cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Pemanfaatan Teknologi Bluetooth Sebagai Media Reservasi Menu Di Restaurant . Istikhomah; Rizqi Bagaskoro; Brima Aribowo; Taufiq Hidayat
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling menukar data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Makalah ini menerapkan perancangan suatu sistem yang menghubungkan aplikasi handphone dengan aplikasi desktop melalui koneksi bluetooth pada kasus reservasi di restaurant. Dimana aplikasi handphone digunakan ooleh pengunjung dan aplikasi desktop diperuntukkan oleh admin. Sehingga proses reservasi menu hanya akan dilakukan di area restaurant. Penerapan teknologi bluetooth ini dapat membantu proses reservasi sehingga menjadi cepat, tepat, menarik, dan dapat meningkatkan minat pengunjung restaurant. Kata-kunci: Bluetooth, Reservasi
Perancangan Ontologi Student Payment Dari Relational Database Berbasis Semantic Web Service Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi X Jaeni Jaeni; Selo Selo; Sri Suning Kusumawardani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Database relasional merupakan salah satu solusipenyimpanan yang paling populer dalam berbagai macampengelolaan data untuk berbagai kebutuhan aplikasi. Sedangkanontologi merupakan salah satu kunci dalam pengembangansemantik web. Upaya dalam membuat proses perancanganontologi secara otomatis menjadi suatu kebutuhan yang dapatmenjembatani antara database relational dan ontologi. Adapuntujuan dari paper ini adalah untuk mengembangkan database keontologi dalam rangka konversi database student payment kedalam ontologi, ontologi yang dihasilkan dievaluasi denganmetode OntoQA.Keywords—ontologi; semantic web; database ke ontologi;student payment;
PERANCANGAN MODEL BISNIS DAN ANTAR MUKA UNTUK PENJUALAN ONLINE . Rudy
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          ujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan model bisnis dan perancangan antarmukaaplikasi penjualan online bagi perusahaan pejualan perangkat komputer. Metode yang digunakan adalahmetode analisis dan perancangan, metode analisis kesiapan perusahaan dalam menjalankan bisnis online,sedangkan metode perancangan meliputi perancangan model bisnis, perancangan basis data dan perancanganantarmuka. Hasil yang dicapai adalah rancangan aplikasi penjualan online yang dapat membantu perusahaandalam meningkatkan volume penjualan serta memperluas jangkauan pemasaran produk. Dengan menerapkansistem penjualan online, perusahaan penjualan perangkat komputer dapat meningkatkan daya saing diantarasesama perusahaan sejenis, serta dapat mendapatkan pelanggan-pelanggan baru yang potensial ditengahmeningkatnya pemanfaatan internet oleh perusahaan maupun personal.Kata kunci : penjualan, online, model bisnis, Aplikasi
Penerapan ZEF Framework untuk Aplikasi E-Government: Pendekatan Sinergi BPM (Business Process Model) dan SOA (Service Oriented Architecture) Ahmad Nurul Fajar; Eko K. Budiardjo; Zainal A. Hasibuan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan regulasi seringkali perlu diikuti dengan mengubah sistem informasi / perangkat lunak aplikasi terpasang. Jika perubahan ini tidak didukung oleh environment perangkat lunak yang fleksibel, dapat berpengaruh terhadap biaya penyesuaian aplikasi. Kadangkala, hasil perubahan yang sudah diimplementasikan tidak sesuai dengan kebutuhan. Perubahan pada common application seringkali menyebabkan aplikasi spesifik tidak bisa digunakan. Sementara, jika ada perubahan pada aplikasi spesifik, seringkali tidak sesuai dengan common application. Hal ini disebabkan karena belum adanya pendekatan yang mensinergikan BPM dan SOA dengan memperhatikan aspek commonality dan variability pada level fitur. Untuk mengantisipasi perubahan regulasi, dapat difasilitasi oleh Zhuma’s E-Government Framework (ZEF Framework). ZEF dapat menjembatani bisnis dan IT karena dapat mengidentifikasi, mengklasifikasi dan mengelola commonality dan variability fitur berdasarkan regulasi. Penerapan ZEF Framework pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mengurangi dampak biaya akibat perubahan regulasi terhadap aplikasi terpasang. Ujicoba penerapan ZEF Framework dilakukan pada domain sistem budgeting dan keuangan daerah.
Faktor-faktor Penentu Penggunaan World Wide Web sebagai Sarana Pendukung Pendidikan: Studi Empirik Mahasiswa Akuntansi di Yogyakarta Enggar Hestu Nugroho; Didi Achjari
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Internet, especially World Wide Web (WWW) has been used extensifely in manyfields including higher education. In this regard, business students are amongst the activeuser of the Internet because it can provide up-to-date information about business from allover the world. The current study that uses Davis’ TAM as a framework investigates the impactof external variables - such as internet self-efficacy, search engine knowledge, systemquality characteristics - on the use of WWW as the learning support tool. Respondents whowere accounting students from several universities in Yogyakarta were obtained using quotasampling method. Of the 240 sent questionnaires, 158 usable responses were obtained. Theresults of data analysis using multiple regressions indicate that all but one hypothesis aresupported.Keywords: Internet, World Wide Web (WWW), Technology Acceptance Model (TAM), e-Learning, student, accounting.
Web Aplikasi Educourse (Distance Learning) Mengadopsi Standar Learning Technology System Architecture (IEEE P1484.1/D11) Abdusy Syarif; Rusdianto Roestam; Rina Dwi Utami
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umunya, proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan pada sebuah kelas dan waktu tertentu. Pada situasi dan kondisi tertentu, hal tersebut dapat menjadi masalah ketika ruang kelas atau waktu tidak tersedia dan memungkinkan. Sehingga dibutuhkan sebuah alternatif atau solusi.Penelitian ini bertujuan membangun suatu aplikasi berbasis web guna keperluan pembelajaran dan pengajaran dengan jarak jauh (Distance Learning), yang kami sebut dengan eDuCourse. Aplikasi ini bermaksud memberikan sebuah solusi dari permasalahan klasik, yaitu ruang dan waktu. Aplikasi ini mengadopsi sebuah standar teknologi, Learning Technology System Architecture (LTSA), yaitu sebuah standar internasional untuk penunjang sistem pembelajaran yang didukung oleh teknologi informasi, dimana standar ini dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). LTSA menggambarkan arsitektur berbasis komponen yang abstrak.Aplikasi ini berhasil dibangun menggunakan bahasa PHP dan basis datanya menggunakan MySQL dengan menyederhanakan fungsi dari komponen Learning Parameter.Kata kunci: Distance learning, Learning Technology System Architecture (LTSA), Distance Learning, Aplikasi
Extent and Purpose of Adopting ICT For Agribusiness Development: The Case of Sampled-Firms in East Java Sudaryanto Sudaryanto; Soekartawi Soekartawi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is a part of the first-author PhD-dissertation entitled ‘Factors Influencing ICT Adoption in EastJava Agribusiness: Individual and Organisational Approaches’. The main objective of presenting this article issharing information related to investigation of ICT adoption done by samples who are asked to respond to amultiple response questions.ICT adoption ladder model is used for the analysis. The samples are grouped into four level of adoption---lowest to highest level), namely (i) ICT- Conventional, consists of fixed line phone, facsimile, and mobile phone,(ii) ICT- Computer, consists of stand alone computer with access to the internet via internet cafes, (iii) ICTInternet,consists of use of the internet for email and using a web browser, and (iv) ICT-E-business, consists ofusing the internet for advertising, online business and virtual organisation activities.About 178 sampled firms (farmers) in four regencies (Jember, Banyuwangi, Malang, Sidoarjo) wereinterviewed in 2006. The respondents were given their opportunity to respond to multiple options on the purposefor adopting ICT. Five options of ICT use were proposed: (i) ICT for communication among employees, (ii) ICTfor communication between companies and distributors, (iii) ICT for marketing and sales, (iv) ICT for searchingcompany’s resources, and (v) ICT for other purposes.Results of the analysis show that all samples in group 1 (100%) adopted the lowest level of ICT. Group 2, 3,and 4, respectively, adopted 75.3%; 44.9%; and 10.7%. This indicates the default automatic adoption level ofwhich all businesses operate at the minimum. The ladder shows that the higher the level, the smaller thepercentages of sampled firms. This means that as ICT technology becomes more sophisticated, fewer sampledfirms opt to adopt the higher levels on the ICT ladder. Also, firms at the higher levels still use ICT technologyfrom the lower levels. In other words, the existence of adopter advanced levels of ICT does not mean a reductionof use at the lower levels. Some businesses maintain their existing ICT adoption levels and are not interested inimprovement by moving to the more sophisticated levels of ICT, due to considerations which will be investigatedin this research.The results also show that general purposes of using ICT at the very basic level of the ladder needs to beinvestigated in order to draw a picture of the benefit of adopting ICT.Keywords: ICT adoption, agribusiness, Indonesia
KAJIAN PENGGUNAAN SOFTWARE AMOS/LISREL BERDASARKAN PENDEKATAN TAM Studi Kasus Penggunaan Software pada Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) di Perguruan Tinggi Marini .
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suksesnya penerapan Teknologi Informasi (TI) sangat bergantung pada penerimaan teknologi tersebut oleh user sebagai pengguna. Penelitian ini berjudul "persepsi Penggunaan Software AMOS/LISREL Berdasarkan Pendekatan TAM : Studi Kasus Penggunaan Software Pada Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) di Perguruan Tinggi". Membahas tentang tingkat penerimaan pengguna software AMOS/LISREL yang dapat dideteksi dari persepsi dan perilaku pengguna dalam menggunakan software tersebut di beberapa Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi diterima dengan baik atau tidaknya software AMOS/LISREL oleh penggunanya, Juga ingin diketahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan software tersebut. Maka dari itu peneliti akan membuat usulan supaya dengan adanya pengggunaan sofware AMOS/LISREL akan mempermudah menyelesaikan permasalahan sosial dan pengolahan data secara statistik dengan menggunakan variabel laten. Model yang digunakan untuk mengetahui penerimaan software AMOS/LISREL ini adalah model TAM (Technology Acceptance Model). Secara terinci model TAM menjelaskan penerimaan TI dengan dimensi-dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi penerimaan teknologi oleh pengguna. Model ini menempatkan faktor sikap dan tiap-tiap perilaku pengguna dengan menggunakan dua variabel utama yaitu kemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (easy of use). Diduga penerimaan software AMOS/LISREL ini juga dipengaruhi oleh faktor lain antara lain : Perceived Risk with Product/service (PRP) atau resiko terhadap produk/servis, Number of user (NOU) atau jumlah pengguna, Attitude Toward Using (ATU) atau sikap untuk menggunakan, Intention to Use (ITU) atau niat untuk menggunakan dan Actual Usage Behavior (AUB) atau perilaku penggunaan.
Analisis Kinerja Adhoc terhadap Perbedaan Cuaca Syarif Hidayat
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adhoc merupakan kumpulan node yang bergerak secara dinamis membetuk jaringan dalam jangka waktutertentu tanpa menggunakan infrastruktur jaringan yang sudah ada ataupun administrasi terpusat. Saat inidipasaran telah tersedia banyak perangkat komputer bergerak yang memiliki kemampuan untuk melakukaninterkoneksi. Perangkat-perangkat tersebut umumnya terkoneksi satu sama lain menggunakan administrasiterpusat. Pada kondisi tertentu, seperti pada saat bencana alam, dimungkinan terjadi kerusakan infrastrukturyang menyebabkan komunikasi antar perangkat tersebut terputus. Salah satu alternatif komunikasi adalahmenggunakan jaringan adhoc. Hanya saja, untuk mendesain suatu model jaringan yang reliable diperlukansuatu penelitian yang mengukur kinerja jaringan adhoc pada berbagai kondisi cuaca. Pada penelitian ini kamiakan melaporkan hasil pengukuran kinerja jaringan adhoc pada ruang terbuka dengan variasi jarak padacuaca cerah dan mendung.Kata kunci: Adhoc, analisis kinerja, cuaca
PERBANDINGAN PENCAPAIAN JEJARING INFORMASI PARIWISATA TERPADU BERBASIS WEB (ELECTRONIC TOURISM) DALAM MENDUKUNG VISIT INDONESIA YEAR 2010 STUDI KASUS : VISIT ACEH, VISIT BANGKA BELITUNG, DAN VISIT BATAM 2010 Prakoso Bhairawa Putera; Dini Oktavianti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technology has an important role in the development of mankind, especially when people run the organization.The rate of technological development brought a major impact on many aspects of life and the environment.Technology itself is an application and / or development of a variety of theoretical findings for the benefit ofmankind. The implication of technological progress is preceded by research activities to develop science.Information technology has become an important component in various fields, including the tourism industry,including promotion, marketing, and sales of tourism products. Based tourism information technology known ase-tourism. Problems of e-tourism in Indonesia is not yet optimal marketing of tour packages for the informationprovided on this website is not interactive tourism with tourists who need information, have not integratedtourism websites with the other components of information systems in the tourism industry, such as airlines,cruise , insurance, travel agents, hotels, and managing their own attractions. This paper examined thecomparative achievement of an integrated network of tourism information web based (electronic tourism) isdone through exploratory approach. While the analysis used is a qualitative analysis, which will describe thefindings of literature studies, and analyze the structure of information in the website. Object of study itself usescase studies in three regions, namely Aceh, Batam, Bangka and Belitung, which is based on the availability ofan integrated network of tourism information in each region. There are several indicators used to measure theextent to which the achievement of an integrated network of tourism information-based e-tourism of the regionof Aceh, Bangka Belitung, and Batam. The indicators used are: The popularity of search engines, description ofinstitutions, Up-date information / news, serial data agency, internal service, public service / external feedbackemail response test, view the homepage, Conformity domain name with the name of the institution (Refer toMinisterial Regulation Depkominfo No.28/2006). From the technology application of e-tourism in Indonesia,concluded that this technology can be a solution for the promotion of tourism in Indonesia. E-tourism can beutilized in the field of tourism to solve the problem of data interoperability, allowing the promotion, marketing,and sales of a more complete tour packages and integrated.Kata Kunci: tourism, tourism network, e-tourism, visit indonesia year 2010, aceh, batam, bangka belitung

Page 9 of 142 | Total Record : 1420