Articles
519 Documents
Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) X Sleman Yogyakarta Ditinjau Dari Dimensi Religiusitas
Amrih Latifah, Sutipyo R dan
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.908
ABSTRACT Religiosity is an important element because religiosity as a “drive†in person's life. Religiosity, also expected to affect a person's success in learning. This study took place in a Madrasah Aliyah Negeri X Sleman, Yogyakarta. The method used quantitative approach to research subjects students of class XI with a total of 118 students with a sample of 84 people. The results showed a positive relationship with the Islamic Religiosity student achievement Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, but the relationship is very low with indicated Pearson correlation value of 0.094. After the regression test, the result shown that Islamic religiosity can not be used as a predictor to  rise and fall on the students' learning achievement of the MAN.ABSTRACTReligiusitas adalah unsur penting, karena religiusitas sebagai drive dalam kehidupan seseorang. Religiusitas, diperkirakan juga mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Penelitian ini mengambil setting di sebuah Madrasah Aliyah Negeri X Sleman Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas XI dengan jumlah total siswa 118 orang dengan sampel 84 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif Religiusitas Islami dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, namun hubungan tersebut sangat rendah dengan ditunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar 0,094. Setelah dilakukan uji regresi, ternyata Religiusitas Islami tidak dapat dijadikan prediktor akan naik turunnya prestasi belajar pada siswa MAN tersebut. Kata kunci :
Pendidikan Life Skills Berbasis Budaya Nilai-nilai Islami dalam Pembelajaran
Mawardi, Imam
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.589
This article explains about life skills education which has role to confirm human function as Allah’s servant and as khalifah in this world. Life skills can help stu-dents to overcome life problems. These skills include the science aspect, mentali-ty, and vocational skills which are related to students’ moral development in order to face the problems in their life. The function of life related to Islamic culture is not only as the skill of work but also widely include the skill for doing the duties as an Allah’s servant and khalifah. The development of curriculum based on life skills must be internalized in formal school learning. This idea is based on the view point that education is for the meaning of life and not for look-ing job. AbstrakArtikel ini membahas tentang pendidikan life skills yang berperan untuk men-gonfirmasi fungsi kemanusiaan manusia sebagai hamba Allah dan sebagai kha-lifah di muka bumi. Life skills sebagai keterampilan hidup dapat membantu pe-serta didik untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Keterampilan ini meli-puti aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kejuruan yang berhubungan dengan perkembangan moral siswa yang mereka hadapi sebagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupannya. Fungsi keterampilan hidup terkait dengan nilai-nilai budaya Islam tidak hanya dipahami sebagai keterampilan untuk bekerja tetapi juga mencakup kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sebagai hamba dan khalifah Allah secara luas. Pengembangan kurikulum berbasis Life skills harus diinternalisasikan dalam pembelajaran sekolah formal. Ide ini didasarkan pada sudut pandang bahwa pendidikan adalah untuk kehidupan yang bermakna dan bukan hanya semata-mata mencari pekerjaan.
Pendidikan Perempuan di Pondok Pesantren
Muafiah, Evi
Nadwa Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.545
This article attempts to show women's education reality in pesantren, par-ticularly pesantren that administers the two institutions at the same time, the education for men and for women. This is certainly different from those car-ry out the education specific for women. Indonesia has started to open edu-cational opportunities for women at the time of R.A. Kartini, in which the previous women education was limited by the culture. The spirit to obtain education that equal with men was stated in her letters. Kartini had inspired some Indonesian women to get education as men. Later, some women who pioneered education for women appeared such as Rahmah el-Yunusiyah, Rangkayo Rasuna Said, Dewi Sartika etc. Each of them established a special school for girls with different studies taught.AbstrakTulisan ini berupaya menunjukkan beberapa realitas pendidikan perempuan di pesantren, utamanya pesantren yang mengelola dua lembaga sekaligus, yaitu pendidikan untuk laki-laki dan pendidikan untuk perempuan. Hal ini tentunya berbeda dengan pendidikan yang dilakukan di lembaga pendidikan yang memang didirikan khusus untuk perempuan. Indonesia dapat dikatakan telah mulai membuka peluang pendidikan bagi perempuan pada masa RA Kartini, dimana sebelumnya pendidikan bagi perempuan sangat dibatasi oleh budaya yang terjadi saat itu. Semangat untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan para laki-laki tertuang dalam surat-surat-nya. Kartini telah memberikan inspirasi bagi beberapa perempuan di Indonesia untuk men-dapatkan pendidikan sebagaimana laki-laki. Hingga muncul pada masa-masa setelahnya beberapa perempuan yang mempelopori pendidikan bagi perem-puan itu sendiri. Sebut saja misalnya: Rahmah el-Yunusiyah, Rangkayo Rasuna Said, Dewi Sartika dan lain sebagainya, dimana masing-masing dari mereka mendirikan sekolah khusus bagi perempuan dengan berbagai kajian yang berbeda yang diajarkan di sekolah tersebut.
Integrasi Pendidikan Anti Narkoba dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum 2013
Machali, Imam
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.579
This article describe the antidrug education and the integration of anti-drug education in the curriculum of Islamic religious and moral education of the year 2013. The results showed that the antidrug education began in elementary, jun-ior and senior high school that includes knowledge about drugs and the dangers, increase self-esteem, and the formation of assertiveness. Integration of anti-drug education in the curriculum of Islamic religious education and moral includes three aspects, namely: knowledge (cognitive), attitudes and behaviours (affec-tive), and skills (psychomotor). Implementation of antidrug education at school level using integrative-inclusive strategy. Anti-drug education learning man-agement can be integrated in all subjects, both religious and secular. Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan anti narkoba dan integrasi pendidikan anti narkoba pada kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antinarkoba sudah dimulai sejak SD, SMP dan SMA yang mencakup pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya, peningkatan harga diri, dan pembentukan asertasi. Integrasi pendidikan anti narkoba pada kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup tiga domain, yakni domain pengetahuan (kognitif), sikap dan perilaku (afeksi), dan keterampilan (psikomotorik). Implementasi pendidikan antinarkoba di jenjang sekolah menggunakan strategi integratif-inklusif. Manajemen pembelajaran pendidikan antinarkoba dapat diintegrasikan di semua mata pelajaran, baik agama maupun umum.
Radikalisme Versus Pendidikan Agama Menggali Akar Radikalisme Dari Kekerasan Terhadap Anak Atas Nama Pendidikan Agama
Thohir, Muhammad
Nadwa Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.521
Education is not only limited to the pragmatic purposes for achieving various desired profession but also substantially, it aims to make a person more valuable in his life. Meanwhile, religion that considered as a greate and absolute value system was delivered particularly in different ways from the value itself. So, it will become the seeds of radicalism in the public interaction. This paper is the result of a conceptual development study that aimed to unravel the roots of radicalism by describing the children abuse facts in the process of religious education in Indonesia, both in family or school. The study explained the details of various aspects of the causes of the violent practices and analyzed it in religious, social and the educational management psychology perspectives AbstrakPendidikan tidak hanya terbatas pada tujuan pragmatis untuk mencapai berbagai profesi yang diinginkan, tetapi juga secara substansial, bertujuan untuk membuat seseorang lebih berharga dalam hidupnya. Sementara itu, agama yang dianggap sebagai sistem nilai yang besar dan mutlak disampaikan terutama dengan cara yang berbeda dari nilai itu sendiri. Jadi, itu akan menjadi benih-benih radikalisme dalam interaksi masyarakat. Tulisan ini merupakan hasil studi pengembangan konseptual yang bertujuan untuk mengungkap akar radikalisme dengan meng-gambarkan anak-anak penyalahgunaan fakta dalam proses pendidikan agama di Indonesia, baik dalam keluarga atau sekolah. Studi ini menjelaskan rincian ber-bagai aspek penyebab praktik kekerasan dan dianalisis dalam perspektif psikologi agama, sosial dan manajemen pendidikan.
Perkembangan Minat Masyarakat pada Madrasah Aliyah di Kota Gorontalo
Luneto, Buhari
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.568
The Act No. 20, 2003 of National Education System explains that Madrasah Aliyah as an Islamic educational institution has been equated with other public schools. This equivalence does not change automatically the public of Gorontalo perception toward Madrasah Aliyah as a second choice. Such perception affects the community interest to send their children to Madrasah Aliyah. However, Madrasah Aliyah in Gorontalo still has great prospect inthe future. So some very urgent improvement and imaging is performed by Madrasah Aliyah. This improvement is very important because most people see Madrasah Aliyah as second-class school and its graduates do not have brilliant future. In fact, Madrasah Aliyah can create human resources whohave intact insight, are divinity insight, social insight and scientific insight. AbstrakMadrasah Aliyah sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam telah disetarakan kedudukannya dengan sekolah umum lainnya berdasarkan UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional RI Tahun 2003.Meski posisinya setara, tidak serta merta merubah persepsi masyarakat Gorontalo terhadap Madrasah Aliyah sebagai pilihan kedua. Persepsi seperti ini mempengaruhi minatmasyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Madrasah Aliyah. Meski demikian, Madrasah Aliyah di Gorontalo masih memiliki prospek yang besar di masa depan. Maka beberapa terobosan yang sangat urgen dilaksanakan adalah pembenahan dan pencitraan terhadap Madrasah Aliyah. Ini penting karenasebagian besar masyarakat memandang Madrasah Aliyah sebagai sekolah kelas dua serta lulusan Madrasah Aliyah yang tidak memiliki jaminan masa depan yang cemerlang. Padahal, Madrasah Aliyah dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki wawasan yang utuh yaitu wawasan ketuhanan, wawasan kemasyarakatan dan wawasan keilmuan.
SEKOLAH/MADRASAH BERKUALITAS DAN BERKARAKTER
Mustaqim, Mustaqim
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.461
Keberhasilan pendidikan Indonesia secara makro sangat diten-tukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan kualitas pen-didikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikannya, bahkan sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula. Selama ini, tidak jarang sekolah yang mengklaim dirinya sebagai sekolah unggulan. Beragam upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya melakukan sertifikasi ISO, menaikkan status sekolah menjadi SBI (Sekolah Berstandar Internasional), menyekolahkan tenaga pengajar ke jenjang magister (S2), dan lainnya. Bahkan, berdalih sebagai sekolah unggulan, siswa yang disaring pun hanya siswa yang memiliki kualifikasi akademik tinggi. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa pembangunan sekolah berkualitas juga dibutuhkan budaya sekolah yang berkualitas serta mantabnya karakter sekolah menuju peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Menentukan Variabel Prediktor bagi Kinerja Guru PAI
Ikhrom, Ikhrom
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.594
This paper attempts to analyze the influence of supervision of Islamic Education (PAI), compensation, competence, and motivation to work on PAI teacher performance. The result of multiple linear regression analysis concluded that all four aspects are jointly significant affect the performance of teachers PAI. Partial regression test results explained that the supervision and competence of significant influence while compensation and motivation influenced but not significant. Based on the model test found that supervision direct impact on performance. Supervision has a direct influence scores greater than the indirect effect. Compensation does not affect the performance directly but through the direct influence of motivation because scores compensation is smaller than the indirect effect. Competence directly influence performance significantly due to the direct influence of competence scores greater than the indirect effect scores. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi pengawas PAI, kompensasi, kompetensi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru PAI. Hasil uji analisis regresi linier berganda disimpulkan bahwa keempat aspek tersebut secara bersama-sama berpengaruh secara siginifikan terhadap kinerja guru PAI. Hasil uji regresi secara parsial menjelaskan bahwa supervisi dan kompetensi berpengaruh signifikan, sementara kompensasi dan motivasi berpengaruh tetapi tidak signifikan. Berdasar pada uji model ditemukan, bahwa supervisi pengawas berpengaruh secara langsung terhadap kinerja. Supervisi memiliki skor pengaruh langsung lebih besar dari skor pengaruh tidak langsung. Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja secara tidak langsung tetapi melalui motivasi karena skor pengaruh langsung kompensasi lebih kecil dari pengaruh tidak langsung. Kompetensi berpengaruh langsung terhadap kinerja secara signifikan karena skor pengaruh langsung kompetensi lebih besar dari skor pengaruh tidak langsung.Â
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dan Kecerdasan Logika-Matematika Siswa R.A. Muslimat N.U. Ponorog
Hidayati, Kurnia
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.559
This study describes the relationship between mother's education level and students’ logic-mathematical intelligence at the RA NU 074 Ronowijayan Ponorogo. This study was conducted with a quantitative approach through the study of documentation and questionnaires. The data is processed by the formula percentages and standard deviations and analyzed by correlation of contingency coefficients. The results showed that (1) The level of maternal education were high for as many as 10 people or 50%, the categories are as many as 7 people or 35% and the low category as many as 3 people or 15%; (2) Logical mathematical intelligence which include high category with a score of > 62.103 as many as three people, the medium category with a score of 44.697 to 62.103 as many as 13 people and low category with a score of < 44.697 of 4 people and (3)There is a positive and significant relationship between mother's education level and logic-mathematical intelligence RA NU's 074 students Ronowijayan Ponorogo at a significance level of 5% with Φ0 > table or 0.6000606 > 0.444 then H0 is rejected and Ha accepted.AbstrakPenelitian ini menjelaskan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika pada siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo. Kajian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui studi dokumentasi dan angket. Datanya diolah dengan rumus persentase dan standar deviasi serta dianalisis dengan Korelasi Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan ibu yang termasuk kategori tinggi sebanyak 10 orang atau 50%, kategori sedang sebanyak 7 orang atau 35% dan kategori rendah sebanyak 3 orang atau 15%; (2) Kecerdasan logika-matematikayang termasuk kategori tinggi dengan skor > 62,103 sebanyak 3 orang, kategori sedang dengan skor 44,697 – 62,103 sebanyak 13 orang dan kategori rendah dengan skor < 44,697 sebanyak 4 orang dan (3) Terdapat hubungan yang positifdan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo pada taraf signifikansi 5% dengan Φ0 > tabel atau 0.6000606 > 0.444 maka H 0 ditolak dan H a diterima.Â
Problem dan Solusi Studi Mahasiswa Semester Tua
Raharjo, Raharjo
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.584
This paper describes the problems of old-semester students in completing their study at the Faculty of Science of Islamic Education and Teaching (FITK) IAIN Walisongo Semarang. The study of exploratory qualitative approach involves 20 students from all courses taken by purposive random sampling with the tech-nique of questionnaires, interviews and documentations. The results are: (1) The problems faced by elderly semester students is a matter of academic and non-academic, namely working part time, participating organizations, teaching and unwarranted. (2) The problems are handled by the leaders of the faculty in-volved: (a) anticipatory since the beginning of their study and academic orienta-tion; (b) preventing for their study by the lecturer as supervisor; and (c) curating towards the end of the study by the head of the faculty. These steps are per-formed in order to provide opportunities for students to be able to pass and not threatened to drop out.AbstrakPaper ini menjelaskan permasalahan mahasiswa semester tua dalam menyelesaikan studinya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo Semarang. Kajian dengan pendekatan kualitatif eksploratif ini melibatkan 20 mahasiswa dari semua program studi yang diambil secara purposive random sampling dengan teknik angket, wawancara, dokumentasi. Hasilnya adalah bahwa: (1) Mahasiswa semester tua menghadapi masalah akademik dan nonakademik berupa kuliah kerja, ikut organisasi, mengajar dan tidak beralasan. (2) Penanganan yang dilakukan pimpinan lembaga meliputi: (a) antisipatif sejak awal masa studi dan orientasi akademik; (b) preventif selama studi oleh dosen pembimbing; dan kuratif menjelang akhir studi oleh pimpinan lembaga. Langkah-langkah ini dilakukan dalam rangka memberikan peluang kepada mahasiswa agar bisa lulus dan tidak terancam drop out.