cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Hubungan Tingkat Religiusitas Dengan Sikap Konsumtif Pada Ibu Rumah Tangga Rina Ekaningdyah Anggarasari
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 4 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss4.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tmgkat religiusitas dengan sikap konsumtif pada ibu rumah tangga. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang negatif antara tingkat religiusitas dengan sikap konsumhf pada ibu rumah tangga. Semakin tinggi tingkat religiusitas akan semakin rendah slkap konsumtifnya, begitu juga sebaliknya semakin rendah tmgkat religiusitas semakin tmggi sikap konsumtif. Subjek pe­nelitian adalah ibu-1bu rumah tangga di Perumahan Purwosari. Perumahan Karang Asri. dan wilayah RT 02 RW I Kelurahan Kranji, Purwokerto. Me­tode pengumpulan data difakukan dengan menggunakan angket tingkat religusitas dan angket s1kap konsumtif Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan r =·0,330 (p< 0 01), r2 =0, 109 yang berarti ada hubungan negatif yang sangat signitikan antara tingkat religiusitas dengan sikap konsumtif pada ibu rumah tangga, dengan sumbangan tingkat religiusitas terhadap sikap konsumtif sebesar 10, 9%. Kata kunci: tingkat re!igiusitas, sikap konsumlif, ibu rumah tangga
Resiliensi Remaja “high-risk” Ditinjau dari Faktor Protektif Rina Mulyati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 14 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol14.iss1.art4

Abstract

The main purposes of this study were to identify resiliency level within high-risk adolescence and to examine the influence of protective factors (social skills, problem solving skills, autonomy, internal locus of control, sense of purpose, participation in group activities, supportive environment and community aspiration) for resiliece level within respondents. Respondents were selected with purpossive sampling technique and 38 “high-risk” adolescence, 44.74% boys and 55.26% girls were then participating in this reseach and none of them were ever associated nor involved in criminal conduct. Data then collected using questionaires and also interview for selected respondents, as additional method. The results demonstrated the high level of resilience within respondents and identified 3 contributing factors toward adolescence resiliency level : Social skills ( = .880); Sense of purpose ( = .442); Community aspiration ( = .511).Keywords : resilience, high-risk adolescence
Kencenderungan Berperilaku Delinkuen Pada Remaja Ditinjau Dari Orientasi Religius dan Jenis Kelamin Irwan Nuryana Kurniawan
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 6 (1998)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol3.iss6.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orientasi religius dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada laki-laki dan perem­puan. Hipotesis yang diajukan adalah (1) ada korelasi negatif antara orientasi religius dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja; semakin tinggi orientasi religius remaja, semakin intrinsik  orientasi religiusnya, semakin rendah kecenderungan remaja untuk ber­perilaku delinkuen, dan sebaiknya; dan (2) ada perbedaan kecende­rungan berperilaku delinkuen antara remaja laki-laki dengan remaja perempuan. Remaja laki-laki lebih tinggi kecenderungannya untuk berperilaku delinkuen daripada remaja perempuan. SubjeK penelitian adaiah pelajar SMU N 1 Tasikmalaya yang diambil secara acak dari populasinya, yang memiliki ciri-ciri: pelajar beragama Islam, dan berusia antara 15-17 tahun. Subjek penelitian ini seluruhnya berjumlah 149 orang, terdiri 66 laki-laki dan 83 perempuan. Untuk mengetahui tingkat orientasi religius dan tingkat kecenderungan berperilaku delinkuen subjek penelitian, digunakan dua macam skala yaitu skala orientasi religius dan skala kecenderungan berperilaku delinkuen. Metode analisis data yang dipakai adalah analisis korelasi product moment dari Pearson untuk menguji hipotesis pertama dan analisis kovarian satu jalur untuk menguji hipotesis kedua. Hasil analisis data menunjuk.kan bahwa (1) ada korelasi negatit yang signifikan antara orientasi religius dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan kecenderungan berperifaku delinkuen antara remaja lakl-laki denganremaja perempuan. Kata kunci : Kecenderungan berperilaku delinkuen, orientasi religius,jenis kelamin
Penerapan Analisis Transaksional dalam Terapi Perkawinan Berdasarkan Pengalaman Praktek Ahmad Gimmy Prathama Siswadi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 2 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss2.art2

Abstract

Transactional analysis concept is firstly introduced by Eric Berne at 60's. the books “Games People Play” and “Transactional Analysis in Psychotherapy” written by Berne, and also “I'm OK You're OK” written by Thomas Harris explain those concept obviously. Transactional analysis concept could be applied in marriage therapy. Recognition about spouse's ego state could be the early step to fix up the marriage relationship. Husband or wife could figure out the transactional situation in their relationship, whether they would like to make use of their ego state as parent, adult, or child. The relation between therapist and client, so does relation between spouses, are also the significant factor in marriage therapy. Hopefully, in-depth understanding about relationship concept in transactional analysis perspective would increase both the therapy effectiveness and the position of the clients & therapist. Example of this concept in a marriage therapy is intended to increase the understanding about how to operationalize this concept into the therapy.Keywords: transactional analysis, parent-adult-child ego state, existential position
Manajemen Pengetahuan Dan Modal Sosial Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Ahmad Muhammad Diponegoro
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 9 (2000)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of study is to compare two current western theories of knowledge management that was written by Senge and Nonaka and social capital management with Islam. It was believed. That those theories were very important to overcome the crisis that hit some countries. The result was Islam has theories that equally well compare to western, doesn’t out of date and still applicable in modern society.  Kata Kunci     :     managemen, pengetahuan , modal sosial dan pengembangan sumber daya manusia
Kemampuan Negosiasi Ditinjau Dari Ketrampilan Komunikasi Dan Jenis Kelamin Roni Kausyar
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 11 (2001)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol6.iss11.art7

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketrampilan komunikasi dan jenis kelamin dengan kemampuan negosiasi. Hipotesis penelitian adalah (a) ada hubungan positif antara ketrampilan komunikasi dengan kemampuan negosiasi, (b) ada perbedaan kemampuan negosiasi antara mahasiswa laki-laki dan wanita. Mahasiswa laki-laki lebih tinggi kemampuan negosiasinya dibanding mahasiswa wanita.            Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 angkatan 1998, 1999, dan 2000 Fakultas Psikologi UGM yang masih aktif kuliah, dengan jumlah 395 orang. Pengambilan sample dilakukan secara unconditioned random sampling sebanyak 100 orang dari 395 anggota populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Skala Kemampuan Negosiasi dan Skala Ketrampilan Komunikasi berdasarkan hasil uji Spearman’s rank order correlation untuk membuktikan hipotesis pertama, dan uji U Mann-Whitney untuk membuktikan hipotesis kedua, diperoleh hasil sebagai berikut : Ada korelasi positif yang signifikan antara ketrampilan komunikasi dengan kemampuan negosiasi (rxy = 0,757; p = 0,000). Semakin tinggi ketrampilan komunikasi, maka semakin tinggi kemampuan negosiasi dan sebaliknya semakin rendah ketrampilan komunikasi maka semakin rendah kemampuan negosiasi. Tidak ada perbedaan kemampuan negosiasi yang signifikan antara laki-laki dan perempuan (U = 779; Z=1,775; p=0,079).Kata Kunci    :    Kemampuan negosiasi, ketrampilan komunikasi, jenis kelamin.
Sensitivitas Keibuan Pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Bellani, Gestadela; Nu'man, Thobagus Moh
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss1.art6

Abstract

The main aim of this study was to understand how maternal sensitivity of domestic violence victim woman. This study also identify the factors of the maternal sensitivity. This study enganged two subjects that has been experienced getting domestic violence. Result ofthis studyfounded that maternal sensitivity of the subjects could be categorized into two levels; weak and strong maternal sensitivity. Strong maternal sensitivity can be seen by accepting the baby, cooperative with the baby, physical contact, emphaty, nurturance, the way of mother in fulfilling the baby's need when mother does not have money, hope and wish that still thinks about the baby. Meanwhile, the weak maternal sensitivity shown with rejecting of the baby present, neglecting, interfering, and agresivity. The weak maternal sensitivity effects on insecure attachment. Strong maternal sensitivity effects on secure attachment. The factors correlated with the maternal sensitivity are social support, baby's behavior, intensity of mother to meet the baby, the characteristic and condition of the mother, and value of children. In this study founded that social support is used by mothers as coping and helping mother to fulfill the baby's needs.Key words: maternal sensitivity, domestic violence
Relasi Psikologis Dokter-Pasien dalam Layanan Kesehatan: Persepsi, Komunikasi, Empati dan Unsur Kepercayaan Moordiningsih Moordiningsih
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 22 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol12.iss22.art1

Abstract

Psychological relation between patient and his/her doctor could help the patient’s healing process. This article is part of research about doctor’s decision making which try to comprehend doctor-patient psychological relationship. This qualitative research involved 11 specialist doctors in Surakarta as informen. This research found that psychological aspects of doctor-patient relationship consist of physical attraction, cognitive schemas, stereotype and doctor’s memory. Another doctor’s psychological aspects that have its role on doctor-patient relation are communicationn skill, inteligence capacity, empathy, ability to build patient trust and positive values.   Kata kunci: relation between patient and his/her doctor
Religiusitas dan Penerimaan Diri pada Penderita Diabetes Melitus Badaria, Hesti; Astuti, Yulianti Dwi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 17 (2004)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol9.iss17.art2

Abstract

The current research is aimed at finding a correlation between religiosity and self acceptance among diabetic patients. Data were collected from 30 patients diagnosed with diabetes mellitus using questionnaire and analysed with Pearson product moment correlation. The result indicates that there is a significant correlation between religiosity and self acceptance (r = .603, p < .05). It can be said that 36% of the variance in self acceptance among diabetic patients are explained by their religiosity. Practical and future research implications are discussed.Key words: religiosity, self acceptance, diabetes mellitus
Hubungan Kepadatan dan Kesesakan Dengan Stres Dan Intensi Proposal Pada Remaja Di Pemukiman Padat Lilih Cholidah; Djamuludin Ancok; Haryanto Haryanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 1 (1996)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitlan ini  bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara ke· padatan dan kesesakan dengan stres  dan intensi prososlal pada remaja dipemukiman padat. Sebagai variabel bebas adalah kepadatan jumlah penghuni dan kesesakan sedangkan sebagai variabel tergantung adalah sires dan intensi prososlal.  Hipotesis da/am penelitian ini adalah: (1) Ada hubungan positif antara kepadatan dan  kesesakan dengan stres; (2) Ada  hubungan negatif antara kepadatan dan kesesakan dengan intensi prososia/. Subjek penelitian  adalah 80 remaja penghuni pe­ mukiman di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Baral. Penelitian ini menggunakan analisis kore/asi regresi ganda (multiple regression). Hasil ana/isis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif antara kepadatan dan kesesakan dengan stres pada remaja, kepadatan dan  kesesakan  membenkan sumbangan secara bersama-sama ter­ hadap stres sebesar 17persen. (2) tidak ada hubungan antara kepada.tan dan kesesakan dengan intensi prososial pada remaja.