cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
KOMORBIDITAS NON FISIK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE TAHUN 2014 - 2018 Muhammad Adib Dwitamma; Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I1.10603

Abstract

Autism Spectrum Disorder(ASD) adalah gangguan  perkembangan dengan ciri khas defisit yang menetap pada komunikasi dan interaksi sosial, keterbatasan dan pengulangan pola perilaku, minat, aktivitas, yang muncul pada tahap perkembangan awal dan menyebabkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan, serta fungsi penting lainnya. Angka kejadian ASD meningkat tiap tahun. Meningkatnya angka kejadian ASD ini juga meningkatkan angka kejadian atau prevelansi dari komorbiditas pada ASD, komorbiditas yang paling sering adalah komorbiditas non fisik.Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian potong lintang.Terdapat 313 pasien ASD di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang yang memenuhi kriteria inklusi, laki-laki sebesar 82,4%, perempuan 17,6% dan usia balita merupakan kategori usia paling umum bagi pasien ASD dengan prevelansi 80,8%. Komorbiditas non fisik ASD yang paling sering terjadi adalah Retardasi Mental 19,5%, ADHD 15%, Gangguan Affek/Mood0,6%, Anxietas 1,3%, sedangkan 63,6% merupakan ASD tanpa komorbiditas non fisik. Obat yang digunakan juga umumnya Risperidone, Vit B complex dan tambahan Sosial integrasi untuk ADHD & SLB untuk Retardasi Mental.Sebagian besar penderita ASD di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang tidak memiliki komorbiditas non fisik, tapi sisanya memiliki komorbiditas non fisik, dimana komorbiditas non fisik yang paling sering adalah Retardasi Mental.
HUBUNGAN TINGKAT EKSPRESI P15 TERHADAP NEVUS MELANOSITIK DAN MELANOMA MALIGNA Renny Apliza Nasution; Ika Kartika; Theodorus Theodorus
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V8I3.12582

Abstract

 Lesi melanositik memiliki gambaran morfologi dan sitomorfologi yang luas mencakup lesi jinak yaitu nevus melanositik dan lesi ganas yaitu melanoma maligna. Beberapa gambaran nevus melanositik menyerupai melanoma. p15 merupakan gen penekan tumor dan biomarker yang kuat sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara nevus dan melanoma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat ekspresi p15 pada nevus dan melanoma.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain serial kasus sejak 1 Januari 2015 sampai 30 Desember 2019. Sebanyak 60 sampel dilakukan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan antibodi p15. Ekspresi p15 dinilai berdasarkan proporsi sel tumor yang terpulas dan intensitas pulasan. Analisis statistik menggunakan SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nevus melanositik paling bnayk dijumpai pada perempuan (76,7%), pada kelompok usia <55 tahun (90%), lokasi tumor pada kepala dan leher (83,3) dan pada tipe histopatologi dermal naevus (53,3%). Melanoma maligna paling banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki (53,6%), pada kelompok usia <55 tahun (57,1%), lokasi tumor pada kepala dan leher (35,7%) dan pada tipe histopatologi nodular melanoma (42,9%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat ekspresi p15 dengan lesi melanositik (nevus melanositik dan melanoma maligna) (r=0,9666; p=0,000). Ekspresi p15 tinggi dijumpai pada nevus melanositik dan rendah pada melanoma maligna. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat ekspresi p15 dengan lesi melanositik (nevus melanositik dan melanoma maligna). Semakin rendah ekspresi p15 maka semakin besar kemungkinan terjadi melanoma maligna. Background. Melanocytic lesions have a broad morphological and cytomorphological picture including benign conditions or melanocytic naevus and malignant melanoma. Some features of a melanocytic nevus mimicking melanoma. p15 is a tumor suppressor gene and is a robust biomarker that can be used to differentiate between nevus and melanoma. This study aims to determine the correlation between p15 expression in melanocytic naevus and malignant melanoma. Methods. This research is an observational descriptive study with a case series design, conducted from January 1st, 2015 to December 30th 2019. A total of 60 samples were subjected to immunohistochemical examinations using antibody p15. The expression p15 is based on tumor cell proportion and intensity. Statistical analysis using SPSS version 23. Result. Melanocytic nevus was predominantly female (76.7%), age group <55 years (90%), location of tumors on the head and neck (83.3), histopathological type of dermal naevus (53.3%). Malignant melanoma was mostly found in men (15, 53.6%), age group <55 years (57.1%), the location of tumors on the head and neck (35.7%), type histopathology of nodular melanoma (42.9%). The correlation between p15 level expression and melanocytic lesions (melanocytic nevus and malignant melanoma) (r = 0.9666; p = 0.000). Conclusion. High expression of p15 was found in melanocytic nevus and low in malignant melanoma. There was correlation between p15 level expression and melanocytic lesions (melanocytic nevus and malignant melanoma). The lower the p15 expression, the more likely malignant melanoma will occur.
PERAN DOKTER DI LAYANAN PRIMER PADA ERA PANDEMI COVID-19 Hadiyanto Hadiyanto
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I3.11572

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebar ke seluruh dunia mengakibatkan peningkatan angka kesakitan yang sangat cepat dan dapat  menyebaban kematian pada orang disertai dengan penyakit penyerta seperti darah tinggi, diabetes, kanker, PPOK, Asma dan lainya. Tenaga kesehatan kewalahan dalam menghadapi kasus baru yang terus bermunculan, perlu adanya kerjasama berbagai bidang baik sektor kesehatan maupun sektor non kesehatan agar efek dari pandemik virus ini dapat ditangani dengan baik. Selama ini sektor kesehatan kewalahan menerima pasien yang terus bertambah, karenanya perlu dilakukan kerjasama antar tingkat fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas ksehatan tingkat pertama harus dijadikan garda terdepan untuk menekan penambahan kasus baru. Fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam hal ini dokter praktik, puskesmas ataupun klinik baik swasta maupun pemerintah dapat diberdayakan untuk melakukan penanganan pasien COVID-19, sehingga nantinya hanya pasien yang memiliki gejala berat saja yang akan ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, seorang dokter atau dokter keluarga yang bekerja di layanan primer dapat bekerja sama dengan puskesmas, dinas kesehatan setempat maupun rumah sakit untuk melakukan pelaporan maupun rujukan pasien pasien COVID-19, selain itu juga seorang dokter di layanan primer diharapkan  mampu untuk melakukan penatalaksanaan pasien pasien COVID-19 dengan gejala ringan mulai dari tahapan skrining sampai kepada pengelolaan pasien secara holistik dan komprehensif.
THE CORRELATION OF MOBILITY TREND AND SITUATION OF COVID-19 BY COUNTRY, TERRITORY, AND AREA Adrina Esther Liaw; Jihan Natra Shafira; Muhammad Aziz; Iche Andriyani Liberty
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V8I3.13732

Abstract

Each country around the world has taken several approaches in order to stop the spreading of the virus. This study was conducted to correlate the mobility trend and the situation of COVID-19 by country, territory, and area. This research paper adopts an observational analytic study with a cross-sectional approach for 115 countries from February 17th to August 27th, 2020. Tajikistan (r=0,956) and Italy (r=0,931) has the highest positive correlation for retail and recreations. For grocery,the highest degree of positive correlation is Mongolia (r=0,945) and Tajikistan (r=0,933). Bostwana and Italy showed highest significant positive correlation among countries (r=0,985 and r=0,902, respectively) for transit stations and residential  (r=0,994 and r=0,984). Bostwana also has the highest significant positive correlation for the park (r=0.980). Meanwhile, for the workplace, Mauritius (r=0,863) and Dominica (r=0,785) are countries with the highest degree of positive correlation with a cumulative case of COVID-19. Society's behavior plays an important role by following the government policy in order to slow down the spread of the virus. Retail and recreations, groceries and pharmacy stores, transit stations, parks, and workplaces found to have a significant positive correlation while residential have a significant negative correlation with cumulative cases of COVID-19 in most countries.   
DERAJAT FIBROSIS DAN NAS PADA HEPAR TIKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 REMAJA Mohamad Alif Ramadan; Miranti Dewi Pramaningtyas; Rokhima Lusiantari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.151315

Abstract

 Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ditandai dengan peningkatan glukosa darah. Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 pada pada anak-anak dan remaja 6,5%.  Kondisi Diabetes Mellitus tipe 2 dapat menyebabkan gangguan NAFLD hingga NASH. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efek diabetes melitus tipe 2 terhadap gambaran fibrosis dan skor NAFLD pada histologi hepar tikus remaja. Penelitian ini menggunakan desain post-test only control group. Kelompok perlakuan diinduksi diet tinggi lemak 2 minggu dan streptozotosin. Kelompok kontrol positif diberi streptozotosin dan kelompok kontrol negatif diberi pakan standar. Organ hepar dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Pembacaan preparat berdasarkan kriteria NAFLD activity score (NAS) dan derajat fibrosis. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis Test dengan post-hoc Mann-Whitney U. Hasil pengamatan histopatologi hepar dengan kriteria NAS 1.80 ± 0.447 (K-), 2.20 ± 0.447 (K+), dan 1.60 ± 0.548 (P). Rata-rata hasil terkait derajat fibrosis 1.00 ± 0.000 (K-), 1.60 ± 0.894 (K+), dan 1.00 ± 1.000 (P). Hasil analisis perbandingan kriteria NAS antar kelompok tidak signifikan (p>0,05) dan begitu juga dengan fibrosis tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes mellitus tipe 2 dengan gambaran histopatologi hepar pada tikus remaja.
PREVALENCE AND SENSITIVITY PATTERN OF GRAM-NEGATIVE BACILLI MULTIDRUG-RESISTANT (MDR) IN MOHAMMAD HOESIN HOSPITAL PALEMBANG Desi Oktariana; Vena Sabputri Sutrisno; Mastiar Endang Frida Siahaan; Phey Liana; Lusia Hayati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.13796

Abstract

CASE REPORT : DEFINISI DAN FAKTOR PREDIKTOR THROMBOSIS STENT Jusup Endang; Enny Nugraheni
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.14515

Abstract

Implantasi stent telah menjadi kemajuan besar dalam intervensi koroner perkutan (PCI), mengurangi  frekuensi penutupan akut dan restenosis dari stent. Stent, bagaimanapun juga merupakan bahan logam, dan implantasi mereka dalam arteri koroner memicu aktivasi platelet, yang dapat menyebabkan pembentukan trombus dan trombosis stent berikutnya. Kejadian trombosis stent telah dilaporkan dalam sejumlah studi yang sebagian besar telah menemukan angka kejadiannya sebesar  0,5-2% dan kematian akibat trombosis stent telah dilaporkan setinggi 45%. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat klinis dan analisis kasus sub akut stent trombosis yang terjadi setelah penggunaan NSAID dan untuk meninjau prediktor yang menyebabkan stent thrombosis ini. Pasien usia 57 tahun dilakukan PTCA dengan menggunakan 2 stent DES overlapped pada daerah LAD. Paska tindakan pasien mengkonsumsi NSAID ibuprofen dan na diklofenak. Dalam 3 hari pasien masuk ke ruang gawat darurat RS PJNHK dengan diagnosa akut anterior STEMI onset 2 jam killip 1 TIMI 4/14 e.c dd/ sub akut stent thrombosis. Pasien dilakukan tindakan primary PCI. Selama perawatan pasien dengan klinis dan haemodinamik stabil dilakukan ekokardiografi didapatkan fungsi ventrikel kiri 30%.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PROGRAM ‘SAFE MOTHERHOOD’ DI PUSKESMAS PONED DALAM MENURUNKAN AKI AKIBAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN Efriyan Imantika; Rodiani Rodiani; Dian Isti Angraini
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15159

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan dan kemajuan pembangunan sebuah negara. Data SDKI tahun 2013 menunjukkan AKI di Indonesia 228/100.000 kelahiran hidup. Dari data Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dilaporkan oleh pemerintah dikabupaten/ kota selama 2009-2013 AKI berfluktuasi yaitu terdapat 152 pada 2011, meningkat 178 kasus tahun 2012 kemudian menurun 158 tahun 2013. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan AKI ditetapkannya Program Safe Motherhood yang dimulai sejak 1997. Empat Pilar Safe Motherhood meliputi program Keluarga Berencana, Antenatal Care (ANC), Persalinan bersih dan aman, dan pelayanan Obstetri Essensial yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Masih tingginya AKI di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam memenuhi target pencapaian pembangunan dalam RPJM tahun 2015-2019. Tujuan kegiatan pengabdian ini diharapkan membantu mengevaluasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Safe Motherhood di Puskesmas Poned sehingga dapat lebih efektif dan berperan dalam menurunkan AKI di Indonesia khususnya Provinsi Lampung. Metode yang digunakan yaitu menetapkan tolak ukur penilaian pada evaluasi program Safe Motherhood yang belum memenuhi target di Puskesmas Panjang Tahun 2021 berdasarkan Permenkes No.4 tahun 2019. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Persentase capaian masing-masing pilar dalam program safe motherhood yaitu persalinan aman bersih oleh nakes di Puskesmas 79,5 %, antenatal care 72,9 %, pelayanan masa nifas 99,7 % dan program Keluarga Berencana 57,6 %.Ketercapaian program safe motherhood di wilayah kerja Puskesmas PONED Panjang meningkat sebesar 20 % dari tahun sebelumnya sehingga efektivitasnya dalam menurunkan AKI akibat kehamilan dan persalinan > 85 %.
MODEL “PIN SENJA” (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Dian Isti Angraini; Efrida Warganegara; Ety Apriliana; Novita Carolia; Merry Indah Sari; Efriyan Imantika
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15011

Abstract

The PIN SENJA model (youth information and counseling center) is a model designed and modified for adolescent reproductive health and CIE activities, training on how to maintain the cleanliness and health of adolescent genital and reproductive organs and forming a PIN SENJA ambassador. This model is also designed in order to prepare family life for adolescents who are managed from, by and for adolescents in order to provide information and counseling services on reproductive health, how to protect and prevent reproductive health problems such as premarital sex, teenage pregnancy, early marriage, and genital infection. and sexually transmitted infections, HIV-AIDS, psychotropic narcotics and other addictive substances (drugs) and pornography. The aim of this program is to increase knowledge, attitudes and behavior of adolescents regarding reproductive health, improve adolescent skills to maintain personal hygiene and forming PIN SENJA ambassadors. The method that will be carried out is by providing counseling, training skills, and forming PIN SENJA ambassadors as CIE agents to 40 MA Dinniyah Putri Lampung students. The results of the evaluation of the implementation of community service showed that there was an increase in the participants' understanding by 90% which became a good understanding, and 10% of participants had sufficient understanding of reproductive health for adolescents. The CIE ability of MA Dinniyah Putri Lampung as a participant is also quite good, almost 95% of participants already understand and are able to do CIE through simulation evaluation and discussion. The mean pretest result was 57.87 and an increase in post-test results was 84. Based on the analysis using the Wilcoxon test, it was found that there was a statistically significant difference between the pretest and posttest scores of the participants regarding reproductive health (p = 0.000). Improving the ability of MA Dinniyah Putri Lampung students to conduct CIE on adolescent reproductive health in an effort to prevent adolescent health problems with the PIN SENJA model has proven effective.
ANALISIS POSTUR BELAJAR MAHASISWA SELAMA PERKULIAHAN DARING TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA MAHASISWA : REVIEW ARTIKEL Ayu Rahmayana; Novrikasari Novrikasari; Rizma Adlia Syakurah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15767

Abstract

ABSTRAK Kesehatan dan keselamatan kerja adalah aplikasi ilmu yang mempelajari risiko keselamatan seseorang terkait lingkungan kerja guna mencegah timbulnya gangguan kesehatan dengan menempatkan pekerja sesuai kondisi fisologis dan psikologisnya. Begitupun dengan mahasiswa yang tidak terlepas dari permasalahan tersebut. Mahasiswa juga memiliki lingkungan belajar yang dapat berisiko menimbulkan masalah salah satunya hazard pada sistem penerapan belajar online atau daring. Selama masa pandemi Covid-19 terjadi perubahan  pola belajar seperti alur proses belajar, lamanya interaksi dengan media online selama proses perkuliahan dan pola duduk menjadi faktor penyebab munculnya low back pain. Low back pain merupakan nyeri pada punggung bawah yang bersifat lokalisasi disebabkan karena posisi yang tidak netral dengan kondisi statis dan dalam jangka waktu lama yang akan menyebabkan otot berkontraksi berlebihan dan mengakibatkan otot menjadi kaku. Adapun faktor penyebab terjadi low back pain antara lain personal factor (usia, jenis kelamin, antropometri, aktivitas fisik, riwayat kesehatan, pendidikan), physical factor (postur saat belajar, durasi belajar) dan physchosocial factor (stresss). Maka dari itu, peneliti melakukan analisis lebih lanjut mengenai faktor risiko tesebut apakah dapat berpengaruh terhadap timbulnya low back pain pada mahasiswa selama perkuliahan daring melalui penyebaran kueisioner yang berisi tentang data mahasiswa, kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA), Riwayat kesehatan, Kuesioner International Physical Activity Quisionnaire (IPAQ)  dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS) .  Kata kunci : Covid-19, low back pain, daring, hazard

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014) More Issue