cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM ROMAN KADURAKAN ING NGISOR DRINGU KARYA SUPARTO BRATA Agus Setiaji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 3 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.933 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Sosiologi Sastra  yang terkandung dalam Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata; (2)Nilai-nilai Pendidikan Moral dan Budi Pekerti yang terkandung Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparta Broto. Teori yang dijadikan dasar analisis skripsi ini adalah teori Nyoman Kutha Ratna(2013), Wijaya Heru Santosa, dan  Sri Wahyuningtyas, (2009). Subjek dalam penelitian ini adalah Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Objek penelitian adalah Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti  yang terdapat dalam Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa teks novel Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan kartu pengumpul data, buku-buku dan media lain yang mendukung. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sosiologi sastra yang sejalan dengan Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata meliputi. kekerabatan terdapat 4 indikator, perekonomian terdapat 2 indikator, politik terdapat 2 indikator, pendidikan terdapat 3 indikator, kepercayaan terdapat 2 indikator, pendidikan moral terdapat 11 indikator lan budi pekerti terdapat 3 indikator.   Kata Kunci: Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti, Roman
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PACELATHON MELALUI METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS X AP SMK MUHAMMADIYAH KROYA Fitriana Eka Puspitasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.2 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) langkah – langkah pembelajaran berbicara pacelathon melalui metode sosiodrama pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah Kroya; (2) peningkatan kemampuan pacelathon menggunakan metode sosiodrama pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah Kroya. Penelitian ini merupakan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X AP SMK Muhammadiyah Kroya. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara pacelathon pada  kelas X AP SMK Muhammadiyah Kroya. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian berbicara pacelathon dan lembar pengamatan siswa. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan metode sosiodrama dapat meningkatkan hasil tes kemampuan siswa pada setiap siklusnya. Hal ini terlihat pada hasil tes nilai rata-rata kelas pada tahap pra siklus sebesar 64,4, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 77,12, dan pada siklus II menjadi 87,48. Dan pada kategori ketuntasan nilai pada kegiatan prasiklus mencapai 16% atau sebanyak 3 siswa, mengalami peningkatan ketuntasan menjadi 80% atau sebanyak 20 siswa pada siklus I, kategori ketuntasan siswa pada siklus II kembali meningkat menjadi 96% atau 24 siswa.   Kata Kunci: keterampilan berbicara, metode sosiodrama  
KAJIAN NILAI PENDIDIKAN MORAL PADA KUMPULAN GEGURITAN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT TERBITAN TAHUN 2012 DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN SEKARANG Ade Irma
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 5 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Panjebar Semangat, (2) mendeskripsikan relevansi nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Panjebar Semangat dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah kumpulan geguritan. Objek penelitian ini adalah nilai pendidikan moral dan relevansinya dengan kehidupan sekarang. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, teknik catat dan terjemahan bebas. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif menggunakan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Panjebar Semangat memiliki empat jenis, yakni (a) nilai pendidikaan moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: memohon kepada Tuhan dan bertobat kepada Tuhan; (b) nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan sesama manusia yang meliputi: tidak berjanji palsu, bersikap hati-hati, tidak mengumbar hawa nafsu, menepati janji, nasihat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dapat dipercaya, tidak bertindak korupsi, bersikap sabar, dan menjaga kesetiaan dalam bersahabat; (c) nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: tidak mudah putus asa, bersikap bijak dalam bercinta, bersikap ikhlas (d) nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan yang meliputi: mencintai budaya. (2) Relevansi nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Panjebar Semangat sebagian ada yang masih relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang.   Kata kunci : nilai pendidikan dan moral, geguritan
BENTUK DAN FUNGSI KESENIAN OJROT-OJROT DI DESA KARANGDUWUR KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN Ari Rahmawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 5 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.421 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Bentuk kesenian Ojrot-ojrot di Desa Karangduwur, (2) Mendeskripsikan fungsi kesenian Ojrot-ojrot dalam konteks kehidupan seniman di Desa Karangduwur dan (3) Mendeskripsikan fungsi kesenian Ojrot-ojrot dalam konteks kehidupan sosial masyarakat di Desa Karangduwur Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kelompok pemain musik Ojrot-ojrot, adapun objek yang dikaji adalah bentuk dan fungsi kesenian Ojrot-ojrot. Tempat penelitian dilakukan di desa Karangduwur Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai September.Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulis sendiri yang bertindak sebagai participant observer. Proses pemeriksaan keabsahan data adalah dengan triangulasi. Terkait dengan penelitian ini, proses analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui proses 1. Reduksi data, 2. Sajian data, dan 3. Menarik kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Bentuk penyajian kesenian dari pra pementasan, pementasan, dan pasca pementasa. (2) Fungsi kesenian Ojrot-ojrot dalam konteks kehidupan seniman digunakan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagai sarana untuk meningkatkan prestis, sebagai sarana untuk memenuhi kepuasan batin. (3) Fungsi kesenian Ojrot-ojrot dalam konteks kehidupan sosial masyarakat di Desa Karangduwur sebagai sarana untuk hiburan, sebagai pengikat solidaritas kelompok masyarakat, dan sebagai media komunikasi masa.   Kata kunci: bentuk, fungsi, Ojrot-ojrot
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS GEGURITAN DENGAN NATURAL APPROACH PADA SISWA KELAS VIIC SMPN 1 SAPURAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Hidayati Solichah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.506 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) penerapan Natural Approach pada siswa kelas VIIC SMP N 1 Sapuran; (2) peningkatan kemampuan hasil belajar siswa kelas VIIC SMP N 1 Sapuran setelah menggunakan  Natural Approach. Penelitian ini merupakan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIC SMP N 1 Sapuran. Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis geguritan kelas VIIC SMP N 1 Sapuran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik nontes. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian menulis geguritan dan lembar pengamatan siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan  Natural Approach dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil tes kemampuan siswa pada setiap siklusnya. Hal ini terlihat dari hasil observasi, pada tahap pra siklus siswa yang mempunyai perhatian baik sebanyak 7 siswa atau sebesar 19,44 %, siklus I sebanyak 26 siswa atau sebesar 72,22 %, dan pada siklus II sebanyak  36 siswa atau sebesar 99,99 %. Hasil tes kemampuan siswa juga meningkat. Hal ini terlihat pada hasil tes siswa pada tahap pra siklus yang kurang dari KKM sebanyak 5 atau sebesar 13,89% dan yang lebih dari KKM sebanyak 31 siswa atau sebesar 86,11% dengan nilai rata-rata 68, pada siklus I yang nilainya cukup sebanyak 8 siswa atau 22,22% dan yang nilainya baik 28 Siswa atau 77,77% dengan nilai rata-rata 77, dan pada siklus II yang nilainya cukup hanya 1 siswa atau 2,78% dan yang nilainya baik sebanyak 35 siswa atau sebesar 97,22% dengan nilai  rata-rata 82.   Kata Kunci: menulis, geguritan, natural approach
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI AKSARA JAWA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PARAGRAF BERHURUF JAWA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 32 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Panjang Afra
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.131 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perbedaan keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dan keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa dengan menggunakan media pembelajaran animasi aksara Jawa dalam proses pembelajaran kelompok eksperimen pada kelas VIII SMP Negeri 32 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi. Sampel penelitian, yaitu kelas VIIIF sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelompok kontrol. Teknik sampling menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes yang berupa soal pilihan ganda dan telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data menggunakan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai pretes kelompok eksperimen sebesar 66,87 dan rata-rata nilai pretes kelompok kontrol sebesar 66,62. Rata-rata nilai postes kelompok eksperimen sebesar 81,25 dan rata-rata nilai postes kelompok kontrol sebesar 79,5. Berdasarkan perhitungan uji-t dua pihak menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa kelompok eksperimen dengan keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa kelompok kontrol (thitung= 9,975; dk= 62; α= 5%). Sementara itu, hasil perhitungan uji-t pihak kanan menunjukkan keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa kelompok eksperimen lebih baik daripada keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa kelompok kontrol (thitung= 2,3059; dk= 62; α= 5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum penggunaan media pembelajaran animasi aksara Jawa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan membaca paragraf berhuruf Jawa pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 32 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014.   Kata kunci: media pembelajaran, animasi, keterampilan membaca
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KUDA LUMPING TURONGGO TRI BUDOYO DI DESA KALIGONO KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Dewi Kartikasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.821 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan (1) Bentuk Penyajian tari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono, (2) Makna simbolik sesaji yang digunakan dalam pertunjukan tari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono, (3) Fungsi pertunjukan tari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono. Penelitian Bentuk, Makna, dan Fungsi Pertunjukan Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah informan antara lain ketua grup kesenian Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo, sesepuh grup kesenian Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo, penari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi, studi kepustakaan dari buku-buku, internet, serta hasil penelitian yang terkait. Data primer dalam penelitian ini berupa informasi dari para informan yang diperoleh dari hasil wawancara. Video, foto, dan rekaman tarian Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo merupakan data sekunder dalam penelitian ini. Tempat penelitian berada di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian bentuk penyajian tari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, (1) Pra pertunjukan, meliputi: (a) membuat perencanaan acara, (b) membersihkan lapangan untuk pertunjukan kuda lumping, (c) menyiapkan sesaji, (d) nyekar ke pepundhen, (e) obong menyan, (2) bentuk pertunjukan Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo, meliputi: tari kreasi,  tari jaipong, tari gobyok, tari mataraman, tari jaranan versi Bali, kesurupan atau ndadi, dan (3) Pasca pertunjukan ditutup dengan tarian yang ditarikan oleh sesepuh grup kesenian Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo. Makna simbolik sesaji, meliputi: (a) degan ijo, (b) bonang- baning, (c) kopi pahit, kopi manis, teh pahit, teh manis, (d) kembang setaman, (e) air putih dicampur daun dhadhap serep. Fungsi tari Kuda Lumping Turonggo Tri Budoyo di Desa Kaligono meliputi: (a) sebagai sarana upacara, (b) sebagai sarana hiburan, (c) sebagai media pendidikan, (d) sebagai seni pertunjukan.   Kata kunci: Bentuk, makna, fungsi, kuda lumping
ANALISIS KESALAHAN ORTOGRAFI DALAM KARANGAN NARASI BERBAHASA JAWA SISWA KELAS XI DI SMA N 6 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nur Muslimah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.985 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan ortografi penggunaan tanda baca hubung, (2) kesalahan ortografi penggunaan huruf kapital; (3) kesalahan ortografi penulisan prefiks sa-; (4) kesalahan ortografi penulisan fonem bahasa Jawa dalam karangan narasi berbahasa Jawa pada siswa kelas XI di SMA N 6 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa karangan narasi berbahasa Jawa siswa kelas XI IPA 1 SMA N 6 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dibantu catatan berupa lembar karangan narasi siswa dan kartu pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode agih. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) kesalahan ortografi penggunaan tanda baca hubung sebanyak 46 kesalahan, (2) kesalahan ortografi penggunaan huruf kapital sebanyak 134 kesalahan, (3) kesalahan ortografi penulisan prefiks sa- juga sebanyak 46 kesalahan, (4) kesalahan ortografi penulisan fonem bahasa Jawa sebanyak 504 kesalahan. Kesalahan terbanyak yaitu terdapat pada kesalahan ortografi penulisan fonem dan paling sedikit mengalami kesalahan yaitu kesalahan ortografi penggunaan tanda baca hubung dan penulisan prefiks sa-. Banyaknya kesalahan yang terjadi disebabkan karena beberapa faktor yaitu: (1) siswa tidak teliti dalam menuliskan karangannya, (2) banyak siswa yang belum memahami EYD bahasa Jawa secara menyeluruh, (3) persepsi bahwa setiap kata dituliskan sesuai dengan apa yang diucapkan, (4) pengaruh dialek setempat, dan (5) pengaruh kebiasaan mengetik SMS.   Kata kunci: analisis kesalahan, ortografi, karangan narasi
ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA JAWA RAGAM KRAMA TOKOH HANDOKO DALAM NOVEL KUNARPA TAN BISA KANDHA KARYA SUPARTO BRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BERBICARA KELAS XII DI SMA Wahyu Sriastuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) campur kode bahasa Jawa ragam krama tokoh Handoko dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Bra-ta; (2) relevansi campur kode bahasa Jawa ragam krama tokoh Handoko dalam novel Ku-narpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata dengan pembelajaran berbicara kelas XII di SMA. Subjek penelitian ini adalah ucapan tokoh Handoko dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata. Objek penelitian ini adalah campur kode bahasa Jawa ra-gam krama tokoh Handoko dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata dan relevansinya dengan pembelajaran berbicara kelas XII di SMA. Sumber data yang di-gunakan adalah novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata yang diterbitkan oleh Narasi Yogyakarta tahun 2009. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan tek-nik pustaka. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai sumber penelitian di-bantu dengan alat pencatat data dan dokumen. Analisis data menggunakan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan (1) campur kode bahasa Jawa ragam krama tokoh Handoko dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Broto berjumlah 169 ucapan terdiri dari (a) penyisipan unsur berwujud kata berjumlah 134 ucapan (b) penyisipan unsur berwujud frasa berjumlah 7 ucapan (c) penyisipan unsur berwujud baster berjumlah 1 ucapan (d) penyisipan unsur berwujud pengulangan kata berjumlah 13 ucapan (e) pe-nyisipan unsur berwujud ungkapan atau idiom berjumlah 3 ucapan (f) penyisipan unsur berwujud klausa berjumlah 11 ucapan; (2) campur kode bahasa Jawa ragam krama tokoh Handoko dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Jawa SMA kelas XII semester 2 dimasukkan dalam kompetensi dasar mendiskusikan isi drama atau sandiwara.   Kata kunci: campur kode, ragam krama, novel
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP UPACARA MERTI DESA DI DESA CANGKREP LOR KECAMATAN PURWOREJO KABUPATEN PURWOREJO Wahyu Duhito Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.999 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Prosesi upacara Merti Desa yang dilaksanakan di desa Cangkrep Lor, (2) Makna simbolis sesaji yang digunakan dalam upacara Merti Desa di desa Cangkrep Lor, dan (3) Pandangan masyarakat dari segi Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan terhadap upacara Merti Desa di desa Cangkrep Lor. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di desa Cangkrep Lor, waktu penelitian dimulai dari bulan Maret sampai Desember 2013. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dengan wawancara mendalam dan teknik catat terhadap para informan yang telah mengetahui upacara tradisi Merti Desa. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pustaka, observasi, dan wawancara mendalam dengan narasumber yang aktif pelaksanaan upacara tradisi Merti Desa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan handphone untuk merekam dan kamera untuk mengambil gambar serta merekam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (a) Prosesi tradisi Merti Desa yaitu persiapan dan pelaksanaan tradisi Merti Desa, (b) Sesaji dan makna simbolis dalam upacara tradisi Merti Desa: Bunga Setaman, bunga setaman dimasukkan kedalam satu tempat yang terbuat dari daun pisang atau samir. Artinya, manusia harus menjaga keharuman namanya agar tidak tercemar karena hal-hal negatif. Bubur Putih dan Bubur Abang. Bubur abang memiliki makna sebagai penghormatan dan permohonan kepada orang tua agar diberi doa dan restu sehingga selalu mendapatkan keselamatan. Bubur putih memiliki makna sebagai penghormatan dan harapan dari seseorang yang ditujukan kepada orang tua atau leluhurnya agar senantiasa diberi keselamatan. Ingkung, mempunyai makna sebagai kekuatan yang diikat. Pisang Raja, melambangkan kemuliaan seorang Raja. Nasi Tumpeng, melambangkan semangat bersatunya antara penguasa dan rakyatnya. Tukon pasar, merupakan simbol agar manusia selalu bersyukur atas rejeki yang diterima, karena tercukupi kebutuhannya. Tenong, adalah sebuah wadah atau tempat yang terbuat dari anyaman bambu, dan(c) Pandangan masyarakat dalam pelaksanaan upacara tradisi Merti Desa, secara umum mereka berpandangan bahwa upacara ini sebagai media sosial. Maksudnya adalah tradisi tersebut dipakai sebagai sarana mengutarakan pikiran dan kepentingan yang menjadi hajat hidup orang banyak. Biasanya upacara tersebut digunakan untuk mengingat apa yang telah dilakukan leluhurnya pada masa lalu sampai masa sekarang. Selain itu upacara tradisional seperti ini juga menjadi media untuk melakukan kontak sosial di antara warga. Diantara contoh dari kontak sosial tersebut adalah pada saat membuat peralatan dan perlengkapan upacara yang dilakukan secara bersama-sama, memberikan sumbangan demi kelancaran acara tersebut dan melakukan ritual secara bersama-sama.   Kata Kunci: Pandangan Masyarakat, Tradisi Merti Desa.