Articles
399 Documents
PERANCANGAN DATABASE TELECENTER - JATIM BERBASIS WEB
Erma Suryani;
Desi Eka A S
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 1 Januari 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.842 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v5i1.a206
Sejalan dengan visi BPDE Jatim untuk menjadi instansi teknis terdepan dalam mengelola data dan informasi yang berbasis pemanfaatan teknologi informasi., maka perlu kiranya bagi instansi ini untuk membentuk Pusat Data Propinsi yang terpadu guna mendukung penyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Perancangan ini dibuat dengan menggunakan database MySql, serta PHP yang dapat mengerjakan semua yang dapat dikerjakan oleh program CGI, seperti mendapatkan data dari form, menghasilkan isi halaman web yang dinamik dan menerima cookies. Dengan aplikasi ini diharapkan natinya BPDE dapat menyediakan dan menyebarluasan informasi untuk Pemerintah dan masyarakat dengan menggunakan sistem informasi dan telematika dalam rangka terciptanya budaya informasi. Kata Kunci: Database, MySQL , BPDE (Badan Pengolahan Data Elektronik), PHP
PERBAIKAN CITRA MENGGUNAKAN EKSTRAPOLASI NONLINEAR PADA DOMAIN FREKUENSI
Chastine Fatichah;
Nanik Suciati;
Dewi Rosida
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 2 Juli 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.227 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v5i2.a231
Perbaikan citra merupakan salah satu proses awal dalam pengolahan citra. Perbaikan citra diperlukan karena seringkali objek citra tersebut memiliki kualitas yang buruk, misal mengalami derau, citra terlalu terang/gelap, citra kurang tajam, kabur dan lain sebagainya Penelitian ini akan menerapkan teknik perbaikan citra terhadap citra kabur dengan menggunakan metode ektrapolasi nonlinear. Mula-mula citra masukan (G0) akan diolah untuk didapatkan citra tepi (L0) yaitu dengan mengalikan G0 dengan gaussian highpass filter. Proses selanjutnya adalah melakukan proses penajaman terhadap citra tepi menggunakan operator nonlinier, yaitu clipping (c) dan scaling (s). Masing-masing nilai variabel c dan s diperoleh dengan melakukan pendekatan menggunakan metode Teoritical Evaluation. Proses terakhir adalah menambahkan komponen frekuwensi tinggi dari citra tepi hasil perbaikan dengan citra masukan diawal proses.Dari beberapa hasil ujicoba dapat ditarik kesimpulan bahwa algoritma ektrapolasi nonlinear dapat memperbaiki ketajaman pada sebuah citra kabur. Penggunaan ekstrapolasi operator nonlinear menghasilkan perbaikan citra dengan tingkat kejaman lebih tinggi secara visual. Hasil perbaikan terhadap citra kabur yang dihasilkan oleh algoritma nonlinear akan terlihat lebih tajam daripada perbaikan citra hanya dengan mengolah komponen frekuensi tinggi.Kata Kunci : Laplacian Pyramid, Gaussian Pyramid, Deteksi Tepi, Filter Nonlinear, Frekuensi Domain.
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PENENTU POLA DISTRIBUSI INPUT DENGAN MEMANFAATKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN MENGGUNAKAN PERSENTIL SEBAGAI PENCIRI
Aris Tjahyanto
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 2, No 2 Juli 2003
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.213 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v2i2.a296
Penentuan pola distribusi adalah bagian yang amat penting dalam urutan proses simulasi sistem. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menguji pola distribusi, antara lain metode statistik Chi Squared dan Kolmogorov-Smirnov atau dengan menggunakan jaringan saraf tiruan (JST). Berdasar pengamatan dari terdahulu, didapatkan bahwa chi-squared tidak cocok digunakan untuk menentukan pola distribusi dari data yang berjumlah kecil. Sedangkan untuk Kolmogorov Smirnov, dalam jumlah data yang sama-sama kecil masih memiliki tingkat keberhasilan yang lebih ringgi dari pada metode Chi Squared. Kelemahan lain dari uji Chi-squared ataupun uji K-S salah satunya adalah hanya bisa mengenali pola distribusi matematis, pola-pola yang sudah diketahui rumus matematisnya. Atau dengan kata lain hanya bisa mengenali pola distribusi data yang rumusnya sudah disertakan di dalam perangkat lunak penguji. Dengan memakai JST, kelemahan-kelemahan tersebut bisa dihilangkan. Pada penelitian sebelumnya belum ditentukan penciri khas yang bisa digunakan untuk membedakan suatu pola distribusi dengan yang lainnya. Dengan kata lain, seluruh data diinputkan langsung ke JST setelah mengalami proses pra-pengolahan BagiMax. Pada penelitian ini dicoba ditentukan penciri yang mungkin bisa dipakai untuk membedakan pola distribusi data, yaitu dengan memanfaatkan persentil sebagai ciri utama. Pada penelitian ini pra-pengolahan berupa prosedur HitungPersentil100pth untuk mendapatkan persentil 0.1 sampai dengan 0.9. Hasil perhitungan persentil tersebut diumpankan ke JST yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya. Dari uji coba ternyata diperoleh prosentase keberhasilan meningkat sampai 91.9%, yang menunjukkan bahwa persentil mampu dipakai sebagai penciri. Kata kunci : persentil, pola distribusi data, simulasi komputer, jaringan syaraf tiruan.
PEMILIHAN KOMBINASI PRODUK KOSMETIKA MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
Yudhi Purwananto;
Diana Purwitasari;
Putu Utami Andarini S.
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 2 Juli 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.078 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v5i2.a236
Pemilihan serangkaian produk kosmetik merupakan permasalahan kombinasi sebab seorang konsumen dapat memilih beberapa jenis produk. Pada pemilihan produk kosmetik akan melibatkan data berjumlah besar dengan setiap paket kosmetik merupakan kombinasi dari beragam produk yang terdapat di pasar. Algoritma genetika mampu melakukan optimasi terhadap permasalahan kombinasi yang melibatkan data berjumlah besar.Solusi-solusi dari pemilihan produk berupa paket-paket produk direpresentasikan dalam string-string biner. Satu string biner mewakili satu paket produk dengan setiap satu segmen terdiri dari beberapa bit merupakan representasi dari sebuah produk. Dilakukan tukar silang yang telah dimodifikasi dengan menentukan titik-titik yang akan dipilih sebagai titik tukar silang sejak pembentukan kromosom. Situasi kromosom yang tidak terdapat dalam database karena proses rekombinasi diatasi dengan dilakukan koreksi mutasi. Kromosom legal diterjemahkan dengan mengambil data-data berupa fitur-fitur produk, nama dan harga produk dari database. Data-data tersebut digunakan untuk melakukan perhitungan nilai fitness total yang bergantung pada rata-rata fitness produk dalam kromosom dan kesesuaian total harga produk dengan anggaran pengguna.Hasil pengujian menunjukkan apabila tanpa operator mutasi maka semakin besar tingkat tukar silang yang digunakan, jumlah generasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu nilai tertentu cenderung berkurang. Namun pada pemilihan produk, nilai fitness terbaik dihasilkan dengan pemakaian mutasi yaitu pada tingkat mutasi 0.09 dan tingkat tukar silang 0.7. Pemilihan metode tukar silang dua titik yang telah dimodifikasi pada pengujian tidak cukup baik hasilnya dibandingkan dengan tukar silang satu titik.Kata Kunci: algoritma genetika, pemilihan produk kosmetik, tukar silang, mutasi.
PERANGKAT LUNAK TRAFFIC CONFIGURATOR DAN TRAFFIC MONITOR UNTUK PENGATURAN TRAFIK JARINGAN BERBASIS PROTOKOL TCP/IP DAN LIBRARY PACKET CAPTURE
Royyana M. Ijtihadie;
Febriliyan Samopa;
Hindrawan Aris
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.432 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a241
Dengan semakin banyaknya orang yang mengakses internet untuk mendapatkan informasi dan tidak adanya pengaturan pada trafik data maka akan mengakibatkan jaringan menjadi lambat. Pengaturan trafik jaringan yang ada di Linux selama ini masih menggunakan scripts yang relatif lebih sulit untuk digunakan dan dimengerti oleh sebagian orang sehingga diperlukan alat bantu untuk mengkonfigurasikannya. Paper ini menjelaskan tentang pembuatan Traffic Management Configurator untuk mempermudah pengaturan traffic dalam gateway yang menghubungkan jaringan yang berbeda Aplikasi Network Monitoring digunakan untuk menghitung utilitas dan statistik jaringan. Kedua aplikasi tersebut menggunakan web sebagai interface kepada pengguna. Kata Kunci : Network Monitoring, PCAP, Traffic Control, HTB, HTB GUI.
PERANGKAT LUNAK UNTUK MENGESTIMASI BIAYA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN REFERENSI COCOMO II 2000
Khakim Ghozali;
Febriliyan Samopa;
Nina Yuliastuti
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.993 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a246
Sifat dasar dari perangkat lunak selalu berkembang sehingga sulit untuk memprediksikan secara akurat biaya pengembangan dari sebuah produk perangkat lunak yang sedang dikembangkan tersebut. Oleh karena itu diperlukan proses untuk mengembangkan model yang dapat secara konstruktif menjelaskan siklus perkembangan perangkat lunak dan menyediakan sebuah dasar rekayasa untuk pertimbangan mengenai prediksi biaya untuk pengembangan sebuah produk perangkat lunak. Pada makalah ini dibuat aplikasi yang memprediksikan biaya pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan referensi model COCOMO II. Terdapat model yang memprediksi biaya pengembangan pada tahap awal proyek ketika sangat sedikit pengetahuan tentang ukuran dari produk yang sedang dikembangkan, karakter dari platform, karakter dari personal yang terlibat pada proyek, spesifikasi detail dari proses yang digunakan (Early Design) dan model yang lebih detail, yang digunakan ketika arsitektur life cycle perangkat lunak telah dikembangkan (Post Architecture). Pada model ini terdapat kemampuan yang merupakan rumpun penyesuai dari model pengukuran perangkat lunak, melibatkan poin fungsi (Function Point) dan baris kode (Source Lines of Code). Terdapat juga model nonlinear untuk penggunaan kembali perangkat lunak, rekayasa ulang dan perubahan kebutuhan. Model pengembangan yang digunakan untuk perangkat lunak adalah Waterfall dan MBASE. Prediksi biaya dan jadwal yang dihasilkan selain estimasi most likely juga pesimistik dan optimistik, sehingga kisaran yang diberikan lebih besar. Kata Kunci : COCOMO II 2000, rekayasa, perangkat lunak, model.
SISTEM PENYUSUNAN KEPEGAWAIAN PADA MANAJEMEN CALL CENTER DENGAN MULTI-CLASS PELANGGAN DAN MULTI-POOL SERVER
Aidy Ilmy;
Rully Soelaiman
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 2 Juli 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.706 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v4i2.a251
Penelitian ini mempertimbangkan suatu model call center dari pengarahan berbasis ketrampilan. Model ini merupakan server yang bersifat homogen dan heterogen dengan sejumlah aliran masuk dan sejumlah kelompok agen, dengan tingkat kedatangan seketika yang diperbolehkan bersifat tergantung dengan waktu (time-dependent) dan bersifat stokastik. Pelanggan yang tidak sabar menunggu untuk dilayani agen kemungkinan akan meninggalkan antrian dan terdapat biaya hukuman yang berhubungan dengan penundaan tersebut. Metoda penyusunan kepegawaian yang diajukan mengoptimalkan perimbangan antara biaya personel dan hukuman penundaan dengan melakukan pengembangan dan penjelasan suatu metoda praktis untuk mengukur jumlah kelompok agen. Dengan menggunakan suatu model stokastik fluida, metoda ini mereduksi permasalahan dalam penyusunan kepegawaian ke bentuk newsvendor problem, yang dapat dipecahkan secara numerik melalui suatu kombinasi linear programming dan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian dan analisa yang diperoleh, dimana dalam semua kasus untuk ukuran kelompok yang diperoleh dari hasil simulasi hampir mendekati optimal dengan hasil dari metode pendekatan yang diusulkan, sekitar 2%-3%.. Kata kunci : ukuran kapasitas, call center, penundaan, stochastic programming, newsvendor problem, antrian.
IMPLEMENTASI PERSONAL PREFERENCE PADA SISTEM SHARE-IT BERBASIS PADA PLATFORM UNIX
Ary Mazharuddin Shidiqy;
Agus Purwono;
Yudhi Purwananto
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 2 Juli 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.076 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v4i2.a256
Arsitektur UPnP memungkinkan suatu aplikasi ataupun device untuk dapat terhubung ke dalam suatu jaringan dan berkomunikasi dengan aplikasi ataupun device lain di dalam jaringan tersebut tanpa perlu adanya konfigurasi (zero configuration) serta meniadakan batas-batas sistem operasi ataupun bahasa pemograman yang digunakan untuk membuat aplikasi tersebut. Dengan sifatnya yang universal tersebut, UPnP semakin banyak dikembangkan serta dipergunakan. Membuka kemungkinan untuk terciptanya babak baru di dalam interaksi manusia dan komputer. Sistem Share-It adalah aplikasi yang menerapkan arsitektur UPnP (Universal Plug and Play) untuk berbagi content dengan aplikasi lain yang sejenis. Content yang dimaksud di sini adalah file mp3. Sistem Share-It terdiri dari Server Device dan Client Device. Server Device berfungsi untuk menyediakan content, sedangkan Client Device mempunyai fungsi sebagai player yang dapat memainkan content file serta juga menyediakan content untuk dapat berbagi pakai dengan Client Device yang lain. Dalam pengerjaan Tugas Akhir ini akan dikembangkan dan diimplementasikan Personal Preference pada sistem Share-It. Personal Preference itu sendiri mempunyai tujuan untuk memilihkan content file yang tersedia di jaringan sesuai dengan preference (pilihan) dari user. Pilihan (preference) tersebut berdasarkan dari kebiasaan user tergantung dari kondisi lingkungan sekitar device. Kata kunci : UPnP, Share-It, Personal Preference.
SIKLUS BISNIS PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Mudjahidin Mudjahidin
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.162 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v3i2.a261
Dalam sebuah bisnis, segala aktivitas dan transaksi yang dilakukan akan menghasilkan data, yang nantinya data tersebut perlu disimpan dan diolah sehingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Data yang paling penting dalam bisnis adalah data yang berkaitan dengan finansial. Untuk itu perlu kiranya dibuat Sistem Informasi Akuntansi yang berfungsi membantu organisasi untuk mengumpulan dan penyimpanan data tentang aktivitas yang dilakukan, mentrasformasi data kedalam informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian aktivitas, serta mampu menjaga aset organisasi, tarutama yang berkaitan dengan data, sehingga data dapat tersedia ketika dibutuhkan, serta menjadikan data lebih akurat dan dapat dipercaya yangdigunakan untuk menyimpan. Selanjutnya pada makalah ini akan dijelaskan siklus bisnis yang ada pada Sistem Informasi Akuntansi yang terdiri dari lima siklus; Siklus Pendapatan, Siklus Pengeluaran, Siklus Produksi, Siklus Manajemen SDM /Penggajian, dan Sistem Buku Besar/Pelaporan. Uraian yang diberikan berupa konsep Sistem Informasi Akuntansi secara umum yang ditunjukkan dalam Diagram Konteks pada Diagram Arus Data yang diambil dari referensi terkait dan catatan kuliah. Diupayakan pada kesempatan lain akan dijelaskan secara detail untuk masing-masing siklus bisnis pada Sistem Informasi Akuntansi. Kata kunci: Siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus produksi, siklus manajemen SDM/Penggajian dan sistem buku besar/laporan
ANALISA KERAPATAN TRABECULAR BONE BERBASIS GRAPH BERBOBOT PADA CITRA PANORAMA GIGI UNTUK IDENTIFIKASI OSTEOPOROSIS
Zainal Abidin;
Agus Zainal Arifin
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 2, Juli 2008
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1012.774 KB)
|
DOI: 10.12962/j24068535.v7i2.a174
Osteoporosis is bone disease indocated by low bone mass density and micro architectures disorder which lead to bone fragility or fractures. Graph may be useful to describe density of trabeculae bone due to morphological change on mandibular bone in dental panoramic radiographs. The density of trabecular bone can be discribed by generating graph. Trabecular image firstly was transformed to binary image. A white pixel on the binary image presented as part of trabeculae, which assumed as an isolated node on the graph. Graph generation by Erdos and Royi method was used to build connections between an isolated node and others. This paper introduced the use of weight on each node based on probabilities average of its neigbourhoods. Graph’s properties which used to measure the density were degree and cluster coefficient. Both of properties are used to build feature space. Feature space indicated distribution of node on dense or sparse area. Early indication of osteoporosis could be assumed that ratio of nodes on dense area were greater than that on sparse area. We achieved accuration of 54%, sensitivity of 60%, and spesificity of 49%. Keywords: osteoporosis, trabeculae, random graph, graph berbobot