cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal KALAM
ISSN : 08539510     EISSN : 25407759     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
KALAM (ISSN 0853-9510; E-ISSN: 2540-7759) is a journal published by the Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KALAM published twice a year. KALAM focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Theology, and Mysticism. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by Kalam will review by two peer review through a double-blind review process. KALAM has been accredited by The Ministry of Research, Technology, and Higher Education, the Republic of Indonesia as an academic journal (SK Dirjen PRP Kemenristekdikti No. 1/E/KPT/2015).
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
DĀR AL-HARB DAN DĀR AL-ISLĀM: Dwipolar Politik Islam Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.333

Abstract

Artikel ini mengulas masalah Da>r al-harb vis a vis Dar al-Isla>m, suatu isu yang biasanya melekat dalam setiap gerakan terorisme. Pada tingkat aksi, sekelompok pemikir Islam yang menganut Paradigma Dwipolar menjadikan doktrin tersebut sebagai dasar dalam menggalang semangat jihad (perang suci) ke tengah-tengah masyarakat Muslim. Dalam pandangan mereka, konsep Da>r Al-Harb dan Da>r Al-Isla>m merupakan doktrin politik Islam yang amat penting sekaligus menjadi jiwa bagi setiap kegiatan jihad. Masalahnya sekarang adalah apakah konsep tersebut masih relevan dengan kondisi peta politik masa kini di mana interaksi umat manusia di gelanggang Internasional telah sedemikian intens dan manusia secara berangsur-angsur terlebur menjadi masyarakat yang plural.
Karakteristik Politik Islam: Mencari Relevansi antara Doktrin dan Realitas Empirik Kasdi, Abdurrahman
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.334

Abstract

Artikel ini mencoba mengkaji masalah relasi antara Islam dengan Negara. Hampir setiap muslim meyakini pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan politik. Namun, karena karakteristik Islam yang multi interpretatif, maka tidak pernah ada pandangan tunggal tentang bagaimana Islam dan politik harus berkorelasi dengan benar. Bahkan, sepanjang perjalanan sejarah intelektual dan praktek politik Islam, ada dua spektrum pemikiran yang berbeda tentang politik Islam. Keduanya mengakui pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam setiap aspek kehidupan, namun keduanya memiliki interpretasi yang berbeda tentang ajaran-ajaran Islam dan relevansinya dalam kehidupan modern. Perbedaan tersebut bersumber pada bagaimana menafsirkan teks-teks agama yang berkaitan dengan hubungan agama (Islam) dan negara (politik).
Pemikiran Politik Abu al-A'la al-Mawdudi Kesuma, Arsyad Sobby
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.335

Abstract

Kajian tentang hubungan agama Islam dan politik di dunia Islam adalah salah satu tema kajian yang tidak pernah usai dan mencapai kata mufakat pada ranah final. Berbagai macam teori telah dimunculkan dan ditawarkan oleh kalangan cendikiawan Islam—baik itu masa klasik maupun modern; Bahkan, kaum intelektual Barat, walaupun tidak mempercayai doktrin ajaran Islam, juga ikut terlibat dalam mencari formula baru tentang bagaimana seharusnya hubungan antara agama Islam dan politik. Artikel ini mencoba menelaah pandangan politik Abū Al-A’la> Al-Mawdu>di>, seorang pemikir politik Muslim dari Pakistan, yang menawarkan suatu sintesa untuk mendamaikan faham demokrasi sekuler Barat dengan konsep teokrasi Islam.
Pemikiran Politik Ibnu Rusyd Fauzan, Fauzan
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.336

Abstract

Problem utama yang dihadapi pemikiran politik Islam adalah keberadaannya yang tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai “ilmu Pengetahuan”. Hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat sesuatu yang bersifat “divine”, ilahiyah. Sehingga kehadirannya cenderung berbentuk “doktrin politik” ketimbang “falsafah politik”. Menghadapi kenyataan tersebut, Ibnu Rusyd merekonstruksi metodologis pemikiran politik Plato dan menghasilkan sebuah bangunan pemikiran politik yang ilmiah, realistis, dan responsif. Ibnu Rusyd mengusung konsep demokrasi, sebuah sistem yang menurutnya lebih sesuai dengan hukum-hukum dasar fitriyah manusia. Sebagai realisasi ide demokrasi yang diusungnya, Ibnu Rusyd menawarkan konsep “kedaulatan rakyat” (al-siyadah) yang di dalamnya terkandung tiga prinsip dasar demokrasi, yaitu kebebasan atau kemerdekaan (al-hurriyah), persamaan (al-musawah), dan keberagaman (pluralisme).
KONSEP HERMENEUTIKA OTORITATIF KHALED ABOU EL-FADL Sofyan, Muhammad
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.337

Abstract

Tulisan ini memaparkan secara kritis Hermeneutika Otoritatif Khaled Abou el-Fadl dalam membaca teks-teks keagamaan. Dari paparan tersebut didapati bahwa hermeneutika Khaled secara implisit mengandung semangat Gadamerian yang membaca teks secara subjektif. Walaupun ia membuat beberapa persyaratan bagi para pembaca, namun persyaratan itu tampak kontradiktif dan memberikan ruang interpretasi al-Qur’an dengan tidak memperhatikan mana yang bersifat tsawa>bit dan mutaghayyira>t, atau ushu>l dan furu>’. Kelemahan ini dapat dilihat ketika perangkat yang ditawarkan Khaled dipraktikan dalam membaca beberapa ayat-ayat hukum, dimana Khaled lebih mengedepankan rasionalitas daripada aturan-aturan wahyu yang dijelaskan oleh sunnah kenabian dan disepakati oleh Ijma’. Implikasinya seluruh interpretasi tidaklah bersifat final, namun relatif.
Islam dan Budaya Di Banten: Menelisik Tradisi Debus Dan Maulid Said, Hasani Ahmad
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.338

Abstract

Sejarah mencatat pada awal abad 19, Banten menjadi rujukan para ulama di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara, khususnya tentang ilmu keIslaman. Kebudayaan Banten, yang nampak sederhana, sesungguhnya memiliki kompleksitas yang tinggi. Artikel ini mengetengahkan potret budaya Banten dengan memfokuskan pada dua pokok bahasan yakni atraksi debus dan tradisi Panjang Maulid. Penelitian menemukan bahwa beragamnya seni pertunjukan kesenian rakyat Banten, yang berkembang secara turun temurun, tidak terlepas dari pengaruh keagamaan, khususnya Islam.
Islam, Tradisi Lokal, dan Konservasi Alam: Studi Kasus di Kampung Dukuh Kabupaten Garut Syukur, Abdul; Qodim, Husnul
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.339

Abstract

Kampung Dukuh di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut merupakan salah satu kampung adat yang ada di Jawa Barat. Selain tradisi warisan Islam yang masih kuat, masyarakat Kampung ini mempunyai tradisi tersendiri seperti kepercayaan terhadap mitos-mitos leluhur, sanksi gaib, dan ritual-ritual tertentu terkait kepercayaan tersebut. Masyarakat Kampung Dukuh juga memiliki kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lewat mana mereka turut serta dalam menghadapi isu-isu pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change). Keberhasilan warga Kampung Dukuh dalam melestarikan alam bukan karena pengaruh doktrin Islam tetapi lebih disebabkan oleh tradisi dan kearifan lokal warisan nenek moyang. Hal ini dikarenakan masyarakat Kampung Dukuh cenderung memahami Islam sebagai seperangkat aturan/hukum berkaitan dengan sistem peribadatan (fiqih ibadah), tidak sampai menyentuh aspek-aspek lain di luar sistem itu.
Nilai-nilai Islam dalam Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Yusuf, HImyari
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.340

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai/filsafat hidup masyarakat Lampung, khususnya masyarakt Lampung Pepadun, untuk mengetahui apakah nilai-nilai itu bertentangan dengan nilai-nilai agama (Islam) atau tidak. Pertanyan-pertanyan semacam ini, sampai pada tarap tertentu, sering menggangu kreativitas dan aktivitas kehidupan masyarakat Lampung dan berakibat filsafat hidup mereka, yang dikenal dengan sebutan Piil Pesenggiri itu, menjadi terasingkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Setelah melakukan kajian secara menyeluruh dan mendalam, studi ini menemukan fakta bahwa berbagai nilai dan filsafat hidup Piil Pesenggiri secara filosofis sesungguhnya koheren dengan nilai-nilai Islam dan bahkan juga relevan dengan nilai-nilai Pancasila
Simbol Islam dan Adat dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun Isnaeni, Ahmad; Hakiki, Kiki Muhamad
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.341

Abstract

Masyarakat pribumi Lampung mempunyai berbagai macam bentuk kebudayaan daerah yang unik yang salah satunya terdapat pada tradisi upacara perkawinan. Sebagai akibat dari akulturasi budaya dan agama di kalangan masyarakat Lampung, maka tidak heran jika upacara adat perkawinan masyarakat Lampung bercorak Islam. Memang, Relasi antara Islam dan budaya Lampung ini dapat diibaratkan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Pada satu sisi, kedatangan Islam di tanah Lampung memperkaya budaya masyarakat Lampung; Sementara pada sisi lain, kultur atau budaya masyarakat Lampung berpengaruh pada pengamalan ajaran Islam di masyarakat. Inkulturasi Islam sebagai ajaran baru ke dalam konteks kebudayaan lokal Lampung berjalan secara akomodatif atau adaptif sehingga Islam mewarnai budaya lokal tanpa kehilangan identitasnya.
Makna Simbolik Topeng Sakura Pada Masyarakat Adat Lampung Fauzan, Fauzan
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.342

Abstract

Sakura merupakan tradisi yang dikembangkan oleh masyarakat adat Lampung di wilayah Lampung Barat. Dalam pelaksanaannya, sakura dilakukan dengan kegiatan pawai tari-tarian dengan mengenakan topeng. Sakura mengandung makna simbolik dan melambangkan bermacam-macam karakter yang bisa dimainkan oleh manusia. Setiap orang bebas menentukan karakter dan peran yang akan dimainkannya dalam kehidupan. Jenis sakura helau dan sakura kamak mengandung makna ajakan pada kelompok masyarakat yang kaya dan kelompok miskin untuk menghilangkan perbedaan status sosial serta bersatu padu dalam memajukan daerahnya.