cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Profil Industri Rumah Tangga Spesifik Lokal Di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali Ni Wayan Sri Astiti; Dwi Putra Darmawan; Dewa Raka Sarjana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.788 KB)

Abstract

Policy of empowerment of the rural poor by involving the activ participation of all stakeholders, including women, is a comprehensive approach to the development of the creative economy in Bali. Karangasem regency is one of the districts with the largest number of poor people in the province of Bali. The purpose of this research is:  Identify the typologi of domestic industry (IRT). The research methodology using descriptive analysis method.The analysis showed the following matters: Propyl IRT is characterized by several components, namely; (A) the characteristics of businesses IRT dominated by women with an average age of 38.6 years, mostly housewives. (B) Based on IRT propyl clusters are grouped into: (1) Handicraft (woven palm, bamboo and coconut shells) some 70%; (2) Food and beverage industry (10%), (3) Industrial equipment ceremony (cymbals cider and offerings) by 7%; (4) Other industries (13%). (C) Based on the stage of development. The typologi business, namely (1) Industrial Business beginners (90%); (2) The business industry is growing (10%), and (3) advanced industrial enterprises (0%).
Manajemen Rantai Pasok Jamur Tiram di Kota Denpasar Made Satria Wibawa; I Gusti Agung Ayu Anik Ambarawati; Ketut Suamba
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.693 KB)

Abstract

The demand for oyster mushroom in Denpasar today is quite high, but it cannot be fulfilled yet. Management of information, products, and financial flow in a supply chain is needed to meet the consumer demand of this product. This study aims to determine the mechanism and performance of oyster mushrooms supply chain in Denpasar. Respondents in this sudy were chosen purposively including baglog suppliers and farmers, mean while of respondents marketing agencies were selected using snowball sampling. Data obtained were analyzed using descriptive qualitative and marketing efficiency. Research results show that the oyster mushroom supply chain involving baglog suppliers, farmers, sub-district traders, retailers, processing traders and end consumers of processed has operated quite well. The flows including in the supply chain are product, financial, and information. Performance measurement results show that the most commonly marketing channel of fresh oyster occurs is involvement of farmers - retailer - consumer. This marketing channel is more efficient compared to other marketing channels. Based on the marketing margin analysis, it shows the  marketing margin of Rp 5,857, farmer' share at 76 percent, and the ratio of profit to the marketing cost is 6.58.
STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KOTA DENPASAR STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KOTA DENPASAR Anggreni Madik Linda; I GAAA Ambarawati; I Nyoman Gede Ustriyana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.736 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p08

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani padi berdasarkan lima dimensi keberlanjutan: ekologi, ekonomi, sosial-budaya, hukum dan kelembagaan, dan teknologi dan infrastruktur, dan untuk mengetahui atribut yang sensitif dalam keberlanjutan pertanian padi di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh dilihat dari lima dimensi pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis data menggunakan teknik ordinasi RAP-FARM melalui Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai indeks dan status keberlanjutan usahatani padi dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini juga mengidentifikasi atribut sensitif yang mempengaruhi indeks keberlanjutan masing-masing dimensi melalui analisis leverage. Dimensi terukur adalah dimensi ekologis, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi kelembagaan, dan dimensi teknologi dan infrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian RAP-FARM dari usahatani padi sawah di Subak Intaran Barat memiliki nilai indeks keberlanjutan 73,48, yang dikategorikan ke dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekonomi, teknologi dan infrastruktur memiliki status berkelanjutan yang berkelanjutan sementara dimensi ekologi, sosio-budaya, dan kelembagaan memiliki status berkelanjutan. Analisis leverage menunjukkan bahwa ada 10 atribut dari 29 atribut yang berpengaruh pada indeks keberlanjutan usahatani padi. Atribut yang paling sensitif adalah koperasi kelembagaan petani di dimensi kelembagaan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 DI SUBAK PENYARINGAN, KECAMATAN MENDOYO, KABUPATEN JEMBRANA I Gede Bagus Dera Setiawan; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.591 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan petani terhadap motivasi petani, motivasi dan kesempatan petani untuk melakukan industrialisasi terhadap adopsi inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 di Kecamatan Subak Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 50 anggota petani Subak Penyaringan dengan purposive diambil sesuai dengan yang sudah diketahui namun tidak menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (Sem PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani berpengaruh positif dan berpengaruh nyata terhadap motivasi petani. Motivasi petani berpengaruh positif dan sangat berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Pengaruh pengaruh industialis secara positif dan berpengaruh sangat signifikan terhadap adopsi tingkat inovasi dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1. Saran yang bisa penulis berikan adalah pemerintah daerah dan jalurnya harus memberi alat tanam untuk sistem tanam Legowo baris, subsidi frtilizer, dan benih bersertifikat secara merata kepada semua Subak di Kabupaten Jembrana, memberikan lebih banyak bimbingan teknis dan praktik (demonstrasi) dan selalu mentoring saat musim tanam sudah dimulai. Kata kunci: Motivasi petani, pengetahuan petani, kesempatan untuk industrialis, dan tingkat adopsi inovasi menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2: 1
HUBUNGAN STATUS PETANI DAN KEBERLANJUTAN USAHATANI DENGAN EKSISTENSI SUBAK DI KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG Dewi Wulan Gentari; Nyoman Sutjipta; I Dewa Putu Oka Suardi
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.433 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p03

Abstract

Kebutuhan sumber daya lahan dan air cenderung meningkat karena pertumbuhan jumlah penduduk, kepentingan pembangunan, dan perubahan gaya hidup. Persaingan menggunakan lahan dan air pada akhirnya akan menggeser ketersediaan mereka untuk pertanian. Status petani dan keberlanjutan bisnis usahatani akan mengukur keberadaan subak di tengah kebutuhan lahan untuk kepentingan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status petani dan kelangsungan usaha tani dengan keberadaan subak di Kecamatan Kuta Utara. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden adalah 60 anggota petani yang dikumpulkan secara proporsional random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status petani dan keberlanjutan bisnis usahatani memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan dengan keberadaan subak. Nilai pengaruh tidak langsung yang merupakan pengaruh status petani melalui kelangsungan usaha pertanian lebih besar daripada pengaruh langsung. Ini membuktikan bahwa status petani belum maksimal mempertahankan keberadaan subak. Variabel pembentuk kontinuitas usaha usahatani memiliki nilai tertinggi yang berarti bahwa variabel tersebut dapat dijadikan patokan dalam mempertahankan keberadaan subak. Saran untuk Kramasubak di Kecamatan Kuta Utara adalah bahwa diharapkan dapat lebih aktif dalam melakukan kegiatan kelompok tani yang dapat membantu perekonomian. Pelaksana di bidang pertanian / akademisi dapat membantu mengubah pola pikir petani dan dapat membantu dalam memasok panen ke vila atau restoran lokal. Pemerintah dapat mendukung untuk menyiapkan mesin penggilingan padi yang dilengkapi dengan pengering.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SRI A Faroby Falatehan; Jamal Othman
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.582 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p09

Abstract

Sistem Intensifikasi Padi (SRI) menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan sistem konvensional, penerapan SRI di kalangan petani di Indonesia masih sangat rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi SRI. Penelitian ini mensurvei sekitar 360 petani padi di daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat,yaitu Subang dan Karawang. Responden dikelompokkan menjadi petani SRI dan nonSRI.Hasil studi menemukan bahwa analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa variabel dummySRI memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi bagi petani SRI, namun semua faktor produksi SRI tidak signifikan. Baik SRI maupun non SRI menunjukkan penurunan hasil pada skala teknologi produksi. Ini menyiratkan bahwa kedua sistem menunjukkan penurunan biaya rata-rata dalam jangka panjang.Temuan dari penelitian ini digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengembangan pertanian SRI di Indonesia.
NILAI TUKAR PETANI PROVINSI BALI TAHUN 2015-2017 Evendi Akhmad
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.616 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p07

Abstract

Kegiatan usahatani sangat ditentukan oleh keberlasungan dan kesejahteraan petani dalam berkegiatan usahatani. Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Nilai tukar petani yang meningkat akan mempengaruhi keberlangsungan petani untuk melakukan kegiatan usahatani guna memproduksi hasil pertanian. Peneltian ini berjudul Nilai Tukar Petani Provinsi Bali 2015 – 2017. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika nilai tukar petani Provinsi Bali dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks yang dibayar petani (Ib) yang dinyatakan dalam persentase. Penghitungan NTP dalam penelitian ini menggunakan tahun dasar 2012. Analisis dalam penelitian ini menggunakan data kuantitatif, berupa data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.Penelitian ini secara rinci dijabarkan menurut subsektor. Cakupan penelitian ini meliputi subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor perkebunan rakyat, subsektor peternakan dan subsektor perikanan. Hasil penelitian menunjukkan tahun 2015 – 2017 rata-rata NTP Bali pada subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 1,89 persen dan rata-rata NTP mencapai 96,66 sedangkan NTP subsektor lain nilainya lebih dari 100 (tahun dasar 2012). Adapun rata-rata NTP subsektor lain yang meliputi subsektor Hortikultura sebesar 103,27, subsektor perkebunan rakyat sebesar 102,73, subsektor peternakan sebesar 114,27, dan subsektor perikanan mencapai 104,17. Sementara itu jika digabungkan NTP semua subsektor mencapai 105,03. Faktor yang mempengaruhi indeks yang diterima petani merupakan hasil usahatani yang diterima petani secara langsung. Sedangkan faktor indeks yang dibayar petani meliputi kelompok konsumsi rumah tangga dan kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM). Hasil analisis terlihat nilai kelompok konsumsi rumah tangga dan kelompok BPPBM lebih dari 100. Secara persentase tahun 2015 – 2016 komponen yang mengalami kenaikan paling tinggi yakni komponen bahan makanan sebesar 7,89 persen dan yang paling rendah komponen transportasi sebesar -3,59 persen. Tahun 2016 – 2017 yang paling tinggi komponenmakanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 6,76 persen dan yang paling rendah komponentransportasi sebesar 0,19 persen.
NILAI EKONOMI TOTAL PERKEBUNAN KELAPA DI DESA SELUMBUNG, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM Ni Luh Made Indah Murdyani Dewi; I Wayan Budiasa; I Nyoman Gede Ustriyana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.377 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p05

Abstract

Total Economic Value (TEV) perkebunan kelapa adalah total yang diperoleh dari nilai penggunaan langsung, nilai penggunaan tidak langsung, nilai penggunaan opsi, dan nilai penggunaan eksistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pohon kelapa potensial yang digunakan sebagai kayu balok dan menghitung total nilai ekonomi keberadaan perkebunan kelapa di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Metode deskriptif kuantitatif berdasarkan TEV digunakan dalam penelitian ini. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan metode survei sampai 30 sampel petani untuk mendapatkan data nilai pakai langsung, nilai pakai opsi dan nilai pakai eksistensi. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka untuk mendapatkan nilai penggunaan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai potensial kayu kelapa adalah Rp 470.435.250,00 per tahun dari total luas 330,13 ha berdasarkan asumsi siklus pohon tebang untuk pohon kelapa berumur 100 tahun. Selanjutnya, TEV perkebunan kelapa adalah IDR 11.975.383.877,76 yang terdiri dari nilai pakai langsung IDR 5,140,940,181.36 (42,93%), nilai manfaat tidak langsung IDR 3,458,111,750,00 (28,88%), nilai opsi penggunaan IDR 3,136,108,890.34 (26,19%) dan penggunaan sebesar Rp 240,223,056,06 (2,00%). nilai. TEV sekitar 25,5 kali lebih besar dari nilai potensi penebangan kayu. Dengan demikian, perkebunan kelapa lebih baik disimpan dan dikelola dengan pemupukan untuk mendapatkan hasil yang optimal.
ANALISIS DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOPI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Ni Made Astuti Wahyu Utami; Ratna Komala Dewi
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.427 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p02

Abstract

Studi ini berfokus pada analisis daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia di pasar internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan analisis terungkap keunggulan komparatif (RCA) dan ekspor produk dinamis (EPD) analisis untuk menganalisis daya saing dan regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi volume ekspor kopi Indonesia. Hasil dari analisis daya saing menggunakan RCA menunjukkan bahwa kopi Indonesia memiliki posisi daya saing yang kuat dengan nilai RCA> 1 dalam enam tujuan ekspor Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, Italia dan Rusia. Hasil dari analisis EPD menunjukkan bahwa kopi Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, Italia dan Rusia termasuk dalam posisi "Rising Star". Dalam analisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kopi Indonesia di pasar internasional menunjukkan bahwa PDB, kurs riil, dan harga ekspor secara signifikan mempengaruhi volume ekspor kopi Indonesia pada tingkat kepercayaan lima persen. Disarankan kepada pemerintah Indonesia untuk mendorong kopi Indonesia untuk bertahan hidup di posisi bintang yang meningkat dan untuk dapat mempertahankan posisi kompetitifnya.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN GENDER RUMAH TANGGA PETANI PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH SISTEM SUBAK DI PERKOTAAN Wayan - Sudarta
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.687 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pengambilan keputusan gender (suami-istri) pada beragam kegiatan budidaya tanaman padi sawah yang berbasis sistem subak di perkotaan. Penelitian mengambil lokasi penelitan di Subak Anggabaya, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar sebagai suatu studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kegiatan sistem subak tipe pengambilan keputusan bersama istri dominan, umum berlaku pada bidang pengambilan keputusan kegiatan ritual secara kolektif. Tipe pengambilan keputusan suami sendiri tanpa berunding dengan istri, umum terjadi pada empat bidang dari lima bidang pengambilan keputusan. Kemudian pada kegiatan rumah tangga petani, sebagian besar dari bidang pengambilan keputusan (77%) umum terjadi tipe pengambilan keputusan suami sendiri, tanpa berunding dengan istri.

Page 6 of 25 | Total Record : 241