cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PENYUSUNAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMP Rohayati, Isnaini; Siti Aminah, Nonoh; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.943 KB)

Abstract

The aim of this research was to apprehend the characteristics of physics formative test instrument which has been arranged. This research was a basic research. The research had been done  in Surakarta and Girimarto involved respondent of students of class VIII A, B, C, D, E, F, and G SMP Negeri Girimarto on educational year 2011/2012. The test that had been arranged was a formative test of light matter. Data gathering was done by non-test technique and test technique. Data analysis technique that was used was qualitative analysis with problem study and quantitative technique with multiple choices problem analysis covered difference capacity, difficulty level, distractor effectivity, and problem reliability. The research finding was a qualitative study result by expert. From the qualitative study, it was obtained that many problems need to be revised since the answer choice were not alphabetical, uneffective sentences, and inappropriate matter . The result of field test I showed as follow: packet A: there were 6 problems of difficult category, 24 problems of medium category, and 10 complicated problems, from the difference capacity, there were 5 problems that had negative difference capacity, 5 problems were poor, 5 problems were satisfactory, 13 problems were good, and 12 problems were excellent. For the packet B problems, there were 13 difficult problems, 23 problems were medium, and 4 problems were easy. There were 12 problems rejected, 1 problems was poor, 4 problems were satisfactory, 15 problems were good and 10 problems were excellent based on the difference capacity. From the research finding, it could be be concluded that the arranged  test was “tes Formatif FisikaSMP Materi Cahaya, Tahun Pelajaran2011/2012”. The test was an objective test in multiple choices form with four answer choices of 50 problems. Time allocation of test doing was 90 minutes. The arranged test was equipped  by direction how to do and key answer. Characteristics of arranged test were packet A problems with 25% easy category, 60% medium category, and 15% difficult category. From the difference capacity, it was obtained that problems with excellent  difference capacity were 30%, good were 32,5%, satisfactory were 12,5%, poor were 12,5%, and rejected were 12,5%. From the effectivness distractor aspect, it was obtained that 85% of problems were four distractors functioned, and 15% problems were 3 distractors functioned, 0% problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractors functioned. Packet B problems, there were 10% of easy category, 57,5% of medium category, and 32,5% of difficult category. Based on the difference capacity, the problems with  excellent were 25%, good were 32,5%, satisfactory were 10%, poor were 2,5%, and rejected were 30%. Whereas from the effectiveness distractors aspect, it was acquired that 85% of problems were four distractors funtioned, and 12,5% problems were 3 distractors functioned, 2,5%  problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractor funtioned. From  the last test instument, it was attained that there were 22% of easy category, 54% of medium category, and 24% difficult category. Problems with excellent difference capacity were 10%, good were 36%, satisfactory were 28%, poor were 18%, and rejected were 8%. From the effectiveness distractor aspect, it was gained that  68% problems were four distractors functioned, and 28% problems were 3 distractors functioned, 4% problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractor functioned. From the three packet of test, the test that had the best quality and characteristics was the last test. Key words: Test arrangement, Formative test, Cognitive aspect.
PENERAPAN MEDIA MIND MAPPING PROGRAMPADA MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS XI.A2 SMA NEGERI 4 SURAKARTA Permatasari, Indhah; Jamzuri, Jamzuri; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.778 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penggunaan Mind Mapping Program melalui model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa. (2) Penggunaan Mind Mapping Program melalui model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI.A2 SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013 yang dikhususkan pada materi pokok fluida dinamis sebanyak 30 siswa. Data diperoleh melalui pengamatan, review tanggapan guru, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan selama penelitian berlangsung dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan Mind Mapping Program melalui model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas XI.A2 SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 pada materi pokok fluida dinamis. Peningkatan motivasi belajar fisika siswa terbukti dengan analisis lembar observasi motivasi belajar siswa selama penelitian berlangsung, yang pada awalnya rata-rata tiap indikator motivasi belajar siswa sebesar 21,67%, siklus I menjadi 52%, dan pada siklus II menjadi 53,33%. (2) Mind Mapping Program melalui model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XI.A2 SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 pada materi pokok fluida dinamis. Peningkatan hasil belajar fisika siswa berdasarkan  aspek kognitif  yakni ketuntasan belajar fisika oleh siswa pada siklus I sebesar 83,33% yang kemudian meningkat menjadi 90% pada siklus II dari target yang ditetapkan yakni ketuntasan belajar siswa sebesar 75%. Kata kunci: Mind Mapping, CTL, motivasi belajar, hasil belajar
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MENGGUNAKAN MEDIA POCKET BOOK DAN TANPA POCKET BOOK PADA MATERI KINEMATIKA GERAK MELINGKAR KELAS X Hidayati Dyah Sulistyani, Nurul; Jam, Jamzuri; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.885 KB)

Abstract

Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar Fisika siswa antara yang menggunakan pocket book dan tanpa pocket book pada materi Kinematika Gerak Melingkar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 4 Surakarta melalui teknik simple random sampling. Perbandingan yang diuji adalah hasil belajar Fisika siswa antara yang menggunakan pocket book dan tanpa pocket bookpada materi Kinematika Gerak Melingkar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa yang diperoleh dari nilai ulangan harian materi Gerak Lurus. Keadaan awal diuji kesamaa data dengan uji normalitas dengan metode Liliefors, uji homogenitas dengan metode Barlett dan uji-t dua ekor untuk mengetahui kesamaan keadaan awal siswa. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar Fisika siswa yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t dua ekor.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan pocket book (nilai mean= 81,27) dan tanpa pocket book (nilai mean= 77,73) terhadap hasil belajar Fisika siswa pada materi Kinematika Gerak Melingkar kelas X,. Hasil perbedaan diperoleh thitung> ttabel=2,097>2,000 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti ada perbedaan hasil belajar Fisika siswa yang menggunakan pocket book (X1) dan tanpa pocket book (X2)pada materi Kinematika Gerak Melingkar. Kata kunci: Hasil belajar, menggunakan pocket book, materi Kinematika Gerak Melingkar.
PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PATI Widyaningtyas, Anisa; Karmin, Sukarmin; Radiyono, Yohanes
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.147 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya peran lingkungan belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sejumlah 288 siswa dengan sampel 50 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik angket digunakan untuk mendapatkan data lingkungan belajar dan kesiapan belajar. Angket yang digunakan dalam penelitian telah diujicobakan untuk mengetahui validitas dan reabilitas angket. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar fisika. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier ganda dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji independensi, dan uji linieritas. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peran lingkungan belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati dengan koefisien korelasi sebesar 0.451 dan koefisien arah regresi sebesar F = 6.009 dengan sumbangan efektif sebesar 20.4%. Sumbangan efektif masing-masing prediktor yaitu lingkungan belajar memiliki peran 13.175% dan kesiapan belajar memiliki peran 7.189%.
PENYUSUNAN INSTRUMEN TES TENGAH SEMESTER GENAP FISIKA X SMA UNTUK KELAS X SMA Wahyu Nur Ivanty, Dian; Siti Aminah, Nonoh; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.719 KB)

Abstract

The aim of this research was to apprehend the characteristics of physics mid semester test instrument which has been arranged. Research method used bydescriptive method.  Procedures used are adopt the procedure of arranging the test by Djemari Mardapi. Its use qualitative analysis technique which consists of aspect materials, construction, and language, and quantitative analysis using the program MicroCat Iteman  version 3.00 to determine difficulty level, determinant indeks and effectiveness of detractors. The results of the test arrangement was an objective test in multiple choices form with five answer choices of 40 items. Time allocation of test doing was 90 minutes. Characteristics of final arranged test are: 1) difficulity level: 42,5% medium category and 57,5% difficult category; 2) determinant indeks: 5% excellent category, 35% good category, 25% satisfactory category, 27,5% poor catagory dan 7,5% very poor; 3)effectiveness of detractors: 95% four distractors functioned, dan 5% tri distractors functioned. The final result is about 60% received and 40% revised. Key word: Test arrangement, difficulty level, determinant indeks and effectiveness of detractors
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENGOPTIMALKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X-6 SMA MTA SURAKARTA Musthofa, Khoirul; Sar, Sarwanto; Fitriana, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.137 KB)

Abstract

The purpose of the application cooperative learning’s model is increasing learning activity and physics cognitive skill of class X-6 of SMA MTA SURAKARTA’s students 2011/2012 through the application of cooperative learning type jigsaw’s model in the process of learning physics. The research used Classroom Action Research (CAR) method. Each cycle in CAR is started with plan, then continued with implementation, observation and reflection. The subjects of the research are 32 students of class X-6 of SMA MTA SURAKARTA 2011/ 2012. The data are collected through observation using the students learning activity observation sheet and documentation research from the result of students cognitive test, then it is analyzed ina descriptive qualitative manner. From the result of the research, it can be conclude that the implementation of Cooperative Learning Type Jigsaw’s model can increase the learning activity and cognitive skill of the students of class X-6 of SMA MTA SURAKARTA 2011/ 2012  in the process of learning physics. By emphasizing the treatment to the chance giving to the students to deliver their idea or opinion in the group discussion inside and outside the class, especially in the dormitory, and active in seeking and utilizing a variety of learning resources, so it can be seen that instudent’s learning activitiesof learning process  in the initial condition is always increase in the first and second cycle. By limiting score of 60, the percentage of completeness on the initial conditionsof student learning activity by 12.5%, then in the first cycle become 50% and in the second cycle increase up to 84.375%. Similarly, the aspects of student’s cognitive abilities are always increase. By emphasizing on the actionin the form of mentoring and group discussion learning both inside and outside the classroom, especially in the dormitory, Alpha and optimizing the use of learning resources, especially books and the internet, so it can be seen that there is an increase in students cognitive abilities with the passing grade of 70. In the initial condition the percentage of the completeness of students test result by 18,75 %, then increase in the first cycle by 25%, and increase again by 72% in the second cycle.   Keyword: cooperative learning, Jigsaw, learning activity, cognitive ability.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PRODUK PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA SMP Wahyu Pinilih, Fitria; Budiharti, Rini; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.13 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah menghasilkan instrumen penilaian produk pada pembelajaran IPA untuk siswa SMP yang memenuhi kriteria baik dan mengetahui hasil pengembangan instrumen penilaian produk pada pembelajaran IPA untuk siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu (1) tahap analisis (analysis); (2) tahap perencanaan (design); (3) tahap pengembangan (development); dan (4) tahap evaluasi (evaluation). Subjek yang digunakan pada uji validitas instrumen adalah 4 reviewer, 2 diantaranya adalah dosen ahli assessment, sedangkan 2 lainnya adalah guru mata pelajaran IPA Fisika, dan 2 peer reviewer yang terdiri dari mahasiswa pendidikan fisika yang sedang melakukan penelitian tentang pengembangan instrumen penilaian proyek, dan mahasiswa pendidikan fisika yang telah melakukan pengembangan instrumen tes diagnostik. Pada uji coba awal subjek yang terlibat adalah 2 guru dan 5 siswa, serta pada uji coba lapangan adalah 3 guru dan 32 siswa. Sumber data berasal dari 2 dosen ahli sebagai reviewer, 2 guru IPA fisika sebagai reviewer, 2 mahasiswa pendidikan fisika sebagai peer reviewer, dan 3 guru IPA fisika SMP Negeri 1 Mojolaban sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara dan penilaian menggunakan draft instrumen penilaian produk. Kuantisasi data angket dengan cara mengakumulasi skor yang diperoleh kemudian mengkategorikan pada 5 kategori yang digunakan oleh Sugiyono. Sedangkan kuantisasi data yang diperoleh dari penilaian adalah dengan memformulasikan nilai seluruh siswa ke dalam persamaan reliabilitas inter-rater, kemudian diinterpretasikan kriterianya berdasarkan kategori yang dikembangkan oleh Fleiss. Simpulan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) penelitian pengembangan dilakukan dengan 4 tahap yang berpedoman pada model ADDIE, yaitu tahap analisis, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan analisis kebutuhan dan studi literatur tentang penilaian produk, pada tahap perencanaan dilakukan perencanaan produk dan penyusunan draft instrumen penilaian produk. Pada penyusunan draft instrumen penilaian dilakukan penelitian skala kecil untuk mengetahui sub aspek yang muncul dari penilaian berbasis produk. Kemudian pada tahap pengembangan dilakukan penyempurnaan terhadap draft yang telah disusun pada langkah sebelumnya berdasarkan saran, kritik, dan komentar dari reviewer dan peer reviewer. Tahap terakhir yaitu evaluasi dilakukan 3 kali, yakni uji validitas, uji coba awal, dan uji coba lapangan (2) hasil pengembangan menunjukkan kriteria kevalidan instrumen penilaian produk termasuk dalam kriteria sangat baik dan memiliki koefisien reliabilitas 0,98 sehingga memenuhi kriteria baik, valid, dan reliabel.  Kata kunci: instrumen, penilaian produk, siswa SMP
PEMBUATAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKASMA KELAS XI Wahyuningsih, Tri; Raharjo, Trustho; Fitriana Masithoh, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.47 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyusun dan menghasilkan instrumen tes diagnostik untuk mengungkap miskonsepsi siswa dalam materi Fluida dan Teori Kinetik Gas di Sekolah Menengah Atas kelas XI semester genap. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah tes diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi Fisika pada siswa. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan 4 D (four D model) oleh S. Thigarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: (1) Define (Pendefinisian), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan), dan (4) Disseminate (Penyebaran). Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6 Surakarta dan siswa kelas XII IPA 4 dan 5 SMA Negeri 1 Kartasura. Hasil draft awal sebanyak 56 butir soal tes diagnostik yang sudah di validasi teoritik. Validasi empiris dilakukan dengan dua kali uji coba. Uji coba I digunakan soal sebanyak 56 item dengan bentuk soal pilihan ganda alasan yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan revisi soal berdasarkan hasil analisis dan wawancara terhadap siswa. Uji coba II digunakan bentuk soal pilihan ganda alasan terbuka dengan dua tipe soal, yaitu A dan B. Jumlah soal untuk masing-masing tipe adalah 33 butir soal. Uji coba I diperoleh nilai reliabilitas cukup, yaitu 0,41. Artinya, instrumen tersebut tingkat keajegan dalam mengungkap miskonsepsi siswa adalah cukup. Uji coba II dihasilkan nilai reliabilitas cukup, yaitu 0,611 untuk soal tipe A dan 0,6 untuk soal tipe B. Artinya, instrumen tersebut tingkat keajegan dalam mengungkap miskonsepsi siswa adalah cukup.Dari Penelitian dihasilkan instrumen tes diagnostik untuk mengungkap miskonsepsi materi Fluida dan Teori Kinetik Gas dengan dua tipe soal yaitu A dan B. Bentuk soal pilihan ganda dengan alasan terbuka dengan jumlah soal masing-masing tipe adalah 33 butir soal. Kata kunci: Tes diagnostik, miskonsepsi, Fluida, Teori Kinetik Gas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PRO 8 PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR Reny Viajayani, Eka; Radiyono, Yohanes; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.189 KB)

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran Fisika menggunakan software Macromedia Flash Pro 8 yang memenuhi kriteria baik pada pokok bahasan Suhu dan Kalor. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran.Data diperoleh melalui angket, tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran menggunakan Macromedia Flash Pro 8 pada pokok bahasan Suhu dan Kalor yang telah dikembangkan, termasuk dalam kriteria baik untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran(dari penilaian ahli materi, ahli media, dan siswa memberikan rata-rata penilaian 83,62%). Kata kunci: Pengembangan media pembelajaran, suhu dan kalor, Macromedia
ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTERGASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA Hardi Suryono, Sebastianus; Waskito, Sutadi; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.348 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kualitas soal Ulangan Akhir Semester Gasal mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri di Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 ditinjau dari aspek materi, konstruksi dan bahasanya; (2) kualitas soal Ulangan Akhir Semester Gasal mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri di Surakarta Tahun Ajaran 2012/ 2013 ditinjau dari reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecohnya.Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri  wilayah Surakarta Tahun Ajaran 2012/ 2013ini menggunakan metode deskriptif untuk meneliti kualitas soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal mata pelajaran Fisika SMA kelas XI dari SMA Negeri 5 Surakarta, SMA Negeri 6  Surakarta dan SMA Negeri 7 Surakarta. Untuk mengumpulkan data berupa silabus, kisi-kisi, soaldari guru, dan lembar jawab siswa UAS Gasal Kelas XI SMA digunakan metode dokumentasi. Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai prosedur pengembangan soal yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 5 Surakarta, SMA Negeri 6  Surakarta dan SMA Negeri 7 Surakarta.Berdasarkan hasil penelitian serta  pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil analisis secara kualitatif, soal yang sesuai kriteria pada aspek materi di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 17,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak  49%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak  97%. Pada aspek konstruksi, soal yang sesuai kriteria di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 77,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 49%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak71%. Pada aspek bahasa soal yang sesuai kriteria di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 87,5%; di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 97%; di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 57%. (2) Analisis secara kuantitatif soal yang diterima baik ditinjau dari daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecohnya di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 7,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 17%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 31%. Secara kuantitatif semua soal Ujian Akhir Semester  gasal mata pelajaran Fisika SMA kelas XI wilayah Surakarta memiliki reliabilitas tinggi. Kata Kunci: Analisis Instrumen Tes, Tes Fisika, SMA