cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Membangun Kesadaran Anak dalam Program Sehat Berawal Dari Cuci Tangan Vina Juliana Anggraeni; Dewi Kurnia; Leni Lukitasari; Idar Idar
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.747 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4148

Abstract

Transmission of bacterial infections in school student is very common. Diarrhea and upper respiratory tract infections is one of the diseasses caused by bacterial infections. Preventif step are needed so that transmission of the diseassse is not widespread. One of them is by providing the right information about healthy living. The spread of bacterial infections can be minimized by maintaining hand hygiene by proper hand washing. In islam, cleanliness is part of faith. This is line with developing science. The spread if disease will be easily stopped when carrying out a healthy and clean life. In this program counseled student from grade 1 and 2 SDN 2 Neglasari, Purwakarta. Education of lower-level school student required appropriate methods. One of them with interactive learning media that’s show pictures and movements directly. This method has been proven effective compared to lecture methods for children. Penularan penyakit infeksi bakteri pada anak sekolah sangat sering terjadi.Diare serta ISPA merupakan salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi bakteri. Diperlukan langkah preventif agar penularan penyakit ini tidak meluas.Salah satunya dengan pemberian informasi yang tepat mengenai hidup sehat.Penyebaran penyakit infeksi bakteri dapat diminimalisir dengan menjaga kebersihan tangan dengan cara cuci tangan yang benar. Di dalam ajaran agama Islam, kebersihan merupakan sebagain dari Iman.Hal ini sejalan dengan ilmu pengetahuan yang berkembang. Penyebaran penyakit akanmudah dihentikan ketika melakukan hidup sehat dan bersih. Pada program ini dilakukan edukasi terhadap siswa  kelas 2  SDN 2 Neglasari, Purwakarta. Edukasi terhadap anak sekolah tingkat bawah diperlukan metode yang sesuai.Salah satunya dengan media pembelajaran interaktif yang menunjukkan gambar dan gerakan secara langsung.Metode ini sudah dibuktikan efektif dibandingkan dengan metode ceramah untuk anak.
UPAYA PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMULASARAAN JENAZAH DI WILAYAH KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Agus Riyadi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.813 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.43

Abstract

Masalah penting yang terkait dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya salah satunya adalah masalah perawatan jenazah. Islam menaruh perhatian yang sangat serius dalam masalah ini, sehingga hal ini termasuk salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat manusia, khususnya umat Islam. Karya pengabdian ini bertujuan 1) Membekali modin, pengurus masjid, dan masyarakat Mijen dengan keterampilan mengurus jenazah secara baik dan benar. 2). Memberikan wawasan dan pengayaan pengetahuan mengenai perlakuan jenazah terutama jenazah yang teridap penyakit menular. Sedangkan manfaat yang akan dihasilkan adalah 1) Meningkatkan keterampilan masyarakat Mijen pada umumnya dalam mengurus jenazah secara baik dan benar, sehingga jika suatu saat dibutuhkan mereka siap. 2). Bertambahnya tenaga yang erampil dalam mengurus jenazah. 3). Meningkatnya keterampilan para Modin dalam mengurus jenazah. 4) Bisa mengoptimalkan pe-ngurus dan takmir masjid khususnya dalam merawat jenazah. 5). Menghilangkan fobia bagi masyarakat yang takut mengurus jenazah. 6). Terbentuk-nya Forum komunikasi Modin di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Hasil karya pengabdian tersebut adalah para modin, pengurus takmir dan majelis taklim di Kecamatan Mijen telah mampu mempraktekkan cara pengurusan jenazah secara baik dan benar sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Mereka mampu mengurus jenazah yang mengidap penyakit menular secara baik sesuai dengan prinsip-prinsip keamanan dan kesehatan. Mereka juga telah mampu mengatasi fobia terhadap mayat, Sehingga tidak merasa takut lagi kalau mengurus jenazah.
Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran Konten Edukasi Islami Untuk Masyarakat Semarang Siti Rohma; Mokh. Sya’roni; Solkhah Mufrihah; Ahmad Tajuddin Arafat
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.092 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6712

Abstract

The increasing use of social media (Sosmed) in Indonesia is the reason Sosmed is used as tool in marketing products and content created by institutions/agencies. A lot of research that examines media marketing through social media. The results of these studies are, it can be proven that social media is effective enough to be used as a medium in marketing products. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that during this pandemic, it is hoped that social media can disseminate product/content and serve as the right media to market Islamic education to the wider community, especially in the Semarang and surrounding areas. Meningkatnya penggunaan media Sosial (Medsos) di Indonesia menjadi alasan Medsos dijadikan sebagai alat dalam memasarkan produk maupun konten yang dibuat oleh lembaga/Instansi. Banyak peneliti yang mengkaji tentang pemasaran melalui media sosial (Social Media Marketing). Dari hasil penelitian tersebut dapat dibuktikan bahwa, Medsos cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam memasarkan produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan di masa pandemi ini, Medsos dapat menyebarluaskan produk/konten dan sebagai media yang tepat untuk memasarkan konten edukasi islami kepada masyarakat luas khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya.
PEMBERDAYAAN PESANTREN UNTUK PENANGGULANGAN ABRASI DI PANTAI DEMAK DAN JEPARA Abdul Choliq; Awaludin Pimay; Ahmad Anas
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.024 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.746

Abstract

karya pengabdian ini difokuskan untuk menanggulangi bencana abrasi pantai melalui pemberdayaan pesantren. Pelibatan komunitas pesantren dalam pengelolaan pesisir akan meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian pesisir melalui pendekatan keagamaan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai fungsi ganda, sebagai lembaga pendilikan yang mampu mengembangkan pengetahuan dan penalaran, keterampilan dan kepribadian kelompok usia muda dan merupakan sumber referensi tata-nilai Islami bagi masyarakat sekitar, sekaligus sebagai lembaga sosial di pedesaan yang memiliki peran sosial dan mampu menggerakkan swadaya dan swakarsa masyarakat, mampu melakukan perbaikan lingkungan hidup dari segi rohaniah mau pun jasmaniah.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dosen ini, ada beberapa hal yang dapat penulis simpulkan yaitu: pertama, bencana abrasi yang terjadi di pantai Jepara dan Demak sudah masuk dalam tahap yang memprihatinkan; kedua, Penanganan bencana abrasi memerlukan kerjasama dari semua elemen masyarakat, baik pemerintah, pihak swasta, dan warga masyarakat; ketiga, warga masyarakat yang tinggal di sekitar pantai yang terkena abrasi perlu dibekali dengan tata cara penangan bencana; keempat, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana. Sistem pembelajaran yang integral dan holistic menjadi dasar pesantren untuk melestarikan lingkungan.
Pendayagunaan Sampah Menjadi Produk Kerajinan Nur Fatoni; Rinaldy Imanuddin; Ahmad Ridho Darmawan
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.888 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1505

Abstract

Waste management is still defined as limited to collection, transportation and garbage disposal. The follow-up of the meaning is the provision of facilities such as garbage bins, garbage trucks and waste collection land. Waste management has not included waste separation. Segregation of waste can minimize the amount of waste that must be discharged to the final place. Segregation of waste can supply recyclable raw materials and handicrafts made from garbage. The manufacture of handicraft products from garbage is still local and requires socialization and training. It is needed to increase the number of craftsmen and garbage absorption on the crafters. Through careful socialization and training, citizens' awareness of waste management becomes advanced by making handicrafts of economic value from waste materials.
Pendampingan Komunitas Pengemis dalam Melestarikan Piwulang Kanjeng Sunan Drajat Lamongan MIFTACHUL ULUM; Abdul Mun’im; Sholihuddin Sholihuddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.933 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.2989

Abstract

Raden Qosim or better known as Kanjeng Sunan Drajat, is present in our midst and has colored the lives of Indonesians, especially the city of Lamongan. Concern and wisdom are still felt today with the concept of Piwulang Wenehono ... Wenehono ... ..... Wenehono ...... This concept gives the meaning of the command to always give... give ... give ... ... and not asking. But in reality not all citizens are aware of and understand the implicit meanings in it, some people only take advantage and take advantage of tourist areas as part of a way to make a living regardless of the sustainability of the site of Sunan Drajat. Economic inequality is the key to dying for someone to throw themselves into a puddle of life that is not in accordance with religious norms, some people decide to become beggars. The decision to become a beggar is based on economic factors, compulsion and cultural factors of his ancestors. Beggars coloring in the world of religious tourism, regardless of whether this is appropriate or as part of helping people to do charity Raden Qosim, atau lebih dikenal sebagai Kanjeng Sunan Drajat, hadir di tengah-tengah kita  dan telah mewarnai kehidupan orang Indonesia, khususnya kota Lamongan. Kepedulian dan kebijaksanaan masih terasa saat ini dengan konsep Piwulang Wenehono ... Wenehono .... ..... Wenehono ...... Konsep ini memberi arti perintah untuk selalu memberi..., memberi ... memberi ... ... dan  bukan meminta. Tetapi pada kenyataannya tidak semua warga negara menyadari dan memahami makna implisit di dalamnya, sebagian orang hanya mengambil keuntungan dan memanfaat kawasan wisata sebagai bagian dari cara untuk mencari nafkah tanpa memperhatikan keberlangsungan situs Sunan Drajat. Kesenjangan ekonomi adalah kunci untuk mati bagi seseorang untuk melemparkan dirinya ke dalam kubangan kehidupan yang tidak sesuai dengan norma agama, sebagian orang memutuskan untuk  menjadi pengemis. Keputusan menjadi pengemis didasari karena faktor ekonomi, keterpaksaan dan faktor  budaya nenek moyangnya. Pengemis turut mewarnai di dunia wisata religi, tanpa memperdulikan apakah ini pantas  atau sebagai bagian dari membantu orang untuk beramal
Transformasi dan Optimalisasi Potensi Masjid Daerah Ujung Utara Kabupaten Tasikmalaya Moh Yusup Saepuloh Jamal; Muhamad Dani Somantri; Cecep Moch. Ramli Al-Fauzi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.075 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5134

Abstract

Mosque has a pivotal role in the process of Da’wah for Muslim, including  al-Barokah Mosqu, Guranteng, Tasikmalaya. This transformative research aims at transforming people's perception in understanding the substance of the role and function of mosques and optimizing the potential of the mosque to its fullest. This Participatory Action Research model links the social change process through three-area of empowerment : Community commitment, local leader, and institutional based needs. The results of the study gained action of change: Seeking the transformation of community paradigms on understanding the substance role of the mosque through several actions: FGD for restructuring DKM Management, strengthening DKM and DKM management training. Meanwhile, the second stage is to optimize the potential of the culture by implementing the mosque empowerment based on local culture, such as the training of Friday's cermon, corpes-handling management, Ziswaf Manager, reading Marhabaan, forming youth-mosque-managers, as well as assistance by other potential-based empowerment activities. Secara substansi masjid mempunyai peran sentral yang sangat penting terhadap laju perjalanan dakwah umat Islam. Peran sentral masjid kenyataannya tidak berbanding lurus dengan keberadaan masjid al-Barokah daerah ujung utara Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian transformatif ini bertujuan untuk mentransformasi persepsi masyarakat dalam memahami substansi peran dan fungsi masjid dan mengoptimalisasikan potensi masjid secara maksimal. Penelitian ini menggunakan model participatory action research yang menghubungkan proses perubahan sosial melalui tiga pemberdayaan: komitmen masyarakat, local leader, dan institusi berdasarkan kebutuhan. Dari hasil penelitian diperoleh aksi perubahan:  mengupayakan transformasi paradigma masyarakat terhadap pemahaman substansi peranan fungsi masjid yang diupayakan melalui beberapa action: refleksi FGD merestrukturisasi pengurus DKM, pengukuhan pengurus DKM; dan pelatihan manajemen DKM.Sementara tahap kedua melakukan langkah optimalisasi terhadap potensi yang dimiliki dengan menerapkan pemberdayaan masjid berbasis lokalitas budaya, seperti pelatihan khutbah Jum’at, pengurusan jenazah, pengelola Ziswaf, membaca marhabaan, pembentukan pengurus remaja/pemuda masjid, serta dampingan kegiatan pemberdayaan lainnya berbasis potensi.
PENGUATAN IMAN MELALUI PENGHAYATAN AGAMA DAN KETRAMPILAN EKONOMI KREATIF DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI KIMIA RUMAH TANGGA UNTUK WARGA TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA Siti Munawaroh Thowaf; Malikhatul Hidayah; Arikhah Arikhah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.945 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.736

Abstract

Masyarakat Tambak Lorok adalah masyarakat nelayan dengan tingkat ekonomi menengah kebawah dengan kehidupan nelayan yang keras. Di Tambak Lorok sebagian besar warganya beragama Islam. Meski demikian derasnya arus globalisasi yang membawa dampak pragmatisme dibarengi dengan kegiatan misionaris di daerah ini nampaknya mampu secara pelan-pelan menggerus benteng keimanan sebagian warganya. Kenyataan bahwa mulai sepinya aktifitas keagamaan oleh kalangan muda, dan satu demi satu kaum muslimin berpindah keyakinan, adalah hal yang sangat mencengangkan dan tidak boleh dianggap remeh. Apalagi, jika dirunut dari sejarah perpindahan keyakinan mereka itu adalah karena faktor ekonomi. Untuk menyelamatkan aqidah mereka sangatlah diperlukan dampingan untuk menguatkan iman sekaligus ekonomi melalui pelatihan ekonomi kreatif. Warga muslimat dilatih memproduksi teknologi kimia rumah tangga, hal ini dimaksudkan sebagai kail untuk kegiatan yang bernilai ekonomi. Terbukti mereka mampu memproduksi shampo, detergen, pembersih keramik, karbol/pembersih kamar mandi dan lain-lain. Program ini telah mampu membuat perubahan. Hal ini sangat kelihatan ketika pertama dikenalkan tentang teknologi kimia, jenis zat-zat dan manfaatnya, mereka sangat tertarik dan bersemangat, banyak bertanya terkait dengan kecantikan kulit, memutihkan wajah, menghitamkan rambut dan lain-lain yang sangat duniawi, namun ketika pertemuan berikut setelah disentuh dengan penghayatan tentang makna syahadat, hakekat iman, pada pertemuan berikutnya mereka sudah tidak lagi “memburu” kecantikan lahir. Begitupun dengan penghormatan kepada makhluk lain. Mulai menghargai tanaman sebagai sesuatu yang dibutuhkan, oleh karenanya perlu dipelihara (dirumati-jawa) dengan cara disirami air. Pada intinya keimanannya secara pelan telah “mengaktual” dalam perbuatan nyata. Dengan begitu tidak mudah berpindah keyakinan menjadi murtad karena tergiur oleh iming-iming duniawi.
Pemanfaatan Information and Communication Technology bagi Pengembangan Guru Madrasah Sub Urban M. Chodzirin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 2 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.838 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.162.1095

Abstract

The seriousness of the school/madrasah in updating instructional media hampered by the incompetence of some teachers use ICT-based learning media as one way of presenting the material. Mastery and knowledge of information technology will facilitate the teacher in finding the source of learning, so that students will not get bored attend classes. ICT training has been able to change mindside teacher of the conventional learning becomes more interactive learning. Teachers are becoming more aware that the presence of technology is inevitable in the learning process. Rapid technological developments should be exploited so that teachers who emerges is a positive impact, and not vice versa. The use of technology can help the learning process becomes more effective and efficient, and fun.
Pemberdayaan Masyarakat Di Kelurahan Wonosari Melalui Olahraga Qorby Haqqul Adam
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.631 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.181.2916

Abstract

Wonosari is one of the sub-districts in Ngaliyan district, Semarang city. The community in Wonosari Village is a suburban community group. They have low insight and awareness in doing sports. Sports can be used as a development of the potential, character and active role of humans in community life. Sports has benefits in all fields in the community such as education, culture, social, economic and health. Humans have been preoccupied with pragmatism in this age. They do not understand that moving is very important for health and is the most valuable asset they can have. Health is grouped into four types, physically, spiritually, socially and economically healthy. Lack of physical activity and exercise will cause adverse effects on the body. Wonosari people who have solid activities can do some physical activities to just relax muscles and blood circulation such as: cycling, walking early in the morning, sweeping the floor, mutual cooperation in the village every day, and others. If you have enough free time someone can exercise. The types of sports that can be done in the Wonosari Urban community include rhythmic gymnastics, soccer, volleyball, badminton and relaxing walking. Sports also have benefits for physical fitness, achieving spiritual, social and economic health in humans. Wonosari merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan ngaliyan Kota Semarang. Masyarakat di Kelurahan Wonosari merupakan kelompok masyarakat suburban. Mereka mempunyai wawasan dan kesadaran yang rendah dalam melakukan olahraga. Olahraga dapat dijadikan sebagai pengembangan potensi, karakter dan peran aktif manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Olahraga mempunyai manfaat dalam segala bidang di lingkungan masyarakat seperti pendidikan, budaya, sosial, ekonomi dan kesehatan. Manusia telah disibukkan dengan aktivitas pragmatisme pada zaman ini. Mereka tidak mengerti bahwa bergerak sangat penting bagi kesehatan dan menjadi harta yang paling berharga yang dapat mereka miliki. Kesehatan dikelompokkan menjadi empat macam, sehat secara jasmani, rohani, sosial dan ekonomi. Kurangnya melakukan aktivitas fisik dan olahraga akan mengakibatkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Masyarakat Wonosari yang mempunyai kegiatan padat dapat melakukan beberapa aktivitas fisik untuk sekedar melemaskan otot maupun melancarkan peredaran darah seperti: bersepeda, jalan pagi, menyapu lantai, gotong royong di desa setiap ahad, dan lainnya. Jika memiliki waktu luang yang cukup banyak seseorang dapat melakukan olahraga. Jenis olahraga yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat Kelurahan Wonosari antara lain senam ritmik, sepakbola, bola voli, badminton dan jalan santai. Olahraga juga mempunyai manfaat untuk kebugaran jasmani, meraih kesehatan secara rohani, sosial dan ekonomi pada manusia.