cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
KARAKTERISTIK KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2019 Ickman Setoaji Wibowo; Winarno Priyanto; Andri Hardianto
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15119

Abstract

Kanker rongga mulut merupakan salah satu penyakit saat ini yang menyebabkan kematian di berbagai negara. Skuamous sel karsinoma merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada rongga mulut. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai karakteristik Skuamous sel karsinoma rongga mulut di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019. Penelitian ini bersifat studi deskriptif dengan rancangan retrospektif menggunakan data rekam medis. Penelitian ini bersifat total sampling yang dilakukan pada bulan Januari hingga Desember 2019. Variabel yang diteliti berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, jenis histopatologi dari skuamous sel karsinoma serta terapi yang dilakukan pada pasien tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan jumlah sampel yang didapatkan pada bulan Januari-Desember 2019 sebanyak 28 pasien terdiri dari 13 laki-laki (46%) dan 15 perempuan (54%). Penderita mayoritas berusia 18-65 tahun sebanyak 23 orang (82%) dengan lokasi paling banyak terjadi pada daerah glossus sebanyak 16 orang (57%). Well differentiated merupakan jenis yang paling banyak ditemukan berdasarkan pemeriksaan histopatologis sebanyak 17 orang (61 %). Berdasarkan tindakan yang dilakukan bahwa 24 orang (86 %) dilakukan tindakan terapi definitif dan hanya 4 orang (14 %) hanya dilakukan tindakan diagnostik. Gambaran karakteristik karsinoma sel periode Januari-Desember pada tahun 2019 adalah Perempuan memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan rentang usia 18-65 tahun. Berdasarkan lokasi dan pemeriksaan histopatologi mayoritas daerah yang terkena karsinoma sel skuamosa terjadi pada glossus dengan jenis histopatologi well differentiation. Penderita mayoritas dilakukan tindakan terapi definitif meliputi kombinasi terapi pembedahan, kemoterapi maupun radioterapi. l Karsinoma 
DIFFUSE LARGE B-CELL LYMPHOMA OF THE HEART Faizah Dwi Tirtasari; Budiarsinta Budiarsinta; Rita Cempaka; Nungki Anggorowati; Nugira Dinantia
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15307

Abstract

Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) of the heart accounts for only 1% of primary cardiac tumors. Histopathologic examination becomes the primary key for diagnosis and immunohistochemical evaluation for non-Hodgkin lymphoma (NHL) subtype determination is able to predict disease progression and therapeutical modality. Case description: 70-year-old man complained of shortness of breath. Echocardiographic examination revealed mass occupied the left atrium measured 5.9 x 2.9 cm inherent with interatrial septum and mass with a stem in the right atrium measured 4.6 x 2.4 cm. Intraoperative, considerable amount of extracardiac mass was found, mass extension was unable to be determined. Thoracic surgeon decided to sample the extracardiac mass without performing cardiac surgery. The histopathologic features showed round blue cell tumor resembling a NHL. Immunohistochemical staining were consistent with diffuse NHL, large cell, high grade lymphoma, suitable for DLBCL. Round blue cell tumor of extracardiac mass with positive expression of LCA and CD 20 is suitable for B-cell non-Hodgkin lymphoma. Ki-67 immunohistochemical staining revealed a 70-80% proliferation index which indicates a high-grade lymphoma and defining diagnosis and treatment of DLBCL.
PENGARUH PEMBERIAN L-ARGININE TERHADAP PERBAIKAN KERUSAKAN ENDOTEL ARTERI CORONER PADA JANTUNG MENCIT (Mus Musculus) MODEL PREEKLAMPSIA Indra Wiji Sari Dewi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Etiologi preeklampsia masih belum diketahui dengan jelas.  Salah satu teori mengenai adanya ketidakseimbanan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan akibat iskemia plasenta menyebabkan terjadinya stres oksidatif. Sehingga terjadi peningkatan produk lipoperoksidasi dan nitritoksida sintase (NOS), sementara antioksidan enzimatik (vitamin C dan E), superoksida dismutase (SOD) dan glutation peroksidase (GPx) mengalami penurunan.  Pemberian L-arginine bertindak melalui jalur sintase nitrat oksida dengan cara menghambat nitrit oksida sintase inhibitor sehingga produksi nitrit oksida akan meningkat dan dapat memberi dampak terjadinya vasodilatasi vaskuler serta memperbaiki hipoksia, diharapkan  terjadi dilatasi vaskuler dengan ditemukannya nitrat oxide (NO) didalam endothelium plasenta, cakram korion dan pembuluh darah vili yang memiliki kontribusi pemeliharaan tonus pembuluh darah basal dan menurunkan kinerja vasokonstriktor seperti endotelin ( ET-1) dan tromboksan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian L-ARGININE terhadap gambaran kerusakan endotel : ketebalan dan  diameter arteri coroner pada jantung mencit (Mus Musculus) model preeklampsia. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental, menggunakan 30 mencit (Mus Musculus) bunting yang dibagi secara random dalam tiga kelompok, yaitu kelompok bunting normal, model preeklampsia dan model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine. Mencit model preeklampsia dibuat dengan menyuntikan anti Qa2 10 ng ip pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-4 kebuntingan yang akan menghilangkan ekspresi Qa2 (homolog dengan HLA-G ibu hamil preeklampsia). Terminasi dilakukan pada kebuntingan hari ke-16, berat badan janin mencit di timbang dan dilakukan pengamatan perubahan gambaran histologi arteri coroner pada ketebalan dan diameter arteri coroner. Analisis statistik menggunakan histologi diameter arteri menggunakan uji statistik kruskall wallis, karena data dalam penelitian ini berdistribusi tidak normal. Adapun kelanjutan dari uji kruskall wallis adalah jika terdapat perbedaan yang bermakna maka dilakukan dengan uji Mann Whitney. Sedangkan pada histologi ketebalan dinding arteri coroner  menggunakan uji statistic one way anova karena data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Adapun kelanjutan dari uji one way anova adalah jika terdapat perbedaan yang bermakna maka dilakukan dengan uji post hoc t test   Hasil: Rerata diameter arteri coroner mencit bunting normal 1098,12 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 821,58 µm. dengan nilai p=0,004 (p<0,05).  Rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 821,58 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 991,27 µm. dengan nilai p=0,019 (p<0,05).  Rerata diameter arteri coroner mencit bunting normal 1098,12 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 991,27 µm. dengan nilai p=0,326 (p>0,05). Rerata ketebalan arteri coroner mencit bunting normal 178,13 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 235,29 µm. dengan nilai p=0,009 (p<0,05). Rerata ketebalan arteri coroner mencit bunting normal 178,13 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 169,96 µm. dengan nilai p=0,669 (p>0,05).  Rerata ketebalan arteri coroner mencit model preeklampsia 235,29 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine169,96 µm. dengan nilai p=0,002 (p<0,05).      Kesimpulan: Pemberian L-arginine mengurangi ketebalan dinding arteri coroner dan memperluas diameter arteri coroner pada jantung mencit (Mus Musculus ) model preeklampsia. Kata Kunci: L-Arginine, ketebalan dinding arteri coroner, preeklampsia. 
RISIKO PRIBADI PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT TAHUN 2020 Muhammad Rynaldisatya Barsyah Putra; Irma Primawati; Anandia Putriyuni; Dita Hasni
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.14116

Abstract

Salah satu spesies Coronavirus (CoV), yaitu Severe Acute Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dapat mengakibatkan suatu penyakit menular yang disebut Corona Virus Disease-2019 (COVID-19). Semua orang pada umumnya rentan terhadap COVID-19, terutama orang-orang yang memiliki risiko pribadi untuk tertular oleh virus ini. Oleh karena itu, dengan mengetahui risiko pribadi penularan COVID-19 dapat bermanfaat bagi kita untuk berhati-hati saat menjalani kehidupan sehari-hari, berhati-hati untuk menghadiri suatu acara, lebih memahami bagaimana kondisi medis yang dapat mempengaruhi kesehatan sendiri jika sakit karena COVID-19, antisipasi perawatan medis yang mungkin diperlukan jika sakit, dan dapat mengelola kondisi apa pun yang untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Tujuan penelitian adalah mengetahui risiko pribadi penularan Corona Virus Disease-2019 pada masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil: Berdasarkan hasil survei pada Masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, didapatkan bahwa risiko pribadi tertular COVID-19, yaitu risiko rendah (67,7%), dan risiko sedang (32,3%). Responden dengan risiko tinggi tertular COVID-19 tidak didapat dalam penelitian ini. Survei ini merupakan gambaran individu yang secara sukarela berpartisipasi dalam mengisi kuesioner untuk dianalisis, namun demikian setidaknya penelitian ini dapat menggambarkan secara sekilas kondisi kota Padang saat ini. Kesimpulan: Responden yang memiliki risiko sedang untuk tertular COVID-19 yang terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan, kelompok umur 19-30 tahun, wilayah domisili di Kecamatan Koto Tangah, pendidikan terakhir sarjana/S1, dan pekerjaan jenis lainnya.
GAMBARAN FUNGSI PENDENGARAN PENERBANG HELIKOPTER SKUADRON 11/SERBU PERIODE TAHUN 2019-2020 Sigit Sasongko; Awan Buana; Wildan Kurniawan
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15097

Abstract

Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB) adalah tuli saraf akibat paparan bising keras dalam waktu lama. Di lingkungan militer sering dijumpai personil dengan GPAB. Salah satu profesi yang berisiko terjadi GPAB adalah penerbang, dengan beberapa faktor yang berpengaruh adalah usia dan lama kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil data epidemiologi tentang fungsi pendengaran para pilot helikopter yang berisiko terjadi GPAB. Penelitian bersifat deskriptif observasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah penerbang helikopter Skuadron-11/Serbu di Lanud Achmad Yani, Semarang berjumlah 32 orang, yang diambil dari data rekam medik. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Hasil audiogram menunjukkan 32 orang penerbang adalah normal, pada seluruh kategori usia dan lama kerja. Hasil ini disebabkan penggunaan alat pelindung telinga (APT) berbentuk helm penerbang yang telah sesuai, yang mereduksi bising lebih dari 14 dB pada frekuensi 250 Hz, 21 dB pada frekuensi 1000 Hz, 26 dB pada frekuensi 2000 Hz, 37 dB pada frekuensi 4000 Hz, dan 42 dB pada pada frekuensi 8000 Hz.. Lama kerja penerbang tergolong singkat dengan jadwal latihan terbang hanya 2 kali seminggu dan lama terbang sekitar 2-3 jam. Kesimpulan penelitian menunjukkan gambaran fungsi pendengaran normal pada seluruh prajurit penerbang helikopter Skuadron-11/Serbu, berdasarkan usia dan lama kerja.
THE EXPRESSION OF NFATC1 IS MORE PREDOMINANT IN TRIPLE NEGATIVE BREAST CARCINOMA PATIENTS Riana Sari Puspita Rasyid; Krisna Murti; Zen Hafy
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.14137

Abstract

Breast carcinoma is the most common malignancy among women in developed and developing countries. Invasive breast carcinomas are classified into 4 subtypes i.e. luminal A and B, human epidermal growth factor receptor 2 (HER2)-enriched and triple negative, the latter has the worst prognosis. Nuclear factor of activated T cell (NFATc)1 is an important transcription factor in malignant transformation and progression. Therefore, NFATc1 expression may determine prognosis of breast carcinoma. This study aimed to determine the roles of NFATc1 inbreast carcinoma progression. Materials and Methods  Fifty-two paraffin blocks were selected and prepared to assess NFATc1 expression by immunohistochemistry. These data were taken from medical records: i.e. molecular classification, patient age, tumor size, lymphovascular invasion and grade of tumor were recorded. Results: Positive NFATc1 expression was observed in 4 samples i.e. in the nuclei of luminal A (1 out of 12; 8.8%), luminal B (1 out of 15; 6.7%), and triple negative (2 out of 12; 16.7%), but no NFATc1 expression was detected in HER2-enriched samples. Clinicopathologically, more of these patients were in the fifth decade (38.5%), with larger tumor size (?2 cm; 90%), lymphovascular invasion positive (80.8%), and high degree (3; 59.6%). Conclusion: NFATc1 expression is more predominant in triple negative breast carcinoma.
DETECTION OF FLUOROQUINOLONE RESISTANCE IN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS ISOLATE CAUSED BY MUTATION IN THE GYRA GENE Citra Wulandari; Ziske Maritska
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.16554

Abstract

Drug-resistant tuberculosis is a public health concern. TB that is drug-resistant to rifampin and isoniazid is known as MDR-TB, whereas XDR-TB is MDR-TB that is also resistant to second-line medicines, such as fluoroquinolones (levofloxacin, ofloxacin, and moxifloxacin). rifampin-resistant tuberculosis (RR-TB), of which 78 percent had multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) (MDR-TB). Fluoroquinolones are a class of broad-spectrum antimicrobials that have become increasingly popular in recent years. Fluoroquinolones have activity against Mycobacterium tuberculosis both in vitro and in vivo. Fluoroquinolones might cause resistance if they are used inappropriately or excessively. According to several investigations, the majority of fluoroquinolone-resistant M. tuberculosis isolates (approximately 50-90 percent) had mutations in the gyrA gene QRDR Quinolone Resistance Determination Region. However, the genetic involvement of various gyrA gene mutations in resistant Mycobacterium TB isolates against fluoroquinolone resistance remains an unknown gyrA gene mutation pattern in resistant Mycobacterium tuberculosis isolates. In the previous investigation, mutations in the gyrA gene were discovered at codons 90 and 94.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN TOKOH MASYARAKAT MENGENAI PENYAKIT ASAM URAT MELALUI SOSIALISASI KESEHATAN Evi Lusiana; Nia Savitri Tamzil; Nita Parisa; Desi Oktariana; Gita Dwi Prasasty; Indri Seta Septadina
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.16580

Abstract

Penyakit asam urat merupakan dalah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat yang ditandai dengan rasa nyeri pada persendian yang disebabkan endapan kristal monosodium urat pada sendi. Sosialisasi kesehatan merupakan upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif. Tujuan enelitian ini mengetahui pengaruh sosialisasi kesehatan mengenai penyakit asam urat terhadap peningkatan pengetahuan pada tokoh masyarakat. Desain penelitian adalah pra eksperimental one group pra test post test design. Sampel yang diambil sebanyak 70 responden yang berasal dari tokoh masyarakat di Kelurahan Kutobatu Palembang, Sumatera Selatan. Data penelitian ini di ambil dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan mengunakan uji wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan sebelum intervensi berada pada kategori kurang dengan persentase 75% dan sesudah intervensi berada pada kategori baik dengan persentase 90%. Hasil uji statistic wilcoxon dimana p-value=0,02 < ?=0,05. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh sosialisasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tokoh masyarakat di Kelurahan Kutobatu Palembang, Sumatera Selatan.
KERAGAMAN SPESIES NYAMUK DI DUSUN SUKOHARJO, DESA BAYUNG LENCIR, KABUPATEN MUSI BANYUASIN Dalilah Dalilah; Faiqah Arina Dalilah; Gita Dwi Prasasty; Dwi Handayani; Susilawati Susilawati; Rahman Irpan Pahlepi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.16539

Abstract

Nyamuk adalah vektor penyakit yang menularkan patogen melalui gigitannya pada manusia dan binatang. Beberapa jenis penyakit tular vektor di Indonesia yang disebabkan karena gigitan nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis dan Chikungunya. Nyamuk vektor penyakit didominasi dari genus Anopheles, Aedes, Armigeres, Culex  dan Mansonia. Peran nyamuk Aedes salah satunya yaitu sebagai vektor penyakit DBD, nyamuk Anopheles merupakan vektor penyakit malaria dan filariasis dan genus lainnya yakni Armigeres dan Culex dapat menularkan patogen filariasis dan Japanese encephalitis. Kabupaten Musi Banyuasin termasuk dalam kategori endemik rendah malaria, selain itu daerah ini juga merupakan daerah endemik Demam Berdarah Dengue. Keberadaan keragaman nyamuk dapat berpotensi penularan penyakit lainnya di kabupaten ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik keragamanan nyamuk yang berpotensi menjadi vektor penyakit di Dusun Sukoharjo, Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yakni survei lapangan. Nyamuk di Dusun Sukoharjo ditangkap pada bulan Agustus  2021 dan di identifikasi pada Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes Baturaja. Setiap nyamuk akan diklasifikasikan ke genus dan spesiesnya berdasarkan karakteristik morfologi pada kunci bergambar. Ditemukan empat genus nyamuk yaitu Aedes, Armigeres, Culex, dan Anopheles dengan proporsi berturut-turut 2,6%, 5,1%, 88,5%, dan 3,8%. Sebelas spesies nyamuk ditemukan terdiri dari Aedes lineatopenne, Aedes aegypti ,Armigeres subalbatus, Armigeres kesselli, Culex gelidus, Culex nigropunctatus, Culex quinquefasciatus, Culex tritaeniorhynchus, Culex vishnui, Anopheles kochi, dan Anopheles vagus. Proporsi nyamuk paling banyak ditemukan yakni nyamuk Culex quinquefasciatus. Perlu menjadi kewaspadaan karena nyamuk Culex merupakan potensial vektor untuk penyakit filariasis dan Japanese Enchepalitis. 
HUBUNGAN ANTARA HITUNG JUMLAH CD4 DENGAN KEJADIAN WASTING SYNDROME PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020 Ramadhani Safira Gumarianto; Soroy Lardo; Aulia Chairani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I2.16975

Abstract

Infeksi HIV masih menjadi ancaman dunia dibidang kesehatan. HIV ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia terutama sel-sel imun yang memiliki marker CD4 dipermukaannya. Untuk menilai imunitas pasien HIV/AIDS, diperlukan hitung jumlah CD4. Seseorang dengan jumlah CD4 <200 sel/mm3 dianggap sebagai AIDS, yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat penurunan imunitas tubuh oleh infeksi HIV. Penurunan berat badan merupakan manifestasi yang sangat sering ditemukan pada pasien HIV/AIDS. Tahap akhir dari keadaan penurunan status gizi ini adalah Wasting Syndrome HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian wasting syndrome pada pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional menggunakan 53 rekam medik pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 47,2% pasien HIV/AIDS mengalami wasting syndrome dan 84% diantaranya memiliki CD4 <200 sel/?l. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square didapatkan hasil p<0,05 yaitu sebesar 0,033 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian Wasting Syndrome.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014) More Issue