cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
ANALISIS MISKONSEPSI GERAK MELINGKAR PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) FISIKA SMA KELAS X SEMESTER I Fitrianingrum, Nurul; Sunarno, Widha; Harjunowibowo, Dewanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.914 KB)

Abstract

The research has purpose to investigate the books of physics, such as (1) the existance of misconseptions, (2) the percentage of misconceptions, and (3) other identification of aspects which has potential to cause misconception in circular motion particularly. These books are: (a) Tri Widodo, Fisika untuk SMA dan MA Kelas X, (b) Dudi Indrajit, Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, and (c) Setya Nurachmandani, Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X first edition 2009 published by Pusat Perbukuan Kemendikbud. The research is a descriptive qualitative research. The object of this research is the circular motion’s concepts. The techniques of data collection in this research were done by literature and interview the expertise to get the true concept. The techniques of data validation was persistence or constancy of observation. Data analysis technique that is used in this research is a qualitative descriptive analysis consist of four stages; data collection, data reduction, data display, and conclusions drawing and verifying. Based on data analysis it can be concluded that: (1) there are no misconceptions, (2) the percentage of misconceptions are 0%, and (3) other descriptions identification are: correct concept, the concept does not exist, the picture correction, writing notation correction, writing unit corrections, writing formulation correction, writing result calculation correction, and correction for writing explanation formula in correction the concept of circular motion in the three electronic books. Keyword: misconception, physics elektronic books, circular motion.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PERMAINAN ULAR TANGGA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MATERI GAYA Prasetyo Nugroho, Aris; Raharjo, Trustho; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.043 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa ular tangga pada pembelajaran Fisika materi Gaya yang memenuhi kriteria baik ditinjau dari motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa permainan ular tangga termasuk kriteria sangat baik ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil penilaian dari ahli materi dan ahli media memberikan rata-rata penilaian sebesar 87.778% dan hasil angket siswa awal dan akhir yang memberikan rata-rata peningkatan sebesar 6.943%. Selain itu juga dianalisis dengan menggunakan Uji-t berpasangan terhadap data masing-masing kelompok uji coba untuk mengetahui signifikansi dari peningkatan motivasi belajar siswa. Untuk uji perorangan SMP Negeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan thitung= 6.286 > ttabel = 2.919 dan nilai Sig. = 0.024 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung = 47.000 > ttabel = 2.919dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05 yang berarti sangat signifikan. Untuk uji kelompok kecil SMP Negeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan thitung = 13.534 > ttabel = 1.796 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung= 3.251 > t tabel = 1.796 dan nilai Sig. = 0.008 < 0.05 yang berarti sangat signifikan. Untuk uji kelompok besar SMPNegeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan t hitung = 4.488 > t tabel = 1.699 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung = 18.354 > t tabel = 1.689 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05 yang berarti sangat signifikan.Kata Kunci : Permainan Ular Tangga, Motivasi Belajar Siswa, Materi Gaya
PENYUSUNAN TES DIAGNOSTIK FISIKA MATERI LISTRIK DINAMIS Nugraeni, Dita; Jamzuri, Jamzuri; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menghasilkaninstrumen tes diagnostik alat ungkap miskonsepsi siswa dalam materi Listrik Dinamis di Sekolah Menengah Atas kelas X semester genap. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D)dengan metode 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel (1974). Penelitian melibatkan ahli bidang studi Fisika dan siswa SMA Negeri Colomadu. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara dan teknik tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptifnya dan analisis butir tes. Analisis deskriptif digunakan untuk proses penyusunan tes diagnostik. Sedangkan  analisis butir tes pilihan ganda dengan alasan yang sudah ditentukan meliputi uji validitas, dan reliabilitas soal. Tahap dalam penelitian terdiri dari 1) tahap Define meliputi analisis kurikulum, analisis silabus, dan analisis kebutuhan, 2) tahap design meliputi penyusunan kisi-kisi dan instrumen tes yang terdiri dari 20 butir soal yang teruji validitasnya melalui kegiatan validasi yang dilakukan oleh validator ahli, 3) tahap develop dilaksanakan dengan uji coba terbatas. Uji coba terbatas melibatkan 26 siswa (skala kecil) dan 53 siswa (skala besar) dari Kelas XI SMA Negeri Colomadu, 4) tahap disseminate. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa hasil penelitian ini antara lain: 1) butir soal tes diagnostik yang telah disusun sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Terdapat sebaran soal pada setiap kompetensi dasar. Pada kompetensi dasar 5.1 yaitu memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop) ada 15 item soal, kompetensi dasar 5.2 yaitu mengidentifikasi penerapan listrik AC (alternating current)dan DC (direct current)  dalam kehidupan sehari-hari ada 4 item soal, dan pada kompetensi dasar 5.3 yaitu menggunakan alat ukur listrik terdapat 1 item soal. Jumlah soal yang disusun sebanyak 20 butir. Instumen yang disusun bertujuan untuk mengukur ranah kognitif siswa antara C1 sampai C4. Adapun jumlah butir soal berdasarkan pengukuran ranah kognitif antara lain: memahami (C2) sebanyak 3 soal, menerapkan (C3) sebanyak 6 soal, dan menganalisis (C4) sebanyak 11 soal. 2) Tes diagnostik yang disusun mampu mengklasifikasikan tingkat pemahaman siswa. Tingkat pemahaman siswa dibedakan menjadi tiga yaitu memahami, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Tingkat pemahaman siswa diungkap melalui pemahaman konsep materi (Listrik Dinamis). Dari 20 butir soal yang disusun, terdapat 13 butir soal yang dapat dijadikan sebagai tes diagnostik. Sedangkan 7 butir soal yang tidak dapat dijadikan sebagai tes diagnostik yaitu nomor 5, 10, 11, 15, 17, 19, dan 20. Hal ini bisa terjadi karena soal nomor 5, 10, dan 20 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman miskonsepsi dan tidak tahu konsep, sedangkan tingkat pemahaman memahami tidak dapat diungkap. Sedangkan untuk soal nomor 11 dan 17 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman memahami dan tidak tahu konsep, sedangkan tingkat pemahaman miskonsepsi tidak dapat diungkap. Dan untuk soal nomor 19 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman miskonsepsi saja, sedangkan tingkat pemahaman memahami dan tidak tahu konsep tidak dapat diungkap.Berdasarkan persentase pemahaman konsep tersebut dapat dikatakan bahwa instrumen soal telah memenuhi kriteria tes yang baik yaitu valid, relevan, spesifik, representatif, seimbang, sensitif, fair, dan efisien.Kata kunci: Tes diagnostik, miskonsepsi, Listrik Dinamis.
PENGEMBANGAN TES FISIKA SMA KELAS X SEMESTER GANJIL Yunita, Wulan; Sar, Sarwanto; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes Fisika dan menganalisis hasil pengembangan tes Fisika SMA kelas X semester ganjil. Pengembangan pada penelitian ini menggunakan model 4D yaitu define,design, develop dan disseminate. Namun pada penelitian ini pengembangan hanya dilakukan hingga tahap develop. Subjek coba dalam penelitian yaitu siswa kelas XE dan XF SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012. Waktu penelitian adalah Juli sampai Desember 2011 bertempat di SMA Negeri 1 Kartasura. Data yang dihimpun berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar penelaahan item tes dan tes kognitif siswa. Teknik analisis data menggunakan telaah kualitatif dan kuantitatif. Telaah kualitatif berupa expert judgment. Telaah kuantitatif yaitu dengan menghitung reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan efektivitas pengecoh item tes. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) Pengembangan tes pilihan ganda menggunakan model 4D meliputi tahap define,design dan develop. Tahap definemeliputi: a) analisis kebutuhan; b) analisis standar kompetensi; c) analisis kompetensi dasar. Tahap designmeliputi: a) menentukan tujuan tes; b) menentukan bentuk tes; c) menentukan panjang tes; d) pengembangan indikator tes; e) penyusunan kisi-kisi; f) penulisan item tes. Tahap develop meliputi: a) uji ahli; b) uji coba kelompok kecil; c) uji coba kelompok besar. 2) Produk akhir berupa tes sumatif Fisika kelas X SMA semester ganjil berbentuk tes objektif pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Materi tes meliputi Besaran dan Satuan, Vektor, Gerak Lurus, Gerak Melingkar, Dan Dinamika Gerak. Pengembangan 47 indikator tes dari kelima materi tersebut telah menghasilkan 83 item tes dengan parameter yang diterima. Dari 83 item tes tersebut kemudian disusun paket soal UAS yang terdiri dari 50 item tes. Parameter tes paket soal UAS tersebut adalah: a) reliabilitas 0,88; b) 48 item tes termasuk kategori sedang dan 2 item tes termasuk kategori sukar; c) 50 item tes daya pembedanya diterima; d) 50 item tes pengecohnya berfungsi. Kelebihan item tes yang dikembangkan antara lain item tes mudah dipahami, pokok soal jelas dan hanya ada satu jawaban benar. Kelemahan penelitian ini yaitu pengembangan item tes dilakukan berdasarkan teori tes klasik sehingga hasilnya tergantung karakteristik peserta tes.
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA MODEL KOOPERATIF DENGAN METODE DISKUSI PADA SISWA SMP NEGERI 5 SURAKARTA KELAS VII TAHUN AJARAN 2011/2012 MATERI GERAK Budiawanti, Sri; Jam, Jamzuri; Avrilliyanti, Herlina
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.322 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini diambil 60 siswa dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis Uji-t Satu Ekor. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji-t satu ekor dapat disimpulkan bahwa penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melaui metode diskusi, dapat diketahui bahwa thitung = 0,025 sehingga   = -1,697 <  = 0,025 <  = 1,697 pada 0,05 maka ditolak. Dari uji-t satu ekor  tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi. Kata kunci: penerapan media komik, pembelajaran Fisika model kooperatif, metode diskusi, materi gerak
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMP Jumarni, Sri; Sarwanto, Sarwanto; Fitriana Masithoh, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1497.915 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 3 Tulung Klaten Tahun  Pelajaran 2011/2012 melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahap untuk masing-masing siklus adalah persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tulung KlatenTahun Pelajaran 2011/2012 sebanyak 30 siswa.Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan diskusi. Data dianalisis secara kualitatif  yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data dan pembahasan dapat ditulis kesimpulan bahwa hasil pengamatan aktivitas pada tiap siklus menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar positif siswa dari 48,27% di siklus I menjadi 64,30% dan 81,03% di siklus II. Aktivitas belajar negatif mengalami penurunan dari 17,60 % di pra silkus menjadi 21,30 % di siklus I dan 8,67 % di siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas mencapai 10,00%  dengan batas ketuntasan 70 dan rata-rata kelas  56,50, Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 33,33% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 60,37. Sedangkan pada siklus II didapat siswa yang tuntas mencapai 76,66% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 77,5. Hasil observasi pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siklus I 75,18% mengalami peningkatan pada siklus II 82,96%, yang dapat disimpulkan bahwa model di siklus I adalah bagian yang menarik tapi belum memenuhi target dari penelitian, baru model di siklus II sudah mencapai target dari penelitian iniKata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BEBASIS SALINGTEMAS DENGAN TEMA BIOMASSA SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN Arlitasari, Oni; Pujayanto, Puja; Budiharti, Rini
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.481 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu berupa modul yang berbasis SALINGTEMAS dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan yang memenuhi kriteria baik. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif ini merupakan penelitian pengembangan berdasarkan model yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Prosedur pengembangan penelitian ini  meliputi: (1) Penelitian dan megumpulkan informasi, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan draft produk, (4).Uji coba lapangan awal, (5) Merevisi hasil uji coba lapangan awal, dan (6) Uji coba lapangan utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan observasi. Data-data yang diperoleh berasal dari validator yang terdiri atas 3 dosen ahli, 2 guru sebagai reviewer dan 3 peer reviewer serta responden yang terdiri atas 10 siswa dari dua SMP Negeri dan 30 siswa yang berasal dari lima SMP Negeri. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penilaian skor standar dari Saifudin Azwar yang kemudian dibagi menjadi lima kategori.Teknik analisis data kualitatif yang digunakan yakni model interaktif dari Miles dan Huberman yang melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengembangan bahan ajar IPA Terpadu berbasis SALINGTEMAS yang berupa modul dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan secara umum sudah baik dengan kesesuaian hasil validasi dari ahli, peer reviewer dan reviewer dalam komponen materi, komponen bahasa dan gambar, komponen penyajian dan.Pengembangan modul IPA Terpadu berbasis SALINGTEMAS dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan telah berhasil diujicobakan dalam lapangan tahap awal dan utama dengan hasil yang sangat baik. Kata kunci: bahan ajar, IPA terpadu, SALINGTEMAS, biomassa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MINDJET MINDMANAGER 9 UNTUK SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK Khoirudin, Nanang; Wahyuningsih, Daru; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.51 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Mindjet MindManager yang baik untuk materi Fisika SMA pada pokok bahasan Alat Optik. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Mindjet Mind Manager untuk materi Fisika SMA kelas X pokok bahasan Alat Optik,  termasuk dalam kriteria sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran (hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan siswa memberikan rata-rata penilaian 91,77%).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS)BERBANTUAAN LKS (LEMBAR KERJA SISWA) BERKARAKTER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOGNITIF FISIKA SISWA Fresh Violina Marrysca, Atna; Surantoro, Surantoro; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.283 KB)

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) berbantuan LKS Berkarakter dalam meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas VIII.F SMP Negeri 16 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 pada materi Gaya.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII.F SMP Negeri 16 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 sebanyak 24 siswa dengan penelitian dikhususkan pada materi Gaya. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan diskusi dengan guru, observer dan siswa, pre-test & post-test, catatan observer, kamera & handycam dan kajian dokumen. Data-data dari hasil penelitian diolah dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dalam tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwapenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan LKS berkarakter dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kemampuan kognitif siswa pada materi Gaya kelas VIII.F SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013.Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan aktivitas belajar pada tiap siklus. Dari indikator aktivitas yang ditentukan terjadi peningkatan aktivitas belajar positif tiap siklus, dari 65,7% di siklus I menjadi 73,76% di siklus II dan 75,47% di siklus III.Kemampuan kognitif siswa juga meningkat dalam setiap siklus dengan peningkatan nilai rata-rata pre-test ke  post-test, yakni 31,67 menjadi 60,83 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,42  pada siklus I, 48,95 menjadi 72,91 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,46  pada siklus II dan 29,58 menjadi 81,25 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,73  pada siklus III.Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, STAD, pendidikan karakter, LKS, aktivitas belajar, kemampuan kognitif.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERUPA BULETIN DALAM BENTUK BUKU SAKU UNTUK PEMBELAJARAN FISIKAKELAS VIII MATERI GAYA DITINJAU DARI MINAT BACA SISWA Adi Setyono, Yulian; Karmin, Sukarmin; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.208 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buletin dalam bentuk buku saku untuk pembelajaran Fisika kelas VIII pada materi Gaya ditinjau dari aspek materi, konstruk, dan bahasa serta minat baca siswa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan tahapan-tahapan yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran.Jenis data yang diperoleh bersifat kualitatif dan kuantitatif yaitu angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berupa buletin Fisika dalam bentuk buku saku memiliki kriteria sangat baik berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli bahasa Indonesia, dan ahli media memberikan rata-rata penilaian sebesar 86,56%. Media pembelajaran yang dikembangkan juga memiliki kriteria sangat baik bila ditinjau dari peningkatan minat baca siswa. Hal ini terbukti pada hasil angket minat baca awal dan akhir yang diberikan kepada siswa yang memberikan rata-rata peningkatan sebesar 11,13%. Selain itu juga dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan terhadap data masing-masing kelompok uji coba untuk mengetahui signifikansi dari peningkatan minat baca siswa. Untuk uji coba perorangan diperoleh hasil perhitungan thitung = 6,957 > ttabel = 1,943 dan nilai Sig. = 0,001 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Untuk kelompok kecil didapatkan hasil perhitungan bahwa thitung = 7,848 > ttabel = 1,725 dan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Untuk kelompok besar juga didapatkan hasil perhitungan bahwa thitung = 20,214 > ttabel = 1,725 dan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran berupa buletin dalam bentuk buku saku memiliki kriteria sangat baik bila ditinjau dari aspek materi, konstruk, dan bahasa serta minat baca siswa.   Kata kunci: fisika, media pembelajaran, buletin, buku saku, minat baca