cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PENGURUSAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN AGRIBISNIS MELALUI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU DAN PENANAMAN MODAL KOTA DENPASAR NI PUTU VIVI FEBRYANA; Ketut Budi Susrusa; I Made Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.865 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p04

Abstract

Fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat. Meningkatnya kepuasan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Layanan lisensi usaha perdagangan untuk kegiatan investasi pertanian (agribisnis) merupakan salah satu layanan perizinan yang diberikan oleh Badan Pertanahan dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepuasan Publik dalam pengelolaan izin Agribisnis di BPPTSP dan PM Kota Denpasar. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program Smart PLS Version 3 yang mengukur kepuasan masyarakat dalam mengelola izin agribisnis berdasarkan tiga variabel yaitu; standar pelayanan, kinerja birokrasi, dan kualitas pelayanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut sangat berpengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat dalam mengelola izin usaha Agribisnis di BPPTSP dan PM Denpasar. Peningkatan standar pelayanan, kinerja birokrasi dan kualitas layanan dalam pengelolaan izin usaha perdagangan di BPPTSP dan PM Kota Denpasar akan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pengaturan izin usaha, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk mengelola legalitas usaha mereka. mandiri. Peningkatan pengelolaan izin usaha perdagangan, khususnya di bidang Agribisnis akan mengurangi jumlah perusahaan ilegal di Kota Denpasar, sehingga perusahaan Agribisnis di Kota Denpasar dapat beroperasi di pasar secara legal dan aman, dan masyarakat dapat membeli produk agribisnis dengan aman tanpa rasa takut. dari konten berbahaya pada produk.
DAMPAK PROGRAM UPSUS (UPAYA KHUSUS) TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI SUBAK SANGEH KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG Gusti Ngurah Abung Mataliana; Made Antara; Ni Wayan Sri Astuti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.38 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p06

Abstract

Upaya khusus pada produksi padi adalah upaya yang telah diusulkan oleh kementerian pertanian untuk meningkatkan produktivitas beras, jagung dan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja usaha Khusus pada program produksi padi, untuk mengetahui dampak dari upaya Khusus pada program produksi padi terhadap produktivitas paddy di Subak Sangeh, kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif berdasarkan analisis bisnis pertanian dan uji t. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara kepada 78 petani dengan pengumpulan data dalam bentuk biaya produksi dan area produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usaha usahatani padi di Subak Sangeh dalam melaksanakan usaha Khusus pada program produksi beras sebesar Rp 7,229 .116 / hektar per musim tanam. Pendapatan petani di Subak Sangeh adalah Rp 30.970.000 / hektar per musim tanam. Jadi penghasilan petani padi di Subak Sangeh dalam menerapkan Program Upsus Rp 23.740.884 / ha / mt, dan R / C Ratio 4,28. Upaya khusus pada program produksi padi juga dapat meningkatkan produktivitas padi, dari 6,19 ton / hektar hingga 8,15 ton / hektar meningkat 24,05%. Analisis uji t menunjukkan nilai signifikan 0,000 yang lebih kecil dari 0,01 menunjukkan ada perbedaan produktivitas padi yang signifikan di Subak Sangeh. Ini juga berarti bahwa pelaksanaan upaya Khusus pada program produksi padi sangat berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi di Subak Sangeh. Oleh karena itu, upaya Khusus Program Produksi Padi lebih baik untuk dioptimalkan guna meningkatkan produktivitas padi.
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PTT DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN BULELENG Putu Sugiarta -; I GAA Ambarawati; I Gede Setiawan Adi Putra
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.327 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p06

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (ICM) adalah paket teknologi penanaman padi di lokasi tertentu, yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas beras. Keberhasilan penerapan teknologi ICM oleh petani tidak lepas dari peran penyuluh. Hal itu dapat dilihat dari perilaku petani (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) terhadap penerapan teknologi ICM yang berpengaruh terhadap produktivitas beras. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kinerja penyuluhan pertanian, (2) mengetahui pengaruh faktor penyuluhan pertanian terhadap kinerjanya, (3) mengetahui pengaruh kinerja penyuluhan pertanian terhadap perilaku petani. dan (4) dampak perilaku petani terhadap produktivitas padi di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan explanatory research design. Total responden 156 orang terdiri dari penyuluhan pertanian dan petani padi dan ditentukan oleh dua teknik, yaitu purposive sampling untuk sampel penyuluhan (39 orang) dan teknik simple random sampling untuk sampel petani (117 orang). Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (SEM-PLS). Studi ini menemukan bahwa (1) kinerja penyuluhan pertanian di Buleleng termasuk dalam kategori baik, (2) faktor penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluhan pertanian, (3) kinerja penyuluhan pertanian memiliki tingkat kepentingan positif dan tinggi secara signifikan terhadap perilaku petani dalam penerapan teknologi padi ICM dan (4) perilaku petani berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap produktivitas padi di Buleleng. Saran bagi pemerintah adalah untuk meningkatkan peran penyuluhan pertanian melalui mentoring petani dalam penerapan paket teknologi ICM dengan memilih metode dan teknik serta media yang tepat sesuai target dalam penyebaran teknologi. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana dan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan penyuluhan. Kata kunci: pengelolaan tanaman terpadu, penyuluhan pertanian, kinerja, produktivitas padi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN EKONOMI PRODUKTIF RUMAH TANGGA MISKIN DI KELURAHAN SUBAMIA KECAMATAN TABANAN Ketut Rantau; Dewa Ayu Yudhari
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor usia, jam kerja, dan jumlah tanggungan secara simultan dan parsial terhadap pendapatan ekonomi produktif rumah tangga miskin di Kecamatan Subamia Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, mulai dari Agustus hingga Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel jika seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2008: 88), kemudian jumlah penelitian sampel sesuai dengan jumlah populasi 104 rumah tangga miskin. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi linier berganda, dan uji signifikansi koefisien regresi, sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan ekonomi produktif kepala rumah tangga miskin di Kecamatan Subamia Kecamatan Tabanan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor usia, jam kerja, dan jumlah tanggungan secara simultan dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan produktif rumah tangga miskin di desa Subamia, kecamatan Tabanan, dengan tingkat siginical 5% dan dengan R² 0.781 , yang berarti 78,1 persen variasi penurunan pendapatan produktif kepala rumah tangga miskin dipengaruhi oleh variabel faktor usia, jam kerja, dan jumlah tanggungan, sisanya sebesar 21,9 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam variabel penelitian. .
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SUBAK CARIK TANGIS WONGAYA GEDE TABANAN–BALI I Gusti Ngurah Yuri Putra; Made Antara; I Dewa Putu Oka Suardi
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.09 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p10

Abstract

Pembangunan pertanian memiliki arah untuk meningkatkan produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri di dalam negeri, untuk meningkatkan ekspor, untuk memperluas kesempatan kerja dan untuk mendorong peluang bisnis pada saat yang sama untuk meningkatkan pendapatan petani sehingga diharapkan untuk menganalisa efek dari produksi faktor meliputi luas lahan, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan teknologi, terhadap peningkatan hasil produksi pertanian dan untuk analisis efisiensi teknis, harga dan ekonomi, faktor produksi berpengaruh terhadap produksi padi di Subak Carik Tangis, Tabanan -Bali. Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Subak Carik Tangis sebanyak 137 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling sebanyak 58 petani. Metode analisis data dengan menggunakan penghitungan produksi Cobb-Douglas yang diperkirakan terhadap faktor produksi dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan regresi ordinary least square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan hampir semua faktor produksi padi dalam fungsi produksi Cobb-Douglas dalam usahatani padi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi. Faktor produksi benih, luas lahan, pupuk urea, dan teknologi berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Pestisida matador dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi beras. Hasil analisis efisiensi teknis, semua faktor produksi secara teknis efisien, faktor produksi benih, luas lahan, pupuk, pestisida, dan tenaga teknis yang efisien. Dilihat dari efisiensi harga, semua faktor produksi tidak efisien atau efisien, dalam hal ini penggunaan input digunakan secara berlebihan sehingga perlu dikurangi untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Dilihat dari efisiensi ekonomi semua faktor produksi tidak efisien yang artinya penggunaan input tidak optimal, sehingga petani belum mendapatkan keuntungan yang maksimal. Jika petani ingin hasil panen padi berpengaruh nyata, maka petani padi di Subak Carik Tangis Wongaya Gede Tabanan perlu memikirkan faktor-faktor produksi yang akan digunakan untuk mendapatkan keuntungan yang akan meningkatkan produksi padi secara maksimal. Dalam melakukan usahatani padi, pemerintah perlu memperhatikan faktor-faktor yang akan mempengaruhi produksi padi sehingga mencapai efisiensi dalam usahatani padi. Penggunaan faktor produksi perlu dilakukan secara tepat, agar petani mampu mencapai tingkat efisiensi. Untuk peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian di Subak Carik Tangis, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang "Efisiensi penggunaan faktor produksi padi organik" dan "strategi pemasaran hasil produksi padi khususnya Beras Merah".
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI DAN PERSEPSI PETANI DALAM PROGRAM GERAKAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (GP-PTT) PADI DI KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM I PUTU EKA BUDI ANTARA; I GAA Ambarawati; Ketut Suamba
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.188 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p03

Abstract

Kabupaten Karangasem merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang melaksanakan program pengelolaan terpadu padi, yang dikenal dengan nama GP-PTT. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi secara nasional untuk ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani dan untuk mengetahui persepsi petani terhadap program pengelolaan terpadu padi serta hambatan dalam penerapan program. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bebandem, Kabupaten Karangasem, dipilih secara purposif, karena daerah ini memperoleh proporsi tertinggi dari wilayah program untuk melakukan operasi dibandingkan dengan daerah lain. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelitian deskriptif dan pencarian publikasi. Uji t dengan dua sampel independen dilakukan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani antara petani dengan program GP-PTT dan tanpa program. Persepsi petani terhadap program dianalisis secara deskriptif secara kualitatif melalui penggunaan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani di bawah program GP-PTT adalah Rp 14.180.962,04 per hektar per musim tanam dengan rasio R / C 2,8. Di sisi lain, pendapatan petani untuk non program adalah Rp 14.095.526,91 dengan R / C 3,23. Hasil uji-t menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua pendapatan tersebut. Persepsi petani terhadap program ini tergolong meragukan dengan skor 3,24. Hambatan teknis yang dihadapi petani adalah minimnya mesin tanam untuk mengikuti sistem legowo yang disarankan. Hambatan ekonomi yang dirasakan oleh petani adalah program ini menyebabkan kenaikan biaya tenaga kerja. Hal ini juga ditemukan pada sistem tanam dimana petani menghadapi kesulitan dalam menerapkan teknologi dugaan sistem legowo sementara petani terbiasa dengan sistem tegel. Untuk menindaklanjuti program GP-PTT, disarankan kepada pemerintah untuk mendukung petani secara terus menerus sampai mereka bersedia dan mampu menerapkan teknologi yang disarankan.
EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT USAHATANI BAWANG PUTIH LOKAL EBANDI MIOMAFFO BARAT KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Simon Juan Kune; Adeline Norawati Hutapea
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.882 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani dan menganalisis efisiensi teknis dan alokatif usahatani bawang putih lokal Eban dengan menggunakan metode survei sedangkan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisis desriptif dan analisis stokhastic frontier. Hasil penelitian gambaran umum usahatani bawang putih lokal Eban meliputi; persiapanlahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan dan panen. Sementara secara teknis usahatani bawang putih lokal Eban sudah efisien dimana analisis yang dilakukan untuk 50 responden menunjukan rata-rata efisien yang dicapai sebesar 92 % sementara secara alokatif usahatani bawang putih lokal belum efisien karena hasil perhitungan NPMx/px > 1.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN BERDASARKAN NILAI PRODUKSI DI KABUPATEN BULELENG Gede Yuda Paramartha; I Putu Gede Sukaatmadja; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.954 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p07

Abstract

Sektor terbesar yang berkontribusi terhadap PDB Kabupaten Buleleng adalah pertanian. Dalam rangka pengembangan sektor-sektor ini perlu diketahui komoditas apa saja yang tergolong unggulan. Penelitian ini memiliki tujuan: 1). Menganalisis berbagai komoditas pertanian di Kabupaten Buleleng yang sangat baik, dan 2). Menilai struktur pertumbuhan komoditas pertanian Kabupaten Buleleng. Studi ini dilaksanakan pada bulan April sampai November 2016 Buleleng di Kabupaten, Provinsi Bali. Data yang digunakan adalah data skunder. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient dan Typolegi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan dan struktur komoditas pertanian di Kabupaten Buleleng merupakan komoditas unggulan berdasarkan komoditas tanaman pangan dan tingkat pertumbuhannya adalah jagung. Kacang tanah dan padi tumbuh lambat, namun memiliki kontribusi yang besar. Komoditi tanaman sayuran unggulan di Kabupaten Buleleng pada tahun 2010 sampai 2015 adalah bawang putih dan cabe, karena merupakan komoditas unggulan. Komoditas bawang merah, tomat, kacang-kacangan dan kangkung merupakan komoditas yang tumbuh, meski belum menjadi komoditas unggulan, yang termasuk dalam komoditas potensial adalah kubis, sementara komoditas yang terbelakang adalah sawi dan kacang. Potensi komoditas tanaman bibit kabupaten buleleng 2015 tersebar di delapan kecamatan. Komoditi durian berpotensi dikembangkan di kecamatan Seririt, Busungbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula, sedangkan komoditas sawo dapat dikembangkan di semua wilayah Kabupaten Buleleng, karena di setiap kecamatan memiliki produksi sawo. Komoditas jambu biji berpotensi dikembangkan di tujuh kecamatan yaitu Grokgak, Seririt, Busunbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, dan Sawan. Komoditas pepaya bisa dikembangkan di semua wilayah kabupaten buleleng.Tanaman perkebunan secara keseluruhan pada tahun 2010 sampai 2015 menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat, namun hanya dua komoditas yang mengalami pertumbuhan lambat dibandingkan dengan Provinsi Bali yaitu vanili dan robusta kopi. Tingkat pertumbuhan rata-rata tumbuh cepat rata-rata selama tahun 2010 sampai 2015 adalah babi Bali, landrance, penggoda punggung, kambing, dan tangkapan ikan. Untuk ayam petelur dan ayam pedaging tidak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng.
DINAMIKA SUBAK LUNGATAD DESA PEGUYANGAN TIMUR KOTA DENPASAR Wayan Sudarta
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.835 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i01.p09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan elemen-elemen dan dinamika Subak Lungatad, Desa Peguyangan Timur, Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara umum keadaan elemen-elemen Subak Lungatad dalam keadaan baik, demikian juga dinamika subak tersebut termasuk kategori baik. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat direkomendasikan: (1) tujuan subak yang terlampau abstrak dan berjangka sangat panjang perlu dihindari, karena sulit dapat dibayangkan oleh para anggota, dan (2) perlu dirumuskan secara tertulis sistem penghargaan bagi anggota yang taat kepada norma dan berprestasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN PERTANIAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI SUBAK SAIH DI KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG KADEK DWI ANDIKA; Wayan Windia; Ketut Suamba
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 5 No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.363 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2017.v05.i02.p02

Abstract

Konversi lahan pertanian menjadi salah satu dari banyak polemik yang dihadapi pertanian di Bali. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan menurunnya output pertanian berimplikasi pada konversi lahan semakin tak terbendung. Menghadapi permasalahan tersebut, penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan pertanian dan hubungannya dengan kesejahteraan petani dilakukan untuk mendapatkan solusi terhadap fenomena tersebut. Rangkaian metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan sampel yang diambil secara proportional random sampling sebanyak 125 responden. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis statistik dilakukan melalui program SemPLS. Temuan yang diperoleh adalah: 1) konversi lahan di Saih Subak secara positif dipengaruhi oleh: faktor pertumbuhan kota, ekonomi, sosial, teknologi, aksesibilitas, risiko dan ketidakpastian dan tanah sebagai asset; 2) konversi lahan pertanian dan hubungannya dengan kesejahteraan petani menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan melalui aksesibilitas, ekonomi, lahan sebagai aset, pertumbuhan perkotaan, teknologi pertanian, risiko dan ketidakpastian, dan sosial dengan kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah dan Subak Saih harus mengendalikan laju konversi lahan yang terjadi. Perluasan dan intensifikasi pertanian perlu dilakukan untuk memperbaiki hasil pertanian, memperkuat peraturan pemerintah, memperbaiki pengelolaan pertanian dan asuransi pertanian sehingga petani dapat meminimalkan kerugian akibat bencana alam. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, teknologi dan pengembangan pengelolaan agribisnis sangat dibutuhkan agar pemanfaatan lahan dapat dikendalikan dan kesejahteraan dapat dicapai melalui kegiatan sektor pertanian. Kata kunci: konversi, kesejahteraan, Subak

Page 7 of 25 | Total Record : 241