cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
TINJAUAN KINERJA OPERASI KENDARAAN ANGKUTAN UMUM DI BANDAR LAMPUNG Arintono, Sulistyo; Sebayang, Syukur
Jurnal Transportasi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.348 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i1.1763.%p

Abstract

Abstrak Jumlah kendaraan angkutan kota maupun antarkota cenderung terlalu banyak. Kondisi ini menyebabkan banyak waktu terbuang untuk mengantre di terminal, antara awak kendaraan saling berebut penumpang, penghasilan awak dan pemilik kendaraan terbatas, serta akhirnya akan menimbulkan tuntutan kenaikan tarif secara prematur. Penelitian ini akan membahas kinerja operasi kendaraan angkutan umum di Bandar Lampung, khususnya bus, untuk dibandingkan dengan standar Bank Dunia. Data untuk keperluan analisis dikumpulkan melalui serangkaian survei lapangan pada beberapa terminal dan jalan-jalan yang dilalui bus, yang mencakup frekwensi layanan, jumlah penumpang, dan jarak tempuh rata-rata per penumpang. Hasil analisis data menunjukkan headway rata-rata pada layanan bus kota dan bus antarkota bervariasi antara 5-22 menit (standar 1-12 menit); jarak tempuh per bus per hari (126-243 km) jauh di bawah standar (230-260 km), kehilangan waktu akibat antrean mencapai 16-43%, dan jumlah bus yang beroperasi pada setiap rute jauh melebihi jumlah yang dibutuhkan agar tercapai kondisi operasi yang sehat. Oleh karena itu, pemerintah perlu bertindak bijaksana dalam penentuan jumlah kendaraan dan tarif agar menguntungkan semua pihak (pengusaha dan pengguna jasa angkutan umum).Kata-kata kunci: kinerja, angkutan umum, Bandar Lampung
PENGARUH ASBUTON MURNI TERHADAP INDEKS PENETRASI ASPAL Indriyati, Eva Wahyu
Jurnal Transportasi Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.6 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i3.2864.%p

Abstract

Abstract Penetration Index is one of the parameters of asphalt’s temperature susceptibility. The lower the Penetration Index, the lower the bitumen’s temperature susceptibility. One solution to improve the level of asphalt’s temperature susceptibility is by adding pure Asbuton to pen 60/70 petroleum asphalt. The proportion of pure Asbuton added to the pen 60/70 petroleum asphalt varies from 0% to 100%. The value of Penetration Index is determined by the Pfeiffer and Van Doormall equations, which is affected by penetration and softening point of asphalt. The analysis performed shows 2 different zones. In the first zone, with pure asbuton content of 0%-30%, the Penetration Index did not change significantly, while in the second zone there was a significant changes in the Penetration Index values. It is found that the addition of pure asbuton of 2%-30% will result in larger Penetration Index values, meaning that the level of asphalt’s temperature susceptibility is better. Keywords: Penetration Index, softening point, petroleum asphalt, Asbuton  Abstrak Indeks Penetrasi adalah salah satu parameter pengukur kepekaan aspal terhadap temperatur. Makin rendah nilai Indeks Penetrasi, makin rendah tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kepekaan aspal terhadap perubahan temperatur adalah dengan memodifikasi aspal minyak penetrasi 60/70 dengan asbuton murni. Persentase kadar asbuton murni yang ditambahkan ke dalam aspal minyak penetrasi 60/70 bervariasi mulai dari 0% sampai 100%. Nilai PI ditentukan berdasarkan Persamaan Pfeiffer dan Van Doormall, yang merupakan hubungan antara nilai penetrasi dan titik lembek aspal. Hasil analisis menghasilkan 2 zona yang berbeda. Pada zona pertama, untuk kadar asbuton murni 0%-30%, nilai Indeks Penetrasi tidak berubah secara signifikan. Sedangkan pada zona kedua terjadi perubahan yang signifikan pada nilai Indeks Penetrasi. Penambahan asbuton murni sebesar 2%-30% menghasilkan nilai PI yang lebih besar, artinya tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur semakin baik. Kata-kata kunci: indeks penetrasi, titik lembek, aspal minyak, Asbuton
PEMILIHAN METODE PERHITUNGAN PENGURANGAN EMISI KARBON DIOKSIDA DI SEKTOR TRANSPORTASI Endrayana Dharmowijoyo, Dimas Bayu; Zainuddin Tamin, Ofyar
Jurnal Transportasi Vol 10, No 3 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.471 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i3.436.%p

Abstract

Climate change issues in the world is a problem that needs attention. In the last three wasrsa dasa, has been an increase of carbon dioxide in the air is very large, reaching about 70%. Carbon dioxide emissions have resulted in the Greenhouse Effect, which causes climate change, both in local and global scale. Meriupakan transport sector one of the sectors that contributed to the increase in carbon dioxide emissions. Furthermore, the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) states that there are three main sectors that affect theincrease in carbon dioxide emissions within 30 years, namely the transport sector, energy supply sector, and industrial sectors. Carbon dioxide emissions can be calculated using various methods available and seytiap method requires the data obtained in various ways. In this study the selection method of calculating carbon dioxide emissions generated by the transportation sector. From this study found that the method of using vehicle kilometer travel is the most suitable method for the conditions in Indonesia.Keywords: transport emissions, carbon dioxide emissions, vehicle kilometer travel
PENGGUNAAN MODEL GRAVITY-OPPORTUNITY (GO) DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALULINTAS Suyuti, Rusmadi; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.216 KB) | DOI: 10.26593/jt.v7i1.1816.%p

Abstract

Abstrak Matriks Asal Tujuan merupakan input yang sangat penting pada hampir semua aplikasi perencanaan transportasi. Salah satu metodologi yang dikembangkan untuk mendapatkan MAT tersebut adalah dengan menggunakan data arus lalulintas atau sering disebut dengan metode tidak konvensional. Penggunaan metode tidak konvensional mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan dengan metode konvensional dalam hal kemudahan memperoleh data, murah, cepat dan tidak mengganggu arus lalulintas. Meskipun demikian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi MAT yang dihasilkan dari data arus lalulintas, diantaranya adalah pengaruh jenis model sebaran pergerakan (trip distribution) yang digunakan. Pada penelitian ini dikaji pengaruh penggunaan model Gravity-Opportunity (GO) terhadap tingkat keakurasian MAT yang dihasilkan dari informasi data arus lalulintas. Selanjutnya proses estimasi MAT dengan menggunakan data arus lalulintas tersebut akan dianalisis menggunakan data untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan penggunaan model GO diperoleh tingkat keakurasian yang cukup tinggi dalam proses estimasi MAT dengan menggunakan informasi data arus lalulintas. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan nilai optimum fungsi tujuan untuk masing-masing metode estimasi serta hasil pengujian statistika. Metode estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuadrat-Terkecil-Berbobot (KTB).Kata-kata kunci: pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan, metode estimasi, distribusi perjalanan, pemilihan rute
PENGARUH PENUAAN TERHADAP KUAT GESER LANGSUNG CAMPURAN BERASPAL Haryanto, Iman
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.122 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i2.1773.%p

Abstract

Abstrak Penuaan campuran beraspal adalah pengerasan aspal akibat pemanasan atau oksidasi, sehingga aspal kehilangan sebagian komponen ringan (volatile) sehingga lebih getas, mudah retak, kurang awet. Namun demikian, penuaan juga meningkatkan kekakuan aspal. Proses penuaan dapat disimulasikan di laboratorium secara jangka pendek dan jangka panjang. Penuaan jangka pendek dimaksudkan untuk mensimulasikan pengerasan aspal selama fase konstruksi, sedangkan penuaan jangka panjang dimaksudkan untuk mensimulasikan proses oksidasi selama umur pelayanan jalan.Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh penuaan terhadap perubahan sifat geser campuran beraspal karena sifat geser cukup penting. Sifat ini penting karena jika kuat geser campuran beraspal lebih rendah dari tegangan geser akibat kendaraan maka terjadi deformasi permanen pada lapis permukaan. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan dudukan Marshall yang dimodifikasi.Pengujian menunjukkan bahwa kuat geser (t) dan modulus geser (G) campuran beraspal yang tidak diberi perlakuan penuaan adalah 0,87 MPa dan 48,99 MPa, sedangkan kuat geser dan modulus geser campuran beraspal yang diberi perlakuan penuaan adalah 0,57 MPa dan 20,14 MPa. Uji statistik menggunakan uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada t dan Gmax diantara kedua populasi. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan penuaan terhadap kuat geser dan modulus geser maksimum campuran beraspal.Kata-kata kunci: campuran beraspal, penuaan, geser langsung, kuat geser, modulus geser.
PEMANFAATAN HIGHWAY SAFETY MANUAL (HSM) DI INDONESIA DALAM MEMPREDIKSI KECELAKAAN PADA SEGMEN JALAN Iqbal, Muhamad; Tjahjono, Tri; Marino, Alan
Jurnal Transportasi Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.439 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i3.494.%p

Abstract

The aims of this study were to investigate the variables affecting the highway safety function and to evaluate the prediction of frequency and accident fatality by using HSM method in several roadway segments in Indonesia. The studied road segments were toll road segments such as Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi (JAGORAWI), and Jakarta–Tanggerang toll road. The estimation of frequency and the fatality of accidents were developed from the prediction models, from which a combination of Safety Performance Functions (SPFs) and Empirical Baves method (EB). Based on the calculation, HSM method can be used to predicting accidents frequency in toll road segments with appropriate calibration factor (C) for each toll road or with consolidated calibration factor about 1,95. That value represents the accident rates on toll road segment in Indonesia is twice as big as America roadway segment.Keywords: HSM, SPFs, Calibration Factor, EB method, Toll Road
KAJIAN AWAL KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI JALAN REL ., Herman
Jurnal Transportasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.512 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i1.2152.%p

Abstract

Abstract Staging of investment start from the bidding stage to the operational and maintenance stage. Each stage requires a fee to be prepared by the investor. This study aims to calculate the financial feasibility of the implementation of railway passengers. Calculations are based on simulation of the cost of investment, the number of passengers who use it and does not include the risk factors. Results of this study show that the railway project which is not financially feasible requires government support. The government support, such as policies to reduce the burden of the cost of construction and the government guarantee for the hogh uncertain risk could result in the project financial feasibility. Keywords: investment, financial feasibility, government support  Abstrak Tahapan investasi diawali dari tahap penawaran sampai dengan tahap operasional dan pemeliharaan. Setiap tahapan memerlukan biaya yang harus dipersiapkan oleh investor. Penelitian ini bertujuan menghitung kelayakan finansial penyelenggaraan perkeretaapian penumpang. Perhitungan didasarkan simulasi biaya investasi, jumlah penumpang yang menggunakannya dan belum memasukkan faktor risiko. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa penyelenggaraan perkeretaapian yang tidak layak secara finansial membutuhkan dukungan pemerintah. Bentuk dukungan pemerintah seperti kebijakan untuk mengurangi beban biaya konstruksi dan penjaminan pemerintah untuk risiko ketidakpastian yang terlalu tinggi dapat menghasilkan kelayakan secara finansial. Kata-kata kunci: investasi, kelayakan finansial, dukungan pemerintah
BIAYA PRESERVASI JALAN AKIBAT TRUK DENGAN BEBAN BERLEBIH DI JALAN PESISIR TIMUR PROVINSI ACEH Fithra, Herman; M. Saleh, Sofyan
Jurnal Transportasi Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.317 KB) | DOI: 10.26593/jt.v11i3.460.%p

Abstract

Aceh province heavily relies on the road transportation to support its economic development. Freight movement carried out by land transport (mostly on road) is more than 95% in this province. This condition is even worsened by trucks which tend to carry overload. This study is conducted to evaluate pavement performance in the east corridor of roads in the Aceh Province caused by overloading trucks, using the AASHTO method. The pavement preservation cost analysis is based on the pavement design life of 10 years. The results show that the preservation costs for 2-axle colt truck is Rp. Rp. 847/ton-km, for 2-axle engkel truck is Rp. 1,377/ton-km, for 3-axle tronton truck is Rp. 789/ton-km, and for 3-axle intercooler truck is Rp. 1,086/ton-km.Keywords: Aceh, preservation, performance, damage, highway.
PENINGKATAN KINERJA PELABUHAN KRUENG GEUKUEH, LHOKSEUMAWE, PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Tjeendra, Melinda; Joewono, Tri Basuki; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.541 KB) | DOI: 10.26593/jt.v8i2.1839.%p

Abstract

Abstract Sea transportation sector comes to be one golden bridge for Indonesia to increase the economy activity. In this context, Nanggroe Aceh Darussalam Province is one of the strategic provinces, which acts as a gate to enter in western part of Indonesia. Being surrounded by sea, a harbor and sea transportation in NAD is a must. One of the most important harbour in NAD province is Krueng Geukueh Harbour. NAD has very strategic position, between Malaysia and Singapore, and potential conditions, e.g. closely related with central business district, the existence of abundance natural resources, and the availability of airport. The purpose of this study is to improve the performance of Krueng Geukueh Harbour. An improvement efforts suggested include, improving unity of intermodal and multimodal in this harbour, increasing harbour’s capacity of facilities, increasing shipping safety, improving human resources quality and technology usage, and offering opportunities for investor. Keywords: harbor’s performance, intermodal transportation, multimodal transportation.
PENGARUH KONDISI CUACA PENERBANGAN TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PILOT Saputra, Abadi Dwi; Muthohar, Imam; Priyanto, Sigit; Bhinnety, Magda
Jurnal Transportasi Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.872 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i3.1752.%p

Abstract

Abstract In modes of transportation, air transportation is the mode that is very dependent on weather conditions, either the aircraft will take off and on the cruise, weather phenomena which are beyond the control of human existence are often inserted into the factors which may be the cause of a accident. This study was conducted to determine whether the differences as a pilot mental workload in the weather phenomenon condition that occurs when operating the aircraft in terms of differences pilot age. Mental workload measurements performed using the Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) method, this method using combine of three dimensions with their levels. The dimensions are time load, mental effort load, and psychological stress load. The results of studies showed that for overall, the level of the highest relative importance is the dimension of time, then all subjects have an agreement and assume that the time load is the most important factor in determining the level of pilot mental workload on the face weather conditions  were influential in the world of aviation, while for the most burdened condition or pilot mental workload in the highest level either for both group is when aircraft face of changing wind conditions. Keywords: mental workload, pilot age, weather condition, air transportation  Abstrak Transportasi udara merupakan moda yang sangat bergantung pada keadaan cuaca. Fenomena cuaca merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya suatu kecelakaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan beban kerja mental seorang pilot jika dihadapkan pada fenomena cuaca yang terjadi pada saat mengoperasikan pesawat udara berdasarkan faktor usia pilot. Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique. Metode ini menggunakan tiga kombinasi dimensi dengan tingkatannya. Dimensi-dimensi tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental, dan beban tekanan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkatan kepentingan relatif yang paling tinggi adalah dimensi beban usaha waktu sehingga semua subyek mempunyai kesepakatan dan menganggap bahwa faktor beban waktu merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan tingkat beban kerja mental pilot pada saat menghadapi kondisi cuaca. Sedangkan beban kerja mental pilot berada pada level tertinggi pada saat pesawat udara menghadapi perubahan kondisi angin. Kata-kata kunci: beban kerja mental, usia pilot, kondisi cuaca, transportasi udara

Page 41 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue