cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
ISSN : 16937600     EISSN : 25980157     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan is a scientific journal that contains the results of theoretical research and studies on economic and development issues. Managed by Department of Development Economics, Faculty of Economics and Business University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Published by University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Press.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
Analisis Peranan Sub Sektor Perikanan Tangkap Terhadap Perekonomian di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Lailan Safina Hsb; Reva Hari Wardana Naibaho
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.884 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2550

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur hasil perikanan tangkap, struktur penggunaan alat tangkap ikan serta pendapatan nelayan di Kecamatan Pantai Labu. Dari 19 desa yang ada di kecamatan Pantai Labu, Desa Paluh Sibaji terpilih menjadi desa sampel karena hampir 80% penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 86 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan nelayan berhubungan erat dengan peralatan yang dipergunakan yaitu kapal/perahu dan jaring. Nelayan yang menggunakan perahu lebih banyak menangkap ikan di lautan dangkal dimana harga ikan yang diperoleh relatif lebih murah. Sedangkan nelayan yang sudah menggunakan kapal, akan menangkap ikan di lautan dalam yang harga ikan hasil tangkapannya relatif lebih mahal. Pendapatan nelayan secara umum masih relatif rendah. Dengan memasukkan penghasilan istri dan anak sebagai pendapatan keluarga, hampir 60% dari jumlah sampel, mempunyai pendapatan yang masih dibawah Upah Minimum Kabupaten yang besarnya sekitar Rp. 2,4 juta untuk tahun 2017. Hasil tangkapan nelayan lebih banyak dijual ke Toke daripada ke tempat pelelangan ikan mesipun harga ikan di tempat pelelangan relatif lebih tinggi dari harga Toke. Hal ini disebabkan karena banyak nelayan yang menerima pinjaman dari Toke, baik berupa uang maupun berupa kapal. Keadaan ini menimbulkan keterikatan antara nelayan dengan Toke.
Analisis Penyampaian SPT Masa dan Jumlah Wajib Pajak Badan Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 di KPP Pratama Medan Belawan Zulia Hanum
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.733 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyampaian SPT Masa dan jumlah wajib pajak badan dalam meningkatkan penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan. Permasalahan yang terjadi di KPP Pratama Medan Belawan adalah wajib pajak badan yang menyampaikan SPT Masa tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak badan yang terdaftar serta menurunnya penerimaan pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dan data yang diteliti dari tahun 2013  - 2016. Data diperoleh dari Seksi Pengolahan Data dan Informasi (Seksi PDI) KPP Pratama Medan Belawan. Teknik analisis data  adalah analisis deskriptif, dimana data yang ada dikumpulkan kemudian dianalisis penyampaian  SPT Masa dan jumlah wajib pajak badan dalam meningkatkan penerimaan pajak penghasilan Pasal 21 serta melakukan wawancara untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan pajak tidak mencapai target dan upaya yang dilakukan agar penerimaan pajak meningkat di KPP Pratama Medan Belawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wajib pajak yang menyampaikan SPT Masa belum menunjukkan keseimbangan antara wajib pajak badan yang menyampaikan SPT Masa dan wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Belawan sehingga penerimaan pajak mengalami penurunan. Jadi KPP Pratama Medan Belawan perlu meningkatkan lagi kualitas pelayanan dan kualitas pengawasan terhadap wajib pajak badan dalam menyampaikan SPT Masa. KPP Pratama Medan Belawan harus lebih menggencarkan sosialisasi perpajakan terhadap wajib pajak agar kesadaran wajib pajak dalam menyamapaikan SPT Masa dan membayar pajak meningkat. Dengan diperbaikinya dari semua aspek diharapkan realisasi pajak yang diperoleh mencapai target pajak yang telah ditetapkan.
Pengaruh Tenaja Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sub Sektor Industri Besar dan Sedang di Sumatera Utara Periode 2001-2015 Muhammad Taufik; Try Utami Permas; Wita Utami; Yulia Harahap
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.97 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input Terhadap Produk Domestik Regional (PDRB) Sub Sektor Industri Besar dan Sedang Di Sumatera Utara periode 2001-2015. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 3 Sub Sektor Industri Besar Dan Sedang di Sumatera Utara dengan sepuluh tahun periode pengamatan maka didapatlah analisis berjumlah 45 analisis yang dipilih dengan kriteria tertentu menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = 1553,751 – 0,049 Tenaga Kerja – 24,055 Jumlah Perusahaan + 1,375 Biaya Input + e dan uji hipotesis menggunakan uji t secara parsial, uji f secara simultan dengan level of significance 5% dan uji koefesien determinasi (R2). Dari hasil analisis menunjukkan data secara parsial bahwa nilai signifikansi Tenaga Kerja sebesar 0,640 > 0,05 dan nilai thitung(-0,471) > ttabel(-2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Tenaga Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0ditolak. Nilai signifikansi Jumlah Perusahaan sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai thitung (-3.283) < ttabel (-2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variable Jumlah Perusahaan tidak berpengaruh dan signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak dan nilai signifikansi Biaya Input sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung(18,239) > ttabel (2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Biaya Input berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0ditolak. Secara simultan bahwa H1 diterima dan H0ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDRB yang diungkapkan dipengaruhi secara simultan oleh Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input, dengan nilai Fhitung > Ftabel (329,285 > 2,83) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Angka Adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,957. Hal ini berarti 95,7% variasi atau perubahan dalam PDRB dapat dijelaskan oleh variasi dari Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan, dan Biaya Input, sedangkan sisanya (4,3%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain.
Analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Tiara Resti Adha; Dhea Stevenie; Syarifa Wahyuni; Weriantoni Weriantoni
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.831 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2530

Abstract

Analisis Kinerja Keuangan Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2011-2015.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja Keuangan Kabupaten Padang Pariaman jika dilihat dari: (1) peningkatan rill pendapatan asli daerah. (2) Efektivitas Pendapatan Daerah (3) Elastisitas Pendapatan Daerah (4) Rasio Pajak Daerah. Data yang digunakan adalah Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Padang Pariaman tahun anggaran 2011 sampai dengan 2015. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Metode analisis data adalah melakukan perhitungan kinerja pengelolaan Pendapat Asli Daerah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja Keuangan Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari peningkatan rill pendapatan asli daerah untuk tahun 2011 sampai 2015 meningkat dari tahun ke tahun,walaupun pada tahun 2015 mengalami penurunan.(2) dilihat dari efektivitas pendapatan asli daerah sangat efektif dari tahun ke tahun, karena melebihi dari 100%.(3) dilihat dari elastisitas Pendapatan Asli Daerah, kabupatan Padang Pariaman kinerja pengelolaan PAD dapat dikatakan elastis karena nilai nya > 1.(4) dilihat dari rasio pajak daerah, kabupaten Padang Pariaman dalam pengelolaan keuangan nya dapat dikatakan stabil, karena angka menunjukkan 2011 sampai 2014 sebesar 15% dan tahun 2016 bergeser menjadi 16%.
Determinan Pembangunan Daerah dan Angka HIV/AIDS di Indonesia Nabilla Salma Khairunisa; Estro Dariatno Sihaloho
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.665 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.3084

Abstract

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh sehingga penderita mudah terjangkit berbagai penyakit infeksi. Indonesia menjadi negara dengan posisi nomor tiga di dunia dalam tingginya jumlah penderita, dan Indonesia juga menjadi negara yang memiliki persebaran HIV/AIDS tercepat di dunia. Paper ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembangunan suatu daerah baik melalui variabel independen seperti angka buta huruf, kepadatan penduduk, indeks pembangunan manusia, dan rasio gini akan mempengaruhi kasus HIV di Indonesia. Paper ini penting untuk dibaca agar tingkat HIV/AIDS di Indonesia mengalami penurunan. Epidemi HIV telah terbukti menjadi tantangan kesehatan bagi seluruh masyarakat global terbesar pada abad ke-21. Penulis menggunakan data sekunder pada tahun 2013 hingga 2015 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Kesehatan RI. Penulis membangun fixed effect model dan menggunakan Hausman Test serta analisis deskripsi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa angka buta huruf, kepadatan penduduk, indeks pembangunan manusia, dan rasio gini berpengaruh signifikan terhadap kasus HIV/AIDS di Indonesia.
Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian dan Formulasi Strategi Pengembangannnya di Kabupaten Indragiri Hilir Syapsan Syapsan
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.287 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.3244

Abstract

Indonesia memiliki tujuan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat secara menyeluruh melalui pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan memperkuat daya saing sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara mengetahui sektor ekonomi di Kabupaten Indragiri Hilir. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder periode tahun 2012-2016 berupa kuesioner dan PDRB Kabupaten Indragiri. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini memperoleh hasil jika sektor ekonomi pertama yaitu pertanian berperan sebagai sektor basis yang memiliki keunggulan kompetitif. Penelitian menggunakan alat analisis AHP menghasilkan bahwa strategi perencanaan pembangunan untuk Kabupaten Indragiri Hilir dalam pengembangan  sektor unggulan adalah dengan  kebijakan promosi daerah yang didukung melalui masterplan daerah dan pemasaran daerah.
Analisis Elastisitas Investasi Dengan Penurunan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2010-2017 Arif Maulana
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.037 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.3234

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan serius yang harus diatasi negara berkembang. Pemerintah sangat berperan penting dalam menanggulangi masalah kemiskinan. Pemerintah melalui Nawa Cita menjadikan investasi berupa pembangunan infrastruktur yang menjadi program unggulan. Pembangunan infrastruktur ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang akan menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah investasi atau pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh Pemerintah saat ini efektif dan efisien dalam menurunkan angka kemiskinan di Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data persentase penduduk miskin dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Alat analisis yang digunakan adalah rumus elastisitas. Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan rumus elastisitas, gencarnya pembangunan infrastruktur berhasil menurunkan tingkat kemiskinan selama tahun 2010-2017. Investasi yang digelontorkan sebelum maupun sesudah 2014 sudah on the track, karena sama-sama memberikan nilai elastisitas negatif terhadap kemiskinan. Akan tetapi, jika dilihat dari besaran elastisitasnya, setelah tahun 2014 nilai elastisitasnya lebih kecil dibanding periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan investasi yang dilakukan kurang efisien dalam menurunkan angka kemiskinan di Kalimantan Selatan.
Analisis Utang Luar Negeri dan Inflasi Indonesia Dewi Mahrani Rangkuty; Maya Macia Sari
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.92 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.3240

Abstract

Indonesia merupakan negara sedang berkembang yang memiliki hubungan internasional bilateral maupun multilateral di pasar dunia. Dengan adanya hubungan internasional ini, Indonesia dalam meningkatkan perkembangan pembangunan dalam negeri membutuhkan modal eksternal di samping modal mandiri internal menuju laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi demi kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis utang luar negeri dan inflasi Indonesia dengan time series tahun 1978-2017. Hasil penelitian dengan uji kointegrasi (cointegration test) didapatkan bahwa terjadi keseimbangan jangka panjang antara utang luar negeri dan inflasi. Dan dengan granger causality test didapatkan bahwa pada Lag 2, utang luar negeri dan inflasi Indonesia menunjukkan hubungan dua arah artinya bahwa utang luar negeri mempengaruhi inflasi Indonesia dan sebaliknya inflasi mempengaruhi utang luar negeri. Sedangkan pada Lag 4, utang luar negeri dan inflasi Indonesia menunjukkan hubungan satu arah ini berarti bahwa utang luar negeri mempengaruhi inflasi namun inflasi tidak mempengaruhi utang luar negeri selama kurun waktu penelitian. Dapat direkomendasikan kepada pemerintah Indonesia bahwa pinjaman luar negeri yang dilakukan setiap tahun sampai di waktu mendatang demi perkembangan pembangunan dan perekonomian yang lebih baik lagi tanpa membebani kas negara dan atau cadangan devisa dengan cara implementasi pinjaman luar negeri menuju lebih produktif dalam bentuk investasi pembangunan jangka panjang yang mendorong kemajuan sektor riil (pasar barang dan jasa) karena ini dapat mendorong aktivitas perekonomian domestik menuju kesejahteraan masyarakat dengan tingkat pengembalian cepat dan tinggi.
Kajian Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Pasca Pemekaran Lia Nazliana Nasution
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.181 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.3235

Abstract

Kabupaten Batu Bara merupakan kabupaten yang lahir dari pemekaran Kabupaten Asahan pada tahun 2007. Di Kabupaten Batu Bara, jumlah penduduk miskin periode tahun 2007 sampai 2017 terus mengalami fluktuasi. Menunjukkan tren menurun mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2012 tetapi terus berfluktuasi mulai tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat kemiskinan di kabupaten Batu Bara pasca pemekaran. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka, TPT (X1), perumbuhan ekonomi (X2), tingkat pendidikan (X3), dan tingkat kemiskinan (Y). Data yang digunakan mulai tahun 2007 sampai dengan 2017, dengan analisis data kuantitatif metode regresi berganda. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa tingkat pengangangguran terbuka (TPT), pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi signifikan terhadap kemiskinan di kabupaten Batu Bara pasca pemekaran.
Analisis Penyaluran Kredit Kepada Masyarakat Dalam Meningkatkan Perolehan Pendapatan (Studi Pada PT.Bank Perkreditan Rakyat Duta Adiarta Medan) Jufrizen Jufrizen; Ade Gunawan; Radiman Radiman; Maya Sari
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.824 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v19i1.2891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan apabila di analisis dengan menggunakan penyaluran dana kredit. Dimana sudah berjalan dengan baik atau tidak, dan untuk mengetahui apakah tingkat penyaluran dana kredit yang diperoleh perusahaan pada setiap tahunnya. Dalam penelitian ini dengan analisis data menggunakan metode deskriptif, dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari penyaluran dana kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Duta Adiarta Medan dalam periode 6 tahun tersebut untuk setiap tahun ada mengalami penurunan namun pendapatan operasional perusahaan meningkat. Jadi dapat dikatakan bahwa penyaluran kredit menurun maka pendapatan juga menurun yang dihasilkan perusahaan. Semakin tinggi penyaluran kredit maka semakin baik hasilnya bagi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan sehingga meningkatkan laba bersih. Maka dapat dikatakan penyaluran dana kredit pada tahun 2015 dikatakan rendah dan sebaiknya perusahaan lebih mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki seperti asset dan modal perusahaan dalam praktiknya yaitu kegiatan operasional perusahaan dalam pemberian kredit dapat menghasilkan pendapatan yang besar bagi perusahaan.

Page 10 of 27 | Total Record : 269