cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Revitalisasi MI Nahdlotusy Syubban dengan Pendekatan PSM (Peran Serta Masyarakat) untuk Meningkatkan Kemandirian Sekolah Edi Daenuri Anwar; Wahyudi Wahyudi; Joko Budi Purnomo
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.432 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.894

Abstract

It has been succesfully done the community services activity by using Participatory Action Research (PAR) entitled “Revitalisasi MI Nahdlotusy Syubban dengan pendekatan peran serta masyarakat (PSM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah”. The object of this community services is MI Nahdlotusy Syubban Sarimulyo Winong Pati. To explore the problems in this Islamic Boarding School, 3 correlated actions have been formulated. They are Training on School Based Management, PAIKEM Training, and Focus Group Discussions (FGD) addressed to all school management people. The discussions are mainly about the interconnection of the Islamic School (madrasah) with the society in the field of management, feed-back, and school facilities.The results are that the teachers already applied PAIKEM in the teaching learning process and the society can directly involved not only in providing the school facilities but also in implementing the control function to the madrasah.As for knowingthe targetandthe quality of graduates, avision, missionand quality standardsarebeing developedin theschool curriculum. Telah dilakukan pengabdian dengan metode PAR / Participatory  Action Research dengan judul  “Revitalisasi MI Nahdlotusy Syubban dengan pendekatan peran serta masyarakat (PSM) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian sekolah”. Objek  pengabdian ini adalah MI Nahdlotusy Syubban Sarimulyo Winong Pati.  Untuk mengurai masalah-masalah di madrasah ini di rumuskan 3 tindakan  kegiatan yang saling berkaitan. Pelatihan Manajemen berbasis sekolah (MBS), dan untuk memperjelas komponen MBS dalam proses pembelajaran  diadakan pelatihan  pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan  menyenangkan (PAIKEM ) sedangkan komponen keuangan, sarpras dan hubungan dengan masyarakat yang merupakan penjabaran dari MBS dirangkum dalam Focus Group Discussion  ( FGD) yang di ikuti oleh pemangku kepentingan madrasah meliputi Guru, kepala Sekolah, Yayasan, Komite dan masyarakat secara umum. Dalam FGD ini membahas keterkaitan antara madrasah dengan masyarakat baik dalam bidang manajemen, umpan timbal balik, dan pengadaan sarana dan PrasaranaHasilnya guru-guru mulai menerapkan PAIKEM dalam pembelajarannya, dan ternyata masyarakat langsung membuktikan peran sertanya dalam pengadaan dan pembuatan sarana dan prasarana madrasah serta melaksankan fungsi kontrol terhadap madrasah. Sedangkan untuk mengetahui target dan mutu lulusan di susunlah visi misi dan standar mutu lulusan yang mulai  dikembangkan dalam kurikulum pembelajaran sekolah.
Poduksi Tempe Sebagai Wirausaha Mahasiswa Santri Aisyah Andayani; Slamet Hambali
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.41 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2432

Abstract

“Tempe” is a traditional food in Indonesia that interested almost of all world. Most of vegetarian who using “tempe” as food alternative of meat. Because many devotees of “tempe”. “Tempe” is a food that made of soybean seed fermentated by tempe’s ragi. Tempe is a source of the best protein also, to result the qualified tempe, need the good tempe also and can process making tempe well and true. Producing tempe is one of for the studnets, or santri of life skill Daarun Najaah to endeavor and exercise autonomous spirit. Remember tempe is a product that interested from a various cityzen. Subservience process are 3 steps : preparation step, implementation step, and evaluation step. Until the student university can market the product tempe to the society, can process product mattered nature of tempebecome, the kind of nutritious food and rightfull with has value of sale, and teach to the society ability of producing tempe. Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang diminati hampir di seluruh dunia. Banyak kaum vegetarian yang menggunakan tempe sebagai makanan pengganti daging. Tempe adalah makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi menggunakan ragi tempe. Tempe juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Untuk menghasilkan tempe yang berkualitas dibutuhkan pula kedelai yang bagus (berkualitas) serta dapat mengelola proses pembuatan dengan baik dan benar. Produksi tempe menjadi salah satu trobosan bagi mahasiswa santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah untuk berwirausaha dan melatih jiwa kemandirian mengingat tempe merupakan produk yang diminati dan digemari dari berbagai lapisan kalangan masyarakat. Proses pengabdian meliputi tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Dengan adanya tahapan-tahapan tersebut program ini dapat berkelanjutan sehingga mahasiswa santri mampu memasarkan produk tempe kepada masyarakat, mampu mengolah produk berbahan dasar tempe menjadi berbagai makanan bergizi dan halal serta memiliki nilai jual, dan mengajarkan kemampuan produksi tempenya kepada masyarakat.
Pemberdayaan Kewirausahaan Berbasis Ormas Keagamaan; Gerakan Wirausaha GP Ansor Desa Kendalrejo Pemalang Mu’amar Ramadhan
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.054 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4152

Abstract

Entrepreneurship empowerment based on religious organizations at GP Ansor Kendalrejo Petarukan Pemalang was conducted in January-April 2019 with the methods: socialization, focus group discussion (FGD), and observation. These three mentoring methods are for the process of recruiting members, fostering interest and capacity building, as well as choosing the type and place of business. The next process is to assist in establishing the type of business undertaken by Ansor cadres in the form of the establishment of the " coffe shop “Sorban" (Ansor-Banser), the madrasa canteen, and the grocery store “Sahabat Anda”. The contract used in this business is ijarah/rent for the place; profit sharing agreement with a ratio of 60-40; and ijarah/salary. The output of this activity is in the form of an entrepreneurial spirit and an entrepreneurial spirit. Also the outcome in the form of the establishment of various types of businesses that are not only economically useful, but strengthening the network of inter-cadres. Pemberdayaan kewirausahaan berbasis organisasi keagamaan pada Gerakan Pemuda Ansor Ranting Kendalrejo Petarukan Pemalang dilakukan pada bulan Januari-April 2019 dengan metode: sosialisasi, focus group discussion (FGD), dan observasi. Ketiga metode pendampingan ini untuk proses rekrutmen anggota, menumbuhkan minat dan peningkatan kapasitas, serta pemilihan jenis dan tempat usaha. Proses berikutnya adalah pendampingan pendirian jenis usaha yang dilakukan oleh kader Ansor berupa pendirian warung “Sorban” (Ansor-Banser), kantin madrasah, dan toko kelontong sahabat Anda. Akad yang digunakan dalam usaha ini adalah ijarah/sewa untuk tempat; akad bagi hasil dengan nisbah 60-40 bagi warung “Sorban”; dan ijarah/upah untuk kantin dan toko kelontong “Sahabat Anda”.  Outputnya kegiatan ini beruupa tertanamnya jiwa kewirausahaan dan semangat berwirausaha. Juga outcome dalam bentuk berdirinya berbagai jenis usaha yang bukan saja bermanfaat secara ekonomi, namun penguatan jaringan antarkader.
OPTIMALISASI GERAKAN KOMUNITAS PEDULI PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) Wafiyah Wafiyah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.442 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.56

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai media pertumbuhan dan pengembangan potensi fisik maupun psikis anak usia dini sehingga mampu mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut. Hal itu diakui oleh banyak orang, agama maupun negara termasuk Indonesia yang kini sedang menggalakannya.Diantara pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia adalah PAUD “Taman Belia” di Desa Bayangan, Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Sejak lahir hingga kini (7 tahun) lembaga pendidikan ini berangsur-angsur mengalami kemajuan. Sejak tempat pembelajarannya masih numpang di rumah warga, alat bermain dan alat permainan edukasi (APE) yang ala kadarnya dan guru yang belum profesional, kini sudah memiliki gedung, sejumlah alat bermain, sejumlah alat permainan edukasi (APE) dan sejumlah guru yang lebih signifikan. Namun keberadaannya terancam punah karena muridnya sedikit dan minimnya dana dari pemerintah dan di tahun ajaran 2013 murid aktifnya tinggal 10 orang dan akhir tahun ajaran tinggal 5 orang karena “lulus”.Karena itulah komunitas peduli PAUD muncul yang kemudian diberi nama Gerakan Komunitas Peduli PAUD taman belia desa deyangan kec. Mertoyudan, kab. Magelang yaitu suatu gerakan untuk peduli dan berpartisipasi untuk memikirkan  kelangsungan hidup PAUD di masa yang akan datang dan diminati banyak orang sehingga banyak anak usia dini di desa Deyangan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pendampingan Kader Pesantren Sebagai Aset Modal Sosial dalam Penguatan Moderasi Beragama Wildani Hefni; Qurrotul Uyun
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.94 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5452

Abstract

Islamic boarding schools are an important element of education in Indonesia. Islamic boarding school educates students to understand and practice religion with a sense of tolerance and moderate. However, recently, the moderate nature of Indonesian Islam is challenged by the spirit of radicalism and conservatism Islam. In this context, this community service on mainstreaming religious moderation among students at Darus Sholah Islamic boarding school is very relevant to spread moderation and tolerant values in religious understanding. Strengthening religious moderatism among students at an Islamic boarding school is one of the strategies to prevent radicalism. Santri as a part of Islamic boarding schools plays an important role to build a social life in the process of socialization and internalization of socio-cultural values about harmony and peace as social capital. The result of this community service on strengthening religious moderatism among students of Islamic boarding schools will make the community of students at Islamic boarding school more aware and contribute to conveying religious understanding following the Islamic boarding school traditions. Pondok pesantren adalah satu elemen penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pondok pesantren telah lama mengajarkan ilmu agama dengan nilai-nilai yang penuh toleransi dan moderat. Namun akhir-akhir ini, moderatisme Islam menghadapi tantangan dengan lahirnya pemahaman keislaman yang radikal dan konservatif. Dalam konteks ini, program pendampingan dan pemberdayaan kader pesantren di Darus Sholah menemukan relevansinya dengan tujuan untuk menguatkan serta menyebarluaskan pemahaman yang moderat dan toleran. Penguatan moderasi beragama dikalangan para santri merupakan salah satu strategi untuk mencegah lahirnya radikalisme. Santri sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia pesantren memiliki peran yang cukup signifikan untuk menumbuhkan kehidupan sosial yang harmoni dan penuh dengan nilai perdamaian. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya kepada para kader pesantren untuk lebih sigap dalam membumikan nilai-nilai pesantren yang moderat dan toleran.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU FISIKA MTS/SMP/MA/SMA SE-KECAMATAN NGALIYAN MELALUI PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN KUANTITAS KONTRIBUTOR JURNAL PENDIDIKAN MIPA Alwiyah Nurhayati
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.912 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.750

Abstract

Telah dilakukan kegiatan karya pengabdian dosen yang bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan dalam tata tulis artikel ilmiah layak publikasi sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kuantitas kontributor pada jurnal pendidikan MIPA yang dikelola di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo. Target keluaran yang diharapkan diantaranya adalah guru mengetahui tata penulisan artikel ilmiah sehingga akan mendorong peningkatan produktifitas guru dalam menghasilkan artikel ilmiah yang layak untuk dipublikasikan serta meningkatnya kuantitas kontributor jurnal di bidang pendidikan MIPA yang dikelola di FITK UIN Walisongo Semarang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui 6 tahap yaitu analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, koordinasi dengan khalayak, pelaksanaan pelatihan, evaluasi dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa artikel ilmiah dan juga rancangan kegiatan penelitian tindakan kelas yang disusun oleh para guru. Adapun tema yang ditulis antara lain tentang pembuatan bahan ajar, eksperimen laboratorium dan PTK. Tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu berupa pendampingan yang dilakukan secara online melalui e-mail dan juga secara offline melalui pendampingan ke sekolah dengan tim ahli hingga menghasilkan artikel ilmiah layak publikasi.
Pendidikan Kecakapan Hidup Melalui Pelatihan Pembuatan Kain Tenun di Pondok Pesantren Miftahul Huda Pabelan Kabupaten Semarang Ma'as Shobirin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.877 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1509

Abstract

In the modern era, there are still many young people who dropped out of school, including at boarding school. Economic factor that make them could not be a formal education. Nevertheless, schools remains committed to make a breakthrough in order to provide life skills for students who drop out of school. Life skill education program through the manufacture of woven fabrics organized in boarding school Miftahul Huda Pabelan Kab. Semarang is expected to provide knowledge as well as to equip the students to have the skills to live. This activity involves several parties such as Home Industry "Afiq", the Ministry of Religious Kab. Semarang and Central Java MUI through the division of the economic empowerment of the people. Through these activities, students are expected to be able to make woven and develop it themselves.
Penguatan Perekonomian Masyarakat dalam Pemanfaatan “Tunteng” Limbah Tambak Air Tawar melalui Wirausaha Produksi Aneka Makanan Camilan Miftachul Ulum; Abdul Mun'im; Erly Juliyani; Khoirun Nisa
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.803 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4138

Abstract

Gresik Regency is famous for its industrial cities, almost all in the city of Gresik are surrounded by national industries, but not all Gresik regencies are in the form of industries including Manyar sub-districts. Manyar sub-district is in the form of agricultural land in the form of freshwater ponds. The condition of freshwater ponds does not always run without constraints in management, sometimes it works with abundant yields in fish production and sometimes also decreases production. The presence of small fish carried by river water flows can also be a barrier to the development of fish in the pond. Such conditions are always an unavoidable part. Through assistance in service in the Tanggulrejo village of Manyar Sub-district, the community has improved itself, the community has made freshwater fishponds in the form of fish carried by the swift flow of river water from neglected into commodities that can increase added value to the community's economy. From non-value, it is now a work commodity that generates financial resources in increasing income. Through assistance in the form of fish processing training - people are aware that the potential of their ponds can be better utilized and have more value than before. Kabupaten Gresik terkenal dengan kota industry, hampir seluruh dikota Gresik dikelilingi oleh industri nasional, namun tidak semua wilayah kabupaten Gresik berupa industri termasuk kecamatan Manyar. Kecamatan Manyar sebagian wilayahnya berupa lahan pertanian  berupa tambak air tawar. Kondisi tambak air tawar tidak selamanya berjalan tanpa kendala dalam pengelolaan,   terkadang berhasil dengan hasil yang melimpah dalam produksi ikan dan terkadang juga mengalamai produksi yang berkurang. Kehadiran ikan-ikan kecil yang terbawa oleh arus air sungai juga dapat menjadi penghambat perkembangan ikan-ikan  yang ada di dalam tambak. Kondisi semacam ini selalu menjadi bagian yang tidak dapat dihindari. Melalui pendampingan dalam pengabdian di desa Tanggulrejo Kecamatan Manyar masyarakat telah berbenah diri ,masyarakat telah menjadikan limbah tambak air tawar berupa ikan-ikan yang terbawa oleh derasnya aliran air sungai dari yang terabaikan menjadi komoditas yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Dari yang tidak bernilai sekarang menjadi komoditas kerja yang menghasilkan sumber keuangan dalam meningkatkan pendapatan. Melalui pendampingan berupa pelatihan pengolahan ikan-ikan masyarakat menyadari bahwa potensi tambak mereka dapat dimanfaatkan dengan lebih baik dan lebih mempunyai nilai dibandingkan sebelumnya.
Pemberdayaan Santri dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif “Kimi Bag” di Pondok Pesantren Al Qohar Klaten Ning Karna Wijaya; Soraya Aini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.297 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.5124

Abstract

The empowerment of santri is a positive effort in realizing the goals of Islamic boarding schools in equipping students with religious knowledge and general science. This study aims to describe and to analyze the empowerment of santri in the Al Qohar Islamic Boarding School Klaten trough the development of creative economic products “Kimi Bag” as an effort to strengthen the soul of santri entrepreneurship. Santri can improve creativity and innovative abilities in developing creative economic ventures. Education and training is carried out by involving santri especially in production activities. The development of “Kimi Bag” products which are able to penetrate foreign markets provide added value for the santri in building motivation and enthusiasm for santri entrepreneurship. This santri empowerment program is expected to be able to instill a spirit of entrepreneurship that is not only worldly profit oriented but also based on the ukhrowi value.  Pemberdayaan santri merupakan upaya positif mewujudkan tujuan pondok pesantren membekali santri dengan ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan umum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Al Qohar Klaten melalui pengembangan usaha ekonomi kreatif “Kimi Bag” sebagai upaya menguatkan jiwa entrepreneurship santri. Santri dapat menyalurkan kemampuan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Pendidikan dan pelatihan dilakukan dengan melibatkan santri terutama dalam kegiatan produksi. Perkembangan produk “Kimi Bag” yang mampu menembus pasar luar negeri memberi nilai tambah tersendiri bagi para santri dalam membangun motivasi dan semangat entrepreneurship santri. Program pemberdayaan santri ini diharapkan mampu menanamkan jiwa entrepreneurship yang tidak hanya berorientasi keuntungan duniawi saja namun juga dilandasi nilai-nilai ukhrowi.
PENGUATAN KAPASITAS MAHASISWA PEDULI SAMPAH (PENDAMPINGAN MAHASISWA PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM (PMI) FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN WALISONGO SEMARANG) Ahmad Faqih
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.285 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.740

Abstract

Karya Pengabdian Dosen adalah sebuah upaya untuk memperkuat mahasiswa Prodi PMI baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomoriknya berkaitan dengan masalah sampah. Permasalahan yang ingin diselesaikan melalui KPD ini adalah: Pertama, Bagaimana meningkatkan pengetahuan mahasiswa Prodi PMI tentang system pengelolaan sampah di lingkungan kampus? Kedua, Bagaimana menumbuhkan kesadaran atau kepedulian mahasiswa Prodi PMI terhadap permasalahan sampah di lingkungan kampus? Ketiga, Bagaimana menumbuhkan kesadaran mahasiswa secara individual dan kolektif untuk melakukan aksi pengelolaan sampah secara bersama-sama, melaluil embaga yang terlahir dari mereka? Berdasarkan permasalahan dimaksud, pengabd iakan melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kapasistas komunitas mahasiswa Prodi PMI supaya memiliki kepedulian terhadap permasalahan sampah di lingkungan kampus. Selanjutnya mereka akan bergerak melalui aksi nyata, dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang disepakati mereka yang terorganisir secara baik. Pengabdi menggunakans trategi Participatory Rural Appraisal (PRA) secara fleksibel sesuai dengan karakteristik komunitas dampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah: Pertama, Usaha untuk meningkatkan kapasistas pengetahuan mahasiswa tentang pengelolaan sampah, dapat dilakukan dengan metode Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Kedua, implementasi program peningkatan kapasitas mahasiswa dengan metode PRA, akan terjadi transfer of knowledge, transfer of value, dantransfer of skill. Ketiga, program peningkatan kapasistas mahasiswa peduli sampah, ini juga menghasilkan kelembagaan komunitas yang memungkinkan dapat berfungsi sebagai media untuk menjaga kapasitas yang mereka miliki. Lembaga yang dihasilkan melalui program ini, sebagai jaminan social bahwa program ini dapat terjamin keberlanjutannya pada masa yang akandatang.