cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Pengamanan Sistem Login Aplikasi Menggunakan Protokol ID Based Diffie-Hellman Key Agreement Aprita Danang Permana, S.ST
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Login merupakan tahapan awal untuk kita dapat menjalankan sebuah aplikasi baik email, chat, ataupun aplikasi catatan pribadi seseorang. Dengan adanya login, dimungkinkan bahwa orang lain tidak dapat melakukan akses terhadap aplikasi tersebut. Biasanya sistem login hanya terdiri username dan password, namun jika keduanya dapat diketahui oleh orang lain, maka aplikasi menjadi tidak aman, bahkan orang lain tersebut dapat sesuka hati mengubah, menyimpan data-data yang ada pada aplikasi. Beberapa metode pengamanannya banyak ditawarkan oleh administrator server, salah satu yang paling sederhana yaitu menggunakan Hash Function (SHA-1, MD5). Namun hal tersebut masih belum cukup aman untuk sistem penyimpanan akun login. Dengan hal tersebut, pada makalah ini menawarkan solusi pengamanan sistem login dengan menggunakan protokol ID based Diffie Hellman Key Agreement. Protokol tersebut melakukan komputasi berdasarkan pada perkalian grup bilangan bulat yang memanfaatkan identitas sebagai input pembangkit kuncinya. Dari hasil implementasi yang telah dilakukan dapat meningkatkan keamanan sistem login tersebut.
Cluster Resource Planning System untuk Efektivitas Rantai Pasok Ditdit N. Utama
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas rantai pasok di dalam sebuah klaster, termasuk klaster lidah buaya, merupakan inti dari kegiatanklaster tersebut. Sehingga, manajemen yang baik sangat dibutuhkan untuk menjalankan proses rantai pasok.Pengendalian manajemen berbasis komputer. Salah satunya adalah sistem informasi berbasis komputer.Sebuah Klaster dapat dianggap sebagai sebuah holding company. Sistem informasi yang digunakan padasebuah holding company adalah Enterprise Resource Planning system (ERPs), sebuah sistem berbasis korporat,yang digunakan untuk merencanakan dan memenej data dan informasi perusahaan, seperti penjualan,pelayanan, finansial, manufacturing dan inventory. Karena ERPs ini diimplementasikan pada sebuah klaster,maka disebutlah dengan nama CRPs, Cluster Resource Planning System. Adapun model yang digunakan untukmenghitung jalur terpendek, waktu tercepat dan biaya termurah, dilakukan dengan menggunakan algoritma AntColony Optimization.Kata Kunci: Rantai pasok, klaster lidah buaya, Enterprise Resource Planning System, Cluster ResourcePlanning System, Ant Colony Optimization
Pemetaan Penggunaan Kendaraan Menggunakan Aktivitas Penggunaan Layanan Pihak Ketiga dalam Smart City Khamidudin Azzakiy; Rudy Hartanto; Wing Wahyu Winarno
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kendaraan di luar wilayah registrasinya sering terjadi di Infonesia. Data registrasi wilayah kendaraan untuk menentukan kebijakan tiap daerah menjadi tidak relevan. Penerimaan pajak kendaraan yang didasari wilayah registrasi juga menjadi tidak tepat sasaran. Dalam penelitian ini sebuah sistem pemetaan kendaraan dirancang untuk menentukan lokasi aktivitas tiap kendaraan. Lokasi aktivitas kendaraan didapat dari penggunaan jasa layanan pihak ketiga dari masing-masing kendaraan. Data penggunaan layanan kendaraan menghasilkan informasi wilayah aktivitas penggunaan kendaraan. Dari data tersebut sistem ini dapat memetakan kendaraan dengan akurat sesuai dengan aktivitas kendaraan yang sebelumnya sulit dilakukan hanya dengan menggunakan data registrasi kendaraan.
Algoritma Genetika untuk Menentukan Jenis Kurva dan Parameter Himpunan Fuzzy Arwan Ahmad Khoiruddin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logika fuzzy dikembangkan untuk menangani permasalahan-permasalahan yang himpunanpenyelesaiannya tidak tepat (kabur). Dalam banyak permasalahan, logika fuzzy dipilih karena toleransinyaterhadap ketidaktepatan data dan karena lebih alami. Untuk setiap permasalahan yang bisa diselesaikandengan fuzzy, penentuan tipe dan parameter himpunan fuzzy dilakukan secara subjektif. Akibatnya, setiap orangakan punya kesimpulan yang berbeda untuk masalah yang sama karena himpunan fuzzynya berbeda.Untuk mengatasi permasalahan itu digunakan algoritma genetika, karena algoritma ini paling cocokdigunakan untuk optimasi. Algoritma genetika digunakan untuk mengoptimasi parameter-parameter dan tipekurva himpunan fuzzy. Evaluasi terhadap kromosom-kromosom di algoritma genetika dilakukan denganmembandingkan kedekatan hasil implementasi himpunan fuzzynya dengan data konsekuen. Semakin sedikitselisihnya dengan data konsekuen, maka kromosom tersebut semakin tinggi fitnessnya.Dari penelitian yang dilakukan, algoritma genetika dapat digunakan untuk menentukan tipe kurva danparameter kurva yang paling optimal. Dengan optimalnya tipe kurva dan parameter kurva dalam sebuah sistemfuzzy, maka hasil inferensi fuzzy baik inferensi monoton ataupun dalam FIS (Fuzzy Inference System)diharapkan akan semakin tepat.Kata kunci: algoritma genetika, himpunan fuzzy, optimalisasi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES MIGRASI DARI MEDICAL RECORD MENUJU ELECTRONIC MEDICAL RECORD DI RUMAH SAKIT Oktri Mohammad Firdaus; Kadarsah Suryadi; T.M.A. Ari Samadhi; Rajesri Govindaraju
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang proses migrasi dari medical record yang berbasis kertas menuju electronicmedical record. Penerapan electronic medical record di negara-negara maju seperti Kanada, Amerika Serikatdan Singapore sudah dapat dikatakan cukup efektif membantu memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikanoleh dokter secara pribadi maupun pelayanan rumah sakit secara umum. Selain itu juga penerapan electronicmedical record di negara maju dapat meningkatkan trust baik dari pasien maupun keluarga pasien, sehinggaangka kunjungan rumah sakit di negara tersebut relatif cukup stabil dan menunjukkan peningkatan dari tahunke tahun. Electronic medica record bukan berarti belum diterapkan sama sekali di Indonesia, ada beberaparumah sakit yang sudah mulai menerapkan electronic medical record secara parsial dan masih sangat sedikitrumah sakit yang menerapkan electronic medical record secara komprehensif. Hal tersebut yangmelatarbelakangi penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi danmenganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses migrasi dari medical record tradisional menujuelectronic medical record khusus untuk kasus di Indonesia. Metodologi yang digunakan yaitu denganmembandingkan beberapa literatur maupun jurnal yang sebelumnya sudah membahas masalah ini dengan hasilobservasi dan wawancara langsung di beberapa rumah sakit di Indonesia. Hasil akhir dari penelitian ini adalahditemukannya 2 (faktor) tambahan selain dari 8 (delapan) faktor yang telah diungkapkan oleh Boonstra danBroekhuis (2010), yaitu faktor peran pemerintah dan feodalisme dalam proses migrasi dari paper based medicalrecord menuju electronic medical record khususnya untuk kasus di beberapa rumah sakit di Bandung danJakarta.
Pemetaan Sistem Informasi Manajemen Logistik dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia Rienna Oktarina
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sistem logistik dalam penanggulangan bencana adalah suatu pendekatan terpadu dalammengelola barang bantuan penanggulangan bencana. Aktivitas pengelolaan sistem logistik bencana alamdimulai dengan pemilihan komoditas, pendekatan ini antara lain mencakup pencarian sumber, pengadaan,jaminan kualitas, pengemasan, pengiriman, pengangkutan, penyimpanan di gudang, pengelolaan inventori, danasuransi. Aktivitas ini melibatkan banyak pelaku yang berbeda tetapi semua kegiatan yang dilakukan oleh setiappelaku harus terkoordinasi. Dengan demikian, peran sistem informasi menjadi sangat penting agar aktivitastanggap darurat dan penanggulang bencana dapat dilakukan dengan secepat dan setepat mungkin, sehinggaperlu dirancang sebuah sistem informasi manajemen logistik untuk penanggulangan bencana. Paper inimembahas tentang pemetaan terhadap sistem informasi manajemen logistik dalam penanggulangan bencanayang ada saat ini.Kata kunci: sistem informasi, manajemen logistik, penanggulangan bencana, tanggap darurat.
Pengelompokan Tingkat Kesehatan Masyarakat Menggunakan Shelf Organizing Maps Dengan Cluster Validation Idb dan I-Dunn Budi Dwi Satoto; Bain Khusnul Khotimah; Adam Muhammad
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Data hasil RISKESDAS Jawa Timur merupakandata mentah yang belum diolah. Hal ini disebabkan karena datatersebut merupakan data riil atau data nyata yang didapatkandari dari hasil survei lapangan secara langsung. Adapun Tujuanpenelitian ini adalah Adanya gambaran daerah yang telahdikelompokkan mendapatkan perlakuan yang sama dari sisiinfrastruktur dan pelayanan kesehatan. Pada proses awalpenelitian ini dilakukan preprocessing dilanjutkan Clusteringmenggunakan SOM untuk menentukan Cluster data diikutidengan proses Validation untuk meningkatkan akurasi hasilcluster menggunakan IDB dan I-DUNN. Hasil yang dicapai padapenelitian ini menggunakan skenario uji coba pada modul datapenyakit mata dengan record kabupaten di jawa timur, dimanadihasilkan nilai IDB dengan hasil terbesar ada pada tiga Clusterdengan nilai 32,8657, dan nilai terkecil ada pada sepuluh clusterdengan Nilai 9,8597, sedangkan nilai I-DUNN nya dengan hasilterkecil pada tiga Cluster dengan nilai 0,6667 dan nilai terbesarterdapat pada sepuluh Cluster dengan nilai 0,9. Dapatdisimpulkan bahwa pada metode Cluster SOM mengunakanCluster validation IDB, semakin kecil nilai indeksnya maka hasilsemakin bagus sedangkan jika mengunakan Cluster validation IDUNNsemakin besar nilai indeksnya maka semakin baik hasilyang di dapatkan.Keywords; Clustering, Self Organizing Map, IDB, Index-dunn,Cluster Validation
Perencanaan Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Framework CobiT (Studi Kasus pada Direktorat Metrologi) Falahah Falahah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas layanan yang baik bagi tujuan bisnis perusahaan. Penerapan tata kelola ini harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobiT. Dalam dokumentasi resminya CobiT juga disertai dengan serangkaian pedoman seperti pedoman manajemen dan pedoman implementasi. Pedoman implementasi menyediakan serangkaian alat dan tahapan untuk mengimplementasikan tatakelola berdasarkan kerangka kerja CobiT yang meliputi elemen pengukuran kerja, daftar factor keberhasilan kritis dan pengukuran tingkat kematangan (maturity). Semua alat tersebut dirancang untuk mendukung keberhasilan implementasi tata kelola pada berbagai obyek pengendalian (control objective) di bidang TI.Studi kasus yang dibahas pada tulisan ini adalah Direktorat Metrologi. Tujuan perencanaan tata kelola ini adalah untuk menghasilkan rekomendasi tata kelola pada proses TI yang paling penting pada instansi tersebut. Tahapan perencanaan dimulai dari evaluasi terhadap kondisi saat ini, penilaian terhadap ekspektasi yang ingin dicapai organisasi dengan mengacu pada rencana strategis dan tantangan yang harus dihadapi oleh organisasi, menentukan proses utama yang dianggap penting dan mengusulkan rekomendasi tatakelola atas proses tersebut.Kata Kunci: Tatakelola TI, CobiT, Perencanaan, Studi Kasus Direktorat Metrologi
APLIKASI SOFTWARE CUBE IQ DALAM AKTIVITAS LOADING (STUDI KASUS: PT X) Rienna Oktarina
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola penyusunan barang dalam ruang tiga dimensi, contohnya kontainer, harus bisa seoptimal mungkin untukmenekan biaya pengiriman dalam berbisnis. Container loading terdiri dari penyusunan barang berbagai ukuranke dalam kontainer yang tersedia dengan cara mengoptimalkan beberapa sasaran fungsi. Container loadingseringkali memerlukan biaya dan tenaga yang cukup besar, lebih lagi untuk barang yang relatif besar danberat. Jika rencana penyusunan barang dapat dibuat dengan suatu perangkat lunak (software), maka akanmemudahkan pengguna mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang dapat ditempuh. Cube IQ merupakansoftware yang dapat membantu kita untuk melakukan perencanaan aktivitas loading dengan baik dan teratur,jika diterapkan pada aktivitas loading yang sebenarnya, maka akan mendekati hasil seperti apa yang telahdiproses dalam sistem ini. Cube IQ mempunyai mode operasi untuk container loading, truck loading,palletization dan cartonization. Cube IQ merupakan salah satu perangkat lunak yang ada di pasar yang dapatmenangani beberapa jenis ULD (unit load device) atau airline containers. Penelitian ini bertujuan untukmenyelesaikan masalah muatan kontainer menggunakan software Cube IQ. Masalah muatan kontainerdigambarkan dengan jumlah barang yang akan dimasukkan ke dalam satu kontainer yang bertujuan untukmendapatkan urutan dan orientasi penyusunan barang untuk meminimalkan penggunaan ruang kontainer.Hasil optimasi yang diperoleh, diharapkan mampu memberi masukan dalam pengambilan keputusanpenyusunan barang serta menentukan urutan dan orientasi barang di dalam kontainer.Kata kunci :      Loading Activity, Container Loading, Software, Cube IQ.
Penerapan Algoritma Backtracking Berbasis Blind Search untuk Menentukan Penjadwalan Mengajar Novriyanto -; M. Zaid.S
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma pencarian (searching algorithm) dilakukan untuk mencari data sesuai argumen kunci yang diterima. Dengan argumen kunci tersebut, hasil pencarian akan diperoleh salah satu dari dua kemungkinan, yaitu data yang dicari ditemukan (successful) atau tidak ditemukan (unsuccessful). Penelitian ini menggunakan algoritma backtracking untuk menyelesaikan permasalahan dalam menentukan penjadwalan mengajar di Sekolah Dasar (SD) Islam As-Shofa Pekanbaru.Tujuannya adalah untuk membuktikan apakah algoritma tersebut dapat menciptakan jadwal mengajar yang optimal atau tidak.Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa algoritma backtracking tidak dapat menentukan jadwal mengajar secara keseluruhan. Hal ini disebabkan atas beberapa kendala diantaranya jumlah guru, jumlah mata pelajaran dan jumlah jam yang telah ditentukan.

Page 24 of 142 | Total Record : 1420