cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Pendampingan dalam Mengembangkan Lagu Bahasa Inggris sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Mengajar bagi Guru PIAUD di Kabupaten Jember Sari Dewi Noviyanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.895 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.4559

Abstract

Early age learners have characteristics and needs that are different from learning at the higher levels. Teachers at the early age level of education are required to be able to create a pleasant learning atmosphere, for example through the use of song and play media. But in reality, not all early childhood education teachers have the ability to use and develop songs in all subject areas, especially in learning English. This is due to limited references and the ability to develop creative songs. Thus, the purpose of this community service activity is to improve the teaching competency of PIAUD teachers in Jember Regency. The Participatory Action Research (PAR) method with workshop techniques and direct mentoring is used as an approach in this activity to help teachers recognize their problems and potential. This mentoring activity involved 50 PIAUD teachers in Jember District with 3 speakers who were experts in the field of English Education and psychology learning. The results of these service activities can be seen from the increase in the ability of teachers to use and develop English songs. In addition, this activity resulted in an English song compilation book that can be used as a reference for learning in class. This shows that the purpose of this service activity has been achieved by increasing the ability of the assisted teacher in using and developing English songs. Pembelajaran di tingkat usia dini memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dengan pembelajaran pada tingkat di atasnya. Guru pada tingkat Pendidikan usia dini dituntut untuk dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, misalnya melalui penggunaan media lagu dan permainan. Namun pada kenyataannya, tidak semua guru Pendidikan anak usia dini memiliki kemampuan untuk menggunakan dan mengembangkan lagu pada semua bidang pelajaran, khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena keterbatasan referensi dan kemampuan mengembangkan lagu kreasi. Sehingga, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru-guru PIAUD di Kabupaten Jember. Metode Participatory Action Research (PAR) dengan teknik workshop dan pendampingan langsung digunakan sebagai pendekatan dalam kegiatan ini untuk membantu para guru mengenali masalah dan potensi mereka. Kegiatan pendampingan ini melibatkan 50 guru PIAUD di Kabupaten Jember dengan 3 narasumber yang ahli di bidang psikologi Pendidikan dan pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan para guru dalam menggunakan dan mengembangkan lagu berbahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan sebuah buku kompilasi lagu Bahasa Inggris yang dapat digunakan sebagai referensi untuk pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan kegiatan pengabdian ini telah tercapai dengan meningkatnya kemampuan guru dampingan dalam menggunakan dan mengembangkan lagu berbahasa Inggris.
PENDAMPINGAN KETRAMPILAN DAN PENGEMBANGAN USAHA BATIK CIPRAT UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) TUNAGRAHITA PADA YAYASAN AUTISMA SEMARANG Nur Cahyo Hendro Wibowo
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.073 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.738

Abstract

SLB-C Yayasan Autisma Semarang yang terletak dilokasi Perum Afa Permai Jl. Afa Raya no 3 Sendang MulyoTembalang Semarang mempunyai tujuan memberikan pelayanan pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, sehingga mereka memperoleh hak yang sama dalam pendidikan. Untuk itu para siswa berkebuhan khusus perlu adanya pengembangan pelatihan ketrampilan untuk melatih kemandirian sekaligus menciptakan peluang usaha yang berupa pelatihan batik ciprat. Proses pendampingan ini diharapkan menghasilkan karya Batik Ciprat dengan ukuran 1,25 x 2,25 meter dengan berbagai motif oleh anak berkebutuhan khusus. Tahap awal pembuatannya dilakukan dengan pencairan malam yang diciprat-cipratkan pada kain putih dengan menggunakan sendok, sapu lidi, kuas dll, lalu dilanjutkan dengan pembentukan motif dengan menggunakan pewarna pakaian. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan ini yaitu menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).
Wirausaha Santri Berbasis Budidaya Tanaman Hidroponik Ahmad Izzuddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 2 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.785 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.162.1097

Abstract

Cultivation of hydroponic plants need to be socialized in detail and depth to the students Ponpes Life Skill DaarunNajaah. In addition to training students to grow plants that are effective and efficient, training hydroponic plant cultivation is expected to train the spirit of independence and entrepreneurial spirit in view of this hydroponic plant is a plant that has the potential to sell on the market because the quality is good for health. Farming with hydroponics system saves 90% of water use compared with planting in the ground. Hydroponics system has many advantages than conventional systems with their land.
Pendampingan Penguatan Literasi Bahasa Inggris Anak melalui “Multiple Stories-Reading” Nuna Mustikawati Dewi; Lulut Widyaningrum
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.428 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.181.2918

Abstract

English as an international language is needed for community to socialize each other. That is why learning English is important, formal and informal, for young learners to achieve the target of learning English in accordance with curriculum demands. For this reason, it is necessary to apply joyful learning for young learners. Multiple Stories-reading is one of the great methodsto be implemented through several stages: stimuli through novel words, stories and illustrations, followed by story exposure (story reading and listening), Animation task (integration of new words), Phonological recall and Definition of words. This community service in Jatisari village, Mijen Semarang, was aimed  to help the young learners, to improve their English language skills by strengthening English literacy through multiple stories-reading. It was preceded by observation, and the implementation of this method was carried out by socialization, the preparation stage, and the implementation phase. The results of the application method were as followed:  they got new vocabulary from various kinds of stories, and obtained directly by them through transferring ideas, values, characters, good-bad and ideologies. Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional diperlukan dalam masyarakat untuk saling bersosialisasi. Oleh karena itulah diperlukan pembelajaran yang baik, formal dan informal, sejak anak-anak agar tercapai target pembelajaran bahasa Inggris sesuai dengan tuntutan kurikulumm. Untuk itulah diperlukan penerapan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak (young learners). Multiple Stories-reading merupakan salah astu metode yang bisa diterapkan untuk anak-anak melalui beberapa tahapan yaitu: stimuli melalui novel words, stories dan ilustrasi, dilanjutkan dengan story exposure (pembacaan cerita dan anak-anak mendengarkan), animasi task (integrasi kata-kata baru yang didengar), dan phonological recall (pengulangan cara membaca), serta definisi kata-kata. Pengabdian kepada masyarakat di desa Jatisari, Mijen Semarang, bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan penguatan literasi Bahasa Inggris melalui ‘multiple stories-reading. Dengan didahului dengan observasi, implementasi metode ini dilaksanakan dengan diawali dengan sosialisasi, tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan. Hasil dari penerapan metode ini antara lain; anak-anak mendapatkan kosa-kata baru dari berbagai macam cerita, dengan diperoleh langsung oleh mereka melalui transfer ide, nilai, karakter, baik-buruk dan ideologi.
PEMBERDAYAAN PETANI PEREMPUAN DALAM USAHA EKONOMI PRODUKTIF UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN MUSIMAN DAN MENGURANGI KEMISKINAN DI DESA PUTAT PURWODADI GROBOGAN Arsini Arsini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.154 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.400

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakanpetani perempuan melalui usaha ekonomi produktif agar memiliki pengetahuan,pemahaman, dan ketrampilan dalam pengelolaan dan manajemen usahasecara lebih mendalam. Meningkatnya kesadaran mengenai pembuatan rencanakerja yang terinci, pengorganisasian dan pembagian tugas yang jelas diantaraanggota, pentingnya pengarahan dan pemberian motivasi serta pengawasanterhadap jalannya organisasi akan membuat organisasi atau kelompokusaha dapat berkembang dan bertumbuh. Disamping itu pengetahuanmengenai perlunya perjanjian dalam proses jual beli atau pemesanan barang,mengelola dana simpan pinjam serta pembukuan transaksi keuangan jugamenjadikan pengelolaan usaha kelompok batik Tulis Sekar ini optimal. Pengembangan usaha melalui pemasaran dan promosi secara online juga sangatmembantu keberlangsungan usaha dari kelompok usaha bersama (KUB) batikTulis Sekar ini, yang sebelumnya pemasaran masih sebatas pesanan daripelanggan saja.Subyek dampingan pengabdian masyarakat ini adalah pengurus dan anggotakelompok kerajinan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB)Batik Tulis Sekar. Pemilihan subyek dampingan didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu (1) sebagian besar warga di desa Putat bermata pencaharian sebagai petani yang menjadi pengangguran saat musim kemarau tiba, (2) Rata-rata petani perempuan di Desa Putat tingkat ekonominya masihrendah, (3) Petani perempuan di desa Putat memiliki potensi yang bisa digali dan diberdayakan, serta memiliki komitmen dan kemauan keras dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga, (4) Lokasi subyek dampingan relatif dekat dari kampus IAIN Walisongo Semarang, (5) Petani perempuan di desa Putat yang tergabung dalam KUB Batik Tulis Sekar memiliki prospek yang baik untuk pertumbuhan sentra kewirausahaan karena lokasinya berdekatan dengan obyek wisata Api Abadi Mrapen.Dari hasil kegiatan pengabdian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi pengurus kelompok, kedua adalah pelatihan yang diberikan secara umum kepada seluruh anggota kelompok dan yang ketiga adalah pelatihan yang diikuti oleh anak dari anggota kelompok. Partisipasi peserta sangat baik dilihat dari jumlah peserta yang hadir. (2) Peserta pengabdian merasa antusias dengan diadakannya kegiatan pengabdian dan meminta agar pengabdian serupa dilaksanakan berkesinambungan mengingat pelatihan manajemen usaha, pembukuan sederhana dan perluasan pasar dapat meningkatkan kinerja usaha di masa yang akan datang. (3) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan kelompok dampingan, seperti pembuatan kontrak kerja serta pengelolaan simpan pinjam bagi anggota, pembukuan transaksi-transaksi keuangan secara sederhana dan pembuatan rencana usaha, adanya respon yang positif dari peserta yang ditunjukkan dengan pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama pelatihan. Disamping itu forum urun rembug setelah pelatihan sangat diharapkan dalam rangka optimalisasi pengelolaan usaha ekonomi produktif di masa yang akan datang.
Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Rangka Pengembangan Metode Tahsin Al Qur’an untuk Perfomansi Peserta Didik di Wilayah Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi) Dwi Mawanti; Ahmad Hasmi Hasona; Miswari Miswari
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.128 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.897

Abstract

Community service activities such as mentoring in training methods tahsin quran aims to provide mentoring, knowledge and skills in Tahsin method for early childhood teachers for early childhood and kindergarten in kedungsepur region. This activity will be an innovative stimulus that Raudhatul Athfal and kindergarten teachers can interact and brainstorm in addressing the needs of the introduction of increasingly complex, particularly related to methods tahsin quran. The target audience in the activities is teachers Raudhatul Athfal and kindergartens in the region kedungsepur totaling 100 people. Assistance in the development of methods tahsin done with lectures, demonstrations and exercises are accompanied by question and answer. Lecture method is used to explain the concept of tahsin method. Demonstration methods used to denote a work process ie development stages tahsin learning the Qur’an, while the method of exercise to practice learning methods tahsin. While the question and answer method to allow participants to consult in overcoming obstacles in the learning method tahsin quran.The availability of sufficient expertise in the development of teaching tahsin methods for teacher’s Raudhatul Athfal or kindergartens in the region Kedungsepur, the enthusiasm of the participants, support of school principals on the implementation of activities and funding support from Islamic Higher Education Directorate of Religious Affairs in 2015 is implementation supporting these activities. The constraints faced is limited time for training.The benefits that can be obtained by the participants of this activity can know the various methods tahsin quran, such as: Nuroniyah, Qiraati, Ummi, and Yanbu'a. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendam­pingan dalam pelatihan metode tahsin al-qur'an bertujuan untuk memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan dalam Metode Tahsin Untuk Anak Usia Dini Bagi Guru-Guru Paud Dan TK Di wilayah kedungsepur. kegiatan ini akan menjadi rangsangan inovatif agar para guru RA dan TK dapat saling berinteraksi dan brainstorming dalam menyi­kapi kebutuhan pengenalan yang kian kompleks, khususnya terkait metode tahsin al-qur'an. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru-guru RA dan TK di wilayah kedungsepur yang berjumlah 100 orang. Pendampingan dalam pengembangan metode tahsin dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep metode tahsin. Metode demons­trasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap pengembangan pembelajaran tahsin al-qur'an, sedangkan metode latihan untuk memprak­tikkan pembelajaran metode tahsin. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran metode tahsin al-qur'an.Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengem­bangan pembelajaran metode tahsin bagi guru RA dan TK di wilayah kedungsepur, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari Diktis Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama tahun 2015 merupakan pendukung terlak­sananya kegiatan ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk pelatihan.Adapu manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan ini antara lain dapat mengenal beragam metode tahsin al-quran, seperti : Nuroniyah, Qiraati, Ummi, dan Yanbu'a.
Strategi Pemberdayaan Komunitas Perempuan Miskin Berbasis Agribisnis Dedi Haryono; Darsono Wisadirana; Anif Fatma Chawa
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.061 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.181.2897

Abstract

The feminization of poverty is one of the major issues in the implementation of development in the Provincial Government of East Java. The main problem is centered on the helplessness and vulnerability in groups of poor and very poor. Approach to empowering the female head of households to develop productive business by utilizing local potential is expected to be one of the alternative solutions to solve the problem of poverty. Various problems that arise later in the implementation to running empowerment of female households head is starting from limited access to working capital, low levels of formal education members, lack of knowledge (soft skills and hard skills), time constraints in dividing roles in the family and work, lack of trust for women doing self actualization, and low self reliance in the decision making process is a real obstacle faced in developing empowerment. The results of this study are as follows; the pattern of the active participation of poor women is needed to overcome the inhibiting factors and optimize a contributing factor in the empowerment process, the strategy of community empowerment of poor women by establishing the Agribusiness Microfinance Institutions (LKMA) and overall support of stakeholders for members of the group community empowerment consisting of poor female head of households. Feminisasi kemiskinan merupakan salah satu isu utama dalam pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Masalah utama difokuskan pada ketidakberdayaan dan kerentanan pada golongan penduduk miskin dan sangat miskin pada kelompok kepala rumah tangga perempuan. Pendekatan pemberdayaan kelompok kepala rumah tangga perempuan tersebut untuk mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan potensi lokal diharapkan menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah kemiskinan. Berbagai permasalahan yang muncul kemudian pada pelaksanaan pemberdayaan kelompok kepala rumah tangga perempuan adalah dimulai dari keterbatasan akses terhadap modal kerja, rendahnya tingkat pendidikan formal anggota, keterbatasan pengetahuan (soft skill) dan keterampilan (hard skill), keterbatasan waktu dalam membagi peran dalam keluarga dan pekerjaan, kurangnya rasa percaya diri perempuan dalam beraktualisasi, dan rendahnya kemandirian dalam proses pengambilan keputusan merupakan hambatan yang nyata dihadapi dalam mengembangkan usaha pemberdayaan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa bentuk dan pola partisipasi aktif perempuan miskin sangat diperlukan untuk mengatasi faktor penghambat dan mengoptimalkan faktor pendukung dalam proses pemberdayaan, strategi pemberdayaan komunitas perempuan miskin dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) dan dukungan menyeluruh pihak pemangku kepentingan (stakeholders) kepada anggota kelompok pemberdayaan yang terdiri dari kepala rumah tangga perempuan miskin.
Strategi Kemitraan Penyelenggaraan Parenting bagi Orang Tua di Lembaga PAUD Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Novan Ardy Wiyani
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.164 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.4354

Abstract

The purpose of this community service is to provide knowledge both theoretically and practically related to child education methodology (pedagogy). Community service activities using andragogy approach and counseling methods. There are four results achieved from this activity. First, participants gain knowledge about the position of parents in educating children based on the characteristics of children and gain knowledge about positive relationships between fathers and mothers in the process of educating children in the family environment. Second, parents already have strong reasons that make them have to prioritize children's education from an early age. Third, parents have the assumption that habituation activities undertaken to shape the character of children in PAUD institutions must be accompanied by habituation activities carried out in the family environment. Fourth, parents are able to identify the level of addiction to the use of gadgets on themselves and get knowledge about 10 ways to discipline the use of gadgets in children. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan baik secara teoritis maupun praktis terkait dengan metodologi pendidikan anak (pedagogi). Kegiatan layanan masyarakat menggunakan pendekatan andragogi dan metode konseling. Ada empat hasil yang dicapai dari kegiatan ini. Pertama, peserta mendapatkan pengetahuan tentang posisi orang tua dalam mendidik anak berdasarkan karakteristik anak dan mendapatkan pengetahuan tentang hubungan positif antara ayah dan ibu dalam proses mendidik anak di lingkungan keluarga. Kedua, orang tua sudah memiliki alasan kuat yang membuat mereka harus memprioritaskan pendidikan anak sejak usia dini. Ketiga, orang tua memiliki asumsi bahwa kegiatan pembiasaan yang dilakukan untuk membentuk karakter anak-anak di lembaga PAUD harus disertai dengan kegiatan pembiasaan yang dilakukan di lingkungan keluarga. Keempat, orang tua dapat mengidentifikasi tingkat kecanduan penggunaan gadget pada diri mereka sendiri dan mendapatkan pengetahuan tentang 10 cara untuk mendisiplinkan penggunaan gadget pada anak-anak.
OPTIMALISASI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING AGAMA BAGI PENYANDANG MASALAH KEJEHTERAAN SOSIAL (PMKS) Ema Hidayanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.114 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.59

Abstract

Rehabilitasi sosial merupakan upaya mencapai kesejahteraan sosial yang selama ini  sulit diraih oleh para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) karena berbagai hambatan. Rehabilitasi sosial terdiri dari berbagai bentuk kegiatan seperti motivasi dan diagnosis psikososial, perawatan dan pengasuhan, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan, bimbingan mental spiritual, bimbingan fisik, bimbingan sosial dan konseling psikososial, bimbingan resosialisasi, bimbingan lanjut, dan rujukan. Bimbingan mental spiritual adalah satu bentuk kegiatan yang penting dalam serangkaian tahapan rehabilitasi sosial. Dalam prakteknya bimbingan ini bisa mengambil berbagai bentuk kegiatan bergantung pada kewenangan balai rehabilitasi sosial sebagai salah satu lembaga yang bertangunggjawab melakukan upaya mencapai kesejahteraan sosial di masyarakat. Bentuk bimbingan mental spiritual telah dipraktekan di balai rehabilitasi sosial Margo Widodo Semarang III yang khusus menangani PMKS kelompok eks psikosis dan PGOT (pengemis, gelandangan dan orang terlantar). Implementasi bimbingan mental spiritual yang sebelumnya dalam bentuk ceramah agama dan bimbingan budi pekerti, pada dasarnya bisa dioptimalkan baik secara kuantitatif dan kualitatif. Optimalisasi tersebut diwujudkan dengan dikembangkannya bentuk pelayanan bimbingan dan konseling agama yang variatif yang sangat berguna bagi pemenuhan kebutuhan spiritual PMKS di balai ini.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Stunting Sejak Dini di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara Hidayatu Munawaroh; Moh Syakur; Nur Fitriana; Rifqi Muntaqo
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.71 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6654

Abstract

This study examines the problem most basic health problem for children in Indonesia today is in their growth and development, in other words, it is a problem of stunting. The government has made various efforts to prevent stunting, one of which is specifically intervening in child nutrition. In order to support government programs, we carry out a community service activity with the aim of detecting and detecting children's nutritional development. The Banjarnegara City Government has detected that 29% of children are still affected by stunting. By involving local health workers totaling 35 cadres in these activities. In the process of implementing the activity, it is divided into 3 terms in one day, while the methods used are counseling, discussion and practice. Based on the results of the activity, the cadres experienced an increase in quality. Previously, knowledge of health cadres was only in the range of 37.14%, but after participating in the activity, there was a significant increase of 80%. Likewise, there was an increase (p = 0.000; α 0.05) since this intervention. The recommendation is that there should be activities like this on an ongoing basis and if necessary, early detection of stunting. ­Penelitian ini mengkaji permasalahan kesehatan pada anak di Indonesia yang paling mendasar saat ini adalah pada pertumbuhan dan perkembangannya, dengan kata lain ini adalah masalah stunting. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menangani stunting ini, salah satunya mengintervensi gizi anak secara spesifik. Dalam rangka mendukung program pemerintah, kami melakukan suatu kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan mendeteksi sekaligus mendeteksi perkembangan gizi anak. Pemerintah Kota Banjarnegara mendeteksi adanya 29 % anak masih terdampak stunting. Dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat berjumlah 35 kader dalam kegiatan tersebut. Pada proses pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi 3 termin dalam satu hari, adapun metode yang digunakan yakni penyuluhan, diskusi dan praktek. Berdasarkan hasil kegiatan, kader mengalami peningkatan kualitas. Sebelumnya pengetahuan tenaga kesehatan hanya pada kisaran 37,14%, namun setelah mengikuti kegiatan mengalami peningkatan yang signifikan 80%. Begitu juga, terjadi peningkatan (p = 0,000; α 0,05) semenjak adanya intervensi ini. Rekomendasinya adalah perlu adanya kegiatan seperti ini secara berkelanjutan dan bila perlu adanya pendeteksian stunting sejak dini.