cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 1 (2022)" : 8 Documents clear
PENENTUAN OPTIMUM SETTING TIME ASPAL EMULSI JENIS CRS-1 DAN CRS-1P SEBAGAI MATERIAL LAPIS PEREKAT Muhammad Rezki Fadhilah; Latif Budi Suparma; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5763

Abstract

Abstract The use of a tack coat is very important in supporting the performance of a road pavement to improve the road capability. This research was carried out in 2 stages, namely: (1) empirical testing in the laboratory to determine the shear strength of the interlayer layer of the specimen using a tack coat of CRS-1P and CRS-1 types with variations in the rate of sprayed and curing time using the Leutner shear test, and (2) mechanistic analysis using BISAR 3.0 software to determine the minimum shear strength as the basis for determining the optimum tack coat application. Based on the results of the analysis of the flexible pavement structure using BISAR 3.0 software, the maximum shear stress value at 100 kN overload loading is 0.561 MPa which is set as the minimum allowable shear strength. This study showed that all variations of the tested tack coat application resulted in a shear strength value greater than the minimum shear strength so that the recommended optimum rate of sprayed and curing time was for tack coat materials of CRS-1 and CRS-1P emulsion asphalt types at 0.35 l/m2 with a curing time of 45 minutes with a shear strength of 1.610 MPa and 1.390 MPa, respectively. Keywords: road pavement; tack coat; rate of sprayed; curing time; shear strength. Abstrak Penggunaan lapis perekat sangat penting dalam mendukung kinerja suatu perkerasan jalan untuk meningkatkan kemampuan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu: (1) pengujian empiris di laboratorium untuk mengetahui kuat geser pada lapisan interlayer benda uji dengan menggunakan lapis perekat jenis CRS-1P dan jenis CRS-1, dengan variasi rate of sprayed dan curing time, yang menggunakan alat Leutner shear test, dan (2) pengujian mekanistik menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, untuk menentukan kuat geser minimum sebagai dasar penentuan aplikasi lapis perekat yang optimum. Berdasarkan hasil analisis struktur perkerasan lentur menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, diperoleh nilai tegangan geser maksimum pada pembebanan overload 100 kN, yaitu 0,561 MPa, yang ditetapkan sebagai kuat geser minimum yang diizinkan. Ppenelitian ini menunjukkan bahwa semua variasi aplikasi lapis perekat yang diuji menghasilkan nilai kuat geser yang lebih besar daripada kuat geser minimum, sehingga rate of sprayed dan curing time aplikasi optimum yang direkomendasikan untuk material lapis perekat jenis aspal emulsi CRS-1 dan aspal emulsi CRS-1P adalah 0,35 l/m2 dengan curing time 45 menit dan dengan kuat geser masing-masing sebesar 1,610 MPa dan 1,390 MPa. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; rate of sprayed; curing time; kuat geser.
THE IMPACT OF COVID-19 ON CONSUMER’S SHOPPING TRIP PATTERN Alfi Rizka Thoriq; Nahry
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5764

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has significantly affected the lives of all people in the world, with many people staying at home so that online stores are one of the places of choice for shopping. Before the Covid-19 pandemic, consumers carried out shopping activities with 2 methods, conventional shopping or trips to the store and online shopping. This change affects the transportation sector so research is needed on changes in consumer’s shopping trip patterns due to Covid-19 which aims to analyze changes in consumer’s shopping trip patterns due to the Covid-19 pandemic, post Covid-19 pandemic, the potential end of Covid-19, and the potential effects of Covid-19 interventions, before, during, and after Covid-19 ends, for 2 shopping commodities, namely gro-cery and fashion. This study shows that the Covid-19 pandemic has had an impact on changes in consumer’s shopping trip patterns in each aspect, those are the frequency of conventional shopping trips, modes of trip, types of trip and the frequency of consumer online shopping, but with significant differences for each group of consumer characteristics. To anticipate changes in consumer’s shopping trip patterns after the Covid-19 pande-mic, city transportation authorities should adjust urban transportation planning in its modeling to be more accurate, especially in planning related to last-mile delivery vehicles and city logistics. Keywords: shopping activities; conventional shopping; online shopping; shopping trip pattern; Covid-19 pandemic. Abstrak Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap kehidupan seluruh masyarakat di dunia, dengan banyaknya masyarakat yang berdiam diri di rumah, sehingga toko online menjadi salah satu tempat pilihan untuk berbelanja. Sebelum adanya pandemi Covid-19, konsumen melakukan aktivitas belanja dengan 2 metode, yaitu belanja konvensional atau melakukan perjalanan ke toko dan belanja online. Perubahan ini berdampak pada sektor transportasi, sehingga diperlukan penelitian tentang perubahan pola perjalanan belanja konsumen akibat Covid-19, yang bertujuan untuk menganalisis perubahan pola perjalanan belanja konsumen akibat pandemi Covid-19, pasca pandemi Covid-19, potensi berakhirnya Covid-19, dan potensi dampak intervensi Covid-19 sebelum, selama, dan setelah Covid-19 berakhir untuk 2 komoditas belanja, yaitu bahan makanan dan fesyen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan pola perjalanan belanja konsumen di setiap aspek, yaitu frekuensi perjalanan belanja konvensional, moda perjalanan, jenis perjalanan dan frekuensi belanja online konsumen, dengan perbedaan yang signifikan untuk masing-masing kelompok karakteristik konsumen. Untuk mengantisipasi perubahan pola perjalanan belanja konsumen pascapandemi Covid-19, otoritas transportasi kota harus menyesuaikan perencanaan transportasi perkotaan dalam pemodel-annya agar lebih akurat, terutama dalam perencanaan yang terkait kendaraan pengiriman akhir atau last mile dan logistik kota. Kata-kata kunci: aktivitas berbelanja; belanja konvensional; belanja online; pola perjalanan belanja; pandemi Covid-19.
SEBARAN PERJALANAN DAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 DI EMPAT KOTA ATAU KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Fidel Miro
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5765

Abstract

Abstract In this study, observations were made of the distribution of trips, which is the mobilization of inter-city communities within the province, in the province of West Sumatra. Observations were made during the Covid-19 pandemic, when the Government established policies that limited people's travel, to prevent the transmission of Covid-19. People's travel between a district or city and another district or city is limited, even though the district or city is in the same province. In this study, 4 zones were selected as observation areas, all of which are located in West Sumatera Province, namely Solok Regency, Padang Pariaman Regency, Pesisir Selatan Regency, and Padang City. To estimate the number of trips that occur in the future, a growth model is used, with 5 methods, namely the uniform method, the average method, the Fratar method, the Detroit method, and the Furness method. This study shows that the number of future trips calculated using the uniform method is 25045 trips. The average method, Fratar method, and Furness method give the same result for the number of trips in the future, which is 24435 trips. While the Detroit method gives the number of future trips of 24112 trips. Keywords: travel distribution; community trips; the Covid-19 pandemic; growth models. Abstrak Pada studi ini dilakukan pengamatan sebaran perjalanan, yang merupakan mobilisasi masyarakat antarkota dalam provinsi, di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Pengamatan dilakukan pada masa pandemi Covid-19, ketika Pemerintah menetapkan kebijakan yang membatasi perjalanan masyarakat, untuk mencegah penularan Covid-19. Perjalanan masyarakat antara suatu kabupaten atau kota dengan kabupaten atau kota yang lain dibatasi, walaupun kabupaten atau kota tersebut berada dalam wilayah provinsi yang sama. Pada studi ini dipilih 4 zona sebagai wilayah pengamatan, yang semuanya berada di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabu-paten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Untuk memperkirakan jumlah perjalanan yang terjadi di masa mendatang, digunakan model pertumbuhan, dengan 5 metode, yaitu metode seragam, metode rata-rata, metode Fratar, metode Detroit, dan metode Furness. Studi ini menunjukkan bahwa jumlah perjalanan di masa mendatang yang dihitung dengan menggunakan metode seragam adalah 25045 perjalanan. Metode rata-rata, metode Fratar, dan metode Furness memberikan hasil yang sama untuk jumlah perjalanan di masa mendatang, yaitu 24435 perjalanan. Sedangkan metode Detroit memberikan jumlah perjalanan di masa mendatang sebesar 24112 perjalanan. Kata-kata kunci: sebaran perjalanan; perjalanan masyarakat; pandemi Covid-19; model pertumbuhan.
DIVERSION TRANSPORTATION TIME INTO QUALITY TIME DURING COVID-19 PANDEMIC Fauzan Ferdiansyah; Fitra Faturachman; Listiowatty; Aan Hartati; Hendro Prabowo
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5766

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has become a major problem in the world in recent years, and has changed the way people live in many aspects. Many activities, rules, habits, and norms, that were carried out previously, turned into new habits. The impact of the Covid-19 pandemic, that is felt by people in Indonesia, comes from the Government's policies on physical and social distancing, such as limiting activities outside the home, closing school activities, and working from home. As a result, many work activities were conducted at home online rather than in the office. This condition makes employees have to adapt to the pattern of working remotely from their respective homes. This study aims to explore the activities they do with the transportation time they used previously, using a sample of several people who live in Jabodetabek and work as teachers, employees, and students. This study shows that those who do their activities from home use the time that should have been used to travel from home to work and vice versa, for more quality things, both for themselves and for their families. Keywords: Covid-19 pandemic; work from home; work activities; transportation time. Abstrak Pandemi Covid-19 telah menjadi masalah besar di dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan telah mengubah cara hidup masyarakat dalam banyak aspek. Banyak kegiatan, aturan, kebiasaan, dan norma yang dilakukan sebelumnya berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan baru. Dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan masyarakat di Indonesia berasal dari kebijakan Pemerintah tentang physical dan social distancing, seperti membatasi aktivitas di luar rumah, meliburkan aktivitas sekolah, dan work from home. Akibatnya, Banyak aktivitas kerja yang dilakukan di rumah secara online daripada dilakukan di kantor. Kondisi ini membuat karyawan harus beradaptasi dengan pola kerja jarak jauh dari rumah masing-masing. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan yang mereka lakukan dengan waktu transportasi yang mereka gunakan sebelumnya, dengan menggunakan sampel beberapa orang yang tinggal di Jabodetabek dan berprofesi sebagai guru, karyawan, dan mahasiswa. Studi ini menunjukkan bahwa mereka yang melakukan aktivitasnya dari rumah memanfaatkan waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya, untuk hal-hal yang lebih berkualitas, baik untuk mereka sendiri maupun untuk keluarga mereka. Kata-kata kunci: pandemi Covid-19; work from home; aktivitas kerja; waktu transportasi.
PENENTUAN TRASE JALAN LINTAS PENGHUBUNG ANTARA JALAN LINTAS TENGAH DAN JALAN LINTAS SELATAN PULAU JAWA PADA KORIDOR TRASE KEPANJEN–BALEKAMBANG JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN LEAST COST PATH Satrio Tunggul Satoto Jagad; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Wimpy Santosa
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5767

Abstract

Abstract Malang Regency has spatial inequality in the northern and southern regions. The southern region has a landscape that has the potential to become a tourism and agricultural area, but does not yet have access to the National Road, which is needed to accelerate the growth of the southern region of Malang Regency. Road development with the Kepanjen-Balekambang route can help the development gap in Malang Regency. In this study, road alignment planning is carried out, which considers aspects relevant to the selection of a road route, namely: (1) road geometry, (2) traffic volume, (3) regional topography, (4) land cover, (5) forest area, (6) lithology, (7) geological structure, (8) geological bearing capacity, (9) soil types, (10) slopes, (11) water boundaries, and (12) river orders. These twelve aspects are processed to select the best route, by overlaying raster maps and displaying a cost map to produce the route with the lowest cost. This study shows that the cheapest alternative chosen route is the Kepanjen-Gondanglegi-Wonokerto-Bantur-Balekambang route. Keywords: spatial inequality; road alignment; road route selection; least cost path. Abstrak Kabupaten Malang memiliki ketimpangan spasial di kawasan utara dan kawasan selatan. Kawasan selatan memiliki bentang alam yang berpotensi menjadi kawasan pariwisata dan pertanian, namun belum memiliki akses Jalan Nasional, yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan selatan Kabupaten Malang tersebut. Pengembangan jalan dengan trase Kepanjen-Balekambang dapat membantu kesenjangan pembangunan di Kabupaten Malang. Pada studi ini dilakukan perencanaan trase jalan, yang mempertimbangkan aspek-aspek yang relevan terhadap pemilihan trase jalan, yaitu: (1) geometrik jalan, (2) volume lalu lintas, (3) topografi wilayah, (4) penutup lahan, (5) kawasan hutan, (6) litologi, (7) struktur geologi, (8) daya dukung geologi, (9) jenis tanah, (10) kemiringan lereng, (11) sempadan air, dan (12) orde sungai. Keduabelas aspek ini diolah untuk memilih trase jalan terbaik, dengan cara overlay peta-peta raster dan menampilkan peta biaya untuk mengha-silkan rute dengan biaya termurah. Studi ini menunjukkan bahwa alternatif trase terpilih yang paling murah adalah trase Kepanjen-Gondanglegi-Wonokerto-Bantur-Balekambang. Kata-kata kunci: ketimpangan spasial; trase jalan; pemilihan trase jalan; least cost path.
RISKY BEHAVIOR WHEN DRIVING LUXURY CARS: THE PERSPECTIVE OF CAR TRADER Hendro Prabowo; Mahargyantari Purwani Dewi; M. Ihsan Sulthoni; Henny Regina Salve
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5768

Abstract

Abstract High-risk behavior, speeding, and breaking traffic on the road by wealthy people while driving their luxury cars are a common phenomenon on roads that often occur in Indonesia and in other countries. This study aims to explore the meaning of driving a luxury car for luxury car dealers who have experience driving several types of luxury cars. The phenomenological method was used in this study, which was conducted through online interviews with several used luxury car dealers. Some of the observed features include the type of luxury car, speed, safety, and security while driving. This study shows that, indirectly, driving a luxury car can be a risky behavior on the road. Keywords: luxury car; phenomenon on roads; speeding; risky behavior on the road. Abstrak Perilaku berisiko tinggi, ngebut, dan melanggar lalu lintas di jalan oleh orang-orang kaya saat mengendarai mobil mewah mereka merupakan fenomena umum di jalan yang sering terjadi di Indonesia dan di negara-negara lain. Studi ini bertujuan untuk menggali makna mengendarai mobil mewah bagi pedagang mobil mewah yang telah memiliki pengalaman mengendarai beberapa jenis mobil mewah. Metode fenomenologi digunakan pada studi ini, yang dilakukan melalui wawancara daring dengan beberapa pedagang mobil mewah bekas. Beberapa fitur yang diamati meliputi jenis mobil mewah, kecepatan, keselamatan, dan keamanan selama berkendara. Studi ini menunjukkan bahwa, secara tidak langsung, mengendarai mobil mewah bisa menjadi perilaku berisiko di jalan. Kata-kata kunci: mobil mewah; fenomena di jalan; ngebut; perilaku berisiko di jalan.
PANDEMIC EFFECT ON MULTIMODAL MOBILITY CHANGE Muhamad Idris Rauf; Nurul Khasanah; Siti Hotijah; Marwati Zulkarnain; Hendro Prabowo
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5769

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has had an impact on various sectors of life, including education, the economy, and transportation. There has been a change in the mobility pattern of transportation users, including users of public transportation. One group of users of multimodal transportation, namely employees who work from the office or WFO, experienced changes in mobility due to concerns about the risk of being exposed to the Covid-19 virus when using public transportation. This study aims to examine changes in the mobility of multimodal users before and during the Covid-19 pandemic, which was carried out using a phenomenological qualitative approach through interviews. Respondents in this study were several WFO employees, who used multimodal transportation to and from work. This study shows that there is a change in the mobility of WFO employees when using multimodal transportation before and during the Covid-19 pandemic. These changes are the impact and strategies of respondents to overcome worries and feelings of insecurity when using public transportation facilities. To overcome these concerns and insecurities, respondents tried to minimize the risk of being exposed to the Covid-19 virus when using public transportation facilities. Keywords: mobility; public transportation users; multimodal; Covid-19 pandemic. Abstrak Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, maupun transportasi. Terjadi perubahan pola mobilitas pengguna transportasi, termasuk pengguna transportasi umum. Salah satu kelompok pengguna transportasi multimoda, yaitu karyawan yang melakukan work from office atau WFO, mengalami perubahan mobilitas akibat kekhawatiran akan risiko terpapar virus Covid-19 saat menggunakan transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan mobilitas pengguna multimoda sebelum dan selama pandemi Covid-19, yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara. Responden pada studi ini adalah beberapa karyawan WFO, yang menggunakan transportasi multimoda saat berangkat dan pulang kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan mobilitas pegawai WFO saat menggunakan transportasi multimoda sebelum dan selama masa pandemi Covid-19. Perubahan tersebut merupakan dampak dan strategi responden untuk mengatasi kekhawatiran dan perasaan tidak aman saat menggunakan fasilitas transportasi umum. Untuk mengatasi kekhawatiran dan rasa tidak aman tersebut, responden berupaya meminimalkan risiko terpapar virus Covid-19 saat menggunakan fasilitas transportasi umum. Kata-kata kunci: mobilitas; pengguna transportasi umum; multimodal; pandemi Covid-19.
ECONOMIC AND FINANCIAL FEASIBILITY OF PORT DEVELOPMENT IN EAST KALIMANTAN PROVINCE Theresita Herni Setiawan; Finnegan Belano; Adrian Firdaus; Andreas Franskie Van Roy; Yohanes Lim Dwi Adianto; Aloysius Tjia Iwan Irawan
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i1.5770

Abstract

Abstract The port is an infrastructure that connects land and sea transportation modes, which greatly affects the movement of goods and passengers. The construction or development of a port requires an in-depth study, because it is associated with large costs. Several parameters are needed to conduct a feasibility study for the construction of a port, which includes the demand for loading and unloading of goods and ship visits. In this study, a feasibility study was conducted on the construction of a port in East Kalimantan Province. This study shows that the planned development of a port in East Kalimantan Province is economically feasible but not financially viable. Keywords: port; development feasibility; economic feasibility; financial feasibility. Abstrak Pelabuhan merupakan infrastruktur yang menghubungkan moda transportasi darat dan moda transportasi laut, yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan barang dan penumpang. Pembangunan atau pengembangan suatu pelabuhan memerlukan kajian yang mendalam, karena terkait dengan biaya yang besar. Diperlukan beberapa parameter untuk melakukan kajian kelayakan pembangunan suatu pelabuhan, yang mencakup kebutuhan bongkar muat barang dan kunjungan kapal. Pada studi ini dilakukan kajian kelayakan pembangunan suatu pelabuhan di Provinsi Kalimantan Timur. Studi ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan suatu pelabuhan di Provinsi Kalimantan Timur layak secara ekonomi tetapi tidak layak secara finansial. Kata-kata kunci: pelabuhan; kelayakan pembangunan; kelayakan ekonomi; kelayakan finansial.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue