cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 583 Documents
PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA NEGERI 16 MAKASSAR Andi Akbar; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.26 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh game online terhadap motivasi belajar siswa di kelas X SMA Negeri 16 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IIS yakni X IIS 1, X IIS2, X IIS 3 dan X IIS 4 SMA Negeri 16 Makassar yang berjumlah 144 orang dengan penentuan sampel mengunakan tehnik simple random sampling yakni 25% dari jumlah populasi yaitu 36 orang. Pengumpulan data yang digunakan angket/kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi product moment, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 20.0 For Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa game online berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa yang ditujukan dari koefisien korelasi sebesar 0,491, signifikan di uji melalui thitung sebesar 3.289 yang lebih besar dari ttabel sebesar 0,339. Nilai R2 ( R Square) sebesar 0,241 menjelaskan bahwa pengaruh variabel game online terhadap motivasi belajar siswa sebesar 24,1% sedangkan sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
FAKTOR PENDORONG MAHASISWA KULIAH DI DUA PERGURUAN TINGGI DI MAKASSAR hartini, Tri; Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.498 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Faktor pendorong mahasiswa yang kuliah didua perguruan tinggi, dan 2) hambatan yang dialami mahasiswa yang kuliah didua perguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu mahasiswa yang kuliah didua perguruan tinggi dan yang kuliah di salah satunya negeri. Jumlah informan sebanyak 6 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; 1).Faktor pendorong mahasiswa kuliah di duaperguruan tinggi yaitu: a) intrinsik: kemauan diri sendiri, cita-cita, kebutuhan belajar (b) ekstrinsik: sarana dan prasarana dan perbedaan proses pembelajaran diantara dua perguruan tinggi 2) hambatan mahasiswa yang kuliah didua perguruan tinggi adalah: a) waktu, materi pembelajaran yang bertambah, jadwal bertepatan dan, besaranbiaya yang dikeluarkansaat kuliah didua perguruan tinggi.
PENERAPAN TATA TERTIB PADA PESERTA DIDIK DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 MANGKUTANA KABUPATEN LUWU TIMUR Hilpia, Hilpia Chory
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3 edisi 3 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.784 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3126

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui penerapan tata tertib pada peserta didik dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Mangkutana Kabupaten Luwu Timur. 2) Untuk mengetahui penyebab siswa melanggar tata tertib di SMA Negeri 1 Mangkutana Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai guru BK sebanyak 3 orang, Kepala Sekolah, Satpam dan Siswa yang diwakili Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mangkutana. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplay data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Sistem penerapan tata tertib di SMA Negeri 1 Mangkutan masih belum berjalan dengan baik karena masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran yang tidak ditangani dan masih ada terjadi pilikasih antara siswa dengan siswa yang lainnya dalam kasus pelanggaran. 2) Faktor penyebab siswa melakukan pelanggaran dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari diri siswa dan dari lingkungan sekolah. Sedangkan faktor eksternal berasal dari faktor keluarga dan pergaulan.Kata kunci : penerapan tata tertib, peserta didik
STRATEGI SISWA KELUARGA MISKIN DALAM MEMEMPERTAHANKAN PRESTASI BELAJAR DI SMA NEGERI 4 TAKALAR Yuyun Nur Rezky; Zainal Arifin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.737 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Starategi siswa keluarga miskin dalam mempertahankan prestasi belajar di SMA Negeri 4 Takalar. dan 2) Bentuk dukungan orangtua terhadap siswa keluarga miskin dalam mempertahankan prestasi belajar di SMA Negeri 4 Takalar. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu siswa kelas XII yang berprestasi dari peringkat 1-3 yang mendapatkan kartu indonesia pintar dan orangtua siswa kelas XII yang berprestasi dari peringkat 1-3 yang mendapatkan kartu indonesia pintar, dengan jumlah informan 22 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabshan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)Strategi siswa keluarga miskin dalam mempertahankan prestasi belajar di SMA Negeri 4 Takalar: (a) Strategi hubungan b) strategi kognitif dan (c) strategi komunikasi. 2) Bentuk dukungan orangtua terhadap siswa keluarga miskin dalam mempertahankan prestasi belajar di SMA Negeri 4 Takalar, yakni:(a) dukungan finansial. (b) dukungan motivasi dan (c) dukungan pola didik.
PERILAKU MENYIMPANG 3 REMAJA PUTUS SEKOLAH (STUDI KASUS DI KELURAHAN BONTOLEBANG KECAMATAN GALESONGUTARA KABUPATEN TAKALAR) ., Budiati
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.864 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i1.2313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku menyimpang remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja putus sekolah usia 15-19 tahun yang berperilaku menyimpang sebanyak 3 orang serta warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja putus sekolah tersebut.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang menimbulkan suatu permasalahan sosial seperti adanya perilaku menyimpang. Dari hasil penelitian di Kelurahan Bontolebang menunjukkan bahwa bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan seperti: mengkomsumsi minuman keras (ballo); berkelahi; penyalahgunaan obat-obatan; dan mencuri.Penyebab perilaku menyimpang remaja putus sekolah adalah cara berfikir mereka yang sulit membedakan perilaku yang baik dan buruk, mereka lebih cenderung mencari kesenangan sesaat, sulit mengendalikan diri serta masih dangkalnya pemahaman terhadap agama yang mereka anut; pengaruh pola asuh orangtua yang kurang tepat dan tidak memberikan teladan yang baik dalam mendidik. Dampak perilaku menyimpang remaja putus sekolah yaitu terganggunya kesehatan yang ditandai dengan berkurangnya berat badan serta sering mengalami sakit kepala; dan remaja putus sekolah juga dapat berurusan dengan pihak kepolisian karena perilaku yang dilakukan sangat meresahkan masyarakat.Upaya yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dalam menanggulangi perilaku menyimpang remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang yaitu dengan Preventif (mencegah), Represif (menghambat) serta Kuratif dan Rehabilitasi.Kata kunci: Remaja Putus Sekolah dan Perilaku Menyimpang
DAMPAK POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERILAKU SISWA (STUDI PADA ANAK GURU DI SMA 1 CAMPALAGIAN KABUPATEN POLMAN) Raodah, Siti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.471 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana bentuk pola asuh yang dikembangkan oleh orangtua siswa di SMA Negeri 1 Campalagian Kabupaten Polman, 2) Apakah pengaruh pola asuh orangtua terhadap perilaku siswa di SMA Negeri 1 Campalagian Kabupaten Polman. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Ada pun teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Tahap pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk pola asuh yang dikembangkan oleh orangtua siswa di SMA Negeri 1 Campalagian Kabupaten Polman, yaitu: Orangtua siswa lebih dominan dalam mengembangkan pola asuh demokrasi. Pola asuh demokrasi dikembangkan oleh lima orangtua. Sedangkan, pola asuh otoriter dikembangkan oleh tiga orangtua. 2) Pengaruh pola asuh orangtua terhadap perilaku siswa di SMA Negeri 1 Campalagian Kabupaten Polman, yaitu: positif. Karena pola asuh demokrasi memberikan dampak yang baik kepada anak. Pergaulan yang dilakukan anak sangat mempengaruhi perilaku mereka, jika pergaulan yang dilakukan baik-baik saja maka perilaku mereka akan baik. Begitu pun sebaliknya. Selain pergaulan, faktor lain yang mempengaruhi perilaku anak adalah hubungan kedua orangtua mereka, hal ini dapat mempengaruhi perilaku anak dan dapat menyebabkan anak berperilaku menyimpang. Sebaliknya jika hubungan kedua orangtua baik-baik saja, hal ini akan memberikan dampak yang baik terhadap perilaku anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Perilaku Siswa
PEREMPUAN PENJUAL IKAN DI AWERANGE DESA BATUPUTE KECAMATAN SOPPENG RIAJA KABUPATEN BARRU (Suatu Kajian Sosiologi Gender) Resty Rahayu Damayanti; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.197 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor apa yang mendorong perempuan melakukan pekerjaan sebagai “penjual ikan” di Awerange Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. (2) Bagaimana alokasi waktu perempuan penjual ikan di Awerange Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru dalam rumah tangga. (3) Bagaimana pengambilan keputusan dalam keluarga penjual ikan di Awerange Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 6 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria perempuan Penjual Ikan, perempuan yang sudah berkeluarga, memiliki anak, usia 30-55 tahun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mendorong perempuan melakukan pekerjaan sebagai “penjual ikan” karena faktor ekonomi yang kurang mencukupi, faktor pekerjaan suami, faktor lingkungan sekitar, dan faktor rendahnya pendidikan. (2) Pembagian alokasi waktu perempuan penjual ikan ini dengan cara yaitu dalam sehari semalam waktu mereka hanya terbagi dua, yaitu 4 jam untuk bekerja sebagai penjual ikan dan 20 jam sisanya diluar pekerjaan, yang mereka gunakan untuk mengurus rumah tangga, istirahat, dan tidur. (3) Pengambilan keputusan dalam keluarga penjual ikan ini mendominasi posisi perempuan atau sang istri yang ikut andil dalam mengambil keputusan dalam beberapa hal yang penting.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 9 MAKASSAR Satnawati, Satnawati
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.74 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i1.2351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 9 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 sebanyak 34 siswa yang terdiri dari 21 laki-laki dan 13 perempuan pada tahun ajaran 2014/2015 semester genap pada mata pelajaran Sosiologi pokok bahasan kelompok sosial dan masyarakat multikultural. Pengumpulan data digunakan dengan tes tertulis, nontertulis, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tes siklus I rata-rata nilai yang diperoleh siswa 79,58 dengan nilai ketuntasan klasikal 76,47 persen, karena belum mencapai ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan sebesar 85 persen maka dilanjutkan pada siklus II. Pada hasil tes siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa 91,14 dengan nilai ketuntasan klasikal mencapai 100 persen. Dengan pencapaian ketuntasan belajar yang maksimal sehingga penelitian tindakan kelas ini sampai pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Sosiologi dengan pokok bahasan kelompok sosial dan masyarakat multikultural pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 9 Makassar.Kata Kunci : Model Problem Based Learning terhadap Pemahaman Siswa
DAMPAK BERMAIN GAME ONLINE PADA HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 12 MAKASSAR Irmawati, Irmawati; Suhaeb, Firdaus W
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.219 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa SMAN 12 Makassar bermain game online dan dampak game online pada siswa di SMAN 12 Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penarikan Informan didasarkan pada kriteria yaitu Siswa (Laki-laki) yang Bermain Game online, Masih terdaftar sebagai siswa di SMAN 12 Makassar, dan Merupakan siswa kelas XI IPS 2. Informan penelitian sebanyak 8 (delapan) orang siswa SMAN 12 Makassar. Penentuan Informan dilakukan cara purposive sampling karena teknik ini memilih orang (informan) dengan berbagai penilaian tertentu  menurut kebutuhan peneliti, sehingga dianggap layak untuk dijadikan sumber informasi atau informan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi Siswa SMAN 12 Makassar bermain game online mulai dari motivasi dimana mereka merasakan perasaan tantangan yang dihadirkan oleh sebuah game yang mereka mainkan sehingga hal itupula yang menyebabkan mereka sangat termotivasi untuk menyelesaikan setiap tantangan-tantangan yang terdapat dalam game online yang telah mereka download, yang kedua motivasi untuk menghilangkan rasa bosan dimana hal ini memicu mereka menjadikan game online sebagai alternatif atau pelarian ketika mereka jenuh atau merasa bosan. Dan yang terakhir yaitu kurangnya hubungan sosial didunia nyata seseorang yang merasa kesepian, cenderung tertutup dan kurang memiliki hubungan sosial di dunia nyata memotivasi seseorang untuk mencari sesuatu yang membuatnya bisa meningkatkan rasa percaya diri serta menghilangkan rasa kesepian dengan mencari seseorang yang mampu mengerti akan keadaan yang dirasakannya. Serta Terdapat dua dampak bermain game online terhadap hasil belajar siswa di SMAN 12 Makassar yaitu dampak positif dan negatif dimana, dampak positifnya berupa yaitu memudahkan seseorang dalam mempelajari bahasa inggris, membuat seseorang lebih fokus terhadap pelajaran, melatih kesabaran dan melatih kerja sama tim. adapun dampak negatifnya yaitu kecanduan bermain kemudian muncul rasa malas belajar sehingga menyebabkan buruknya nilai mata pelajaran.
DINAMIKA INTERAKSI SISWA DI UPT SMA NEGERI 4 LUWU UTARA KECAMATAN BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA Santi, A.Monika; Torro, Supriadi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.874 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Dinamika interaksi siswa di UPT SMA Negeri 4 Luwu Utara Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara, dan 2) Faktor yang mempengaruhi interaksi siswa di UPT SMA Negeri 4 Luwu Utara Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun jumlah informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dan temuan menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Dinamika interaksi siswa di UPT SMA Negeri 4 Luwu Utara dapat dikatakan mengarah pada perubahan yang lebih baik dan merupakan perubahan dalam skala kecil. Perubahan yang mengarah pada keadaan yang lebih baik ini ditinjau dari indikator, keterbukaan (toleransi), simpati, sikap saling mendukung, bekerjasama dan kesetaraan, meskipun kadang terjadi perselisihan, dan adanya pengaruh negatif yang muncul karena rasa bosan, namun hal tersebut tidak menghalangi interaksi yang sudah terjalin antarsiswa menjadi hilang. Dengan adanya sikap saling toleran lambat-laun siswa yang mengalami konflik dan memiliki sikap, latar belakang budaya serta suku yang berbeda mulai dapat menerima dan berteman baik tanpa menghiraukan perbedaan yang ada, dan 2) Faktor yang mempengaruhi interaksi siswa yaitu; a) imitasi atau keinginan dalam diri siswa untuk meniru pihak lain untuk berbaur dalam berinteraksi siswa lain yang memilki latar belakang suku dan kebudayaan yang berbeda, b) simpati yang merupakan dorongan untuk membantu teman yang sedang tertimpa musibah dengan melakukan penggalangan dana dan mendatangi rumah teman atau daerah yang terkena musibah, dan c) sikap toleransi atau sikap saling terbuka, menerima dan saling menghargai satu sama lain. 

Page 10 of 59 | Total Record : 583