cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Hubungan Budaya Perusahaan dengan Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. “X”, Yogyakarta Murdiasih Murdiasih
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 15 (2003)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol8.iss15.art7

Abstract

Study was carried out with the objective to find outthe relationship between corporate culture and working satisfaction of the employees. Hypothesis was postulated that there is a positive relationship between the corporate culture and working satisfaction of the employees. The study used methodology comprising of 120 persons were taken as samples from 512 people total employees of “X”, a tanning factory who hade been worked at least for 6 months, and minimum level of junior high school education. As tools for data collection were questionnaire for corporate culture measurement and modified Minnesota Satisfaction Questionnaire for working satisfaction determination. Regression analysis of the data was applied for testing the relationship. Result of regression analysis showed that very significantly positive relationship. (r= 0,863 ; p = 0,000) between corporate culture and working satisfaction was found. In conclussion there is a positive relationship between corporate culture and working satisfaction of the employees.Key Words : corporate culture, employees, working satisfaction
Tingkat Aspirasi Dalam Memilih Program Studi Di Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Inteligensi dan Jenis Kelamin Asmadi Alsa
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss3.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah ada korelasi antarainteligensi dan tingkat aspiras, dalam memilih program studi di perguruantinggi dan (2) apakah ada perbedaan tingkat aspirasi dalam memilih pro· gram studi di perguruan tinggi antara pelajar laki-laki dan pelajar perempuan.Subjek penelitiannya sebanyak 210 pelajar lulusan SMA jurusan A3 (IPS),terdiri atas 102 pelajar laki-laki dan 108 pelajar perempuan yang sedangmengikuti bimbingan belajar reguler di Lembaga Pendidikan Gama Exacta Yogyakarta pada tahun 1996. Variabel tingkat aspiras, diukur dengan skala paired comparison, variabel inteligensi diukur dengan tes inteligensi Advanced Progressive Matrices, sedangkan variabel jenis kelamin dicatat dari identitas subjek yang tertera dalam skala. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik, menggunakan teknik korelasi pro­duct moment dan ujl-t.Kesimpulan penelitian ialah (1) terdapat korelasi pos1tif yang sangatsignifikan antara intefigensi dan tingkat aspirasi dafam memilih programstudi di perguruan tingg1; (2) terdapat perbedaan tingkat aspirasi dalammemum program studi di perguruan tmggi yang sangat s,gnifikan antarapelajar lak1-faki dan pelajar perempuan. Pe/ajar laki·laki memiliki tingkataspirasi yang lebih tinggi daripada pefa1ar perempuan dalam mem11lh pro­gram studi di perguruan tinggi. Kata kunci : Tingkat aspirasl. program studi. inteligensi, jenis kelamin
Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Tuntutan dan Harapan Sekolah dengan Derajat Stres Siswa Sekolah Plus Uly Gusniarti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 13 (2002)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol7.iss13.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara persepsi siswa terhadap tuntutan dan harapan sekolah dengan derajat stres siswa di SMU Plus. Pengambilan data dilakukan di Sekolah Menengah Umum Negeri 8 Bukit Duri Jakarta Selatan. Subjek penelitian adalah siswa kelas satu dengan usia 14-17 tahun sebanyak 81 orang. Teknik sampling yang digunkan adalah simple random sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur persepsi siswa terhadap tuntutan dan harapan sekolah dan skala untuk mengukur stres siswa. Hipotesis penelitian diuji dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil korelasi diperoleh rs=0,4774 (taraf significansi 95%) dengan t hitung = 4,8291. Hal ini menunjukkkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi siswa terhadap tuntutan dan harapan sekolah dengan derajat stres siswa. Artinya semakin siswa mempersepsikan tuntutan dan harapan sekolahnya sebagai ancaman dan beban, semakin tinggi stres yang cenderung dirasakannya. Tuntutan dan harapan sekolah terbesar yang siswa rasakan adalah yang berhubugnan dengan keharusan mencapai prestasi dan keunggulan (rs=0,4499 dengan t hitung =4,47750 serta adanya pengayaan kegiatan belajar mengajar (rs=0,2266 dengan t hitung = 2,0679). Tuntutan dan harapan sekolah dalam hal kedisiplinan tidak dirasakan siswa sebagai beban (rs=0,1153 dengan t hitung = 1,0317). Tingkat stres yang tinggi pada 50,62% siswa tidak membuat siswa menurun prestasinya, tetapi dapat membuat siswa merasa tertantang utnuk berprestasi lebih baik.Kata Kunci : Persepsi terhadap tuntutan dan harapan, derajat stres, sekolah plus
Peran Intensitas Interaksi Dengan Teman Di Lingkungan Pergaulan Sekolah Terhadap Sikap Konsumtif Mahdalela Mahdalela
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 5 (1998)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol3.iss5.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intensitas interaksi remaja SMU dengan teman sekolah terhadap sikap konsumtifnya, khususnya remaja SMU BOPKRI I Yogyakarta Yang berusia antara 15 tahun sampai 18 tahun. Siswa-siswi SMU BOPKRI I Yogyakarta dipilih sebagai subjek penelitian dengan pertimbangan bahwa SMU BOPKRI I Yogyakarta terletak di pusat kota Yogyakarta yang dikelilingi oleh pusat-pusat hiburan maupun pusat pertokoan, sehingga memungkinkan siswa-siswinya lebih cepat terpengaruh dengan informasi yang ditawarkan para produsen. Jumlah subjek sebanyak 200orang. P,engumpulan data dilakukan dengan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis korelasional. Hasil analisis menunjukkan korelasi negatif (r= -0.115; p = 0.053). Peran intensitas interaksi terhadap sikap konsumtit tidak signifikan. Kata Kunci: lntensitas interaksi, sikap konsumtlf, kelompok referens,konsep diri positif, konsep diri negatif
Alternatif Model Kepemimpinan pada Era Globalisasi Nida Hasanati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss1.art7

Abstract

The current global situation is characterized by a variety of leadership requires a paradigm change in accordance with change itself. Leaders who have superior characteristics and exhibit adaptive behaviors to change, leaders are able to capture the phenomenon in the leadership and understand who the followers, so the process of directing, guiding, motivating and preparing future leaders can be achieved with good. This paper intends to provide an overview of the changes in the present paradigm, trying to see the similarities between transformational leadership as the present leadership with recognized leadership rooted in Indonesian society and initiated by Ki Hajar Dewantara. In addition it also presented about followership , which actually integrates with the leadership itself, thus the possibility of achieving success in the lead is not a difficult thing.
Hubungan Antara Ingatan Jangka Pendek Dan Kecerdasan Dengan Kecepatan Menghafal Al-Quran Setiyo Purwanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 8 (1999)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ingatan jangka pendek, kecerdasan dan kecepatan menghafal Al-Quran. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungannya antara ingatan jangka pendek dan kecerdasan dengan kecepatan menghafal Al-Quran.Subjek penelitian ini berjumlah 37 santri penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan korelasi parsial. Namun karena adanya kolinearitas antara kecepatan menghafal dengan kecerdasan maka kecerdasan tidak dimasukkan dalam analisis. Analisis yang digunakan adalah korelasi product moment antara daya ingat jangka pendek dengan kecepatan menghafal Al-Quran.Hasil dari analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif antara daya ingat jangka pendek dengan kecepatan menghafal Al-Quran (r=0,3008; p< 0,05). Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara daya ingat jangka pendek dengan kecepatan menghafal Al-Quran. Kata kunci    :   Ingatan jangka pendek, kecerdasan, menghafal Al-Quran  
Efektivitas Pelatihan Taktik Mempengaruhi Secara Rasional Terhadap Kepatuhan Anak Wenty Marina Minza
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 11 (2001)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol6.iss11.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan taktik mempengaruhi secara rasional dalam meningkatkan kepatuhan anak. Hipotesis penelitian: ada perbedaan kepatuhan antara anak yang mengikuti pelatihan taktik mempengaruhi secara rasional dan yang tidak mengikuti pelatihan. Anak yang mengikuti pelatihan taktik mempengaruhi secara rasional memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibanding yang tidak mengikuti pelatihan taktik mempengaruhi secara rasional.            Alat ukur yang digunakan adalah skala perilaku kepatuhan anak dan treatmentnya adalah modul pelatihan mempengaruhi secara rasional. Subjek terdiri atas 15 orang. Kelompok eksperimen (terdiri dari 10 anak) berasal dari SD Islamiyah Paku Alaman Yogyakarta, sementara kelompok kontrol yang terdiri dari lima subjek berasal dari SD Islamiyah Warung Boto Yogyakarta.            Hasil analisis data dengan Teknik Mann-Whitney. Dari uji data tersebut ditemukan bahwa jenis taktik mempengaruhi secara rasional, baik berupa penalaran yang menekankan empati maupun negosiasi dapat menghasilkan tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak menerima perlakuan ini. Perbedaan hasil antara dua teknik statistik itu kemungkinan disebabkan penyebaran skor yang lebih merata ketika ketiga kelompok dibandingkan secara bersamaan karena mean rank.  Kata Kunci    :    Kepatuhan anak, Taktik mempengaruhi secara rasional. 
Kekuatan Karakter dan Kesejahteraan Subjektif Penduduk Dewasa Muda Asli Yogyakarta Husna, Sabiqotul; Saidiyah, Satih
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss1.art1

Abstract

The purpose of this research is to understand the correlation between character sti'engths and subjective well-being. The subject of this research is 50 of young adult native of Yogyakarta. Hypothesis in this research is there is a positive relation between character strengths and subjective vjell-being in young adult native of Yogyakarta. Sampling techniques that is used by this research is purposive sampling. This research use quantitative method. Collecting data tool used is character sti'engths and subjective well-being scale. Data was analyzed using product moment correlation techniques from Pearson by SPSS 16.00 for Windows. Result shows that there are positive correlation between character strengths and subjective well-being in young adult native of Yogyakarta. It is shown by positive correlation coefficient (rxy) of 0,713 and significance degree (p) ofO. GOO (p<0.001). Based on the result, it is said that hypothesis is accepted. Effective contribution character strengths to subjective well-being is shown by R square of50,8 that means 50,8% ofsubjective well-being in young adult native of Yogyakarta is influenced by character strengths. Score alpha for character strengths scale is 0.975, and score alpha for subjective well-being scale is 0.965.Keywords: character strengths, subjective well-being
Perilaku Kekerasan dan Soft Skills: Tinjauan Psikologi Islami dalam Mengembangkan Kesehatan Mental Masyarakat Thalib, Syamsul Bachri
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss1.art8

Abstract

Objective this article explains the psychology of Islamic-based soft skills in tackling violent behavior towards the development of community mental health quality. Violent behavior tends to increase late this requires serious efforts to mitigate them, not only because of adverse abusers, but also carries the risk of harm and harm to others, and society in general. One alternative is to develop soft skills countermeasures based isalami psychology. Soft skills are personal excellence someone associated with the non­technical things, including the ability to communicate, socialize, and self-control. Soft skills strong influence on one's success and strengthen personalformation are balanced in terms of hard skills, oft skills-based Islamic psychology meaningful self-development oriented image of man in Islam. Conceptually, soft skills has a positive effect in the development of community mental health. Empirically, the results showed that the soft skills that include self-control and emotional maturity, self-concept, interpersonal communication, and social skills, in an effort to raise our influence violent behavior.Keywords: Violent, soft skills, mental healt.
Motif Sosial dan Kebermaknaan Hidup Remaja Pagaralam Neneng Anggriany
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motif sosial terhadap kebermaknaan hidup remaja Pagaralam, Sumatra Selatan.Subjek penelitian berjumlah 171 orang, berusia 15-18 tahun dan tinggal di kota Pagaralam. Menggunakan tehnik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, skala motif sosial dan skala kebermaknaan hidup. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis regresi. hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang signifikan antara motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa dengan kebermaknaan hidup pada remaja Pagaralam (F= 29, 983 p < 0,00 R= 0,592 and R²= 0,350), (2) Sumbangan prediktor motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa sebesar 35%, (3) motif berprestasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = 1,727 p < 0,000), (4) motif berafiliasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = 0,786 p < 0,000), (5) motif berkuasa memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = -0,495 p < 0,000)Kata Kunci: motif sosial, motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa, kebermaknaan hidup.