cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
PENANAMAN BUDAYA DAMAI VIA PENDIDIKAN Yan Vita
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.487 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.389

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan proyek penanaman budaya damailewat pendidikan. Pentingnya disksui ini berangkat dari pandangan bahwapendidikan merupakan pilar utama bagi transforrnasi nilai-nilai dan pembentukan karakter. Demikian juga nilai-nilai dan kebudayaan damai serta pribadi yang berkarakter mencintai dan berperilaku damai semestinya bisa dibentuk lewat pendidikan. Namun demikian pada kenyataannya pendidikan seringkali memiliki hubungan tarik menarik dengan lingkungan soaial, politk, ekonomi dam keagamaan. Kekerasan yang ada dalam lingkungan\-lingkungan tersebut juga akan sangat berpengaruh dengan proses pendidikan. Dalam konteks semacam itu maka tidak menutup kemungkinan pendidikan juga menjadi salah satu penyangga budaya kekerasan. Proses pendidikan yang seharusnya menjadi pilar bagi syi’ar perdamaianpun bisa sebaliknya menjadi pilar syi’ar kebencian. Dari sinilah urgensi penanaman budaya damai via pendidikan. 
Empowerment of Social Capital Based on Religion to Espouse Employee Work Ethics at Al-Azhar Foundation Jakarta Sarji Sarji; Ardianto Bayu Wibowo
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.467 KB) | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7629

Abstract

Trust is the essence of social capital. The Al-Azhar Islamic Boarding School Foundation (YPI) as an educational institution requires trust to survive and develop until now. As a religion-based foundation, the work ethic of employees is expected to be able to follow the religious norms that have been established so as to become a character for the institution. This research uses descriptive and exploratory approaches so that the researcher can clearly describe the concepts used in this research in detail. While the data was collected through observation and interviews from supervisors, administrators, supervisors, teachers, employees, alumni and the parents of YPI Al-Azhar. The results showed that employees and teachers at work prioritized service and honor than indicators of worship and trust. Employees at work are generally still transactional and pragmatic. So that the religious socio-religious capital, grace and sincerity that were imparted and inherited by the founders of Al-Azhar have not yet become the soul of the employees at work. Kepercayaan merupakan inti dari modal sosial. Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al- Azhar sebagai lembaga pendidikan memerlukan kepercayaan untuk bertahan dan berkembang hingga saat ini. Sebagai yayasan yang berlandaskan agama, maka etos kerja karyawan diharapkan dapat mengikuti Norma agama yang sudah ditetapkan agar menjadi karakter bagi lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan eksploratif agar peneliti dapat menggambarkan dengan jelas konsep yang digunakan dalam penelitian ini secara rinci. Sedangkan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dari pembina, pengurus, pengawas, guru, karyawan, alumni dan serta orangtua murid YPI Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan dan guru dalam bekerja lebih mendahulukan pelayanan dan kehormatan dibandingkan indikator ibadah dan amanah. Karyawan dalam bekerja pada umumnya masih bersifat transaksional dan pragmatis. Sehingga modal sosial religious, keikhlasan, ketulusan yang disemaikan dan diwariskan oleh para pendiri Al-azhar belum dapat menjadi jiwa dari para pegawai dalam bekerja.
Rekontruksi Penguatan Pesantren dalam Pengembangan Civil Society di Era Globalisasi Abdul Ghofur
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.76 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.892

Abstract

The role of pesantren in the development of civil society in this era of globalization needs to be re-examined. Along with the various challenges in this era, certain steps required to reconstruct the strengthening of the role of pesantren. Pesantren which has been able to play a role of educating the students should be developed with greater emphasis on strengthening civil society more comprehensively. Based on data and analysis, the authors conclude that: First, schools in addition to religious education institutions, also has the potential for the development of civil society in public education by taking various measures. Second, the schools in conducting educational development of civil society in the community can take two ways: (1) perform variety useful and beneficial activities to the surrounding community (2) to make educational planning directed at the ability and skills of the students respond to the needs and demands communities of origin. Third, the main role of schools in developing Islamic religious education should continue to be empowered and developed primarily related to entrepreneurship and independence, as well as efforts to integrate the religious knowledge and development of civilization in this era of globalization. Peran pesantren dalam pengembangan civil society di era globalisasi ini perlu untuk dikaji ulang. Seiring dengan adanya berbagai tantangan di era ini, langkah-langkah tertentu diperlukan untuk merekontruksi penguatan peran pesantren ini. Pesantren yang selama ini mampu berperan mendidik para santri hendaknya dikembangkan dengan lebih menekankan pada penguatan civil society secara lebih komprehensif. Berdasarkan  data dan analisis,  penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, pesantren di samping sebagai lembaga pendidikan agama, juga memiliki potensi untuk melakukan pengembangan pendidikan civil society di masyarakat dengan melakukan berbagai upaya. Kedua, pesantren dalam melakukan pengembangan pendidikan civil society di masyarakat dapat menempuh dua cara: (1) melakukan berbagai akvititas yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya (2) dengan membuat perencanaan pendidikan yang diarahkan pada kemampuan dan ketrampilan para santri dalam merespon kebutuhan dan tuntutan masyarakat asalnya. Ketiga, peran utama pesantren dalam melakukan pengembangan pendidikan agama Islam hendaknya terus diberdayakan dan dikembangkan terutama terkait enterpreneurship dan kemandirian, serta upaya memadukan antara pengetahuan agama dan kemajuan zaman di era globalisasi ini.
Penguatan Kompetensi dan Keterampilan Guru Madrasah Se-Kota Semarang dalam Mengembangkan “Web Based Assesment” Menggunakan Schoology Arsini Arsini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.06 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2430

Abstract

This devotion aims to madrasah teachers in the city of Semarang able to develop web based assessment and able to improve the quality of process and learning outcomes. Devotion is done by providing training and assistance of web-based automated assessment (web based assessment) to madrasah teachers in Semarang city. The training was conducted in Physics Computational Laboratory of Physics Department of UIN Walisongo Semarang. Web-based automated assessment exercises (web basedassesment) are conducted using schoology. The result of this program of devotion is the training activity of making web basedassesment has been able to increase the competence and teachers of madrasah aliyah in Semarang city and develop web based automatic assessment in madrasah. Secondly, through teacher training activities can improve the ability in developing online learning media as an independent learning media for students.  Teachers who have received training are expected to pass on their knowledge to teachers in their respective schools. Pengabdian ini bertujuan agar guru-guru madrasah di kota Semarang mampu mengembangkan web based assesment serta mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pengabdian dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan penilaian otomatis berbasis web (web based assesment) kepada guru-guru madrasah se kota Semarang. Pelatihan dilaksanakan di laboratorium Fisika komputasi Jurusan Fisika UIN Walisongo Semarang. Pelatihan penilaian otomatis berbasis web (web basedassesment) dilaksanakan dengan menggunakan schoology. Hasil dari program pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan pembuatan web basedassesment telah mampu meningkatkan kompetensi dan guru-guru madrasah aliyah di kota Semarang dan mengembangkan penilaian otomatis berbasis web di madrasah. Kedua, melalui kegiatan Pelatihan guru mampu meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran online sebagai media pembelajaran mandiri bagi siswa. Guru yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada para guru di sekolah masing-masing.
Students’ Movement as “Detik” Cadre to Improve “PHBS” and Making School of Mosquito Larvae Free Siti Mariam
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.735 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4150

Abstract

MI Nyatnyono 02 West Ungaran District of Semarang Regency is used as a model to create a school of mosquito larvae free. The method of these activities used participatory action research. The Detik program is the realization of Jumantik, foster and train students to monitor larvae around school and their own home by filling up the form. The activities involved 50 students of fourth and fifth graders. They were coached with dengue prevention learning materials. The activities were carried out for five days consisting of training and coaching, the competition to create bulletin boards and environmental movement by planting mosquito repellent plants such as lavender and geranium. The students fulfill the form once a week. The teacher as Jumantik in charge then submits the monthly summary report to the Puskesmas to complete the periodic inspection of larvae data within 3 months and then follow up. MI Nyatnyono 02 kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang digunakan sebagai model sekolah bebas jentik. Metode kegiatan ini adalah penelitian tindakan participatory. Program Detik (Detektif Jentik) adalah realisasi dari Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang membina dan melatih siswa untuk memonitor jentik dilingkungan sekolah dan rumah mereka dengan mengisi blangko. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa kelas 4 dan 5. Mereka dibekali materi pembelajaran pencegahan demam berdarah dengue dan pemberantasan sarang nyamuk. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari yang terdiri dari pelatihan, pembekalan, lomba majalah dinding dan gerakan cinta lingkungan dengan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium. Siswa mengisi blangko seminggu sekali dan menyerahkan kepada guru sebagai penanggung jawab jumantik disekolah. Selanjutnya diserahkan ke Puskesmas melengkapi data pemeriksaan jentik berkala setiap 3 bulan sekali dan kemudian ditindak lanjuti.
PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN REMAJA MASJID MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN DAKWAH, ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN DI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Dedy Susanto
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2013.132.48

Abstract

Salah satu  komponen masyarakat yang mempunyai potensi untuk memakmurkan adalah remaja. Remaja perlu dibina dan diberdayakan agar mempunyai keterampilan dan keahlian untuk memakmurkan masjid dalam bentuk pengetahuan tentang dakwah, manajemen dakwah, kepemimpinan maupun kecerdasan emosional dan spiritual. Pemberdayaan dan pendampingan remaja bertujuan agar mereka menjadi generasi muda yang baik; yaitu remaja yang shalih, beriman, berilmu, berketerampilan dan berakhlak mulia. Untuk membina remaja muslim bisa dilakukan dalam berbagai pendekatan, diantaranya melalui aktivitas remaja masjid. Pelaksanaan Karya Pengabdian Dosen (KPD) yang dilakukan dengan mitra remaja masjid merupakan ciri khusus kegiatan ini. Kegiatan ini diyakini memberikan manfaat yang begitu besar terhadap pemahaman manajemen dakwah, organisasi dan kepemimpinan di Kecamatan Genuk Kota Semarang. Oleh karena itu diperlukan upaya yang tepat untuk mendesain materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan remaja masjid di Kecamatan Genuk.
Pendampingan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kopi Robusta di Indrokilo Erna Wijayanti; Jeshica Ayu Rachmawati; Titik Rahmawati; Ira Nailas Sa'adah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.598 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6400

Abstract

Coffee is one of the main potentials of Indrokilo Hamlet, Lerep Village, West Ungaran District.  The abundance of the coffee harvest in this region has not been matched by the community's ability to process resources optimally. This service program aimed to provide assistance and training in coffee management according to the standards so that the quality of Indrokilo Robusta Coffee can be optimized. The subjects of this study were the community of Dusun Indrokilo who were the members of the Kelompok Wanita Tani (KWT), community shops, and youth groups. The companion partners in this research are the Community Empowerment Team of Djarum Scholarship Plus and the Komunitas Tangan Di Atas (TDA).  The techniques used in this mentoring are in the form of training and coffee processing practices followed by monitoring and evaluation of the end of the activity. The results of this assistance made the community more aware of the importance of Quality Control of coffee;  the importance of product marketing through E-Commerce;  construction of a special drying house for coffee, sorting practices, storage and drying of coffee beans;  assistance and training procedures for processing and packaging of coffee products according to standards. Kopi merupakan salah satu potensi utama Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Melimpahnya hasil panen kopi di wilayah ini belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk mengolah sumber daya dengan optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan kopi sesuai standar agar kualitas dan harga jual Kopi Robusta Indrokilo dapat dioptimalkan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Dusun Indrokilo yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda. Mitra pendamping dalam penelitian ini yaitu Tim Community Empowerment Djarum Beasiswa Plus dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Teknik yang digunakan dalam pendampingan ini berbentuk pelatihan dan praktek pengolahan kopi yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari pendampingan ini membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya Quality Control kopi; pentingnya pemasaran produk melalui E-Commerce; serta pembangunan rumah jemur khusus kopi dan praktek sortasi, penyimpanan dan penjemuran biji kopi; tata cara pengolahan dan pengemasan produk kopi sesuai standar.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN BUDAYA BACA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ULUM Fahrurrozi Fahrurrozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.304 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.748

Abstract

Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh penellitian di Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa anak yang lamban membaca pada kelas awal, akan mengalami kegagalan yang semakin parah pada kelas-kelas berikutnya. Berdasarkan penelitian tersebut, maka pendamping berinisiatif untuk melakukan pendampingan pengembangan budaya baca siswa di salah satu madrasah binaan FITK UIN Walisongo, yaitu MTs Darul Ulum. Terdapat beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan untuk mengembangkan budaya baca, yaitu survey minat baca Siswa, MOU dengan Perpustakaan Daerah terkait penambahan koleksi buku, parenting tentang penumbuhan budaya baca anak, pelatihan pembelajaran berbasis literasi bagi guru, pelatihan jurnalistik bagi siswa, pendampingan terjadwal (rutin) pengembangan budaya baca berbasis masyarakat.
Implementasi Strategi Membaca Berimbang di Kelas Awal Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Semarang Zulaikhah Zulaikhah; Sayyidatul Fadlilah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.283 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1507

Abstract

This study aims at describing the implementation of impartial reading strategies namely collective reading, guided reading, and independent reading performed by teachers of early grades at Islamic Elementary School (MI and MIN) in six madrassas in Semarang. Implementation is conducted after the training of impartial reading is made and continued by providing assistance to teachers in creating impartial reading programs, applying impartial reading strategies, organizing the variety and types of books, and managing students in impartial reading. The program is focused on the use of books containing Islamic values as the development of modules or manuals that have been used to implement the strategy.
Berdamai dengan Hutan; Memberdayakan Kelompok Tani Dusun Sodong Ponorogo sebagai Agen Substitusi Pangan Hendra Afiyanto
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.543 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3264

Abstract

The cutting of the poverty chain is done through providing entrepreneurial insight to the farmer groups that is an agricultural sector of cassava super that is able to provide bigger income to improve the economic level of the community. The development of entrepreneurial spirit will automatically cut the unemployment class, the working class of Sodong village Sampung sub-district Ponorogo regency. Later, with the emergence of many cassava super entrepreneurs, people's income will increase. The increasing income of the community is related to the increasing level of education of the younger generation. If the level of education has begun to increase, the poverty rate will gradually be reduced in the following year. This paper concludes that Sodong farmers which are actually part of a social group, in a community stigmatized as looters and forest destroyers. Even if it is empowered with a structured plan, this stigma can be eliminated. The farmers should be able to be used as an agent to socialize various processed cassava products as food crops to replace rice. Pemotongan mata rantai kemiskinan bisa dilakukan melalui pemberian wawasan kewirausahaan kepada kelompok tani bahwa ada sektor pertanian singkong dengan varietas gajah yang mampu memberikan income lebih untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Berkembangnya jiwa wirausaha akan secara otomatis memangkas kelas pengangguran, kelas buruh masyarakat KT dsn. Sodong, kec. Sampung. Nantinya dengan banyak munculnya wirausahawan singkong gajah maka pendapatan masyarakat meningkat. Peningkatan pendapatan masyarakat berelasi dengan meningkatnya tingkat pendidikan generasi muda. Jika tingkat pendidikan sudah mulai mengalami peningkatan maka secara perlahan angka kemiskinan ditahun berikutnya sedikit dapat dikurangi. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kelompok tani Dusun Sodong yang notabene merupakan bagian dari kelompok sosial, di masyarakat distigma sebagai penjarah dan perusak hutan. Padahal jika diberdayakan dengan rencana terstruktur maka stigma ini dapat dihilangkan. Kelompok tani tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai agen untuk memasyarakatkan berbagai hasil olahan singkong sebagai tanaman pangan pengganti beras.