cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
PENGARUH LATIHAN KETERAMPILAN SOSIALISASI TERHADAP KEMAMPUAN BERINTERAKSI KLIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJ Prof. Dr. V. L. RATUMBUYSANG MANADO Berhimpong, Eyvin; Rompas, Sefty; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11282

Abstract

Abstract : Socialization skilss training are given to patients with impaired social isolation to practice their skills in relationships with others and the environment optimally that have aims to teach the patients ability to interact with others. The aim of this research is is to know the effect of socialization skills training to the interaction of social pateints’ ability. This research method is using the design / pre-experimental study design one group pre test post test. The results is using wilcoxon signed rank test with significant value is 0,000 or less than the significant value of 0,05 (0,00 < 0, 005). Conclusion from the results of this research showed that there is an influence of socialization skills training to interaction capability of social isolation patient in Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Suggestions socialization skills training can be used as one of the independent actions of nurses in improving the quality of health services to the interaction capability of social isolation patient. Keywords : Socialization Skills Training, Ability Interact, Social Isolation Abstrak : Latihan keterampilan sosialisasi diberikan pada pasien dengan gangguan isolasi sosial untuk melatih keterampilan dalam menjalin hubungan dengan orang lain dan lingkungan secara optimal bertujuan untuk mengajarkan kemampuan berinteraksi seseorang dengan orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial. Metode penelitian ini menggunakan rancangan/desain penelitian pra eksperimental one group pre test post test, Sampel dengan teknik pengambilan sampel total sampling 30 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank testdengan nilai signifikan adalah 0,000 atau lebih kecil dari nilai signfikan 0,05 (0,00 < 0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial di Rumah Sakit Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Saran latihan keterampilan sosialisasi dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial. Kata kunci : Latihan keterampilan sosialisasi, kemampuan berinteraksi, isolasi sosial
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PERAWAT DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY DI IGD DAN ICU RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Yudi, Desiana; Tangka, Jon W.; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22885

Abstract

Abstract : Patient safety is an important thing that must be considered by nurses inproviding nursing care. Excessive physical and mental workload can affect the quality ofhealth services provided. The purpose of the study was to determine the relationship betweenphysical and mental workload of nurses with the application of patient safety. Method uses acorrelation analytic research design with a cross sectional approach. The sample of this studyused a total population of 30 nurses working at the emergerncy unit and ICU GMIMPancaran Kasih HospitalManado. Results of the study used the chi square test at asignificance level of 95%, significant for physical workload with the application of patientsafety (p value 0.023 ; α 0.05) and not significant for mental workload with the application ofpatient safety (p value 0.089 ; α 0.05). Conclusion, nurse’s physical workload is significantlyrelated to the application of patient safety and the nurse’s mental workload is notsignificantly related to the implementation of patient safety in the emergency unit and ICURSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Keywords: physical workload, mental workload, patient safety.Abstrak : Patient safety merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perawat dalammemberikan asuhan keperawatan. Beban kerja fisik dan mental yang berlebihan dapatmempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan beban kerja fisik dan mental perawat dengan penerapan patient safety.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi yaitu seluruh perawat yangbekerja di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Manado sebanyak 30 responden. Hasilpenelitian dengan menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 95%, signifikan untukbeban kerja fisik dengan penerapan patient safety (nilai p 0,023 ; α 0,05) dan tidak signifikanuntuk beban kerja mental dengan penerapan patient safety (nilai p 0,089 ; α 0,05).Kesimpulan, beban kerja fisik perawat berhubungan secara bermakna dengan penerapanpatient safety dan beban kerja mental perawat tidak berhubungan secara bermakna denganpenerapan patient safety di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci : beban kerja fisik, beban kerja mental, patient safety.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPERAN MENINGKATNYA ANGKA KEJADIAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LIUN KENDAGE TAHUNA Sumelung, Veibymiaty; Kundre, Rina; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4052

Abstract

Abstract: Sectio Caesarea is defined as the birth of the fetus through an incision in the abdominal wall (laparotomy) and uterus wall or hysterectomy. The purpose of this study is the identification of the factors that play a role in increasing the numbers sectio Caesarea. This study design is a descriptive observation survey. The population sample of 330 mothers and in this study were all mothers who do act sectio Caesarea was 167 respondents. The instrument used in this study is the observation sheet. The results showed that there are four factors most responsible for the increase in incidence in hospitals Liun sectio Caesarea Kendage Tahuna, iefetal distress 31.14%, 27.55% labor is advanced, pre-eclampsia 24.55% and 16.76 narrow pelvis %. Based on the result of the study indicated that most contribute to increasing numbers sectio caeserae is fetal distress, and the lowest narrow pelvis. Suggestions for health workers, especially in order to further enhance the room Obstetrics knowledge so as to provide information to pregnant women about the indication that contribute to sectio Caesarea so that pregnant women can do Antenatal care regularly.Keywords : Indications, Sectio CaesareaLiterature : 26 Books (Years 1998-2013), 5 journal, 1 articleAbstrak: Sectio Caesarea di definisikan sebagai lahirnya janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus atau histerektomi. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan angka sectio caesarea. Desain penelitian ini adalah survei observasi deskriptif. Populasi 330 ibu serta sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang dilakukan tindakan sectio caesarea adalah 167 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Dari hasil penelitian didapatkan 4 faktor yang paling berperan dalam peningkatan angka kejadian sectio caesarea di RSUD Liun Kendage Tahuna, yaitu gawat janin 31,14%, persalinan tidak maju 27,55%, pre eklampsi 24,55% dan panggul sempit 16,76%. Berdasarkan hasil penelitian indikasi yang paling berperan dalam peningkatan angka kejadian sectio caesarea yaitu gawat janin dan yang paling terendah yaitu panggul sempit. Saran untuk petugas kesehatan terutama di ruangan Obstetri agar lebih meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memberikan informasi kepada ibu hamil tentang indikasi yang berperan pada sectio caesarea sehingga ibu hamil dapat melakukan Ante Natal Care secara teratur.Kata Kunci : Indikasi, Sectio CaesareaLiteratur : 26 Buku (Tahun 1998-2013), 5 Jurnal, 1 Artikel.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSU GMIM KALOORAN AMURANG Lendombela, Ditya P. J.; Posangi, Jimmy; Pondaag, Linnie
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15823

Abstract

Abstract : Stress is a common phenomenon in work places now. Main source of work stress in nursing is workload, difficulty to create a interact, difficulty to involve in patient care, dealing with patient care, taking care of fail improved patient. Fatigue is a commom phenomenon which happen in every type of profesi, and every type of work have its own work fatigue characteristic. Faitgue which individuals felt is hard to describe clearly. Excecution of work can evaluate the fatigue level. Work’s fatigue is sensation of tired and degradation of awareness. Aimed, To Discover Correlation of Stress Work With Nurse’s Fatigue at Inpatient Care Facility Kalooran Amurang GMIM Hospital this Method is using cross sectional. Sampling technique is this research is purposive sampling which is sampling techmique with certain judgement of researcher with total sample 69 respondent. Statistical Result Chi-Square with value of meaning 95% (α ≤ 0,05) and p value 0,012 < 0,05 the Summary, this research found the correlation between work stress and nurse’s fatigue in inparient care fasility/patient ward Kalooran Amurang GMIM Hospotal. Suggestion, stress management in nurse to minimalized work fatigue by reason of work stress effect, such as work shift exchange and recreations are needed.Keywords: Work Stress, FatifueAbstrak : Stres adalah fenomena umum di tempat kerja saat ini. Sumber utama stres kerja dibidang keperawatan, yaitu beban kerja, kesulitan menjalin interaksi, kesulitan terlibat dalam merawat pasien, berurusan dengan merawat pasien, merawat pasien yang gagal membaik. Kelelahan adalah fenomena umum yang terjadi pada berbagai tipe profesi, dan setiap jenis pekerjaan mempunyai karakteristik kelelahan kerja tersendiri. Kelelahan yang dirasakan seseorang sulit untuk didefinisikan secara jelas. Pelaksanaan kerja dapat mengevaluasi tingkat kelelahan. Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan kesiagaan. Tujuan Penelitian Mengetahui Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di RSU GMIM Kalooran Amurang. Desain Penelitian ini menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan Sampel yang digunakan peneliti adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti dengan Jumlah sampel 68 responden. Hasil uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05) dan diperoleh p value 0,012 < 0,05. Kesimpulan, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara stres kerja dengan kelelahan kerja perawat di ruang rawat inap RSU GMIM Kalooran Amurang. Saran, perlu strategi pengelolahan stres pada perawat untuk meminimalisir terjadinya kelelahan kerja akibat stres kerja, seperti pertukaran shift kerja, kegiatan rekreasi.Kata kunci: Stres Kerja, Kelelahan Kerja
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEMAMPUAN MOBILISASI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANGAN MELATI RS. Tk. III R.W. MONGISIDI MANADO Horhoruw, Marisca; Rompas, Sefti; Bidjuni, Hendro Joli
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7968

Abstract

Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya. Mobilisasi dini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan.perawat sebagai penolong membantu klien sebagai orang yang membutuhkan pertolongan, untuk mencapai tujuan yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan, perawat mampu berperan dalam mendidik individu, keluarga dan masyarakat serta tenaga kesehatan yang berada dibawah tanggung jawabnya. Peran ini berupa penyuluhan kepada klien, maupun bentuk desiminasi ilmu pada peserta didik keperawatan. Untuk berperilaku sehat diperlukan pengetahuan, motivasi dan ketrampilan.Tujuan untuk Menganalisis Hubungan motivasi perawat dengan kemampuan mobilisasi pasien post operasi di ruangan Melati RS. Tk. III R.W Mongisidi Manado. Desain Penelitian: dekriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling berjumlah 30 sampel. Hasil penelitian: Menggunakan uji Chi-Square pada Fisher exact dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95% didapatkan nilai P= 0,003. Kesimpulan yaitu ada hubungan motivasi perawat dengan kemampuan mobilisasi pasien post operasi sectio caesarea di ruangan Melati RS. TK. III. R.W Mongisidi Manado. Saran : Lebih ditingkatkan lagi motivasi yang dilakukan oleh perawat sehingga mobilisasi post operasi sectio caesarea dapat dilakukan dengan baik.
HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJA CERAH KOTA MANADO Gultom, Parulian; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12875

Abstract

Abstrack : Depression is an emotional disorder that are a feeling dampened by an unhappy, sad, feeling worthless, have no spirit, no means pessimistic terhdap life depression in the elderly can be caused by many things. Spiritual Activity is the highest achievement of the basic needs of a human being in life regardless of their ethnicity or origins of basic needs include: physiological needs, safety and health, love, cherished and actuality themselves.Purpose analyze their relationship with the spiritual activity level of depression in the elderly in Hall Sponsorship Seniors Dusk Bright Manado. Research design analytic survey with cross sectional approach and the data collected from respondents using questionnaires spiritual activity and Geriatric Depression Scale questionnaire. Sample of 50 respondents were obtained by purposive sampling. Research results Chi square test obtained by the significant value of p = 0.000 <0.05. This shows that there is a relationship between spiritual activity with level of depression in the elderly in Hall Sponsorship Seniors Dusk Bright Manado. Suggestions to continue to maintain and improve the spiritual activity to avoid depression. Keywords :Depression, Spiritual Activity. Abstrak : Depresi merupakan gangguan emosional yang sifatnya berupa perasaan tetekan tidak merasa bahagia, sedih, merasa tidak berharga, tidak mempunyai semangat, tidak berarti dan pesimis terhdap hidup Depresi pada lansia dapat disebabkan oleh banyak hal. Aktivitas spiritual adalah kebutuhan dasar pencapaian tertinggi seorang manusia dalam kehidupannya tanpa memandang suku atau asal-usul kebutuhan dasar tersebut meliputi: kebutuhan fisiologis, keamanan dan kesehatan, cinta kasih, dihargai dan aktualitas diri. Tujuan untuk menganalisa hubungan aktivitas spiritual dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Manado. Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner aktivitas spiritual dan kuesioner Geriatric Depression Scale. Sampel berjumlah 50 responden yang didapatkan dengan purposive sampling. Hasil penelitian uji Chi square diperoleh nilai signifikan p=0.000<0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas spiritual dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Manado. Saran untuk terus mempertahankan dan meningkatkan aktivitas spiritual agar terhindar dari depresi. Kata Kunci : Tingkat Depresi, Aktivits Spiritual
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN CEDERA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RSU BETHESDA GMIM TOMOHON Mokodompit, Rafika; Doda, Diana V. D.; Masi, Gresty N.M
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24346

Abstract

Abstract : Workload appears when there is an interaction between task demands, work environment, competency, behaviour, and perceptions of the worker. It can be defined as well as professionalism in many factors, for example the tasks that they must fulfill. The aim of this research is to know the relation between workload and preventing needle-stick injuries at GMIM Bethesda Public Hospital Tomohon. Research method: this research uses a quantitative method with cross-sectional correlational approach by using chi square test with 64 people as the population. Total sampling method is used. Conclusion: According to the result using chi square statistic test, it shows that there is a relation between workload and needle-stick injuries at GMIM Bethesda Public Hospital Tomohon with significant values = 0.000 < a 0.05.Keywords: Workloads, Preventing Needle-stick Injury.Abstrak : Beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugastugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Beban kerja juga dapat didefinisikan secara profesional pada berbagai faktor seperti tuntutan tugas atau upaya-upaya yang dilakukan untuk melakukan pekerjaan. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tindakan pencegahan cedera tertusuk jarum suntik Di RSU Bethesda GMIM Tomohon. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional korelasional,dengan menggunakan uji chi-square jumlah populasi yang di ambil sebanyak 64 orang dengan. Sampel yang digunakan dengan metode total sampling. Kesimpulan berdasarka hasil analisis dengan menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan terdapat hubungan antara beban kerja dengan tindakan pencegahan cedera tertusuk jarum suntik Di RSU Bethesda GMIM Tomohon. dengan nilai signifikan = 0.000 atau kurang dari α 0.05.Kata Kunci : Beban Kerja, Pencegahan Cedera Tertusuk Jarum
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN HASIL BELAJAR SISWI SMP NEGERI 3 SAPA KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Labenjang, Elvira Relita; Mulyadi, Ns; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5209

Abstract

Anemia occurs when the production of hemoglobin less so levels in the blood is low. Anemia can lead to reduced power and concentration of one's thought. The purpose of research is to determine the relationship between anemia with learning outcomes Students at SMP Negeri 3 Sapa. The method of research is observational, cross sectional study. Population grader VII, VIII. 60 samples. The collection of data through questionnaires respondent characteristics, hemoglobin and exam results. Using the chi square statistical test. The results show respondents 33.3% were anemic and non anemic 66.7%. Learning outcomes in either category 31.7%, student learning outcomes in enough categories 68.3%. Conclusion There is a significant association between anemia with learning outcomes on student SMP Negeri 3 Sapa. The need for cooperation of government advice and the community to address the problem of malnutrition. Keywords : Anemia, Learning Outcomes Anemia terjadi apabila produksi hemoglobin kurang sehingga kadarnya di dalam darah menjadi rendah. Anemia dapat mengakibatkan berkurangnya daya pikir dan konsentrasi seseorang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan hasil belajar Siswi di SMP Negeri 3 Sapa. Metode penelitian adalah observasional analitik, dengan rancangan cross sectional study. Populasi siswi kelas VII,VIII. 60 sampel. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner karakteristik responden, pemeriksaan hemoglobin dan hasil ujian. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami anemia 33,3% dan tidak mengalami anemia 66,7%. Hasil belajar pada kategori baik 31,7%, hasil belajar siswi pada kategori cukup 68,3 %. Kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dengan hasil belajar pada siswi SMP Negeri 3 Sapa. Saran Perlunya kerjasama dari pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi masalah gizi. Kata kunci : Anemia, Hasil Belajar
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA (DEFISIT PERAWATAN DIRI)TERHADAP PELAKSANAAN ADL (ACTIVITY OF DAYLI LIVING) KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DI RSJ Prof.Dr. V. L RATUMBUYSANG RUANG KATRILI Madalise, Seniaty; Bidjuni, Hendro; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8142

Abstract

Abstrak:Gangguan jiwa menyebabkan penderitanya tidak sanggup menilai dengan baik kenyataan, tidak lagi menguasai dirinya untuk mencegah mengganggu orang lain atau merusak/menyakiti dirinya sendiri. Masalah umum yang dialami pasien gangguan jiwa adalah kurangnya perawatan diri seperti kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari (ADL) khususnya perawatan kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pelaksanaan ADL (activity of daily living) pasien gangguan jiwa di RSJ Ratumbuysang ruang katrili. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan One Group Pre-Test-Post-Test Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan pelaksanaan ADL (activity of daily living) gigi dan mulut dari 10 pasien (33,3%) menjadi 29 pasien (96,7%) setelah pemberian pendidikan kesehatan. Hasil Uji wilcoxon signed rank didapatkan nilai p=0,000 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pelaksanaan ADL (activity of daily living) kebersihan mulut dan gigi di RSJ Ratumbuysang ruang katrili. Saran lebih meningkatkan mutu kesehatan pada pasien gangguan jiwa, terlebih khusus kesehatan gigi dan mulut.Kata Kunci : Gangguan jiwa, ADL (activity of daily living), gigi dan mulut
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK GMIM SION SENTRUM SENDANGAN KAWANGKOAN SATU Mendur, Johninsi P.; Rottie, Julia; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18774

Abstract

Abtract : The role of parents is a set of behavior of two fathers and mothers in their cooperation and responsible based on their descendants as role models for children. Toilet training is an attempt to train the child to be able to control and urinate and defecate. The purpose of this research is to know the relation of parent role with toilet training ability in pre school children in kindergarten GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan Satu. This study is an analytic survey with cross sectional approach, the population in this study is all parents of students in kindergarten with a sample size of 40 people. The measuring instrument used is questionnaire, the data obtained using chi square test with significance level (α) = 0,05. The results showed a relationship between the role of parents and the ability of toilet training. Where based on chi square test obtained p value = 0.001% which means the value of p is smaller than the value (α) = 0.05. The conclusion of this research is that there is a relationship between the role of parents with the ability of toilet training in pre school children in kindergarten GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan Satu. Keywords : the role of parents, toilet training Abstrak : Peran orang tua adalah seperangkat tingkah laku dua orang ayah dan ibu dalam mereka bekerja sama dan bertanggung jawab berdasarkan keturunannya sebagai tokoh panutan bagi anak. Toilet training merupakan satu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dan melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kemampuan toilet training pada anak pra sekolah di TK GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan Satu. Metode penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid di TK dengan jumlah sampel 40 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner, data yang diperoleh menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara peran orang tua dan kemampuan toilet training. Di mana berdasarkan uji chi square diperoleh nilai p= 0,001% yang berarti nilai p lebih kecil dari nilai (α) = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara peran orang tua dengan kemampuan toilet training pada anak pra sekolah di TK GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan Satu. Kata kunci : peran orang tua, toilet training