cover
Contact Name
Irwandani
Contact Email
irwandani@radenintan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
infotadris@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jalan Endro Suratmin, No. 1, Sukarame, Bandar Lampung, Indonesia.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah
ISSN : 23017562     EISSN : 25797964     DOI : 10.24042
Core Subject : Education,
Tadris: Jurnal Tarbiyah dan Keguruan is a peer-reviewed journal on education, provide readers with a better understanding of education in the world, present developments through the publication of articles and research reports. Tadris specializes in education in the world and is intended to communicate original researchers and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: 1. Religious Education 2. Studies in Social Education 3.Studies in Science Education 4.Management Education 5.Teaching & Learning 6. Quality Education 7.Education Development 8. Educational Technology 9. Language Education 10.Philosophy of Education 11.Teacher Education The Journal was fir
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Rekayasa Pendidikan Agama Islam di Daerah Minoritas Muslim Adawiyah, Rabiatul; Z, Wan Zamaluddin
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1061

Abstract

Islamic education research nowadays still becomes the main concern from majority of Muslim as the development of Islamic education with the high awareness of all its members. However, there is the fact that the Muslim minority is still undergoing educational development on a local scale. Both in the majority and minority, Islam will always animate Islamic struggle constantly on Islamic education within any area it occupy. This study shows that the management of education in Pesantren is always a main concern. Islamic education curriculum developed in Pesantren Nurul Yaqin also pays attention to the students’ needs to face their future. Not only on local scale but it also prepares regional competition and global demands.Penelitian pendidikan Islam akhir-akhir ini masih menjadi perhatian utama dari mayoritas Muslim sebagai pengembangan pendidikan Islam dengan kesadaran yang tinggi dari semua umat. Namun, ada fakta bahwa minoritas Muslim masih memprihatinkan dalam pengembangan pendidikan pada skala lokal. Baik pada mayoritas dan minoritas, Islam selalu menghidupkan perjuangan secara terus-menerus pada pendidikan Islam dalam setiap wilayah. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan di Pesantren selalu menjadi perhatian utama. Kurikulum pendidikan Islam yang dikembangkan di Pesantren Nurul Yaqin juga memperhatikan kebutuhan siswa untuk menghadapi masa depan mereka. Tidak hanya pada skala lokal tetapi juga mempersiapkan kompetisi lokal dan tuntutan global. Keywords: education, muslim minority, pesantren, islam
Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities Hanafi, Yusuf
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1062

Abstract

Dicotomy differentiation between religious and general studies affected islamic studies become stiff and rigid. So it is less responsive to the challenge and demand of developing era. This research is aimed to arrange a new handbook of Islamic education which is spirited by ethos and breath of reintegrative epistemology between religious studies and general studies, such as: natural sciences, social sciences, and humanities. Meanwhile the result targeted of this research is: (1) a new islamic education syllabus which is balance with principals of islamic studies through integrative-interconnective approach (interdisciplinary); (2) A new islamic education handbook with integrative-interconnective approach which is accepted both theoretically and practically; (3) The design of Islamic education’s teaching plan in one semester presented in 16 meetings which is tested in teaching and learning process; (4) Islamic education’s teaching scenario through a new teaching material which is able to implement the mission of islamic studies interdisciplinarily.Pemilahan secara dikotomis terhadap studi agama dan studi umum menjadi sulit dan kaku. Sehingga kurang responsif terhadap tantangan dan permintaan pengembangan era. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ulang buku pegangan baru pendidikan Islam yang berenergi oleh etos dan napas epistemologi baru antara studi agama dan studi umum, seperti: ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Sementara itu hasil yang ditargetkan dari penelitian ini adalah: (1) silabus pendidikan Islam baru yang seimbang pada prinsip studi Islam melalui pendekatan integratif-interkonektif (interdisipliner); (2) sebuah buku pegangan pendidikan islam yang baru dengan pendekatan integratif-interkonektif yang dapat diterima baik secara teoritis dan praktis; (3) Rancangan rencana pengajaran pendidikan Islam dalam satu semester disajikan dalam 16 pertemuan yang diuji dalam proses belajar dan proses pengajaran; (4) Skema pengajaran pendidikan Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin. 
Peluang Pemanfaatan Pembelajaran Berorientasi Teknologi Informasi di Lingkup Madrasah (Mempersiapkan Madrasah Berwawasan Global) Lubis, Maesaroh
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1063

Abstract

The rapid development of information technology and the changing social and political situation around the world brings new challenges to madrasah. Madrasahs are challenged to transform themselves into institutions that are able to adapt to changing society. That means the madrasah must be able to adapt to the globalization process. Therefore, madrasah should be able to identify challenges and formulate strategies. The most important thing to note is that the process of change is not aimed at the institution itself, but rather to help students as the next generation of nations to embrace a different world, a globalized world characterized by constant technological change and different social lives.Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan situasi sosial dan politik di seluruh dunia membawa tantangan baru untuk madrasah. Madrasah ditantang untuk mengubah dirinya menjadi lembaga yang mampu beradapt asi dengan perubahan masyarakat. Itu artinya madrasah harus mampu beradaptasi dengan proses globalisasi. Oleh karena itu,  madrasah harus mampu mengidentifikasi tantangan dan memformulasikan strategi. Yang paling penting untuk dicatat adalah bahwa proses perubahan itu tidak ditujukan pada lembaga itu sendiri, melainkan untuk membantu siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk merangkul dunia yang berbeda, dunia yang mengglobal yang ditandai dengan perubahan teknologi yang terus terjadi dan kehidupan sosial yang berbeda. Kata kunci: Madrasah,Pembelajaran,Teknologi Informasi, Globalisasi
Penerapan Pendekatan Pakem untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Mahasiswa dalam Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Guru Rohaniawati, Dede
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1064

Abstract

The purpose of this research is to know the application of PAKEM and the improvement of students' thinking skill in the subject of Teacher Personality Development Department PGMI Semester IV / B Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung in every cycle. This research uses Classroom Action Research methodology (PTK), data collection method is done by observation done to observe student and lecturer activity during learning process and test to know student's thinking skill. The tools used in the observations use observation sheets and cognitive test formats. The results showed that with PAKEM approach there was an increase in the students' thinking level. Based on the results of analysis on the application of PAKEM in Teacher Personality Development Learning in PGMI majors semester IV / B can be concluded that the activity of lecturers in the learning process expressed very well, this is evident from the results of lecturer activity has increased in each cycle; Cycle 1 percentage of lecturer activity is 82%, in cycle 2 is 91% and in cycle 3 is 100%. While the result of student activity observation in learning process stated very well also, this is proven from result of student activity at cycle 1 equal to 91%, in cycle 2 reach 100% also at cycle 3 reach 100%. As for the result of the analysis of students' thinking skill in subject of Teacher Personality Development using PAKEM approach can be concluded, almost increase at every meeting.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan PAKEM dan peningkatan keterampilan berpikir mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru Jurusan PGMI Semester IV/B Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung disetiap siklusnya. Penelitian ini memakai metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yang dilakukan untuk mengamati aktivitas mahasiswa dan dosen pada saat proses pembelajaran serta tes untuk mengetahui keterampilan berpikir mahasiswa. Alat yang digunakan dalam pengamatan menggunakan lembar observasi dan format tes kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan PAKEM terjadi peningkatan pada tingkat berpikir mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis pada penerapan PAKEM dalam pembelajaran Pengembangan Kepribadian Guru di jurusan PGMI semester IV/B dapat disimpulkan bahwa aktivitas dosen dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat baik, hal ini terbukti dari hasil aktivitas dosen mengalami peningkatan pada setiap siklusnya; siklus 1 persentase aktivitas dosen sebesar 82%, pada siklus 2 sebesar 91% dan pada siklus 3 sebesar 100%. Sedangkan hasil observasi aktivitas mahasiswa dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat baik juga, hal ini terbukti dari hasil aktivitas mahasiswa pada siklus 1 sebesar 91%, pada siklus 2 mencapai 100% begitu juga pada siklus 3 mencapai 100%. Sedangkan untuk hasil analisis keterampilan berpikir mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru dengan menggunakan pendekatan PAKEM dapat disimpulkan, hampir meningkat pada setiap pertemuannya.  Kata kunci: PAKEM, Keterampilan Berpikir, PTK
Potensi Media Sosial dalam Mempopulerkan Konten Sains Islam Irwandani, Irwandani
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1065

Abstract

The development of internet users in Indonesia is very rapid. In the last five years the number of internet users increased by 430%. By the end of 2015, internet users in Indonesia have reached 88.1 million people. As many as 90% of internet users are social media users. Based on statistical reports there are about 92% of social media users aged between 13-39 years old. That means that there are about 73 million social media users who have the potential to popularize the content of Islamic science in social media. Islamic science was born out of the spirit of Muslim scientists and academics to integrate Islam and science / science. There is some content of Islamic science that can be packed in social media: 1) Content of science in Islam, 2) Content of Muslim inventors 3) Content review of the latest findings in Islamic view, 3) Content wise words of the Scientists.Perkembangan pengguna internet di Indonesia sangat pesat. Dalam lima tahun terakhir jumlah pengguna internet meningkat sebesar 430%. Pada akhir 2015, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 88,1 juta orang. Sebanyak 90% pengguna internet adalah pengguna media sosial. Berdasarkan laporan statistik ada sekitar 92% pengguna media sosial berusia antara 13-39 tahun. Itu berarti ada sekitar 73 juta pengguna media sosial yang berpotensi mempopulerkan konten sains Islam di media sosial. Sains Islam lahir dari semangat ilmuwan dan akademisi Muslim untuk mengintegrasikan Islam dan sains/sains. Ada beberapa konten sains Islam yang bisa dikemas dalam media sosial: 1) Konten sains dalam Islam, 2) Konten penemu Muslim 3) Kajian isi temuan terbaru dalam pandangan Islam, 3) Konten kata-kata bijak dari Ilmuwan. Kata kunci: media sosial, sains Islam
Perspektif Guru Sebagai Implementasi Pembelajaran Inkuiri Terbuka dan Inkuiri Terbimbing terhadap Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains Dewi, Pramita Sylvia
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1 No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v1i2.1066

Abstract

The research objective explained the process of the invention taught himself emphasized in an inquiry, recommended for students with the issues that will be analyzed further, the real action is done through a plan experiments, organizing tangible evidence until the decision with logical thinking, systematic, and critical. The entire process of inquiry that is applied in schools. According to the observer perspective in science, who adopted the role to be students understand that berprofesional in the development of scientific activities. It was based on the belief of scientific attitude as science scientist analyzing a problem with an air of confidence to dare argue, and respect the conclusions obtained using inkuri models. Researchers emphasize issues open inquiry learning usage perspective and guided inquiry that teachers against students in a class, starting with step presentation of the material until the difference between the two. The viewpoint of this research method presented by descriptive qualitative data, this method describe, explain and interpret what the object is. The data collection according to some theories of experts on the implementation of inquiry model and reality on the ground about how teachers apply it with a good inquiry. Based on the findings, it is known relationships inquiry learning implementation positively responded to the understanding of the ability of students, especially in science learning.Tujuan penelitian menerangkan proses penemuan belajar sendiri yang ditekankan dalam inkuiri, di anjurkan untuk siswa mengenal masalah yang akan di analisa lebih lanjut, tindakan nyata dilakukan melalui rencana eksperimen, melakukan pengorganisasian bukti nyata sampai kepada pengambilan keputusan dengan pemikiran yang logis, sistematis, dan kritis. Keseluruhan proses inkuiri yang diterapkan di sekolah. Menurut sudut pandang peneliti dalam ilmu sains, yang mengadopsi peranan yang harus siswa pahami yakni berprofesional dalam pengembangan kegiatan ilmiah. Hal tersebut dilandasi pada keyakinan sikap ilmiah seperti ilmuan sains menganalisa suatu permasalahan dengan sikap percaya diri dengan berani berpendapat, dan saling menghargai atas kesimpulan yang diperoleh menggunakan model inkuri. Peneliti menitikberatkan permasalahan perspektif penggunaan pembelajaran inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing yang dilakukan guru terhadap siswa di suatu kelas, mulai dengan langkah penyajian materi sampai kepada perbedaan antar keduanya. Sudut pandang metode penelitian ini deskriptif yang tersaji secara data kualitatif, metode ini menggambarkan, menjelaskan serta menginterpretasikan objek apa adanya. Pengumpulan data menurut beberapa teori ahli mengenai implementasi model inkuiri dan kenyataan di lapangan tentang bagaimana guru mengaplikasikan inkuiri tersebut dengan baik. Berdasarkan penemuan, diketahui hubungan implementasi pembelajaran inkuiri ditanggapi positif terhadap pemahaman kemampuan siswa khususnya dalam pembelajaran sains. Kata kunci: inkuiri terbuka, inkuiri terbimbng, sikap ilmiah, pembelajaran sains
Efektivitas dan Kendala Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri terhadap Capaian Dimensi Kognitif Siswa: Meta Analisis Abdurrahman, Abdurrahman
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2 No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v2i1.1206

Abstract

In recent, inquiry-based learning is gaining popularity in science curricula, especially for international research and development projects as well as teaching and learning science. One of the underlying reasons is that its success can be significantly improved due to the recent technical developments that allow the inquiry process to be supported by various learning environments including information technology. Inquiry-based learning is often organized into inquiry phases that focused to build students process science skills. However, different variations on what is called the inquiry competence can be found throughout the literature. The current article focuses on identifying and summarizing the core features of inquiry-based learning by means of a systematic literature review and develops a synthesized inquiry process that combines the strengths of existing inquiry-based learning frameworks for enhancing students achievement. The review was conducted using the Web of Science and ERIC (Education Resources Information Center) data base; a total of 15 articles describing inquiry phases or whole inquiry process were selected based on specific search criteria. An analysis of the articles resulted in the identification of five distinct general inquiry phases: Orientation, Conceptualization, Investigation, Discussion and Conclusion. Inquiry-based learning usually ends with the Conclusion phase. Based on analysis almost of the study showed that inquiry-based learning has shown students’ increasing in cognitive achievement significantly. Akhir-akhir ini, pembelajaran berbasis inkuiri semakin populer di kurikulum sains, terutama untuk penelitian dan pengembangan dan pembelajaran sains global. Salah satu alasan utamanya adalah keberhasilannya dalam meningkatkan kompetensi belajar sains siswa secara signifikan, yang perkembangannya saat ini sangat memungkinkan terjadinya proses inkuiri yang didukung oleh berbagai lingkungan belajar termasuk teknologi informasi. Pembelajaran berbasis inkuiri sering disusun dalam fase penyelidikan yang berfokus untuk membangun kemampuan sains bagi para siswa. Namun, variasi yang berbeda mengenai makna kompetensi penyelidikan sering kita temukan di berbagai literatur. Artikel ini berfokus untuk mengidentifikasi dan meringkas fitur inti dari pembelajaran berbasis inkuiri melalui metode meta analisis, mengkaji literatur secara sistematis dan mengembangkan proses penyelidikan yang disintesis dengan menggabungkan kekuatan kerangka kerja pembelajaran berbasis inkuiri yang ada untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan basis data dari Web of Science dan ERIC (Education Resources Information Center); Sebanyak 15 artikel yang menjelaskan tahap penyelidikan atau keseluruhan proses penyelidikan dipilih berdasarkan kriteria pencarian yang spesifik. Analisis terhadap artikel menghasilkan identifikasi lima fase penyelidikan umum yang dapat berbeda secara istilah satu sama lainnya yaitu: Orientasi, Konseptualisasi, Investigasi, Diskusi dan Kesimpulan. Disamping itu, hampir seluruh pembelajaran berbasis inkuiri biasanya berakhir dengan fase Kesimpulan. Berdasarkan analisis di seluruh hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri telah berhasil menunjukkan peningkatan penguasaan aspek kognitif siswa secara signifikan.
Analisis Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMA kota Sorong terhadap Butir Soal dengan Graded Response Model Kahar, Muhammad Syahrul
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2 No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v2i1.1389

Abstract

This research aims to know the level of mathematical thinking ability of students by using scored model Graded Response Model (GRM). The subject here is the students of Class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Sorong the 2016/2017 academic year, which amounted to 38 students with 22 students are male and 16 female students. This research is a descriptive research experiment. The results of this study indicate that the scored model GRM is effective in analyzing the ability of mathematical thinking of students. The effectiveness is shown an increase in student learning outcomes grade XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, where the average grade results visible increase of 56.7 until 78, and the value of the completeness students improved significantly, and student learning outcomes were shown in graded contents relevance criteria students with score 4 there are 18 students (47.37%), while the relevance of the contents with a score of 1 there are 4 students (10.53%). From the criteria of completeness students who achieve complete answers by a score of 4, there are 1 students (2.64%), and the answers are far from finished with a score of 1 there were 7 students (19.52%). Then to organizing criteria, students are working on a very systematic, there are 8 students (21.05%), and organizing with not systematically there are 10 students (26.32%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir matematis siswa dengan menggunakan model penyekoran Graded Response Model (GRM). Subjek penelitian disini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong tahun ajaran 2016/2017, yang berjumlah 38 siswa dengan 22 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model penyekoran GRM ini efektif dalam menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa. Keefektifan tersebut terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, dimana hasil rerata kelas terlihat meningkat dari 56,7 hingga 78, dan nilai ketuntasan siswa meningkat secara signifikan, dan hasil belajar siswa dilihat secara graded dengan kriteria relevansi isi dengan skor 4 terdapat 18 siswa (47,37%), sementara relevansi isi dengan skor 1 terdapat 4 siswa (10,53%). Dari kriteria ketuntasan siswa yang mencapai jawaban tuntas dengan skor 4 terdapat 1 siswa (2,64%), dan jawaban jauh dari tuntas dengan skor 1 terdapat 7 siswa (19,52%). Kemudian untuk kriteria pengorganisasian, siswa mengerjakan dengan sangat sistematis terdapat 8 siswa (21,05%), dan pengorganisasian dengan tidak sistematis terdapat 10 siswa (26,32%).
Pembelajaran Mendalam untuk Membentuk Karakter Siswa sebagai Pembelajar Anwar, Moh Khoerul
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2 No 2 (2017): Tadris : Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v2i2.1559

Abstract

This article aims to develop learning methods to establish the character of students as learners. Learning method developed is deep learning to establish the character of students as learners. This research method used document study based on research results and literature review. Deep learning is a learning that leverages the power of new partnerships to engage students in practicing the learning process through discovering and mastering existing knowledge and then creating and using new knowledge in the world so that the outcomes of deep learning seek to increase students' understanding of their strengths and weaknesses, data collection regarding student profile information and trust value building among members of student learning groups. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengembangkan metode pembelajaran mendalam untuk membentuk karakter siswa sebagai pembelajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi dokumen berbasis hasil penelitian dan kajian literatur. Pembelajaran mendalam merupakan pembelajaran yang memanfaatkan kekuatan kemitraan baru untuk melibatkan para siswa dalam mempraktekkan proses pembelajaran melalui menemukan dan menguasai pengetahuan yang ada dan kemudian menciptakan serta menggunakan pengetahuan baru di dunia sehingga hasil dari pembelajaran mendalam berupaya pada peningkatan pemahaman siswa tentang kelebihan dan kelemahannya, pengumpulan data mengenai informasi profil siswa dan pembangunan nilai kepercayaan diantara anggota kelompok belajar siswa.
Penumbuhan Karakter Islami melalui Pembelajaran Fisika Berbasis Integrasi Sains-Islam Khoiri, Ahmad; Agussuryani, Qori; Hartini, Puji
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2 No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v2i1.1735

Abstract

The Classroom Action Research aims to find out physics learning based on science-Islamic integration can improve learning outcomes and foster the Islamic character of class XI RPL 1 SMK Takhassus Al-Qur'an. The Action research is done in two cycles namely: (1) planning, (2) implementation of corrective action, (3) observation, and (4) reflection. The Research Instrument through Test for learning result data, Observation to observe the implementation of learning and questionnaire of religious attitude and social attitude and Documentation. The results of research shows the application of physics-based learning science-Islamic integration can improve learning outcomes, religious and social attitudes. The Percentage mastery is 74 to 90. Religious attitudes is increased from 72 to 79 and social attitudes is increased from 67 to 76 as evidenced by indicators not cheating or giving cheat and reporting learning activities in a transparent manner. The implementation of learning-based integration of science-Islamic can improve learning outcomes and Islamic characters in the form of honesty and cooperation of students on the physics in the concept of fluid. Penelitian Tindakan Kelas bertujuan mengetahui pembelajaran fisika berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar serta menumbuhkan karakter islami siswa kelas XI RPL 1 SMK Takhassus Al-Qur’an. Penelitian tindakan dilakukan dua siklus yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Instrumen Penelitian melalui Tes untuk data hasil belajar, Observasi untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran dan angket sikap religious dan sikap sosial serta Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan penerapan pembelajaran fisika berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar, sikap religius dan sikap sosial. Prosentase ketuntasan 74 menjadi 90. Sikap religius meningkat dari 72 menjadi 79 serta sikap sosial meningkat dari  67 menjadi 76 yang dibuktikan dengan indicator tidak mencontek atau memberikan contekan serta melaporkan kegiatan belajar secara transparan. Penerapan pembelajaran berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar dan karakter islami berupa kejujuran dan kerjasama siswa pada mata pelajaran fisika konsep fluida.

Page 2 of 32 | Total Record : 312