cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS SISWA DAN KEMAMPUAN NUMERIK DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF FISIKA SISWA SMP KELAS VIII Isworo, Dwi; Sunarno, Widha; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.109 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara kreativitas siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa SMP kelas VIII; (2) mengetahui ada atau tidak adanya hubungan kemampuan numerik siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa SMP kelas VIII; (3) Untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara kreativitas siswa dan kemampuan numerik siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII  sejumlah 250 siswa dengan sampel 34 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya adalah teknik analisis regresi linier ganda. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya penelitian dapat disimpulkan bahwa; (1) Ada hubungan positif yang signifikan antara kreativitas siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten Tahun Ajaran 2012/2013 dengan koefisien korelasi sebesar 0.486; (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara kemampuan numerik siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013 dengan koefisien korelasi sebesar 0.371; (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara kreativitas siswa dan kemampuan numerik siswa dengan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013 dengan koefisien korelasi sebesar 0.352.Kata kunci :kreativitas siswa, kemampuan numerik siswa, kemampuan kognitif fisika siswa
PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI USAHA DAN ENERGI Susanti, Dwi; Waskito, Soetadi; Surantoro, Surantoro
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.379 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun instrumen tes diagnostik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran Fisika siswa kelas XI SMA pada materi Usaha dan Energi.Dalam penyusunan instrumen tes diagnostik Fisika materi Usaha dan Energi, digunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari: (1) tahap Define meliputi analisis standar isi , (2) tahap design meliputi penyusunan kisi-kisi, (3) tahap develop meliputi penyusunan instrumen tes diagnostik dan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu Uji Coba I yang melibatkan 27 siswa dan Uji Coba II yang melibatkan 51 siswa. Penelitian melibatkan ahli bidang studi Fisika dan siswa SMA Negeri 7 Surakarta, dan (4) Disseminate. Dalam penelitian ini dibatasi sampai tahap Develop.Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa instrumen tes diagnostik yang telah disusun sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Instrumen tes diagnostik yang disusun mampu mengklasifikasikan tingkat pemahaman siswa. Tingkat pemahaman siswa dibedakan menjadi tiga yaitu memahami, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Siswa yang mengalami miskonsepsi terdapat pada hubungan usaha dan energi dengan jumlah prosentase sebesar 50.98 %, siswa yang memahami terdapat pada konsep daya dengan jumlah prosentase sebesar 52.92 %, dan siswa yang tidak tahu konsep terdapat pada konsep konsep penerapan hukum kekekalan energi dengan jumlah prosentase 45.10 %. Berdasarkan persentase pemahaman konsep tersebut dapat dikatakan bahwa instrumen soal telah memenuhi kriteria tes yang baik yaitu valid, relevan, spesifik, representatif, seimbang, sensitif, fair, dan efisien. Nilai reliabilitas instrumen tes diagnostik sebesar 0. 426238 yang berarti bahwa tingkat keajegan soal dalam mengungkap miskonsepsi sudah cukup.Kata kunci: Tes diagnostik, miskonsepsi, Usaha dan Energi.
PENERAPAN MODEL EVALUASI DIARY BOOK PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOGNITIF FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI GONDANGREJO Ardilla Prastyaninda, Farra; Pujayanto, Pujayanto; Budiharti, Rini
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.419 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kognitif fisika siswa kelas X melalui penerapan model evaluasi diary book pada pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X5 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 23 siswa. Materi yang disampaikan dibatasi pada materi pokok listrik dinamis. Data diperoleh melalui observasi, kajian dokumen, angket, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X5 SMAN Gondangrejo tahun pelajaran 2012/2013 pada materi pokok Listrik Dinamis dapat ditingkatkan dengan penerapan variasi model evaluasi diary book pada pembelajaran kooperatif tipe NHT. Model evaluasi diary book dilaksanakan tiap akhir kegiatan belejar mengajar (KBM). Di dalam kegiatan ini terdapat diskusi kelompok, ceramah, kerja kelompok, dan evaluasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan ternyata kemampuan berpikir kreatif siswa pada kriteria kurang didapat sebesar 58% saat pra siklus, 9% di siklus I dan 0% di siklus II. Pada kriteria cukup, saat prasiklus kemampuan berpikir kreatif siswa  sebesar 33%, 78% di siklus I dan 33% di siklus II. Kemampuan berpikir kreatif siswa pada kriteria baik pada awal hanya sebesar 9%, kemudian di siklus I 13 % dan di siklus II mencapai 46%. Pada kriteria sangat baik, saat prasiklus sebesar 0%, 0% di siklus I dan 21% di siklus II. Apabila dirata-rata secara keseluruhan, maka kemampuan berpikir kreatif siswa di awal hanya 38%, setelah siklus I meningkat 13% menjadi 51%, dan setelah siklus II menjadi 71%. (2) Kemampuan kognitif siswa kelas X5 SMAN Gondangrejo tahun pelajaran 2012/2013 pada materi pokok Listrik Dinamis dapat ditingkatkan dengan penerapan variasi model evaluasi diary book pada pembelajaran kooperatif tipe NHT. Model evaluasi diary book dilaksanakan tiap akhir KBM. Di dalam kegiatan ini terdapat diskusi kelompok, ceramah, kerja kelompok, dan evaluasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan kemampuan kognitif siswa hanya 23% di siklus I dan mengalami peningkatan sebesar 51% menjadi 74 % di siklus II. Apa bila dilihat dari rata-rata nilai siswa, pada siklus I hanya 49 dan pada siklus II nilai rata-rata siswa di atas KKM yaitu menjadi 76. Kata kunci: diary book, Numbered Heads Together , berpikir kreatif, kognitif
ANALISIS INSTRUMEN TES ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X RSBI KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Puspitasari, Dyah; Sarwanto, Sarwanto; Rahmasari, Lita
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.435 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1) kualitas soal Ulangan Akhir Semester ganjil mata pelajaran Fisika kelas X RSBI Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan analisis kualitatif ditinjau dari aspek materi, konstruksi, dan bahasanya, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas soal Ulangan Akhir Semester ganjil mata pelajaran Fisika kelas X RSBI Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013.                                                           Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sragen. Sumber data berasal dari perangkat pembelajaran Fisika kelas X SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013, perangkat tes Ulangan Akhir semester ganjil mata pelajaran Fisika kelas X SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013, dan data hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Fisika kelas X SMA Negeri 1 Sragen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis butir soal dilakukan secara kualitatif meliputi aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Uji validitas data hasil analisis kualitatif menggunakan teknik Delphi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa (1) soal Ulangan Akhir Semester ganjil mata pelajaran Fisika kelas X RSBI Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013 belum memenuhi kriteria tes yang baik berdasarkan analisis kualitatif, dengan perincian sebagai berikut: 8 butir soal (20%) tidak memenuhi aspek materi, 18 butir soal (45%) tidak memenuhi aspek konstruksi, dan 2 butir soal (5%) tidak memenuhi aspek bahasa, sedangkan ditinjau dari keputusan yang diambil terhadap soal, yaitu 21 butir soal (52,5%) masuk dalam kategori diterima, 18 butir soal (45%) masuk dalam kategori direvisi, dan 1 butir soal (2,5%) masuk dalam kategori ditolak, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas soal Ulangan Akhir Semester ganjil mata pelajaran Fisika kelas X RSBI Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013 antara lain: (a) soal sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan, yaitu KTSP, (b) tes tersebut belum sepenuhnya  dapat mengukur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, (c) kisi-kisi tes yang dibuat oleh guru Fisika dinyatakan belum baik, (d) penulisan soal masih ada yang tidak mengikuti kaidah penulisan untuk tiap variasi pada tes bentuk pilihan ganda, (e) guru Fisika belum melakukan analisis terhadap soal yang telah dibuat, (f) pihak sekolah tidak mewajibkan guru melakukan kegiatan evaluasi terhadap soal yang telah disusun untuk mengetahui kualitas soal yang telah dibuatnya. Kata kunci: Analisis kualitatif tes, Soal Fisika, RSBI
PROFIL PRAKONSEPSI SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI CAHAYA Astuti Handayani, Ratih; Jamzuri, Jamzuri; Budiawanti, Sri
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.419 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan profil prakonsepsi yang dimiliki siswa  kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Sragen pada materi Cahaya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Sragen. Sampel dalam penelitian sejumlah 96 siswa dari 201 siswa. Pemilihan subjek penelitian dengan teknik cluster - random sampling. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, dan teknik wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian adalah tes pilihan ganda dengan alasan tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Dari hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa profil prakonsepsi yang dimiliki oleh siswa SMP Negeri 1 Jenar Sragen sebagai berikut: siswa yang memiliki rata-rata prosentase prakonsepsi benar tertinggi sebanyak 59.72 % yaitu pada konsep cahaya dan penglihatan. Siswa yang memiliki rata-rata prosentase prakonsepsi bersifat miskonsepsi tertinggi sebanyak 52.09  % yaitu pada konsep warna dan cahaya. Siswa yang memiliki rata-rata prosentase prakonsepsi salah tertinggi sebanyak 40.62 % yaitu pada konsep bayang-bayang dan bayangan. Profil prakonsepsi siswa bersifat miskonsepsi yang lebih dari 55 % adalah sebagai berikut :1) benda berwarna merah terlihat karena cahaya putih yang mengenai benda terserap selain warna merah, sedangkan warna merah tertinggal di benda (81.25 %); 2) semakin terang sumber cahaya, maka kecepatan cahayanya akan semakin cepat (62.5 %); 3) semakin jauh jarak benda terhadap cermin datar maka tinggi bayangannya akan semakin mengecil (62.5 %) ; 4) semua cahaya yang mengenai cermin akan dipantulkan  tidak ada yang diserap (61.46 %); 5) cahaya  yang  berasal  dari  sebuah  sumber  pada siang  hari  akan  tetap tinggal  pada  sumber  atau  tidak  merambat (59.38 %) ; 6) langit mendung tidak terbentuk bayangan karena cahaya terserap semua oleh awan (57.29 %).Kata kunci: Metode Deskriptif, Prakonsepsi, Miskonsepsi, Cahaya.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS SALINGTEMAS DENGAN TEMA MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Leiasih, Rani; Pujayanto, Pujayanto; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.402 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan bahan ajar IPA Terpadu berupa modul yang berbasis Salingtemas dengan tema Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif yang memenuhi kriteria baik dari segi kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafisan.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan berdasarkan model yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Prosedur pengembangan penelitian ini meliputi: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan draft produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi hasil uji coba lapangan awal, (6) Uji coba lapangan utama, dan (7) Revisi hasil uji coba lapangan utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan observasi. Data-data yang diperoleh berasal dari validator yang terdiri atas 3 dosen ahli, 2 guru sebagai reviewer dan 3 peer reviewer serta responden yang terdiri atas 40 siswa dari SMP Negeri 7 Surakarta, SMP Negeri 16 Surakarta, SMP Negeri 18 Surakarta, SMP Negeri 24 Surakarta, dan SMP Negeri 25 Surakarta. Data kuantitatif dianalisis menggunakan penilaian skor standar dari Saifudin Azwar yang kemudian dibagi menjadi lima kategori. Data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pengembangan bahan ajar IPA Terpadu berbasis Salingtemas yang berupa modul dengan tema Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif untuk SMP/MTs kelas VIII secara umum sudah baik dengan kesesuaian hasil validasi dari ahli, peer reviewer dan reviewer dalam komponen materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafisan, serta telah berhasil diujicobakan dalam uji coba lapangan tahap awal dan utama dengan hasil yang sangat baik. (2) Produk akhir penelitian pengembangan ini berupa modul dengan total halaman sebanyak 146 halaman dengan panjang 20 cm dan lebar 14 cm yang terdiri atas pendahuluan, pembelajaran dan penutup. Pendahuluan berupa deskripsi pembelajaran, prasyarat mempelajari modul, petunjuk penggunaan modul, tujuan  akhir, peta kompetensi, peta konsep dan tes awal. Bagian pembelajaran terdiri atas rencana belajar siswa dan kegiatan belajar. Kegaiatan belajar yang terdiri atas materi, rangkuman, latihan soal, umpan balik. Bagian penutup terdiri atas evaluasi akhir, kunci jawaban dan glosarium. Kata kunci: bahan ajar IPA terpadu, Salingtemas, energi matahari
PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELLRCTUALY (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Fitriyaningsih, Fitriyaningsih; Jamzuri, Jamzuri; Rahardjo, Dwi Teguh
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.371 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penggunaan pendekatan Somatic, Auditory, Visual Intelletualy (SAVI) melalui metode pembelajaran diskusi informasi dan demonstrasi dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa. (2) Penggunaan pendekatan Somatic, Auditory, Visual Intelletualy (SAVI) melalui metode pembelajaran diskusi informasi dan demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Boyolalitahun pelajaran 2012/2013 yang dikhususkan pada materi pokok teori kinetik gas sebanyak 31 siswa. Data diperoleh melalui pengamatan, review tanggapan guru, tes kognitif, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : (1) penerapan pendekatan Somatic, Auditory, Visual, Intellectualy (SAVI)dengan metode pembelajaran diskusi informasi dan demonstrasidapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013 pada materi pokok teori kinetik gas. Peningkatan motivasi belajar fisika siswa terbukti dengan analisis lembar observasi motivasi belajar siswa selama penelitian berlangsungmeningkat sebesar 43,14 % pada siklus 1, dan 65,72 % pada siklus 2 dibandingkan dengan keadaan awal (2) Pendekatan Somatic, Auditory, Visua, Intellectualy (SAVI)dengan metode pembelajaran diskusi informasi dan demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013 pada materi pokokteori kinetik gas. Peningkatan hasil belajar fisika siswa berdasarkan aspek kognitif  yakni ketuntasan belajar fisika oleh siswa pada awalnya sebesar 64,74 % meningkat menjadi 100 % pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 96,77 % dari target yang ditetapkan yakni ketuntasan belajar siswa sebesar 75%. Kata Kunci : Pendekatan SAVI, motivasi belajar, hasil belajar
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MODUL ELEKTRONIK ANIMASI INTERAKTIF UNTUK KELAS XI SMA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Wiyoko, Tri; Sarwanto, Sarwanto; Rahardjo, Dwi Teguh
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.033 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran modul elektronik animasi interaktif yang memenuhi kriteria baik dari aspek materi, bahasa Indonesia dan media (2) mengembangkan modul elektronik animasi interaktif yang dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa. metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan tahapan (a) analisis potensi dan masalah, (b) pengumpulan data (c) pembuatan desain, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian (i) revisi produk (j) produk media. Uji coba produk pada siswa kelas XI di Surakarta yang meliputi uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Jenis data yang diperoleh bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data melalui angket dan wawancara. Data motivasi belajar siswa diambil secara one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul elektronik animasi interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dari aspek materi, bahasa Indonesia, dan media. Hasil skor rata-rata penilaian 88,3 yang terdiri dari skor penilaian ahli materi 96, skor penilaian ahli bahasa Indonesia 72, dan skor penilaian ahli media 97. Penilaian media berkriteria baik juga berdasarkan penilaian siswa dalam tiga tahap pengujian dengan rincian rata-rata uji perorangan 84,2%, uji kelompok kecil 82,2% dan uji kelompok besar 81,85%. Pengembangan media modul elektronik animasi interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, berdasarkan hasil uji coba perorangan terjadi peningkatan motivasi belajar siswa 3,3% dengan hasil analis uji-t berpasangan thitung = 3,359 > ttabel = 2,015, pada uji coba kelompok kecil terdapat peningkatan motivasi belajar siswa 5,4% dengan hasil analisis uji-t berpsangan thitung = 4,725 > ttabel = 1,729 dan uji coba kelompok besar terdapat peningkatan motivasi belajar siswa 6,17% dengan hasil analisis uji-t berpasangan thitung = 7,850 > ttabel = 1,671. Kata kunci: modul elektronik animasi interaktif, validasi, motivasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8