cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
Kajian kerawanan dan kesiapsiagaan kelembagaan dalam penanganan banjir di Kota Batu, Jawa Timur Firre An Suprapto; Bambang Juanda; Ernan Rustiadi; Khursatul Munibah
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.74421

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis kerawanan banjir dan kesiapsiagaan kelembangaan dalam penanganan bencana banjir di 24 Desa/Kelurahan Kota Batu. Lokasi dipilih karena merupakan Kota Pariwisata dengan basis sektor pertanian yang berpotensi rawan terhadap banjir.Kerawanan banjir dianalisis melalui parameter kemiringan lereng, geomorfologi, curah hujan, jenis tanah, penutup lahan danbuffersungai.Metode yang digunakan dalam analisis kerawanan banjir adalahSpatial Multi Criteria Evaluation(SMCE).Matrix of Alliances and Conflicts,Tactics, Objectives and Recommendation(MACTOR) untuk analisis keberlanjutan dengan prespektif aktor-faktor. Pengolahan SMCE menghasilkan perbedaan zonasi tingkat kerawanan desa setiap tahun dengan kerawanan tinggi dan sedang di sebagian Kecamatan Bumiaji, Batu dan Junrejo.Hasil analisis MACTOR menunjukkan upaya yang dilakukan oleh sebelas OPD mendukung pelaksanaan dan memberikan pengaruh tinggi dalam strategi dan penanganan kebencanaan Kota Batu, baik pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana banjir dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian sebagaikey driverdalam pelaksanaan strategi kebencanaan banjir di Kota Batu.Abstract This study aims to analyse flood susceptibility and institutional preparedness in handling flood disasters in 24 villages/sub-districts of Batu City, East Java. Location was chosen in this research because it is a Tourism City with an agricultural as the base sector. It has the potential to flood vulnerability. Flood susceptibility was analyzed through slope parameters, geomorphology, rainfall, soil type, land cover and buffer zone. Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Matrix of Alliances and Conflicts, Tactics, Objectives and Recommendations (MACTOR) are used as a method to analyze the sustainability with actors-factors perspective. SMCE resulted zone differences of village vulnerability levels in each year which have high and moderate vulnerability in some areas of Bumiaji, Batu and Junrejo District. MACTOR analysis showed that the efforts carried out by eleven OPD support the implementation of flood disaster and has huge impact on the disaster management strategy, in pre, during, and afer the flood disaster with the Tourism Office and the Agriculture Office as key drivers in the implementation of the flood disaster strategy in Batu City.
Penerapan Data Spasial Kebijakan Satu Peta untuk Pemodelan Kerawanan Malaria Terintegrasi, Kasus Malaria Perbukitan Menoreh Barandi Sapta Widartono; Suharyadi Suharyadi; Tri Baskoro Tunggul Satoto; Triwibowo Ambar Garjito; Dwi Sarwani Sri Rejeki
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.74927

Abstract

Abstrak. Kebijakan Satu Peta (KSP) atau One Map Policy (OMP) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam pelaksanaan Nawa Cita. Implementasi KSP diharapkan dapat membantu percepatan pelaksanaan pembangunan nasional di berbagai bidang, yang diantaranya adalah di bidang kesehatan. Salah satu program di bidang kesehatan yang dipandang relevan dengan implementasi KSP adalah program pengendalian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi data KSP yang dapat digunakan untuk memetakan kerawanan malaria. Eksplorasi dan identifikasi data KSP dilakukan dengan menggunakan pendekatan spasial ekologis yaitu habitat nyamuk vektor malaria. Menggunakan metode Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) yang diintegrasikan dengan SIG. Data KSP terpilih yang digunakan adalah pada kelompok tematik batas wilayah serta sumberdaya alam dan lingkungan yaitu diantaranya batas wilayah administrasi, sistem lahan, geologi, dan penutup lahan, ditambah dengan data kerapatan vegetasi yang di ekstraksi dari citra Landsat. Pemetaan dilakukan di daerah reseptif malaria di Perbukitan Menoreh. Peta kerawanan malaria yang dihasilkan dari implementasi KSP secara umum selaras dengan kondisi kejadian malaria yang terjadi sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk informasi spasial terpadu. Abstract. One Map Policy (OMP) is a priority government program in the implementation of Nawa Cita. One Map Policy implementation can help national acceleration development in every sector, such as health. One of the programs in the health sector that is relevant to OMP implementation is the malaria control program. The purposes of this research are to explore and identify OMP data that can be used to map the malaria hazard. Exploration and identification of OMP data was carried out using a spatial ecology approach that is the habitat of the malaria vector mosquito. This research uses the spatial multicriteria analysis (SMCA) method which is integrated with a geographic information system (GIS). The selected OMP data are boundary and natural resources and environment thematics groups, such as administrative boundaries, land system, geology, land cover, and vegetation density extracted from Landsat imagery. This mapping is located in an endemic malaria area, Menoreh Hills. The resulting malaria hazard map from OMP implementation is generally in line with the conditions of malaria incidence that occur so that it can be used as a study for spatial integrated information.
Luasan dan Kerapatan ekosistem mangrove di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang Angga Kurniawansyah; Masita DwiMandini Manessa; Aulia Puji Hartati
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.75345

Abstract

Abstrak. Pemantauan luasan dan kerapatan mangrove dapat berguna untuk keberlanjutan pemanfaatan ekosistem mangrove. Salah satu ekosistem mangrove yang telah dimanfaatkan berada di Kecamatan Cilamaya Wetan berupa peresmian objek wisata Pusat Bahari Tangkolak (PBT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan juga menentukan luasan serta kerapatan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menggunakan data perekaman citra satelit PlanetScope sensor Dove-R dengan cara dijitasi on screen, observasi, dan diskusi di lapangan. Analisis yang digunakan spasial, kuantitatif dan deskriptif untuk menjelaskan luasan dan kerapatan mangrove. Luas mangrove tahun 2017-2019 berturut-turut sebesar 77,40 Ha, 81,24 Ha, dan 50,91 Ha dengan dominasi kerapatan klasifikasi lebat setiap tahunnya. Penurunan luasan dan kerapatan mangrove terjadi karena adanya kegiatan wisata dan perubahan fungsi lahan ekosistem mangrove menjadi tambak ikan, udang, garam, dan penebangan pohon dalam pemenuhan kebutuhan rumahtangga.Abstract. Monitoring the area and density of mangroves can be useful for the sustainable use of mangrove ecosystems. One of the mangrove ecosystems that have been utilized is in the District of Cilamaya Wetan in the form of the inauguration of the Tangkolak Marine Center (PBT) tourist attraction. The purpose of this study was to determine and also determine the extent and density of the mangrove ecosystem. The method used in this research is NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) using PlanetScope sensor Dove-R satellite image recording data by digitizing on screen, observation, and discussion in the field. The analysis used was spatial, quantitative and descriptive to explain the extent and density of mangroves. The area of mangroves in 2017-2019 was 77.40 Ha, 81.24 Ha, and 50.91 Ha, respectively, with the dominance of the dense category of density every year. The decrease in the area and density of mangroves occurs due to tourism activities and changes in the function of mangrove ecosystem land into fish, shrimp, salt ponds, and tree cutting to fulfill household needs.
Analisis pembangunan wilayah melalui program dana desa di Kabupaten Bogor: pendekatan teori kelembagaan Shabrina Agustin Ghassani; Dominicus Savio Priyarsono; Wiwiek Rindayanti; Annisa Utami Seminar
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.75432

Abstract

Abstrak. Salah satu agenda besar dalam strategi pembangunan wilayah perdesaan adalah mengimplementasikan program dana desa. Namun, masih ditemukan kendala yang menghambat keberhasilan program dana desa yang sebabkan oleh lemahnya kapasitas kelembagaan desa. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat ditinjau berdasarkan perspektif kelembagaan yang menghambat proses pengelolaan dana desa dalam pembangunan wilayah perdesaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang menggunakan metode analisis isi dan analisis tematik dengan pendekatan kualitatif untuk menggali proses pengelolaan dana desa dalam menunjang pembangunan wilayah perdesaan yang dilakukan di Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil analisis, belum optimalnya alokasi pemanfaatan dana desa dalam perencanaan pembangunan dipengaruhi oleh unsur kognitif-kultural masyarakat. Secara normatif, kepala desa memiliki keprofesionalitasan yang rendah. Lemahnya pengawasan kepada kepala desa menyebabkan rendahnya profesionalisme kepala desa dalam melaksanakan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Hal ini menyebabkan rendahnya rasa memiliki masyarakat terhadap program dana desa, sehingga pelaksanaan pembangunan desa melalui program dana desa dinilai belum sampai pada tahap menjadikan masyarakat desa sebagai subyek pembangunan. Abstract. The big agenda in the rural area development strategy is implementing the village fund program. However, there are still obstacles that hinder the success of the village fund program which is caused by the weak capacity of village institutions. Thus, this study aims to to analyze the inhibiting factors from an institutional perspective that hinder the management of village funds in developing rural areas. This is case study research that use content and thematic analysis with a qualitative approach to explore the process of managing village fund in Bogor Regency. Found that, the non-ideal allocation of village fund utilization in development planning was influenced by the cognitive-cultural element. Weak supervision of the village head causes the low professionalism of the village head in carrying out accountability. This led to low sense of belonging from community towards the village fund program. The implementation of rural area development through the village fund program is considered not have reached the stage of making rural communities the subject of development.
DIVERSIFIKASI PANGAN DAN DIFERENSIASI POLA KONSUMSI PANGAN LOKAL RUMAHTANGGA TANI DI DESA BLEBERAN KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL Sudrajat Sudrajat
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78188

Abstract

Abstrak: Diversifikasi pangan  merupakan salah satu bentuk upaya manusia  untuk menganekaragamkan ketersedian pangan. Namun, pada kenyataan tidak semua manusia  mampu melakukan diversifikasi pangan, sehingga terjadilah diferensiasi pola konsumsi pangan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji   diversifikasi pangan  dan   diferensiasi  pola  konsumsi pangan lokal pada rumahtangga tani, serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bleberan Playen dengan mengambil sejumlah sampel rumahtangga tani secara random sampling. Pengumpulan data perimer dilakukan melalui wawancara dengan kepala rumahtangga tani meggunakan kusioner. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan  tabel frekuensi dan secara kuantitatif dengan uji statistic regresi liner berganda. Hasil penelitian menemukan, diversifikasi  produksi bahan pangan  maupun diversifikasi  olahan bahan pangan  yang dihasilkan rumahtangga tani sangat beragam dan tidak terlepas dari pengaruh  faktor demografi, social, budaya  maupun ekonomi. Penelitian ini juga menemukan, adanya diferensiasi pola konsumsi pangan pada rumahtangga tani, baik dlihat dari jenis, fekreuensi maupun jumlah bahan pangan yang dikonsumsi rumahtangga dalam periode waktu tertentu. Diferensiasi pola konsumsi pangan juga tidak terlepas dari pengaruh  faktor social-budaya  maupun  ekonomi.
Dampak Perubahan Penutup dan Penggunaan Lahan Terhadap Nilai Jasa Ekosistem di Kabupaten Sleman Prima Widayani; Huwaida Nur Salsabila; Agatha Andriantari
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78192

Abstract

Perubahan penutup dan penggunaan lahan di suatu wilayah adalah sebuah keniscayaan, konsisi ini juga terjadi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada dasarnya penutup penggunaan lahan merupakan bagian dari ekosistem yang bisa dihitung nilai jasa ekosistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penutup dan penggunaan lahan dan menganalisi dampak perubahan penututup penggunaan lahan terhadap nilai jasa ekosistem di Kabupaten Sleman pada tahun 1991, 2001, 2013 dan 2022. Data utama yang digunakan adalah Citra Satelit Landsat 5 tahun 1991, Landsat 7 tahun 2001, Landsat 8 tahun 2013 dan Landsat 9 tahun 2022. Klasifikasi multispektral supervised dengan algoritma maksimum likelihood digunakan untuk mendapatkan data penutup dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil klasifikasi penutup dan penggunaan lahan selama kurun waktu 31 tahun, lahan terbangun memiliki nilai landuse dynamic index (K) paling tinggi yaitu 4,5%. Penutup lahan yang paling stabil hanya sedikit mengalami perubahan adalah tubuh air dan lahan pertanian. Perubahan penutup dan penggunaan lahan memiliki dampak terhadap nilai jasa ekosistem dengan nilai elastisitas sebesar 0,4% dari tahun 1991-2022.
Analisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas lingkungan permukiman di Kapanewon Depok Amalia Rahmawati; Nursida Arif
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78240

Abstract

Konversi lahan menjadi permukiman di Kapanewon Depok terjadi secara intensif sehingga memicu terjadinya penurunan kualitas lingkungan permukiman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas lingkungan permukiman. Parameter kualitas lingkungan permukiman dan penggunaan lahan didapatkan melalui interpretasi citra Quickbird. Uji ketelitian hasil interpretasi menggunakan metode confusion matrix. Penilaian kualitas lingkungan permukiman menggunakan metode scoring. Uji t-test digunakan untuk melihat dampak dari perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas lingkungan permukiman. Hasil menunjukkan perubahan penggunaan lahan sawah dan semak belukar menjadi permukiman sangat tinggi selama periode 2010 - 2020 .Kualitas lingkungan permukiman pada tahun 2020 di dominasi kelas buruk dengan pola mengelompok. Permukiman yang berada di sepanjang sungai dengan tumpukan sampah menjadi lingkungan permukiman paling buruk. Lingkungan permukiman kelas buruk meningkat lebih dari 500% selama periode ini. Urbanisasi dan kawasan pendidikan menjadi pemicu konversi lahan menjadi area permukiman yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan permukiman.
Kajian kedaulatan atas Kepulauan Paracel dan dampaknya terhadap delimitasi batas maritim antara Cina dan Vietnam di Laut Cina Selatan Chika Laksita Dewi; I Made Andi Arsana
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78262

Abstract

Kepulauan Paracel merupakan kumpulan fitur maritim di Laut Cina Selatan yang sampai saat ini masih disengketakan antara Negara Cina dan Negara Vietnam. Sengketa yang terjadi bukan hanya sebatas masalah kedaulatan atas kepemilikan fitur-fitur maritim, tetapi juga hak berdaulat atas zona maritimnya. Penelitian ini menyajikan dua opsi terkait simulasi delimitasi batas maritim antara Negara Cina dan Negara Vietnam. Opsi yang pertama, yaitu berdasarkan klaim yang diajukan oleh Negara Cina dengan mengacu pada Pasal 46 – 47 UNCLOS 1982. Opsi yang kedua, yaitu berdasarkan klaim yang diajukan oleh Negara Vietnam atas dasar prinsip tindakan pendudukan dengan mengacu pada putusan kasus Pulau Sipadan – Ligitan dan Pulau Palmas. Menurut UNCLOS 1982, salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai solusi yang adil dalam delimitasi batas maritim adalah dengan menerapkan prinsip garis tengah atau sama jarak pada area yang tumpang tindih. Hasil dari penelitian ini berdampak pada penambahan dan pengurangan luas ZEE kedua negara.
Karakteristik Hidrokimia dan Model Konseptual Sistem Akuifer di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Doni Prakasa Eka Putra
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78681

Abstract

Di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Magelang, Jawa Tengah terdapat kemunculan mata air panas. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisika-kimia dan kandungan kimiawi air tanah dengan maksud untuk menentukan model konseptual sistem akuifer di daerah penelitian berdasarkan hidrokimia. Observasi hidrogeologi dan pengambilan sampel air tanah dilakukan secara periodik per-bulan selama 6 bulan. Karakteristik fisika-kimia air panas menunjukkan nilai pH 6.7-7, nilai suhu 33.7-35.7°C, nilai TDS 1650-2000mg/l dan nilai DHL 3300-4000µS/cm. Sedangkan, sumur gali memiliki nilai pH 4.6-6, nilai suhu 27.1-29°C, nilai TDS 90-295mg/l dan nilai DHL 180-590µS/cm. Tipe air tanah pada area penelitian terbagi menjadi 3 yaitu Tipe Na-Cl, Tipe Ca-HCO3 dan Tipe Ca-HCO3-Cl. Secara umum, kandungan hidrokimia pada mata air panas relatif konstan dibanding sumur gali. Berdasarkan hasil diatas, diketahui sistem akuifer pada area penelitian terbagi menjadi sistem akuifer dangkal (sumur gali) dan sistem akuifer dalam (mata air panas) yang diperkirakan berada pada kedalaman kurang lebih 200m dari permukaan tanah.
Perspektif Time Geography terhadap Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Perempuan Kepala Keluarga Dusun Gunung Butak, Gunungkidul Alia Fajarwati; Sukamdi Sukamdi; Dyah Rahmawati Hizbaron; Umi Listyaningsih; Pinta Rachmadani
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.79090

Abstract

Abstrak Pemenuhan kebutuhan air masyarakat Dusun Gunung Butak yang termasuk dalam kawasan Karst Gunungsewu merupakan tantangan, terlebih untuk Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). Tujuan penelitian : 1) mengidentifikasi sumber air bersih di Dusun Gunung Butak untuk memenuhi kebutuhan selama setahun, 2) menganalisa upaya pemenuhan kebutuhan air oleh Pekka menggunakan perspektif Time Geography. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Indepth interview dengan Pekka dan key persons dengan alat penelitian kalender musim dan panduan/protokol wawancara dilakukan untuk menggali informasi. Pemetaan juga dilakukan dengan menggunakan software GIS. Data divalidasi dengan strategi validasi dalam penelitian kualitatif dan dianalisa menggunakan metode analisa fenomenologis terstruktur. Pada tujuan 2 digunakan analisa dari perspektif Time Geography dan analisa spasial. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan sumber air yang digunakan di dusun ini. Berdasarkan analisa Time Geography, adanya pipa PDAM di dusun ini menghemat waktu, memperpendek jalur individu, dan mengurangi kendala mobilitas Pekka dalam memenuhi kebutuhan air terutama saat kemarau. Abstract Meeting the water needs of the community in Gunung Butak Hamlet which is located in the Gunungsewu Karst area is a challenge, especially for Women Headed Household (WHH). The aims of the study are : 1) to identify sources of clean water in Gunung Butak Hamlet to meet one year's needs, and 2) to analyze the fulfillment efforts of water needs by WHH using Time Geography perspective. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. Indepth interviews with WHH and key persons using seasonal calendar research tools and interview guidelines/protocols were conducted to gather information. Mapping was also done using GIS software. The data was validated using a validation strategy in qualitative research and analyzed using a structured phenomenological analysis method. Analysis from the perspective of Time Geography and spatial analysis was implemented in the second aim of this research. The results showed that there was a change in the source of water used in this hamlet. Based on Time Geography analysis, the presence of PDAM pipes in this hamlet saves time, shortens Pekka's individual paths and reducing their mobility constraint in fulfilling water needs, especially during the dry season.

Filter by Year

1988 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia More Issue