cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
juti.if@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Teknik Informatika Lantai 2 Ruang IF-230, Jalan Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
ISSN : 24068535     EISSN : 14126389     DOI : http://dx.doi.org/10.12962/j24068535
JUTI (Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi) is a scientific journal managed by Department of Informatics, ITS.
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
PERANGKAT LUNAK SEMI HOT STANDBY ROUTER PROTOCOL PADA PC ROUTER BERBASIS LINUX Nur Aini Rakhmawati; Febriliyan Samopa; Royyana Muslim Ijtihadie
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.58 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a242

Abstract

Router memegang peranan penting dalam sebuah jaringan. Jika router mengalami suatu masalah dapat berakibat terhambatnya lalu lintas data dalam suatu jaringan. Untuk mengatasi masalah sebuah router, Cisco mengembangkan suatu sistem Hot Standby Router Protocol (HSRP). Namun HSRP ini belum dimiliki oleh router komputer. Padahal harga komputer lebih murah daripada router hardware. Semi HSRP merupakan suatu metode yang diimplementasikan pada router komputer dengan keterbatasan yang dimiliki oleh sebuah komputer dimana sebuahrouter komputer tidak dapat mengirimkan pesan resign yang mengijikan router lain untuk menggantikannyaketika router komputer ini mengalami kegagalan. Dalam semi HSRP dibentuk suatu kelompok router yang memiliki subnet yang sama pada masing-masing interfacenya.Pada masing-masing router dijalankan aplikasi yang berfungsi untuk mengatur jalannya mekanisme HSRP. Aplikasi ini memungkinkan router-router tersebut dapat berhubungan untuk mengetahui apakah ada masalah yang terjadi pada router utama yang berfungsi untuk meneruskan data klien dengan menggunakan alamat virtual IP dan MAC. Dalam berhubungan router-router tersebut menggunakan komunikasi broadcast. Ketika router utama mengalami kegagalan maka akan terjadi pemilihan router berdasarkan prioritas yang dimiliki oleh masing-masing router. Router dengan prioritas tertinggi akan menjadi router utama baru. Router yang terpilih tersebut melakukan penambahan IP yang digunakan sebagai virtual IP yang dikenali klien dan mengubah alamat MAC yang sama dengan router utama sebelumnya. HSRP pada router hardware dapat diimplementasikan dengan semi HRSP pada routerkomputer.  Sebagaimana halnya HSRP Cisco perpindahan router dapat dilakukan secara otomatis dengan perpindahan alamat IP dan MAC. Perpindahan router ini tidak dipengaruhi besarnya lalu lintas jaringan dan jumlah router yang terdapat dalam satu kelompok . Kata kunci: Router, HSRP, MAC, IP
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN CASE TOOL SOFTWARE TESTING MENGGUNAKAN METODE STATIC DATA FLOW ANALYSIS (STUDI KASUS POGRAM BERBASIS C++) Yudhi Purwananto; Arif Bramantoro; Luluk Harini
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.495 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a247

Abstract

Penentuan kualitas atau mutu suatu perangkat lunak mutlak diperlukan. Kualitas suatu perangkat lunak dapat dinyatakan baik bila telah sesuai dengan requirement pengguna tanpa mengabaikan  segi strukturalnya. Dengan tidak mengabaikan fungsional program, uji coba struktural juga harus dilakukan karena uji coba fungsional tak mampu menangani hal-hal yang berhubungan dengan struktural program.. Uji coba fungsional tidak dapat menentukan apakah suatu bagian program telah dieksekusi atau tidak. Dengan demikian, program yang tidak dieksekusi selama pengujian akan tersembunyi dalam package program dan bila didalamnya terdapat kesalahan maka kesalahan tersebut akan tersembunyi dalam jangka waktu tertentu. Data flow analysis adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dalam program tanpa mengeksekusi program yang diuji coba. Metode ini merupakan bagian dari metode pengujian secara structural yang sangat efektif untuk menemukan kesalahan yang berupa data flow anomaly dengan cara memeriksa kode program. Dengan metode ini, seluruh pernyataan program yang diuji coba akan dianalisa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan. Yang dilakukan pertama kali adalah melakukan parsing terhadap file input untuk dijadikan file teks dengan format tertentu yang sudah terpisah menjadi token yang dapat berdiri sendiri. Selanjutnya akan diambil daftar nama fungsi dalam program untuk dijadikan input fungsi. Selanjutnya isi fungsi input akan direpresentasikan menjadi sebuah graph. Dari graph inilah dapat dicari keberadaan data flow anomaly dalam fungsi dan dibuat visualisasi aliran program dalam suatu control flow graph. Tahap terakhir yang dilakukan adalah uji coba dan evaluasi. Dari uji coba dan evaluasi yang dilakukan pada berbagai macam jenis fungsi, baik fungsi sederhana yang hanya melibatkan pernyataan-pernyataan sekuensial, fungsi yang melibatkan percabangan, perulangan maupun fungsi yang melibatkan pemanggilan terhadap fungsi lain didapatkan data flow anomaly maupun control flow graph dengan benar.   Kata Kunci : uji coba fungsional, uji coba struktural,data flow anomaly, control flow graph(CFG).
PENGUKURAN KINERJA ROUND-ROBIN SCHEDULER UNTUK LINUX VIRTUAL SERVER PADA KASUS WEB SERVER Royyana Muslim Ijtihadie; Febriliyan Samopa
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 2 Juli 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.073 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i2.a252

Abstract

Dengan meningkatnya perkembangan jumlah pengguna internet dan mulai diadopsinya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari, maka lalulintas data di Internet telah meningkat secara signifikan. Sejalan dengan itu pula beban kerja server-server yang memberikan service di Internet juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal tersebut dapat mengakibatkan suatu server mengalami kelebihan beban pada suatu saat. Untuk mengatasi hal tersebut maka diterapkan skema konfigurasi server cluster menggunakan konsep load balancing. Load balancing server menerapkan algoritma dalam melakukan pembagian tugas. Algoritma round robin telah digunakan pada Linux Virtual Server. Penelitian ini melakukan pengukuran kinerja terhadap Linux Virtual Server yang menggunakan algoritma round robin untuk melakukan penjadwalan pembagian beban terhadap server. Penelitian ini mengukur performa dari sisi client yang mencoba mengakses web server.performa yang diukur adalah jumlah request yang bisa diselesaikan perdetik (request per second), waktu untuk menyelesaikan per satu request, dan   throughput yang dihasilkan. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa penggunaan LVS bisa meningkatkan performa, yaitu menaikkan jumlah request per detik, menurunkan waktu menyelesaikan request, dan menaikkan throughput data yang ditransfer, sehingga data bisa diambil dalam waktu yang cepat..   Kata kunci : Linux Virtual Server, Load Balancing , Round-robin, IPv6, Kinerja
SISTEM QUERY PADA DOKUMEN XML DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA SQL Febriliyan Samopa; Darlis Heru Murti; Okhi Oktanio
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 2 Juli 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.475 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i2.a257

Abstract

Teknologi XML merupakan teknologi baru yang sangat berguna untuk pertukaran data melalui media apapun dan sistem operasi apapun. Dengan XML, pertukaran data menjadi sangat aman dan mudah untuk dikirimkan dan diambil. Kesemuanya ini dikarenakan bentuk XML yang berupa teks, sehingga memungkinkan untuk dikirim melalui HTTP. Teknologi XML sebenarnya sudah lama diperkenalkan kepada masyarakat, tetapi penggunaannya masih jarang karena sulitnya mengolah data XML. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh seseorang dalam mengolah dokumen XML yang mereka miliki yaitu mereka harus mempelajari XMLDOM, Xpath, XML Schema dan DTD selain XML itu sendiri. Meskipun semua hal yang tersebut di atas sudah dipelajari, masih ada kesulitan yang lain, yaitu lamanya penelusuran data sebuah XML. Penelusuran data sebuah XML membutuhkan waktu lama karena untuk mendapatkan data tertentu dari sebuah dokumen XML, diperlukan penelusuran satu persatu dari node-node yang dimiliki dokumen XML, sampai menemukan node yang diinginkan. Pada penelitian ini dikembangkan suatu komponen yang menyerupai class yang terdapat pada ADO. Penggunaan class-class ini akan mempermudah dalam melakukan query, atau manipulasi terhadap dokumen XML, tanpa harus mempelajari terlalu dalam hal-hal yang berhubungan dengan XML. Dengan menggunakan komponen ini, diharapkan seorang pengguna dapat lebih memfokuskan diri pada pengolahan data, tanpa harus mempelajari hal yang baru untuk menerapkan teknologi XML ini. Dengan menggunakan ekspresi regular dan aturan-aturan tambahan, maka perintah-perintah SQL dirubah menjadi Xpath, dan digunakan untuk mengolah dokumen-dokumen XML. Jika perintah yang didapat adalah perintah untuk memanipulasi sebuah dokumen, maka pada akhir proses akan dilakukan validasi dengan menggunakan dokumen validator dari dokumen XML yang berinteraksi.  Jika hasil validasi menunjukkan bahwa dokumen tersebut adalah valid, maka dokumen tersebut disimpan. Sebaliknya jika hasil validasi dokumen menunjukkan bahwa dokumen tidak valid, maka dokumen XML tersebut tidak mengalami perubahan.   Kata kunci : XML, XML DOM, Xpath, XML Schema, DTD, ADO
DETEKSI DAN KOREKSI KESALAHAN INFORMASI DALAM SANDI BINER DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAMMING Wiwik Anggraeni
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.508 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v3i2.a262

Abstract

Seiring semakin berkembangnya teknologi komunikasi semakin meningkat pula pelayanan dibidang informasi yang menuntut penyampaian informasi yang lebih sempurna. Kesempurnaan suatu informasi bisa meliputi kecepatan pengiriman, tidak adanya informasi yang hilang atau rusak, pengamanan, dan lain sebagainya. Dalam pengiriman informasi kadang-kadang sering terjadi kesalahan informasi yang diterima dari pengirim informasi itu sendiri. Kesalahan itu dapat diakibatkan oleh gangguan dari media transmisinya ataupun faktor-faktor lain. Perangkat komunikasi data dituntut mampu menangani masalah tersebut. Salah satu kemampuan yang diharapkan dari perangkat komunikasi data adalah dapat melakukan deteksi atau koreksi kesalahn informasi. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mendeteksi kesalahan adalah metode hamming. Metode hamming tersebut tidak hanya mampu untuk mendeteksi kesalahan saja akan tetapi mempunyai kemampuan juga untuk mengoreksi kesalahan informasi secara otomatis tanpa harus mengirimkan informasi itu kembali. Kata kunci : Metode Hamming, deteksi kesalahan informasi, koreksi kesalahan informasi
RAY TRACING RENDER MENGGUNAKAN FRAGMENT ANTI ALIASING Febriliyan Samopa; Wawan Mardian
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 2, Juli 2008
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.768 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v7i2.a175

Abstract

Rendering is generating surface and three-dimensional effects on an object displayed on a monitor screen. Ray tracing as a rendering method that traces ray for each image pixel has a drawback, that is, aliasing (jaggies effect). There are some methods for executing anti aliasing. One of those methods is OGSS (Ordered Grid Super Sampling). OGSS is able to perform aliasing well. However, this method requires more computation time since sampling of all pixels in the image will be increased. Fragment Anti Aliasing (FAA) is a new alternative method that can cope with the drawback. FAA will check the image when performing rendering to a scene. Jaggies effect is only happened at curve and gradient object. Therefore, only this part of object that will experience sampling magnification. After this sampling magnification and the pixel values are computed, then downsample is performed to retrieve the original pixel values. Experimental results show that the software can implement ray tracing well in order to form images, and it can implement FAA and OGSS technique to perform anti aliasing. In general, rendering using FAA is faster than using OGSS although there is some situation where the time effectiveness is equal. This is possible since the process of intersection searching on FAA needs additional time. Rendered images using FAA are relatively similar to those using OGSS.   Kata Kunci: Ray Tracing, Fragment Anti Aliasing, Ordered Grid Super Sampling, Render, Sampling, Jaggies
PERANCANGAN SISTEM METADATA UNTUK DATA WAREHOUSE DENGAN STUDI KASUS REVENUE TRACKING PADA PT. TELKOM DIVRE V JAWA TIMUR Yudhi Purwananto; Rully Soelaiman; Aby Herwendo
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.441 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v3i2.a267

Abstract

Data warehouse merupakan media penyimpanan data dalam perusahaan yang diambil dari berbagai sistem dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti analisis dan pelaporan. Di PT Telkom Divre V Jawa Timur telah dibangun sebuah data warehouse yang disebut dengan Regional Database. Di Regional Database memerlukan sebuah komponen penting dalam data warehouse yaitu metadata. Definisi metadata secara sederhana adalah "data tentang data". Dalam penelitian ini dirancang sistem metadata dengan studi kasus Revenue Tracking sebagai komponen analisis dan pelaporan pada Regional Database. Metadata sangat perlu digunakan dalam pengelolaan dan memberikan informasi tentang data warehouse. Proses - proses di dalam data warehouse serta komponen - komponen yang berkaitan dengan data warehouse harus saling terintegrasi untuk mewujudkan karakteristik data warehouse yang subject-oriented, integrated, time-variant, dan non-volatile. Karena itu metadata juga harus memiliki kemampuan mempertukarkan informasi (exchange) antar komponen dalam data warehouse tersebut. Web service digunakan sebagai mekanisme pertukaran ini. Web service menggunakan teknologi XML dan protokol HTTP dalam berkomunikasi. Dengan web service, setiap komponen yang ada dalam data warehouse dapat bertukar informasi melalui metadata. Implementasi web service dalam sistem metadata menggunakan Framework Microsoft .NET. Dalam tugas akhir ini dilakukan ujicoba terhadap sistem metadata yang dibuat dengan membuat aplikasi yang memanfaatkan metadata. Dengan sistem metadata ini dapat dibentuk aplikasi sistem pendukung keputusan yaig lain seperti aplikasi OLAP dan sistem pengelolaan metadata. Kata kunci : data warehouse, metadata, exchange, web service, xml
PERAMALAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (VARMA) Wiwik Anggraeni; Leivina Kartika Dewi
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 2, Juli 2008
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.953 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v7i2.a180

Abstract

Forecasting technique is an important component of decision making because it aims to predict values of data in the future. Many existing forecasting methods only predict single variable data and thus do not consider correlation between variable in a dataset. This paper proposes Vector Autoregressive Moving Average (VARMA) as a forecasting method to predict data with more than one variable. This method combines regression concept i.e. autoregressive (VAR) and moving average method (VMA) for multi-variables data. The first step in VARMA method is testing the stationary of the data. Differencing process is conducted in order to change non stationary data to stationary. The next step is to identify the order of the VARMA model of the stationary data. The parameters are then estimated according to the order and co-integration test is conducted on the variables. The model is tested to assess its validity. If the model is valid then forecasting can be done using the model generic formula. The errors of the forecast are calculated to evaluate the performance of the model. Random values are found in the forecast of VARMA method. However, the error remains within a certain interval. The error interval is below 10% so it can be argued that this model is very accurate in predicting the data.   Keywords: Forecasting, Multi-Variables, VAR, VMA, VARM, Co-integration Test
ANALISIS DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM OTENTIKASI TERINTEGRASI ANTARA PLATFORM LINUX, WINDOWS 2000, DAN NOVELL NETWARE: STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FTIF ITS Rully Soelaiman; I Wayan Widi Pradnyana; Wahyu Suadi
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 2, No 2 Juli 2003
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.871 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v2i2.a292

Abstract

Jurusan Teknik Infomatika merupakan suatu organisasi yang menggunakan jaringan komputer yang diakses dari beberapa domain dan menggunakan sistem operasi terpisah. Masing-masing sistem tersebut menggunakan pengelolaan autentikasi yang terpisah, dengan kenyataan bahwa seharusnya dapat diakses oleh setiap anggota organisasi ini. Kebutuhan pengguna dan pengelola jaringan akan efisiensi pemakaian informasi autentikasi menjadi permasalahan yang akan dibahasa dana makalah ini. Pada makalah ini, dilakukan analisis kemungkinan dilakukannya otentikasi terintegrasi pada jaringan komputer Teknik Informatika yang menggunakan Windows 2000, Linux, dan Novell Netware. Analisis dilakukan dengan meninjau kemampuan integrasi direktori, metode otentikasi, dan kerjasama dengan sistem lain. Dari hasil pemetaan terhadap kebutuhan dan ketersediaan sumber daya teknologi pada jurusan, dipilih solusi otentikasi menggunakan Samba dan OpenLDAP untuk melayani permintaan otentikasi dari Windows 2000 dan Linux. Uji coba telah dilakukan untuk otentikasi client Windows 2000 dan Linux , mencakup login dari masing-masing sistem operasi, domain yang berbeda, menggunakan satu username dan password. Uji coba juga dilakukan terhadap proses pemeliharaan sistem oleh administrator sistem. Kata Kunci : identity management, system integration, centralized authentication, Samba, OpenLDAP.
IMPLEMENTASI VIRTUAL PRIVATE NETWORK - WAN DALAM DUNIA BISNIS Erma Suryani; Syamsu Nur Row Honey
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 6, No 1 Januari 2007
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.915 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v6i1.a185

Abstract

Dalam dunia bisnis, biasanya sebuah organisasi ingin membangun Wide Area Network (WAN) untuk menghubungkan beberapa kantor cabangnya. Sebelum munculnya Virtual Private Network (VPN), mereka umumnya menggunakan ” leased line” yang mahal sehingga hanya perusahaan besar yang dapat memilikinya.VPN - WAN memberi solusi alternatif karena dapat mengurangi biaya pembuatan infrastruktur jaringan dan memotong biaya operasional dengan memanfaatkan failitas internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan cukup menghubungi  Internet Service Provider (ISP) terdekat untuk mendapatkan layanan ini.Setiap paket informasi yang dikirim dapat diakses, diawasi atau bahkan dimanipulasi oleh pengguna. Supaya komunikasi berjalan aman maka diperlukan protokol tambahan khusus yang dirancang untuk mengamankan data yang dikirim.  Dewasa ini sudah banyak perusahaan seperti : perusahaan manufaktur, distribusi dan retail; pertambangan minyak dan gas, telekomunikasi, finansial, pemerintahan serta industri transportasi yang menggunakan VPN karena fasilitas –fasilitas yang ditawarkan berupa remote access client, internetworking LAN to LAN serta akses yang terkontrol dengan biaya yang murah.  Uji coba yang dilakukan Miercom(LAB penyedia testing kinerja perangkat keras) terhadap  Cisco 1841 membuktikan bahwa Cisco 1841 dapat  menopang suatu komunikasi dua arah, interkoneksi IP WAN kapasitas E1 dengan enkripsi 3DES yang dapat menunjang throughput sampai dengan 2 Mbps dalam koneksi E1 IP-WAN. Penggunaan  VPN akan meningkatkan efektivitas, efisiensi kerja serta skalabilitas perusahaan. Keuntungan lain yang didapat dari VPN adalah pada biaya pulsa yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan” leased line”.Kata Kunci: VPN, WAN,  paket informasi, ISP,  remote access client, skalabilitas.