cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2010)" : 10 Documents clear
PENGGUNAAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Lailatul Mufidah, ; Mochamad Nursalim,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental berupa one group pretest-posttest design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dengan pilihan jawaban checklist yang digunakan untuk mengetahui skor minat belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Sidoarjo yang memiliki kategori rendah pada skor minat belajar. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-bertanda Wilcoxon. Data perhitungan diperoleh T hitung = 0, sedangkan Ttabel untuk N=10 dan taraf signifikansi 5% sebesar 8. Maka, Thitung lebih kecil dari Ttabel. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang berbunyi “penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika” dapat diterima.
FREKWENSI PEMUNCULAN PERILAKU YANG TIDAK DIINGINKAN PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH Rachma Hasibuan, ; Ika Wahyuningsih,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menemukan variable-varibel yang menjadi korelat pemunculan perilaku yang tidak diinginkan pada anak autis di sekolah, yang dapat menjadi bahan pertimbangan di dalam merumuskan formula treatment/ intervensi yang tepat dalam menekan/ meredusir frekwensi pemunculan perilaku yang tidak diinginkan pada anak autis. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan ‘survey’ dan ‘expost pacto’ dengan design korelasional. Hasil penelitian menunjukan: (1) Ada variasi perilaku yang tidak diinginkan yang muncul pada anak autis di sekolah, antara lain mengoceh, stimulasi gerakan, termenung/menyendiri, agresifitas (memukul, menendang dan mencubit payu dara terapis); jalan jinjit, perhatiannya cepat beralih. (2) Frekwensi perilaku tidak diinginkan yang paling sering muncul di sekolah adalah mengoceh, melambai-lambaikan tangan tanpa tujuan,  jalan jinjit dan agresifitas. (3) Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin anak dengan pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah  (r = 0,25, a = 0,05). (4) Tidak terdapat hubungan antara  makanan yang dikonsumsi dengan pemunculan perilaku tidak diinginkan di sekolah (a = 0,05   r =  0, 25  tidak signifikan ). (5) Tidak terdapat hubungan antara usia anak dengan pemunculan perilaku tidak diinginkan di sekolah (a = 0,05 r = 0,12 tidak signifikan). (6) Tidak terdapat hubungan antara pembelajaran yang dilaksanakan dengan pemunculan perilaku tidak diinginkan di sekolah (a = 0,05  r = 0,21 tidak signifikan). (7) Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah (r = 0,16). (8) Ada hubungan antara suasana rumah dengan pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah  (r  = - 0,26).  (9) Tidak ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan pola asuh orang tua. Secara faktual hasil penelitian menunjukkan  r   =  0,12 . (10) Hubungan antara jumlah anak dalam keluarga dengan pola asuh orang tua. Hasil analisis menunjukkan korelasi sebesar  r  =  0,05 pada a = 0,05. (11)  Tidak ada hubungan antara urutan anak dalam keluarga dengan pola asuh sekolah (r  =  0,09).   (12)  Tidak ada hubungan antara ruang terapi/belajar dengan pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah. r = - 0,04.  (13) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin guru/terapis dengan pemberian terapi  r = - 0,04.  (14)  Tidak ada hubungan antara media dengan pembelajaran/ terapi ( r = - 0,20).  (15) Ada hubungan antara waktu belajar dengan pemberian terapi (r  =  0,41).  (15) Tidak ada hubungan antara suhu ruang dengan pemberian terapi  (r  =  0,15).  (16) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin anak dengan suasana rumah  (r  = - 0,16).  (17) Ada hubungan antara status ekonomi dengan suasana rumah (r  =  0,28 pada  a = 0,05).  (18)  Tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan suasana rumah (r  =  0,17).  (19)  Tidak ada hubungan antara urutan anak dengan suasana rumah (r  = - 0,26).  (20)  Pola asuh orang tua ternyata tidak ada yang signifikan dengan tingkat pendidikan orang tua  sesuai analisis (r  =  0,07).   (21) Ada hubungan antara pendidikan orang tua dengan sosial ekonomi  (r = 0,73).  (22)  Faktor-faktor yang berkontribusi secara berarti bagi pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah. Berdasarkan hasil analisis faktor yang berkontribusi secara berarti terhadap pemunculan perilaku yang tidak diinginkan di sekolah adalah  suasana rumah (r  =  - 0,26.)
PENGGUNAAN STRATEGI RELAKSASI UNTUK MEMBANTU SISWA MENGURANGI PERASAAN CEMAS DALAM SITUASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL Fitri Rochaini, ; Titin Indah Pratiwi,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan yang signifikan pada kecemasan komunikasi interpersonal antara sebelum dan sesudah diberikan strategi relaksasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design.. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengukur tingkat kecemasan komunikasi interpersonal. Hasil analisis membuktikan adanya perbedaan yang signifikan pada ukuran tingkat kecemasan komunikasi interpersonal siswa pada taraf á = 0,05. Kecemasan komunikasi interpersonal cenderung berubah dari tinggi menjadi rendah setelah diberi bantuan melalui penerapan strategi relaksasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengurangan skor kecemasan komunikasi interpersonal antara sebelum dan sesudah diberikan strategi relaksasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi relaksasi dapat mengurangi  kecemasan komunikasi interpersonal.
Peningkatan Kemampuan Guru Pembimbing Menyusun RPBK dan Penerapannya dengan Memanfaatkan Media Koran Dan TIK melalui Diskusi teman Seprofesi Yuddo Suswanto,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan guru pembimbing di SMPN 2 senduro dalam menyusun RPBK dengan memanfaatkan media cetak dan TIK dirasakan masih belum maksimal. Berkenaan dengan materi layanan yakni nilai-nilai budi pekerti luhur dengan memanfaatkan media layanan khusunya media cetak koran dan TIK hampir belum tersentuh. Media TIK yang dimaksud adalah Lap Top dan LCD. Setelah diberikan perlakuan dalam dua siklus oleh peneliti melalui diskusi memberikan hasil cukup memuaskan. Penyusunan RPBK mengalami peningkatan cukup baik. Untuk penerapan RPBK dalam layanan informasi cukup efektif. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan persentase ketuntasan klasikal.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERPRESTASI KURANG (UNDERACHIEVER) Eko Abdul Surozaq,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor motivasi belajar siswa berprestasi kurang (underachiever) pada siswa kelas X – D SMA Negeri 3 Tuban antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan konseling kelompok realita.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian one group pre-test and post testdesign. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas X-D SMA Negeri 3 Tuban yang terkategori memiliki motivasi belajar rendah dan berprestasi kurang (Underachiever)Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data motivasi belajar kurang dan siswa berprestasi kurang (underachiever) adalah metode dokumentasi, angket dan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik non parametric dengan uji tanda. Dari hasil analisis menggunakan uji tanda diketahui  ñ = 0,016 lebih kecil dari  á = 0,05 menunjukkan adanya perbedaan skor motivasi belajar siswa berprestasi kurang (underachiever)antara sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok realita. Skor motivasi belajar rendah siswa berprestasi kurang (underachiever) berkurang setelah adanya perlakuan.  Maka dapat disimpulkan bahawa penerapan konseling kelompok realita dapat digunakan untuk membantu meningkatkan motivasi belajar siswa berprestasi kurang (underachiever)  siswa kelas X-D SMA Negeri 3 Tuban. Dan sebagai data tambahan, dari hasil angket tentang motivasi belajar rendah siswa berprestasi kurang (underachiever) , diketahui bahwa kebanyakan sebab siswa kurang termotivasi belajar dan berprestasi kurang karena masalah pribadi dan masalah sekolah. Dari hasil wawancara dengan guru BK, dapat diketahui sebab siswa motivasi rendah dan mengalami siswa berprestasi kurang (underachiever) adalah karena memiliki masalah ipribadi ajakan teman untuk tidak mengikuti kelas/pelajaran, dan masalah sekolah khususnya cara mengajar guru atau tidak suka dengan guru,dan lain sebagainya. Dan dari hasil angket angket evaluasi pemberian perlakuan diketahui bahwa antusias siswa dalam mengikuti kegiatan konseling kelompok juga sangat tinggi, mereka merasa senang dan banyak mengambil manfaat dari kegiatan tersebut
KERANGKA PROSES KONFLIK DAN SOLUSI KONFLIK PADA SISWA SMA DI SURABAYA BERDASAR DINAMIKA PSIKOLOGIS Mochamad Nursalim, ; Budi Purwoko,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus peneltian ini adalah mengungkap faktor penyebab konflik pada siswa, bagaimana proses konflik, dan proses solusi konflik dalam kerangka dinamika psikologis individu. Desain yang digunakan adalah logika pengaitan antara data yang harus dikumpulkan dan kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasilkan dengan pertanyaan awal penelitian. Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal dan multi kasus dan dua teknik analisa, pattern-matching, dan explanation-building. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) konflik disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: perbedaan  pendapat antar  individu,  kesalahpahaman, tindakan yang dianggap merugikan pihak lain, dan perasaan terlalu sensitif yang mengarah pada pemikiran negatif. Secara umum dibedakan atas dua penyebab perbedaan pandangan dan terhalangnya pencapaian tujuan; (2) persepsi individu terhadap konflik merupakan apa yang difikirkan sehingga membentuk cara pandang yang menuntunnya untuk memilih sikap tertentu dalam menghadapi konflik. Cara berfikir subyek pada kasus berhubungan dengan pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai yang diinternalisasi sehingga membentuk prinsip diri. Dalam memersepsi konflik ada tiga hal yang menjadi fokus pandangan yaitu: (a) persepsi terhadap masalah konflik itu sendiri,(b) persepsi terhadap tujuan-tujuan, dan (c) persepsi terhadap subyek pelaku konflik; (3) penghayatan individu terhadap obyek amatan dibentuk oleh realitas obyek itu dan realitas individu itu sendiri. Realitas obyek dalam hal ini adalah siapa pihak konflik, bagaimana masalah serta konteks masalahnya, dan akibat yang ditimbulkan konflik. Realitas individu mencakup pemahaman, pengalaman, nilai-nilai individu yang memandu dirinya dalam mengesankan realitas obyek konflik; (4) dinamika psikologis internal individu dalam menghadapi konflik dapat dikategorikan dalam tiga bagian yang menyatu mencakup komponen-komponen atas segitiga ABC, yang menunjuk Attitudes + Behavior + Contradiction.  Istilah komponen ABC merangkum Sikap + Perilaku + Pertentangan dalam segitiga SPP
PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN MENYELESAIKAN KONFLIK INTERPERSONAL SECARA KONSTRUKTIF BAGI SISWA SMA Budi Purwoko, ; Retno Tri Hariastuti,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket pelatihan menyelesaikan resolusi konflik interpersonal bagi siswa SMA dengan menggunakan model belajar experiential learning. Selanjutnya hasil pengembangan paket diuji akseptabilitas dan efektifitasnya. Uji akseptabilitas melalui uji ahli dan uji kelompok kecil dengan subyek Konselor menunjukkan bahwa paket bimbingan yang dikembangkan berguna, layak, dan tepat sehingga memenuhi kriteria akseptabilitas. Sedangkan berdasar uji efektivitas terhadap sebelas siswa dengan desain “one group pretest-postest design”  menunjukkan bahwa paket bimbingan yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kecakapan resolusi konflik interpersonal.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK KOGNITIF- PERILAKU UNTUK MENURUNKAN PERILAKU PROKRASTINASI SISWA Husni Abdillah, ; Diana Rahmasari,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat prokrastinasi yang dilakukan oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok kognitif-perilaku  untuk membantu siswa mengatasi perilaku prokrastinasi mereka. Angket prokrastinasi digunakan untuk mengukur skor prokrastinasi siswa. Dari angket prokrastinasi ditemukan bahwa yang menjadi subyek pada penelitian ini adalah delapan siswa XI IPS yang mendapat skor tinggi pada angket prokrastinasi. Penelitian ini menggunakan desain pre-post one group design. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic non-parametrik dengan uji wilcoxon. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ñ = 0 lebih kecil dibanding á = 4. Jadi hipotesis yang diajukan yang berbunyi”terdapat perbedaan yang signifikan skor prokrastinasi siswa sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok kognitif perilaku” diterima. Artinya penerapan konseling kelompok kognitif perilaku dapat mengatasi perilaku prokrastinasi siswa.
EFEKTIVITAS TEKNIK PERMAINAN DIALOG DALAM KONSELING KELOMPOK GESTALT UNTUK MENGURANGI KECEMASAN KOMUNIKASI SISWA PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR DI KELAS Heni Sulisatul Mardiyah, ; Sutijono,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektivan teknik permainan dialog dalam konseling kelompok Gestalt untuk mengurangi kecemasan komunikasi siswa pada proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental, bentuk pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 13 Surabaya yang memiliki skor kecemasan komunikasi pada proses belajar mengajar di kelas pada kategori tinggi. Subjek tersebut sebanyak lima siswa. Uji tanda dalam Statistik non parametrik digunakan sebagai teknik analisis data..Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik permainan dialog dalam konseling kelompok Gestalt efektif untuk mengurangi kecemasan komunikasi siswa pada proses belajar mengajar di kelas.
PENERAPAN TEKNIK PERMAINAN KERJA SAMA DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA Donik Restyowati, ; Najlatun Naqiyah,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penerapan teknik permainan kerja sama dalam bimbingan kelompok untukt meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk.        Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre test  post test one group dasign dengan memberikan tretmen (teknik permainan kerja sama dalam bimbingan kelompok). Subjek penelitian dilakukan pada 8 orang siswa dari 35 siswa yang ada pada kelas X-3 SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk tahun ajaran 2009/2010.      Analisis data yang digunakan adalah analisis non parametrik dengan uji Wilcoxon.  Hasil analisis uji jenjang bertanda wilcoxon menunjukkan bahwa nomor urut yang bertanda positif sejumlah 36 sedangkan yang bertanda negatif sejumlah 0, sehingga terdapat perbedaan skor antara pre-test dan post-test. Berdasarkan tabel nilai kritis untuk uji jenjang wilcoxon dengan taraf signifikan 5% dan N=8 diperoleh T.tabel = 4, oleh karena T.hitung lebih kecil dari T.tabel (0<1) berarti Ho ditolak dan Ha diterima, maka hipotesis yang diajukan “Bimbingan kelompok teknik permainan kerja sama dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Sukomoro” diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 10