Articles
1,420 Documents
Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Menggunakan Metode Profile Matching (Studi Kasus di PT. Industri Kemasan Semen Gresik)
Asfan Muqtadir;
Irwan Purdianto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengisian jabatan yang kosong pada proses kenaikan jabatan sering mengalami kesulitan karena pengajuan calon kandidat yang bisa menempati jabatan tersebut dengan cara pencocokan profil karyawan dan profil jabatan kurang terdefinisi dengan baik. Untuk meminimumkan kendala tersebut diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat menganalisa beberapa karyawan yang sesuai dengan profil jabatan yang ada. Sistem pendukung keputusan untuk proses profile matching dan analisis gap ini dibuat berdasarkan data di PT. Industri Kemasan Semen Gresik (PT. IKSG). Proses Profile Matching dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan perencanaan karir berdasar pada 3 variabel yaitu Pengetahuan dan Budaya Perusahaan, Kemampuan, serta Kepribadian. Hasil dari proses seleksi berupa skor akhir karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut.Kata kunci—sistem pendukung keputusan; profile matching; kenaikan jabatan; perencanaan karir.
Studi Pendahuluan Proses Perhitungan Fractal untuk Pengukuran Unjuk Kerja Komputer
Ana Heryana;
Wawan Wardiana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Unjuk kerja sistem komputer adalah kemampuan komputer dalam menyajikan informasi yang diperlukanoleh pemakai. Faktor-faktor yang menentukan unjuk kerja komputer adalah sekumpulan perangkat keras danperangkat lunak. Unjuk kerja komputer dapat diukur dengan berbagai cara. Unjuk kerja komputer ditentukanoleh perangkat keras yang terpasang dan perangkat lunak yang dijalankan pada perangkat keras tersebut.Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kemampuan komputer dalam mengolah dan menghasilkan informasiyang diperlukan oleh pemakai. Cara pengukuran yang paling banyak digunakan yaitu dengan menggunakanmetoda benchmarking. Geometri fraktal mempunyai karakter-karakter penting antara lain self similar, selfaffine, self inverse, dan self squaring. Yang jelas skala panjangnya tidak spesifik atau invariant. Berbeda dengangeometri euklidean, penyekalaan fraktal dicirikan oleh bilangan-bilangan pecahan atau tak bulat (noninteger),yang disebut dimensi fraktal (fractal dimensions). Ciri-ciri yang biasanya dijumpai pada bangun fraktal, adalahbahwa bagian terkecil dari benda itu merupakan cerminan bentuk keseluruhannya (the part is reminiscent of thewhole). Dengan kata lain, bahwa di dalam suatu himpunan fraktal, bagian dari himpunan tersebut merupakanskala kecil dari keseluruhannya.Kata kunci: unjuk kerjakomputer, geometri fractal
Implementasi IT Balanced Scorecard di Perguruan Tinggi
Harjanto Prabowo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan implementasi TIK di perguruan tinggi berjalan cepat dan banyak memanfaatkanperkembagan TIK baik hardware, software, infrastruktur jaringan, serta pengembangan digital content.Semakin banyak dan canggih TIK dipergunakan di perguruan tinggi, mendorong dan meningkatkan kegiatandan biaya investasi serta biaya operasional yang lain. Di sisi lain, semakin banyak perguruan tinggi yangmenggunaan TIK perlu diimbangi dengan penataan organiasi TIK yang sejalan dengan visi dan misi perguruantinggi dan adanya ukuran-ukuran kinerja yang ditetapkan oleh perguruan tinggi. Metode untuk mengukurefektifitas dan efisiensi TIK diperguruan tinggi dapat menggunakan IT Balanced Scorecard yang memiliki empatperspektif, yaitu 1) Corporate Contribution, 2) User Orientation, 3) Operational Excellence, dan 4) FutureOrientation . Tiap-tiap perspektif memiliki ukuran-ukuran dan target yang harus dicapai organisasi TIK danditurunkan dalam ukuran-ukuran dan target tiap fungsi yang ada di perguruan tinggi. Jenis ukuran dan targetdapat diubah, diperbaiki, atau disempurnakan sesuai dengan perkembangan dan sasaran perguruan tinggi.Kata kunci: IT Balanced Scorecard.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH SKALA BAITUL MAAL WAT TAMWIL
Zainul Arham;
Ibnu Qoyim;
Soraya Sofianti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lembaga keuangan/bank konvensional didasarkan sistem bunga dalam hukum Islam adalah riba, maka seiring dengan kesadaran umat Islam, perkembangan lembaga keuangan syariah berskala Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang dapat menjangkau masysarakat kecil dan menengah tumbuh semakin pesat. Salah satu produknya adalah pembiayaan mudharabah, dimana BMT bertindak sebagai shahibul maal (pemberi dana) dan anggota sebagai mudharib (pengelola dana). Kendala mendasar dalam operasional pembiayaan mudharabah adalah pengolahan data yang saat ini dilakukan secara manual dan nasabah harus mendatangi kantor BMT asal rekening untuk setiap transaksi. Dengan demikian diperlukan sistem transaksi pembiayaan agar dapat mengakomodir setiap transaksi yang terintegrasi ke semua cabang BMT, sehingga nasabah dapat bertransaksi ke BMT terdekat. Sistem informasi dibangun dengan metode Rapid Aplication Development (RAD) berorientasi objek Unified Modelling Language (UML). Hasil pengujian sistem dengan pendekatan black box mencapai kesesuaian mencapai 98%.
Optimalisasi Rute Obyek Wisata Di Bandung Raya Menggunakan Algoritma Genetika
Nur Muhammad Hasyim;
Esmeralda C. Djamal;
Agus Komarudin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat, hal ini tidak lepas dari peran masyarakat dalam mengembangkan obyek wisata yang ada di sekitarnya. Pencarian rute obyek wisata dari segi waktu dan rute terpendek mejadi kebutuhan bagi wisatawan sebelum memulai perjalanan mengingat banyaknya obyek wisata di daerah Bandung Raya dan waktu yang diperlukan untuk tiba di lokasi tujuan sangat penting. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang dapat memberikan rekomendasi rute obyek wisata di Bandung Raya, salah satunya menggunakan Algoritma Genetika. Algoritma Genetika adalah metode komputasi untuk memilih solusi yang sesuai kriteria tanpa harus mencoba keseluruhan kemungkinan solusi yang ada. Algoritma Genetika dapat diterapkan dalam optimalisasi jadwal, rute, dan space. Sistem yang dibangun memberikan rekomendasi rute obyek wisata dari segi jarak terdekat dengan waktu tercepat sebanyak lima rute dengan lima tujuan obyek wisata serta membandingkan lima rute obyek wisata terpilih. Pengujian pada sistem ini dilakukan sebanyak 5 kali pengujian dengan kriteria penghentian menghasilkan nilai kecocokan 910.2431 dari 117 generasi dengan waktu 102 Menit pada pengujian ke satu algoritma genetik ke 1. Pencarian solusi optimal terhenti sebelum mencapai maksimum generasi, hal tersebut terjadi akibat proses Algoritma Genetika tidak dapat menghasilkan individu yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Sistem ini diimplementasikan dalam perangkat lunak untuk dapat dimanfaatkan wisatawan dalam menentukan rute obyek wisata di Bandung Raya.
Identifikasi Perilaku dan Kesiapan Mahasiswa yang Mendukung Penerapan E-Learning
Agustine Eva Maria S.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meskipun konsep e-learning menawarkan banyak manfaat dan keunggulan, tetapi dalam penerapannyabukan merupakan hal yang mudah. Berbagai kendala yang dihadapi tentu harus diatasi untuk mencapaimanfaat dan keunggulan tersebut. Survei yang dilakukan pada tiga Perguruan Tinggi terhadap 300 mahasiswamenunjukkan hasil bahwa perilaku manusia (mahasiswa) yang mencakup komitmen, kedisiplinan, dankemandirian sudah cukup mendukung untuk penerapan e-learning. Tetapi secara khusus pihak pengelola perlumencermati aspek kemandirian karena beberapa indicator masih belum menunjukkan dukungan seperti yangdiharapkan.Kata kunci: e-learning, kemandirian, komitmen, kedisiplinan
Kertas Kerja Audit Sistem Informasi (Sebuah Gagasan Baru dalam Standar Profesional Pemeriksaan dan Pengembangan Sistem Informasi)
Idris Asmuni
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Audit sistem informasi yang telah mulai dikembangkan dalam organisasi usaha berbasis komputer menjadi perhatian manajemen dan analis sistem untuk memberikan rekomendasi mengenai tingkat kepastian bisnis yang memadai melalui pengelolaan sistem informasinya. Proyek sistem informasi dikembangkan selain berdasarkan tujuan , juga memperhatikan aspek manajerial dalam transaksi yang memberikan keputusan strategis mengenai kinerja bisnis ke depan melalui pemberdayaan komponen sistem informasi perusahaan.Untuk mencapai penilaian sistem informasi yang baik melalui pemeriksaan, dibutuhkan alat dan mekanisme pencatatan sebagai bahan acuan yang menjadi dasar pengembangan sistem informasi pengendalian interen yang efektif. Makalah ini menguraikan tentang pentingnya dokumentasi dalam penugasan audit untuk memastikan sistem pemeriksaan berdasarkan fakta historis dan standar kerja yang professional. Peran kertas kerja dalam tinjauan perspektif IASII (Ikatan Auditor Sistem Informasi Indonesia) berdasarkan standar professional auditor, salah satunya adalah mengisyaratkan aturan dalam penugasan audit berupa teknis perencanaan audit di lapangan. Hal ini penting mengingat, kebutuhan akan pengelolaan sistem informasi ke depan akan sangat ditentukan oleh program pemeriksaan yang memadai dan menjadi acuan untuk rekomendasi perbaikan sistem.Dengan adanya perencanaan kertas kerja yang baik diharapkan, dua hal dapat dicapai yaitu : standar kerja professional dan rekomendasi perbaikan atau penilaian sistem yang terarah dan terpadu.Kata Kunci: kertas kerja, standar professional, dokumentasi sistem dan proyek informasi.
Implementasi RSS Reader dengan kXML pada Telepon Genggam
M. Deri Taufan;
Fazmah Arif Yulianto;
Maman Abdurohman
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
RSS merupakan singkatan dari Rich Site Summary, RDF Site Summary atau Really SimpleSyndication. RSS yang formatnya mengikuti standar XML 1.0, mempunyai struktur yang sederhana danramping, dan didesain untuk dapat membungkus informasi dengan lebih efisien. Pada penelitian ini dibuataplikasi RSS Reader pada telepon genggam. Aplikasi RSS Reader memanfaatkan API parser kXML. ParserkXML mendukung parsing secara text-based dan parsing secara binary encoding (WBXML --Wireless BinaryXML--). Kedua metode parsing tersebut dibandingkan dari sisi waktu (delay parsing) dan kebutuhan sumberdaya (memory).Dari implementasi dan analisis perbandingan kedua aplikasi tersebut didapat bahwa metode parsingdengan binary encoding memebutuhkan waktu proses yang lebih singkat dibandingkan dengan parsing secaratext-based. Dokumen WBXML lebih kecil ukurannya daripada dokumen text-based karena dokumen WBXMLdirepresentasi dalam tokens dan literal string. Karena itu memory yang dibutuhkan untuk melakukan parsingdokumen WBXML juga lebih sedikit.Kata kunci: RSS, telepon genggam, kXML, WBXML
Sistem Lelang Barang Berbasis Web pada Organisasi
Agustinus Noertjahyana;
Andre Julius;
Adi Wibowo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem pelelangan barang yang ada pada suatu organisasi seringkali masih bersifat tradisional. Penjual dan pembeli saling bertemu di suatu tempat untuk mengadakan transaksi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi maka sangat memungkinkan dikembangkannya sistem lelang berbasis Web. Pada sistem ini pembeli tidak langsung bertemu dengan penjual namun semua bisa melakukan transaksi kapan pun dan di lokasi mana pun. Adapun caranya adalah dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada dalam suatu organisasi. Pada sistem ini fokus hanya kepada sistem lelang yang terjadi di dalam suatu organisasi, bukan secara umum.Tujuan dari dikembangkannya sistem ini adalah untuk bisa mengoptimalkan inventaris yang ada pada suatu organisasi namun cenderung tidak dipergunakan lagi sehingga diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dari suatu barang.Kata kunci: sistem lelang, inventaris, organisasi.
Security on 802.11 Wireless LAN a Comprehensive Comparison
Wawan Indarto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Since the ratification of the IEEE 802.11b standard in 1999, wireless LANs have become more prevalent.Today, wireless LANs are widely deployed in places such as corporate office conference rooms, industrialwarehouses, Internet-ready classrooms, and even coffeehouses.These IEEE 802.11-based wireless LANs presentnew challenges for network administrators and information security administrators alike. Unlike the relativesimplicity of wired Ethernet deployments, 802.11-based wireless LANs broadcast radio-frequency (RF) data forthe client stations to hear.[2] This presents new and complex security issues that involve augmenting the 802.11standard.Keyword: IEEE 802.11, WLAN, Security