cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Struktur Fisik dan Struktur Batin Antologi Geguritan Kristal Emas Karya Suwardi Endraswara dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XI SMA Miskiyatun Isnainiyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.147 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:(1) struktur fisik, (2) struktur batin, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran antologi geguritan Kristal Emas Karya Suwardi Endraswara di kelas XI SMA.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah antologi geguritan dalam Kristal Emas: Antologi Geguritan Pilihan karya Suwardi Endraswara yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Nusatama pada tahun 1994. Objek penelitian ini struktur fisik, struktur batin, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Data dikumpulkan menggunakan metode baca dan catat dan peneliti sebagai human instrument yang dibantu dengan penggunaan kartu data. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis struktural dan hasil analisis data dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur fisik terdiri daridiksi, pengimajian (imaji visual dan imaji taktil, kata konkret (untuk membangkitkan gairah religius pembaca), versifikasi rima (purwakanthi swaradan purwaknthi lumaksita), dan tipografi yang tidak konvensional; (2)struktur batin dalam kesepuluh geguritan ini terdiri dari empat unsur yaitu: tema religius, perasaan penyair, nada/sikap penyair terhadap pembaca (tone) (penyair berusaha untuk menjadi orang yang bijak, jujur dan terbuka mengungkapkan apa adanya yang telah diperbuat), dan amanat (pesan religius); (3) rencana pelaksanaan pembelajaran meliputi Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar (memahami struktur fisik dan struktur batin geguritan), indikator (menjelaskan struktur fisik dan struktur batin geguritan dalam antologi geguritan Kristal Emas); tujuan pembelajaran (siswa mampu menjelaskan struktur fisik dan struktur batin geguritan dalam antologi geguritan Kristal Emas), bahan/materi ajar, metode pembelajaran (tanya jawab, belajar kelompok, dan diskusi), alokasi waktu (2 x 45 menit), langkah-langkah pembelajaran (kegiatan awal, inti [eksplorasi, elaborasi, konfirmasi], dan kegiatan akhir), media pembelajaran (audiovisual berbasis komputer, fotokopi materi, modul, buku teks, dan antologi geguritan Kristal Emas), dan evaluasi (teknik: tes tertulis, bentuk instrumen: penugasan)   Kata kunci:struktur fisik, struktur batin, geguritan Kristal Emas
Analisis Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa dalam Cerbung Tresna Kagiles Ila-ila karya Mbah Brintik pada Majalah Jayabaya Tahun 2011 Tri Wahyuningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.916 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis kalimat tindak tutur komisif bahasa jawa di dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur komisif bahasa jawa yang digunakan dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu Cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Objek penelitian adalah pragmatik tindak tutur komisif. Sumber data yang digunakan yaitu deskripsi cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik yang diterbitkan oleh jaya baya. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang teori bahasa dan pragmatik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Data dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur komisif, data dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, data yang tidak penting disisihkan, data disimpulkan dari hasil analisis tindak tutur komisif. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindak tutur komisif dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik ditemukan tiga jenis kalimat yaitu kalimat Tanya (interogatif), kaliat berita (deklaratif), dan kalimat perintah (imperatif), dan empat fungsi tindak tutur komisif yaitu tindak tutur komisif mengancam, tindak tutur komisif menyatakan kesanggupan/setuju, tindak tutur komisif menawarkan, tindak tutur komisif menolak.   Kata kunci: Analisis tindak tutur komisif, fungsi, cerita bersambung
Alih Fungsi Tradisi Begalan dalam Adat Perkawinan Banyumas (Studi Tentang Eksistensi Tradisi Begalan dalam Masyarakat Banyumas) Andi Tri Fitroh Setiawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.045 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan : 1) Mendeskripsikan proses atau pelaksanaan tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan. 2) Mendeskripsikan makna simbolik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumasan. 3) Mendeskripsikan eksistensi atau perubahan-perubahan yang terjadi pada tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan masa dulu tahun 1978 dengan sekarang 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pemain begalan, dan informan lain yang mengetahui tentang tradisi begalan, sumber data sekunder berupa buku-buku, rekaman, foto-foto, video, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara tak terstruktur, teknik observasi non partisipan, dan teknik dokumentasi yang berupa catatan hasil wawancara, rekaman wawancara, foto-foto, video prosesi tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan. Instrumen yang digunakan adalah human intrument atau peneliti itu sendiri dan dibantu dengan video dan camera digital untuk menyimpan hasil penelitian. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan teori. Teknik analisis data adalah data reduction, data display, dan data conclusion drawing (verivicasi). Penyajian data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah : 1) proses pelaksanaan tradisi begalan dalam adat pernikahan Banyumasan yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, 2) makna simbolik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumas terdapat pada brenong kepang atau peralatan dapur yang dibawa oleh tokoh Surantani yang berupa ian, ilir, wangkring, cething, kusan, kalo, siwur, irus, tampah, sorok, centhong, ciri, muthu, kendhil, pari, pedhang wlira, sapu sada, kekeb, tebu, janur, godhong salam, godhong dadap sedangkan nilai-nilai yang terkandung adalah nilai pendidikan Ketuhanan (religius), nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan, 3) eksistensi tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumasan pada masa dulu dengan sekarang yang berupa pemakaian ritual atau sesaji pada saat sebelum pelaksanaan begalan, urutan penyajian begalan, dan gendhing, tata rias, dan kostum yang digunakan. Kata kunci : Begalan, foklor, masyarakat Banyumas
Persepsi Masyarakat terhadap Makam Mbah Kopek di Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen (Kajian Folklor) Akhmad Fadli
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.692 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah tentang asal usul Desa Waluyo yang dibangun oleh Mbah Kopek, mendeskripsikan prosesi ritual dalam pemanggilan arwah Mbah Kopek dan mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap keberadaan makam Mbah Kopek di Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.  Instrumen dalam penelitian yaitu peneliti sendiri sebagai informan serta menggunakan kamera dan perekam sebagai sumber instrumen dengan didukung oleh sumber berupa buku-buku mengenai persepsi yang relevan dengan penelitian. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.  Berdasarkan hasil penelitian, dahulunya Desa Waluyo merupakan hutan belantara. Hutan tersebut dibangun oleh Mbah Kopek hanya dengan mengkibaskan selendang kemudian selendang tersebut dapat membakar hutan belantara tersebut.  Prosesi pemanggilan arwah Mbah Kopek dilakukan dengan tiga tahap, yaitu menyiapkan sesaji, memohon izin dan pemberitahuan dan yang terakhir prosesi masuknya arwah Mbah Kopek ke dalam mediator.  Persepsi masyarakat terhadap keberadaan makam Mbah Kopek menimbulkan pro dan kontra. Ada masyarakat yang menyetujui keberadaan makam tersebut, ada masyarakat yang biasa saja dengan keberadaan makam tersebut bahkan ada masyarakat yang tidak menyetujui keberadaan makam tersebut.   Kata kunci: folklor, persepsi, makam Mbah Kopek  
Pola Perilaku Agama Kejawen Padepokan Bedogol Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Andri Saputro
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.292 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Asal-usul agama kejawen padepokan Bedogol Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap (2)  proses ritual yang dilakukan oleh kelomok agama kejawen padepokan Bedogol Desa Sidaurip Kecamatan Bianangun Kabupaten Cilacap (3) Pola Perilaku Spiritual yang dilakukan oleh kelompok agama kejawen Padepokan Bedogol Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara mendalam, (3) dokumentasi, dan (4) analisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian sejarah asal-usul agama kejawen padepokan Bedogol Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap adalah, (1) sejarah asal mula agama kejawen di padepokan Bedogol Desa Sidaurip, (2) proses penyebaran agama kejawen, (3) sejarah nama padepokan Bedogol. Prosesi ritual keagamaan pembacaan pujen meliputi (a) sungkeman, (b) sesuci, (c) obong menyan, (d) pembukaan, (e) pembacaan pujen, (f) slametan puluran. Prosesi ritual resik kubur Eyang Jemuah meliputi (a) sungkeman, (b) sesuci, (c) obong menyan, (d) berdoa di dalam makam, (e) mengelilingi makam, (f) slametan puluran, (g) wekasan. Prosesi ritual semedi di Sumur Gemuling. Ritual prosesi mbabar slametan meliputi: (1) pra prosesi (a) memotong hewan kambing, (b) memasak tumpeng rosul. (2) prosesi pelaksanaan (a) pembukaan, (b) menyampaikan hajat, (c) berdoa. (3) prosesi akhir (a) makan bersama, (b) membagikan goler. Pola perilaku agama kejawen padepokan Bedogol meliputi (a) sesuci kramas, (b) adab berpakaian, (c) semedi, (d) penerimaan anggota baru, (e) slametan weton, (f) slametan sura. Kata kunci : agama kejawen, padepokan Bedogol, kabupaten Cilacap
Analisis Tokoh Utama dalam Cerita Bersambung Ngoyak Lintang Karya Al Aris Purnomo Ditinjau Dari Psikologi Sastra Sri Rahayu Tusngidah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.392 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan struktur intrinsik pembangun cerita bersambung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo (2) mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama cerita bersambung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu cerita bersambung Ngoyak Lintangkarya Al Aris Purnomoedisi 27 Juli 2013 sampai edisi 7 Desember 2013. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil analisis data meliputi, 1) unsur intrinsik pembangun yang berupa: (a) tema: cinta bisa merubah segalanya menjadi indah dan menyenangkan, (b) tokoh: tokoh utamanya Widyaningsih dan tokoh tambahannya adalah Jaya Pribadi, Kartika Indri Pawestri, Westri Jayanti, Dwi Jaya Wibawa, Endang Sulis, Rukma Nurcahyanto, (c) alur: plot lurus, (d) latar diantaranya di kantor perusahaan Kartika Jaya Pribadi Grup, Warung gado-gado, panti asuhan. Latar waktu antara lain pada waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari; dan latar sosial meliputi status sosial rendah, status sosial tinggi. 2) aspek psikologis tokoh utama Widyaningsih cenderung pada kepribadian superego. Kata kunci: analisis psikologi sastra, cerbung Ngoyak Lintang
Kata Turunan Dialek Banyumas pada Rubrik ‘Mendhowan’ Majalah Djaka Lodang 2013 Tatag Nugroho
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.308 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kata; (2) jenis kata; (3) perubahan makna kata turunan dialek Banyumas pada rubrik ‘Mendhowan’ majalah Djaka Lodang 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa majalah Djaka Lodang pada rubrik ‘Mendhowan’ tahun 2013.Data dalam penelitian ini adalah kata turunan dialek Banyumas pada rubrik ‘Mendhowan’ majalah Djaka Lodang 2013. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik observasi dan teknik catat. Teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis teknik unsur langsung. Teknik penyajian data dilakukan dengan metode penyajian formal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) bentuk kata turunan berupa afiksasi, reduplikasi, dan kompositum. Afiksasi melibatkan proses morfologi yaitu prefiksasi dengan imbuhan n-, m-, ng-; infiksasi dengan imbuhan -em; sufiksasi dengan imbuhan -e, -an, dan –aken; simulfiksasi dengan imbuhan ng-/-i; reduplikasi meliputi ulang penuh, ulang berubah bunyi, dan ulang afiks; serta bentuk kata turunan berupa reduplikasi, yakni majemuk utuh; (2) jenis kata turunan meliputi: a) perubahan jenis kata benda abstrak yang diturunkan dari kata kerja; b) perubahan jenis kata benda kongkrit yang diturunkan dari kata keterangan dan benda kongkrit; c) perubahan jenis kata benda kepemilikan yang diturunkan dari kata benda kongkrit; d) jenis kata kerja yang diturunkan dari kata benda kongkrit, perubahan kata kerja yang diturunkan dari kata kata kerja, perubahan jenis kata kerja yang diturunkan dari kata sifat; e) perubahan jenis kata keterangan yang diturunkan dari kata keterangan, dan perubahan jenis kata keterangan yang diturunkan dari kata sifat; (3) Perubahan makna kata turunan dialek Banyumas pada rubrik Mendhowan majalah Djaka Lodang ditemukan 13 macam, yakni : a) makna menunjuk keadaan; b) makna keadaan; c) makna tindakan relatif lama, d) makna tindakan sekejap, e) makna melakukan tindakan; f) makna ketidaktentuan; g) makna berulang-ulang; h) makna tindakan memerintah; i) makna tiba-tiba; j) makna jumlah; k) makna tindakan; l) makna kepemilikan; m) makna menunjukkan waktu.   Kata Kunci: Kata turunan, Dialek Banyumas, Rubrik ‘Mendhowan’    
Tindak Tutur Direktif dalam Naskah Kethoprak “Bedhah Pati” karya Setya Amrih Prasaja, S.S. Mukhrisotun Khasanah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.031 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam naskah kethoprak “Bedhah Pati” karya Setya Amrih Prasaja, SS. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah naskah kethoprak “Bedhah Pati” karya Setya Amrih Prasaja, SS. dan data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan para tokoh dalam naskah kethoprak ”Bedhah Pati” karya Setya Amrih Prasaja, SS. yang mengandung daya tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu buku tentang tindak tutur serta kartu pencatat data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah kethoprak “Bedhah Pati” karya Setya Amrih Prasaja, SS mengandung tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif yang digunakan antara lain: tindak tutur direktif memaksa (2), mengajak (3), meminta (6), menyuruh (7), mendesak (8), memohon (6), menyarankan (4), memerintah (14), memberikan aba-aba (1), dan menantang (2).   Kata kunci: pragmatik, tindak tutur, naskah kethoprak‘’Bedhah Pati’’.  
Konflik Psikis pada Tokoh-Tokoh Wanita dalam Novel Kunarpa Tan Bisa Kandha Karangan Suparto Brata (Tinjauan Psikologi Sastra) Eko Oktiana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.273 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur pembangun novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karangan Suparto Brata yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, dan latar, (2) konflik psikis pada tokoh-tokoh wanita dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karangan Suparto Brata. Hasil penelitian (1) struktur pembangun novel terutama:  temanya adalah menguak misteri kematian Trianah; tokoh dan penokohan, peneliti mengkaji tokoh Handaka, Sulun Prabu, Trianah, Pipin, Riris, Manik, Marong, Drs. Risang, Ir. Eram, Maharani, Suherwindra, Tantiyam, Dewaji, Dr. Wandi, Hehe, dan Ir. Pambudi; alur ceritanya adalah progresif (maju); terdapat tiga macam latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. (2) konflik psikis pada tokoh-tokoh wanita dalam novel ini terdapat empat jenis konflik yaitu (a) konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflik) yang terjadi pada tokoh Maharani; (b) konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflik) yang terjadi pada tokoh Pipin, Riris, Manik, dan Maharani; (c) konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflik) yang terjadi pada Pipin, Trianah, Riris, Manik, Maharani, dan Tantiyam; dan (d) konflik dua mendekat-dua menjauh (double-approach-avoidance conflik) yang terjadi pada tokoh Riris.   Kata Kunci: konflik psikis, novel Kunarpa Tan Bisa Kandha
Konflik Sosial Dalam Novel Cintrong Paju-Pat Karya Suparto Brata (Tinjauan Sosiologi Sastra) Emy Ipritania
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.243 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) wujud konflik sosial yang terdapat dalam novel Cintrong Paju-Pat karya Suparto Brata (2) aspek-aspek sosial penyebab terjadinya konflik  dalam novel Cintrong Paju-Pat karya Suparto Brata. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud konflik sosial: (a) perdebatan, (b) pemaksaan, (c) ketidaksopanan, (d) penghinaan, (e) konflik batin, (f) konflik pikiran, (g) perbedaan status sosial, (h) kesombongan, (i) perbedaan gender, (j) pengorbanan, (k) kecurigaan, (l) menfitnah, (m) penekanan, (n) kecemburuan; (2) penyebab terjadinya konflik sosial: (a) perbedaan pendapat, (b) ketidakcocokan, (c) pemaksaan kehendak, (d) konflik batin, (e) prasangka buruk, (f) sindiran, (g) perbedaan status sosial, (h) kecemburuan, (i) sakit hati, (j) dendam, (k) fitnah, (l) kekecewaan; (3) sikap tokoh dalam menghadapi konflik: (a) mengalah, (b) tetap pada pendirian, (c) berani melawan, (d) memaksa, (e) curiga, (f) menentang, (g) menjadi penengah, (h) menghormati, (i) menghargai, (j) marah, (k) semena-mena, (l) menolak, (m) membantah, (n) kaget, (o) meluruskan masalah, (p) merendahkan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa konflik sosial yang tersurat dan tersirat dalam novel Cintrong Paju-Pat termasuk karya sastra suatu masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat. Kata Kunci: Konflik Sosial, novel Cintrong Paju-Pat