JURNAL BERKALA ILMIAH EFISIENSI
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado, sebagai media informasi, penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Ekonomi, Ekonomi Perencanaan, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Moneter, Ekonomi Publik, Ekonomi Perusahaan dan Ekonomi Keuangan, yang berasal dari para pengajar, alumni, mahasiswa dan masyarakat umum. Jurnal ini terbit minimal tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari, Juni, Oktober.
Articles
1,058 Documents
Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow
Elvira Rosa Laoh;
Josep Bintang Kalangi;
Hanly F. Dj. Siwu
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemiskinan masih menjadi topik utama pembangunan ekonomi oleh semua negara di dunia baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. Kemiskinan adalah masalah pembangunan ekonomi dimana masih terdapat masyarakat kurang mampu, tidak sejahterah, tidak sekolah, tidak sehat, tidak mempunyai tempat tinggal yang layak, dan tidak bebas dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Bolaang Mongondow periode tahun 2010-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Secara parsial variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemiskinan, dan secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow.
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA BANK INDONESIA DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA INDEKS SAHAM LQ45 PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017:Q1-2021:Q4
Christian Maniil;
Robby J. Kumaat;
Mauna Th. B. Maramis
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Investasi adalah aktivitas menempatkan dana atau aset berharga lainnya pada instrumen tertentu dalam jangka waktu tertentu. Sehingga dari penempatan dana tersebut diharapkan menghasilkan keuntungan bagi investor. Salah satu sarana investasi adalah pasar modal. Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal, artinya ketika kita membeli atau berinvestasi di suatu perusahaan maka kita adalah salah satu pemilik dari perusahaan tersebut. Dalam pasar saham sendiri terdapat beberapa indeks saham untuk mempermudah calon investor memahami dan mengambil keputusan dalam berinvestasi. Liquid 45 (LQ45) adalah salah satu indeks saham unggulan yang di miliki oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu yang mempengaruhi fluktuasi harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah faktor ekonomi makro, diantaranya adalah inflasi, suku bunga Bank Indonesia (BI) dan nilai tukar Rupiah.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN UPAH MINIMUM PROVINSI (UMP) TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA (TPAK) DI PROVINSI SULAWESI UTARA
Vinaria Gabriel Mumekh;
Debby Ch. Rotinsulu;
Hanly F. Dj. Siwu
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan ekonomi dan upah minimum memiliki hubungan yang positif terhadap TPAK, dikarenakan pertumbuhan ekonomi merupakan pertambahan output yang dihasilkan melalui sektor-sektor industri yang ada dalam suatu wilayah dan tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi utama dalam peningkatan output barang dan jasa tersebut. Upah merupakan hak yang harus dibayar terhadap jasa yang telah diberikan. Semakin tinggi upah yang ditawarkan maka akan semakin tinggi tingkat partisipasi Angkatan kerja untuk berkontribusi dalam kegiatan perekonomian dalam suatu wilayah atau negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum Provinsi terhadap tingkat partisipasi Angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan periode pengamatan dua puluh tahun yaitu tahun 2000-2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis adalah eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi Angkatan kerja. Variabel upah minimum Provinsi bepengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi Angkatan kerja dan secara berama-sama variabel pertumbuhan ekonomi dan upah minimum Provinsi berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi Angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi; Upah Minimum; Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Analisis Pengaruh Jumlah Kantor Cabang Bank, Kredit Macet dan Inklusivitas Keuangan Terhadap Penyaluran Kredit UMKM di Provinsi Sulawesi Utara periode 2012Q1-2021Q4
Zulhamdi M. Mandak;
Robby J. Kumaat;
Dennij Mandeij
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
UMKM menjadi sumber kontribusi terbesar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari dukungan yang dilakukan perbankan dalam penyaluran kredit kepada UMKM. Penyaluran kredit perbankan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah menjadi perananan penting dalam mendukung perekonomian suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Jumlah Kantor Cabang Bank (JKCB), Kredit Macet (KM), dan Inklusivitas Keuangan (IK) terhadap Penyaluran Kredit UMKM di Provinsi Sulawesi Utara periode 2012Q1-2021Q4. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtut waktu atau time series secara triwulan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika dan Publikasi laporan kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Sulawesi Utara. Data diolah menggunakan metode analisis regresi linear dengan bantuan Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Jumlah kantor cabang bank berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM. Kredit macet berpengaruh secara negatif namun tidak signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM. Inklusivitas keuangan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM. Secara simultan jumlah kantor cabang bank, kredit macet dan inklusivitas keuangan berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM di Provinsi Sulawesi Utara.
ANALISIS SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA BITUNG
Claudia Monica;
Ita Pingkan F. Rorong;
Mauna Th. B. Maramis
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata telah banyak dikembangkan oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia sebagai salah satu penghasil devisa. Secara global perkembangan kepariwisataan serta meningkatnya arus kunjungan wisatawan mancanegara dapat menekan tuntuan dengan harus adanya penyediaan komponen sector pariwisata, semakin lengkap suatu sarana dan prasarana yang disediakan maka semakin menarik minat wisatawan yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jumlah Wisatawan, Lama Tinggal Wisatawan, dan Rata-rata Lama Menginap Wisatawan Asing yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung. Data yang digunakan adalah data sekunder pada tahum 2012-2021. Penelitian ini menggunakan metode analis regresi berganda. Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis adalah Eviews8. Hasil penelitian bahwa variabel Jumlah Wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembentukan nilai PDRB Kota Bitung, variabel Tingkat Hunian Hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembentukan nilai PDRB Kota Bitung, dan variabel Rata-rata Lama Menginap Wisatawan Asing tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembentukan nilai PDRB Kota Bitung.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daya Listrik Rumah Tangga di Kota Manado
Rahel Arema Putri;
Ita Pingkan F. Rorong;
Steeva Y.L Tumangkeng
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Listrik merupakan kebutuhan primer yang penting untuk manusia, dengan adanya listrik maka aktivitas yang akan dilakukan dapat berjalan dengan mudah. Karena itu, listrik juga merupakan salah satu faktor penunjang pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis PDRB, jumlah penduduk dan tarif listrik berpengaruh terhadap permintaan daya listrik rumah tangga di Kota Manado. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis analisis regresi linier berganda dengan mengunakan data time series yang dikumpulkan dari tahun 2017 – 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari PT PLN (Persero) UP3 Manado dan Badan Pusat Statistik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga, tarif listrik berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga. Sedangkan secara bersama-sama PDRB, jumlah penduduk dan tarif listrik berpengaruh terhadap permintaan daya listrik di Kota Manado.
ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG TRADISIONAL DI PASAR PINASUNGKULAN KAROMBASAN DI KOTA MANADO
Dita Putri Wulandari Mamonto;
Daisy S.M Engka;
Steeva Y.L Tumangkeng
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehidupan manusia semakin maju kebudayaan mengakibatkan tingkah laku perekonomian akan semakin sulit dan rumit. Dengan demikian untuk menjalankan suatu kegiatan usaha akan penuh dengan tantangan dan rintangan baik yang datang dari dalam diri seseorang maupun dari luar seseorang. Dilakukan penelitian ini agar mengetahui pendapatan pedagang di pasar Pinasungkulan di kota Manado. Penelitian ini digunakan penelitian analisis regresi berganda, jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, sampel yang diambil dari 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 variabel yaitu, modal usaha, lama usaha, jam kerja. Dalam penelitian ini variabel pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap modal usaha dan jam kerja yang Artinya modal dan jam kerja berpengaruh nyata positif terhadap pendapatan pedagang di pasar Pinasungkulan Karombasan Manado dengan t hitung lebih besar dari t tabel (8.294>1.672) dan signifikannya lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Sedangkan variabel lama usaha, berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan pedagang di pasar pinasungkulan di kota manado. Kata Kunci : Modal usaha; Lama usaha; Jam Kerja
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KOTA-KOTA PROVINSI JAWA BARAT
Chrisnatalya Sembiring;
Vecky A.J Masinambow;
Steeva Y.L Tumangkeng
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemiskinan merupakan permasalahan yang selalu muncul dihadapi oleh negara maju maupun negara berkembang. Untuk negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang padat, sangat sulit untuk bisa dilepaskan dari masalah ini, karena tidak hanya jumlahnya yang semakin meningkat namun dampaknya bisa terjadi tidak hanya dalam lingkup ekonomi saja namun masalah sosial dan kestabilan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat pengangguran terhadap kemiskinan di Kota-kota Provinsi Jawa Barat. Jenis data penelitian ini mengunakan data sekunder yaitu data time series dari tahun 2012-2021 dan data cross section pada 9 kota di Provinsi Jawa Barat yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Regresi Data Panel dengan menggunakan alat analisis Eviews 9. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kota-kota Provinsi Jawa Barat. Tingkat Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kota-kota Provinsi Jawa Barat. Tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kota-kota Provinsi Jawa Barat. Secara bersama-sama, jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat pengangguran berpengaruh terhadap kemiskinan di Kota-kota Provinsi Jawa Barat.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM DAN PENDIDIKAN TERHADAP KEMISKINAN DI KOTA TOMOHON
Giovan Frendisa Chandra Mengko;
Josep Bintang Kalangi;
Mauna Th. B. Maramis
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan kemiskinan memang merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan dilaksanakan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum dan Pendidikan terhadap Kemiskinan di Kota Tomohon. Kemiskinan adalah kondisi sosial ekonomi seseorang atau sekelompok orang yang tidak terpenuhinya hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 22, untuk mengelola data yang di ambil dari BPS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat di tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial variabel Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Tomohon, Secara parsial variabel Upah Minimum memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Tomohon, Secara parsial variabel Tingkat Pendidikan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Tomohon, Secara parsial variabel Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Tomohon.
Analisis Sektor Basis dan Non Basis Perekenomian Di Kota Sorong
Franco Rahandekut;
Vecky A.J Masinambow;
Irawaty Masloman
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses peralihan dari tingkat ekonomi yang sederhana menuju ke tingkat ekonomi yang lebih modern demi tercapainya suatu kesejahteraan masyarakat. Dalam melakukan proses peralihan tersebut harus memperhatikan pembangunan ekonomi pada masing-masing daerah yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan di masing-masing daerah. Masalah yang sering terjadi dalam pembangunan ekonomi daerah terletak pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan untuk dapat mengetahui perkembangan perekonomian suatu daerah Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sektor basis dan sektor non basis perekonomian Di Kota Sorong tahun 2016-2020. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari PDRB Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat periode 2016-2020. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa Berdasarkan analisis location quotient (LQ), dari 17 sektor ekonomi terdapat 14 sektor yang basis atau unggulan dan 3 sektor nonbasis. Kata kunci: Perekonomian, Sektor Basis, dan Non Basis.