cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Kesiapan Perangkat Pembelajaran di Kelas XI SMK Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Deny Indah Widyastuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.859 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Kesiapan Silabus Guru di Kelas XI  SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014; (2) Kesiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru di Kelas XI  SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran  2013/2014; (3) Kesiapan Metode Pembelajaran Guru di Kelas XI SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari semua guru di kelas XI SMK N 4 Purworejo. Hasil wawancara dengan  guru bahasa Jawa, Waka siswa dan Kepala Sekolah sebagai narasumber yang dianggap memiliki wawasan luas serta didukung dengan kajian pustaka yang berkaitan erat dengan topik penelitian. Tempat penelitian berada di SMK N 4 Purworejo. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik (1) dokumentasi, dan (2) non tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian kesiapan perangkat pembelajaran guru di SMK N 4 Purworejo menunjukkan bahwa: (1) Kesiapan Silabus Guru di Kelas XI SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 dikategorikan sedang dengan frekuensi terbanyak yakni sebanyak 17 guru (2) Kesiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru di Kelas XI SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 dikategorikan sedang dengan frekuensi terbanyak yakni sebanyak 16 guru (3) Kesiapan Metode Pembelajaran Guru di Kelas XI  SMK N 4 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 dikategorikan sedang yakni sebesar 18 guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum kesiapan perangkat pembelajaran guru di kelas XI  SMK Negeri 4 Purworejo dikategorikan sedang terlebih dilihat dari silabus, dan RPP.   Kata kunci : Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  
Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Wulandari Karya Yunani Rohadi Alfaris
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.16 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud penanda kohesi gramatikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Dokter Wulandari karya Yunani; (2) wujud penanda kohesi leksikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Dokter Wulandari karya Yunani. Teori yang menjadi acuan untuk mengungkapkan mengenai praktik analisis wacana dalam penelitian ini adalah Sumarlam dalam bukunya Teori dan Praktek Analisis Wacana (2010).Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian novel Dokter Wulandari karya Yunani yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta tahun 1987. Objek dalam penelitian ini adalah aspek kebahasaan khususnya kajian penanda kohesi gramatikal dan leksikal dalam novel Dokter Wulandari karya Yunani. Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan buku-buku tentang wacana, buku-buku penunjang yang berkaitan dalam penelitian dan nota pencatat data. Teknik pengumpulan data digunakan teknik simak, teknik pustaka, dan teknik catat. Dalam teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Teknik penyajian analisis data digunakan metode penyajian informal. Hasil dari penelitian terhadap Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Dokter Wulandari yaitu adalah: (1) wujud penanda kohesi aspek gramatikal meliputi: reference (pengacuan) terdiri dari pengacuan persona I, pengacuan persona II, dan pengacuan persona III; pengacuan demonstratif terdiri dari demonstratif waktu dan tempat; pengacuan komparatif; substitution (penyulihan); ellipsis (pelepasan) dan conjungtion (perangkaian) yang terdiri dari konjungsi urutan, konjungsi penambahan, konjungsi subordinatif, konjungsi pilihan, konjungsi pertentangan, konjungsi konsesif, konjungsi sebab-akibat, konjungsi tujuan, dan konjungsi waktu; (2) wujud penanda kohesi aspek leksikal meliputi: repetisi (pengulangan) yang ditemukan yaitu repetisi epizeuksis, repetisi anadiplosis, repetisi simploke dan repetisi epistrofa; sinonim (persamaan kata); antonim (lawan kata); kolokasi (sanding kata) dan ekuivalensi. Kata kunci: Kohesi gramatikal, leksikal, novel Dokter Wulandari
Penggunaan Diksi Indria dalam Novel Daradasih karya Hadisutjipto Z Sudibjo Nunung Yuliasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.823 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis jenis diksi indria dalam novel Daradasih karya Hadisutjipto Z Sudibjo. (2) menganalisisfungsi diksi indria dalam novel Daradasih karya Hadisutjipto Z Sudibjo. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek Penelitian yaitu novel DaradasihKarya Hadisutjipto  Z Sidibjo. Objek penelitian adalah penggunaan jenis dan fungsi diksi indria. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Daradasih karya Hadisutjipto Z Sudibjo. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti itu sendiri dan kartu data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik simak dan teknik catat. Teknik validitas data dan kredibilitas data menggunakan validitas semantis dan uji kreabilitas data. Selanjutnya teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kontek. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis dan fungsi diksi indria pada novel Daradasih karya Hadisutjipto Z Sudibjo. Terdiri atas 82 jenis yaitu diksi indria penglihatan 62, diksi indria pendengaran 10, diksi indria penciuman 1 , diksiindria perasa 1 , diksiindria peraba 8. Kata kunci : diksi indria, novel Daradasih
Analisis Prinsip Kesantunan Tuturan Berbahasa Jawa Siswa SMP Negeri 33 Purworejo Asti Listiandani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.126 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pematuhan prinsip kesantunan tuturan berbahasa Jawa siswa SMP Negeri 33 Purworejo, dan (2) pelanggaran prinsip kesantunan tuturan berbahasa Jawa siswa SMP Negeri 33 Purworejo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian berupa tuturan berbahasa Jawa yang mengandung kesantunan berbahasa dan ketaksantunan berbahasa yang disebabkan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan. Sumber data penelitian ini adalah tuturan siswa SMP Negeri 33 Purworejo di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan menggunakan metode simaktidak libat cakap danteknik catat sebagai teknik lanjutan dengan peneliti sendiri sebagai human instrumen yang dibantu dengan penggunaan kartu data. Analisis data menggunakan metode padan dengan daya pilah pragmatis (pragmatic competence individing) dan hasil analisis data dipaparkan menggunakan metode informal.Hasil penelitian ini adalah: (1) pematuhan prinsip kesantunan tuturan berbahasa Jawa siswa SMP Negeri 33 Purworejo meliputi pematuhan bidal ketimbangrasaan terdiri dari 6 bidal, bidal kemurahatian terdiri dari 9 bidal, bidal keperkenanan terdiri dari 6 bidal, bidal kesimpatian terdiri dari 3 bidal, dan bidal kesetujuan terdiri dari 3 bidal; (2) pelanggaran prinsip kesantunan meliputi pelanggaran bidal ketimbangrasaan terdiri dari 2 bidal, bidal kerendahatian terdiri dari 6 bidal, bidal kesetujuan terdiri dari 9 bidal , dan bidal kesimpatian terdiri dari 3 bidal.   Kata kunci: prinsip kesantunan, tuturan berbahasa Jawa, siswa SMP
Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Wacana Berhuruf Jawa Menggunakan Media Pembelajaran Macromedia Flash pada Siswa Kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Wonosobo Tahun Ajaran 2014/2015 Yuli yanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.555 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca wacana berhuruf jawa menggunakan media pembelajaran macromedia flash; (2) untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca wacana berhuruf jawa menggunakan media pembelajaran macromedia flash. Jenis penelitian ini ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research ). Waktu penelitian bulan November 2014 dan  akan dilaksanakan di SMK N 1 Wonosobo tahun ajaran 2014/2015 Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru bahasa Jawa kelas XI Akuntansi 1 SMK N 1 Wonosobo tahun ajaran 2014/ 2015. Adapun Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi 1 SMA N 1 Wonosobo tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik non tes. Instrumen dalam penelitian ini ada dua yaitu tes dan non-tes. Data penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa (1) digunakannya Macromedia Flash aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Meningkat dari pra siklus yang belum digunakan media Macromedia Flash atau masih menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan mendengarkan sebesar 40%, adapun pada siklus I, yaitu setelah digunakannya Macromedia Flash meningkat sebesar 76,6% kemudian  masih menggunakan Macromedia Flash tetapi sudah melalui perbaikan dari siklus I meningkat kembali menjadi 93,3% pada siklus II, sedangkan untuk aktifitas guru juga meningkat dari pra siklus yang sebesar sebesar 40%, siklus I yaitu setelah digunakannya Macromedia Flash meningkat sebesar 80 % kemudian  masih menggunakan Macromedia Flash tetapi sudah melalui perbaikan dari siklus I meningkat kembali menjadi 100% pada siklus II. (2) Dengan digunakannya Macromedia Flash, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK N 1 Wonosobo, pada aspek keterampilan membaca wacana berhuruf Jawa tahun ajaran 2014/2015. Kegiatan pra siklus diperoleh mean sebesar 65,03, median 64, modus 72 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 32,26% meningkat menjadi sebesar 73,68 meannya, median 72, modus 72 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 67,74%. Pada siklus II meningkat menjadi 78,84 mean, 80 median, modus adalah 76 dengan persentase ketuntasan sebesar 83,87%.   Kata kunci: membaca, wacana huruf Jawa, media Macromedia Flash, XI
Kajian Moral Cerita Rakyat Pangeran Elor Lan Pangeran Wetan Karya Anie Soemarno Dalam Majalah Jaya Baya Edisi Maret 2009-April 2009 Siswo Mardi Saputro
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan unsur intrinsik. (2) mendeskripsikan nilai moral. (3) mendeskripsikan relevansi cerita dengan kehidupan sekarang. Jenis Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini cerita rakyat “Pangeran Elor lan Pangeran Wetan” karya Anie Soemarno dalam majalah Jaya Baya edisi Maret 2009-April 2009, data penelitian ini berupa kutipan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan “content analysis”. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) unsur intrinsik: tema yang terdapat adalah perjuangan memerlukan pengorbanan. Tokoh: Pangeran Elor, Pangeran Wetan, Wangsa Dumetra, Pangeran Bato Pote, Sunan Nugraha, Raden Patah, Kyai Rimbun, Patih Kebojawu, Gusti Pamecut, Gusti Jumena. Latar tempat, waktu dan sosial. Alur yang digunakan alur maju. Sudut pandang orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai moral yaitu: (a) nilai moral berhubungan antara manusia dengan diri sendiri yaitu: tidak membeda-bedakan orang lain. (b) nilai moral berhubungan antara manusia dengan sesama dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yaitu: sikap kepahlawanan, sikap hormat kepada raja, memberikan waktu untuk berpendapat, nasihat untuk semua orang, rela berkorban, rasa belas kasih, nasihat orang tua, sikap bijaksana memutuskan masalah, tidak tergantung pada orang lain, sifat sombong dan serakah. (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yaitu: ingat kepada Tuhan, memiliki keyakinan dalam beragama. (3) relevansi nilai moral pada kehidupan sekarang yaitu: tidak membeda-bedakan orang lain, sikap kepahlawanan, saling menghormati sesama raja, memberikan waktu untuk berpendapat, nasihat untuk anak dan semua orang, kesetiaan terhadap raja, rasa belas kasih, sikap bijaksana memutuskan masalah, ingat kepada Tuhan, memiliki keyakinan dalam beragama.   Kata Kunci: Nilai moral, cerita rakyat, Pangeran Elor lan Pangeran Wetan
Analisis Sapaan Dalam Novel Gumuk Sandhi Karya Poerwadhie Atmodihardjo Rinda Aprilia Eka Wati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 5 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.594 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) jenis kata sapaan yang digunakan dalam novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmodihardjo dan (2) faktor yang melatarbelakanginya penggunaan kata sapaan dalam novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmodihardjo. Sumber data penelitian ini adalah penelitian novel Gumuk Sandhi Karya Poerwadhie Atmodihardjo, sementara data penelitian ini adalah analisis sapaan. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Adapun teknik analisis data digunakan  metode analisis isi yang mengkaji isi teks dengan teliti dan menyeluruh. Instrumen penelitian ini adalah penulis yang bertindak sebagai perencana dan pelaksana dalam penelitian. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantis sedangkan uji kredibilitas datanya menggunakan teknik ketekunan pengamatan. Penulis mencari data melalui teks cerita dan pustaka penunjang lainnya. Selanjutnya, dalam penyajian hasil analisisnya digunakan metode informal, yakni  penyajian hasil analisis menggunakan kata-kata biasa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa jenis kata sapaan yang ada dalam Novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmodihardjo diklasifikasikan (1) kata sapaan berdasarkan ciri fonologis, kata sapaan berdasarkan bentuknya, kata sapaan berdasarkan ciri sintaksis, dan kata sapaan berdasarkan ciri semantis. Dalam pembahasan yang lebih detail lagi kata sapaan berdasarkan ciri fonologis dibedakan menjadi empat yang meliputi : penambahan hamzah, pengurangan suku, pengurangan suku awal, dan pengurangan suku akhir. Kata sapaan berdasarkan ciri bentuknya dibedakan menjadi kata sapaan berupa kata, dan kata sapaan berupa frasa. Adapun kata sapaan berdasarkan ciri sintaksis dibedakan menjadi kata sapaan yang terletak di depan klausa inti, dan kata sapaan di belakang klausa inti.Yang terakhir kata sapaan berdasakan ciri semnatis dibedakan menjadi nama diri, nama kekerabatan, gelar kebangsawanan, gelar hasil pendidikan, jabatan ; (2) Analisis faktor penggunaan bentuk sapaan dalam Novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmodihardjo adalah faktor situasi, kekerabatan, dan etnis.   Kata kunci: sapaan, novel Gumuk Sandhi
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas X SMA N 1 Klirong Kebumen Akbar Mubarok
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 5 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.138 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kebumen; (2) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong; (3) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Tempat penelitian berada di SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar bahasa Jawa siwa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen; 27,46% tergolong baik sekali, 62,68% tergolong baik, 8,45% tergolong cukup, dan 1,41% tergolong kurang. Berdasarkan korelasi partial menunjukan bahwa; (1) kecerdasan emosional memberikan sumbangan 5,56% (r 0,236; sig < 0,05) terhadap pestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/2014; (2) minat belajar memberikan sumbangan sebesar 10,36% (r 0,322; sig < 0,05) terhadap pestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong  Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/2014; (3) hasil regresi ganda mengungkapkan ada sumbangan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara kecerdasan emosional dan minat belajar sebesar 25,9% ( 0,259; F 23,826; sig < 0,05) terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/2014. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum prestasi belajar bahasa Jawa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen temasuk kategori baik. Terdapat sumbangan yang berarti, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dari kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen.   Kata kuci: kecerdasan emosional, minat belajar, prestasi belajar  
Analisis Struktural Objektif dan Nilai Moral dalam Cerita Bersambung Pedhalangan Putri Puspa Cendhana Karya Yun Sugeng Widodo Adi Majalah Panjebar Semangat Sutari Nimastuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.905 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan aspek-aspek analisis struktural objektif pada cerita bersambung pedhalangan Putri Puspa Cendhana karya Yun Sugeng Widodo Adi, (2) mendeskripsikan nilai moral pada cerita bersambung pedhalangan Putri Puspa Cendhana karya Yun Sugeng Widodo Adi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan pada cerita bersambung pedhalangan Putri Puspa Cendhana. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu  teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan alat–alat tulis dan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data dalam penelitian ini adalah validitas semantis. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan Hasil penelitian yang ditemukan aspek-aspek analisis struktural objektif pada cerita bersambung pedhalangan Putri Puspa Cendhana  karya Yun Sugeng Widodo Adi adalah (1) Tema (Percintaan) berjumlah 1 indikator, (2) Tokoh dan Penokohan berjumlah 8 indikator (Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan), (3) Alur Maju berjumlah 5 indikator (Tahap Penyituasian, Tahap Pemunculan Konflik, Tahap Konflik, Tahap Klimaks, Tahap Penyelesaian), (4) Latar (Latar Tempat, Latar Waktu dan Latar Sosial) berjumlah 3 indikator, (5) Sudut Pandang Pengarang (Orang Ketiga Serba Tahu ) berjumlah 1 indikator. Hasil analisis nilai moral pada cerita bersambung pedhalangan Putri Puspa Cendhana karya Yun Sugeng Widodo Adi adalah (1) Hubungan Manusia Dengan Tuhan (Berserah diri, Berdoa) berjumlah 2 indikator, (2) Hubungan Manusia Dengan Sesama Diri Sendiri (Niat Baik, Ramah, Berfikir Cedas, Sedih, Bijaksana, Rela Berkorban, Pantang Menyerah, Yakin) berjumlah 8 indikator, (3) Hubungan Manusia Dengan Manusia Lain (Sikap Tolong Menolong atau Kerjasama, Keakraban atau Persahabatan, Memuji atau menyanjung Orang Lain, Tulus ) berjumlah 4 indikator, (4) Hubungan Manusia Dengan Lingkungan berjumlah (Mencintai Lingkungan, Menjaga Flora dan Fauna) 2 indikator.   Kata Kunci : struktural objektif, nilai moral Putri Puspa Cendhana.
Kajian Folklor dalam Tradisi Nyadran di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Muhamad Arif Susanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 5 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.475 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) prosesi upacara tradisi nyadran di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, (2) makna yang terkandung dari sesaji atau uborampe yang digunakan dalam tradisi nyadran di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, (3) persepsi masyarakat terhadap tradisi nyadran di desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif . Lokasi penelitian berada di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Adapun hasil dari penelitian dari prosesi tradisi nyadran di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, yaitu: (1) prosesi meliputi: (a) berseh makam, (b) metokan Sodakohan, (c) nyadran tenongan di pemakaman umum Desa Ketundan dan punden mbah Citro gati, (d) punggahan, (2) makna dari sesaji yang digunakan dalam tradisi nyadran berupa: (a) nasi tumpeng yang mempunyai makna sebuah tujuan atau cita-cita yang mulia, (b) nasi ambeng sebagai wujud dari kebulatan tekad dari yang melakukan hajatan, (c) ayam ingkung mempunyai makna sebagai sikap pasrah terhadap kekuatan Allah YME, (d) kembang telon mempunyai makna bahwa orang mati adalah orang yang telah suci dan mempunyai aroma wangi (3) persepsi masyarakat mengenai tradisi nyadran sebagian besar dari dari informan mendukung dan melestarikan adanya tradisi nyadran dan sebagian kecil kurang menyetujui diadakannya tradisi nyadran.   Kata kunci: folklo,  nyadran