cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
PENGUATAN KAPASITAS TAHSIN MELALUI METODE NURRANIYAH UNTUK BAGI GURU-GURU PAUD DAN TK DI KOTA SEMARANG Dwi Mawanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3618.304 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.753

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dalam pelatihan metode tasin nuroniyahini bertujuan untuk memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan dalam Metode Tahsin Untuk Anak Usia Dini Bagi Guru-Guru Paud Dan TK Di Kota Semarang. kegiatan ini akan menjadi rangsangan inovatif agar para guru PAUD dapat saling berinteraksi dan brainstorming dalam menyikapi kebutuhan pengenalan yang kian kompleks, khususnya terkait metode tahsin. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru-guru PAUD  dan TK BIAS di Kota Semarang   yang berjumlah 15 orang. Pendampingan dalam pengembangan metode tahsin dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep metode tahsin. Metode demonstrasidipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap pengembangan pembelajaran tahsin metode nouroniyah, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan pembelajaran metode tahsin. Sementara metode tanya jawab untukmemberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran metode tahsin Nuroniyah.Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan pembelajaran metode tahsin bagi guru PAUD dan TK di Kota semarang, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari LP2M UIN Walisongo  merupakan pendukung terlaksananya kegiatan PPM ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk pelatihan.Manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan PPM ini antara lain dapat mengenal metode tahsin Nuroniyah.
Penguatan Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan bagi Calon Jamaah Haji Briliyan Ernawati; Saifudin Saifudin; Mohammad Tajuddin Arafat
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.573 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2426

Abstract

The enthusiasm of Indonesian society to fulfill the worship of hajj is the reason for the long queue of quota of pilgrimage. Therefore, strong commitment is needed for Hajj pilgrims in improving services to pilgrims Hajj. One form of service is the assistance in the form of guidance of pilgrims held by Hajj pilgrims in their respective areas. Hajj pilgrimage during this only focus on the hajj manasik only. In the history of Islam in Indonesia shows that Haj is one of the effective path in the process of disseminating knowledge and understanding of Islam to Indonesia. The method used in this activity is by using the Focus Group Discussion (FGD) method. The result of this activity is that pilgrims are in need of this kind of provision to fortify them from radical Islamic ideology especially those that lead to the movement to establish an Islamic caliphate. All elements must play an active role in counteracting this movement that is by strengthening the values of national insight for prospective pilgrims jama'ah. Hajj Guidance Group (KBIH) should be able to play a role in overcoming this problem. Antusias memasyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah hajimenjadi alasan panjangnya antrean kuota ibadah haji. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat bagi penyelenggara haji dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pendampingan dalam bentuk bimbingan manasik haji yang diselenggarkan oleh penyelenggara haji di daerah masing-masing. Pendampingan jamaah haji selama ini hanya fokus terhadap manasik haji saja. Dalam catatan sejarah Islam di Indonesia menunjukkan bahwa haji merupakan salah satu jalur yang efektif dalam proses penyebaran keilmuan dan paham Islam ke Indonesia.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa calon jamaah haji sangat memerlukan pembekalan semacam ini untuk membentengi mereka dari ideologi islam radikal lebih-lebih yang mengarah pada gerakan mendirikan khilafah islamiyah. Semua elemen harus berperan aktif dalam menangkal gerakan ini yaitu dengan menguatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi calon  jama’ah haji. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) harus mampu berperan dalam mengatasi masalah ini.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industry Nata De Coco Berbasis Potensi Lokal Erna Wijayanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.663 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4141

Abstract

Tulakan Village, located in Pacitan Regency, has high potential to be developed, that is coconut water. However, people here have not yet empowered coconut water since coconut water is considered to be a waste, accordingly, it is necessary to hold a counseling activity on processing coconut water into more valuable and useful products. Alternatively, coconut water can be processed into nata de coco. The outreach activities include three stages: preparation, implementation and evaluation. These community service activities are able to increase public awareness and understanding that goods that are considered waste can be transformed into products that have more added value (add value) with the presence of relevant creativity and skills. Eventually, people in this village will be able to process coconut water into nata de coco, as well as knowing the benefits of nata de coco for health. Desa Tulakan merupakan desa di Kabupaten Pacitan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya air kelapa. Masyarakat di Desa Tulakan belum memberdayakan air kelapa karena air kelapa dianggap limbah, oleh karena itu perlu diadakan kegiatan penyuluhan mengenai pengolahan air kelapa menjadi produk yang lebih bernilai dan bermanfaat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah air kelapa menjadi nata de coco. Kegiatan penyuluhan ini meliputi tiga tahap, yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat bahwa barang yang dianggap limbah dapat diubah menjadi produk yang lebih memiliki nilai tambah (add value) dengan adanya kreatifitas dan keterampilan yang relevan. Melalui kegiatan ini masyarakat mengetahui manfaat air kelapa, mampu mengolah air kelapa menjadi nata de coco, serta mengetahui manfaat nata de coco bagi kesehatan.
Optimalisasi Pengelolaan Zakat Produktif dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas pada Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banyumas M Makhrus; Safitri Mukarromah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.724 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.5439

Abstract

Zakat as a Muslim's obligation does not only contain a spiritual province, but also contains a social dimension. To create a more systemic social dimension, zakat must be managed and distributed in various productive programs.The purpose of the community service activities that have been carried out is to provide motivation and encouragement as well as a comprehensive insight into the law and wisdom of zakat along with the management of zakat productively, so that the expectation is to be integrated into the zakat recipient community. The method used is to provide a comprehensive understanding and insight on the management of productive zakat, both in legal and wisdom perspective up to the management of productive zakat management in the form of training. In this training the participants in this training were delegates from the Head of Aisyiyah Branch of Banyumas Regency and the management of the Center of Aisyiyah Regional Leadership of Banyumas Regency. In the activity two materials were delivered by the implementing team namely funding the law and the wisdom of zakat and optimizing the management of productive zakat. Delivering material using dialogue participatory, where participants can present their ideas and views, so that the speaker is only a facilitator. While the practice is directed towards the calculation of zakat assets and the rest is related to development materials. Participants responded very well to the process of implementing community service and hoped to be carried out in a sustainable manner, this was due to the addition of understanding and actions to optimize the management of zakat which was marked by zakat through official institutions. Zakat sebagai kewajiban seorang Muslim tidak hanya mengandung diminsi spiritual, tetapi juga mengandung dimensi sosial. Untuk menciptakan dimensi sosial yang lebih sistemik, maka zakat harus dikelola dan disalurkan dalam berbagai program yang produktif. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah laksanakan ini adalah memberikan motivasi dan dorongan serta wawasan yang komprehensif mengenai hukum dan hikmah zakat berserta pengelolaan zakat secara produktif, sehingga harapannya terjalin integrasi program dengan komunitas penerima zakat. Metode yang digunakan adalah dengan cara memberikan pemahaman dan wawasan komprehensif mengenai pengelolaan zakat produktif, baik dalam perspektif hukum dan hikmahnya sampai dengan manajemen pengelolaan zakat produktif dalam bentuk pelatihan. Dalam pelatihan ini para peserta dalam pelatihan ini merupakan delegasi dari Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kabupaten Banyumas dan pengurus Muallaf Center Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banyumas. Dalam kegiatan disampaikan dua materi oleh tim pelaksana yakni menganai hukum dan hikmah zakat dan optimalisasi pengelolaan zakat produktif. Penyampaikan materi dengan menggunakan parsipatori-dialogis, dimana para peserta dapat menyampaikan gagasan dan pandangannya, sehingga pemateri hanya menjadi fasilitator. Sementara untuk praktik diarahkan berkaitan dengan penghitungan zakat harta dan selebih berkaitan dengan materi pengembangan. Respon peserta sangat baik terhadap proses pelaksanaan pengabdian masyarakat dan berharap agar dilakukan secara berkesimbungan, hal tersebut dikarenakan adanya penambahan pemahaman dan tindakan untuk memasimalkan pengelolaan zakat yang ditandai dengan berzakat melalui lembaga resmi.
PENGUATAN KESADARAN HUKUM PERLINDUNGAN ANAK BAGI GURU MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DAN PONDOK PESANTREN ANAK-ANAK SE KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH Ali Imron; Supangat Supangat; Noor Rosyidah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.718 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.743

Abstract

Terdapat beberapa kasus kekerasan anak yang melibatkan guru. Keterbatasan pemahaman para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pondok Pesantren Anak-Anak terhadap regulasi perlindungan anak berdampak terhadap kasus criminal justis yang melibatkan para guru.Guru madrasah terkadang mempunyai perspektif lain terhadap tata hubungan murid dan guru ketika proses belajar mengajar. Oleh karena itu perlu diberikan kesempatan kepada para guru madrasah untuk memperoleh penguatan pendidikan kesadaran hukum perlindungan anak.Alasan memilih guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pondok Pesantren Anak-Anak sebagai dampingan di antaranya adalah 1)mereka dalam beraktifitas kesehariannya berinteraksi dengan peserta didik yang usianya masuk kategori anak-anak, 2)mereka kurang mempunyai pemahaman yang cukup tentang hukum, 3)peran sosial guru madrasah mempengaruhi sistem tata perilaku masyarakat dan peserta didik.Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk mencari solusi pemecahannya.Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan para guru terhadap regulasi tentang perlindungan anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan scor tes hasil evaluasi yaitu nilai rata-rata dari 3,7 menjadi 7,9 dari total score 10.
Pemberdayaan Guru RA Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran M. Agung Hidayatulloh; Urifatun Anis
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.211 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1249

Abstract

Some teachers of Islamic Kindergarten (RA) in Salatiga and Semarang District realize that there is still little absorbed information related to the preparation of instructional media. Even so, not many of them have high motivation to take a reflective action such as implementing a Classroom Action Research. This service activity that in the form of training of creating educative props (APE) and training on preparing the design of PTK aims to facilitate the teachers to achieve pedagogical and professional competence as well as achieve quality learning. The results show that both the preparation of media and the design of PTK will be more focused if using a reference; in this case the base is six child development scopes as set forth in Permendikbud No. 137 of 2014 on National Education Standards of Early Childhood.
Problematika Pendamping Desa Profesional dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kota Padangsidimpuan ICOL DIANTO
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.981 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.2829

Abstract

Professional village facilitators are facilitators who provide assistance to the community. Its presence is the demand of Law Number 6 of 2014 concerning Villages and the regulation of the village minister No. 3 of 2015 concerning Village Assistance. Four years of village funds and village assistance programs are running, but there have not been many changes. This condition is affected by the problems experienced by professional village assistants. This research was conducted in the City of Padangsidimpuan using a qualitative-descriptive method, found four aspects of the problematic professional village assistants. First Quantity Aspect: looking at the problems that arise due to the quantity of available energy factors, there are limited physical abilities of professional village assistants in providing mentoring services and lack of focus on community empowerment activities that can foster community awareness, independence and welfare. Second Quality Aspect: mastery of village facilitators on empowerment, academic material and empowerment theories through formal education and through special education and training. Field findings related to the quality aspect are that there are still professional village assistants with secondary school education, inappropriate scientific background with the field of empowerment and community assistance, lack of education and training, knowledge and mastery of empowerment and community assistance materials, need a process for knowledge internalization. The three aspects of division of labor assistance found that the success of the professional village assistance work program was influenced by the division of labor and the unbalance of workload with the honorarium received. Coordination Aspects means that village technical experts / assistants have not maximally developed coordination relations with local governments so policies to support mentoring programs are not yet available. Pendamping desa profesional adalah fasilitator yang melakukan pendampingan kepada masyarakat. Kehadirannya adalah tuntutan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Permendes No 3 Tahun 2015 Tentang Pendampingan Desa. Empat tahun program dana desa dan pendampingan desa berjalan, namun belum banyak perubahan. Kondisi ini dipengaruhi oleh problematika yang dialami oleh pendamping desa profesional. Penelitian ini dilakukan di Kota Padangsidimpuan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, ditemukan empat aspek problematika pendamping desa profesional. Pertama Aspek Kuantitas: melihat persoalan-persoalan yang muncul disebabkan oleh faktor kuantitas tenaga yang tersedia ditermukan keterbatasan kemampuan fisik tenaga pendamping desa profesional dalam melakukan pelayanan pendampingan dan kurang fokus kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menumbuhkan kesadaran, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kedua Aspek Kualitas: penguasaan pendamping desa terhadap materi pemberdayaan, akademis dan teori-teori pemberdayaan melalui pendidikan formal dan melalui pendidikan dan pelatihan khusus. Temuan lapangan terkait aspek kualitas yaitu masih ada pendamping desa profesional berpendidikan sekolah menangah, tidak sesuainya latarbelakang keilmuan dengan bidang kerja pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, minimnya pendidikan dan pelatihan, keilmuan dan penguasaan materi pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, butuh proses untuk internalisasi pengetahuan. Ketiga Aspek Pembagian Kerja Pendampingan menemukan bahwa kesuksesan program kerja pendampingan desa profesional dipengaruhi oleh pembagian kerja dan ketidakberimbangan beban kerja dengan honor yang diterima. Aspek Koordinasi maksudnya tenaga ahli/pendamping teknis desa belum maksimal membangun hubungan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga kebijkan-kebijakan untuk mendukung program pendampingan belum tersedia.Kata Kunci: Pendamping Desa, Pemberdayaan Masyarakat, Problematika
Pemberdayaan Peternak melalui Pembuatan Biogas sebagai Solusi Limbah Kotoran Ayam Ras Petelur Arindra Trisna Widiansyah; Anita Budi Rahayu
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.782 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5137

Abstract

The business of laying hens is a business sector that provides a very large role in meeting the needs of animal protein and various industrial needs. This role cannot be replaced by vegetable protein sources. According to partners besides having great opportunities and benefits, laying hens also have problems, one of which is chicken manure. Mr. Hakim has tried several ways to remove the odor, such as raising the foundation of the cage so that it is not submerged by rainwater, spreading lime powder, and spraying EM4 liquid directly into chicken manure. But apparently not effective at reducing odors. One of the technical recommendations is the making of Biogas as an alternative energy source producing fuel substitutes for LPG gas, firewood, lighting and organic fertilizer. The results of community service activities to date have been the availability of biogas as an alternative energy producer for the use of biogas stoves and petromax lamps, as well as increased partner knowledge about biogas.Usaha sektor peternakan ayam ras petelur merupakan bidang usaha yang memberikan peranan sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dan berbagai keperluan industri. Peranan ini tidak dapat di gantikan oleh sumber protein nabati. Menurut mitra disamping memiliki peluang dan manfaat yang besar, peternakan ayam ras petelur juga memiliki permasalahan salah satunya yaitu kotoran ayam tersebut. Bapak Hakim sudah mencoba beberapa cara untuk menghilangkan bau tersebut seperti, meninggikan pondasi kandang agar tidak terendam air hujan, menebar serbuk kapur, serta menyemprot cairan EM4 langsung ke kotoran ayam. Namun ternyata belum efektif mengurangi bau. Salah satu rekomendasi teknis adalah pembuatan Biogas sebagai salah satu sumber energi alternatif penghasil bahan bakar pengganti gas LPG, kayu bakar, penerangan dan pupuk organik. Hasil kegiatan pengabdian sampai saat ini adalah tersedianya biogas sebagai penghasil energi alternatif untuk pemakaian kompor biogas dan lampu petromak, serta peningkatan pengetahuan mitra tentang biogas yang meningkat.
PENDAMPINGAN KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA SEKITAR HUTAN MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN SINGKONG DAN KENTANG JOWO DI DUSUN GLANDANG KEDUNGSUREN KENDAL Saerozi Saerozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.932 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.734

Abstract

Salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Kedungsuren salah satu Desa di pinggiran hutan KPH Kendal adalah pendampingan kelompok perempuan di Desa sekitar hutan melalui optimalisasi pengelolaan singkong dan kentang Jowo. Pendampingan dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) membentuk organisasi/ kelompok perempuan/ kelompok usaha di bidang pembuatan roti, qtela singkong, dan krupuk rendeng, (2) memberikan pelatihan pembuatan: Krupuk Walisongo (krupuk rendeng), Quitela Singkong, Roti Kentang ireng, (3) mengadakan atau menggiatkan produksi dan sekaligus pemasarannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah dan praktik. Kegiatan ini telah berhasil: (1) membentuk kelompok perempuan/ kelompok usaha dengan nama “Berkah Sari” dan telah mendapat sertifikat pangan industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dengan nomor: P-IRT no. 206332401059418 berlaku selama lima tahun. (2) Telah berhasil memberikan penyuluhan tentang kewirausahaan bagi masyarakat perempuan berupa pembuatan qtela singkong, krupuk rendeng, dan roti kentang ireng, dan upaya pemasarannya. (3) Telah berhasil memberikan pelatihan bagi 25 orang ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha pembuatan roti “Berkah Sari” dalam pembuatan : Krupuk Walisongo (krupuk rendeng), Quitela Singkong, dan Roti Kentang Ireng.
Smart Repetition dan Brain Wave Technology dalam Pembuatan Audio Book Kosa Kata Bahasa Inggris Raden Arfan Rifqiawan
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 2 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.544 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.162.1093

Abstract

Research work, devotion lecturers are embodied with mentoring activity, making audiobook and a mastery vocabulary English often used with Smart Repetition and Brain Wave technology. Making audiobook with Smart Repetition and Brain wave technology done together the participants capital. Making audiobook it is not easy that calls for exercise and patience participants capital .But through frequent exercise , finally they can make audiobook according to what they want. Assistance mastery vocabulary English often used with Smart Repetition and Brain Wave technology do with some stage.An early stage done by building community using application Telegram.The next stage is for the delivery of material, training, and the interaction continuously between researchers and participants cooperate either directly or online until the participants cooperate graduated from college.