The results showed a positive relationship between OTE and ambidextrous organizational culture was proven to be a significant predictor of employee innovative work behavior. F = 25.1475, p < .001, R2 = .384. From these results, it can be calculated that 38.4% variants of the two predictions have a significant effect on innovative work behavior. However, through the analysis it is also known that there is no significant interaction between the ambidextrous organizational culture variables, thus the the first hypothesis is accepted but not the second hypothesis. The result of this research can help companies to identify openness traits of the prospective employees. 
Indexing, Abstracting, dan Archiving Indexing, Abstracting, dan Archiving Indexing, Abstracting, dan Archiving
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi Berbasis Digital Efektif Meningkatkan Kemampuan Matematika pada Siswa: Studi Metaanalisis Cynthia Vivian Purwanto; Ananta Yudiarso
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss2.art3

Abstract

Numeracy is one of the most necessary skills needed. However, not every student has sufficient numeracy, therefore it is needed an effective intervention to improve students’ mathematics skill. The widely use of technology in education has provided a breakthrough for conducting digital-based interventions in learning mathematics. This study goal is to review the literature which measures the effectiveness of digital-based intervention to improve mathematics skill. Meta-analysis done to eighteen journals published in the past decade with 1,721 participants of experiment group and 1,219 participants of control groups which are relevant to this study. Based on mean differences (M, SD, and n) analysis, it is found that the effect size was g = .492 (95% CI = [.287, .706]; p < .001; I2 (inconsistency) = 84.43%). This shows that the effect size obtained is similar to Benavides-Varela et al. (2020) study which found digital-based interventions are effective to improve dyscalculia students’ mathematics skill. There is also no evidence which shows level of education affects the use of digital intervention to improve students’ mathematics skill (p = .359). The effect size obtained while using level of education as moderator is g =.398 (95% CI = [-.483, .175]; p < .001; I2 (inconsistency) = 84.02%). Therefore, educators can use digital media as a tool to support students’ mathematics learning, both at the preschool to college level.
Distres sebagai Mediator antara Resiliensi dan Well-being pada Dewasa di Indonesia Fariza Nur Shabrina; Grace Elizabeth Romorani Sigumonrong; Nabila Isnandini; Syora Alya Eka Putri
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss2.art6

Abstract

COVID-19 merupakan situasi yang menimbulkan stres, di luar kendali individu, dan berdampak buruk pada well-being. Pada situasi stres, resiliensi dinilai sebagai faktor protektif dari well-being yang ditandai dengan optimisme dan fleksibilitas kognitif. Individu yang resilien dengan kata lain berpotensi memiliki persepsi distres psikologis rendah sehingga memiliki well-being yang baik bahkan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini melihat peran distres psikologis sebagai mediator dalam hubungan antara resiliensi dan well-being pada situasi COVID-19 di Indonesia. Pengambilan data dilakukan menggunakan survei online dengan tiga alat ukur berbentuk self-reported inventory yaitu HSCL-10, RS-14, dan MHC-SF. Hasil analisis mediasi dari 260 partisipan menunjukan bahwa distres psikologis berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara resiliensi dan well-being. Semakin tinggi resiliensi, maka semakin positif individu melihat situasi mereka yang ditandai dengan rendahnya distres psikologis. Distres psikologis yang rendah kemudian berpengaruh terhadap peningkatan well-being. Hasil penelitian ini menguatkan pentingnya peran persepsi kognitif terhadap well-being selama kondisi pandemi COVID-19. Intervensi psikologis dalam bentuk peningkatan fleksibilitas kognitif dan pendekatan mindfulness dapat menjadi alternatif dalam menanggulangi dampak negatif COVID-19 terhadap well-being.
Keseimbangan Kehidupan-Kerja, Komitmen Organisasi, dan Perilaku Kewargaan Organisasi Karyawan Bank Syariah Ghaisa Marin Hartono; Arum Etikariena
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss2.art9

Abstract

PT Bank Syariah XYZ is currently working to improve company efficiency by bringing out the organizational citizenship behavior of its employees. Organizational citizenship behavior is an initiative behavior of employees, beyond their required job duties. Based on social exchange theory, organizational citizenship behavior can be generated if there is an equal two-way exchange between employees and the organization. Previous studies also shown that by giving employees an opportunity to get a work-life balance, employee commitment to the organization will increase and leads to the emergence of organizational citizenship behavior among them. Therefore, this study aims to examine the effect of work-life balance on employee organizational citizenship behavior through the role of organizational commitment as a mediator. This research is a quantitative study using an adaptive questionnaire: OCB-C short version from Spector et al. (2010), the work-life balance scale from Hill et al. (2001), and Organizational Commitment from Mowday (1979). Respondents were 154 permanent employees of PT Bank Syariah XYZ Head Office. The analysis results by PROCESS Hayes showed the coefficient value = .42; p < .05; R2 = 28%; 95% CI [.25, .60]. This means that organizational commitment acts as a complete mediator on the effect of work-life balance on organizational citizenship behavior with a proportion of 28% of the total effect of the model. The results of this study are expected to provide insight for the organization to creat more positive work behavior by implementing proactive policies that can minimize conflicts between work and personal life
Pengaruh Manajaemen Interpersonal Kelompok Efektif Objektif (MIKEO) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Perusahaan Di Jawa Timur Asip F. Hadipranata
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 1 (1996)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MIKEO (Manajemen Interpersonal Kelompck Efektif Objektil) ada/ah sebuah gagasan intervensi bagi peningkatan produktivitas karyawan. Dalam penelitian ini  diasumsikan pendekatan MIKED berpengaruh secara positif terhadap peningkatkan produktivitas  kerja karyawan. Penefitian ini melibatkan 300subjek penelitian, yang terdiri atas karyawan perusahaan besar berstatus BUMN yang berjumlah  180 orang dan karyawan perusahaan kecil berstatus BUMS yang berjumlah 120  or­ ang, keduanya di Jawa Timur.  Hasif penefitlan mengungkapkan bahwa karyawan yang dikenai perlakuan MIKED menunjukkan peningkatan produktivitas kerja yang Jebih tinggi dibandingkan karyawan yang tidakdikenai MIKED.
Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus Of Control Pada Remaja Putri Lina Lina; Haryanto F. Rosyid
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 4 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss4.art1

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini ialah mengetahui adanya perbedaan perilaku konsumtif remaja putri yang berorientasi locus of control internal dengan yang berorientasi ekstemal. Hipotesis yang diajukan ialah terdapat perbedaan perilaku konsumtif antara remaja ber-loc internal dengan remaja ber-loc eksternal.Subjek penelitian ialah siswa-siswa kelas II berusia antara 16 sampai dengan 18 tahun pada sebuah SMU swasta khusus putri di Kodya Yog­yakarta. Data diperoleh melafui penggunaan angket perilaku konsumtit, dan skala IPC-LOC, serta angket mengenai kepemilikan uang saku siswa.Analisis data menggunakan program analisis kovariansi.Hasil analisis data menuruukken ada perbedaan (F = 27, 788; p<0,01 ).Subjek ber-loc internal mempunyai rerata perilaku konsumtit (M,,_ = 59,064)lebih rendah dari pada kelompok subjek ber-loc eksternal (M.s = 79,023).Hasil ini membuktikan bahwa locus of control berperan di dalam munculnyaperilaku konsumtif pada remaja putri. Kata kunci: perilaku konsumtif, locus of control, remaja putri
Religusitas Dan Motif Berprestasi Mahasiswa Qurotul Uyun
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 6 (1998)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol3.iss6.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara tingkat religiusitas dengan motif berprestasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adatah 1) Hipotesis Mayor. Ada korelasi positif antara religiusitas dan motif berprestasi. 2) Hipotesis Minor: (a). Ada korelasi positif antarareligiusitas dimensi ideologis dengan motif berprestasi, (b). Ada korelasipositif antara religiusitas dimensi ritualistik dengan motif berprestasi,(c). Ada koretasi positif anlara religiusitas dimensi eksperiensial dengan motif berprestasi, (d). Ada korelasi positif antara religiuSitas dimensi konsekuensial dengan motif berprestasi, (e). Ada korelasi positif antarareligiusltas dimensi intelektual dengan motil berprestasi. Subjekpenelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UII angkatan 1997sejumlah 136.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antararetigiusitas pada dimensi eksperiensial, dimensi konsekuensiat, dimensiritualistik, dan dimensi ideologis terhadap motif berprestasi. Dimensiintelektual tidak menunJukkan korelasi positif terhadap motif berprestasi. Kata Kunci : motif berprestasi, dimensi religiusitas, ideologis, ri· tualistik, eksperiensial, konsekuensial, intetektual.
PSIKOLOGI DAN TANTANGAN MILENIUM KETIGA: Dampak Teknologi Internet pada Kehidupan Manusia dan Pengelolaan Institusi Pendidikan Psikologi Djamaludin Ancok
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 9 (2000)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menelaah berbagai macam tantangan milenium ketiga, pengaruhnya terhadap institusi pendidikan psikologi, dan keharusan institusi pendidikan psikologi untuk menyikapinya secara tepat. Menurut penulis, institusi pendidikan psikologi semestinya melakukan pergeseran paradigma, yaitu (a) dari paradigma independensi ke paradigma interdependensi, (b) dari berfokus pada ukuran dan skala besar ke fokus pada kecepatan dan daya reaksi, (c) dari paradigma hirarki ke paradigma kompetensi, (d) dari gaya kepemimpinan otoriter ke gaya kepemimpinan partisipatif, (e) dari sikap reaktif ke sikap proaktif, (f) dari kurikulum pendidikan yang kaku dan terdesentralisasi ke kurikulum pendidikan yang adaptif.  Kata Kunci    :   Psikologi, milenium ketiga, teknologi internet, institusi psikologiÂ