cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 591 Documents
PERNIKAHAN ANAK USIA DINI DI DESA TASOKKO KEC. KAROSSA KAB. MAMUJU TENGAH (STUDI HAMIL PRANIKAH) Hasmira B Hasmira B; Supriadi Torro
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.144 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya penikahan anak usia  dini yang mengalami hamil pranikah di desa Tasokko Kec. Karossa Kab. Mamuju tengah dan bagaimana dampak dari penikahan anak usia  dini yang mengalami hamil pranikah di desa Tasokko Kec. Karossa Kab. Mamuju tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 12 orang yang ditentukan melalui teknik Purposive sampling dengan kriteria anak yang  hamil pranikah serta orang tua dari anak yang hamil pranikah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-fakror yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan anak usia dini di  Desa Tasokko Kec. Karossa Kab. Mamuju Tengah (studi kasus anak yang mengalami hamil pranikah) adalah yang pertama faktor kontrol orang tua lemah, kemudian yang kedua faktor pengetahuan yang rendah, kemudian yang ketiga faktor kondisi ekonomi, dan yang keempat faktor pengaruh keluarga lainnya. Adapun dampak yang ditimbulkan dari pernikahan diusia dini karena hamil diluar nikah yaitu  kesehatan reproduksi, kondisi ekonomi pasca nikah, kondisi psikologis yaitu (pasangan yang menikah, orang tua dan  kondisi psikologis anak dari pasangan yang menikah diusia dini karena hamil diluar nikah)
SOSIAL PHUBBING DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Farida Syafira Nadjib Ahmad Alamudi; Muhammad Syukur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.759 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Phubbing Sosial pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. 2) Dampak phubbing sosial terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini adalah tipe kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan ditentukan oleh metode pengambilan sampel Snowball. Informan adalah 14 orang yaitu 7 laki-laki dan 7 perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kualitatif dengan tipe deskriptif dianalisis dengan menggunakan tiga metode yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Faktor-faktor penyebab Phubbing Sosial di Fakultas Psikologi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar adalah keberagaman aplikasi smartphone yang disukai, terlalu banyak mengobrol, dan terlalu asyik bermain game. 2) Efek negatif dari phubbing sosial di Fakultas Psikologi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar adalah pertama, hubungan yang harmonis dalam keluarga menjadi keretakan. Kedua, merusak persahabatan. Ketiga, ternyata bersifat individualistis. Keempat, menjadi antisosial. Dan efek positif dari phubbing sosial di Fakultas Psikologi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar terhindar dari pembicaraan dan kegiatan percakapan yang buruk.
ADAPTASI SOSIAL SISWA PINDAH SEKOLAH (STUDI KASUS di SMA PGRI SUNGGUMINASA) Debiani Papa
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3 edisi 3 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.83 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1).faktor apa yang menyebabkan anak pindah sekolah dan 2).bagaimana cara siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari secara mendalam terhadap suatu individu, kelomopok, lembaga, atau masyarakat tertentu tentang latar belakang, keadaan sekarang, ataupun interaksi yang terjadi di dalamnya khsusnya bertujuan untuk memepelajari secara mendalam tentang cara beradaptasi para siswa baru di SMA PGRI Sungguminasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu obeservasi, wawancara, dan dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh data secara konkret yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor yang menyebabkan siswa pindah sekolah yaitu keinginan orang tua, pergaulan anak, dan siswa yang tidak mampu bersaing di sekolah yang lama(tinggal kelas). 2) cara para siswa baru beradaptasi di lingkungan sekolah yang baru yaitu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru, bersikap ramah dengan teman dan guru, dan saling menghargai diantara guru dan warga sekolah lainnya. Kata Kunci : Adaptasi Sosial Siwa Pindahan, SMA PGRI Sungguminasa
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 2 PANGKAJENE) Jumirah .
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.647 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i1.2322

Abstract

Dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Pangkajene dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Pangkajene. Hasil penelitian mengenai implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 2 Pangkajene menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 yaitu pelatihan guru mengenai kurikulum 2013, penyediaan buku siswa dan buku pegangan guru, penguatan manajemen dan budaya sekolah serta peran pemerintah dalam pengawasan dan evaluasi. Sedangkan faktor-faktor penghambat implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Pangkajene, yaitu minimnya sarana dan prasarana yang disediakan pihak sekolah, kurangnya pelatihan bagi guru mengenai kurikulum 2013, kurangnya perhatian orang tua siswa, kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran serta guru belum siap dan masih bingung dengan standar proses yang harus dipenuhi.Kata kunci: Faktor, Implementasi, Kurikulum 2013, Sosiologi
ANALISIS POLA ADAPTASI DAN MITIGASI KERENTANAN MASYARAKAT PESISIR TERHADAP TEKANAN SOSIO-EKOLOGIS (Studi Kasus Pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah) Agus Susanto; Edi - Rusdiyanto; Sumartono - Sumartono
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.196 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.4197

Abstract

Pesisir kota Semarang letaknya strategis karena berada pada jalur koridor Jakarta Surabaya, dan mempunyai panjang garis pantai 13 km, namun akhir-akhir ini mengalami tekanan sosio-ekologis yang berupa rob dengan luasan genangan mencapai 32 km2 dan tinggi genangan antara 50 -70 cm, penurunan muka tanah yang sporadis dengan kecepatan 2-8 cm/tahun akibat pengambilan air tanah yang sangat masif, alih fungsi lahan, dan pencemaran perairan. Sehingga berdampak pada masyarakat. Adapun kelompok masyarakat yang rentan terpapar terhadap tekanan sosio-ekologi adalah: nelayan/petani, buruh pabrik, karyawan, dan jasa. Untuk itu dilakukan penelitian analisis pola adaptasi dan mitigasi kerentanan masyarakat pesisir kota Semarang akibat tekanan sosio-ekologis, dengan tujuan: mengetahui kelompok masyarakat yang rentan beserta tingkat kerentannannya, bagaimana adaptasi, dan bentuk mitigasinya. Metode yang digunakan adalah: deskriptif eksploratif dari kerentanan (vulnarebility) yang menggunakan pendekatan International Panel of Climate Change-IPCC (2001). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan pada masyarakat nelayan/petani adalah rentan (0.28), dan tingkat kerentanan pada buruh, dan usaha jasa adalah cukup rentan (0.14 dan 0.12), sedangkan tingkat kerentanan pada karyawan adalah yang paling rendah atau tidak rentan (0.03). Pola adaptasi yang telah berlangsung adalah dengan meningkatkan tanggul di kiri kanan sungai, dan jalan, meninggikan lantai rumah, pembuatan rumah panggung, alih pekerjaan, dan pindah rumah. Sedangkan bentuk mitigasinya adalah: penyediaan pompa penyedot air, menyiapkan peta daerah rawan rob dilengkapi dengan rute pengungsian sementara, penyediaan POSKO, menyiapkan sistem peringatan dini, melatih penduduk untuk selalu siaga, penyediaan tenaga medis, dan penyediaan infrastruktur penunjang.Kata kunci:          Penyiapan sistem peringatan dini, pelatihan penduduk, penyediaan tenaga medis
PERANAN GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR AKADEMIK SOSIOLOGI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 12 MAKASSAR Arni Arni; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 3, November 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.766 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Faktor yang paling mempengaruhi kesulitan belajar akademik, 2) Peranan guru dalam mengatasi kesulitan belajar akademik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, memperoleh gambaran tentang peranan guru dalam mengatasi kesulitan belajar akademik sosiologi siswa. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang, dimana guru mata pelajaran sosiologi 2 orang dan siswa 4 orang. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria peranan guru dalam mengatasi kesulitan belajar akademik sosiologi siswa. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Faktor yang paling mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah faktor internal, meliputi a) kondisi fisik atau kesehatan, b) kecerdasan, c) motivasi belajar, d) minat belajar siswa. Sedangkan faktor eksternal, meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan luar/ masyarakat. 2) Peranan guru dalam mengatasi kesulitan belajar akademik yaitu a) sebagai pendidik dan pengajar, dimana guru melakukan transfer ilmu pengetahuan, mengajarkan dan membimbing siswa serta mengajarkan tentang sesuatu yang berguna bagi mereka di masa depan. b) Sebagai motivator, dalam artian guru sebagai pendorong siswa agar mau melaksanakan kegiatan belajar dan harus menciptakan kondisi kelas yang membuat siswa termotivasi melaksanakan kegiatan belajar, baik individu maupun kelompok. c) Sebagai fasilitator, fasilitator guru berperan menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar siswa lingkungan belajar yang tidak menyenangkan, susunan kelas yang tidak teratur, meja dan kursi yang berantakan, fasilitas belajar yang kurang tersedia menyebabkan siswa malas dan kurang motivasi dalam belajar. d) Sebagai pelatih, memberikan pengawasan dan peluang bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sebagai latihan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
UPAYA GURU DALAM MENGATASI MASALAH KENAKALAN SISWA DI SMA NEGERI 1 PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Ince Deriansyah Syam
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.567 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i2.2372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru dalam mengatasi masalah kenakalan siswa di SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penarikan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria kepala sekolah, guru BP, guru bersertifikat pendidik, siswa yang menjabat sebagai ketua kelas (kelas XI-XII) IPS, orang tua atau wali peserta didik, dan masyarakat disekitar lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Informan sebanyak 20 orang dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa di SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep, yaitu faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sosial masyarakat, dan faktor lingkungan sekolah. Penelitian ini juga mengungkap fakta bahwa para guru di SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep telah melakukan beragam upaya dalam mengatasi masalah kenakalan siswa. Upaya-upaya tersebut ada yang berbentuk preventif (pencegahan) dan berbentuk kuratif (penyembuhan). Secara umum, upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut sudah cukup maksimal meskipun tak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan.Kata Kunci: Kenakalan Siswa
PRIVILESE PADA SISWA DI SMA NEGERI 2 SENGKANG KABUPATEN WAJO Andi Ashar; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.524 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang dan apa dampak yang ditimbulkan dari bentuk privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang. Jumlah informan dalam penelitian sebanyak 15 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria teman dekat dari siswa anak pejabat, anak pejabat kepala Instasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yang dilakukan peneliti adalah member check agar informasi yang diperoleh sesuai penulisan laporan dengan informan atau data yang dimaksud. Analisis data ini diolah secara deskriptif kualitatif dimana peneliti merangkum, memilih dan memfokuskan pada hal penting atau mereduksi data setelah itu penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Bentuk Privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang yakni, a. bebas tes masuk sekolah, b. menempati kelas unggulan, c. mendapat nilai tinggi meskipun mempunyai IQ rata-rata, d. mudah dalam memperbaiki nilai, e. bebas akses keluar masuk sekolah, f. adanya kebijakan saat pemotongan rambut, g. tidak mendapat sanksi point saat terlambat, ini terjadi akibat siswa tersebut mempunyai orang tua pejabat dalam yang berasal dari kalangan atas atau golongan elit. 2). Adapun dampak yang ditimbulkan pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang misalnya, a. adanya perbedaan perlakuan, b. timbulnya kecemburuan social, c. adanya perbedaan gaya hidup, d. timbulnya gengsi atau kesombongan pada individu siswa, e. adanya konflik antar siswa yang terjadi di sekolah.
BASIS JARINGAN SOSIAL-EKONOMI PENENUN BUGIS-WAJO Muhammad Syukur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.822 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2549

Abstract

Penetrasi pasar sistem ekonomi dan perkembangan teknologi tenun dalam masyarakat Wajo telah terpolarisasi menjadi tiga kelompok, gedongan, ATBM dan pengusaha tenun. Hal ini menunjukkan tindakan ekonomi yang berbeda yang dilakukan oleh tiga kelompok dalam merespon pasar dan teknologi pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dasar moral dalam mengembangkan dan memanfaatkan jaringan dalam kegiatan menenun dilakukan oleh tiga kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara yang mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan jaringan distribusi penenun melibatkan solidaritas sosial dan kepentingan ekonomi dan jaringan yang berlangsung di bentuk penenun relationship. Gedongan horisontal dan vertikal menggunakan jaringan sosial solidarity lebih dari jaringan kepentingan ekonomi. ATBM penenun cenderung di antara solidaritas dan kepentingan ekonomi. Sedangkan, pengusaha tenun menggunakan jaringan kepentingan ekonomi lebih dari jaringan solidaritas. Kata Kunci : Jaringan sosial, moral, penenun, Bugis-Wajo 
PERAN SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN POLITIK SISWA PADA SMA MUHAMMADIYAH PALOPO Sulfiah Marzuki; Chamsiah Ishak
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.047 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo; 2) Hambatan yang dihadapi oleh sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah sekaligus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan, guru pembina OSIS, ketua OSIS, wakil ketua OSIS dan 3 siswa kelas X serta 3 XI SMA Muhammadiyah Palopo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah  Palopo yaitu: a) sekolah sebagai wadah untuk memupuk partisipasi politik siswa melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS, b) sekolah sebagai wadah untuk  membentuk kader pemimpin melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), c) sekolah sebagai wadah untuk memberi bekal pengetahuan politik kepada siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). 2) Hambatan yang dihadapi oleh sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo adalah siswa itu sendiri yakni adanya sikap siswa yang: a) malas, b) menganggap kegiatan pemilihan ketua OSIS dan LDK tidak berguna bagi mereka dan sebaliknya malah menyita waktu mereka, c) kurangnya minat siswa terhadap materi pelajaran PKn, dan d) kurangnya rasa ingin tahu siswa.