cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 734 Documents
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN MEROKOK ANAK USIA REMAJA 12 – 17 TAHUN DI DESA KILOMETER TIGA KECAMATAN AMURANG Durandt, Julia Meilany; Bidjuni, Hendro; Ismanto, Amatus Yudi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6800

Abstract

Abstract: Teenagers often termed as growth periodzation, the physical and mental process affects their develop. Then that should be emphasized here is take care of parents. Parents model of take care is one of the most important aspect that helped for modeling the behaviors and characters of a children. Poor of parenting take care in the family will lead to deviant behavior, one with smoke. This research to determine the relationship between parenting methods and teenagers smoking habit 12-17 years old in the Kilometer Tiga Amurang District. This research was a survei analytic cross sectional approach. The study was conducted at the Kilometer Tiga Amurang District in December of 2014. The sample in this research amounted to 56 people. Samples were collected by total sampling (surfeited sample). Data were obtained through questionnaires and direct interviews. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using Pearson Chi-square test in SPSS program. Result of statistic test obtained value of p = 0.007 which p -value is smaller than α (0.05), it can be concluded that there are significant relationship between parenting methods and teenagers smoking habit 12-17 years old in Kilometer Tiga Amurang District. Recommendations for further research are expected to examine about relation between parenting methods and teenagers smoking habit , the other factors that can cause teenagers smoking habit. Keywords :Parenting Methods, Smoking Habit. Abstrak: Remaja sering diistilahkan sebagai masa pertumbuhan, proses fisik dan mental sangat mempengaruhi perkembangannya. Maka yang harus ditekankan disini ialah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua merupakan salah satu aspek terpenting yang turut membentuk perilaku dan karakter seorang anak. Pola asuh yang kurang baik dalam keluarga akan menimbulkan prilaku yang menyimpang, salah satunya dengan merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kebiasaan merokok anak usia remaja 12-17 tahun di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang pada bulan Desember tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 orang. Sampel diambil menggunakan total sampling (sampel jenuh). Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-square pada program SPSS. Hasil penelitian uji statistik diperoleh nilai p = 0,007 yang berarti nilai p lebih kecil dari α (0,05), maka dapat Kesimpulan bahwa ada hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan kebiasaan merokok remaja usia 12-17 tahun di desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor lain yang dapat menyebabkan kebiasaan merokok pada remaja. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Kebiasaan Merokok.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DI RUMAH SAKIT SINAR KASIH TENTENA KABUPATEN POSO PROVINSI SULAWESI TENGAH Lario, Jul Stevie Claudia; Bidjuni, Hendro; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11906

Abstract

Abstract:Malaria is disease causedby protozoan parasites of genus plasmodium. That are transmitted through the bite of the Anopheles and still a community health problem in Indonesia.The objective of this study was to know the relationship characteristics between and behavior of society with the incidence of malaria in Sinar Kasih Tentena Hospital. This research using by cross sectional method.Collecting of Data by using observation and questionnaire as the respondent houses. The sampling method is purposive sampling.Total of sample 62 respondents consists of malaria Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Univariate analysis using by SPSS and bivariate analysis were processed by chi-square test for probability of 95% (α=0,05). The result showed people's characteristics: age (p=0.349), education (p=0.840), occupation (p=0.145) and social behavior: costum activity outside the home at the night (p=0.003), use mosquito nets habits(p=0.000), use of anti mosquito (p=0.007). Conclusions: there was no relationship between the characteristics of people with incidence of malaria, and  there was a relationship between the behavior of people with malaria incidence. Suggestion: Medical worker be expected for more active in counseling to society around district, then the society itself for more motivated to using mosquito nets habits and protective clothing like jacket or using anti mosquito that used on skin. They have to use it before leaving their home at night. Then, one more important thing is awareness to terminate the mosquitos nests (place to live and multiply).  Key words: Characteristics, Behavior, Malaria  Abstrak: Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik dan perilaku masyarakat dengan kejadian malaria di RS.Sinar Kasih Tentena,Kabupaten Poso. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional. Data diambil dengan observasi dan kuisoner ke rumah responden.metode pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Jumlah sampel penelitian 62 responden yang terdiri atas malaria P.falciparum dan malaria P.vivax. selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan bantuan SPSS untuk dianalisa dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (α=0.05). Hasil penelitian menunjukan karakteristik masyarakat : Usia (p=0.349), Pendidikan (p=0.840), pekerjaan (p=0,145) dan perilaku masyarakat: kebiasaan beraktifitas diluar  saat malam hari (p=0,003), pemakaian kelambu saat tidur malam hari (p=0,000), penggunaan obat anti nyamuk (p=0,007).  Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara karakteristik masyarakat dengan kejadian malaria, dan terdapat hubungan antara perilaku masyarakat dengan kejadian malaria. Saran : bagi tenaga kesehatan agar dapat menggiatkan penyuluhan dan bagi masyarakat untuk lebih termotivasi memakai kelambu, menggunakan pakaian pelindung seperti jaket atau obat anti nyamuk oles saat keluar rumah pada malam hari dan kesadaran untuk memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata kunci : Karakteristik, Perilaku, Malaria
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI KELAS 5 DAN 6 SD INPRES BOYONG PANTE P. Djufri, Moh Akbar; Posangi, Jimmy; Oroh, Wenda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22899

Abstract

Abstract : Sex education is teaching effortsm awareness and provision of information aboutsexual problems, information provided including knowledge of the functions of reproductiveorgans by instilling morals, ethics, commitment, and religion, so as not to abuse thesereproductive organs. Sex education provided through parenting is expected so that childrenget the right information about sex, this is due to other media that can teach children aboutsex. Every parentusually has a different parenting pattern, parenting pattern of perents isdivied into three, democratic parenting pattern, permissivea parenting and authoritarianparenting. The purpose of this study was to determine the relationship of parenting parentswith the provision of sex education in 5th and 6th graders of SD N Inpres Boyong Pante.Thedesign of this study using Cross Sectional approach, sampling method by total sampling is41 parents. Instruments in this study from of questionnaires an analyzed using spearmanrank statistic with a significance level of 95%.: α = 0,05. Spearman rank test results with asignificance level of 95% (α = 0,05).Conclusion, three is a relationship of parenting patternswith the provision of sex education in 5th and 6th graders of SD N InpresBoyongPante, wherethe p.value of both is 0,000samller than (α = 0,05).Keywords: The Parenting Parents, giving sex education to childrenAbstrak: Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan pemberian informasitentang masalah seksual. Informasi yang diberikan di antaranya adalah pengetahuan tentangfungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, komitmen, dan agama, agar tidakterjadi penyalahgunaan organ reproduksi tersebut. Pendidikan seks yang diberikan melalui polaasuh orang tua diharapkan agar anak mendapat informasi yang tepat mengenaiseks, hal inidikarenakan adanya media lain yang dapat mengajari anak mengenai pendidikan seks. Polaasuh orang tua berpengaruh terhadap pemberian pendidikan seks pada anak. Setiap orang tuabiasanya memiliki pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda. Pola asuh orang tua terbagiatas tiga yaitu pola asuh demokratis, pola asuh permisif dan pola asuh otoriter. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan pemberian pendidikan seks padaanak kelas 5 dan 6 SD N Inpres Boyong Pante. Metode penelitian ini menggunakanpendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan caratotal sampling yaitusejumlah 41 orang tua. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner dan di analisa menggunakanuji statistic spearman rank dengan tingkat kemaknaan 95%: α = 0,05. Hasil uji spearman rankdengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05), menunjukkan ada hubungan pola asuh denganpemberian pendidika seks pada anak kelas 5 dan 6 SD N Inpres Boyong Pante, dimana nilai padalah 0,000 lebih kecil dari α = 0,05.Kata Kunci: Pola asuh Orang Tua, Pemberian Pendidikan Seks Pada Ana
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJA CERAH PANIKI KECAMATAN MAPANGET MANADO Sohat, Fransiska; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5163

Abstract

Abstract : Anxiety is a mental feel disorder, were signed of feared and worried that become worst in the next day. The Anxiety level can be affected from how people response the events that time. Insomnia usually happens to Geriatric periods. Insomnia were caused by emotional disorder and health mental disorder, including anxiety. This research have a purpose to know the relationship of the Anxiety with Insomnia problem on Geriatric periods. By took all sample from population ( surfeited sample ) that is 27 people. This research were using of Survey analitycs and design cross sectional analysis. By the test of chi square in level of significance 95% (α = 0,05). The result of population who has not anxiety problems is 17 respondents , 58,8% respondents has not Insomnia, 41,2% respondents has Insomnia. 10 respondents has a light anxiety but has Insomnia problem with α = 0,003. Conluded in this research is anxiety create disaster idea, fear, worried, discomfort thus making it difficult to start and maintain elderly sleep (insomnia). Action seeking a reduction the anxiety level and insomnia’s elderly is very necessary. Keywords : Elderly’s Anxiety, Insomnia Abstrak : Kecemasan adalah gangguan alam perasaan, ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Tingkat kecemasan dipengaruhi oleh koping seseorang dalam menghadapi suatu kejadian. Insomnia disebabkan oleh masalah emosional dan gangguan kesehatan mental, diantaranya kecemasan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan insomnia pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan analisa design cross sectional, menggunakan sampel keseluruhan (sampel jenuh) yakni 27 orang, dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian responden yang tidak mengalami kecemasan berjumlah 17 orang. 58,8% tidak mengalami insomnia dan 41,2% mengalami insomnia. Sedangkan responden yang mengalami kecemasan ringan berjumlah 10 orang dan semuanya mengalami insomnia, dengan α = 0,003. Kesimpulan dalam penelitian ini ini adalah kecemasan membuat pikiran menjadi kacau, takut, gelisah, tidak nyaman sehingga membuat lansia sulit memulai dan mempertahankan tidur (insomnia) Tindakan mengusahakan pengurangan tingkat kecemasan dan insomnia pada lansia sangat dibutuhkan. Kata Kunci : Kecemasan pada lansia, insomnia.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DI DESA TOMBASIAN ATAS KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Sengkey, Andriano H; Mulyadi, Ns; Bawotong, Jeavery
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15948

Abstract

Abstract : The prevalence of depression in the elderly is quite high because the family left, Physical changes, and Physiology. The incidence of dementia increased more at the age of 85 years and above. The purpose of this research was to knowing the Correlation Between Depression with incident Dementia of the Elderly at BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province. The Design of This Study used analytic observational using the approach of cross sectional a study that measured simultaneously, a moment or one time only in one time. The sample technique used Total Sampling with the number of samples as many as 39 people. The results of the statistical test of Chi square with a confidence level of 95% (α=0,05) and obtained p value 1,000 > 0,05.Keywords : Elderly, Depression, Dementia:Abstrak: Prevalensi depresi pada lansia cukup tinggi dikarenakan ditinggal keluarga. Perubahan fisik, maupun fisiologi. Kejadian demensia meningkat lebih banyak pada urmur 85 tahun keatas. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan depresi dengan kejadian demensia pada lansia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara. Desain Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang diukur secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali waktu. Teknik pengambilan Sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang. Hasil uji statistic Chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 1,000 > 0,05. Simpulan yaitu tidak terdapat hubungan depresi dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara.Kata Kunci : Lansia, Depresi, Demensia
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI STIMULUS PADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG SULAWESI UTARA Musa, Sari Apriani; Kanine, Esrom; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8033

Abstract

ABSTRAK:Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan Terapi aktivitas kelompok orientasi realita adalah terapi yang bertujuan membuat pasien mampu mengidentifikasi stimulus internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengidentifikasi stimulus pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Sulawesi Utara.Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu sebanyak 15 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Desain penelitianyangdigunakan adalah pre eksperimen one-group-pre-test-post-test designdan data dikumpulkan dari responden menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian uji wilcoxon pada TAK sesi 1-8, didapatkan nilai p pada TAK sesi 1, 2, 3, 4 dan 6 <α = 0,05, sedangkan untuk TAK sesi 5, 7 dan 8 didapatkan nilai p >α = 0,05, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa 5 sesi TAK mempunyai pengaruh terhadap kemampuan mengidentifikasi stimulus pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Sulawesi Utara, sedangkan untuk 3 sesi TAK tidak mempunyai pengaruh.Kata Kunci : TAK Orientasi Realita, Halusinasi, Kemampuan Mengidentifikasi Stimulus
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS) PADA LANJUT USIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA (BPLU ) SENJA CERAH PANIKI KECAMATAN MAPANGET MANADO Kakombohi, Shanti; Palendeng, Ora I.; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.16847

Abstract

social problems, changes due to declining productivity. So that cause anxiety so that influence on everyday activity including in clean and healthy life behaviour. The purpose of the study to know the Relationship between anxiety level with clean and healthy life behaviour at Badan Penyantunan Lanjut Usia (BPLU) Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. This study’s Design uses observational analytics using cross sectional approach is a study that is measured simultaneously, instantaneously or once in one time. The technique of taking sampleusing a total sample of 33 people. Chi Square statistical test results with 95% confidence level (α = 0.05) and obtained p value 0.690> 0.05. Conclusion that there is no relation between anxiety level with clean and healthy life behaviour at Badan Penyantunan Lanjut Usia (BPLU) Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Keywords : Elderly, Anxiety Level, Clean and Healthy Life Behaviour Abstrak :Proses penuaan yang terjadi secara alami dengan konsekuensi timbulnya masalah fisik, mental dan sosial, perubahan karena produktivitas yang mulai menurun.Sehingga menimbulkan kecemasan sehingga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari termasuk dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Tujuan Penelitian untukmengetahui hubungan antara kecemasan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia (BPLU) Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Kota Manado. Desain Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang diukur secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali waktu.Teknik pengambilan Sampel menggunakan sampel jenuhdengan jumlah sampel sebanyak 33 orang.Hasil uji statistik Chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,690 > 0,05. Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara kecemasan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia (BPLU) Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Kota Manado. Kata Kunci : Lanjut Usia, Kecemasan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 MANADO Durado, Angelita A.; Tololiu, Tinneke A.; Pangemanan, Damajanty H. C.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2163

Abstract

Abstract: Adolescents is an age when individuals become integrated into adult society, an age when the child does not feel that he is under the level of older people but feel the same, or at least parallel. Self-concept is a person's perception of himself. The family as the smallest social groups in the community, has an important role in providing support, the outpouring of affection, guidance, and supervision to the child so that he grew confident. In the first known family of children are their parents. The purpose of this study was to determine the relationship of parent support with self-concept in adolescents in SMA Negeri 1 Manado. This study uses quantitative analytic observational with cross sectional approach. The samples in this study was purposive sampling method with sample number 118 respondents. Techniques of data analysis using the chi-square test with significance level α = 0.05. The results showed that there is good parental support with positive self-concept as many as 78 respondents (66.1%). Statistical analysis using the chi-square test showed p value = 0.026, which means that the value of p <α. The conclusion of this study that there is a significant relationship between parental support with self-concept in adolescents in SMA Negeri 1 Manado. In a subsequent study is expected to develop or examine issues related to parental support and self-concept in adolescents. Keywords: parental support, self-concept, adollescent Abstrak: Remaja adalah suatu usia ketika individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia ketika anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri. Keluarga sebagai kelompok sosial terkecil dalam masyarakat, mempunyai peran penting dalam memberikan dukungan, curahan kasih sayang, arahan, dan pengawasan kepada anak agar ia tumbuh percaya diri. Dalam keluarga orang pertama yang dikenal anak adalah orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan konsep diri pada remaja di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sample 118 responden. Teknik analisa data dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dukungan orang tua baik dengan konsep diri positif yaitu sebanyak 78 responden (66,1%). Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,026, sehingga nilai p < α. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan konsep diri pada remaja di SMA Negeri 1 Manado. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan atau meneliti masalah-masalah yang berkaitan dengan dukungan orang tua dan konsep diri pada remaja. Kata Kunci: dukungan orang tua, konsep diri, remaja
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN PENANGANAN PERTAMA PADA PASIEN KEGAWATAN MUSKULOSKELETAL DI RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Mawu, Daniel Piter; Bidjuni, Hendro; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12917

Abstract

Abstract: characteristics are the trait of each individual first aid treatment is emergency aid or treatment given to someone injured accurately and quickly. Aim of the study: is to identify the relationship between nurse’s characteristic (age, gender, level of education, years of service) and first aid treatment of musculoskeletal emergency patient. Methods: design of this study using analytic survey with cross sectional approach. The population are all nurses who work at Trauma Emergency Department and Triage Resuscitation Room on Emergency Department in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital and using total sampling technique that involved 47 nurses. The tools that used in this study are questionnaires. Result: analysis was using chi-square test with a significance level of 95% (ɑ = 0,05) shows that the p value is 0.094 for age, p=0.703 for gender, p=1.000 for lever of education, p=0.001 for years of service. Conclusion: there are no relationship between age, gender, level of education with first aid treatment of musculoskeletal emergency patient. There is a relationship between years of service and first aid treatment of musculoskeletal emergency patient at Emergency Department in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital Recommendations: for nurses to pay more attention to the quality of emergency care in first aid treatment. Training program needs to be held to keep the professional service. Keywords: nurse’s characteristic, first aid treatment. Abstrak: Karakteristik adalah ciri-ciri dari setiap individu. Penanganan pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan secara cepat dan tepat. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan karakteristik perawat (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja) dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal. Metode: menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat yang ada di instalasi gawat darurat RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manando di ruangan Triase, Resusitasi dan IRDB. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 47 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: hasil analisis menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p=0.094 untuk umur, p=0.703 untuk jenis kelamin, p=1.000 untuk tingkat pendidikan, dan p=0.001 untuk masa kerja. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal. Terdapat hubungan antara masa kerja dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran: bagi perawat lebih pertahankan kualitas pelayanan kegawatdaruratan dalam penanganan pertolongan pertama. Perlu di adakan program pelatihan penanganan pertolongan pertama agar tetap terajaga pelayanan yang profesional. Kata Kunci : Karakteristik Perawat, Penanganan Pertolongan Pertama
STIMULASI MOTORIK DENGAN PERKEMBANGAN FISIK PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Ruauw, Julio; Rompas, Sefti; Gannika, Lenny
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.24470

Abstract

Abstrack: Child development is all changes that occur in children that can be seen from variousaspects, including physical aspects. Child development consists of motor development,cognitive development, and language development, where this development must be passedaccording to the period of development or according to the age of the child. Objective : Todetermine the relationship between motor stimulation and development in children aged 3-5years in the Paslaten region. Method : This design uses quantitative descriptive research withcross sectional approach, using the chi-square test the number of population taken as many as57 toddlers The sample used with the total sampling method. Conclusion: Relationship ofMotor Stimulation with Physical Development of Toddlers Aged 3-5 Years in Paslaten WorkArea of Remboken Health Center, Year 2019, and with this research it is expected that theresults of this study can be readings of local Puskesmas in providing socialization to motherswho have children under five in the knowledge and development of children in the lives ofchildren under five. Need to socialize for good nutrition so children can grow well accordingto the age of children under five.Keywords: Motor Stimulation, Physical Development of ToddlersAbstrak : Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada anak yang dapatdilihat dari berbagai aspek, antara lain aspek fisik. Perkembangan anak terdiri dariperkembangan motorik, perkembangan kognitif, dan perkembangan bahasa, dimanaperkembangan ini harus dilalui sesuai periode perkembangan atau sesuai umur anak. TujuanPenelitian : Untuk mengetahui hubungan stimulasi motorik dengan perkembangan pada balitausia 3-5 tahun didesa Paslaten wilayah. Metode : Desain ini menggunakan penelitian deskriptifkuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan uji chi-square jumlahpopulasi yang di ambil sebanyak 57 balita Sampel yang digunakan dengan metode totalsampling. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengikuti prinsip etik penelitian berdasarkanKomite Nasional Etik Penelitian Kesehatan dalam merupakan sebagai berikut:Kesimpulan : Hubungan Stimulasi Motorik dengan Perkembangan Fisik Balita Usia 3-5Tahun Didesa Paslaten Wilayah Kerja Puskesmas Remboken, Tahun 2019, dan dengan adanyapenelitian ini diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan bacaan Puskesmas setempatdalam memberikan sosialisasi kepada ibu – ibu yang memilki anak balita dalam pengetahuandan perkembangan anak dalam kehidupan anak balita. Diketahui bahwa sebagian besarresponden mempunyai kategori yang memiliki perkembangan normal.Kata Kunci : Stimulasi Motorik, Perkembangan Fisik Balita.

Page 10 of 74 | Total Record : 734