cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal KALAM
ISSN : 08539510     EISSN : 25407759     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
KALAM (ISSN 0853-9510; E-ISSN: 2540-7759) is a journal published by the Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KALAM published twice a year. KALAM focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Theology, and Mysticism. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by Kalam will review by two peer review through a double-blind review process. KALAM has been accredited by The Ministry of Research, Technology, and Higher Education, the Republic of Indonesia as an academic journal (SK Dirjen PRP Kemenristekdikti No. 1/E/KPT/2015).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2013)" : 10 Documents clear
DEBUS BANTEN: Pergeseran Otentisitas dan Negosiasi Islam-Budaya Lokal Hakiki, Kiki Muhamad
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.163

Abstract

Sebagai suatu produk budaya, kesenian debus merepleksikan kompleksitas manusia itu sendiri. Di dalamnya terdapat kepentingan sosial, politik, bahkan nilai-nilai religi. Dalam historisitasnya debus mengalami pasang surut khususnya ketika berhadapan dengan perkembangan zaman dan nilai kelokalan. Artikel ini mengkaji apakah kesenian debus telah mengalami perubahan atau dengan kata lain terpengaruh oleh budaya lokal atau tidak. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa kesenian debus nampaknya sudah mengalami pergeseran dan perubahan karena ia harus menyesuaikan diri agar tak ketinggalan zaman atau bahkan dilupakan. Kesenian debus saat ini sudah mengalami modifikasi yang ditunjukkan dengan banyak sekali hal-hal yang tak pernah dipraktekkan pada debus tempo dulu. Debus saat ini telah meninggalkan atau lepas dari asalnya yakni tarekat. Pergeseran itu terlihat dari segi ritual, gaya pertunjukan, pola perekrutan personil dan tujuan yang ingin dicapai. Kesenian debus sekarang lebih cenderung digunakan sebagai alat hiburan masyarakat atau menjadi komoditi pariwisata saja ketimbang sebagai suatu produk budaya yang mengandung nilai keagamaan.
TELAAH METAFISIK UPACARA KASADA, MITOS DAN KEARIFAN HIDUP DALAM MASYARAKAT TENGGER Anas, Mohamad
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.367

Abstract

Dalam upaya mencari dimensi yang paling hakiki, manusia tidak boleh hanya berkutat pada level empiris dan apriori semata. Manusia harus melakukan perenungan dengan melepaskan diri dari segala sesuatu yang bersifat empiris dan apriori untuk menemukan prinsip utama. Tulisan ini menganalisis dimensi metafisik upacara kasada. Hasil kajian menunjukkan bahwa refleksi metafisik mampu ‘mengatasi’ realitas yang nampak, yang seakan-akan “sesungguhnya” namun pada kenyataanya ‘menipu’. Kepalsuan ini tanpa disadari masuk ke dalam ranah ideologis dan membuat manusia tak mampu keluar dari sakralisasi ruang, waktu dan tempat yang mewarnai ritual upacara Kasada. Bertitik tolak dari penemuan ini, pelacakan dimensi metafisik dilanjutkan untuk menemukan eksistensi dan makna dari sebuah simbol-simbol dan mitos. Pelacakan ini pada akhirnya memberi kesimpulan bahwa dimensi metafisik dalam upacara Kasada masyarakat Tengger pada hakekatnya adalah miniatur dari kehidupan semua.
AGAMA DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ Tago, Mahli Zainudin; Shonhaji, Shonhaji
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.377

Abstract

Artikel ini menelaah hasil penelitian Clifford Geertz tentang keberagamaan masarakat di Mojokuto Jawa Timur. Tema yang diusung dalam artikel ini adalah interelasi antara agama dan masyarakat serta interaksi sosial antara berbagai kelompok sosial yang ada di Mojokuto Jawa Timur. Dari kajian terhadap interrelasi agama dan masyarakat dapat dipahami seberapa jauh pengaruh agama terhadap prilaku relegiousitas masyarakat Jawa, termasuk pengaruh budaya lokal terhadap agama itu sendiri, yang menurut pengamatan Clifford Geertz melahirkan ”Agama Jawa”. Sementara dari kajian terhadap interaksi dari berbagai kelompok sosial dapat dipahami bahwa, agama, di samping memiliki fungsi integrasi (kohesi sosial) juga menjadi penyebab terjadinya konflik dalam masyarakat. Ketiga varian agama Jawa; santri, priyayi, dan abangan meskipun secara kualitas berbeda dan saling mengklaim bahwa komunitasnya yang paling baik dan benar namun ketiganya masih memperlihatkan nuansa tradisi Jawa. Bahkan, kaum santri yang ketat sekalipun dalam batas-batas tertentu pada kenyataannya masih mentolerir tradisi jawa.
Menimbang Teologi Kaum Sufi Menurut Al-Qusyairi Dalam Kitab Al-Risalah al-Qusyairiyah Listiana, Anisa
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.441

Abstract

Teologi adalah disiplin yang menyangkut Tuhan (atau Realitas Ilahi) dan hubungan Tuhan dengan dunia. Dunia dan Allah adalah realitas yang berbeda. Dunia merupakan ciptaan sedangkan Allah adalah sang pencipta. Tulisan ini membahas tentang konsep teologi dalam ajaran tasawwuf Imam al-Qusyairi. Tasawuf yang dianut dan diajarkan oleh al-Qusyairi adalah tasawuf yang sejalan dengan ajaran syariat. Dari tulisan-tulisannya terlihat bahwa ia berupaya menyadarkan orang bahwa tasawuf yang benar adalah tasawuf yang bersandarkan pada akidah yang benar dan tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti yang dianut oleh para salaf atau Ahl al-Sunnah,. Dalam perspektif al-Qusyairi, pemurnian tauhid sangatlah prinsip dan urgen, karena Islam dibangun di atas kekuatan tauhid, bahkan kekuatan Islam justru terletak pada fondasi tauhid. Apabila tauhid yang dimiliki oleh umat Islam kuat, maka agama Islam menjadi kuat dan tangguh. Tauhid adalah kekayaan yang terbesar yang dimiliki oleh umat Islam, sekaligus sebagai senjata yang ampuh dalam menghadapi berbagai rongrongan hawa nafsu.
Hubungan Agama dan Pengetahuan Pasca Runtuhnya Rezim Sains Modern Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.443

Abstract

Modern age is marked by the progress of humans reasoning as rational beings. Science is growing rapidly with avariety of scientific methodology that guarantees the truth findings. In contrast, Beliefs and religious truth are assessed naïve and subjective, and all non-rational-minded communities are regarded as primitive, uncivilized society. This phenomenon brings the tension in the relation between religion and science and incites the two to negate and degrade each other existence. This article seeks to analyse the dialectical relationship between religion and science in the realm of ontology and epistemology that has lasted a long time. The goal is to obtain a new horizon for the future relation between science and religion. From the ontological and epistemological perspectives, the conflict does not really have a solid foundation as religion is not dealing with spiritual issues, mystical, or non-rational an sich. In fact, religion can be studied scientifically with the appropriate methodological foundation and objective. Likewise, a review of religion can be built on scientific approach. Through this perspective, the relationship between religion and science is no longer diametric, but interdisciplinary dialectic that mutually enrich and strengthen each other.
ADAT, BUDAYA DAN AGAMA LOKAL Studi Gerakan Ajeg Bali Agama Hindu Bali Miharja, Deni
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.444

Abstract

Tulisan ini memfokuskan kajiannya pada gerakan Ajeg pada agama Hindu di Bali. Pada satu sisi Ajeg Bali dipahami sebagai adat masyarakat Hindu Bali sebagai upaya untuk melestarikan nilai dan tradisi leluhurnya agar tidak hilang. Pada sisi lain, Ajeg Bali pun di pahami sebagai sebuah gerakan politik kebudayaan yang muncul ke permukaan sebagai respon orang-orang Bali yang beragama Hindu terhadap berbagai persoalan. Dalam perkembangannya, Ajeg Bali bahkan diyakini sebagai Agama Lokal yang tumbuh dan berkembang dalam tradisi masyarakat Bali.. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman tentang Gerakan Ajeg Bali terpecah menjadi dua bentuk, satu fihak berpaham terhadap artikulasi dan fihak lain berfaham pada disartikulasi. Meski berbeda, keduanya menginginkan nilai-nilai adat tetap terpelihara dan terjaga secara utuh dari pengaruh budaya asing ataupun budaya global. Singkatnya gerakan Ajeg Bali dapat dipandang sebagai latihan intelektual dalam menciptakan simbol-simbol kebudayaan baru secara terus menerus untuk mendefinisikan kembali identitas ke-bali-an orang Bali demi kepentingan kekuasaan.
PERKEMBANGAN ISLAM INDONESIA Yakub, M.
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.446

Abstract

Selama ini masih ada perdebatan di antara para ahli tentang historiografi Islam di Indonsia. Ada asumsi bahwa nilai historiografi yang standar hanya dimiliki oleh sejarawan akademis, sementara sejarawan informal tidak memiliki tempat dalam khazanah historiografi yang ada. Padahal dari aspek produktifitas para sejarawan informal itu cenderung lebih produktif dalam melahirkan karya-karya sejarah sepanjang zaman. Artikel ini difokuskan pada kajian tentang sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia. Pada titik kajian ini terdapat tiga corak pendekatan, yaitu pertama, pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian dari sejarah umat Islam; kedua, pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian dari sejarah nasional Indonesia; dan ketiga, pendekatan Global yang secara implisit mengemukakan bahwa perkembangan historis di suatu wilayah tertentu tidaklah terjadi dan berlangsung dalam situasi vakum dan isolatif. Akan tetapi, ia terkait dengan peristiwa-peristiwa pada kawasan lain. Sehingga Islam Indonesia harus dilihat dan ditempatkan dalam kerangka sejarah dunia pada umumnya; bukan sejarah yang berdiri sendiri.
Pergolakan Pemikiran Tasawuf di Indonesia: Kajian Tokoh Sufi ar-Raniri Septiawadi, Septiawadi
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.448

Abstract

Polemik antara pemikiran tasawwuf Falsafi dan tasawwuf akhlaki telah muncul seiring pertumbuhan Islam di Nusantara. Artikel ini berupaya mengungkap konsep tasawuf al-Raniri dengan membandingkannya dengan pemikiran tasawwuf yang ada sebelumnya. Dengan konsep tasawwuf akhlakqinya, ar-Raniri berusaha memurnikan konsep tasawuf para pendahulunya yang bercorak falsafi yang dianggap telah menyimpang dari ajaran Islam. Perbedaan mendasar dari ajaran tasawuf ar-Raniri dengan lainnya dapat dianalisa pada konsep wujudiyah. Berbeda dengan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin yang menggambarkan hanya ada satu wujud yang memancarkan wujud lain (makhluk) dan itu masih wujud yang satu, al-Raniri mengakui adanya dua wujud tersendiri (Khaliq dan Makhluq). Selain itu, berbeda dengan pendahulunya yang lebih mementingkan hakikat., ar-Raniri sangat mementingkan pelaksanaan syari’at dalam kehidupan. Meski hasil pemikiran atau konsep yang kemukakan Hamzah dan Syamsuddin ini berbeda dengan pemikiran al-Raniri, tidak berarti bahwa konsepsi dan pemikiran yang dikembangkan oleh dua orang sufi pendahulunya itu menyimpang dari ajaran Islam. Sebab konsep tersebut tidak ada yang bertentangan dengan ajaran dasar Islam itu sendiri.
SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS Hamali, Syaiful
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.449

Abstract

Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama). Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.
KERJASAMA ANTAR UMAT BERAGAMA: Studi Rekonsiliasi Konflik Agama di Maluku dan Tual Rahawarin, Yunus
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.451

Abstract

Di penghujung pemerintahan Orde Baru, Indonesia dihadapkan pada berbagai konflik mulai dari konflik antar etnis Madura dan Dayak di Sampit dan Sambas (Kalimantan), konflik antar umat Islam dan Kristen di Poso (Sulawesi), dan berlanjut pada konflik agama di Ambon Maluku pada tahun 1999. Tulisan ini menganalisis model atau bentuk kerjasama antar umat beragama di Maluku dan Tual pasca terjadinya konflik 1999. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan represif atau keamanan dalam usaha meminimalisasi konflik agama dan mendamaikan kedua kelompok yang bertikai di wilayah tersebut tersebut sama sekali tidak tepat Hal ini dikarenakan konflik yang terjadi di Maluku dan Tual memiliki dimensi konflik yang sangat kompleks, sehingga upaya resolusi konflik tidak bisa hanya terbatas pada upaya-upaya penghentian kekerasan dan peleraian semata, namun juga membutuhkan rekonstruksi sosial dan penguatan identitas lokal yang ada di kedua wilayah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10