cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Informasi Pada Sumber Suara Tiga Dimensi Diperoleh Dengan Metode Optimasi Steepest Descent Ratnadewi Ratnadewi; Vikky Bernadus
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam akustik dapat berupa masalah langsung maupun invers. Dikatakan masalah langsungapabila tekanan akustik pada sembarang titik di medan akustik dapat ditentukan dengan mengetahui tekananatau potensial kecepatan permukaan sumber dan sebaliknya untuk masalah inversi. Informasi tentang kecepatanpermukaan, tekanan suara dan daya akustik dari sumber akustik sangat berguna untuk mengidentifikasi sumberakustik tersebut.Metode Steepest Descent digunakan untuk mencari informasi tentang kecepatan permukaan, tekanansuara dan daya akustik dari sumber akustik, jika diketahui informasi pada medan akustik.Uji kasus dilakukan pada ruang tiga dimensi dengan mengambil sumber berbentuk bola. Sebagaipembanding hasil formulasi digunakan nilai acuan yang diperoleh dari perhitungan analitis yang diketahui.Hasil solusi inversi yang diperoleh dengan optimasi steppest descent memberikan nilai kesalahan rata-rata yanglebih kecil dibandingkan dengan hasil solusi inversi tanpa optimasi.Kata kunci: masalah inverse akustik, Steepest Descent
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR SISTEM ADAPTIF DALAM RANCANG BANGUN SISTEM KUIS ONLINE Arief Hidayat; Aris Sugiharto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuis merupakan metode penilaian yang paling banyak digunakan di perguruan tinggi, kuis online merupakan media teknologi revolusi kuis yang ternyata tidak dapat mengatasi isu penting peningkatan proses belajar peserta didik. Permasalahan utama dengan kuis online, adalah kurangnya nilai signifikan yang disebut 'Personalisasi'. Tanpa personalisasi, sistem memperlakukan semua peserta didik dengan cara yang sama. Personalisasi dibutuhkan sistem untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik secara otomatis yang disebut ‘Adaptif’. Sebuah sistem disebut adaptif jika secara otomatis dapat menyesuaikan dengan penggunanya. Arsitektur sistem adaptif inilah yang akan diimplementasikan dalam rancang bangun sistem kuis online. Sistem kuis online ini menjadi lebih personalisasi karena model pertanyaan yang disajikan secara khusus dirancang bagi mahasiswa sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Mahasiswa akan lebih mengenal kekuatan dan kelemahan dalam proses belajar mereka karena mereka tidak akan menuju ke tingkat kesulitan yang lebih tinggi jika mereka tidak memenuhi nilai yang dipersyaratkan pada tingkat tertentu. Arsitektur sistem kuis online ini terdiri dari tiga komponen utama: student model, domain model dan adaptation model. Metode pengembangan sistem menggunakan System Development Life Cycle model iteratif. Hasilnya yaitu sebuah Sistem kuis online sebagai sistem penilaian mahasiswa berdasarkan kemampuan, pengetahuan dan preferensi dari masing-masing mahasiswa.
Komparasi Kualitas Standar Dokumen SRS: MIL-STD-498 dan IEEE 830-1998 Bimo Prakoso; Hanson Prihantoro Putro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil proses analisis kebutuhan perangkat lunak dituangkan ke dalam dokumen Software Requirements Specification (SRS). Untuk membuat dokumen tersebut, terdapat beragam standar penulisan yang bisa digunakan. Banyaknya standar yang tersedia seringkali membingungkan penggunanya ketika harus memilih standar yang tepat untuk mereka. Karena itu perlu dilakukan komparasi berbagai standar penulisan yang ada untuk mengetahui standar yang bisa menyediakan dokumen SRS dengan kualitas lengkap, ringkas, dan tidak sulit untuk diaplikasikan oleh pengembang pemula di Indonesia. Standar yang dipilih untuk dikomparasi adalah IEEE 830-1998 dan MIL-STD-498 (DI-IPSC-81433). Komparasi dilakukan dengan mencari perbedaan antara kedua dokumen panduan dan dokumen SRS yang dihasilkan, menggali kelebihan dan kekurangannya, serta mengujikan dokumen SRS tersebut kepada pihak ahli. Dari proses komparasi yang dilakukan, diperoleh standar pembuatan dokumen SRS yang memenuhi kualitas ringkas, lengkap, dan mudah diterapkan, yaitu standar IEEE 830-1998.
Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Proyek Pengembangan Sistem Informasi Yogi Yusuf Wibisono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem informasi menjadi sangat penting seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas di dalam perusahaan, serta semakin tingginya tuntutan terhadap keakuratan dan kecepatan aktivitas. Tahapan pengembangan sistem informasi meliputi perencanaan, analisis, desain, dan konstruksi. Tahap perencanaan menghasilkan beberapa area bisnis, tiap area bisnis akan diidentifikasi proses bisnis dan sistem-sistem informasi yang dibutuhkan pada area tersebut, sistem informasi yang diidentifikasi akan didesain pada tahap desain, dan selanjutnya dibangun suatu sistem informasi. Sangatlah sulit jika perusahaan harus mengembangkan seluruh sistem informasi secara bersamaan dikarenakan kebutuhan terhadap sumber yang sangat besar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, perusahaan akan membuat prioritas dan memutuskan area mana yang akan dibangun terlebih dahulu.Tahap perencanaan yang dilakukan di PT. X menghasilkan beberapa area bisnis, yaitu: keuangan, akuntansi, perencanaan dan pengendalian produksi, produksi, pembelian, penjualan, dan sumber daya manusia. Ada beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam penyusunan prioritas pengembangan area bisnis, kriteria-kriteria tersebut adalah: benefit (pencapaian faktor kunci keberhasilan, pencapaian sasaran, solusi terhadap masalah), permintaan (tekanan permintaan dari pimpinan, kebutuhan), dampak organisasional, kesuksesan (derajat kompleksitas, panjang proyek, resiko), kebutuhan sumber (kebutuhan dana, ketersediaan analis). Tidaklah mudah menangani kriteria yang majemuk, bersifat kuantitatif maupun kualitatif, dan saling bertentangan, sehingga dibutuhkan suatu tool yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kriteria-kriteria tersebut.Salah satu tool yang dapat digunakan adalah analytical hierarchy process (AHP). Penerapan AHP dalam membantu pengambilan keputusan pemilihan area bisnis memberikan bobot kriteria sebagai berikut: benefit [0.515] (pencapaian faktor kunci keberhasilan [0.172], pencapaian sasaran [0.172], solusi terhadap masalah [0.172]), permintaan [0.057] (tekanan permintaan dari pimpinan [0.009], kebutuhan [0.0.047]), dampak organisasional [0.084], kesuksesan [0.16] (derajat kompleksitas [0.086], panjang proyek [0.026], resiko [0.048]), kebutuhan sumber [0.186] (kebutuhan dana [0.148], ketersediaan analis [0.037]). Sementara untuk alternatif (area bisnis) mempunyai bobot prioritas sebagai berikut: perencanaan strategis [0.134], peramalan [0.129], pemrosesan order [0.132], pembelian [0.084], produksi dan persediaan [0.297], penjualan [0.121], dan sumber daya manusia [0.09]. Dari hasil di atas area bisnis produksi dan persediaan mempunyai tingkat kepentingan yang paling tinggi dibandingkan dengan area bisnis lainnya. Area tersebut dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan sistem informasinya terlebih dahulu.Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, Anlaytical Hierarchy Process, Perencanaan Sistem Informasi
Pengukuran Panjang Saluran Akar Gigi pada Citra X-Ray Gigi Menggunakan Active Shape Model Ima Kurniastuti; I Ketut Eddy Purnama; Mauridhi Hery Purnomo; Margareta Rinastiti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Dalam penelitian ini dilakukan pengukuranpanjang saluran akar gigi secara otomatis untuk mendapatkanpanjang saluran akar gigi yang cepat dan akurat. Metode yangdigunakan adalah contrast stretching sebagai tahappreprocessing yang bertujuan untuk mempertajam ciri atau fiturdalam citra, active shape model yang menghasilkan daerahsaluran akar gigi dan operasi morfologi berupa thinning sertaperimeter untuk mengukur panjang saluran akar gigi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa active shape model mampumesegmentasi saluran akar gigi sehingga dapat dilakukanpengukuran panjang saluran akar gigi. Rata-rata akurasi yangdihasilkan oleh metode ini sebesar 88,24%.Keywords—panjang saluran akar gigi; active shape model;citra x-ray gigi
‘Mobile Internet Center’ Berbasis Wireless Connection Sebagai Solusi Efektif Media Pendukung Pembelajaran Aplikasi Teknologi Internet di Daerah Terpencil Agus Hidayat; Gatot Prabantoro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha mengkaji kemungkinan pemanfaatan teknologi ‘wireless’ connection dalammengembangkan sebuah media pendukung komunikasi berbasis internet yang mungkin untuk dilakukan didaerah terpencil sebagai upaya meningkatkan kapasitas belajar masyarakat daerah terpencil yang minimfasilitas infrastruktur untuk berkoneksi internet. Solusi tersebut diimplementasikan dalam bentuk sebuah ‘MobileInternet Center’ yang dapat memberikan pembelajaran tentang internet dan aplikasinya di daerah-daerahterpencil yang dikunjungi secara periodik (ide ini didapat dari studi empiris penulis terhadap keberadaanperpustakaan keliling yang sangat memberikan kontribusi bagi akselerasi minat belajar masyarakat daerahterpencil). Dengan cara demikian diharapkan akselerasi pembelajaran masyarakat terhadap aplikasi internetdapat terpenuhi sehingga peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia dapat meningkat. Terlebih lagidangan suatu keyakinan bahwa internet merupakan jendela dunia, maka ini merupakan suatu upaya dalammempersiapkan manusia Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi yang mengglobal.Kata Kunci: mobile internet center, wireless connection, aplikasi internet, pembelajaran internet
Penerapan Arsitektur Three-Tier dengan COM+ dalam Portal Jurnal Dimara Kusuma Hakim; Fathul Wahid
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan arsitektur three-tier digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan model two-tier dalamhal penggunaan kembali komponen, skalabilitas, dan perawatan sistem. COM+ adalah salah satu platform yangdigunakan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut karena kemampuannya untuk (a) memusatkan logikaaplikasi pada middleware, (b) mendistribusikan beban proses data pada beberapa mesin, (c) meningkatkankeamanan dengan kemampuan menyembunyikan data, dan (d) memungkinkan perawatan yang mudah dengantanpa instalasi database driver pada setiap client. Dalam model three-tier, aplikasi dibuat menjadi tiga partisi:(1) plikasi client yang menyediakan user service, (2) aplikasi middleware yang menyediakan business service,dan (3) aplikasi database menyediakan data service. Paper ini mempresentasikan studi kasus penggunaan modelthree-tier untuk aplikasi Portal Jurnal.Kata kunci: three-tier, portal jurnal, COM+, middleware, client server
Pemanfaatan Bahan Ajar Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Multimedia Interaktif Suryandari Sedyo Utami; Widyo Nugroho
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multimedia adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media, baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi. Multimedia sebagai : kombinasi teks, grafik, suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif. Multi media interaktif ini biasa dioperasikan di komputer. Komputer disini dipergunakan sebagi media pembelajaran.Pembelajaran adalah suatu proses yang sistemik dimana setiap komponen saling berpengaruh bagi keberhasilan si pembelajar. Inti pembelajaran adalah siswa belajar, ini berarti bahwa siswa perlu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar yang mungkin digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penggunaan media berbantuan komputer dalam pembelajaran diharapkan dapat mengatasi kekurangan-kekurangan metode konvensional. Media ini dapat dirancang untuk berbagi tugas dan dapat membantu sebagian fungsi pengajar, terutama dalam menyajikan informasi, ide, dan konsep untuk keperluan belajarPerancangan Pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata kuliah SistemInformasi Akuntansi dirancang sedemikian rupa berdasarkan kebutuhan dosen dan mahasiswa dengan menggunakan Macromedia authorware. Program ini berisi informasi materi dalam bentuk teks, suara, gambar video maupun gambar animasi.Program ini diimplementasikan terhadap kurang lebih 45 mahasiswa. 96% menyatakan program ini sangat menarik dan sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu 94 % menyatakan program ini dapat mengatasi kebosanan terhadap perkuliahan di kelas dalam bentuk metode ceramah.
Pengembangan Question/Answering Portal dengan Answer Quality Predictor pada Aplikasi E-Learning Fajar Baskoro; Wisda Rubikartin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Question/Answering Portals adalah sebuah aplikasi berbasis web dimana tiap user dapat mengajukanpertanyaan dan menjawab pertanyaan dan berpartisipasi didalam mengevaluasi pertanyaan dan / ataujawaban dalam berbagai topik. Didalam sistem ini user dapat berinteraksi dan mendapatkan informasi dariberbagai macam user, sehingga akan terbentuk jaringan sosial dengan interaksi heterogen didalamnya.Kebebasan dan kemudahan dalam partisipasi user didalam sistem ini, menyebabkan beragamnya kualitas dariinformasi yang ada didalam sistem.Di dalam Penelitian ini dikembangkan sebuah Question/Answering Portals dengan menambahkan answerquality predictor yang menerapkan metode non-textual feature. Answer quality predictor berfungsi untukmenentukan kualitas dari jawaban yang ada didalam sistem, seberapa berkualitas sebuah jawaban akandihitung secara otomatis dengan menggunakan metode non-textual feature. Metode ini menggunakan fitur-fiturnon-textual pada sebuah jawaban seperti panjang jawaban, rekomendasi user, jumlah klik, dan beberapa fiturlainnya dengan total 11 fitur. Dengan menerapkan question quality predictor akan dapat diketahui secaraotomatis kualitas dari suatu jawabanKata Kunci: social media, question/answering portal, quality predictor, non-textual feature
ANALISIS SEGMENTASI CIRI CITRA BUAH DAN BUNGA DENGAN INVARIANT MOMENT DAN ALGORITMA THRESHOLD A Haris Rangkuti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengenali citra maka dilakukan segmentasi citra direpresentasi dengan ciri warna melalui metode Adaptive Histogram, sedangkan untuk ciri bentuk melalui metode invariant moment. Proses segmentasi dilakukan dalam rangka mendukung proses temukembali citra dengan mengunakan konsep CBIR. Dalam mengukur kemiripan citra digunakan jarak euclid dimana hasilnya digunakan sebagai dasar untuk perhitungan nilai grade antara 0 – 1. Perhitungan nilai grade kemiripan dengan proses fuzzyfikasi pada Fungsi Sigmoid (kurva-S), yang kemudian dijadikan sebagai inputan untuk melakukan temukembali citra dengan algoritma Threshold. Algoritma Threshold merupakan pengembangan dari Algoritma fagin dimana mekanisme proses berdasarkan nilai ambang dari citra query. Pada dasarnya algoritma Threshold akan menampilkan citra berdasarkan nilai grade representasi / kemiripan yang tertinggi pada setiap citra query, yang sudah dibandingkan dengan citra database. Nilai grade yang tinggi (mendekati nilai 1) menunjukkan bahwa ciri citra contoh (query) mirip dengan citra database begitu juga sebaliknya. Setelah itu dilanjutkan dengan membandingkan Nilai grade representasi citra warna dan bentuk dengan mengunakan operator min pada logika fuzzy, sehingga akan ditampilkan beberapa citra saja yang mempunyai kemiripan sesuai dengan citra asli. Kelebihan algoritma Threshold dan fungsi fuzzy ini, dibandingkan dengan metode lainnya adalah terletak pada simplisitas metode dalam temukembali citra, sehingga kinerja CBIR menjadi lebih handal dan efektive.

Page 34 of 142 | Total Record : 1420